cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Psikologika : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi
ISSN : 14101289     EISSN : 25796518     DOI : -
Core Subject : Education,
Psikologika - Journal of Discourse and Research on Psychology, publishes research and innovative ideas on psychology. Psikologika is published by Department of Psychology, Islamic University of Indonesia. Psikologikan coverage the fields on clinical psychology, educational psychology, developmental psychology, industrial and organizational psychology, social psychology, islamic psychology, and psychological testing. Psychology is published 2 times a year in January and July.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 11 No. 21 (2006)" : 6 Documents clear
Keraguan Kepada Tuhan pada Remaja Muhammad Idrus
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 21 (2006)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol11.iss21.art3

Abstract

This article is an effort to describe the  from childhood to adolescence. The Fowler’s theory  of faith development  is used as reference. The focus of this article is to answer the question of how children who already developed (learned from child) can later on show doubt in their religion. The failure to overcome the life crisis and social influence is believed to be the important of emergence of  the religious doubts. Keywords: Religious doubt, faith development, adolescence
Kematangan Karir Siswa SMA H.R. Partino
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 21 (2006)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol11.iss21.art4

Abstract

This research was aimed to verify a model of career maturity on High School students. The model suggests that career maturity is affected by many factors, i.e. counseling service, perception of study majoring, life history, self-efficacy and academic achievement. Research subjects consisted of 616 SMA students. Data was collected using career maturity inventory, psychological scale, and questionnaire methods. These instrumens had been adapted to Indonesia and their reliability and validity had been reestablished. Structural equation model was developed to analyze career maturity determinant factors. Outcomes of the analysis were used to verify the career maturity model and to find out direct, indirect and total effects. The research results showed that the theoretical model of career maturity is supported by empirical data, namely the eight category of measurement. Specifically, the research results are: 1) counselling service, perception of study majoring and life history had  a significant effect on self-efficacy; 2) counselling service,  perception of study majoring and life history had  a significant effect on academic achievement; and 3) self-efficacy had a significant effect on academic achievement.Key words:  career maturity, counseling services, perception of study majoring, life history, self-efficacy, and academic achievement.
Motif Sosial dan Kebermaknaan Hidup Remaja Pagaralam Neneng Anggriany
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 21 (2006)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol11.iss21.art5

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motif sosial terhadap kebermaknaan hidup remaja Pagaralam, Sumatra Selatan.Subjek penelitian berjumlah 171 orang, berusia 15-18 tahun dan tinggal di kota Pagaralam. Menggunakan tehnik purposive sampling. Alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah, skala motif sosial dan skala kebermaknaan hidup. Data yang terkumpul dianalisis dengan analisis regresi. hasil penelitian menunjukkan (1) terdapat hubungan yang signifikan antara motif berprestasi, motif berafiliasi, motif berkuasa dengan kebermaknaan hidup pada remaja Pagaralam (F= 29, 983 p < 0,00 R= 0,592 and R²= 0,350), (2) Sumbangan prediktor motif berprestasi, motif berafiliasi, motif berkuasa sebesar 35%, (3) motif berprestasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kebermaknaan hidup (B = 1,727 p < 0,000), (4) motif berafiliasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kebermaknaan hidup (B = 0,786 p < 0,000), (5) motif berkuasa memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap kebermaknaan hidup (B = -0,495 p < 0,000)Kata Kunci: motif sosial, motif berprestasi, motif berafiliasi, motif berkuasa, kebermaknaan hidup.
Konsep Anak tentang Tuhan Subandi Subandi
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 21 (2006)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol11.iss21.art2

Abstract

Para ahli psikologi agama pada umumnya berpendapat bahwa dalam diri manusia terdapat naluri keberagamaan (religious instinct), yaitu potensi yang secara alamiah membawa manusia dalam kehidupan beragama. Hal senada diungkapkan ahli psikologi Islami bahwa manusia dilahirkan dalam keadaan fitrah di mana secara alamiah anak mempercayai keberadaan Tuhan. Perkembangan potensi ini sangat dipengaruhi oleh rangsangan kognitif tentang Tuhan.Tulisan ini berusaha mengkaji  kehidupan beragama pada  masa kanak-kanak secara umum dan khususnya konsep anak tentang Tuhan menurut beberapa ahli, di antaranya menurut Harms, Goldman, dan Deconchy. Poin terpenting yang dapat diungkapkan tulisan ini adalah konsep tentang Tuhan yang abstrak bagi anak-anak, awalnya dipahami secara kongkrit. Searah dengan rangsangan atau pengajaran yang diterimanya, anak-anak menunjukkan kemampuannya berpikir abstrak atau operasional formal tentang Tuhan.Kata Kunci: Konsep Tuhan, Anak
Konsep Tuhan pada Anak Usia Akhir Operasional Konkret Duma Rachmat Artanto
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 21 (2006)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol11.iss21.art1

Abstract

Persepsi dan konsep keagamaan terbentuk bukan hanya melalui proses  transformasi gagasan, namun oleh banyak faktor lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep Tuhan, karakteristiknya, faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pembentukan, dan dinamika psikologis, pada anak usia akhir operasional konkret tahapan kognitif Jean Piaget. Data penelitian diperoleh dengan wawancara mendalam terhadap 2 orang anak usia 10-11 tahun, Muslim, mendapatkan izin dari orangtua, mudah untuk diajak berkomunikasi, dan tinggal di Yogyakarta. Selain itu, pengambilan data juga dilakukan terhadap kedua orangtua (ayah-ibu) dan guru agama di sekolah. Data kemudian dianalisis dengan menggunakan metode kualitatif. Penelitian ini berhasil mengidentifikasikan konsep Tuhan pada periode ini adalah sebagai berikut: Tuhan adalah Pencipta dari segala sesuatu di dunia ini; Tuhan dapat membuat apa saja yang diinginkan-Nya; manusia dapat berhubungan dengan Tuhan dengan menggunakan doa. Karakteristik konsep Tuhan pada periode ini adalah (1) doktrin, (2) miskin orisinalitas gagasan, (3) gagasan Tuhan berkembang dari Tuhan yang personal ke Tuhan yang impersonal, (4) Tuhan itu baik, (5) hubungan dengan Tuhan hanya dapat dilakukan dengan berdoa, (6) dua jenis hubungan antara Tuhan-manusia: hubungan transaksional dan hubungan pengajaran dengan menggunakan konsekuensi, (7) berkembangkannya rasa bersalah sebagai penanda berkembangnya hati nurani.Kata kunci : konsep Tuhan, gagasan, transformasi gagasan
Tiga Jenis Kecerdasan dan Agresivitas Mahasiswa Rahmat Aziz; Retno Mangestuti
Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 21 (2006)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/psikologika.vol11.iss21.art6

Abstract

This research aimed to find out the relation between three kinds of intelligences (intellectual, emotional, and spiritual intelligence) and aggression. The proposed hypothesis is that there is a negative correlation between three kinds of intelligences and level of aggression in college students. Population of this reasearch are student of Islamic State University of Malang from varied discipline such as Faculty of Tarbiyah, Faculty of Humaniora, Faculty of Science and Technology, Faculty of Psychology, Faculty of Economic and Faculty of Syariah. Subject were 304 students. Data were collected using Aggression Scale, Emotional Intelligence Scale, Spiritual Intelligence Scale, and SPM (Standard Progressive Matrices) as an instrument to measure intellectual intelligence. Data analyzed by regression analysis technique. The more intelligence student, the less aggressive he/she is. The research also find that the three kind of intelligences have 32,5% portion on aggression.Keywords: intellectual intelligence, emotional intelligence, spiritual intelligence, aggression

Page 1 of 1 | Total Record : 6