cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Ordik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue " Vol 12, No 2 (2014): Vol 12 No 2 Tahun 2014" : 8 Documents clear
EVALUASI PEMBELAJARAN DALAM MAPEL PJOK BERBASIS KURIKULUM 2013
Ordik Vol 12, No 2 (2014): Vol 12 No 2 Tahun 2014
Publisher : Ordik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Idealnya ketika mahasiswa terjun ke satuan pendidikan untuk melaksanakan PPL, mereka telah memiliki pemahaman yang cukup terhadap apa yang sedang terjadi dan apa yang seharusnya terjadi di lakosi PPL. Apa yang sedang terjadi dapat mereka ketahui saat berada di lokasi nanti. Akan tetapi tentang apa yang harus terjadi, mahasiswa perlu mempersiapkan diri untuk menangkap isi regulasi dan isu-isu penting yang seharusnya terjadi di sekolah. Kurikulum 2013 sudah berumur hampir 1 tahun, dan isu krusial perubahan ada pada sisi proses dan penilaian pembelajaran. Tentunya belum semua guru sepenuhnya paham dan menerapkannya dalam kerja sehari-hari mereka. Alangkah baiknya jika mahasiswa selaku akademisi yang terbiasa kerja teliti dan ilmiah memiliki kemampuan untuk membantu guru dalam mengimplementasikannya. Pada tulisan ini disajikan 11 isu yang mestinya dipahami oleh para mahasiswa yang akan terjun PPL. Harapannya mereka akan tambah percaya diri dalam menjalankan misinya selaku insan kampus yang tugasnya mencerahkan praktisi di lapangan.   Kata kunci: penilaian pembelajaran, teliti dan ilmiah.
KOMPETENSI PROFESIONAL GURU SEKOLAH LUAR BIASA (SLB) SE-KABUPATEN BANTUL DALAM MENGAJAR PENDIDIKAN JASMANI Purwanto, Sugeng; , Sujarwo
Ordik Vol 12, No 2 (2014): Vol 12 No 2 Tahun 2014
Publisher : Ordik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kompetensi profesional guru Sekolah Luar Biasa dalam mengampu mata pelajaran pendidikan jasmani. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya guru yang belum mengajar sesuai dengan bidangnya khususnya di Sekolah Luar Biasa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini, penelitian kualitatif, dimana menggunakan teknik wawancara mendalam terhadap subjek penelitian. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bertujuan memahami realitas sosial, yaitu melihat dunia dari apa adanya, bukan dunia yang seharusnya, maka seorang peneliti kualitatif haruslah orang yang memiliki sifat open minded. Pedoman wawancara, dan tape recording digunakan sebagai alat bantu instrumen penelitian. Subjek penelitian yaitu guru sekolah luar biasa di kabupaten Bantul dengan menggunakan teknik pengumpulan data atau informasi dengan menggunakan snowball sampling. Hasil penelitian dalam penelitian ini menunjukkan bahwa kompetensi profesional guru Sekolah Luar Biasa di Kabupaten Bantul masih rendah, dan masih perlu peningkatan kompetensinya. Hal tersebut terlihat khususnya dalam hal penguasaan bidang studi yang masih lemah, dan juga pengembangan diri dalam hal penelitian atau karya ilmiah yang sulit sekali untuk mau melaksanakannya. Sehingga saran yang diajukan oleh peneliti disini perlu adanya pendidikan strata bagi guru yang bukan dari bidang pendidikan jasmani setara dengan pendidikan S1 atau juga bisa dilaksanakan diklat, pelatihan atau workshop bagi guru non penjas yang mengampu pendidikan jasmani di Sekolah Luar Biasa. Kemudian untuk masalah penelitian hendaknya diadakan pendampingan khusus bagi guru-guru khususnya yang kesulitan dalam menyusun karya ilmiah dan juga penelitian.   Kata kunci: kompetensi profesional, guru SLB, pembelajaran penjas.
DIMENSI KURIKULUM 2013: PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, DAN KESEHATAN Bayu, Wahyu Indra
Ordik Vol 12, No 2 (2014): Vol 12 No 2 Tahun 2014
Publisher : Ordik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tugas dasar mengajar dalam mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan (PJOK) adalah untuk menemukan cara membantu peserta didik belajar dan berkembang; untuk mendesain pengalaman pembelajaran supaya peserta didik bisa berkembang dalam hal sikap (spiritual & sosial), pengetahuan, dan keterampilan. Bagi peserta didik, pembelajaran harus bergeser dari “diberi tahu” menjadi “aktif mencari tahu”. Substansi PJOK dalam semua kurikulum sudah sesuai dengan tema pengembangan seperti dalam kurikulum 2013, yaitu: kurikulum yang dapat menghasilkan insan Indonesia yang produktif, kreatif, inovatif, dan efektif melalui penguatan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang terintegrasi. Proses pembelajaran PJOK paling tidak memuat tiga langkah, yaitu: perencanaan, penerapan (proses pembelajaran), dan penilaian.    Kata kunci: kurikulum 2013, pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan.
PENERAPAN MEDIA AUDIO VISUAL DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN PERATURAN PERMAINAN BOLABASKET PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN JASMANI DAN KESEHATAN STKIP PGRI JOMBANG (Studi Mahasiswa Kelas C Program Studi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Angkatan 2013 STKIP PGRI Jombang) Saputro, Arnaz Anggoro
Ordik Vol 12, No 2 (2014): Vol 12 No 2 Tahun 2014
Publisher : Ordik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pembelajaran Pendidikan jasmani sering sekali muncul beberapa kendala serta hambatan. Dalam proses kegiatan belajar mengajar dalam materi bolabasket sering kali para mahasiswa merasa kesulitan saat menghadapi soal-soal ujian tentang peraturan permainan bolabasket. Diduga hal ini terjadi karena pemahaman mahasiswa dalam peraturan permainan bolabasket masih kurang. Mengingat pentingnya kemampuan mahasiswa dalam bidang studi Pendidikan jasmani sebagai tolak ukur keberhasilan belajar, maka dirasa sangat penting segera menuntaskan kendala dan hambatan yang ada. Berbagai permasalahan yang menyebabkan rendahnya tingkat keterampilan dan penguasaan mahasiswa dalam memahami materi peraturan permainan bolabasket. Dalam penelitian ini mencoba mencari tahu apakah dengan media audio visual dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap peraturan permainan bolabasket?  Penelitian ini termasuk riset aksi atau PTK. Penelitian ini dibagi dalam tiga siklus dan terdiri dari tiga kali pertemuan. Tiap-tiap siklus pada PTK memiliki empat tahap, yaitu Planning (Rencana), Action (tindakan), Observation (Pengamatan), dan Reflection (Refleksi). Hasil penelitian menunjukkan, ternyata melalui media audio visual rerata tingkat ketuntasan belajar siswa secara individual pada tiap siklus pembelajaran terlihat ada peningkatan, dari 73,958% pada siklus I menjadi 77,856% pada ahkir siklus 2. Kemudian dilihat dari jumlah mahasiswa yang tuntas belajarnya juga ada peningkatan, dimana pada siklus I ada 19 mahasiswa yang telah tuntas dan pada siklus 2 sebanyak 26 mahasiswa telah tuntas dalam pembelajaran. Simpulan dari penelitian ini adalah pemahaman mahasiswa terhadap peraturan permainan dalam pembelajaran bolabasket di STKIP PGRI Jombang hasilnya cukup baik.   Kata kunci: pemahaman peraturan permainan, penelitian tindakan kelas, media audio visual.
PENINGKATAN KOMPETENSI MENGAJAR MAHASISWA PEER TEACHING PROGRAM STUDI PENDIDIKAN JASMANI DAN KESEHATAN DI STKIP PGRI JOMBANG MELALUI LESSON STUDY , Basuki; Synthiawati, Novita Nur
Ordik Vol 12, No 2 (2014): Vol 12 No 2 Tahun 2014
Publisher : Ordik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mengajar mahasiswa peer teaching Pendidikan Jasmani dan Kesehatan di STKIP PGRI Jombang melalui lesson study. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (classroom action research). Bentuk tindakan tersebut adalah usaha meningkatkan kompetensi mahasiswa peer teaching melalui lesson study. Hasil penelitian ini diperoleh rata-rata pada tes awal adalah 57%, siklus satu adalah 65% dan di siklus dua adalah 72. 8% dan siklus ketiga adalah 83.7%. Kesimpulan penelitian ini pada siklus pertama, hampir semua mahasiswa masih mengalami gangguan adaptasi karena mahasiswa peer teaching dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam melakukan plan, do dan see sehingga berpengaruh terhadap kompetensi mengajar mahasiswa peer teaching. Siklus kedua, mahasiswa peer teaching sudah dapat beradaptasi dengan baik, terlihat sebagian besar mahasiswa mampu melakukan plan, do dan see dengan baik dan proses pembelajaran dapat optimal. Dan siklus 3 perubahannya sudah bisa dilihat dengan jelas bahwa masing-masing mahasiswa dalam melaksanakan plan, do, dan see dengan lebih baik lagi.   Kata kunci: kompetensi mengajar, mahasiswa peer teaching, lesson study
PENGARUH KEMAMPUAN INTELEGENSI DAN EXPLOSIVE POWER TERHADAP HASIL BELAJAR LOMPAT TINGGI GAYA FLOP (Studi pada Mahasiswa Jurusan Pendidikan Olahraga FIK UNESA angkatan 2006)
Ordik Vol 12, No 2 (2014): Vol 12 No 2 Tahun 2014
Publisher : Ordik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Faktor-faktor yang mempengaruhi siswa dalam belajar lompat tinggi banyak jenisnya, tetapi dapat digolongkan menjadi dua jenis, yaitu faktor intern dan faktor ekstern. Dari faktor intern intelegensi dan explosive power merupakan faktor penting dalam pembelajaran lompat tinggi gaya flop. Untuk menyelesaikan rangkaian gerakan tehnik lompat tinggi gaya flop tersebut diperlukan intelegensi dan explosive power yang bagus karena gerakan tehnik tersebut berkesinambungan. Rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian ini adalah: Bagaimana prestasi lompat tinggi gaya flop yang dihasilkan jika mahasiswa memiliki kemampuan IQ tinggi dan explosive power tinggi? (2) Bagaimana prestasi lompat tinggi gaya flop yang dihasilkan jika mahasiswa memiliki kemampuan IQ tinggi dan explosive power rendah? (3) Bagaimana prestasi lompat tinggi gaya flop yang dihasilkan jika mahasiswa memiliki  kemampuan IQ rendah dan explosive power tinggi? (4) Bagaimana prestasi lompat tinggi gaya flop yang dihasilkan jika mahasiswa memiliki kemampuan IQ rendah dan explosive power rendah? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen, maksudnya adalah penelitian yang sesuai untuk pengujian hipotesa tertentu dan dimaksudkan untuk mengetahui hubungan sebab akibat variabel penelitian. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah mahasiswa FIK Unesa Jurusan Pendidikan Olahraga sebanyak 90 orang laki-laki, sedangkan sampel yang digunakan sebanyak 31 dan dibagi menjadi 4 kelompok penelitian (desain factorial). Dari hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa: (1) Hasil belajar lompat tinggi gaya flop pada mahasiswa Jurusan Pendidikan Olahraga FIK Unesa Tahun 2006 dengan kemampuan IQ tinggi dan explosive power tinggi memiliki nilai rata-rata 146,25; (2) IQ tinggi dan explosive power rendah memiliki nilai rata-rata 142,14; {3) IQ rendah dan explosive power tinggi memiliki nilai rata-rata 148,33; (4) IQ rendah dan explosive power rendah memiliki nilai rata-rata 133,57. Dengan demikian berdasarkan hasil penelitian ini membuktikan interaksi kemampuan intelegensi dan explosive power terhadap hasil belajar lompat tinggi gaya flop tidak mempengaruhi, terutama pada kemampuan intelegensi. Untuk kemampuan explosive power sangat mempengaruhi pada pembelajaran lompat tinggi gaya flop dilihat dari hasil rata-rata di atas, kelompok yang memiliki rata-rata explosive power tinggi hasil rata-rata belajarnya lebih tinggi dari explosive power rendah.  
PENGARUH LATIHAN SMASH BOLAVOLI DENGAN MENGGUNAKAN BOLA SPON DAN BOLA UKURAN 5 TERHADAP KETEPATAN  SMASH (Studi Pada UKM Bolavoli STKIP PGRI Jombang) Hamid, Faisol
Ordik Vol 12, No 2 (2014): Vol 12 No 2 Tahun 2014
Publisher : Ordik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan memodifikasi latihan sebagai cara untuk meningkatkan kemampuan pada pemain bolavoli untuk melakukan  salah satu teknik dasar dari permainan bolavoli yaitu teknik smash, penelitian ini menggunakan metode latihan bola spon dan bola ukuran 5 sebagai media untuk meningkatkan kemampuan smash terhadap ketepatan smash. Peneliti juga berusaha untuk meningkatkan kemampuan smash pada pemain dengan harapan pemain menjadi lebih mudah untuk melakukan teknik smash dengan efisien dan efektif sesuai dengan keinginan untuk mencapai hasil yang optimal bagi seorang pemian bolavoli. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh latihan smash menggunakan bola spon dan bola ukuran 5 terhadap ketepatan smash. penelitian ini dilakukan oleh pemain UKM bolavoli STKIP PGRI Jombang dan jumlah sampel yang diambil sebanyak 24 pemain. Metode dalam analisa ini menggunakan metode statistik kuantitatif diskriptif, sedangkan proses pengambilan data dilakukan dengan melakukan tes (pre-test dan post-test). Hasil penelitian diketahui bahwa ada pengaruh yang signifikan antara ketepatan smash bolavoli kelompok sampel yang diberi treatment dengan metode latihan bola spon terhadap ketepatan smash pada permainan bolavoli pada pemain bolavoli STKIP PGRI Jombang. Dibuktikan dengan hasil pengujian hipotesis menunjukan bahwa nilai thitung (4,423) dan ttabel (2,201) dengan taraf signifikan 0,05 dan diketahui ada pengaruh yang signifikan antara ketepatan smash bolavoli kelompok sampel yang diberi treatment dengan metode latihan bola ukuran 5 terhadap ketepatan smash pada permainan bolavoli pada pemain bolavoli STKIP PGRI Jombang. Dibuktikan dengan hasil pengujian hipotesis menunjukan bahwa nilai thitung (4,262) dan ttabel (2,201) dengan taraf signifikan 0,05. Besarnya pengaruh metode latihan bola spon terhadap ketepatan smash pada permainan bolavoli pada pemain bolavoli STKIP PGRI Jombang. berdasarkan analisis menggunakan rata-rata dapat diketahui peningkatan hasil latihan sebesar 27 %. Sedangkan besarnya pengaruh metode latihan bola ukuran 5 terhadap ketepatan smash pada permainan bolavoli pada pemain UKM bolavoli STKIP PGRI Jombang. berdasarkan analisis menggunakan rata-rata dapat diketahui peningkatan hasil latihan sebesar 31 %. Sehingga dapat disimpulkan bahwa metode latihan bola ukuran 5 terhadap ketepatan smash pada permainan bolavoli lebih efektif dibandingkan dengan metode latihan bola spon.   Kata kunci: metode latihan bola spon dan bola ukuran 5, ketepatan smash
EVALUASI IMT DAN KONDISI FISIK ATLET PELATNAS PENCAK SILAT SEA GAMES TAHUN 2013
Ordik Vol 12, No 2 (2014): Vol 12 No 2 Tahun 2014
Publisher : Ordik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di dalam olahraga pencak silat kondisi fisik merupakan salah satu syarat seorang atlet, bahkan dapat dikatakan sebagai landasan titik tolak suatu awalan olahraga prestasi. Agar atlet Pencak Silat mampu mencapai prestasi yang tinggi, stabil dan dinamis maka dibutuhkan kondisi yang bagus dan baik, selain faktor mental. Selain kondisi fisik, dalam pencak silat IMT juga berpengaruh terhadap upaya peningkatan dan pemeliharaan kondisi fisik atlet dalam meraih prestasi yang tinggi, khususnya pada pengaturan berat badan sesuai kelas atau kategori yang di pertandingkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis IMT atlet pelatnas Pencak Silat Sea Games tahun 2013 yang terdiri dari tinggi badan dan bobot badan, kondisi fisik atlet pelatnas Pencak Silat Sea Games tahun 2013 yang terdiri dari VO2max, push-up, sit-up, fleksibilitas. Data menunjukkan bahwa; (1) Nilai tertinggi berdasarkan penjumlahan keseluruhan hasil tes IMT dan kondisi fisik diperoleh atlet putra pelatnas Pencak Silat Sea Games tahun 2013 yaitu sebesar 70 dengan rata-rata 3,89. Sedangkan nilai tertinggi kedua sebesar 69 dengan rata-rata 3,83. Untuk nilai tertinggi ketiga sebesar 67 dengan rata-rata 3,72, nilai tertinggi keempat sebesar 65 dengan rata-rata 3,61, nilai tertinggi kelima sebesar 64 denga rata-rata 3,55, nilai tertinggi keenam sebesar 63 dengan rata-rata3,5. Kemudian untuk nilai tertinggi ketujuh sebesar 60 dengan rata-rata 33,33. (2) Nilai tertinggi berdasarkan penjumlahan keseluruhan hasil tes IMT dan kondisi fisik diperoleh atlet putri pelatnas Pencak Silat Sea Games tahun 2013 yaitu sebesar 70 dengan rata-rata 3,89. Sedangkan nilai tertinggi kedua sebesar 69 dengan rata-rata 3,83. (3) hasil penelitian menunjukan bahwa 3 medali emas 100% berhasil diperoleh oleh kategori seni tunggal putra dan putri, serta kategori seni beregu putra. Sedangkan untuk kategori tanding putra dan putri gagal memperoleh medali emas. Kategori tanding hanya memperoleh 5 medali perak, dan 3 medali perunggu. Untuk kategori tanding kelas A, C, dan G putra, serta C dan F putri berhasil memperoleh medali perak, sedangkan untuk kategori tanding B, D, dan F putra berhasil memperoleh medali perunggu. Untuk kategori tanding kelas E Putra gagal memperoleh medali. Simpulan penelitian ini adalah: 1) Berdasarkan perhitungan prosentase dengan menggunakan skor pada setiap item tes IMT dan kondisi fisik pada atlet pelatnas Pencak Silat Sea Games tahun 2013 terdapat 2 atlet putra dalam kondisi layak mengikuti pelatnas Pencak Silat Sea Games tahun 2013 dengan memperoleh nilai tertinggi. 2) Berdasarkan perhitungan prosentase dengan menggunakan skor pada setiap item tes IMT dan kondisi fisik pada atlet pelatnas Pencak Silat Sea Games tahun 2013 terdapat 2 atlet putri dalam kondisi layak mengikuti pelatnas Pencak Silat Sea Games tahun 2013 dengan memperoleh nilai tertinggi.   Kata kunci: evaluasi, IMT, kondisi fisik, pencak silat prestasi

Page 1 of 1 | Total Record : 8