cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 149 Documents
Search results for , issue "2009" : 149 Documents clear
Decision Support System Tool untuk Penyelesaian Permasalahan Linear Berbasis Simplex dan Revised Simplex Arya Tandy Hermawan; Gunawan Gunawan; Yudhi Christian Mahono
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2009
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada permasalahan optimasi sumber daya, baik itu minimalisasi biaya ataupun maksimalisasi keuntungan,yang bersifat linear, dapat dibuat sebuah tool yang berguna untuk membantu menyelesaikan permasalahantersebut sehingga didapat hasil kombinasi sumber daya yang optimal. Sistem ini dirancang untuk dapatmenangani berbagai bidang permasalahan linier karena sifatnya yang terbuka. DSS tool ini akan menggunakanmetode penyelesaian simplex atau revised simplex dalam membantu penyelesaian permasalahannya. Namunsebelum menerapkan permasalahan linear yang dihadapi pada tool yang telah dibuat, terlebih dahulu perluuntuk melakukan pembentukan model matematika dari permasalahan tersebut. Dengan memanfaatkan DSS toolini, maka semua permasalahan linear akan dapat diselesaikan dengan tepat dan cepat.Kata Kunci: dss tool, linear programming, simplex, revised simplex, optimasi
Ekstraksi Informasi Penutup Lahan Daerah Kabupaten Tanah Datar M. Natsir
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2009
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Observation of land cover in Tanah datar Region has been conducted by using Landsat 7 ETM+path/row 127/60 acquired in 18 May 2002. The land cover can be differed into 7 (seven) classes. Most ofTanah Datar land is covered by forest, the first class. The second land cover area is padi field (sawah)that very difficult to be detected because of their different grow phases. The third, forth, fivth and sixthrespectively are dry agriculture area, plantation, mixed garden and residential area. Then, the lastclasses are lake and fish ponds.Kata Kunci: penutup lahan (land cover), penginderaan jauh (remote sensing), klasifikasi
Rekayasa Sistem Neuro-Fuzzy untuk Identifikasi Jenis Kayu Bangunan dan Furniture Florensa Rosani.Br Purba
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2009
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

There are two major class of characteristics for wood species identification. The first class is generalcharacteristics such as colour, odour, wood grain, texture etc, those can be observed directly by commonsense,namely the eyes without using aditional tools ecxept a loupe with at least ten times magnification. Thesecond class is anatomical characteristics which provide wood structure including morphology and type of cellwood components as well as their distribution, which can be observed by using microscope. By the artificialintelligence system, wood species which one commonly used for industries become easier to identify. It takesshorter time compared with the conventional activity. Aim of research was to create the neuro-fuzzy systemmodel, which able to identify wood species for construction and furniture utilizations based on their woodanatomical characteristics, namely vessel element (their distribution, frequency and size) and ray parenchyma(frequency, wide, high). Objects in this research were rubber wood, keruing, kamper, acacia, meranti andjelutong.The Neuro-Fuzzy System developed could identify with 0% errorness if the system using the same data inthe training process or using training sintetic data more than 1000 data.Kata Kunci: anatomic characteristic, neuro-fuzzy, wood class identification.
Aplikasi Fuzzy Inference System (FIS) Metode Tsukamoto pada Simulasi Traffic Light Menggunakan Java Rakhmat Wahyu W; Liza Afriyanti
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2009
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan adanya sistem yang bekerja secara otomatis diharapkan angka kecelakaan yang disebabkan olehmasalah lampu lalu lintas dapat berkurang. Selain itu dengan adanya lampu lalu lintas yang otomatis tentu sajaakan mengurangi tugas polisi lalu lintas, sehingga mereka bisa mengerjakan hal-hal lain yang belum teratasi.Pada penelitian ini, akan digunakan Fuzzy Inference System (FIS) dengan metode Tsukamoto untuk menentukanlamanya waktu lampu hijau menyala tergantung dari jumlah kepadatan mobil dan lebar jalur dari sebuah jalan.Input yang dibutuhkan adalah jumlah kepadatan mobil dan lebar jalur pada sebuah jalan sedangkan outputnyaadalah lamanya lampu hijau menyala pada jalur yang ditentukan. Basis pengetahuan dibangun denganmenggunakan kaidah produksi (IF-THEN). Penelitian ini akan disimulasikan dengan menggunakan bahasapemrograman Java untuk menentukan lamanya waktu lampu hijau menyala berdasarkan pada jumlahkepadatan mobil dan lebar jalur pada satu jalan.Kata Kunci: Fuzzy Inference System (FIS), Metode Tsukamoto, Java
Perhitungan Luas dan Keliling Bangun Geometri Menggunakan Pendekatan Morfologi Sri Huning Anwariningsih
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2009
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mathematical morphological merupakan konsep yang memandang citra sebagai suatu bentuk himpunandengan elemen berupa biner 1 atau 0. Secara umum, pemrosesan citra secara morfologi dilakukan dengancara mem-passing sebuah structuring element terhadap sebuah citra dengan cara yang hampir sama dengankonvolusi.Pada bidang pemrosesan citra, morfologi sudah digunakan untuk deteksi sisi, deteksi obyek maupunsegmentasi. Paper ini bertujuan untuk menerapkan konsep morfologi untuk menghitung luas dan keliling suatubangun baik bangun beraturan maupun bangun tidak beraturan. Perhitungan luas dan keliling bangungeomtrik tidak beraturan tidak ada rumus pastinya. Paper ini mengusulkan metode untuk menghitung luasbentuk tidak beraturan. Perhitungan luas dan keliling ini, selain dapat digunakan untuk mempermudah siswamenghitung luas bangun, juga dapat dikembangkan dalam pemrosesan citra dalam bidang kedokteran,misalkan menghtiung luas paru-paru, luas otak, luas sebaran kanker, dll.Kata kunci : keliling bangun , luas bangun, morphological gradient
Implementasi Fitur Perekomendasian Bahan Ajar Berdasarkan Prior Knowledge pada Student Centered E-Learning Environment Harry B. Santoso; Tunggul Fardiaz; Zainal A. Hasibuan
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2009
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam proses pembelajaran seringkali diasumsikan bahwa pembelajar memiliki prior knowledge yang sama.Padahal dalam realitasnya tidaklah selalu demikian. Di sinilah urgensi fasilitas perekomendasian bahan ajar(learning object recommender) untuk meningkatkan kualitas interaksi dalam hal ini kegiatan diskusi dalammengkonstruksi pengetahuan baru dengan mekanisme pengayaan prior knowledge pembelajar. Tulisan inibertujuan untuk memperkenalkan sistem yang akan memberikan rekomendasi bahan ajar berdasarkaninformasi tentang prior knowledge pembelajar. Pengembangan fitur perekomendasian bahan ajar yangdielaborasi dalam tulisan ini adalah pengembangan fitur perekomendasian dengan pemilihan bahan ajarsecara statis (pre-defined) di atas Student Centered E-Learning Environment (SCELE). SCELE sendirimerupakan learning management system berbasis sistem open source, yaitu Moodle dan telah dimodifkasisesuai kebutuhan. Dengan memanfaatkan fitur ini, mahasiswa mendapatkan bahan ajar sesuai dengan priorknowledge yang dimiliki, seperti level dasar (basic), menengah (medium), dan tinggi (advance).Kata Kunci: Perekomendasian bahan ajar, SCELE, prior knowledge
Portal Aplikasi Flash Sebagai Media E-Learning Interaktif Dayu Bagus Permata; Vivi Amelia Rezki; Rizki Bagaskoro; M. Rezky Yusuf
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2009
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep multimedia didalam bahan ajar E-learning yang bertujuan agar bahan ajar menarik dan tidakmembosankan, sudah semakin berkembang. Berawal dari animasi pada slide presentasi hingga penambahanAudio dan video tutorial. Akan tetapi hal tersebut masih bersifat komunikasi satu arah dari system kepada user,dimana user hanya pasif saat menerima materi bahan ajar. Dengan memanfaatkan aplikasi flash dapatmembangun aplikasi-aplikasi yang bersifat simulatif maupun presentatif yang dapat memberikan visualisasiinteraktif terhadap siswa dalam mempelajari materi e-learning. Untuk itu pada penelitian kali ini akan mencobamembangun Portal sebagai wadah aplikasi Flash sehingga dapat menjadi Portal E-learning Interaktif.Diharapkan dengan adanya portal E-learning interaktif akan dapat membantu memudahkan siswa dalammenyerap materi ajar.Kata Kunci: Portal, Flash, Media, E-learning ,Interaktif
Transmisi Citra Menggunakan Joint LDPC Decoding Aries Pratiarso; M. Agus Zainuddin
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2009
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode transmisi citra menggunakan teknik Joint LDPC decoding merupakan teknik untuk mengirimkancitra menggunakan teknik diversitas dan pengkodean pengkoreksi kesalahan. Pada sisi pengirim, citradikompresi menggunakan algoritma SPIHT. Data citra terkompresi kemudian dikirimkan melalui kanal paralel.Hal ini ditujukan bila pada salah satu kanal terjadi gangguan dan data tidak bisa didekodekan, maka datamasih bisa diperoleh dari kanal lainnya. Hasil simulasi menunjukkan teknik joint LDPC decoding padatransmisi citra dapat meningkatkan kualitas citra rekonstruksi yang mampu memberikan coding gain sebesar1,3 dB untuk BER 10-4 terhadap single LDPC decoding. Penggunaan teknik joint LDPC decoding secara rataratamemberikan peningkatan PSNR sebesar 4,44 dB. Hasil tersebut menunjukkan bahwa metode yangdigunakan dapat meningkatkan performansi sistem transmisi citra.Kata Kunci: Joint LDPC decoding, kompresi citra SPIHT, kode LDPC, iterative decoding
Aplikasi Sistem Informasi Persediaan pada PT. Panca Pipando (PPI) dengan Metode Distribution Resource Planning Tri Pudjadi; Iwan Iwan
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2009
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah menghitung tingkat kebutuhan persediaan pada PT PPI dan mengembangkanaplikasi sistem informasi untuk mendukung efisiensinya penetuan persediaanya, dibatasi hanya pada satukategori produk yaitu pipes & tubes. Metode persediaan yang dipilih adalah distrribution resourceplanning(DRP). Dengan metode untuk pengembangan sistem informasi menggunakan pendekatan berbasisobjek. Hasil penelitian pada setiap produk mempunyai variasi dalam penentuan persediaannya, dalam halproduk WS DIN 1626 pada tingkat distribusi PDL-A periode pemesanannya adalah 1,3,4,5,7, PDL-B padaperiode 2,6, PDR 1 pada periode 1,3,5, PDR 2 pada periode 1,3,4,6, PDR 3 pada periode 2,3,4,6,7, PDU padaperiode 1,4. Sedangkan aplikasi hasil pengembangan sistem informasi dapat digunakan untuk mendukungpenentuan persediaan tersebut.Kata Kunci: distribution resource planning, persediaan, sistem informasi
Analisis Pengaruh Metode Over Sampling dalam Churn Prediction untuk Perusahaan Telekomunikasi ZK. Abdurahman Baizal; Moch. Arif Bijaksana; Angelina Sagita Sastrawan
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2009
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Churn prediction adalah suatu cara untuk memprediksi pelanggan yang berpotensial untuk churn. Datamining, khususnya klasifikasi tampaknya dapat menjadi salah satu alternatif solusi dalam membuat modelchurn prediction yang akurat. Namun hasil klasifikasi menjadi tidak akurat disebabkan karena data churnbersifat imbalance. Kelas data menjadi tidak stabil karena data akan lebih condong ke bagian data yangmemiliki komposisi data yang lebih besar. Salah satu cara untuk menangani permasalahan ini adalah denganmemodifikasi dataset yang digunakan atau yang lebih dikenal dengan metode oversampling. Analisis yangdilakukan pada penelitian ini adalah mengetahui bagaimana pengaruh metode oversampling yang digunakanterhadap akurasi prediksi data churn dengan melakukan penghitungan akurasi model churn prediction yangdinyatakan dalam bentuk lift curve, top decile dan gini coefficient serta f-measure untuk penghitungan akurasiprediksi data sebagai data yang imbalance. Hasil yang didapat dari penelitian menunjukkan bahwa metodeoversampling yang menghasilkan data synthetic belum sesuai diterapkan pada data churn, karena cenderungmasih menghasilkan nilai top decile yang kecil. Tetapi secara umum metode oversampling ini mampumeningkatkan akurasi untuk memprediksi data minor. Dengan penerapan metode oversampling, data churnyang memiliki tingkat imbalance yang besar dapat diklasifikasi tanpa mengorbankan data minor yang menjadifokus penelitian. Metode oversampling yang digunakan juga memiliki hasil evaluasi yang berbeda terhadapdataset sebagai data churn dan sebagai data imbalance.Kata kunci: churn prediction, imbalance, sampling, akurasi, evaluasi.