cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
JURNAL TEKNIK SIPIL ITP ISSN 2354-8452
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 93 Documents
KAJIAN KARAKTERISTIK PENGARUH CAMPURAN ASPAL DENGAN BAN BEKAS MENGGUNAKAN METODA PENGUJIAN BINA MARGA anggun pratiwi jf; Mis bah Mis bah; Randa Yulistira
JURNAL TEKNIK SIPIL ITP Vol 5, No 2 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL (JTS) ITP
Publisher : LP2M ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aspal beton sebagai bahan untuk konstruksi jalan sudah lama dikenal dan digunakan secara luas dalam pembuatan jalan. Penggunaan bahan adiktif untuk pencampuran aspal  di Indonesia dari tahun ke tahun makin meningkat. Hal ini disebabkan aspal mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan dengan bahan-bahan lain, diantaranya harga yang relatif lebih murah dibanding beton, kemampuannya dalam mendukung beban berat kendaraan yang tinggi dan dapat dibuat dari bahan-bahan lokal yang tersedia dan mempunyai ketahanan yang baik terhadap cuaca. Penggunaan ban bekas sebagai bahan aditif dalam meningkatkan mutu aspal didasari oleh tersedianya limbah ban bekas yang sangat melimpah di Indonesia, sehingga selain meningkatkan mutu bitumen penggunaan limbah ban bekas juga dapat mengurangi kerusakan lingkungan akibat limbah. Bahan bekas dengan rekayasa teknologi dapat dipertimbangkan sebagai bahan konstruksi perkerasan dalam campuran aspal.  Kata-kata kunci : Aspal, Ban Bekas Asphalt concrete as material for road construction has long been known and widely used in road construction. The use of addictive ingredients for asphalt mixing in Indonesia from year to year is increasing. This is because asphalt has several advantages compared to other materials, including prices that are relatively cheaper than concrete, its ability to support high vehicle weight and can be made from locally available materials and has good weather resistance. The use of used tires as additives in improving the quality of asphalt is based on the availability of used tire waste which is very abundant in Indonesia, so that in addition to improving the quality of bitumen the use of waste tires can also reduce environmental damage due to waste. Used materials with technological engineering can be considered as pavement construction materials in asphalt mixtures.   Keyword : Asphalt pen 60/70, Tire
Optimalisasi Distribusi Jaringan Air Bersih PDAM Klaten Wilayah Utara dengan Program Waternet Ratnanik Ratnanik; Supratikno Supratikno
JURNAL TEKNIK SIPIL ITP Vol 6, No 1 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL (JTS) ITP
Publisher : LP2M ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketersediaan air di alam bervariasi antara daerah yang satu dengan daerah yang lain dipengaruhi oleh kondisi geografis dan topografi daerah tersebut. Tingkat pertumbuhan penduduk Kecamatan Tulung dalam 5 tahun terakhir rata-rata 0,765 %. Meningkatnya jumlah penduduk dan perluasan pemukiman serta banyaknya home industri pada Kecamatan Tulung sangat berpengaruh terhadap kebutuhan akan air bersih dan air minum. Untuk itu perlu adanya penelitian tentang optimalisasi distribusi jaringan air bersih di Kecamatan Tulung, agar dapat menghasilkan jaringan ditribusi air bersih yang optimal untuk pelanggan Desa Pucang Miliran Kecamatan Tulung. Penelitian ini menggunakan analisis dan pengelolaan data yang diperoleh dari hasil survey di lapangan. Melalui tahapan ini diharapkan akan diperoleh data yang akurat sebagai pemecah masalah yang tepat. Dalam analisis kinerja jaringan distribusi eksisting menggunakan Software WaterNet untuk melakukan simulasi jaringan pipa. Simulasi pada kondisi eksisting menunjukkan beberapa pipa yang digunakan diameternya terlalu kecil sehingga di saat jam puncak air tidak lagi mengalir ke wilayah distribusi dengan baik. Optimalisasi yang dapat dilakukan dengan mengganti pipa-pipa yang terlalu kecil seperti pipa diameter 0.005 menjadi 0.075, penggantian kapasitas pompa dari head 50 discharge 35 menjadi head 25 discharge 35, dan menaikkan elevasi dasar tangki dari elevasi 270 menjadi 273.Kata kunci: air bersih, distribusi, optimalisasi, pipa, waternet
PENENTUAN LUASAN AREA INUNDASI TSUNAMI MENGGUNAKAN MODEL NUMERIK TUNAMI N3 (Studi Kasus Daerah Parupuk Tabing Padang) muchlian, meli; honesti, leli; Djali, Nazwar
JURNAL TEKNIK SIPIL ITP Vol 5, No 2 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL (JTS) ITP
Publisher : Institut Teknologi Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini difokuskan untuk menentukan luasan area inundasi berdasarkan simulasi tsunami menggunakan program numerik TUNAMI N3 dengan sumber gempabumi blok Pagai dengan variasi magnitudo (Mw 8.0, 8.5, dan 9.0) pada variasi hiposenter gempa (10, 25 dan 35 km). Peta inundasi tsunami dibuat menggunakan ArcView GIS 3.3 dengan skala 1: 5.000. Waktu datang gelombang tsunami dengan tinggi gelombang maksimum dihasilkan dari pemodelan magnitudo Mw 9.0 dengan hiposenter 10 km yaitu 34 menit 40 sekon dengan tinggi maksimum gelombang tsunami 3.68 m. Hasil hitungan luasan inundasi terdata sejumlah 11 grid atau 80 % area Parupuk Tabing dalam model masih aman dari tsunami. Kata Kunci: Tsunami, TUANI N3, inundasi, Pagai, Parupuk Tabing 
PERANAN MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR MELALUI PROGRAM PEMBERDAYAAN DI PROVINSI SUMATERA BARAT Gusni Vitri; Hazmal Herman
JURNAL TEKNIK SIPIL ITP Vol 5, No 2 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL (JTS) ITP
Publisher : LP2M ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infrastruktur adalah fasilitas-fasilitas fisik yang dikembangkan atau dibutuhkan oleh agen-agen publik untuk fungsi-fungsi pemerintahan dalam penyediaan air, tenaga listrik, pembuangan limbah, transportasi dan pelayanan-pelayanan similar untuk memfasilitasi tujuan-tujuan sosial dan ekonomi. Pembangunan infrastruktur merupakan tanggung jawab bersama pemerintah dan masyarakat. Melalui program pemberdayaan, masyarakat diberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam membangun infrastruktur di wilayahnya masing-masing. Di Provinsi Sumatera Barat, dilaksanakanbeberapa program pemberdayaan masyarakat yaitu Program Dana Desa, Pogram Kotaku, Program Pamsimas, Program Sanimas dan  Pisew. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metoda deskriptif. Pengambilan data di lakukan dengan wawancara, FGD, observasi lapangan, dan studi dokumentasi pada Program Pemberdayaan Masyarakat. Proses pelaksanaan pembangunan infrastruktur di mulai dari tahapan persiapan (penentuan lokasi, sosialisasi, rekrutmen pendamping program, pembentukan LKM dan KSM), tahap perencanaan (penyusunan dokumen RKM/proposal), tahap pelaksanaan pembangunan (pengadaan barang/jasa, perubahan dan serah terima), tahap pasca konstruksi (operasional dan pemeliharaan). Opsi pemilihan jenis infrastuktur yang dapat, lebih banyak pada program dana desa dan pisew, dan paling sedikit pada program pamsimas dan sanimas. Jenis infrastruktur yang bisa di bangun oleh seluruh program adalah grup keairan dan grup pengelolaan limbah. Permasalahan-permasalahan dalam pelaksanaan program, antara lain : permasalahan tingkat masyarakat, permasalahan konsultan/fasilitator pendamping, permasalahan administrasi, permasalahan pelaksanaan pembangunan (waktu, mutu, biaya).
STUDY EKSPERIMEN PENGARUH CAMPURAN SIKA NN UNTUK MENINGKATKAN KUAT TEKAN BATA BETON RINGAN Agung, Arman; Septionendra, Fauzan
JURNAL TEKNIK SIPIL ITP Vol 6, No 1 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL (JTS) ITP
Publisher : Institut Teknologi Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produktifitas adalah hal yang perlu diketahui dalam pelaksanaan suatu proyek. Pelaksanaan proyek oleh kontraktor berhasil bila owner memperoleh pembangunan yang memuaskan dari segi waktu, biaya, dan mutu. Salah satu yang menentukan kesuksesan suatu proyek tersebut adalah produktifitas. Produktifitas khususnya pada penggunaan bahan material untuk pembuatan bata, dimana bata tersebut meliputi hasil yang dihasilkan untuk mencapai mutu yang baik pada suatu bangunan. Berkaitan dengan penelitian ini, penulis meneliti pada pembuatan bata beton ringan, dimana bata beton ringan tersebut ditambah dengan sika NN untuk mencapai kuat tekan tinggi. Dalam proses pembuatan bata beton ringan dibutuhkan material campuran guna meningkatkan hasil kuat tekannya. Salah satu alternatif yang dapat digunakan adalah dengan menanbahkan zat additif Sika NN. Pengujian bata beton ringan berdasarkan SNI 15-2094-2000 cara pengujian pada bata merah untuk pasangan dinding dan standar kuat tekan yang digunakan untuk bata beton ringan mengacu pada SNI 15-2094-2000. Material yang dipakai adalah pasir gunung yang berasal dari Lubuk Alung, semen PCC, air, dan zat additif Sika NN. Pada pembuatan benda uji ini haruslah dikeathui bagaimana sifat dari material yang akan dipakai. Setelah melakukan pengujian tentang karakteristik pasir gunung, dari pengujian pasir gunung yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa ada beberapa hasil pengujian material yang belum memenuhi standar yang ditentukan. Namun demikian adapun tujuan dari penelitian ini bukanlah dari itu, tetapi mengetahui pengaruh dari sika NN terhadap kuat tekan bata beton ringan. Proses pada penelitian ini setelah dilakukan pengujian dari sifat fisik pasir gunung, yaitu mengetahui kadar air, berat benda uji, dan kuat tekannya pada bata beton ringan yang menggunakan sika NN dengan variasi 5%, 15%, dan 25% dan tiap-tiap variasi memiliki 3 buah sampel dimana benda uji tersebut memiliki umur rencana yaitu 3, 14, 28 hari untuk mencapai kuat tekan yang akan dihasilkan. Pada proses kuat tekan ini dimana benda uji tesrsebut dibelah menjadi dua bagian dan disambung kembali atau dilengketkan dengan menggunakan mortar untuk pemberian spesi pada seperti bata ini digunakan pada dinding. Proses ini mengacu pada peraturan SK SNI 5-041989 F.KATA KUNCI : Bata Beton Ringan, Sika NN, Pasir Gunung dan Kuat Tekan
PENENTUAN LUASAN AREA INUNDASI TSUNAMI MENGGUNAKAN MODEL NUMERIK TUNAMI N3 DI DAERAH PARUPUK TABING, KOTA PADANG Meli Muchlian; Leli Honesti; Nazwar Djali
JURNAL TEKNIK SIPIL ITP Vol 5, No 2 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL (JTS) ITP
Publisher : LP2M ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Padang adalah daerah yang terletak di pesisir pantai barat Sumatera Barat. Daerah ini memiliki jumlah penduduk yang cukup padat dan sebagian besar tersebar di pesisir pantai. Parupuk Tabing adalah kecamatan di kota Padang yang berada di tepi pantai. Di daerah ini, sebagaian besar masyarakat pesisir pantai bekerja sebagai penangkap ikan. Daerah ini dahulunya juga mendapat dampak dari tsunami yang pernah menerjang pantai Sumatera Barat pada tahun 1797 dan 1833. Penelitian ini difokuskan untuk menentukan luasan area inundasi berdasarkan simulasi tsunami menggunakan program numerik TUNAMI N3 dengan sumber gempabumi blok Pagai dengan variasi magnitudo (Mw 8.0, 8.5, dan 9.0) pada variasi hiposenter gempa (10, 25 dan 35 km). Peta inundasi tsunami dibuat menggunakan ArcView GIS 3.3 dengan skala 1: 5.000. Waktu datang gelombang tsunami dengan tinggi gelombang maksimum dihasilkan dari pemodelan magnitudo Mw 9.0 dengan hiposenter 10 km yaitu 34 menit 40 sekon dengan tinggi maksimum gelombang tsunami 3.68 m. Hasil hitungan luasan inundasi terdata sejumlah 11 grid atau 80 % area Parupuk Tabing dalam model masih aman dari tsunami.Kata Kunci: Tsunami, TUNAMI N3, inundasi, Pagai
Studi Analisis Pemilihan Moda Transportasi Umum Darat di Kota Padang antara Kereta Api dan Bus Damri Bandara Internasional Minangkabau Wilton Wahab; Pruima Andika
JURNAL TEKNIK SIPIL ITP Vol 6, No 1 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL (JTS) ITP
Publisher : LP2M ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Padang merupakan ibukota Provinsi Sumatera Barat dan merupakan salah satu kota terpadat di pulau Sumatera. Kota Padang yang menyandang status sebagai ibukota provinsi wajib menyediakan berbagai sarana dan prasarana sebagai upaya untuk melayani kebutuhan masyarakatnya terutama di bidang transportasi. Beberapa moda transportasi umum yang berkembang di kota Padang diantaranya adalah Bus Damri dan Kereta Api yang melayani rute pusat kota menuju Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dan sebaliknya. Dalam penelitian ini penulis melakukan analisis terhadap alasan masyarakat dalam memilih moda transportasi antara Bus Damri dengan Kereta Api menuju Bandara BIM dan sebaliknya. Penelitian ini menggunakan teknik state preference dan analisis data menggunakan metode kolerasi pearson product momen (r). Dari hasil uji instrumen penelitian terhadap empat item pertanyaan (waktu tunggu, biaya perjalanan, waktu perjalanan, dan frekuensi perjalanan) dapat dinyatakan reliabel dan valid, karena nilai r hitung = 0,631 lebih besar dari nilai r tabel = 0,196. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengguna moda transportasi kereta api lebih cenderung menggunakan kereta api untuk melakukan perjalanan berdasarkan pertimbangan ongkos/biaya perjalanan. Sedangkan pengguna Bus Damri lebih cenderung menggunakan Bus Damri sebagai moda transportasi berdasarkan pertimbangan rute perjalanan.Kata kunci: moda transportasi umum, state preference, biaya perjalanan, waktu perjalanan
Identifikasi Urban Heat Island Kota Padang Menggunakan Teknik Pengindraan Jauh dan Sistem Informasi Geografis Fajrin Fajrin; Dwi Marsiska Driptufany
JURNAL TEKNIK SIPIL ITP Vol 6, No 1 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL (JTS) ITP
Publisher : LP2M ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Urban Heat Island (UHI) adalah sebuah fenomena lingkungan di mana suhu (misalnya bangunan, beton, aspal dan aktivitas industri) di daerah perkotaan secara signifikan lebih tinggi daripada di daerah pedesaan di dekatnya. Banyak bukti telah membuktikan bahwa itu dapat menyebabkan beberapa efek buruk bagi masyarakat, seperti peningkatan konsumsi energi. Suhu permukaan tanah (LST) diambil dari tiga perekaman data Landsat multitemporal untuk menganalisis pola spasial termal dan intensitas permukaan. UHI tidak dapat diketahui hanya melalui pemrosesan citra tanpa mengidentifikasinya dan analisa spasial melalui Sistem Informasi Geografis (SIG), proses penelitian ini ditandai dengan mengkonversi digital number pada citra satelit Landsat 7ETM+ dan Landsat 8 OLI/TIRS pada Band Thermal untuk menghasilkan LST, proses selanjutnya dilakukan di lingkungan perangkat lunak SIG untuk memperoleh sebaran UHI. Hasil analisa sebaran suhu permukaan daratan (LST) menunjukkan bahwa suhu maksimum kota padang tahun 2007 hingga 2013, terjadi kenaikan nilai suhu maksimum daratan kota padang sebesar 3.840C. Sedangkan untuk tahun 2013 hingga 2017 terjadi kenaikan suhu permukaan daratan 1.570C. Sementara itu untuk sebaran UHI kota padang pada periode pengamatan mengalami peningkatan yang signifikan, terdistribusi hampir keseluruh wilayah pinggiran kota dengan luas awal tahun 2007 yakni 31, 37 Ha menjadi 8.754,60 Ha pada tahun 2017.Kata kunci: Landsat, LST, UHI
Pengaruh Campuran Abu Limbah Kertas dan Semen terhadap Sifat-Sifat Tanah Lempung Herman Herman; Amalia A; Jefrinaldo A.S
JURNAL TEKNIK SIPIL ITP Vol 6, No 2 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL (JTS) ITP
Publisher : LP2M ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abu limbah kertas atau semen, masing-masing dicampur dengan tanah, dapat memperbaiki sifat-sifat fisis dan sifat mekanis tanah lempung. Pemakaian semen dengan persentase yang cukup besar terhadap tanah, akan meningkatkan biaya pelaksanaan secara signifikan, hal itu disebabkan karena harga semen yang relative mahal. Untuk itu diadakanlah upaya untuk mengganti sebahagian semen dengan bahan limbah dalam memperbaiki sifat-sifat tanah lempung. Upaya yang dilakukan adalah melakukan penelitian dengan menetapkan pemakaian 5% semen, kekurangan semen digantikan dengan abu limbah kertas. Penambahan abu kertas divariasikan, mulai dari 5%, 10% dan 15%, persentase ditetapkan terhadap berat kering tanah. Pengujian dilakukan adalah uji sifat fisis dan uji sifat mekanis tanah, baik tanah asli maupun tanah yang telah dicampur dengan 5% semen ditambah beberapa variasi persentase abu limbah kertas. Hasil penelitian menunjukan bahwa keberadaan 5% semen ditambah berbagai variasi persentase abu limbah kertas terhadap tanah, dapat memperbaiki sifat-sifat fisis tanah, yaitu dengan meningkatnya nilai batas plastis (PL), batas susut (SL) dan menurunnya nilai batas cair (LL) dan indeks plastisitas (PI). Sifat-sifat mekanis tanah juga mengalami perbaikan yaitu dengan menurunnya nilai-nilai pengembangan dan tekanan pengembangan, sedangkan nilai pemadatan dan kuat tekan bebas mengalami peningkatan pada 5% semen + 5% abu limbah kertas pada tanah, peningkatan persentase abu selanjutnya nilai-nilai ini cenderung menurun.Kata kunci: signifikan, limbah, persentase, variasi
ANALISIS KINERJA RUAS JALAN AKIBAT ON – STREET PARKING SYSTEM PASCA PEMASANGAN ALAT METER PARKIR (STUDI KASUS RUAS JALAN PERMINDO KOTA PADANG) Angelalia Roza; Quinoza Guvil; Redho Budiman Birman
JURNAL TEKNIK SIPIL ITP Vol 5, No 2 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL (JTS) ITP
Publisher : LP2M ITP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan permindo saat ini telah memberikan ruang bagi pedestrian untuk beraktivitas dalam kategori nyaman (Suri, 2018). Namun adanya aktivitas on street parking dan PKL di badan jalan yang kurang tertib membuat image kawasan tersebut belum ideal (Wahyudi, 2016; Agusmanto, 2017). Aktivitas tersebut seringkali menimbulkan gangguan arus terutama pada jam puncak, sehingga memberi dampak negatif terhadap kinerja ruas jalan Permindo. Sebetulnya Pemerintah Kota Padang telah melakukan upaya manajemen parkir yang perlu diapresiasi, salah satunya dengan Parking Meter System, tapi dilaporkan belum sukses. Perlu dikaji ulang formulasi kebijakan on street parking yang sesuai untuk kawasan ini. Diamati dari hasil analisis (C= 1155,805 smp/jam) pasca diberlakukannya alat parkir meter di kawasan Permindo, kondisi pelayanan cukup baik dengan ciri kendaraan berjalan lancar namun terdapat hambatan lalu lintas yang sudah lebih mengganggu (DS=0.83). Namun seiring peningkatan volume akibat laju pertumbuhan kendaraan, maka pelayanan di ruas jalan ini berpotensi menurun, apabila tidak segera diantisipasi dengan kebijakan parkir yang tepat. Penelitian ini bermaksud memberi pandangan terkait dua alternatif kebijakan: pengalihan on street parking dan pengendalian on street parking yang mungkin diterapkan di kawasan ini. Skenario pengalihan on street parking menjadi off street parking tersebut, diduga meningkatkan lebar efektif jalan (dari ±6 meter menjadi ±12 meter), meningkatkan kapasitas (dari C= 1155,805 menjadi C=1356,82 smp/jam) dan mampu mereduksi nilai derajat kejenuhan (dari DS=0.83 menjadi DS=0,71) sehingga masuk dalam kategori kondisi pelayanan baik yang memiliki ciri arus lancar dan sedikit hambatan. Namun alternatif pengalihan on street parking ini tidak disukai responden yang terlihat dari hasil analisis deskriptif terhadap respon pengguna. Skenario pengalihan on street parking menjadi off street parking tersebut kemudian di cross check menggunakan teknik statistik inferensial dengan cara mengukur tingkat kenyamanan pengguna melalui analisis persepsi. Data persepsi dikumpulkan dengan teknik paper based survey terhadap 100 responden (PKL dan Pengguna Parkir). Hasil analisis persepsi menunjukkan bahwa tingkat kenyamanan ruas jalan Permindo masih berada pada level “cukup nyaman”. Terbukti melalu Uji validitas terhadap tiap butir pertanyaan dengan Uji t (t hitung t tabel = 1,6605), yang memenuhi kriteria “valid”. Dan Uji reabilitas instrumen dengan Korelasi Pearson Product Moment dan Cronbach Alpha (  r tabel  = 0,196), yang memenuhi kriteria “reliable”. Dalam hal ini on street parking belum dirasa sangat mengganggu dari sudut pandang responden. Maka berdasarkan hasil kajian, apabila on street parkir di kawasan ini masih tetap dipertahankan, perlu dilakukan pengendalian on street parking melalui optimalisasi penerapan alat meter parkir diiringi kebijakan pembatasan parkir dan manajemen tarif. Terkait perumusan kebijakan tarif,  alternatif  1  (Rp. 3.500 untuk 1 jam pertama dan Rp. 1.000 untuk jam berikutnya) direkomendasikan untuk kendaraan roda dua, dan alternatif 2 (Rp. 3.500 untuk 1 jam pertama dan Rp. 1.000 untuk jam berikutnya) direkomendasikan untuk kendaraan roda empat. 

Page 2 of 10 | Total Record : 93