cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 102 Documents
Search results for , issue "2012" : 102 Documents clear
ANALISIS PENGARUH HALF RATE DAN FULL RATE TERHADAP SPEECH QUALITY INDICATOR DAN TRAFFIC CHANNEL PADA JARINGAN GSM Alfin Hikmaturokhman; Eka Wahyudi; Okha Frisma Yulistia Umbari
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2012
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterbatasan kanal trafik merupakan masalah utama dalam komunikasi selular. Beberapa subscriber harus dapat menempati kanal trafik yang terbatas secara bersamaan sehingga berpengaruh pada Speech Quality Indicator (SQI), untuk mengatasinya maka Traffic Channel (TCH) dibagi menjadi dua yaitu half rate dan full rate, half rate mempunyai bit rate sebesar 6,5 Kbps dan full rate mampunyai bit rate sebesar 13 Kbps. Fitur yang digunakan untuk mengatur besarnya nilai half rate dan full rate adalah Dynamic Half Rate Allocation (DHA) dengan mengatur nilai Adaptif Multi Rate (AMR) dan Non Adaptive Multi Rate (NAMR) dalam kondisi full rate, namun ternyata mengalami kelebihan muatan trafik yang berpengaruh terhadap nilai SQI sehingga masih berada dibawah standar KPI yaitu 80%. Setelah dilakukan eksekusi nilai DHA yaitu dengan menurunkan nilai AMR dan NAMR menjadi 50% dan 80 %, nilai SQI good rate pada cell id 22377 menjadi 79,5%, pada cell id 22378 menjadi 96,42% dan pada cell id 22379 menjadi 94,09%. Nilai SQI accept rate dan nilai SQI bad rate akan menyesuaikan nilai SQI good rate. Eksekusi nilai DHA yang dilakukan tidak merubah nilai dari TCH availability, TCH drop rate dan TCH total traffic, namun berpengaruh terhadap nilai TCH congestion rate pada tiap cell id sehingga menjadi dibawah standar KPI yaitu 1,1%. Parameter AMR dan NAMR merupakan solusi untuk meningkatkan nilai SQI saat terjadi pengubahan kanal dari full rate ke half rate dan dapat mempengaruhi nilai TCH congestion.
PENGGUNAAN TEORI INSTITUSIONAL DALAM PENELITIAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DI INDONESIA Agung Darono
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2012
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terdapat banyak faktor sosial (non-teknologi) yang dapat memengaruhi keberhasilan implementasi sistem informasi sebagai perangkat manajerial organisasi. Beberapa peneliti telah mengidentifikasi bahwa salah satu faktor tersebut adalah faktor institusional. Faktor institusional merupakan hal yang sulit (jika tidak dapat dikatakan “tidak mungkin”) terpisahkan dari keberadaan sistem informasi dalam suatu organisasi. Berbagai faktor institusional tersebut dapat diidentifikasi dalam berbagai area praktik TIK, mulai dari penetapan strategi, siklus akuisisi/pengembangan sistem, operasionalisasi sistem informasi hingga tata kelola organisasi. Penelitian dengan menggunakan analisis wacana, ini berusaha untuk menyajikan fakta bahwa terdapat faktor-faktor institusional yang sebaiknya dipertimbangkan dalam implementasi sistem/teknologi informasi untuk melengkapi berbagai faktor (pendekatan) teknis-informatika lainnya. Tulisan ini menampilkan ide-ide utama dari teori institusional yang berkaitan dengan implementasi TIK disertai dengan beberapa deskripsi kasus singkat. Pemahaman akan hal ini diharapkan membuat para peneliti/praktisi TIK dapat menganalisis berbagai artifak TIK, tidak hanya dari sudut pandang teknis semata namun juga sebagai bagian dari struktur sosial yang lebih luas.

Page 11 of 11 | Total Record : 102