cover
Contact Name
-
Contact Email
sainteknol_lp2m@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
sainteknol_lp2m@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Research and Community Service Institute, Universitas Negeri Semarang, Sekaran, Gunungpati, Semarang, Central Java, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi
ISSN : 02164566     EISSN : 25273604     DOI : http://dx.doi.org/10.15294/sainteknol
Core Subject : Science,
Sainteknol published a scientific paper on the results of research and studies in the field of science and technology. Published biannually in June and December contained the writings lifted from the results of research and critical-analysis study in science and technology.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 560 Documents
PROFIL DENSITAS MODEL THOMAS-FERMI-DIRAC-VON WEIZSACKER Wahyuni, Siti
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 14, No 1 (2016): June 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v14i1.7617

Abstract

Model Thomas-Fermi-Dirac-von Weizsacker merupakan perluasan dari model Thomas-Fermi dengan menambahkan koreksi suku exchange dan koreksi gradien energi kinetik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Langsung (Direct Methods). Penerapan metode ini dalam Teori Fungsional Densitas berarti bahwa profil densitas pada keadaan dasar dapat diperoleh secara langsung melalui analisis fungsional energi sistem terkait, tanpa menyentuh persamaan Euler-Lagrange, seperti yang sudah biasa dilakukan. Penerapan pada kristal NaCl menghasilkan gambaran batas atas minimizer yang berupa suatu fungsi sehingga disebut sebagai fungsi payung.
PENGARUH PENAMBAHAN OKSIDA CUO TERHADAP KARAKTERISTIK CUO/TS-1 SEBAGAI KATALIS ALTERNATIF PADA REAKSI OKSIDASI BENZENA MENJADI FENOL Widiarti, Nuni
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 10, No 2 (2012): December 2012
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v10i2.5553

Abstract

Telah dilakukan sintesis dan karakterisasi katalis CuO/TS-1. Mula-mula TS-1 disintesis dengan proses hidrotemal, dilanjutkan proses impregnasi TS-1 dengan prekursor Cu(NO) 2 .3H O menghasilkan katalis CuO/TS-1. Katalis TS-1 dan CuO/TS-1 hasil sintesis dikarakterisasi dengan menggunakan FTIR, XRD, adsorpsi-desorpsi N 2 2 untuk mengetahui luas permukaan dan adsorpsi piridin untuk mengetahui sisi asamnya. Hasil karakterisasi dengan FTIR dan difraksi sinar-X menunjukkan bahwa kedua katalis hasil sintesis merupakan katalis berstruktur orthorombik dengan tipe MFI. Hasil analisa BET menunjukkan luas permukaan katalis yang semakin menurun dengan naiknya loading CuO Adanya CuO pada TS-1 juga dapat meningkatkan jumlah sisi asam Lewis pada katalis.
SINTESIS BIODIESEL DARI MINYAK JELANTAH SEBAGAI SUMBER ENERGI ALTERNATIF SOLAR Wahyuni, Sri; Kadarwati, Sri; Latifah, Latifah
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 9, No 1 (2011): June 2011
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v9i1.5525

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mensintesis biodiesel dari bahan baku jelantah. Biodiesel merupakan sumber energi alternatif yang potensial untuk mengganti bahan bakar solar dari minyak bumi. Jelantah sebagai bahan baku pembuatan biodiesel berasal dari minyak kelapa sawit yang telah dipergunakan untuk keperluan rumah tangga. Jelantah atau minyak kelapa sawit bekas bersifat renewable (dapat diperbaharui), adapun minyak bumi sebagai bahan baku solar bersifat nonrenewable. Penelitian ini menghasilkan biodiesel dengan sifat fisik sebagai berikut: Densitas 873,5, korosi lempeng tembaga 1, CCR 0,073%, kadar air 0,16%, viskositas 4,649, titik kabut 21, dan Flash point 174,5. Hasil ini menunjukkan bahwa kriteria biodiesel hampir memenuhi standart ASTM D 6751. Unjuk kerja biodiesel dalam mesin diesel dilakukan di Lab. Teknik Mesin UNNES. Biodiesel dicampur dengan solar dengan komposisi 10 % dan 20% dan kemudian dilakukan uji kinerjanya. Hasil uji menunjukkan bahwa biodiesel 10% dan 20% menghasilkan emisi gas buang yang lebih bersih dibanding solar murni dan waktu pembakaran yang lebih lama. Biodiesel 20 % lebih baik dibanding 10%.
IDENTIFIKASI ZONA SESAR OPAK DI DAERAH BANTUL YOGYAKARTA MENGGUNAKAN METODE SEISMIK REFRAKSI Lutfinur, Ismi; Wulandari, Ratna S; Fauziyah, Syifaul
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 13, No 1 (2015): June 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v13i1.5334

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengidentifikasi adanya sesar dan jenis batuan di sekitar daerah aliran sungai (DAS) Opak, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode seismik refraksi, sebanyak 4 lintasan dengan masing – masing panjang lintasan 50 m. Hasil penelitian belum menunjukkan adanya struktur sesar minor. Oleh sebab itu, untuk mengetahui lebih lanjut digunakan metode lain yaitu geolistrik resistivity dengan konfigurasi schlumberger, sebanyak 3 lintasan dengan panjang masing –masing 75 m. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan persamaan resistivitas semu, kemudian dilakukan inversi menggunakan software Res2dinv untuk mendapatkan nilai resistivitas sesungguhnya. Berdasarkan hasil pengolahan data didapatkan nilai resistivitas sebesar 5 Ωm sampai 1400 Ωm. Litologi ditentukan dengan melakukan interpretasi, yaitu membandingkan tabel nilai resistivitas batuan dan peta geologi daerah penelitian. Hasil interpretasi menunjukkan bahwa daerah penelitian memiliki penyusun litologi yang sama, yaitu lempung berpasir, tuf dan lava. Terdapat indikasi patahan di sepanjang lintasan penelitian yang ditunjukkan dengan nilai resistivitas yang rendah Sesar minor tersebut dicirikan oleh adanya rekahan di sekitar DAS Opak dan penyebaran batuan ubahan di sekitar lokasi penelitian.
STUDI IMUNOSTIMULAN EKSTRAK TOMAT PADA INFEKSI PLASMODIUM BERGHEI Iswari, Retno Sri
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 11, No 2 (2013): December 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v11i2.5576

Abstract

Abstrak. Alternatif penanggulangan kasus malaria melalui peningkatan status imunitas tubuh sehingga tidak terjadi penyakit karena infeksi Plasmodium atau untuk mengurangi bahkan membunuh parasit tersebut adalah menggunakan tomat (Lycopersicum esculentum Mill). Penelitian dilakukan menggunakan disain penelitian Posttest Randomized Control Group Desain. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan, setiap perlakuan dengan 7 ulangan. Kelompok kontrol negatif (K ) diberi pakan standart, Kelompok kontrol positif (K + - ), diberi pakan standart dan klorokuin dan diberi klorokuin. Kelompok perlakuan (P 1 .P 2 dan P ) diberi pakan standart dan ekstrak tomat dengan dosis 0,1. 1, dan 10 mg/kgBB/hari per oral selama 16 hari. Pada hari ke-17 semua kelompok diinfeksi dengan 10 7 3 Plasmodium berghei intraperitonial. Pada hari ke-8 setelah mencit diinfeksi mencit dibunuh, kemudian dilakukan pemeriksaan IFN-γ, IL-4 dan IL-12. Data dianalisis dengan analisa varians (ANOVA) satu jalan, dilanjutkan dengan Least Significant Difference (LSD). Hasil uji LSD pada kadar IFN-γ, IL-4 dan IL-12 menunjukkan perbedaan yang bermakna (p≤0,05), antara yang diberi ekstrak tomat (P 2 dan P ) dengan yang tidak diberi ekstrak tomat (K - dan K + 3 ), kecuali untuk yang diberi ekstrak tomat 0,1 mg/KgBB tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna dengan yang tidak diberi ekstrak tomat. Kesimpulan penelitian adalah dosis yang paling efektif meningkatkan status imunitas tubuh untuk mengurangi bahkan membunuh parasit dalam tubuh adalah pemberian ekstrak tomat dengan dosis 10 mg/kgBB/hari.
APLIKASI GEOELEKTRICAL TOMOGRAPHY METHODE UNTUK PEMODELAN SISTEM KONSERVASI AIR TANAH Qudus, Nur
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 10, No 1 (2012): June 2012
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v10i1.5544

Abstract

Sumberdaya air tanah bersifat dapat diperbaharui atau re-newable secara alami, karena air tanah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam siklus hidrologi. Namun demikian pada kenyataannya terdapat berbagai faktor pembatas yang dapat mempengaruhi pemanfaatannya, baik ditinjau dari segi kualitas maupun kuantitasnya.Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif yaitu dengan melakukan analisis perhitungan dari data yang diperoleh pada pengujian laboratorium, pengujian lapangan.Penentuan zona konservasi airtanah dilaksanakan untuk mengetahui tingkat perubahan kondisi dan lingkungan airtanah yang disebabkan oleh proses alami dan atau akibat kegiatan manusia. Pembagian zona konservasi airtanah pada suatu daerah dibedakan dalam kategori aman, rawan, kritis, dan rusak. Zona Kritis berkaitan dengan pengambilan airtanah pada akuifer, terdapat pada kedalaman antara 30 -150 m.
STRUKTUR HISTOLOGIS HATI TIKUS YANG DIPERLAKUAN DENGAN EKSTRAK DAUN SRIKAYA (ANNONA SQUAMOSA) Christijanti, Wulan; Utami, Nur Rahayu
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 12, No 1 (2014): June 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v12i1.5428

Abstract

Daun srikaya memiliki kandungan bioaktif, alkaloid, terpenoid dan fenol. Hati adalah organ yang penting dalam detoksifikasi. Tujuan penelitian adalah mengkaji struktur sel hati tikus yang mendapatkan ekstrak daun srikaya. Tigapuluh ekor tikus berturut-turut mendapatkan ekstrak daun srikaya 0 mg, 100 mg, 500 mg, 1000 mg dan 2500 mg/kgbb selama 40 hari. Struktur histologis hati diamati secara secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan terjadi perubahan struktur sel hati, seperti degenerasi hidropik, peradangan, dan kerusakan inti. Ekstrak daun srikaya dapat berpengaruh pada struktur histologis hati.
PEMANFAATAN ZEOLIT ALAM TERAKTIVASI AMMONIUM NITRAT (NH 4 NO ) UNTUK DESALINASI AIR SUMUR PAYA Aziza, Farida Nur; Septiosari, Arum; Amalina, Endah Suci
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 13, No 2 (2015): December 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v13i2.5244

Abstract

Daerah terintrusi air laut merupakan daerah yang bermasalah sebab sumber airnya tidak dapat digunakan karena mengandung kadar garam yang tinggi. Solusi untuk menangani masalah tersebut adalah dengan metode desalinasi menggunakan zeolit teraktivasi asam dengan larutan pengaktif NH teraktivasi NH 4 NO ini digunakan pada proses desalinasi air payau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi optimum NH 3 4 NO untuk aktivasi zeolit serta untuk mengetahui komposisi optimum antara zeolit teraktivasi dengan sampel air payau. Penelitian dilakukan dengan mengaktivasi zeolit menggunakan larutan pengaktif NH 4 NO 3 3 variasi konsentrasi 1N; 1,5N; 2N; 2,5N; 3N dan diperoleh hasil bahwa zeolit teraktivasi NH 4 NO 2N merupakan zeolit terbaik untuk proses desalinasi dengan % desalinasi sebesar 99 %. Tahap selanjutnya adalah mencari komposisi optimum antara massa ZAA 2N dengan volume sampel air payau. Penentuan komposisi dilakukan dengan menambahkan 2, 4, 6, 8, dan 10 gram zeolit alam teraktivasi NH 4 NO 3 2N ke dalam 20 ml air payau. Komposisi optimum diperoleh pada penambahan 6 gram zeolit ke dalam 20 ml air payau dengan % desalinasi sebesar 99,5%.
KAJIAN KONSERVASI ENERGI PADA BANGUNAN KAMPUS UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES) DITINJAU DARI ASPEK PENCAHAYAAN DAN PENGHAWAAN ALAMI R.M, Teguh Prihanto; K.P, Bambang Setyohadi
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 9, No 2 (2011): December 2011
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v9i2.5535

Abstract

Usaha-usaha untuk lebih mengoptimalkan fungsi bangunan yang responsif terhadap konservasi energi dengan pemanfaatan sumber energi matahari dan angin dalam desain arsitektur menjadi sebuah tuntutan ke depan dan kearifan untuk memanfaatkan potensi alam ke dalam ranah arsitektur. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji tingkat responsibilitas gedung perkuliahan E2 Fakultas Teknik Unnes terhadap potensi pencahayaan dan penghawaan alami sebagai langkah konservasi energi. Bahan penelitian adalah ruang perkuliahan pada Gedung E2 Fakultas teknik Universitas Negeri Semarang (Unnes).Variabel yang digunakan adalah: (1) Penghawaan alami, meliputi: suhu ruang, kelembaban udara dalam ruang dan kecepatan angin dalam ruang; (2) Pencahayaan alami, yaitu intensitas cahaya matahari yang masuk ke dalam ruang; (3) Kondisi dan lingkungan gedung. Pembahasan berdasarkan pada kesesuaian dengan standard yang telah ditetapkan sebagai acuan tingkat kenyaman pengguna. Hasil penelitian terhadap aspek penghawaan alami adalah: (1) suhu lingkungan dalam zona nyaman optimal (24,8oC – 25 C); (2) kelembaban udara lingkungan >60% (melebihi batas nyaman); (3) Kecepatan angin lingkungan 0,26 m/det – 0,87 m/det (melebihi batas nyaman); (4) suhu rata-rata ruang termasuk dalam skala hangat 27,0 o C – 33,2 o C >25,8 0 o C (max nyaman optimal); (5) kelembaban udara rata-rata >60% (max kelembaban udara relatif); (6) kecepatan angin ratarata variatif antara 0 – 1,33 m/det (kenyamanan antara 0,15– 0,25 m/det); (7) Gedung E2 memiliki bukaan yang cukup untuk merespon penghawaan alami dari lingkungan luar. Faktor yang berpengaruh antara lain: kondisi iklim dan cuaca, bukaan gedung, vegetasi, dan pengguna ruang. Hasil penelitian terhadap aspek pencahayaan alami adalah: (1) intensitas cahaya lingkungan adalah 383 lx – 2567 lx; (2) ruang kuliah rata-rata memiliki intensitas cahaya cukup (220 lx – 480 lx) dan intensitas cahaya tinggi (500 lx – 770 lx); (3) terdapat titik-titik dalam ruang kuliah yang memiliki intensitas cahaya rendah. Faktor yang berpengaruh antara lain: kondisi cuaca, waktu kuliah, jenis dan kondisi kaca jendela, penutupan kaca jendela, tritisan, dan vegetasi.
PENINGKATAN KUALITAS PRODUK DAN EFISIENSI ENERGI PADA ALAT PENGERINGAN DAUN SELEDRI BERBASIS KONTROL SUHU DAN HUMIDITY UDARA Arief, Ulfah Mediaty; Suryanto, Agus; Suryanto, Saptriana
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 12, No 2 (2014): December 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v12i2.5419

Abstract

Seledri (Celery Apium gravoelens, Linn) adalah tumbuhan herbal yang banyak dihasilkan dari perkebunan rakyat. Perrmasalahan utama yang dihadapi oleh petani seledri adalah pada saat panen yang melimpah terjadi penurunan nilai jual dari sayuran seledri, sehingga diperlukan teknologi pengeringan yang berguna untuk menjaga kestabilan produk seledri sampai siap untuk dikonsumsi. Teknologi pengeringan suhu rendah adalah teknik pengeringan yang paling sesuai untuk sayuran seledri, karena dapat menjaga kandungan nutrisi (vitamin, protein, mineral dll) serta dapat menghemat penggunaan energi. Untuk itu diperlukan rancang bangun mesin pengering suhu rendah yang dilengkapi dengan sistem kontrol suhu dan humidity. Suhu dan humidity yang berfluktuasi akan menyebabkan rendahnya kualitas produk yang dihasilkan pada proses pengeringan seledri. Beberapa model modifikasi pengering mampu mengurangi tingkat kecoklatan produk (browning) Tujuan penelitian pada tahap ke 2 ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu dan humidity terhadap kualitas produk seledri hasil pengeringan. Variabel yang dipilih pada percobaan adalah berat 50 gr dan 100 gr jenis bahan (daun dan batang seledri) serta suhu operasi pengeringan (40, 50, 60, 70 o C). Hasil menunjukkan bahwa aplikasi pengeringan yang menggunakan kontrol suhu dan humidity effisiensi energi listriknya untuk suhu 70o C selama 60 menit 90.7 %. Kadar air mula – mula 80% (wet basis) menjadi 10 % untuk daun dan 20% untuk batang pada percobaan 50 gr. Untuk percobaan 100 gr didapatkan kadar air akhir menjadi 15 % untuk daun dan 30% untuk batang. Efisiensi energi pada sistem pengering sebagai fraksi panas yang disupplai pada batang dan daun yang digunakan untuk proses pengeringan 15-90 menit adalah 70% untuk daun, 60 % untuk batang. Sistim pengeringan yang hemat energi dan menghasilkan daun seledri kering, dengan kualitas yang memenuhi standart pengguna terutama dari kandungan air merupakan kebutuhan yang mendesak bagi industri dan UKM.

Filter by Year

2010 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 21, No 2 (2023): December 2023 Vol 21, No 1 (2023): June 2023 Vol 20, No 2 (2022): December 2022 Vol 20, No 1 (2022): June 2022 Vol 19, No 2 (2021): December 2021 Vol 19, No 1 (2021): June 2021 Vol 18, No 2 (2020): December 2020 Vol 18, No 1 (2020): June 2020 Vol 18, No 2 (2020): Desember Vol 18, No 1 (2020): Juni Vol 16, No 1 (2018): Juni No 1, 2018 Vol 16, No 2 (2018): December 2018 Vol 16, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 16, No 1 (2018): June 2018 Vol 15, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 15, No 2 (2017): December 2017 Vol 15, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 15, No 1 (2017): June 2017 Vol 14, No 2 (2016): December 2016 Vol 14, No 2 (2016): December 2016 Vol 14, No 1 (2016): June 2016 Vol 14, No 1 (2016): June 2016 Vol 13, No 2 (2015): December 2015 Vol 13, No 2 (2015): December 2015 Vol 13, No 1 (2015): June 2015 Vol 13, No 1 (2015): June 2015 Vol 12, No 2 (2014): December 2014 Vol 12, No 2 (2014): December 2014 Vol 12, No 1 (2014): June 2014 Vol 12, No 1 (2014): June 2014 Vol 11, No 2 (2013): December 2013 Vol 11, No 2 (2013): December 2013 Vol 11, No 1 (2013): June 2013 Vol 11, No 1 (2013): June 2013 Vol 10, No 2 (2012): December 2012 Vol 10, No 2 (2012): December 2012 Vol 10, No 1 (2012): June 2012 Vol 10, No 1 (2012): June 2012 Vol 9, No 2 (2011): December 2011 Vol 9, No 2 (2011): December 2011 Vol 9, No 1 (2011): June 2011 Vol 9, No 1 (2011): June 2011 Vol 8, No 2 (2010): December 2010 Vol 8, No 2 (2010): December 2010 Vol 8, No 1 (2010): June 2010 Vol 8, No 1 (2010): June 2010 More Issue