cover
Contact Name
-
Contact Email
teknobuga@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
teknobuga@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang, Gedung E7 Lantai 2, Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia, 50229.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Teknobuga : Jurnal Teknologi Busana dan Boga
ISSN : 20854056     EISSN : 25287087     DOI : http://dx.doi.org/10.15294/teknobuga
Core Subject : Engineering,
Teknobuga : Jurnal Teknologi Busana dan Boga publishes original research articles on the recent issues related to fashion, food, beauty studies, home economics studies, hotel and tourism management, and vocational education
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2018)" : 12 Documents clear
KULINER SEBAGAI PENDUKUNG INDUSTRI PARIWISATA BERBASIS KEARIFAN LOKAL Zahrulianingdyah, Atiek
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v6i1.16667

Abstract

Industry pariwisata yang  berbasis kearifan lokal adalah bidang usaha yang secara bersama-sama menghasilkan produk maupun jasa pelayanan yang dibutuhkan oleh wisatawan yang menjadikan unsur budaya dan kearifan lokal sebagai daya tarik wisata termasuk kulinernya.  Berbagai komponen industry pariwisata, salah satunya adalah bidang kuliner. Kuliner menjadi bagian dari tujuan   wisatawan yang tidak bisa diabaikan karena kuliner menjadi salah satu kebutuhan pokok manusia. Bahkan kuliner bisa menjadi daya tarik khusus ketika seseorang memutuskan untuk mengunjungi daerah wisata tersebut. Kuliner yang berbasis kearifan local banyak diminati para wisatawan, baik wisatawan domestic maupun asing, diantaranya adalah nasi gudeg, nasi pecel, nasi Padang, nasi rawon, rujak cingur, soto Betawi, empek-empek Palembang, keripik tempe, dodol garut, brem, ampyang, jadah tempe bacem, bika Ambon, bakpia, getuk, dan masih banyak lagi, yang kesemuanya merupakan makanan asli daerah yang telah teruji kelezatannya. Perguruan Tinggi memiliki peran yang cukup strategis dalam pengembangan kuliner pariwisata, khususnya yang memiliki program studi Tata  Boga dengan berbagai inovasi makanan tradisional dengan cita rasa dan tampilan kekinian.
PENGARUH LAMANYA WAKTU MIXING DALAM PROSES PEMBUATAN BROWNIES TERHADAP KUALITAS BROWNIES DITINJAU DARI ASPEK INDERAWI Astuti, Romiyatun Mijiling
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v6i1.16672

Abstract

Brownies merupakan salah satu jenis cake yang berwarna coklat kehitaman dengan tekstur sedikit lebih keras dari pada cake karena brownies tidak membutuhkan pengembangan atau gluten. Bahan yang digunakan dalam pembuatan brownies adalah tepung terigu, gula, lemak, telur, coklat batang, coklat bubuk, baking powder, dan garam. Tepung berfungsi sebagai pembentuk struktur dan tekstur brownies, pengikat bahan-bahan lain dan mendistribusikannya secara merata, serta berperan dalam membentuk cita rasa. Tepung terigu yang digunakan untuk membuat brownies adalah terigu protein rendah. Proses pembuatan brownies salah satunya adalah  pengadukan (mixing). Mixing merupakan suatu proses pencampuran bahan sehingga semua bahan tercampur rata menggunakan mixer. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimen laboratorium bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh lama waktu yang digunakan dalam mixing adonan brownies sehingga didapatkan brownies yang berkualitas dilihat dari aspek inderawi serta untuk mengetahui bagaimana kesukaan masyarakat terhadap brownies hasil penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik penilaian subyektif. Teknik ini digunakan untuk mengumpulkan data tentang pengaruh kualitas dari brownies dilihat dari aspek inderawi juga untuk mengumpulkan data tentang tingkat kesukaan. Penilaian subyektif ini menggunakan dua macam tipe pengujian yaitu uji inderawi dengan panelis agak terlatih dan organoleptik dengan panelis tidak terlatih. Analisis data  yang digunakan uji anava  dan untuk mengetahui tingkat kesukaan konsumen digunakan analisis deskriptif kualitatif prosentase. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh lama waktu mixing terhadap rasa dan tekstur bagian luar, tidak ada pengaruh terhadap aroma, warna dan tekstur bagian dalam. Tingkat kesukaan masyarakat terhadap sampel Y1, Y2,Y3 rata-rata suka dan untuk Y4 sangat suka.
PERAWATAN WAJAH BERBAHAN MASKER HERBAL DAUN PEPAYA DAN JAGUNG UNTUK USIA 20 - 50 TAHUN Setyowati, Erna
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v6i1.16668

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya membawa pengaruh besar terhadap produk kosmetik terutama kosmetika modern seperti masker. Masker sebagai salah satu bahan perawatan wajah yang merupakan ritual untuk menghasilkan wajah cantik alami, banyak produk masker dipasar dengan pemakaiannya sangat mudah, praktis walau mahal, namun memiliki efek samping yang sangat membahayakan kulit wajah. Masyarakat masih banyak beranggapan merawat wajah dengan bahan alami lebih aman, namun tidak semua bahan alami seperti lemon, bawang putih, telur mentah dapat merusak wajah. Alternatif aman untuk mencerahkan, mengencangkan dan mengurangi noda bekas jerawat dari bahan herbal daun pepaya dan jagung yang dibuat masker. Tujuan penelitian ini : 1). mengetahui validitas masker herbal daun pepaya dan jagung, 2). mengetahui jenis kulit wajah usia 20 – 50 tahun yang cocok menggunakan masker daun pepaya dan jagung. Obyek penelitian adalah masker daun pepaya dan jagung dan subyek penelitian yaitu kelompok I remaja usia 20- 25 dan kelompok II usia 30-50 dengan 4 jenis kulit. Metode pengumpulan data yaitu observasi, eksperimen dan dokumentasi serta analisis menggunakan varian klasifikasi tunggal. Hasil penelitian membuktikan  daun pepaya dan jagung dinyatakan valid sebagai masker wajah berdasar uji indrawi rata-rata 3,38 ( warna, tekstur, aroma dan hasil ) dan laboratorium rata-rata 7,37%. Simpulan : 1). masker berbahan herbal daun pepaya dan jagung valid dapat digunakan sebagai masker untuk semua jenis kulit wajah. 2). Masker daun pepaya dan jagung paling cocok digunakan untuk kulit wajah berminyak untuk dua kelompok.
KEARIFAN LOKAL MOTIF BATIK SEMARANG SEBAGAI IDE DASAR MODEL KREATIF DESAIN KAUS DIGITAL PRINTING Na’am, Muh Fakhrihun
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v6i1.16669

Abstract

Produk desain kaus yang ada di Semarang adalah merupakan sesuatu hal yang inovatif, mempunyai nilai ekonomi tinggi, dan karya desain kaus prospek untuk memiliki hak cipta. Di era yang serba digital ini, memudahkan dalam aplilkasi sebuah karya pada benda yang fungsional dan diterima di berbagai kalangan pada khususnya remaja. Inovasi tranformatif motif dari batik konvensional pada digital printing sebatas pada kaus adalah keniscayaan, dimana apresiator, konsumen dapat menikmati dengan mudah, nyaman dipakai sekaligus dinamis untuk pengenalan ikon-ikon kota. Untuk itu desain motif batik pada kaus teramat penting sebagai publikasi pariwisata, cindera mata objek destinasi wisata itu sendiri sekaligus konstribusi ekonomi, pada wilayah regional dan nasional.Penciptaan desain kaus untuk memperkaya aneka desain  yang ada agar variatif,  pemetaan motif aplikasi desain kaus, invenstaris motif  untuk motif desain kaus. Perajin batik Semarang yang diaplikasikan ke desain kaus yang  meliputi: proses perwujudan, macam-macam motif yang ada, dilanjutkan menganalisis data; menciptakan motif untuk desain kaus, menginvestaris motif yang ada, mendaftarkan hak cipta; Produk desain kaus tersebut adalah upaya di mana paradigma yang berkembang selama ini, motif batik selalu ada pada kemeja, jarik, dan selendang. Dengan upaya ini maka motif-motif yang ada tersebut dapat masuk ke segmentasi usia pada remaja dan masuk wilayah trend fashion.
KELAYAKAN “LATINO” DALAM MEMBUAT PAES PENGANTIN SOLO Ihsani, Ade Novi Nurul; Krisnawati, Maria; Prasetyaningtyas, Wulansari; Bela, Herlina Tria
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v6i1.16670

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk :  mengetahui kelayakan  latino dalam pembuatan paes pengantin solo putri. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) yang dikembangkan oleh Borg and Gall yang meliputi tahap analisis kebutuhan, tahap pembuatan desain rancangan alat, uji ahli, revisi rancangan produk. Data yang diperoleh berasal dari tiga orang pakar dibidang tata rias pengantin solo menggunakan lembar validasi dengan jumlah responden sebanyak 13 mahasiswa melalui uji coba welat “Latino”. Analisis data pada penelitian mengggunakan analisis dekriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk “latino” dinyatakan layak  oleh para ahli dan layak digunakan dalam pembuatan paes pengantin solo putri. Hasail penelitian menunjukkan bahwa  produk latino memperoleh rata-rata 81,8 (sangat baik) yang terdiri dari indikator kerapihan 82,1 (sangat rapi), kesesuaian bentuk 82,7 (sangat sesuai) dan kecepatan 80,8 (cepat).
MODEL PENERAPAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKROHIDRO UNTUK PENGEMBANGAN INDUSTRI RUMAH TANGGA MAKANAN Suryatna, Bambang Sugeng
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v6i1.16671

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : (1) meningkatkan efektifitas penggunaan PLTMH yang telah dibangun Tim Unnes tersebut melalui sinkronisasi jaringan PLTMH dan tegangan agar dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan mesin perajang kentang dan pompa untuk penyemprotan lahan pertanian; dan (2) mengimplementasikan secara nyata penggunaan PLTMH tersebut untuk menggerakkan agroindustri, dengan contoh awal yaitu industri rumah tangga Peternakan Kambing Teksel.  Target khusus penelitian ini yaitu meningkatkan secara signifikan utilitas PLTMH yang dibangun UNNES, yaitu dari semula hanya untuk penerangan saja,  menjadi untuk penerangan dan sumber energi listrik ramah lingkungan dari agroindustri pedesaan di Kalikajar.  Metode penelitian dijelaskan seperti berikut ini.  Prosedur pelaksanaan penelitian terdiri atas 6 tahapan yaitu :(1)   Sinkronisasi jaringan dan tegangan dari energi listrik yang diproduksi oleh PLTMH, dengan menerapkan metode perbaikan sistem jaringan.  Pada kegiatan penelitian tahun 2017 berhasil diperebaiki dan dikembangkan jaringan dari tempat PLTMH ke rumah-rumah penduduk di Desa Kwadungan, Kalikajar, Kabupaten Wonosobo.(2) Penggunaan energi listrik yang dihasilkan oleh PLTMH untuk menunjang kegiatan usaha peternakan kambing Teksel.  Pada kegiatan ni berhasil memproduksi listrik yang dapat digunakan untuk penerang dan penghangat kandang kambing, sehinngga kambing tidak mudah terserang penyakit
KELAYAKAN “LATINO” DALAM MEMBUAT PAES PENGANTIN SOLO
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v6i1.16670

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk :  mengetahui kelayakan  latino dalam pembuatan paes pengantin solo putri. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (RD) yang dikembangkan oleh Borg and Gall yang meliputi tahap analisis kebutuhan, tahap pembuatan desain rancangan alat, uji ahli, revisi rancangan produk. Data yang diperoleh berasal dari tiga orang pakar dibidang tata rias pengantin solo menggunakan lembar validasi dengan jumlah responden sebanyak 13 mahasiswa melalui uji coba welat “Latino”. Analisis data pada penelitian mengggunakan analisis dekriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk “latino” dinyatakan layak  oleh para ahli dan layak digunakan dalam pembuatan paes pengantin solo putri. Hasail penelitian menunjukkan bahwa  produk latino memperoleh rata-rata 81,8 (sangat baik) yang terdiri dari indikator kerapihan 82,1 (sangat rapi), kesesuaian bentuk 82,7 (sangat sesuai) dan kecepatan 80,8 (cepat).
MODEL PENERAPAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKROHIDRO UNTUK PENGEMBANGAN INDUSTRI RUMAH TANGGA MAKANAN
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v6i1.16671

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : (1) meningkatkan efektifitas penggunaan PLTMH yang telah dibangun Tim Unnes tersebut melalui sinkronisasi jaringan PLTMH dan tegangan agar dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan mesin perajang kentang dan pompa untuk penyemprotan lahan pertanian; dan (2) mengimplementasikan secara nyata penggunaan PLTMH tersebut untuk menggerakkan agroindustri, dengan contoh awal yaitu industri rumah tangga Peternakan Kambing Teksel.  Target khusus penelitian ini yaitu meningkatkan secara signifikan utilitas PLTMH yang dibangun UNNES, yaitu dari semula hanya untuk penerangan saja,  menjadi untuk penerangan dan sumber energi listrik ramah lingkungan dari agroindustri pedesaan di Kalikajar.  Metode penelitian dijelaskan seperti berikut ini.  Prosedur pelaksanaan penelitian terdiri atas 6 tahapan yaitu :(1)   Sinkronisasi jaringan dan tegangan dari energi listrik yang diproduksi oleh PLTMH, dengan menerapkan metode perbaikan sistem jaringan.  Pada kegiatan penelitian tahun 2017 berhasil diperebaiki dan dikembangkan jaringan dari tempat PLTMH ke rumah-rumah penduduk di Desa Kwadungan, Kalikajar, Kabupaten Wonosobo.(2) Penggunaan energi listrik yang dihasilkan oleh PLTMH untuk menunjang kegiatan usaha peternakan kambing Teksel.  Pada kegiatan ni berhasil memproduksi listrik yang dapat digunakan untuk penerang dan penghangat kandang kambing, sehinngga kambing tidak mudah terserang penyakit
KULINER SEBAGAI PENDUKUNG INDUSTRI PARIWISATA BERBASIS KEARIFAN LOKAL
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v6i1.16667

Abstract

Industry pariwisata yang  berbasis kearifan lokal adalah bidang usaha yang secara bersama-sama menghasilkan produk maupun jasa pelayanan yang dibutuhkan oleh wisatawan yang menjadikan unsur budaya dan kearifan lokal sebagai daya tarik wisata termasuk kulinernya.  Berbagai komponen industry pariwisata, salah satunya adalah bidang kuliner. Kuliner menjadi bagian dari tujuan   wisatawan yang tidak bisa diabaikan karena kuliner menjadi salah satu kebutuhan pokok manusia. Bahkan kuliner bisa menjadi daya tarik khusus ketika seseorang memutuskan untuk mengunjungi daerah wisata tersebut. Kuliner yang berbasis kearifan local banyak diminati para wisatawan, baik wisatawan domestic maupun asing, diantaranya adalah nasi gudeg, nasi pecel, nasi Padang, nasi rawon, rujak cingur, soto Betawi, empek-empek Palembang, keripik tempe, dodol garut, brem, ampyang, jadah tempe bacem, bika Ambon, bakpia, getuk, dan masih banyak lagi, yang kesemuanya merupakan makanan asli daerah yang telah teruji kelezatannya. Perguruan Tinggi memiliki peran yang cukup strategis dalam pengembangan kuliner pariwisata, khususnya yang memiliki program studi Tata  Boga dengan berbagai inovasi makanan tradisional dengan cita rasa dan tampilan kekinian.
PENGARUH LAMANYA WAKTU MIXING DALAM PROSES PEMBUATAN BROWNIES TERHADAP KUALITAS BROWNIES DITINJAU DARI ASPEK INDERAWI
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/teknobuga.v6i1.16672

Abstract

Brownies merupakan salah satu jenis cake yang berwarna coklat kehitaman dengan tekstur sedikit lebih keras dari pada cake karena brownies tidak membutuhkan pengembangan atau gluten. Bahan yang digunakan dalam pembuatan brownies adalah tepung terigu, gula, lemak, telur, coklat batang, coklat bubuk, baking powder, dan garam. Tepung berfungsi sebagai pembentuk struktur dan tekstur brownies, pengikat bahan-bahan lain dan mendistribusikannya secara merata, serta berperan dalam membentuk cita rasa. Tepung terigu yang digunakan untuk membuat brownies adalah terigu protein rendah. Proses pembuatan brownies salah satunya adalah  pengadukan (mixing). Mixing merupakan suatu proses pencampuran bahan sehingga semua bahan tercampur rata menggunakan mixer. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimen laboratorium bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh lama waktu yang digunakan dalam mixing adonan brownies sehingga didapatkan brownies yang berkualitas dilihat dari aspek inderawi serta untuk mengetahui bagaimana kesukaan masyarakat terhadap brownies hasil penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik penilaian subyektif. Teknik ini digunakan untuk mengumpulkan data tentang pengaruh kualitas dari brownies dilihat dari aspek inderawi juga untuk mengumpulkan data tentang tingkat kesukaan. Penilaian subyektif ini menggunakan dua macam tipe pengujian yaitu uji inderawi dengan panelis agak terlatih dan organoleptik dengan panelis tidak terlatih. Analisis data  yang digunakan uji anava  dan untuk mengetahui tingkat kesukaan konsumen digunakan analisis deskriptif kualitatif prosentase. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh lama waktu mixing terhadap rasa dan tekstur bagian luar, tidak ada pengaruh terhadap aroma, warna dan tekstur bagian dalam. Tingkat kesukaan masyarakat terhadap sampel Y1, Y2,Y3 rata-rata suka dan untuk Y4 sangat suka.

Page 1 of 2 | Total Record : 12