cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Teknika
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue " Vol 10, No 2 (2009)" : 8 Documents clear
Simulasi Coverage Pada Wireless Sensor Network Dengan Menggunakan Algoritma Genetika Pareto Umi Fitria P, ; Tri Budi Santoso, ; Prima Kristalina,
Teknika Vol 10, No 2 (2009)
Publisher : Teknika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wireless Sensor Network (WSN) adalah suatu jaringan wireless yang tediri dari beberapa sensor node yang saling berkomunikasi dan bekerja sama untuk mengumpulkan data- data dari lingkungan sekitar. Salah satu masalah yang dihadapi dalam merancang suatu sistem WSN ini adalah masalah coverage area. Pada paper ini akan disajikan suatu simulasi coverage area suatu WSN dengan menggunakan metode algoritma genetika yang dikombinasikan dengan pareto. Dengan menggunakan metode ini, akan diobservasi bagaimana kinerja coverage area suatu WSN pada suatu service area, dengan jumlah sensor yang terbatas harus dapat mengcover area secara optimum dan tentunya dengan biaya yang minimal. Hasil dari paper ini adalah bahwa  suatu algoritma genetika sudah mampu menunjukkan kinerja pencapaian coverage terbaik dari keempat individu sebesar 92.69 % dengan biaya sebesar $ 3150. Wireless Sensor Network (WSN) was a wireless network consisting of several sensor nodes that communicate with each other and work together to collect data from neighborhood. One of the problems encountered in designing a WSN system is the problem of coverage area. In this paper will be presented a simulation of the coverage area of a WSN by using the method genetic algorithms combined with the pareto. Using this method, will be observed how the performance of coverage area an WSN in a service area, with a limited number of sensors must be able cover the area optimally and certainly with a a minimal cost.The result of this paper was a genetic algorithm has been able to demonstrate achievement of the performance of the best coverage from the four individuals of 92.69% at a cost of $ 3150.
Sistem Pengaman Motor Induksi 3 Phasa Terhadap Gangguan Unbalance Voltage Dan Overload Indhana Sudiharto,
Teknika Vol 10, No 2 (2009)
Publisher : Teknika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motor induksi 3 phasa merupakan jenis motor yang paling sering digunakan pada proses produksi di industri. Hal ini dikarenakan motor induksi memiliki beberapa keuntungan yang tidak dimiliki oleh motor DC, tetapi motor induksi 3 phasa sering mengalami terjadi gangguan Unbalance Voltage dan Overload. Gangguan tersebut mempunyai dampak yang sangat berbahaya bila dibiarkan berlarut-larut,  karena arus yang mengalir sangat besar sehingga meningkatkan suhu dan dapat mengakibatkan motor induksi 3 phasa terbakar.Untuk mengatasi gangguan, maka diperlukan suatu sistem yang dapat mengamankan dari Unbalance Voltage sesuai standar ANSI Std C84.1–1989 dan Overload sesuai standar name plate Overcurrent Protection Relay CKR Series. Sistem pengaman bekerja dengan membandingkan nilai setting dan parameter tegangan serta arus yang disensor dari motor induksi 3 phasa sebagai beban. Dari pengujian sistem pengaman Unbalance Voltage dan Overload yang bekerja dengan membandingkan nilai setting  antara arus 1.5 Ampere sampai 5 Ampere maka didapatkan prosentase error rata-rata 3.44 % untuk waktu trip kontaktor pada pengaman Overload dan tegangan antara 360 Volt sampai 380 Volt dengan prosentase Unbalance Voltage antara 0 % sampai 10.95 % pada pengaman Unbalance Voltage. The 3 phase induction motor is a motor type most often used in production processes in industry. This is because the induction motor has several advantages that are not owned by a DC motor, but often also occur among other disturbance Unbalance Voltage and Overload in the 3 phase induction motor. The disturbance has a very harmful impact if allowed to drag on due to a very large current flow there by increasing the temperature and can lead to 3 phase induction motor burn. To overcome the interference, we need a system that can secure from Unbalance Voltage according to the standard ANSI Std C84.1-1989 and Overload Protection Relay Over current with name plate CKR Series. The security system works by comparing the value set point and voltage and current parameters of the outtakes from the 3 phase induction motor as load. From testing the security system Unbalance Voltage and Overload that works by comparing the current value of set point between 1.5 Ampere to 5 Amperes then obtained an average percentage error 3.44 % for the time trip on security contactors Overload and voltage between 360 Volts to 380 Volts with a percentage Unbalance Voltage between 0 % to 10.95 % in Unbalance Voltage safety.
Rekayasa Traction Control System Mobil Berpenggerak Roda Depan Dengan Model Predictive Control Moh. Syariffuddien Zuhrie,
Teknika Vol 10, No 2 (2009)
Publisher : Teknika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam hal untuk memperbaiki kestabilan dan mampu kendali mobil sudah dilakukan dengan menambahkan sistem kontrol pengereman (Antilock Breaking System), Traction Control System dengan kendali pembukaan katup Throttle dan pengaruh pengereman. Traction Control System pada mobil penggerak roda depan dengan menggunakan Model Predictive Control akan dibahas pada penelitian ini. Pada prinsipnya sistem kendali pengereman dan Traction Control System ini berpengangan pada slip ratio   setting point pada kondisi pengereman maupun percepatan optimum.Penelitian ini akan menjelaskan analisa kestabilan Traction Control System mobil berpenggerak roda depan dengan Model Predictive Control dengan menggunakan program bantu Matlab. Untuk proses simulasi dibuat model dinamik Traction Control System secara lengkap dengan masukan Throttle Angle dan Brake Torque, serta keluaran kecepatan mobil (roda belakang), kecepatan roda depan dan slip. Breaking Control System or Antilock Breaking System fixes stability and steer ability of the vehicle and so is Traction Control System with throttle degree control and breaking system. Traction Control System on front wheel drive of vehicle with Model Predictive Control will be discussing on this research. Breaking Control System and Traction Control System used slip ratio   setting point in order to reach breaking condition and optimal speed.This research will explain about analysis of Traction Control System on front wheel drive of vehicle with Model Predictive Control, and it uses computer program such as Simulink of Matlab to simulate. This simulation made of Traction Control System dynamic model with throttle angle and brake torque as input, also vehicle speed, wheel speed and slip as output.    This analysis of vehicle stability will be focus on spin wheel to decrease some slip. Front wheel velocity will be comparing with vehicle speed, to be figuring some slip of vehicle.Model Predictive Control design, which is use in this research make vehicle speed of 42   reach settling time  =75 seconds. It was the fastest time of 50 seconds to cut slip ratio compare to others controllers.      
Dampak Kerusakan Vacuum Advancer Terhadap Konsumsi Bahan Bakar Pada Toyota 4K Mochamad Yadi,
Teknika Vol 10, No 2 (2009)
Publisher : Teknika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerusakan vacuum advancer pada mobil bensin konvensional; jarang diperhatikan oleh pemiliknya.  Penelitian ini bertujuan untuk menentukan: Sejauh mana pengaruh kerusakan vacuum advancer terhadap konsumsi bahan bakar, pada putaran idle, sedang dan tinggi.Populasi penelitian ini adalah vacuum advancer  yang dipakai pada segala macam motor bensin. Sedangkan sampel penelitian ini adalah vacuum advancer yang dipakai pada motor bensin merek Toyota 4K. Rancangan penelitian menggunakan rancangan factorial 2 x 3. Teknik analisis data dengan uji – t dan anova satu arah.Hasil penelitian menunjukkan bahwa;  1) harga to > ttabel  ada perbedaan jumlah pemakaian bahan bakar pada putaran idle, sedang, maupun tinggi pada mobil Toyota 4 K baik yang vacuum advancernya bekerja baik maupun yang rusak; 2) hasil uji perbedaan  pemakaian bahan bakar pada motor bensin Toyota 4K yang menggunakan vacuum advancer yang bekerja baik Fo =  1510,9 > ttabel  = 3,23 ini menjelaskan bahwa makin naik putaran mesin makin banyak bahan bakar yang dikonsumsi pada mobil yang vacuum advacernya baik. Demikian juga pada mobil yang vacuum advacernya rusak makin naik putarannya makin banyak bahan bakar yang dikonsumsi Fo =  2.104 > ttabel  = 3,23; 3) dari hasil uji perbedaan pemakaian bahan bakar pada motor bensin merek Toyota type 4K pada mobil yang vacuum advacernya bekerja baik dibanding dengan mobil yang rusak vacuum advacernya  didapat Fo =  12,35 > ttabel  = 4 ini menjelaskan bahwa pada yang rusak vacuum advacernya  lebih banyak dibanding  dengan mobil yang vacuum advacernya  bekerja baik atau bekerja normal. Hal ini disebabkan karena waktu pembakaran yang disediakan pada mobil yang rusak vacuum advacernya  tidak cukup sempurna untuk pembakaran bahan bakar. Sehingga untuk mencapaio putaran yang sama lebih banyak dibutuhkan bahan bakar. Advancer vacuum damage on conventional gasoline cars; rarely noticed by owners. This research aims to determine: The extent to which the influence of vacuum Advancer damage to the fuel consumption, at idle round, medium and high.The research population was vacuum Advancer used on all kinds of motor gasoline. While the research sample was vacuum Advancer used in motor gasoline brand of Toyota 4K. The research design using 2 x 3 factorial design. Data analysis techniques to the test - t and one-way ANOVA.The results showed that: 1) the price to > TTable no difference in the amount of fuel use idle round, medium, or high on a Toyota 4 K vacuum advancernya either good or defective work, 2) test results of differences in fuel use in motor Toyota 4K gasoline that uses a vacuum that works well Advancer Fo = 1510.9 > TTable = 3.23 explains that the rising rev the engine the more fuel consumed in a vacuum advacernya good car. Similarly in a vacuum advacernya damaged cars rising rotation the more fuel consumed > TTable Fo = 2104 = 3.23; 3) of the test results of differences in fuel use in motor gasoline Toyota brand type vacuum 4K on the car that works well advacernya compared with the damaged car vacuum advacernya obtained Fo = 12.35 > TTable = 4 explains that in the broken vacuum advacernya more than a vacuum advacernya cars work better and work normally. This is because the burning time is provided on the damaged car vacuum advacernya not perfect enough to fuel combustion. So for the same rotation mencapaio more fuel is needed.
Pengaruh Penggunaan Kulit Kerang Pada Campuran Paving Stone Terhadap Kualitasnya Suprapto,
Teknika Vol 10, No 2 (2009)
Publisher : Teknika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paving stone merupakan bagian dari bahan bangunan yang berfungsi sebagai perkerasan jalan, sebagai pengganti rabat beton, bahkan juga dipakai sebagai pengganti aspal. Keuntungan menggunakan paving stone adalah mudah pemasangannya dan tidak memerlukan bahan perekat, serta relatif lebih murah dibandingkan dengan bahan yang lain. Selain itu pemeliharaannya lebih mudah dan murah. Di sisi lain, ketersediaan bahan baku paving semakin lama semakin berkurang atau semakin terbatas. Untuk itu harus dicari bahan alternatif untuk mengurangi atau menggantikan pemanfaatan pasir sebagai bahan pokok. Alternatif yang diambil diantaranya pemanfaatan kulit kerang. Alasannya adalah cekungan pada bagian dalam kulit kerang mampu menangkap adonan pasir dan semen, sehingga dimungkinkan dapat memperkuat paving, dan cangkang pada bagian luar kulit kerang mempunyai tekstur bergelombang yang kecil-kecil, ini sangat membantu dalam proses pengerasan dan pengikatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penambahan kulit kerang pada campuran paving sampai 2,5 bagian dari bahan pengisi campuran paving dapat meningkatkan berat paving yang dihasilkan, tetapi penambahan lebih dari 2,5 bagian dari bahan pengisi campuran paving beratnya lebih kecil dibanding tanpa kulit kerang. Penambahan kulit kerang sampai 3 bagian dari bahan pengisi campuran paving dapat meningkatkan kuat tekan paving yang dihasilkan, tetapi penambahan lebih dari 3 bagian dari bahan pengisi campuran paving kuat tekannya lebih kecil dibanding tanpa kulit kerang. Ada hubungan yang signifikan antara berat dan kuat tekan, semakin berat paving yang dihasilkan, semakin besar kuat tekannya dan sebaliknya. Paving stone is part of functioning infrastruction material as street concreting, in the place of concrete rebate, even also is used in the place of asphalt. Advantage applies paving stone is the erection easy to and doesnt require cementing agent, and relative cheaper is compared to other material. Besides the keeping is easier and cheap. On the other side, availability of feedstock paving longer on the wane or increasingly limited. For the purpose must be searched material alternative of lessen or replaces exploiting of sand as component of fundamental. Alternative taken between of scallop-shell exploiting. The reason is basin at scallop-shell interior can catch sand dough and cements, causing is enabled able to strengthen paving, and shell at scallop-shell exterior has surging texture the small ones, this hardly assists in process of hardening and locking. Result of research indicates that addition scallop-shell to mixture paving to 2,5 part of mixture filler paving can increase weight paving yielded, but addition more than 2,5 part of mixture filler paving smaller. compared to without scallop-shell. Addition of scallop-shell until 3 part of mixture filler paving can increase compressive strength paving yielded, but addition more than 3 part of mixture filler paving the compressive strength is smaller compared to without scallop-shell. There is connection significan between weights and compressive strength, increasingly weight paving yielded, ever greater of the compressive strength is and conversely.
Efektifitas Perbandingan Antara Campuran Kapur Dan Fly Ash Terhadap Pengaruh Kuat Tekan Bebas Tanah Lempung Kembang Susut Machfud Ridwan,
Teknika Vol 10, No 2 (2009)
Publisher : Teknika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah lempung kembang susut tergolong tanah jelek dan akan menimbulkan dampak yang kurang baik  apabila tanah tersebut digunakan langsung untuk suatu konstruksi bangunan.  Untuk itu tanah tersebut perlu dilakukan perbaikan yaitu dengan stabilisasi tanah. Dalam penelitian ini dilakukan stabilisasi tanah lempung kembang susut dengan Fly Ash dan Kapur.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui manakah yang lebih efektif antara Fly Ash dan Kapur apabila digunakan sebagai stabilisasi tanah lempung kembang-susut.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang dilakukan di Laboratorium Mekanika Tanah Jurusan Teknik Sipil FT- UESA. Dalam penelitian ini dilakukan 3 jenis test, yaitu test Atterberg Limit, Proctor Standart dan tes Kuat Tekan Bebas. Sedangkan Jenis Campuran ada 2 macam, yaitu tanah dengan campuran Fly Ash; dan tanah dengan campuran Kapur. Persentase campuran diberikan pada masing-masing tanah adalah 0 %, 5 %, 10 %, 15 % dan 20 %. Sehingga keseluruhan benda uji ada 9 buah.Hasil yang didapat dari penelitian ini penambahan Fly Ash  lebih efektif digunakan sebagai bahan stabilisasi pada tanah lempung kembang-susut  dibandingkan dengan penambahan Kapur. Penambahan Fly Ash sebesar 20 % pada tanah lempung kembang susut  dapat menyebabkan harga Kuat Tekan Bebas  meningkat  sebesar 52,35 %. Sedangkan penambahan Kapur 20 % pada tanah lempung kembang susut  menyebabkan harga Kuat Tekan Bebas  meningkat  sebesar 34,75 %. The swell-shrink of Clay classified as bad soil and will result in a less well if the land was used directly for a building construction. For that land needs to be done is by stabilizing the soil improvements. In this study the stabilization of swell-shrink of Clay with Fly Ash and Lime.The purpose of this study to find out what is more effective between Fly Ash and Lime when used as a stabilizing swell-shrink of Clay.This study is a research experiment conducted at the Soil Mechanics Laboratory Civil Engineering Department FT-UESA. In this study three types of tests, is Atterberg Limit test, Standard Proctor Test, and Unconfined Test. While there are 2 kinds of mixture type, that is the soil with a mixture of Fly Ash, and the soil with lime mixture. The percentage of the mixture given to each of the ground is 0%, 5%, 10%, 15% and 20%. So overall there are 9 pieces of test objects.The results of this study the addition of Fly Ash is more effectively used as a stabilization compared with the addition of lime. Addition of Fly Ash by 20% in swell-shrink of Clay can cause to increase by value of Unconfined Compression Strength in in the amount of 52.35%. While the addition of lime 20% on swell-shrink of Clay causes to increase by value of Unconfined Compression Strength in in the amount of 34.75%.
Efektifitas Perbandingan Antara Campuran Kapur Dan Fly Ash Terhadap Pengaruh Kuat Tekan Bebas Tanah Lempung Kembang Susut Nur Andajani,
Teknika Vol 10, No 2 (2009)
Publisher : Teknika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada umumnya Tanah ekspansif  mempunyai ciri-ciri kembang-susut yang besar, tanah akan mengembang  pada saat musim penghujan dan menyusut pada saat musim kemarau.  Besar pengembangan dan penyusutan tanah tersebut biasanya tidak merata dari satu titik ke titik yang lain. , sehingga hal  ini menyebabkan terjadi  perbedaan ketinggian dari permukaan yang semula rata menjadi tidak rata. Hal semacam inilah yang banyak menimbulkan kerusakan bagi struktur bangunan yang berada di atasnya. Salah satu upaya mengatasi hal ini dengan perbaikan/stabilisasi tanah menggunakan fly ash. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penambahan fly ash terhadap Potential Swelling pada tanah ekspansif.   Penelitian ini merupakan penelitian riset yang dilakukan di laboratorium.Variasi kandungan Fly Ash  yang digunakan adalah : 0%, 5%, 10%, 15%, 20% dan 25%. Metodologi yang dilakukan pada penelitian ini yaitu dengan melakukan tes sifat fisik tanah,  tes pemadatan proctor standart dan tes pengembangan tanah (swelling).Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa adanya penambahan 25% Fly Ash  dapat memperkecil Indeks Plastisitas pada tanah ekspansif sebesar 28,41%. Penambahan 25% fly ash dapat menurunkan Indek Plastisitas tanah ekspansif (IP) sebesar 46,03%. Penambahan fly ash sebesar 25 % efektif  dapat menurunkan Swelling Potensial pada tanah ekspansif.sebesar 82,61%. Klasifikasi swelling tanah ekspansif asli tergolong dalam Swelling Potential Tinggi, setelah diberi tambahan 25% Fly Ash klasifikasi swellingnya tergolong sedang In general, the expansive soil  discrete-shrinkage-swell of large, the soil will swell during the rainy season and shrink during the dry season. The swell and shrink Large are usually uneven ground from one point to another, So this causes the difference of altitude of the originally flat surface becomes uneven. This sort of thing is what a lot of damage to building structures that are in it. One effort to overcome this by improving / soil stabilization using fly ash. The purpose of this study to determine how much influence the addition of fly ash on Swelling Potential on expansive soil.This study is a research study conducted in laboratorium.Variasi content of Fly Ash used were: 0%, 5%, 10%, 15%, 20% and 25%. The methodology undertaken in this study is to test the physical properties of soil, standard Proctor compaction tests and soil development test (swelling).The study conducted showed that the addition of 25% Fly Ash can minimize Plasticity Index on expansive soil of 28.41%. The addition of 25% fly ash can reduce the expansive soil plasticity index (IP) of 46.03%. The addition of fly ash by 25% can effectively reduce the ground ekspansif.sebesar Swelling Potential 82.61%. Classification of expansive soil swelling Swelling native classified in the High Potential, after being given an additional 25% Fly Ash classification are classified swellingnya.
Evaluasi Tingkat Kebenaran Toponimi Pada Kelurahan Semolowaru Terhadap Peta Surabaya Karya Enrique Satriana Fitri M S,
Teknika Vol 10, No 2 (2009)
Publisher : Teknika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peta adalah gambaran unsur-unsur atau kenampakan-kenampakan abstrak,yang dipilih dari permukaan bumi,atau yang yang ada kaitannya dengan permukaan bumi atau benda-benda angkasa,dan umumnya digambarkan pada suatu bidang datar dan diperkecil atau diskalakan, serta ditambah tulisan sebagai pengenal. Sebuah peta dapat menyajikan informasi yang diungkapkan melalui bentuk simbol dan tulisan. Peta merupakan suatu sumber informasi yang sangat dibutuhkan keberadaannya bagi setiap orang. Sehingga, dengan adanya peta seharusnya orang atau masyarakat menjadi mengerti atau lebih mengerti dari sebelum mendapat peta.Peta memiliki banyak ragam baik berdasarkan macam, isi, skala maupun penggunaannya. Untuk mengetahui kebenaran toponimi peta Surabaya karya Enrique, maka dilakukan evaluasi terhadap peta Surabaya dengan peta Topografi buatan Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal). Dan untuk mengevaluasi kebenaran toponimi nya dilakukan dengan metode Ground truth. Setelah dianalisa didapat bahwa kebenaran toponimi peta Surabaya karya Enrique sebesar ±64,08%. Map is a picture of elements or abstraction phenomena, that is selected from earth surface, or existing of its bearing with the surface of earth or space object, and generally are depicted at one particular flat and to minimized or to scaled and also added by article as identification. A map can present the information which is laid open by form of symbol and article. Map represent are very required for information source its existence for every people. So that, with the existence of people map ought to or society become to understand or more understanding from before getting map.Map is own a lot of good manner pursuant to kinds of content, scale, and its use. To know the truth of toppponimy of map of Surabaya by Enrique, is hence evaluation to this Surabaya map with the topography map made by Survey and National Mapping Board (Bakosurtanal). And to evaluate the truth toponimy conducted with the method of Ground Truth (checking directly to field). While after analysed to be got that truth of toponimy of Surabaya map masterpiece of Enrique equal to ±64,08%.

Page 1 of 1 | Total Record : 8