cover
Contact Name
-
Contact Email
sainteknol_lp2m@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
sainteknol_lp2m@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Research and Community Service Institute, Universitas Negeri Semarang, Sekaran, Gunungpati, Semarang, Central Java, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi
ISSN : 02164566     EISSN : 25273604     DOI : http://dx.doi.org/10.15294/sainteknol
Core Subject : Science,
Sainteknol published a scientific paper on the results of research and studies in the field of science and technology. Published biannually in June and December contained the writings lifted from the results of research and critical-analysis study in science and technology.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 560 Documents
PERBANDINGAN PENGGUNAAN NAOH-NAH DENGAN NAOH-NA2 SEBAGAI BAHAN PENGIKAT IMPURITIES PADA PEMURNIAN GARAM DAPUR Sugiyo, Warlan; Jumaeri, -; Kurniawan, Cepi
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 8, No 1 (2010): June 2010
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v8i1.339

Abstract

Kualitas garam produksi petani garam di Indonesia rata-rata masih rendah danbelum memenuhi kualitas yang dibutuhkan untuk industri maupun konsumsi.Permasalahannya, bagaimana cara meningkatkan kualitas garam produksi petanigaram tersebut. Tujuan penelitian ini, untuk mengetahui perbandingan berapapenambahan bahan pengikat impurities dapat menghasilkan kadar garam maksimum.Populasi, air tua dengan kepekatan 2Be dari Rembang Jawa Tengah. Sampel, air tuadari Meteseh Kaliori Rembang JawaTengah. Variabel terikat, kadar NaCl garamdapur yang dihasilkan. Variabel bebas, variasi perbandingan volume bahan pengikatimpurities, NaOH-NaH dan NaOH-Na2, masing-masing 0 : 10 ; 1 : 9 ; 3 : 7 ; 5 : 5 ; 7 :3 ; 9 : 1 ; 10 : 0. Langkah penelitian, kristalisasi garam dapur tanpa bahan pengikatimpurities, kristalisasi garam dapur dengan bahan pengikat impurities, karakterisasigaram dapur terdiri dari penentuan kadar air, penentuan kadar NaCl, penentuan kadarion pengotor, dan penentuan karakter garam dapur. Hasil penelitian yang diperoleh,penambahan bahan pengikat impurities dengan NaOH- Na2 lebih baik daripadaNaOH-NaH , karena memberikan peningkatan kadar NaCl lebih tinggi. Variasiperbandingan NaOH- Na2terbaik adalah 5 : 5 , karena memberikan peningkatantertinggi diantara perbandingan NaOH- Na2 yang lain. Sedangkan penurunan kadarair yang paling efektif adalah penggunaan bahan pengikat impurities NaOHNa2denganperbandingan 1 : 9.Kata Kunci: impurities, pengikat, air tua, kepekatan
PENINGKATAN NPK PUPUK ORGANIK CAIR LIMBAH TAHU DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG TULANG AYAM Mulyaningsih, Rina; Sunarto, Wisnu; Prasetya, Agung Tri
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 11, No 1 (2013): June 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v11i1.5566

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang peningkatan kadar N, P dan K pada pupuk organik cair dengan pemanfaatan Tepung Tulang Ayam (TTA). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kadar NPK dari limbah cair tahu,massa optimal TTA yang harus ditambahkan ke dalam limbah cair tahu agar diperoleh kadar NPK tertinggi dan peningkatan kadar NPK pada limbah cair tahu terfermentasi setelah penambahan TTA. Metode yang digunakan untuk analisis kadar N total menggunakan metode Kjeldahl, sedangkan analisis kadar P dan K menggunakan metode spektrofotometri. Hasil penelitian untuk limbah cair tahu mempunyai kadar N (742 ppm), P (20 ppm), dan K (80 ppm), dan setelah penambahan TTA sebanyak 20 g pada 200 mL limbah dengan fermentasi 12 hari memiliki kadar N 1930 ppm (0,193 %), P sebesar 930 ppm (0,093%), dan K sebesar 920 ppm (0,092%). Dari hasil penelitian ini terjadi peningkatan kadar N 1380 ppm (0,138%), P 910 ppm (0,091%), dan K 840 ppm (0,084%).
PEMBUATAN BAHAN GESEK KAMPAS REM MENGGUNAKAN SERBUK TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI PEMODIFIKASI GESEK Sutikno, -; Hindarto, Nathan; Marwoto, Putut; Rustad, Supriadi
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 8, No 2 (2010): December 2010
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v8i2.327

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memfabrikasi bahan gesek menggunakanbahan dasar serbuk tempurung kelapa yang dapat diterapkan pada kampas remkendaraan bermotor. Formula bahan gesek dasar terdiri-dari sekitar sepuluhingredient. Serbuk tempurung kelapa dipilih untuk mengganti grafit atau serbuk batubara. Pada dasarnya bahan gesek kampas rem tersusun dari pengikat, pengisi,pemodifikasi gesek, dan serat. Pengikat, pengisi, dan penguat yang dipakai dalampenelitian ini adalah berturut-turut SBR 1712, CaCO3 dan serbuk tempurung kelapa.Spesimen dipersiapkan berdasarkan tahap eksperimen berikut: persen volumemasing-masing ingredient diukur, bahan-bahan dicampur dengan menggunakanblender, di-cure pada 190 C selama 3 jam dan kemudian dipanasi pada 200 C selama4 jam. Komposisi serbuk tempurung kelapa divariasi antara 10% sampai 30% darivolume total mould dan diperhitungkan menggunakan pendekatan Golden Section.Kadar unsur masing-masing bahan gesek diukur menggunakan energy dipersive xrayspectroscopy (EDS). Morfologi permukaan bahan gesek kampas rem diamatimenggunakan scanning electron microscopy (SEM). Kekerasan permukaan diukurmenggunakan Rockwell Hardness Tester (Wilson M1C1), Acco Wilson Instrumentsdan kekuatannya diukur menggunakan mesin uji tarik.Kata kunci: bahan gesek, kampas rem, serbuk tempurung kelapa
DAMPAK PENGOPERASIAN INDUSTRI TEKSTIL DI DAS GARANG HILIR TERHADAP KUALITAS AIR SUMUR DAN AIR PASOKAN PDAM KOTA SEMARANG Mastur, Zaenuri; Rokhman, Fathur
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 10, No 2 (2012): December 2012
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v10i2.5557

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pengoperasian industri tekstil di DAS Garang Hilir terhadap kualitas air sumur dan air pasokan PDAM Kota Semarang. Penelitian dilakukan pada industri tekstil di DAS Garang Hilir Kota Semarang. Data penelitian merupakan data primer, berupa hasil pengujian limbah cair, air sumur penduduk dan air pasokan PDAM Kota Semarang, yang dilengkapi dengan data sekunder, berupa hasil pengujian yang dilakukan perusahaan, kemudian dilakukan cross check dengan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Semarang dan Provinsi Jawa Tengah. Data dianalisis secara deskriptif-komparatif dan inferensial dengan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan, pengoperasian industri tekstil relatif tidak berdampak pada penurunan kualitas air sumur penduduk dan air pasokan PDAM Kota Semarang. Hasil pengujian air limbah menunjukkan, semua parameter kunci industri tekstil spinning berada berada/di bawah baku mutu yang ditetapkan, sedangkan konsentrasi BOD industri tekstil weaving berada di atas baku mutu yang ditetapkan. Hasil pengujian kualitas air sumur penduduk menujukkan, semua parameter berada/di bawah baku mutu yang ditetapkan. Kualitas air pasokan PDAM Kota Semarang telah mengalami penurunan, yang ditandai dengan meningkatnya konsentrasi logam berat kadmium (Cd), timbal (Pb), dan merkuri (Hg); bahkan Cu, Zn, Pb, dan Cd telah melampaui baku mutu yang ditetapkan. Berbagai jenis logam berat tersebut bukan merupakan parameter kunci industri tekstil.
SIFAT FISIK DAN KEKUATAN BENDINGPADA KOMPOSIT FELDSPAR-KAOLINE CLAY AJ, Dony Hidayat; DW, Rahmat
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 9, No 2 (2011): December 2011
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v9i2.5529

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan komposisi Kaoline Clay dan suhu sinter terhadap densitas dan kekekuatan bending komposit keramik Feldspar/Kaoline Clay. Variasi komposisi Kaoline Clay dalam penelitian ini yaitu 0, 10, dan 20% (dalam persen berat) terhadap material komposit Feldspar/Kaoline Clay . Sedangkan variasi temperatur sintering adalah 900, 1000, dan 1100°C. Penelitian ini menggunakan bahan dasar Feldspar/Kaoline Clay (teknis) dengan variasi penambahan Kaoline Clay sebesar 0%, 10%, dan 20% berat. Pencetakan dilakukan dengan beban kompaksi sebesar 3000 kgf atau sama dengan tekanan kompaksi 166,42 MPa untuk spesimen silinder (d = 15 mm dan t = 8 mm) dan 58,84 MPa untuk spesimen balok (B = 10mm, W = 8 mm, dan L = 50mm). Dilanjutkan proses sintering pada suhu 900, 1000 dan 1100oC. Pengujian meliputi uji komposisi Feldspar dan Kaoline Clay, uji densitas dengan metode Archimedes, dan uji kekuatan bending dengan four point bending test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa densitas komposit keramik Feldspar/Kaoline Clay meningkat terus sampai suhu sinter 1100oC terhadap semua variasi komposisi Kaoline Clay. Suhu sinter optimum komposit keramik Feldspar/Kaoline Clay belum dapat diperoleh karena trend grafik pengujian densitas masih mengalami peningkatan walau sampai temperatur sinter 1100°C. Kekuatan komposit keramik Feldspar/Kaoline Clay yang paling tinggi yaitu pada komposisi 80% Feldspar dan 20% Kaoline Clay sebesar 10,54 MPa.
PENERAPAN KETEL UAP (STEAM BOILER) PADA INDUSTRI PENGOLAHAN TAHU UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI DAN KUALITAS PRODUK Sudarman, Sudarman; Suwahyo, Suwahyo; Sunyoto, Sunyoto
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 13, No 1 (2015): June 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v13i1.5338

Abstract

Tujuan kegiatan ini adalah untuk merancang dan membuat ketel uap untuk diterapkan pada mitra industri kecil pembuatan tahu. Sebagai tim pelaksana kegiatan ini melibatkan dosen dan mahasiswa Teknik Mesin dengan bidang keahlian yang sesuai dengan kebutuhan lapangan. Pembuatan alat dilakukan melalui tahapan perancangan/pembuatan gambar, perhitungan kekuatan, pembuatan komponen, perakitan, dan uji coba penggunaan alat. Hasil kegiatan ini adalah: (1) Telah dihasilkan satu set ketel uap (Steam Boiler) untuk industri tahu yang diterapkan pada industri mitra dan telah berfungsi dengan baik, (2) Ketel uap yang dihasilkan terbukti lebih efisien dan mempunyai banyak kelebihan, antara lain lebih hemat waktu (lebih singkat), hemat biaya (bahan bakar lebih sedikit) dan hemat tenaga dan kapasitas produksi lebih banyak, (3) Tahu yang diproduksi dengan bantuan ketel uap terbukti lebih berkualitas, yaitu rasa tahu lebih enak (tidak sangit) dan lebih higienis, dan (4) Biaya produksi tahu dengan bantuan ketel uap lebih rendah, maka untuk jumlah produksi yang sama akan diperoleh keuntungan yang lebih besar.
IMPLEMENTASI MULTIPATH FADING RAYLEIGH MENGGUNAKAN TMS320C6713 Utomo, Aryo Baskoro; Suni, Alfa Faridh; Arlinto, Arlinto
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 14, No 1 (2016): June 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v14i1.7610

Abstract

Karakteristik kanal wireless ditentukan oleh adanya propagasi multipath. Fading Rayleigh dijadikan sebagai pendekatan realistis kondisi kanal pada sistem komunikasi wireless dimana propagasi sinyal non line of sight antara transmitter dan receiver. Beberapa metode telah dikembangkan untuk mensimulasikan fading Rayleigh. Teknik untuk mengimplementasikan simulasi kanal wireless dapat dilakukan menggunakan software simulator, analog hardware, dan digital hardware. Tujuan penelitian yang hendak dicapai adalah implementasi simulasi kanal wireless menggunakan DSK TMS320C6713 sehingga multipath fading Rayleigh dapat disimulasikan secara real time. Metode penelitian yang dilakukan adalah melakukan simulasi multipath fading Rayleigh menggunakan MATLAB kemudian diimplementasikan pada DSK TMS320C6713. Hasil penelitian yang telah dicapai adalah simulasi kanal wirelessuntukmultipath fading Rayleigh menggunakan DSK TMS320C6713 secara real timetelah dapat dilakukan. Data fading yang digunakan terdistribusi Rayleigh terlihat dari pdf distribusi data fading, MSE, autokorelasi serta kinerja dalam one path fading.
APLIKASI METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI POLE-POLE UNTUK MENENTUKAN SEBARAN DAN KEDALAMAN BATUAN SEDIMEN DI DESA WONOSARI KECAMATAN NGALIYAN SEMARANG Supriyadi, Supriyadi; Yulianto, Agus; Novianto, Tri
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 10, No 1 (2012): June 2012
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v10i1.5548

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan distribusi sedimen batuan dan kedalaman horizontal dan vertikal juga yang terkandung di bawah permukaan lokasi penelitian di Semarang Ngaliyan Wonosari dengan menggunakan jenis tiang-tiang konfigurasi. Data hasil pengukuran lapangan dalam bentuk beda potensial dan arus dapat digunakan untuk menghitung nilai tahanan jenis semu. Setelah nilai yang dihitung dari tahanan jenis semu kemudian dibuat dari tiga bagian dimensi horizontal dan vertikal lintas sehingga dapat diketahui lapisan batu di lokasi dengan menggunakan software Res3Dinv untuk mengetahui resistivitas dan kedalaman setiap irisan. Dengan mengacu dari hasil pengolahan Res3Dinv dapat dibuat interpretasi nilai-nilai resistivitas. Berdasarkan interpretasi yang telah dilakukan didapatkan hasil bahwa daerah penelitian terdiri dari jenis batuan sedimen dalam bentuk geologi batuan aluvium seperti serpih, lempung sampai pasir dengan dominasi tanah liat. Tanah liat rata-rata terletak pada kedalaman 15,1-24,3 m dengan rata resistivitas antara 0,57-27,6 Ωm tersebar di seluruh irisan diambil. Batu pasir ditemukan di kedalaman rata-rata hingga 24,3-96,1 m dengan resistivitas 27,6-130 Ωm ada paling signifikan dalam sepotong horisontal. Lain seperti batu kapur dan basal keberadaannya tidak terlalu signifikan.
IDENTIFIKASI SENYAWA VOLATIL DALAM OLAHAN LIMBAH KAKAO SEBAGAI POTENSI ATRAKTAN BACTROCERA CARAMBOLAE (DIPTERA:TEPHRITIDAE) Indriyanti, Dyah Rini
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 9, No 1 (2011): June 2011
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v9i1.5520

Abstract

Limbah kakao cair yang diolah dengan cara pemanasan dan pemberian enzim proteolitik dapat menarik lalat buah Bactrocera carambolae di laboratorium. Olahan limbah kakao menghasilkan senyawa volatil yang menarik B. carambolae. Lalat buah Bactrocera spp. merupakan hama penting tanaman buah dan sayuran. Penelitian bertujuan mengidentifikasi senyawa atraktan olahan limbah kakao. Senyawa volatil tersebut diidentifikasi dengan GC-MS menggunakan pelarut metanol dan diperkuat dengan analisis infra merah. Hasil identifikasi berdasarkan analisis fragmentasi GC-MS menunjukkan bahwa olahan limbah kakao mengandung enam senyawa volatil: etil-2-hidroksi propanoat (5,96%); cis-7-dodesenil asetat (2,28%); senyawa asetami- da (1,36%); 3,5-dihidroksi-2metil-5,6-dihidropiran (16,64%); hidroksimetilfurfurol (52,31%); dan derivat1-undekuna (3,34%). Senyawa ini diperkuat oleh identifikasi beberapa gugus fungsional yang ditunjukkan dalam spektra infra merah olahan limbah kakao.
EXHAUST SYSTEM GENERATOR: KNALPOT PENGHASIL LISTRIK DENGAN PRINSIP TERMOELEKTRIK Nugroho, Wisnu Adi; Haryadi, Muh. Soni
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 13, No 2 (2015): December 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v13i2.5249

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya efektivitas serta efisiensi dari energi listrik yang dihasilkan oleh Exhaust System Generator dari pemanfaatan energi panas yang dihasilkan oleh knalpot sepeda motor. Hal ini didasari akan adanya pembuangan energi dalam jumlah yang cukup besar pada saat penggunaan sepeda motor dalam bentuk energi panas hasil pembakaran bahan bakar yang diserap oleh sistem pembuangan pada sepeda motor, terutama pada bagian knalpot. Oleh sebab itu, penelitian ini dilaksanakan guna kepentingan perancangan suatu alat yang dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar sepeda motor sekaligus mencari tahu seberapa besar tingkat efektivitas dan efisiensi yang dapat dihasilkan oleh alat hasil rancangan tersebut. Maka, dibuatlah suatu alat yang dinamakan Exhaust System Generator yang memanfaatkan material berupa Thermoelectric Generator atau TEG sebagai komponen utamanya. Prinsip kerjanya yaitu dengan memanfaatkan perbedaan temperatur antara temperatur permukaan knalpot sepeda motor dengan temperatur di lingkungan untuk diubah menjadi energi listrik oleh Termoelektrik. Kemudian besarnya energi listrik yang dihasilkan Termoelektrik diukur oleh multimeter dengan varibel berupa tegangan dan kuat arus listrik serta dengan beberapa perlakuan yang telah ditentukan. Namun, berdasarkan eksperimen yang telah dilakukan dalam penelitian, diperluan upaya khusus untuk memaksimalkan perbedaan temperatur antara temperatur permukaan knalpot dengan tempertur lingkungan supaya dapat dihasilkan energi listrik yang lebih besar.

Filter by Year

2010 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 21, No 2 (2023): December 2023 Vol 21, No 1 (2023): June 2023 Vol 20, No 2 (2022): December 2022 Vol 20, No 1 (2022): June 2022 Vol 19, No 2 (2021): December 2021 Vol 19, No 1 (2021): June 2021 Vol 18, No 2 (2020): December 2020 Vol 18, No 1 (2020): June 2020 Vol 18, No 2 (2020): Desember Vol 18, No 1 (2020): Juni Vol 16, No 1 (2018): Juni No 1, 2018 Vol 16, No 2 (2018): December 2018 Vol 16, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 16, No 1 (2018): June 2018 Vol 15, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 15, No 2 (2017): December 2017 Vol 15, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 15, No 1 (2017): June 2017 Vol 14, No 2 (2016): December 2016 Vol 14, No 2 (2016): December 2016 Vol 14, No 1 (2016): June 2016 Vol 14, No 1 (2016): June 2016 Vol 13, No 2 (2015): December 2015 Vol 13, No 2 (2015): December 2015 Vol 13, No 1 (2015): June 2015 Vol 13, No 1 (2015): June 2015 Vol 12, No 2 (2014): December 2014 Vol 12, No 2 (2014): December 2014 Vol 12, No 1 (2014): June 2014 Vol 12, No 1 (2014): June 2014 Vol 11, No 2 (2013): December 2013 Vol 11, No 2 (2013): December 2013 Vol 11, No 1 (2013): June 2013 Vol 11, No 1 (2013): June 2013 Vol 10, No 2 (2012): December 2012 Vol 10, No 2 (2012): December 2012 Vol 10, No 1 (2012): June 2012 Vol 10, No 1 (2012): June 2012 Vol 9, No 2 (2011): December 2011 Vol 9, No 2 (2011): December 2011 Vol 9, No 1 (2011): June 2011 Vol 9, No 1 (2011): June 2011 Vol 8, No 2 (2010): December 2010 Vol 8, No 2 (2010): December 2010 Vol 8, No 1 (2010): June 2010 Vol 8, No 1 (2010): June 2010 More Issue