cover
Contact Name
-
Contact Email
sainteknol_lp2m@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
sainteknol_lp2m@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Research and Community Service Institute, Universitas Negeri Semarang, Sekaran, Gunungpati, Semarang, Central Java, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi
ISSN : 02164566     EISSN : 25273604     DOI : http://dx.doi.org/10.15294/sainteknol
Core Subject : Science,
Sainteknol published a scientific paper on the results of research and studies in the field of science and technology. Published biannually in June and December contained the writings lifted from the results of research and critical-analysis study in science and technology.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 560 Documents
STUDI PENUMBUHAN FILM TIPIS CUPC DENGAN METODE PENGUAPAN HAMPA UDARA PADA SUHU RUANG UNTUK APLIKASI SENSOR GAS Sujarwata, -; Triyana, Kuwat
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 8, No 2 (2010): December 2010
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v8i2.322

Abstract

Penumbuhan film tipis CuPc di atas substrat SiO2 dengan metodepenguapan hampa udara (Model JEOL JEE-4X) telah dilaksanakan. Aktivitas inimerupakan langkah awal untuk mengembangkan sensor gas berbasis CuPc.Penumbuhan film tipis CuPc dilakukan dengan 2 variabel penelitian, yaitu waktudeposisi dan kuat arus pada alat vacuum evaporator. Karakteristik film tipis CuPctelah dianalisis didasarkan pada struktur mikro dengan menggunakan X-RayDiffraction (X-RD) and Scanning Electron Microscopy (SEM). Selanjutnya hasil XRDuntuk masing-masing sample telah dianalisis oleh ICDD ((International Centrefor Diffraction Data). Pada sisi lain, permukaan dan ketebalan film tipis CuPcdianalisis dengan gambar hasil dari SEM. Hasil spektrum dari X-RD diperoleh bahwafilm CuPc dideposisikan dengan kuat arus 35 A – 50 A menunjukkan adanyapeningkatkan kristal dalam film tipis CuPc.Ketebalan film tipis CuPc yangdideposisikan dengan pengaturan kuat arus 40 A, 45 A dan 50 adalah berturut-turut2,1 μm, 2,4 μm dan 4,8 μm. Film tipis CuPc yang didasarkan pada hasil deposisidapat dikatakan bahwa film dengan pengaturan kuat arus 45 A pada alat penguapanhampa udara merupakan karakteritik optimum pertama . Kesimpulan yang diperolehadalah film tipis CuPc dengan ketebalan akan meningkat, jika kuat arus yangdiaplikasikan pada alat penguapan ruang hampa juga ditingkatkan.Pembuatan OFETberbasis CuPc dilakukan dengan membuat struktur bottom-contact. Proses diawalidengan pencucian substrat Si/SiO2 dengan etanol dalam ultrasonic cleaner. Untukstruktur bottom-contact, setelah dilakukan pencucian substrat selanjutnyamendeposisikan elektroda source/drain di atas lapisan SiO2 menggunakan bahanemas murni dengan metode lithography.Kata kunci : Copper Phthalocyanine(CuPc), film tipis CuPc, vacuum evaporator
KAJIAN BAKTERI ENDOFIT PENGHASIL IAA (INDOLE ACETIC ACID) UNTUK PERTUMBUHAN TANAMAN Herlina, Lina; Pukan, Krispinus Kedati; Mustikaning, Dewi
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 14, No 1 (2016): June 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v14i1.7616

Abstract

Bakteri Penghasil IAA mampu menghasilkan fitohormon yang dapat mempercepat pertumbuhan tanaman. Hormon IAA adalah auksin endogen yang berperan dalam pembesaran sel, menghambat pertumbuhan tunas samping, merangsang terjadinya absisi, berperan dalam pembentukkan jaringan xilem dan floem, dan juga berpengaruh terhadap perkembangan dan pemanjangan akar. Hormon IAA merupakan hormon yang berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman sehingga sintesis oleh bakteri tertentu merupakan alasan yang menyebabkan peningkatan pertumbuhan tanaman. Oleh karena itu masalah yang perlu dikaji dalam penelitian ini adalah apakah isolat bakteri endofit dari tanaman kacang tanah berpotensi sebagai penghasil IAA , bagaimana identifikasi bakteri endofit yang mempunyai kemampuan menghasilkan IAA, bagaimana pengaruh IAA terhadap pertumbuhan tanaman kacang hijau. Secara khusus penelitian bertujuan untuk mendapatkan isolat bakteri endofit penghasil IAA pada tanaman kacang tanah , menguji kemampuan isolat bakteri endofit menghasilkan IAA secara in vitro dan menganalisis IAA terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman kacang tanah . Pelaksanaan penelitian dilakukan dalam 3 tahap, pertama isolasi bakteri endofit penghasil IAA pada bagian akar dan batangdilakukan pada medium umum untuk pertumbuhan bakteri , kedua menguji kemampuan bakteri endofit memproduksi IAA secara in vitro, dilakukan dengan cara menumbuhkan bakteri pada media yang mengandung triptofan.dan ketiga introduksi bakteri endofit penghasil IAA pada tanaman kacang hijau. Pengujian kadar IAA yang dihasilkan diukur dengan menggunakan spektrofotometer dengan panjang gelombang 535 nm. Kecambah yang tumbuh diamati setelah empat hari . Parameter yang diamati adalah panjang kecambah , jumlah akar lateral. Hasil Isolasi didapat 16 isolat yang mempunyai kemampuan menghasilkan IAA dengan kadar yang di hasilkan berbeda dengan karakteristik morfologi yang berbeda. Isolat yang menghasilkan kadar IAA tinggi di aplikasi ke kacang hijau. Pemberian IAA berpengaruh terhadap jumlah akar lateral tapi tidak berpengaruh terhadap panjang kecambah. Analisis lebih lanjut bahwa semua isolat berbeda signifikan dengan kontol kecuali isolat AT dalam pembentukan akar lateral. Isolat DM dan K1K1 mempunyai hasil yang tertinggi dalam pembentukan akar lateral.
ESTIMASI NILAI BREEDING BERAT BADAN DAN PRODUKSI TELUR PUYUH (COTURNIX COTURNIX JAPONICA) BERDASARKAN POLIMORFISME GEN GH Setiati, Ning; Widayati, Rini
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 10, No 2 (2012): December 2012
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v10i2.5552

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui estimasi nilai breeding berat badan dan produksi telur puyuh (Coturnix coturnix japonica) berdasarkan polimorfisme gen GH. Sampel darah puyuh yang digunakan 100 sampel puyuh betina. Untuk mengetahui ada tidaknya polimorfisme gen GH digunakan metode PCR-RFLP dengan tahapan isolasi DNA, amplifikasi gen GH menggunakan sepasang primer GH Forward 5’-ATCCCCAGGCAAACAT CC TC-3’ GH Reverse 5’-CCTCGACATCCAGCTCACAT 3’. Selanjutnya digesti menggunakan enzim Msp I. Hasil elektroforesis dianalisis statistik berdasarkan frekuensi alel gen GH. Hasil penelitian diperoleh produk PCR 776 bp. Produk PCR-RFLP yang telah dipotong dengan enzim Msp I hasil elektroforesis menggunakan agarose 2% diperoleh adanya polimorfisme gen GH. Polimorfisme gen GH ditunjukkan dengan 3 macam fragmen hasil potongan gen GH pada setiap individu yaitu fragmen yang terpotong menjadi dua pita 239 bp dan 537 bp sebagai genotip AA tidak terpotong satu pita 776 bp genotip BB dan fragmen gabungan tiga pita 239 bp, 537 bp dan 776 bp yang disebut genotip AB. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa gen GH puyuh menggunakan PCR-RFLP bersifat polimorfik. Nilai breeding berat badan genotip AA 26,04; AB 25,53 dan BB 25,01. Nilai breeding produksi telur AA 6,17; AB 2,26 dan BB – 1,66. Nilai breeding berat badan dan produksi telur berkorelasi negatip.
PENGARUH KOMPOSISI KAOLIN TERHADAP DENSITAS DAN KEKUATAN BENDING PADA KOMPOSIT FLY ASH-KAOLIN W, Rahmat Doni; Rusiyanto, Rusiyanto
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 9, No 1 (2011): June 2011
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v9i1.5524

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu sinter terhadap densitas komposit keramik fly ash/Kaolin, mendapatkan suhu sinter terbaik pada komposit keramik fly ash/Kaolin, mengetahui pengaruh penambahan komposisi Kaolin sebesar 0 %, 5 %, 10 %, 15 % dan 20 % berat terhadap kekuatan bending pada komposit keramik fly ash/Kaolin. Penelitian ini menggunakan bahan dasar fly ash dan Kaolin (teknis) dengan variasi penambahan Kaolin sebesar 0%, 5%, 10%, 15% dan 20% berat. Pencetakan dilakukan dengan beban kompaksi sebesar 3000 kgf atau sama dengan tekanan kompaksi 166,42 MPa untuk spesimen silinder (d = 15 mm dan t = 8 mm) dan 58,84 MPa untuk spesimen balok (B = 10mm, W = 8 mm, dan L = 50mm). Dilanjutkan proses sintering pada suhu 1100, 1150 dan 1200 oC yang kemudian diambil suhu sinter terbaik. Pengujian meliputi uji komposisi fly ash dan Kaolin, uji densitas dengan metode Archimedes, dan uji kekuatan bending dengan four point bending test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa densitas komposit keramik fly ash/ Kaolin meningkat pada suhu sinter 1100-1150oC dan turun kembali pada suhu sinter 1150-1200oC. Suhu sinter optimum komposit keramik fly ash/Kaolin adalah 1150oC. Kekuatan komposit keramik fly ash/Kaolin paling tinggi yaitu pada komposisi 95% fly ash dan 15% Kaolin sebesar 16,20 Mpa.
PENENTUAN KONDISI OPTIMUM MODIFIKASI KONSENTRASI PLASTICIZER SORBITOL PVA PADA SINTESA PLASTIK BIODEGRADABLE BERBAHAN DASAR PATI SORGUM DAN CHITOSAN LIMBAH KULIT UDANG Setiawan, Heru; Faizal, Reza; Amrullah, Aziz
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 13, No 1 (2015): June 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v13i1.5333

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai sifat mekanik edible film pati sorgum-kitosan dengan modifikasi konsentrasi plasticizer sorbitol PVA. Metode yang dilakukan yaitu preparasi pati sorgum-kitosan kulit udang mengacu pada Budijanto et al., 2012 dengan modifikasi sorbitol PVA 1%, 1,5%, 2%, 2,5%, 3%, dan 3,5%, dengan formulasi terbaik yang digunakan 70wt% pati dan 30wt% kitosan, kemudian dilakukan pemanasan, pengadukan dan pencetakan bioplastik. Pengujian karakterisasi edible film bioplastik terdiri dari uji biodegradasi, ketahanan air, uji mekanik, Scanning Electron Microscope (SEM), dan gugus FTIR. Hasil karakterisasi edible film menunjukkan dengan bertambahnya sorbitol maka kuat tarik dan ketahanan air cenderung meningkat. Hasil terbaik edible film pada penambahan sorbitol 2,5% dengan nilai water uptake 96,47%, nilai kuat tarik 80,625 MPa, nilai elongasi 12,58% dan modulus young sebesar 6,40 MPa. Lamanya biodegradasi yang dihasilkan adalah 16 hari untuk terurai keseluruhan (100%) pada medium Efective Microorganism 4. Hasil analisis SEM edible film menunjukkan permukaan polimer bioplastik terlihat homogen dengan ikatan silang pati-kitosan namun masih terdapat gelembung udara, pori dan retakan. Berdasarkan uji FTIR menunjukkan plastik yang dihasilkan memiliki sifat hidrofilik yang dapat dilihat adanya gugus OH- pada bilangan gelombang 2630,30 cm -1 . Selain gugus hidroksida (OH), terdapat juga ester (COOH). Adanya gugus fungsi tersebut menunjukkan film plastik dapat terdegradasi dengan baik ditanah.
AKUMULASI LOGAM CU PADA AVICENNIA MARINA DI WILAYAH TAPAK, TUGUREJO, SEMARANG TM, Nana Kariada; Liesnoor, Dewi; Dewi, Nur Kusuma
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 11, No 2 (2013): December 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v11i2.5575

Abstract

Abstrak. Mangrove merupakan hyperaccumulator yang baik, mangrove bukan saja mampu tumbuh di tanah dengan konsentrasi unsur beracun yang tinggi, tetapi juga mampu mengakumulasi unsur tersebut di dalam batang dan daun. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji bioakumulasi logam berat Cu pada Avicennia marina di wilayah Tapak Semarang. Penelitian dilakukan di Wilayah Tapak Kota Semarang, obyek penelitian merupakan kawan eksosistem mangrove yang berada pada wilayah pertambakan bandeng. Penelitian ini menggunakan pendekatan ekologi (ecological approach). Data bioakumulasi dan translokasi logam berat dalam tanaman, sedimen dan air dianalisis berdasarkan rumus yang ada. Hasil penelitian menunjukkan adanya logam Cu di air (0,0069 mg/l), sedimen (26,7637,889 mg/Kg), akar (2,336-7,997 mg/Kg), daun muda (2,367-6,604 mg/Kg) dan daun tua (1,08-6,748 mg/Kg) Avicennia marina. Sedimen mempunyai nilai tertinggi dalam mengakumulasi logam Cu dari air dengan Faktor Konsentrasi (3878,26 - 5491,16). Bio Concentration Factor (BCF) akar dan sedimen 0,090,211, dan Translocation Factors (TF) untuk daun muda (0,83-1,54), daun tua (0,46-0,94). Diperoleh hasil adanya tren kenaikan konsentrasi logam Cu tambak yang mengarah ke laut. Simpulan penelitian terdapat akumulasi logam Cu pada sedimen, akar dan daun Avicennia marina di wilayah tambak Tapak, Tugurejo Semarang. Sedimen tambak mempunyai kemampuan tertinggi dalam mengakumulasi logam Cu dari lingkungannya.
PEMANFAATAN BAMBU UNTUK TULANGAN JALAN BETON Purnomo, Mego; Cahyo, Hanggoro Tri
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 10, No 1 (2012): June 2012
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v10i1.5543

Abstract

Bambu dapat tumbuh dengan cepat dan mempunyai sifat mekanik yang baik dan dapat digunakan sebagai bahan pengganti kayu maupun baja. Bambu sebagai bahan bangunan masih banyak digunakan sebagai bahan bangunan penunjang. Kurangnya penggunaan bambu sebagai bahan bangunan karena terbatasnya pengetahuan tentang bambu. Rigid pavement adalah salah satu contoh konstruksi beton bertulangan baja. Dengan berkembangnya pengetahuan tentang bambu bahan baja pada tulangan jalan beton dapat digantikan dengan bambu. Penelitian ini meliputi penelitian sifat mekanik dan fisik bambu, pengujian lentur beton bertulang, Rancangan tulangan balok yang digunakan adalah bambu walesan dengan diameter antara 10 – 20 mm. Tebal benda uji 20 cm lebar 15 cm dan panjang 230 cm. Rata-rata beton uji memiliki kuat tekan 22,15 MPa dan rata-rata berat satuan 2,39.10 -5 N/mm . Dari pengujian tiga bagian bambu walesan (pangkal, ujung, ros) didapat kuat tarik bambu walesan (fu) bagian pangkal 171,675 MPa dengan nilai E 5722,5 MPa, fu bagian ujung165,375 MPa dengan nilai E 5512,5 MPa, fu bagian ros 147,15 MPa dengan nilai E 4900 Mpa. Beban ultimit balok 1 sebesar 8,085 KN, beban ultimit balok 2sebesar 12,25 KN dan beban ultimit balok 3 sebesar 12,985 KN. Ketiga benda uji menunjukkan bahwa keruntuhan balok diawali dengan retak lentur. Keruntuhan tidak terjadi pada daerah dengan tulangan geser yaitu pada jarak 625 mm dari masing-masing ujung balok. Runtuh lentur ditandai dengan retak-retak tegak lurus di daerah tulangan tarik. Keruntuhan balok ditandai dengan sebagian bambu telah putus dan balok tidak mampu menahan beban lagi. Penggunaan bambu untuk tulangan jalan beton direkomendasikan untuk beban kendaraan 9 ton dengan ketebalan pelat 20 cm, mutu beton fc’ 21,08 Mpa, dan luas tulangan bambu 3080 mm 3 2 .
RANCANG BANGUN SISTEM PENCITRAAN RADIOGRAFI DIGITAL UNTUK PENGEMBANGAN LABORATORIUM 1) FISIKA MEDIK UNNES Susilo, Susilo; Supriyadi, Supriyadi; Sutikno, Sutikno; Sunarno, Sunarno; Setiawan, Rudi
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 12, No 1 (2014): June 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v12i1.5427

Abstract

Telah dilakukan modifikasi sistem penangkap gambar kedap cahaya yang dapat menampilkan langsung citra radiograf digital pada layar monitor PC dan menyimpan file radiograf tersebut sehingga bisa ditampilkan kembali. Penelitian ini bertujuan membangun model prototip sistem penangkap gambar berbasis kamera digital, sehingga hasilnya bisa diproses lebih lanjut menggunakan perangkat lunak pengolah citra berbasis Matlab. Hasil pemotretan dengan sinar-X pada benda uji dan volunteer digunakan untuk menguji keajegan hasil radiograf tersebut, dan diperoleh perbaikan kontras yang signifikan, ditunjukkan dengan tampilan histogram, nilai MSE dan PSNR yang sesuai. Aplikasi perangkat lunak tersebut dalam menganalisis radiograf benda uji, kaki, tangan serta stepwedge menunjukkan juga kenaikan ukuran file, kontras citra radiograf dan resolusi citra. Hasil ini menunjukkan bahwa pada model prototip penangkap gambar yang dilengkapi dengan perangkat lunak berbasis Matlab dapat dikembangkan untuk pemeriksaan radiografi digital yang handal, bisa ditangani sendiri, ramah lingkungan (tanpa zat kimia) serta paper less, sesuai dengan pesan program konservasi Unnes.
PENGARUH DOPING-N DAN SUHU KALSINASI PADA AKTIVITAS FOTOKATALIS TIO 2 UNTUK DEGRADASI FENOL Amalina, Endah Suci; Andriyani, Viki; Putri, Mega Kurnia
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 13, No 2 (2015): December 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v13i2.5243

Abstract

Fenol merupakan salah satu senyawa organik yang berasal dari buangan industri dan cukup berbahaya bagi lingkungan. Senyawa fenol dalam konsentrasi tertentu dapat memberikan efek buruk terhadap manusia, antara lain berupa kerusakan hati dan ginjal, penurunan tekanan darah, pelemahan dtak jantung hingga kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh massa optimum, waktu penyinaran dan sumber sinar yang digunakan. Proses fotokatalis yang melibatkan partikel-partikel semikonduktor N-TiO 2 dibawah iluminasi sinar UV akan menghasilkan radikal hidroksil yang dapat mendegradasi fenol. Preparasi N-TiO 2 dilakukan dengan metode sonokimia dan dikalsinasi pada suhu 550ºC selama 3 jam. Karakterisasi XRD memperlihatkan adanya puncak-puncak karakteristik N-TiO 2 bentuk tetragonal. Hasil karakterisasi DR-UV menunjukkan nilai energi gap N-TiO 2 sebesar 3,09eV cenderung menyebabkan penurunan energi celah pita yang diperoleh dari rasio N-TiO 2 1% dengan suhu 550ºC. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa preparasi N-TiO 2 telah berhasil dilakukan dan dapat digunakan untuk mendgradasi fenol.
PENGEMBANGAN PROGRAM TRANSPORTASI HIJAU PENDUKUNG MOBILITAS DAN KINERJA CIVITAS AKADEMIKA UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG Prihanto, Teguh; Liesnoor, Dewi; Windraswara, Rudatin
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 12, No 2 (2014): December 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v12i2.5418

Abstract

Lingkungan kampus merupakan tempat publik yang penting di mana banyak orang beraktivitas selama sehari penuh. Salah satu pendukung utama dari pergerakan manusia dan barang adalah transportasi yang efektif dan efisien. Transportasi Internal, Infrastruktur dan Mobilitas menjadi hal penting dalam kerangka untuk mengetahui kinerja sebuah sistem transportasi internal dan implementasinya di lapangan. Beberapa hal yang terkait dengan kajian meliputi tiga aspek yaitu: (1) sistem tata kelola transportasi internal; (2) sarana prasarana transportasi internal dan (3) pergerakan pengguna. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: (1) Mengembangkan sarana prasarana pendukung program transportasi hijau; (2) Mengembangkan kesehatan lingkungan kampus Unnes yang optimal; (3) Mengembangkan sistem transportasi hijau yang mendukung mobilitas civitas akademika Unnes; dan (4) Mengembangkan sistem transportasi hijau yang mendukung kinerja civitas akademika Unnes. Penelitian ini akan dilaksanakan dengan desain riset dan pengembangan (research and development/ R and D) dengan pendekatan kualitatif. Pendekatan ini dipandang sangat tepat karena berkaitan dengan tujuan umum penelitian yaitu: (1) Mengembangkan sarana prasarana pendukung program transportasi hijau; (2) Mengembangkan kesehatan lingkungan kampus Unnes yang optimal; (3) Mengembangkan sistem transportasi hijau yang mendukung mobilitas civitas akademika Unnes; (4) Mengembangkan sistem transportasi hijau yang mendukung kinerja civitas akademika Unnes. Berdasarkan identifikasi kondisi di lapangan, sistem transportasi internal Kampus Unnes di Sekaran sebagian telah terimplementasi dalam bentuk elemen-elemen fisik, yaitu infrastruktur transportasi internal Kampus Unnes, sarana transportasi dan sistem pengaturannya. Meski telah tersedia, sarana dan infrastruktur masih belum optimal dalam mendukung pergerakan dan kenyamanan civitas akademika sebagai pengguna. Kenyamanan civitas akademika dan kesehatan lingkungan juga dipengaruhi oleh tingkat polutan yang ada dalam kawasan kampus.

Filter by Year

2010 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 21, No 2 (2023): December 2023 Vol 21, No 1 (2023): June 2023 Vol 20, No 2 (2022): December 2022 Vol 20, No 1 (2022): June 2022 Vol 19, No 2 (2021): December 2021 Vol 19, No 1 (2021): June 2021 Vol 18, No 2 (2020): December 2020 Vol 18, No 1 (2020): June 2020 Vol 18, No 2 (2020): Desember Vol 18, No 1 (2020): Juni Vol 16, No 1 (2018): Juni No 1, 2018 Vol 16, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 16, No 2 (2018): December 2018 Vol 16, No 1 (2018): June 2018 Vol 15, No 2 (2017): December 2017 Vol 15, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 15, No 1 (2017): Juni 2017 Vol 15, No 1 (2017): June 2017 Vol 14, No 2 (2016): December 2016 Vol 14, No 2 (2016): December 2016 Vol 14, No 1 (2016): June 2016 Vol 14, No 1 (2016): June 2016 Vol 13, No 2 (2015): December 2015 Vol 13, No 2 (2015): December 2015 Vol 13, No 1 (2015): June 2015 Vol 13, No 1 (2015): June 2015 Vol 12, No 2 (2014): December 2014 Vol 12, No 2 (2014): December 2014 Vol 12, No 1 (2014): June 2014 Vol 12, No 1 (2014): June 2014 Vol 11, No 2 (2013): December 2013 Vol 11, No 2 (2013): December 2013 Vol 11, No 1 (2013): June 2013 Vol 11, No 1 (2013): June 2013 Vol 10, No 2 (2012): December 2012 Vol 10, No 2 (2012): December 2012 Vol 10, No 1 (2012): June 2012 Vol 10, No 1 (2012): June 2012 Vol 9, No 2 (2011): December 2011 Vol 9, No 2 (2011): December 2011 Vol 9, No 1 (2011): June 2011 Vol 9, No 1 (2011): June 2011 Vol 8, No 2 (2010): December 2010 Vol 8, No 2 (2010): December 2010 Vol 8, No 1 (2010): June 2010 Vol 8, No 1 (2010): June 2010 More Issue