cover
Contact Name
-
Contact Email
sainteknol_lp2m@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
sainteknol_lp2m@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Research and Community Service Institute, Universitas Negeri Semarang, Sekaran, Gunungpati, Semarang, Central Java, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi
ISSN : 02164566     EISSN : 25273604     DOI : http://dx.doi.org/10.15294/sainteknol
Core Subject : Science,
Sainteknol published a scientific paper on the results of research and studies in the field of science and technology. Published biannually in June and December contained the writings lifted from the results of research and critical-analysis study in science and technology.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 560 Documents
PENGGUNAAN KOMPOS AKTIF AKTIF TRICHODERMA HARZIANUM DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN Herlina, Lina; Dewi, Pramesti
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 8, No 2 (2010): December 2010
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v8i2.317

Abstract

Cabai merupakan komoditas sayuran yang memiliki nilai ekonomis tinggidan dapat tumbuh diberbagai jenis tanah. Masalah utama dalam budidaya cabaiadalah tingginya serangan hama/penyakit yang secara ekonomis dapat menurunkanprodukitifitas, penggunaan pupuk kimia yang kurang bijaksana berdampak padalingkungan dan tidak aman untuk dikonsumsi. Untuk mengurangi penggunaan pupukkimia diperlukan teknologi inovasi penggunaan pupuk organik. Penggunaan pupukaktif Trichoderma harzianum, sebagai salah satu alternatif agar produktifitas daricabai yang diusahakan tidak menurun. Penelitian ini bertujuan mengetahui penngaruhpupuk aktif Trichoderma harzianum, terhadap pertumbuhan dan produksi tanamancabai .Rancangan acak lengkap digunakan sebagai rancangan dalam penelitian ini.Tanaman indikator yang digunakan adalah cabai. Cabai ditanam di dalam polibagberukuran 40 x 50 cm dengan tanah sebanyak 10 kg. Variasi pupuk aktifTrichoderma harzianum ( g) adalah 0, 100, 150, 200 dan 250. Data dianalisis denganmenggunakan ANAVA satu jalan serta dilanjutkan dengan uji BNT 95%. Hasilpenelitian menunjukkan pemberian kompos aktif Trichoderma harzianumberpengaruh terhadap pertumbjuhan akar primer, berat kering tanaman, kadar klorofiltetapi tidak berpengaruh terhadap tinggi tanaman. Hasil uji lanjut BNT menunjukanbahwa pemberian pupuk aktif Trichoderma Harzianum pada semua perlakukanberbeda nyata kontrol pada panjang akar dan kadar klorofil, sedangkan pupuk aktif Tharzianum, dosis 250 g perpengaruh paling besar terhadap berat keringtanaman.Simpulan dari hasil penelitian bahwa pemberian kompos aktif Trichodermaharzianum berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman cabai . Respon pertumbuhantanaman cabai akibat pemberian kompos aktif Trichoderma harzianum dapatmeningkatkan jumlah akar lateral, kandungan klorofil serta berat kering tanamancabai.Kata Kunci : pertumbuhan dan produksi , tanaman cabai
KETERTARIKAN BACTROCERA CARAMBOLAE PADA CAMPURAN OLAHAN LIMBAH KAKAO DAN EKSTRAK SELASIH/ ME Indriyanti, Dyah Rini
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 11, No 2 (2013): December 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v11i2.5571

Abstract

Tujuan penelitian menguji ketertarikan B. carambolae pada campuran olahan limbah kakao dengan ekstrak selasih dan metil eugenol sintetis pada skala laboratorium. Bactrocera carambolae dibiakkan di Laboratorium menggunakan media buatan. Ujicoba skala laboratorium dilakukan menggunakan sangkar terbuat dari kain tile berwarna putih, ukuran 1x1x1 m, waktu pengujian pukul 8.00-12.00. Komposisi umpan terdiri dari campuran olahan limbah kakao + ekstrak selasih/ ME (perbandingan 1:1; 2:1; 3:1; 4:1); olahan limbah kakao dan ekstrak selasih/ME. Hasil penelitian menunjukkan B. carambolae jantan dan betina lebih tertarik pada umpan olahan limbaha kakao dari pada umpan campuran limbah kakao dan selasih. B. carambolae betina lebih tertarik pada umpan olahan limbah kakao dari pada umpan campuran limbah kakao dan ME, lalat jantan tertarik pada umpan campuran limbah kakao dan ME (3:1).
APLIKASI TEKNOLOGI GLOBAL POSITIONING SYSTEM (GPS) DAN TELEPON SELULAR (GSM) UNTUK MONITORING TITIK AKSESKENDARAAN DINAS UNNES Suryanto, Agus
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 10, No 1 (2012): June 2012
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v10i1.5539

Abstract

Pada penelitian ini dibuat sebuah sistem memanfaatkan GPS yang dipadukan dengan teknologi SMS telepon seluler yang digunakan untuk pelacakan kendaraan bergerak. Sebuah sistem mikroprosesor yang dilengkapi dengan GPS dan telepon seluler ditempatkan pada kendaraan, yang mana posisi kendaraan tersebut secara reguler dikirimkan melalui SMS ke komputer pengendali. Langkah kerja dari pengujian ini adalah (1) perancangan sisten, (2) pembuatan program, (3) perancangan format SMS, (4) pengujian system. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan 1) perancangan sistem ini dapat mendeteksi objek yang dipantau melalui visualisasi pada peta digital. Pemilihan sistem ini dengan pengiriman data posisi melalui SMS mempunyai keuntungan yaitu lebih murah dalam pembangunan dan operasinya serta mudah dalam pembangunannya. 2) Posisi longitude dan latitude yang diambil dari modul GPS riceiver di handphone valid karena sama dengan yang diambil dengan laptop.
MODEL PERANCANGAN DISTRIBUSI AIR DENGAN PENDEKATAN JARINGAN FUZZY Mulyono, Mulyono; Rosyida, Isnaini
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 12, No 1 (2014): June 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v12i1.5423

Abstract

Pada wilayah tertentu belum ada keseimbangan antara permintaan penggunaan air dan nilai aliran maksimum pada jaringan distribusi air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Nilai aliran maksimum pada jaringan pipa distribusi air dalam suatu wilayah minimal harus sama dengan ketersediaan suplai air dari sumber mata air dalam wilayah tersebut, agar kebutuhan air pada wilayah yang dilayani dapat tercukupi.Dengan demikian perlu dirancang sebuah jaringan yang dapat mengatasi masalah tersebut. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan jaringan fuzzy, yaitu sebuah jaringan dengan parameter berupa bilangan fuzzy. Dalam hal ini digunakan jaringan fuzzy, karena tidak ada data yang pasti tentang kapasitas pipa dalam sebuah jaringan. Dalam penelitian ini telah dihasilkan program untuk memodelkan jaringan fuzzy dan menentukan nilai aliran maksimum pada jaringan fuzzy tersebut. Selanjutnya nilai aliran maksimum digunakan untuk menganalisis pemenuhan kebutuhan air pelanggan dalam suatu wilayah.
PENGGUNAAN CARBON FIBER REINFORCED PLATE SEBAGAI BAHAN KOMPOSIT EKSTERNAL PADA STRUKTUR BALOK BETON BERTULANG Budiwirawan, Agung; Pengestuti, Endah Kanti
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 8, No 1 (2010): June 2010
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v8i1.344

Abstract

The flexural strengthening of reinforced concrete beam can be consideredwith applied externally bonded steel plate or carbon fiber composite. This externalplate is bonded to the tension face of the concrete beam. Experimental study onreinforced concrete strengthening with Carbon Fiber Reinforced Plate (CFRP) hasbeen conducted to estimate the effectiveness of using CFRP on the concretestructure as flexural strengthening material and external reinforcement. Twobeams were provided in this study to test the flexural strengthening effect ofexternally bonded CFRP composite. One of them was used for normal condition(BKT). The other specimen is the reinforced concrete beam with single steelreinforcement and laminated CFRP (BKTC). On the second beam, CFRPlaminated on the bottom of beam with epoxy. Dimension of the beams are150/250 mm with effective length 1900 mm. All beams were tested using twopointloading to get pure bending in the middle span. The result of theexperimental research showed that the ultimate load of the beam with externallybonded CFRP( BKTC) is 49% higher than BKT; stiffness of the strengthenedbeam BKTC is 68% higher than BKT; and cracking moment of the strengthenedbeam BKTC is 50% higher than BKT. However, the deformation and ductility ofthe strengthened beam BKTC is lower than BKT 77.6% and 73% respectively.The failure phenomenon of the concrete beam with laminated CFRP is priordebonding CFRP that makes maximum performance of the CFRP not be reached.Key words : CFRP, flexural strengthening, debonding failure
SINTESIS GEOPOLIMER BERBUSA BERBAHAN DASAR ABU LAYANG BATUBARA DENGAN HIDROGEN PEROKSIDA SEBAGAI FOAMING AGENT Kusumastuti, Ella; Widiarti, Nuni
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 12, No 2 (2014): December 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v12i2.5394

Abstract

Konsumsi energi yang tinggi di bidang rumah tangga dan industri menuntut adanya inovasi untuk menciptakan bahan bangunan yang mampu memerangi perubahan iklim, yakni menciptakan material bersifat bioclimatic dan isolator panas. Geopolimer memiliki prospek yang baik bila dikembangkan untuk tujuan tersebut. Hidrogen peroksida (H 2 O ) digunakan sebagai foaming agent karena ketidakstabilan termodinamikanya sehingga mudah terurai menjadi H 2 O dan O 2 2 dan menciptakan pori pada geopolimer sehingga menurunkan densitasnya. Metode yang digunakan dalam sintesis geopolimer berbusa adalah dengan menggunakan abu layang sebagai sumber silika alumina yang diaktifkan dengan larutan pengaktif NaOH dan Na Silikat. Karakterisasi geopolimer berbusa dilakukan secara fisik dan kimia. Karakterisasi sifat fisik antara lain penentuan kuat tekan dengan Universal Testing Machine, pengukuran densitas sesuai dengan ASTM D854-06, konduktivitas termal menggunakan Thermal Conductivity Analyser, serta morfologi pori menggunakan SEM. Karakterisasi struktur kimiawi dilakukan dengan analisis fasa mineral dengan XRD dan analisis gugus fungsi menggunakan FTIR. Penambahan H 2 O sebagai foaming agent berpengaruh terhadap sifat fisika dan struktur kimiawi geopolimer berbusa yang dihasilkan. Penambahan H 2 O 2 2 secara umum menurunkan kekuatan geopolimer dengan adanya pori yang terbentuk dari hasil peruraian H 2 O 2 menjadi H dan O 2 . Oleh karena itu penambahan H 2 O juga akan menurunkan densitas dan konduktivitas termalnya. Secara kimiawi, sifat material yang dapat diamati dari analisis dengan menggunakan FTIR, XRD dan SEM. Hasil analisis gugus fungsi dengan FTIR menunjukkan bahwa penambahan H 2 2 O tidak menimbulkan gugus fungsi baru dalam geopolimer, ditandai dengan adanya pita yang menunjukkan ikatan Si-O-Si dan Si-O-Al tidak berubah secara signifikan. Hasil analisis XRD menunjukkan bahwa material hasil sintesis berfasa amorf. Penambahan H 2 menyebabkan bertambahnya fasa kristal mineral sisa reaktan karena sebagian H 2 O bereaksi dengan basa. Hasil analisis dengan SEM membuktikan bahwa penambahan H 2 2 O memperbesar jumlah dan ukuran pori sampai dengan lebih dari 100mm. Jumlah optimum H 2 2 O yang ditambahkan untuk menghasilkan geopolimer berbusa dengan sifat kuat, densitas rendah dan isolator panas adalah pada penambahan H 2 O 2 2 30% sebanyak 2,0% (b/b) dengan hasil kuat tekan 21,2808 MPa, densitas 1800,8317 kg/m 3 dan konduktivitas panas 0,0611 Watt/ m°K. Material ini potensial sebagai beton ringan dengan kekuatan sedang.
PENGARUH PEMBERIAN PROBIOTIK DALAM PELET TERHADAP PERTUMBUHAN LELE SANGKURIANG Supriyanto, -
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 8, No 1 (2010): June 2010
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v8i1.333

Abstract

Pakan merupakan faktor utama yang harus diperhatikan untuk pertumbuhanlele Sangkuriang. Penyemprotan probiotik pada pakan berpengaruh pada kecepatanfermentasi pakan tersebut dalam saluran pencernaan, sehingga membantu prosespencernaan dan penyerapan sari makanan. Penelitian bertujuan untuk mengetahuipengaruh pemberian probiotik pada pakan terhadap pertumbuhan leleSangkuriang.Penelitian dirancang dengan rancangan acak lengkap. Hewan cobadikelompokkan menjadi 4 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 3 ulangansetiap ulangan berisi 100 ekor bibit lele Sangkuriang masing-masing seberat sekitar 4gram. Kelompok A sebagai kontrol diberi pakan tidak disemprot probiotik, kelompokB diberi pakan disemprot probiotik dianginkan selama 10 menit, kelompok C diberipakan disemprot probiotik dianginkan selama 20 menit, kelompok D diberi pakandisemprot probiotik dianginkan selama 40 menit. Setiap minggu lele Sangkuriangdiukur berat badan. Selisih berat biomassa mutlak dan laju pertumbuhan“instantaneous growth” hari pertama perlakuan penelitian dan hari terakhir perlakuanpenelitian diuji dengan Anava satu jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwapemberian probiotik pada pakan tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan leleSangkuriang. Pertumbuhan berat biomassa mutlak rata-rata tertinggi dicapai olehperlakuan D (2064,67g), selanjutnya berturut-turut diikuti oleh C (2064,33 g), B(2027 g) dan A (1988,67 g). Pada taraf signifikansi (α) sebesar 5 % didapat nilai Ftabel sebesar 4,07. Oleh karena F hitung (3,10) < F tabel (4,07), maka Ho diterima.Laju pertumbuhan “instantaneous growth (g)” rata-rata tertinggi diperoleh dariperlakuan B (0,43), kemudian berturut-turut perlakuan C dan A (0,42), dan perlakuanD (0,40). Pada taraf signifikansi (α) sebesar 5 % didapat nilai F tabel 4,07. Karena Fhitung (2,419) < F tabel (4,07), maka Ho diterima.Disimpulkan, bahwa pemberianprobiotik disemprot dalam pelet dan diangin-anginkan dengan variasi waktu tidakberpengaruh nyata terhadap pertumbuhan berat biomassa mutlak dan lajupertumbuhan “instantaneous growth (g)” lele SangkuriangKata kunci: Pertumbuhan, lele Sangkuriang, pelet, organisme probiotik
HIDEROGENASI METIL EUGENOL TERKATALISIS NI/ZEOLIT ALAM DAN UJI AKTIFITASNYA SEBAGAI ATRAKTAN LALAT BUAH Cahyono, Edy
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 11, No 1 (2013): June 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v11i1.5562

Abstract

Telah dilakukan sintesis 1,2-dimetoksi-4-propil benzena melalui reaksi metilasi eugenol dilanjutkan hidrogenasi metil eugenol yang dihasilkan. Hidrogenasi dilakukan dengan katalis Ni/Zeolit alam. Preparasi katalis dilakukan dengan aktivasi zeolit alam dengan perlakuan asam, impregnasi ion Ni 2+ dan kalsinasi pada temperatur 400 C selama.... jam. Hidrogenasi metil eugenol dengan katalis Ni-Za menghasilkan 1,2-dimetoksi-4-isopropil benzena maksimal 88,61% pada 175 o o C dan durasi reaksi 3 jam. Hasil transformasi diuji strukturnya dengan FTIR dan GC-MS. Spetra IR dan spektra massa membuktikan terbentuknya produk akhir 1,2-dimetoksi-4-propil benzena. Uji aktivitas atraktan 1,2-dimetoksi-4-propil benzena hasil hidrogenasi metil eugenol menunjukkan peningkatan selektivitas dibandingkan metil eugenol. Aktivitas maksimal didapatkan pada botol tidak berwarna (transparan) dengan atraktan 1,2-dimetoksi4-propil benzena dan ketinggian pemasangan 1,5 m.
EFISIENSI CONSTRUCTION WETLAND TYPHA SP. SEBAGAI PENGOLAH AIR LIMPASAN JALAN RAYA SECARA ALAMI Windraswara, Rudatin; Siwiendrayanti, Arum
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 9, No 2 (2011): December 2011
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v9i2.5534

Abstract

Penelitian ini bersifat desain eksperimental pada skala laboratorium untuk mengetahui kemampuan Typha latifolia. sebagai tanaman wetland dalam mereduksi BOD dan COD yang berasal polutan air limpasan jalan raya sebagai bagian dari sistem drainase yang berkelanjutan. Sampel dalam penelitian ini adalah air limpasan jalan yang berasal dari air hujan yang kemudian masuk ke saluran pengumpul (drainase) jalan. Habitat wetland disimulasikan menggunakan kolom dengan tabung yang memiliki volume kosong 20 liter. Susunan tabung adalah sebagai berikut; tanaman wetland, air, pasir dan batu kerikil. Satu tabung lagi akan berlaku sebagai kontrol dengan susunan yang sama tanpa tanaman wetland. Desain tabung memiliki spesifikasi sebagai berikut bahan acrylic dengan ukuran diameter 9,7 cm, tinggi 40 cm, volume 20 liter, media pasir setinggi 10 cm, kerikil 15 cm, kemudian diisi air setinggi 15 cm dari batas kerikil. Nilai BOD dari sampel kontrol setelah hari ke-3 menjadi 87 mg/l dari nilai semula 104 mg/l sedangkan nilai BOD dari sampel uji setelah hari ke-3 menjadi 44 mg/l dari nilai semula 104 mg/l. Hasil ini menunjukkan tanaman tersebut mampu menghilangkan nilai BOD sebesar 65% atau BOD removal sebesar 65%. Nilai COD dari sampel kontrol setelah hari ke-3 menjadi 309 mg/l dari nilai semula 210 mg/l sedangkan nilai COD dari sampel uji setelah hari ke-3 menjadi 87 mg/l dari nilai semula 210 mg/l. Hasil ini menunjukkan tanaman Typha latifolia mampu menghilangkan nilai COD sebesar 58,6% atau COD removal sebesar 58,6%. Kedua parameter tersebut telah sesuai dengan baku mutu Kepmen LH no 112 tahun 2003 dan Kepmen LH no 51 tahun 1999.
PEMANFAATAN KOLEKTOR SURYA PEMANAS AIR DENGAN MENGGUNAKAN SENG BEKAS SEBAGAI ABSORBER UNTUK MEREDUKSI PEMAKAIAN BAHAN BAKAR MINYAK RUMAH TANGGA R, M Burhan; Anis, Samsudin; Karnowo, -
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 8, No 2 (2010): December 2010
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v8i2.323

Abstract

Sumber energi fosil yang semakin terbatas perlu disikapi secara bijak untukmenjaga security of supply melalui usaha penghematan energi dan pemanfaatanenergi baru dan terbarukan. Aplikasi kolektor surya sebagai pemanas awal air skalarumah tangga diharapkan menjadi salah satu solusinya. Penelitian ini dilakukan untukmendapatkan konstruksi kolektor surya yang dapat dimanfaatkan sebagai pre-heaterair skala rumah tangga, mengetahui pengaruh modifikasi tebal kaca penutup dan jarakantar absorber dengan kaca penutup terhadap daya serap kolektor, dan mengetahuiseberapa besar kontribusi kolektor surya yang didesain dalam mereduksi pemakaianbahan bakar minyak skala rumah tangga. Penelitian diawali dengan perancangankolektor surya jenis plat datar yang dimodifikasi menggunakan plat gelombang dariseng bekas. Luas permukaan kolektor adalah 1,2 m2 dengan kapasitas 18 liter/jam.Setelah kolektor dirancang dan dibuat, dilanjutkan dengan pengujian dan pengukuranuntuk mendapatkan efisiensi kolektor yang optimal. Pengujian dilakukan pada sianghari pukul 10:00 – 15:00 dengan selang waktu 60 menit pada berbagai ukuran tebalkaca penutup yaitu 3 hingga 8 mm dan jarak absorber ke kaca penutup 10 hingga 50mm. Setelah didapatkan desain kolektor yang optimal, dilanjutkan dengan percobaanpendidihan air berdasar suhu keluaran kolektor. Hasil penelitian menunjukkan bahwakolektor surya yang didesain dapat dimanfaatkan sebagai pre-heater air skala rumahtangga. Modifikasi tebal kaca dan jarak absorber ke kaca penutup berpengaruhterhadap efisiensi kolektor. Desain kolektor yang optimal didapatkan padapenggunaan tebal kaca 5 mm dan jarak absorber ke kaca penutup 30 mm. Desain inimenghasilkan efisiensi rerata tertinggi sebesar 79,6% dan mampu mereduksipenggunaan bahan bakar minyak sebesar 52,32%.Kata kunci: Kolektor surya, seng bekas, efisiensi, reduksi bahan bakar minyak

Filter by Year

2010 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 21, No 2 (2023): December 2023 Vol 21, No 1 (2023): June 2023 Vol 20, No 2 (2022): December 2022 Vol 20, No 1 (2022): June 2022 Vol 19, No 2 (2021): December 2021 Vol 19, No 1 (2021): June 2021 Vol 18, No 2 (2020): December 2020 Vol 18, No 1 (2020): June 2020 Vol 18, No 2 (2020): Desember Vol 18, No 1 (2020): Juni Vol 16, No 1 (2018): Juni No 1, 2018 Vol 16, No 2 (2018): December 2018 Vol 16, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 16, No 1 (2018): June 2018 Vol 15, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 15, No 2 (2017): December 2017 Vol 15, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 15, No 1 (2017): June 2017 Vol 14, No 2 (2016): December 2016 Vol 14, No 2 (2016): December 2016 Vol 14, No 1 (2016): June 2016 Vol 14, No 1 (2016): June 2016 Vol 13, No 2 (2015): December 2015 Vol 13, No 2 (2015): December 2015 Vol 13, No 1 (2015): June 2015 Vol 13, No 1 (2015): June 2015 Vol 12, No 2 (2014): December 2014 Vol 12, No 2 (2014): December 2014 Vol 12, No 1 (2014): June 2014 Vol 12, No 1 (2014): June 2014 Vol 11, No 2 (2013): December 2013 Vol 11, No 2 (2013): December 2013 Vol 11, No 1 (2013): June 2013 Vol 11, No 1 (2013): June 2013 Vol 10, No 2 (2012): December 2012 Vol 10, No 2 (2012): December 2012 Vol 10, No 1 (2012): June 2012 Vol 10, No 1 (2012): June 2012 Vol 9, No 2 (2011): December 2011 Vol 9, No 2 (2011): December 2011 Vol 9, No 1 (2011): June 2011 Vol 9, No 1 (2011): June 2011 Vol 8, No 2 (2010): December 2010 Vol 8, No 2 (2010): December 2010 Vol 8, No 1 (2010): June 2010 Vol 8, No 1 (2010): June 2010 More Issue