cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 3 (2013)" : 5 Documents clear
PEMBELAJARAN IPA BERBASIS BUDAYA JAWA Sarwanto, Sarwanto
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.901 KB)

Abstract

KGPAA Mangkunegara IV telah memberikan landasan pembelajaran dalam Serat Wedhatama. Ilmu diperoleh melalui sebuah proses (laku) yang sungguh-sungguh, akan menghasilkan (produk) yang memberikan kebermanfaatan (aplikasi). Menuntut ilmu dengan kesadaran (sikap) yang kokoh akan menaklukkan dapat menaklukkan angkara murka  Landasan ini sejalan dengan pembelajaran IPA yang memiliki hakikat proses, produk, sikap dan aplikasi. Perkembangan IPA di Jawa didasarkan pola pembelajaran yang diajarkan oleh KGPAA Mangkunegara IV, namun dalam perjalanannya Serat Wedhatama oleh orang jawa dianggap sebagai sebuah kitab, sehingga perkembangan IPA di Jawa sangat lambat. Kata kunci: ethnoscience, Wedhatama, Hakikat IPA, Sains Jawa
POTRET PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS EMPAT PILAR PENDIDIKAN DI SMA Fauzi, Ahmad; Supurwoko, Supurwoko; Wiyono, Edy
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.255 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran fisika berbasis empat pilar di SMA (Sekolah Menengah Atas). Pengambilan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan angket. Observasi dan  wawancara dilakukan untuk mengungkap proses pembelajaran yang diselenggarakan di kelas yang menjadi subyek pengembangan model pembelajaran berbasis empat pilar pendidikan dengan aplikasi Spreadsheet. Angket digunakan untuk menggali persepsi guru fisika dan siswa terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi pembelajaran fisika dan penerapan pembelajaran berbasis empat pilar pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada umumnya pembelajaran fisika belum sepenuhnya menggunakan prinsip-prinsip empat pilar pendidikan. Hal ini terlihat dari beberapa indikator, diantaranya (1) pembelajaran fisika cenderung monoton dimana guru cenderung menggunakan teknik ceramah dalam pembelajaran, siswa hanya mencatat dan mendengarkan, (2) kegiatan praktikum jarang dilakukan (kegiatan praktikum yang dilakukan bersifat verifikatif belum sampai kegiatan yang bersifat penemuan/inkuiri dengan frekuensi 1-2 kali tiap semester), (3) guru jarang sekali menggunakan metode diskusi dalam pembelajaran, (4) rendahnya aktivitas sains menyebabkan rendahnya sikap ilmiah siswa. Berdasarkan hasil wawancara, dapat disimpulkan bahwa  belum diterapkannya prinsip-prinsip pembelajaran berbasis empat pilar pendidikan  karena : (1) masih minimnya pemahaman guru tentang pembelajaran berbasis empat pilar pendidikan karena kurangnya sosialisasi dan pelatihan, (2) terlalu banyaknya materi yang harus diajarkan sehingga guru memilih cara yang dianggap paling efektif yakni metode ceramah, (3) keterbatasan alat laboratorium, dan (4) keterbatasan waktu yang dimiliki guru untuk mempersiapkan dan melakukan kegiatan praktikum dengan pendekatan inkuiri.    Kata Kunci: pembelajaran, fisika, empat pilar pendidikan. 
PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN BERUPA KIT PERCOBAAN PEGAS BAGI SISWA TUNANETRA KELAS XI SEMESTER 1 Waskithaningtyas Utami, Wiyogi; Budiawanti, Sri
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.124 KB)

Abstract

Makalah ini bertujuan untuk (1) Menjelaskan pembuatan kit percobaan pegas bagi siswa tunanetra yang memenuhi kriteria baik. (2) Menjelaskan hasil uji coba terbatas kit percobaan pegas terhadap siswa tunanetra.Prosedur penelitian didalam pembuatan kit percobaan pegas ini melalui beberapa tahap, yaitu: analisis kebutuhan siswa tunanetra dengan memberikan angket kepada guru dan siswa tunanetra, tahap perencanaan dilakukan pembuatan rancangan kit percohaan pegas, tahap pembuatan dilakukan pemilihan alat dan bahan yang tepat untuk pembuatan kit percobaan pegas dan pembuatan rancangan yang sesuai untuk siswa tunanetra, selanjutnya tahap validasi. Validasi dilakukan oleh dosen Pendidikan Luar Biasa Universitas Sebelas Maret dan Guru SMA Muhammadiyah 5 Karanganyar sebagai ahli media dan dosen Pendidikan Fisika Universitas Sebelas Maret sebagai ahli materi. Uji coba terbatas siswa tunanetra dilakukan kepada siswa tunanetra SMA Muhammadiyah 5 Karanganyar.Kit percobaan pegas bagi siswa tunanetra terdiri dari penggaris Braille, beban Braille, statif dan Lembar Kerja Siswa (LKS) yang ditulis menggunakan huruf Braille. Pembuatan penggaris menggunakan alumunium yang memiliki ketebalan 0,18 mm dan penulisan angka skala penggunakan stilus (paku khusus untuk menulis pada papan pencetak huruf Braille) dan reglet (papan yang terdiri dari lubang-lubang yang digunakan untuk menulis huruf Braille) selanjutnya penggaris Braille ditempelkan pada statif yang terbuat dari kayu dan ditambah dengan penggaris awas (biasa) yang ditempel pada sisi lain sehingga dapat digunakan untuk siswa normal. Penggaris Braille yang dibuat pada kit percobaan pegas bagi siswa tunanetra memiliki ketelitian 0,25 cm. Beban Braille dibuat menggunakan botol bekas air zam-zam yang diisi dengan bijih besi dan diberi indikator huruf Braille sebagai penunjuk massa beban. Massa beban yang digunakan dalam kit percobaan pegas ini terdiri dari massa 40 gram dan 50 gram. Kit percobaan pegas bagi siswa tunanetra sudah dibuat memenuhi kriteria baik berdasarkan hasil validasi dari ahli media dan ahli materi. Hasil uji coba terbatas pada siswa tunanetra SMA Muhammadiyah 5 Karanganyar diperoleh konstanta pegas sebesar 6,53 N/m. Respon yang diberikan siswa tunanetra terhadap kit percobaan pegas baik,dilihat selama proses praktikum berlangsung.  Kata kunci: tunanetra, Braille, reglet dan stilus, konstanta pegas
PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN BERUPA KIT PERCOBAAN PENENTUAN PERCEPATAN GRAVITASI DENGAN MENGGUNAKAN NERACA PEGAS BRAILLE UNTUK SISWA TUNANETRA KELAS VIII Fatihatul, Rifqi; Budiawanti, Sri
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.296 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskanproses pembuatan kit percobaan penentuan percepatan gravitasi dengan menggunakan neraca pegasbraille untuk siswa tunanetra yang memenuhi kriteria baik dan untuk menjelaskanhasil ujicoba kit percobaan penentuan percepatan gravitasi dengan menggunakan neraca pegas braille kepada siswa tunanetra.Prosedur penelitian ini terdiri dari tahap analisis kebutuhan, tahap perancanngan desain media, tahap pembuatan media, tahap validasi media, dan tahap ujicoba siswa tunanetra. Langkah-langkah tersebut harus diikuti untuk menghasilkan produk berupa media pembelajaran.Data diperoleh melalui dokumentasi, wawancara, dan angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif.Berdasarkan hasil penelitian,media pembelajaran berupa kit percobaan penentuan percepatan gravitasi dengan menggunakan neraca pegas braille yang telah dibuat, disimpulkan telah memenuhikriteria baik, berdasarkan hasil validasi dari ahli materi dan ahli media, yang didukung oleh hasil ujicoba terbatas sehingga kit tersebut layak digunakan sebagai media pembelajaran fisika untuk siswa tunanetra kelas VIII. Hasil ujicoba kit percobaan penentuan percepatan gravitasi dengan menggunakan neraca pegas braille kepada siswa tunanetra menunjukkan hasil pengukuran percepatan gravitasi yang sama dalam batas ketidakpastian pengukuran antara orang awas (normal) dan siswa tunanetra. Selain itu siswa tunanetra tidak merasa kesulitan dalam melakukan praktikum tersebut. Kata kunci : deskriptif kualitatif, praktikum, fisika
ANALISIS INSTRUMEN TES AKHIR SEMESTER GASAL MATA PELAJARAN FISIKA KELAS XI SEKOLAH MENENGAH ATAS ( SMA ) WILAYAH SURAKARTA Hardi, Sebastianus; Waskito, Sutadi; Yusliana Ekawati, Elvin
PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : PROSIDING : Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (839.21 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) kualitas soal Ulangan Akhir Semester Gasal mata pelajaran Fisika kelas XI SMA Negeri di Surakarta Tahun Ajaran 2012/2013 ditinjau dari aspek materi, konstruksi dan bahasanya; (2) kualitas soal Ulangan Akhir Semester Gasal mata pelajaran Fisika kelas XI SMA Negeri di Surakarta Tahun Ajaran 2012/ 2013 ditinjau dari reliabilitas, daya pembeda, tingkat kesukaran, dan efektivitas pengecohnya.Penelitian yang dilakukan di SMA Negeri  wilayah Surakarta Tahun Ajaran 2012/ 2013ini menggunakan metode deskriptif untuk meneliti kualitas soal Ulangan Akhir Semester (UAS) Gasal mata pelajaran Fisika SMA kelas XI dari SMA Negeri 5 Surakarta, SMA Negeri 6  Surakarta dan SMA Negeri 7 Surakarta. Untuk mengumpulkan data berupa silabus, kisi-kisi, soaldari guru, dan lembar jawab siswa UAS Gasal Kelas XI SMA digunakan metode dokumentasi. Metode wawancara digunakan untuk memperoleh informasi mengenai prosedur pengembangan soal yang dilakukan oleh guru mata pelajaran Fisika di SMA Negeri 5 Surakarta, SMA Negeri 6  Surakarta dan SMA Negeri 7 Surakarta.Berdasarkan hasil penelitian serta  pembahasan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa: (1) hasil analisis secara kualitatif, soal yang sesuai kriteria pada aspek materi di SMA Negeri 7 Surakarta sebanyak 17,5%, di SMA Negeri 5 Surakarta sebanyak  49%, di SMA Negeri 6 Surakarta sebanyak  97%. Pada aspek konstruksi, soal yang sesuai kriteria di SMA Negeri 7 Surakarta sebanyak 77,5%, di SMA Negeri 5 Surakarta sebanyak 49%, di SMA Negeri 6 Surakarta sebanyak71%. Pada aspek bahasa soal yang sesuai kriteria di SMA Negeri 7 Surakarta sebanyak 87,5%; di SMA Negeri 5 Surakarta sebanyak 97%; di SMA Negeri 6 Surakarta sebanyak 57%. (2) Analisis secara kuantitatif soal yang diterima baik ditinjau dari daya pembeda, tingkat kesukaran, dan efektivitas pengecohnya di SMA Negeri 7 Surakarta sebanyak 7,5%, di SMA Negeri 5 Surakarta sebanyak 17%, di SMA Negeri 6 Surakarta sebanyak 31%. Secara kuantitatif semua soal Ujian Akhir Semester  gasal mata pelajaran Fisika SMA kelas XI wilayah Surakarta memiliki reliabilitas tinggi. Kata Kunci: Analisis Instrumen Tes, Tes Fisika, SMA

Page 1 of 1 | Total Record : 5