cover
Contact Name
Muhtarom
Contact Email
taromfu@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalteologia@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Theologia
ISSN : 08533857     EISSN : 2540847X     DOI : -
Jurnal THEOLOGIA, ISSN 0853-3857 (print); 2540-847X (online) is an academic journal published biannually by Fakultas Ushuluddin dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang. It specializes in Islamic Studies (Ushuluddin) which particularly includes: Islamic Philosophy and Theology, Al-Quran (Tafsir) and Hadith, Study of Religions, Sufism and Islamic Ethics.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue " Vol 25, No 2 (2014): TEOLOGI ISLAM/KALAM" : 15 Documents clear
REKONSTRUKSI TEOLOGI ISLAM KAJIAN KRITIS TERHADAP USAHA PEMBAHARUAN MENUJU TEOLOGI PRAKTIS Syukur, Suparman
TEOLOGIA Vol 25, No 2 (2014): TEOLOGI ISLAM/KALAM
Publisher : TEOLOGIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The terminology of various theology concepts is very basic in human life, especially when man realizes that he is a creature  that have duty to submissive and obedient to God as his creator. Talking about the relationship between man and God will, so other beliefs to the prophets, angles, and another creatures should be aroused, We must prove everything of ours believing in the real life. Therefore, thestudy of theological view,  alsobe associated with the functions and obligations of human beings responsible in this life. There are various concepts of belief in God, the Prophets, Angels,  and  another creatures, is how tobecome an habit over the years, it becomes very important to be revitalized in a more meaningful understanding of the dynamics of human daily life. Through that theological beliefs, expected to reflect the improvement of human performance and dedication in order to carry out the mandate as earth’s caliph. Abstrak: Terminologi tentang teologi dengan berbagai kosep dan teorinya merupakan hal yang sangat mendasar dalam kehidupan manusia, apalagi ketika menusia me­nyadari bahwa dirinya sebagai makhluk memiliki kuajiban untuk tunduk dan patuh kepada penciptanya Tuhan Yang Maha Esa. Berbicara masalah hubungan antara manusia dan Tuhan akan me­refleksikan kepercayaan lain yang wajib muncul adanya, seperti kepercayaan kepada Nabi, Malaikat dan kepercayaan kepada makhluk halus lainnya. Keper­cayaan kepada semuanya itu harus di­buktikan secara nyata dalam kehidupan keseharian manusia. Oleh karena itu dalam penelitian tentang pemikiran teologi, juga harus dikaitkan dengan fungsi dan kwajiban manusia yang bertanggungjawab dalam ke­hidupan di dunia ini. Berbagai konsep tentang ke­percayaan kepada Tuhan, Nabi,  Malakat dan lain sebagainya yang bersifat transendental sebagai­mana menjadi kebiasaan selama ini, menjadi sangat penting untuk direvitalisasikan dalam pemahaman yang lebih bermakna demi kepentingan di dunia dalam dinamika keseharian manusia. Melalui pembumian keyakinan teologis itu, diharapkan mampu merefleksikan kepada pe­n­ingkatan kinerja dan dedikasi manusia dalam rang­ka mengemban amanat ke­khalifah­annya di bumi ini. Keywords: ilmukalam, khalīfah, al-yasar al-Islāmī, teologipraktis, revitalisasi Turaṡ.
TEOLOGI MU’TAZILAH: Sebuah Upaya Revitalisasi Safii, Safii
TEOLOGIA Vol 25, No 2 (2014): TEOLOGI ISLAM/KALAM
Publisher : TEOLOGIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This article elaborates an important role in the history of Mutazila theology in Islamic World. Services that have been provided by this school seems to be forgotten by the Muslims, even it became despised and persecuted theology. In fact, this theology has made a large contribution indefending against attacks originating from the Jews, Christians, Zoroastrians, and Materialist. In the modern context, the spirit of this theology is relevant to be recalled that the freedom of thought as an integral part of the human being can grow and develop so that science and technology in the Islamic world can grow back. It must be recognized that this is indeed the flow had already given a negative image by traditional Islamic theology and hadith experts. Theology is imaged as a carrier of heresy.Abstrak: Artikel ini mengelaborasi peranan penting teologi Mu’tazilah dalam sejarah Dunia Islam. Jasa-jasa yang telah diberikan oleh aliran ini tampaknya dilupakan begitu saja oleh umat Islam, bahkan ia menjadi teologi yang dimusuhi dan ditindas. Padahal, teologi ini sudah berjasa besar dalam melakukan pembelaan terhadap serangan-serangan yang berasal dari Yahudi, Kristen, Majusi, dan Materalis.Dalam konteks modern, spirit dari teologi ini relevan untuk di-munculkan kembali agar kebebasan berpikir sebagai bagian integral dari manusia dapat tumbuh dan berkembang sehingga sains dan teknologi di dunia Islam dapat tumbuh kembali. Memang harus diakui bahwa aliran ini memang sudah telanjur diberi citra negatif oleh teologi Islam tradisional dan ahli hadis.Teologi ini dicitrakan sebagai pembawa bid’ah.Keywords: Mu’tazilah, mihnah, Sunni, al-Quran, dan ahli hadis.
REKONSTRUKSI TEOLOGI ISLAM KAJIAN KRITIS TERHADAP USAHA PEMBAHARUAN MENUJU TEOLOGI PRAKTIS Syukur, Suparman
TEOLOGIA Vol 25, No 2 (2014): TEOLOGI ISLAM/KALAM
Publisher : TEOLOGIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The terminology of various theology concepts is verybasic in human life, especially when man realizes that he is acreature that have duty to submissive and obedient to God as hiscreator. Talking about the relationship between man and Godwill, so other beliefs to the prophets, angles, and anothercreatures should be aroused, We must prove everything of oursbelieving in the real life. Therefore, the study of theological view,also be associated with the functions and obligations of humanbeings responsible in this life. There are various concepts of beliefin God, the Prophets, Angels, and another creatures, is how tobecome an habitover the years, it becomes very important to berevitalized in a more meaningful understanding of the dynamicsof human daily life. Through that theological beliefs, expected toreflect theim provement of human performance and dedicationin order to carry out the mandate as earth’s caliph.Abstrak: Terminologi tentang teologi dengan berbagai kosepdan teorinya merupakan hal yang sangat mendasar dalamkehidupan manusia, apalagi ketika menusia menyadari bahwadirinya sebagai makhluk memiliki kuajiban untuk tunduk danpatuh kepada penciptanya Tuhan Yang Maha Esa. Berbicaramasalah hubungan antara manusia dan Tuhan akan merefleksikankepercayaan lain yang wajib muncul adanya,seperti kepercayaan kepada Nabi, Malaikat dan kepercayaankepada makhluk halus lainnya. Kepercayaan kepada semuanyaitu harus dibuktikan secara nyata dalam kehidupan keseharianmanusia. Oleh karena itu dalam penelitian tentang pemikiranteologi, juga harus dikaitkan dengan fungsi dan kewajibanmanusia yang bertanggung jawab dalam kehidupan di duniaini. Berbagai konsep tentang kepercayaan kepada Tuhan, Nabi,Malakat dan lain sebagainya yang bersifat transendental sebagaimana menjadi kebiasaan selama ini, menjadi sangatpenting untuk direvitalisasikan dalam pemahaman yang lebihbermakna demi kepentingan di dunia dalam dinamika keseharianmanusia. Melalui pembumian keyakinan teologis itu,diharapkan mampu merefleksikan kepada peningkatan kinerjadan dedikasi manusia dalam rangka mengemban amanat kekhalifahannyadi bumi ini.Keywords: ilmu kalam, khalīfah, al-yasar al-Islāmī, teologipraktis, revitalisasi Turaṡ.
TEOLOGI MU’TAZILAH: Sebuah Upaya Revitalisasi Safii, Safii
TEOLOGIA Vol 25, No 2 (2014): TEOLOGI ISLAM/KALAM
Publisher : TEOLOGIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This article elaborates an important role in the history of Mutazila theology in Islamic World. Services that have been provided by this school seems to be forgotten by the Muslims, even it became despised and persecuted theology. In fact, this theology has made a large contribution indefending against attacks originating from the Jews, Christians, Zoroastrians, and Materialist. In the modern context, the spirit of this theology is relevant to be recalled that the freedom of thought as an integral part of the human being can grow and develop so that science and technology in the Islamic world can grow back. It must be recognized that this is indeed the flow had already given a negative image by traditional Islamic theology and hadith experts. Theology is imaged as a carrier of heresy.Abstrak: Artikel ini mengelaborasi peranan penting teologi Mu’tazilah dalam sejarah Dunia Islam. Jasa-jasa yang telah diberikan oleh aliran ini tampaknya dilupakan begitu saja oleh umat Islam, bahkan ia menjadi teologi yang dimusuhi dan ditindas. Padahal, teologi ini sudah berjasa besar dalam melakukan pembelaan terhadap serangan-serangan yang berasal dari Yahudi, Kristen, Majusi, dan Materalis.Dalam konteks modern, spirit dari teologi ini relevan untuk di-munculkan kembali agar kebebasan berpikir sebagai bagian integral dari manusia dapat tumbuh dan berkembang sehingga sains dan teknologi di dunia Islam dapat tumbuh kembali. Memang harus diakui bahwa aliran ini memang sudah telanjur diberi citra negatif oleh teologi Islam tradisional dan ahli hadis.Teologi ini dicitrakan sebagai pembawa bid’ah.Keywords: Mu’tazilah, mihnah, Sunni, al-Quran, dan ahli hadis.
TAKDIR DAN KEBEBASAN MENURUT FETHULLAH GÜLEN Haderi, Anang
TEOLOGIA Vol 25, No 2 (2014): TEOLOGI ISLAM/KALAM
Publisher : TEOLOGIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract:Destiny and free will is one of issues in Islamic theology which is still discussed by Moslem theologian up to now. This discussion has yielded some streams with its argumentation respectively. Included who intense to discuss this issue is muḥammad Fethullah Gülen. At a glance, he offers to explain the issue in his own way without following one of the streams. He introduces some key terms, like Imām Mubīn, Kitāb Mubīn, Lauḥ Maḥfūẓ, Formal or Theoretical Destiny, actual destiny. Terms are Gülen’s exclusive. The article will elaborate the explaination of Gülen relating to the destiny and free will. The purpose is to map what is he follows the streams or he has interpretation in himself. For this reason, I will spread out briefly views of theologian before, i.e. these streams of Mu’tazili, al-Asy’arite, Matūridite Samarkand dan Matūridite Bukhārā. By this way it will be seen clearly where is the position of Gülen and what is contribution of his thinking.Abstrak: takdir dan kebebasan adalah isu teologi Islam yang masih diperbincangkan oleh para teolog hingga sekarang. Perdebatan ini telah melahirkan berbagai aliran dengan pen-dapatnya masing-masing.Termasuk yang juga intens mem-bahas isu ini adalah Muḥammad Fethullah Gülen. Sekilas, ia berusaha menjelaskan isu ini dengan caranya sendiri tanpa mengikuti salah satu aliran tersebut. Ia mengenalkan beberapa istilah kunci, seperti Imām Mubīn,Kitāb Mubīn, Lauḥ Maḥfūẓ, takdir formal, takdir teoritis, dan takdir aktual. Istilah-istilah ini merupakan khas Gülen. Tulisan ini akan mengelaborasi penjelasan Gülen mengenai takdir dan kebebasan tersebut. Tujuannya adalah memetakan apakah ia mengikuti aliran-aliran teologi yang sudah ada ataukah ia penulis akan memaparkan secara singkat pendapat para teolog sebelumnya, yakni aliran-aliran Mu’tazilah, al-Asy’ariyah, Mātūridiyah Samarkand dan Mātūridiyah Bukhārā. Dengan cara ini akan terlihat dengan jelas di manakah posisi Gülen dan apa kontribusi dari pemikirannya itu.Keywords:Imām Mubīn,Kitāb Mubīn, Lauḥ Maḥfūẓ, takdir formal, takdir aktual.mempunyai pemaknaan sendiri terhadap persoalan ini. Untuk alasan ini,
MONOTHEISME RADIKAL: Telaah atas Pemikiran Nurcholish Madjid Hakim, Didik Lutfi
TEOLOGIA Vol 25, No 2 (2014): TEOLOGI ISLAM/KALAM
Publisher : TEOLOGIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Nurcholish Madjid is a Muslim intellectual of Indonesia who has given contribution toward Islamic thinking in Indonesia. Although his thoughts of Islam to be critiqued from other intellectual, he stayed to give enlightenment to Indonesia Muslim society. One of his thought is important about radical monotheism. By it, he offered to Islam umma to adhere pure monotheism in God in order to they will free from tyranny which come from the same human and place man in the same line as it is God Willing. By his concept, the tauḥīd produces social dimensions like equality, freedom, cooperation, and discussion. Abstrak: Nurcholish madjid adalah seorang cendekiawan Muslim Indonesia yang semasa hidup­nya, telah banyak memberikan sumbangan pemikiran tentang Islam di Indonesia. Walaupun pemikiran-pemikirannya tentang Islam banyak mendapat kritikan dari para cendekiawan yang tidak seide dengan­nya, ia tetap saja berupaya me­lakukan pen­cerahan terhadap masyarakat Muslim Indonesia. Salah satu pemikirannya yang sangat menonjol adalah tentang monotheisme radikal. Dia menawarkan agar umat Islam bertauhid yang semurni-murninya kepada Tuhan, sehingga ia terbebas dari berbagai macam tirani yang datang dari sesama manusia dan mem­posisikan manusia harkat dan martabat yang sama sebagaimana yang dikehendaki Tuhan.Dengan konsep­nya ini, tauhid menghasilkan dimensi-dimensi sosial seperti persamaan, kebebasan, saling bekerja sama, dan bermusyawarah. Keywords: tauhid, monotheisme radikal, kebebasan, persamaan.
PINTU-PINTU MENUJU TUHAN Telaah Pemikiran Hamka Yusuf, Muhammad
TEOLOGIA Vol 25, No 2 (2014): TEOLOGI ISLAM/KALAM
Publisher : TEOLOGIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Tauḥīd is a teaching that is most influence to galvanize the soul so strong and steadfast. Soul freedom, independence, personal, and loss of fear to face all hardships of life, the courage to face all the difficulties, so that did not differ between the living dead, the origin to seek Allahs pleasure, is the former doctrine of monotheism which rarely peerless in this life of man’s struggle. This article will elaborate Hamka’s thought  in aspects of divinity, which is how people can come to God with a wide variety of street or door. Hamka stated that to reach God can be reached with a variety of doors: art, philosophy, the question of the nature of life, mysticism, and the way nature. These doors have their own way in the process of finding God. By providing these doors, through which every person will surely have their own experiences with the Lord. Abstrak:Tauḥīd adalah ajaran yang sangat besar pengaruhnya bagi menggembleng jiwa sehingga kuat dan teguh. Kebebasan jiwa, kemerdekaan, pribadi, dan hilangnya rasa takut menghadapi segala kesukaran hidup, keberanian menghadapi segala kesulitan, sehingga tidak berbeda di antara hidup dengan mati, asal untuk mencari rida Allah, adalah bekas ajaran tauḥīd yang jarang taranya dalam perjuangan hidup manusia. Artikel ini berusaha mengelaborasi pemikir­an Hamka dalam aspek ketuhanan, yakni bagaimana manusia dapat sampai kepada Tuhan dengan berbagai macam jalan atau pintu. Hamka menyatakan bahwa untuk mencapai Tuhan dapat ditempuh dengan berbagai pintu: seni, filsafat, pertanyaan hakikat hidup, tasawuf, dan jalan fitrah. Pintu-pintu ini mempunyai caranya masing-masing dalam proses menemukan Tuhan.  Dengan menyediakan pintu-pintu ini, setiap orang yang melaluinya pastilah akan mempunyai pengalaman masing-masing bersama dengan Tuhan tersebut. Keywords: Cinta, seni, fitrah, falsafah, Tuhan, tauhid.
PEMIKIRAN TEOLOGI FAZLUR RAHMAN Ramadhan, Muhammad
TEOLOGIA Vol 25, No 2 (2014): TEOLOGI ISLAM/KALAM
Publisher : TEOLOGIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The development of Islamic modern theology becomes moral obligation for us which live as the biggest Moslem in the world. Fazlur Rahman laid stress on his discussion on the problem of God as the funnctional existence, the Quran as moral source and value, and the prophecy as concrete evidence of Allah’s affection, and the human as the creature to be responsibility for.  Similarly he discussed on the universe to be processed, satan as as test for mankind, and the hereafter life as the place for mankind liability. All themes were discussed in a discourse which for specific boundaries show the dynamic. Acccording to Rahman there are some problems of theology if they related to ethic in the Quran.It is not perfect discussion that can be carried out except if we willing to end with disclosure of all the contents of Quran. Having relation to this issue, he offered to read the Quran with the Quran itself. Abstrak: Pengembangan pemikiran teologi modern Islam semakin terasa menjadi kewajiban moral kita yang hidup sebagai bangsa muslim terbesar di muka bumi ini. Fazlur Rahman menitik beratkan bahasannya sekitar persoalan tuhan sebagai eksistensi yang fungsional, al-Quransebagai sumber dan nilai moral, dan kenabian sebagai bukti kongkrit kepengasihan Allah, serta  manusia sebagai mahluk yang ber­tanggung jawab. Demikian pula ia mengangkat bahasan alam semesta untuk diolah, setan sebagai ujian bagi manusia, serta kehidupan akhirat sebagai tempat pertanggung jawaban manusia. Semua tema tersebut dibahas dalam satu wacana yang sampai batas-batas tertentu benar-benar menunjukkan dinamika. Begitu banyak menurut Rahman yang bisa kita bicarakan mengenai teologi jika dikaitkan dengan etika dalam al-Qur’an. Suatu pembicaraan yang sempurna tidak akan dapat dilakukan, kecuali kalau kita bersedia berakhir dengan pengungkapan seluruh isi kitab itu sendiri. Berkenaan dengan ini, Dan itupun tidak juga mungkin kecuali dalam bentuk membaca al-Quranitu sendiri, dan membiarkan kitab suci itu bicara sendiri. Fazlur Rahman pun gemar membuat pernyataan semacam itu. Keywords: teologi modern, nilai moral, Tuhan, al-Quran, setan, akhirat.
KATA “ALLAH” DALAM AL-QURAN DAN ALKITAB Kajian Terhadap Pelarangan Menggunakan Kata “Allah” Bagi Selain Muslim Arifin, Zainal
TEOLOGIA Vol 25, No 2 (2014): TEOLOGI ISLAM/KALAM
Publisher : TEOLOGIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study appears due MUIS Malaysia ban the use of the word "Allah" for the citizens is not Islam. This study examined for the purposes of the establishment of religious tolerance based on the understanding of religion. This paper seeks to explain that the word "Allah" contained in the Quran and the Bible, by limiting the study of the Qur’an and the Bible, to formulate the concept of "Allah" who became God for Muslims. This study found that the word "Allah" though not derived from Arabic, he eventually became part of the Arabic language of the Quran. He also became the name of God for Muslims. Further more, the authors found that in addition to Muslims, Christians and Jews may use the word "Allah" to indicate their God. When a Christian used to indicate the name of Jesus, it is also allowed as a form of tolerance. As the infidels Quraish mentions culpture as a means of worshiping God. Abstrak: Kajian ini muncul akibat pelarangan MUIS Malaysia dalam penggunaan kata "Allah" bagi warga bukan Islam. Kajian ini dikaji untuk keperluan tegaknya toleransi beragama berdasarkan pe­mahaman agama. Tulisan ini berupaya menjelaskan bahwa kata "Allah" tertuang dalam Al-Quran dan Alkitab, dengan membatasi telaah pada Al-Quran dan Alkitab, merumuskan konsep "Allah" yang menjadi Tuhan bagi Muslim. Penelitian ini menemukan bahwa kata "Allah" walau bukan berasal dari bahasa Arab, ia akhirnya menjadi bagian dari bahasa Quran yang Arab. Ia juga menjadi nama Tuhan bagi umat Islam. Lebih jauh lagi, penulis menemukan bahwa selain Muslim, umat Nasrani dan Yahudi boleh menggunakan kata "Allah" untuk me­nunjukkan Tuhan mereka. Bila seorang Kristiani meng­gunakannya untuk menunjuk­kan nama Yesus, itu juga dibolehkan sebagai wujud toleransi. Sebagaimana kaum kafir Quraisy me­nyebutkan patung sebagai sarana me­nyembah Allah. Keywords: Allah, Al-Quran, Alkitab, God, Islam, Kristen.
IBLIS DALAM PERSPEKTIF TEOLOGI SAYYID QUṬB Norjenah, Norjenah
TEOLOGIA Vol 25, No 2 (2014): TEOLOGI ISLAM/KALAM
Publisher : TEOLOGIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract:The Devil is the cause of the fall of man to the earth. He had got Adam and Eve in paradise into eating the forbidden fruit, although God had warned them both to not approach the forbidden tree. The attempt of Devil remove them is due to their reluctance prostrate to Adam even though the command of God. Devil disobey God and considers himself better than Adam. Defiance against the theologians have their own interpretation, including Sayyid Quṭb. This article will explore the deeper thinking about the devil according to Sayyid Quṭb. Abstrak: Iblis adalah penyebab jatuhnya manusia ke bumi. Ia telah memperdaya Adam dan Hawa di surga agar memakan buah terlarang, meskipun Tuhan sudah me­ngingatkan mereka berdua untuk tidak mendekati pohon terlarang tersebut. Usaha Iblis untuk mengeluarkan mereka ini disebabkan oleh ke­enggan­an mereka bersujud kepada Adam meskipun itu perintah dari Tuhan.Iblis membangkang perintah Tuhan dan menganggap dirinya lebih baik dari Adam.Terhadap pembangkangan para teolog mempunyai interpretasi sendiri-sendiri, termasuk di dalamnya Sayyid Quṭb. Artikel ini akan mengeksplorasi lebih dalam pemikiran Sayyid Quṭb mengenai Iblis. Keywords:Iblis, setan, sujud, teolog, malaikat, surga.

Page 1 of 2 | Total Record : 15