cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Pendidikan Geografi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4 Documents
Search results for , issue " Vol 6, No 12 (2007)" : 4 Documents clear
PENJABARAN KONSEP-KONSEP DALAM KAJIAN GEOGRAFI Lucianus Sudaryono,
Pendidikan Geografi Vol 6, No 12 (2007)
Publisher : Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Tujuan pengajaran geografi adalah mengembangkan kemampuan berpikir geografis, untuk dapat melihat dan memahami interaksi dan interrelasi keruangan dari gejala-gejala fisikal maupun sosial, serta memiliki pengetahuan dan ketrampilan teknologi di bidang geografi, untuk diterapkan dalam kegiatan produksi dan pelayanan kepada masyarakat. Tujuan tersebut tentu tidak akan pernah tercapai tanpa adanya pemahaman terhadap geografi secara benar.Pemahaman terhadap geografi itu sering terganggu karena kurangnya penjabaran terhadap konsep-konsep dalam kajian geografi. Melalui penjabaran secara kontekstual dan operasional terhadap setiap konsep yang dikemukakan, maka pemahaman tentang geografi dapat dicapai seperti yang diharapkan. Tulisan ini bermaksud mengemukakan pentingnya penjabaran setiap konsep dalam kajian geografi, mencakup konsep-konsep yang perlu dijabarkan dan cara-cara penjabarannya
IMPLEMENTASI TEKNIK-TEKNIK PENILAIAN BERBASIS KELAS Mochamad Enoh,
Pendidikan Geografi Vol 6, No 12 (2007)
Publisher : Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penilaian didalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang selanjutnya disebut KTSP, tidak dilakukan sesaat, akan tetapi harus dilakukan berkala dan berkesinambungan. Bukan pula menaksir sesuatu secara parsial, melainkan secara menyeluruh yang meliputi proses dan hasil pertumbuhan dan perkembangan, wawasan, sikap dan keteramplan peserta didik. Penilaian berbasis kelas lebih ditekankan pada penilaian internal (internal assessment). Data yang diperoleh guru selama pembelajaran berlangsung dijaring dan dikumpulkan melalui prosedur dan alat penilaian yang sesuai dengan kompetensi atau indikator yang akan dinilai. Dari proses ini, diperoleh potret/profil kemampuan peserta didik dalam mencapai sejumlah standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dirumuskan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan masing-masing. Melalui penialan dapat memberikan umpan balik/ refleksi kepada guru agar dapat menyempurnakan perencanaan dan proses pembelajaran. Melalui penialain dapat membuka umpan balik/refleksi kepada guru agar dapat menyempunakan perencanaan dan proses belajar mengajar. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa kinerja siswa berkorelasi sangat signifikan dengan kinerja guru. Guru hendaknya dapat bercrmin apakah nilai yang diperoleh siswa itu menggambarkan kinerja guru dalam membelajarkan siswa? Dengan demikian proses refleksi bisa dijadikan penyadaran profesi keguruan, yakni membelajarkan para siswa agar wawasan dan pegetahuannya bertambah kaya meningkat kematangan sikap, dan keterampilannya
PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN "PRAKTIKUM GEOLOGI STRUKTUR DAN DINAMIK" MELALUI PROGRAM ASESMEN DAN TUTORIAL MAHASISWA DI JURUSAN GEOGRAFI Soegiyanto,
Pendidikan Geografi Vol 6, No 12 (2007)
Publisher : Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bekal awal akademik, kemajuan belajar dan hasil belajar mahasiswa melalui asesmen; mendeskripsikan peningkatan pembelajaran mahasiswa melalui program asesmen dan tutorial akademik mahasiswa dengan strategi pembelajaran kooperatif.   .Jenis penelitian adalah  penelitian tindakan kelas ( PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Pada tiap-tiap siklus dilaksanakan asesmen formatif yang bersifat berkelanjutan sesuai dengan jumlah kompentensi yang ada Jenis data yaitu data kuantitatif dan data kualitatif yang terdiri atas hasil belajar ( hasil asesmen), rencana pembelajaran, isian lembar observasi dan kuesioner pelaksanaan pembelajaran dan jurnal harian. Hasil penelitian  sebagai berikut: 1). Dibandingkan nilai hasil asesmen bekal awal nilai hasil rata-rata asesmen formatif pembelajaran siklus I mengalami peningkatan nilai sebesar 40,48 point atau 270,25 % , sedangkan pada nilai asesmen formatif pembelajaran siklus II terjadi peningkatan nilai sebesar 44,02 point atau 235,82%. Terjadi peningkatan perolehan nilai rata-rata hasil asesmen formatif pembelajaran siklus II dibandingkan nilai rata-rata formatif pada pembelajaran siklus I yaitu sebesar 11,57 point, jumlah mahasiswa yang berhasil memperoleh predikat belajar tuntas hanya 13,64 % pada pembelajaran siklus I meningkat menjadi 74 % .Pada pembelajaran siklus II terjadi peningkatan kinerja mahasiswa dalam mengikuti pembelajaran pada siklus II dibandingkan siklus I. Pada siklus II terdapat 25 % mahasiswa dengan kriteria sangat baik yang pada siklus I belum ada sama sekali, mahasiswa dengan kriteria baik  38,54% pada siklus I meningkat menjadi 63,64% pada siklus II.. 2). Hasil asesmen formatif baik pada pembelajaran siklus I maupun siklus II digunakan sebagai dasar untuk mengadakan tutorial. Materi pembelajaran yang dikuasai kurang dari 75% , dibahas kembali secara klasikal.. Sedangkan materi yang telah dikuasai lebih dari 75%, dibahas kembali secara tutorial. Mahasiswa yang memperoleh asesmen kurang dari 75% diberi kesempatan untuk mengikuti tutorial sampai mereka dapat lulus ujian. 3). Pembelajaran melalui program asesmen dan tutorial akademik mahasiswa dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Hal ini dapat diketahui dari peningkatan hasil  nilai asesmen bekal awal, nilai asesmen formatif pembelajaran siklus I dan siklus II. Disamping itu  terjadi peningkatan kinerja mahasiswa dalam mengikuti pembelajaran
KEEFEKTIFAN MANAJEMEN PELAYANAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH DI SMP NEGERI 16 SURABAYA Sulistinah,
Pendidikan Geografi Vol 6, No 12 (2007)
Publisher : Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen, kualitas pelayanan perpustakaan, dan keefektifan manajemen perpustakaan sekolah di SMP Negeri 16 Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi, dengan sasaran petugas perpustakaan, kepala sekolah, guru, dan siswa.  Instrumen penelitian berupa kuesioner untuk siswa; pedoman wawancara untuk petugas perpustakaan, kepala sekolah, dan guru; serta lembar observasi. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan, wawancara, dokumentasi, dan angket. Data kuantitatif dianalisis dengan teknik persentase dan data kualitatif dianalisis dengan model evaluasi Stake. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen adalah sebagai berikut: kegiatan perencanaan pengelolaan perpustakaan kurang baik, karena pengadaan koleksi belum memenuhi target; kegiatan pengorganisasian sudah baik karena masing-masing satuan organisasi sudah terisi oleh petugas; pengaturan staf juga kurang baik, karena tenaga pengelola tidak memiliki pendidikan perpustakaan bahkan merangkap sebagai guru; kegiatan pengarahan juga kurang baik, terutama pengarahan kepada petugas dan siswa tentang membuat dan menelusuri katalog, karena kartu katalog belum ada; kegiatan koordinasi antara pengelola, guru, dan siswa kurang baik terutama dalam pemilihan dan penambahan koleksi; kegiatan pelaporan belum sepenuhnya baik, karena sarana prasarana dan pembiayaan tidak dilaporkan; dan kegiatan penganggaran sudah baik namun masih relatif kecil karena rata-rata per tahun baru mencapai Rp. 7.695.000,00. (2) Kualitas layanan perpustakaan yang meliputi kualitas sarana prasarana termasuk kategori baik, dan kualitas layanan pemakai termasuk kategori baik. Secara keseluruhan kualitas layanan perpustakaan sekolah termasuk kategori baik. (3) Keefektifan manajemen pelayanan perpustakaan sekolah secara umum cukup efektif (61,11%), karena keberadaan kelengkapan, kondisi, maupun pelayanan sudah cukup memadai dan cukup baik. Dilihat dari tingkat keefektifan, organisasi cukup efektif (73,33%), koleksi bahan pustaka kurang efektif (50%), fasilitas cukup baik (60%), pelayanan bahan pustaka termasuk baik (80%), dan program masih kurang baik (50%).Dengan demikian, pihak SMP Negeri 16 Surabaya harus memberikan pengarahan kepada siswa pada saat Masa Orientasi Siswa agar siswa tidak mengalami kesulitan bila meminjam buku. Pelaporan kegiatan perpustakaan sebaiknya dilakukan setiap tahun, penganggaran perpustakaan sebaiknya diajukan dalam Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Sekolah (RAPBS), kualitas pelayanan perpustakaan sebaiknya ditingkatkan dengan menambah jumlah jam layanan, dan keefektifan manajemen pelayanan perpustakaan perlu ditingkatkan, khususnya dengan program pelatihan dan bimbingan minat baca.

Page 1 of 1 | Total Record : 4