cover
Contact Name
M. Rikza Chamami
Contact Email
dimas@walisongo.ac.id
Phone
+6285281070111
Journal Mail Official
dimas@walisongo.ac.id
Editorial Address
Institute for Research and Community Services (LP2M) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang Jl. Prof. Hamka - Rectorate Building, 3rd Floor Tambakaji Ngaliyan 50185 Semarang, Central Java, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan
ISSN : 14119188     EISSN : 25029428     DOI : https://doi.org/10.21580/dms
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan is a social-religious research journal published by Institute for Research and Community Services (LP2M), UIN Walisongo Semarang. The focus of this journal is to disseminate research results based on community services, increasing the capacity of society and community empowerment, and innovations of community empowerment in all districts around Indonesia. This journal covers textual and fieldwork studies on those issues from various fields including law, economy, social, philosophy, history, mysticism, art, theology, and others.
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 17, No 2 (2017)" : 20 Documents clear
BALESARI CULTURE AND LANGUAGE (BCL) SEBAGAI KATALISATOR DESA WANA WISATA BALESARI Faradisa, Farikah; Katrini, Yulia Esti; Baihaqi, Imam
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.668 KB) | DOI: 10.21580/dms.2017.172.2001

Abstract

Wana Wisata of Balesari village has huge potential to be developed into a national and even international tourist village. Balesari village is also categorized as a virgin, and it still has many local wisdoms that can be a special attraction for domestic visitors and also foreign tourists if the community of Balesari can manage it properly and maximally.. The focus of the contribution of Tidar University to the community is to serve the community to support the development of rural areas, one of them is Wana Wisata of Balesari Village. The development of villages is focused on Balesari Culture and Language activities that is cultural and linguistic conservation that manifests in awareness of activities, training, and cultural and linguistic assistance to become a tourist icon in Balesari village. In addition gradually over a period of 3 years, Balesari Culture and Language programs will also conserve the culture and language based on local wisdom in the village of Balesari gradually as a catalyst that will participate in improving the development of Balesari Wana Tourism Village. Desa Wana Wisata Balesari memiliki potensi yang sangat besar untuk dapat dikembangkan menjadi sebuah desa wisata bertaraf nasional bahkan internasional. Desa Balesari juga dikategorikan masih perawan, masih terdapat banyak kearifan lokal yang dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung domestik apalagi wisatawan asing apabila masyarakat dapat mengelolanya dengan baik, maksimal, dan profesional. Fokus kontribusi Universitas Tidar kepada masyarakat adalah melakukan pengabdian kepada masyarakat untuk mendukung pembangunan wilayah perdesaan salah satunya adalah Desa Wana Wisata Balesari. Pembangunan desa tersebut difokuskan dalam kegiatan Balesari Culture and Language yaitu konservasi budaya dan bahasa yang mewujud dalam kegiatan penyadaran, pelatihan, dan pendampingan budaya dan bahasa agar menjadi ikon wisata di desa Balesari. Selain itu secara bertahap dalam jangka waktu 3 tahun, program Balesari Culture and Language juga akan melakukan konservasi budaya dan bahasa berbasis kearifan lokal yang terdapat di desa Balesari secara bertahap sebagai katalisator yang akan ikut mempercapat laju perkembangan Desa Wana Wisata Balesari.
Pemberdayaan Paralegal Aisyiyah Ranting Sukodono dalam Pendampingan Korban Kekerasan Perempuan dan Anak Warjiyati, Sri
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.402 KB) | DOI: 10.21580/dms.2017.172.2425

Abstract

Research work and lecturer’s dedication that is realized with paralegal training activities to assist victims of violence against women and children. Facilitation of litigation and non litigation related materials to paralegals includes social analysis exercises, fact-finding, fact-organizing, reporting and briefing of formal and material law, among others criminal law, civil law, state administration law, criminal procedure law, civil and legal law state administrative events. Paralegals are taught so that they can mapping problems, building communication strategies, and networking to gain support in providing assistance to victims of violence. The next stage is for the continuous delivery of materials, training, and interaction between researchers and participants working together either directly or online until the participants have successfully accompanied them to the legal process. Kerja penelitian dan pengabdian dosen yang diwujudkan dengan aktivitas pelatihan paralegal untuk melakukan pendampingan korban kekerasan perempuan dan anak. Dilakukan fasilitasi materi terkait litigasi dan non litigasi kepada paralegal meliputi latihan analisis sosial, pencarian fakta, pengorganisasian fakta, laporan, dan pembekalan hukum formil dan materiil antara lain hukum pidana, hukum perdata, hukum administrasi negara, hukum acara pidana, hukum acara perdata dan hukum acara tata usaha negara. Paralegal diajarkan sehingga mampu melakukan pemetaan masalah, strategi komunikasi, dan membangun jejaring untuk mendapatkan dukungan dalam melakukan pendampingan terhadap korban kekerasan. Tahap berikutnya adalah untuk penyampaian materi, pelatihan, dan interaksi terus menerus antara peneliti dan peserta bekerja sama baik secara langsung atau online sampai peserta berhasil melakukan pendampingan sampai menuju proses hukum. 
Penguatan Kompetensi dan Keterampilan Guru Madrasah Se-Kota Semarang dalam Mengembangkan “Web Based Assesment” Menggunakan Schoology Arsini, Arsini
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.06 KB) | DOI: 10.21580/dms.2017.172.2430

Abstract

This devotion aims to madrasah teachers in the city of Semarang able to develop web based assessment and able to improve the quality of process and learning outcomes. Devotion is done by providing training and assistance of web-based automated assessment (web based assessment) to madrasah teachers in Semarang city. The training was conducted in Physics Computational Laboratory of Physics Department of UIN Walisongo Semarang. Web-based automated assessment exercises (web basedassesment) are conducted using schoology. The result of this program of devotion is the training activity of making web basedassesment has been able to increase the competence and teachers of madrasah aliyah in Semarang city and develop web based automatic assessment in madrasah. Secondly, through teacher training activities can improve the ability in developing online learning media as an independent learning media for students.  Teachers who have received training are expected to pass on their knowledge to teachers in their respective schools. Pengabdian ini bertujuan agar guru-guru madrasah di kota Semarang mampu mengembangkan web based assesment serta mampu meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran. Pengabdian dilakukan dengan mengadakan pelatihan dan pendampingan penilaian otomatis berbasis web (web based assesment) kepada guru-guru madrasah se kota Semarang. Pelatihan dilaksanakan di laboratorium Fisika komputasi Jurusan Fisika UIN Walisongo Semarang. Pelatihan penilaian otomatis berbasis web (web basedassesment) dilaksanakan dengan menggunakan schoology. Hasil dari program pengabdian ini adalah kegiatan pelatihan pembuatan web basedassesment telah mampu meningkatkan kompetensi dan guru-guru madrasah aliyah di kota Semarang dan mengembangkan penilaian otomatis berbasis web di madrasah. Kedua, melalui kegiatan Pelatihan guru mampu meningkatkan kemampuan dalam mengembangkan media pembelajaran online sebagai media pembelajaran mandiri bagi siswa. Guru yang telah mendapatkan pelatihan diharapkan dapat menularkan ilmunya kepada para guru di sekolah masing-masing.
Penguatan Nilai-Nilai Wawasan Kebangsaan bagi Calon Jamaah Haji Ernawati, Briliyan; Saifudin, Saifudin; Arafat, Mohammad Tajuddin
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.573 KB) | DOI: 10.21580/dms.2017.172.2426

Abstract

The enthusiasm of Indonesian society to fulfill the worship of hajj is the reason for the long queue of quota of pilgrimage. Therefore, strong commitment is needed for Hajj pilgrims in improving services to pilgrims Hajj. One form of service is the assistance in the form of guidance of pilgrims held by Hajj pilgrims in their respective areas. Hajj pilgrimage during this only focus on the hajj manasik only. In the history of Islam in Indonesia shows that Haj is one of the effective path in the process of disseminating knowledge and understanding of Islam to Indonesia. The method used in this activity is by using the Focus Group Discussion (FGD) method. The result of this activity is that pilgrims are in need of this kind of provision to fortify them from radical Islamic ideology especially those that lead to the movement to establish an Islamic caliphate. All elements must play an active role in counteracting this movement that is by strengthening the values of national insight for prospective pilgrims jama'ah. Hajj Guidance Group (KBIH) should be able to play a role in overcoming this problem. Antusias memasyarakat Indonesia untuk menunaikan ibadah hajimenjadi alasan panjangnya antrean kuota ibadah haji. Oleh karena itu, diperlukan komitmen yang kuat bagi penyelenggara haji dalam meningkatkan pelayanan kepada jamaah haji. Salah satu bentuk pelayanan tersebut adalah pendampingan dalam bentuk bimbingan manasik haji yang diselenggarkan oleh penyelenggara haji di daerah masing-masing. Pendampingan jamaah haji selama ini hanya fokus terhadap manasik haji saja. Dalam catatan sejarah Islam di Indonesia menunjukkan bahwa haji merupakan salah satu jalur yang efektif dalam proses penyebaran keilmuan dan paham Islam ke Indonesia.Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dengan menggunakan metode Focus Group Discussion (FGD). Hasil dari kegiatan ini adalah bahwa calon jamaah haji sangat memerlukan pembekalan semacam ini untuk membentengi mereka dari ideologi islam radikal lebih-lebih yang mengarah pada gerakan mendirikan khilafah islamiyah. Semua elemen harus berperan aktif dalam menangkal gerakan ini yaitu dengan menguatkan nilai-nilai wawasan kebangsaan bagi calon  jama’ah haji. Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) harus mampu berperan dalam mengatasi masalah ini.
Juru Sembelih Halal Berbasis Pada Walisongo Halal Research Center (WHRC) Solek, Mohamad
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.672 KB) | DOI: 10.21580/dms.2017.172.2431

Abstract

In everyday life, we can’t escape from eating meat, but sometimes we often question about the status of halalness, that is whether it meets the criteria of halal slaughter according syara' or not yet. The effort to realize the halal slaughter is to conduct Halal Slaughter Training marching at the Walisongo Research Center for students of Walisongo State Islamic University of Semarang.The halal slaughterhouses training activities are designed in the form of intensive and continuous training accompanied by expert of the Food and Cosmetics Review Institute (LP POM) of Central Java MUI, experts of the Livestock and Animal Health Service (DISNAKKESWAN) and Walisongo Halal Research Centre (WHRC).The results of this dedication in the implementation of the halal slaughterer training is that students are able to understand the halal slaughtering way (according to Syara’ and MUI Standard) and be able to practice a professional halal slaughterer, while the sustainability of this training is Student/graduate of Walisongo State Islamic University of Semarang as “Profesional Halal Slaughterer” in their regions. Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak bisa lepas dari mengonsumsi daging, namun terkadang kita sering mempertanyakan tentang status kehalalan tersebut yaitu apakah sudah memenuhi kriteria penyembelihan halal sesuai syara’ atau belum. Upaya untuk mewujudkan penyembelihan halal tersebut adalah dengan mengadakan Pelatihan Juru Sembelih Halal berbasis pada Walisongo Halal Research Center (WHRC) bagi mahasiswa UIN Walisongo Semarang. Kegiatan pelatihan juru sembelih halal tersebut didesain dalam bentuk pelatihan yang dilakukan secara intensif dan kontinu dengan didampingi oleh tenaga ahli Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Makanan (LPPOM) MUI Jawa Tengah, tenaga ahli Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DISNAKKESWAN) dan tenaga ahli Walisongo Halal Research Center (WHRC). Hasil kinerja pengabdian dalam pelaksanaan pelatihan juru sembelih halal yaitu Mahasiswa mampu memahami cara menyembelih yang halal (sesuai Syara’ dan Standar MUI) dan mampu mempraktekkan menjadi juru sembelih yang halal profesional, adapun keberlanjutan pelatihan ini adalah Mahasiswa/Alumni UIN Walisongo Semarang sebagai“JuruSembelih Halal yang Profesional” di daerah asalnya masing-masing.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Wisata Budaya Jonotemayang Bojonegoro Jawa Timur Musyafa’ah, Nur Lailatul
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.393 KB) | DOI: 10.21580/dms.2017.172.2427

Abstract

Jono Temayang Bojonegoro Village is known as a cultural tourism village. On January 20-February 19, 2016, 21 students of UIN Sunan Ampel Surabaya and a lecturer supervising the community in Jono Temayang Bojonegoro village in Real Work Participatory Action Research (KKN PAR). KKN PAR is implemented to optimize the empowerment of the community of cultural tourism village Jono Temayang Bojonegoro. Based on the results of mapping and transect, it is known that Jono village has tremendous potential to be developed from agriculture, animal husbandry, culture, religion and education. Among the problems faced by the Jono community are environmental, religious and educational issues. Based on the existing problems, then the action of the team accompanying the community is to establish a garbage bank, planting a toga plant, holding a "ngaji together", and private lessons. Desa Jono Temayang Bojonegoro dikenal sebagai desa wisata budaya.Pada 20 Januari-19 Februari 2016, 21 mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya dan satu dosen pembimbing melakukan pengabdian masyarakat di desa Jono Temayang Bojonegoro dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata Participatory Action Research (KKN PAR). KKN PAR tersebut dilaksanakan untuk mengoptimalkan pemberdayaan masyarakat desa wisata budaya Jono Temayang Bojonegoro. Berdasarkan hasil mapping dan transect, diketahui bahwa desa Jono memiliki potensi yang luar biasa untuk dikembangkan, baik dari sector pertanian, peternakan, budaya, agama dan pendidikan. Diantara masalah yang dihadapi masyarakat Jono adalah masalah lingkungan, agama dan pendidikan. Berdasarkan masalah yang ada, maka maka action yang dilakukan tim pendamping bersama masyarakat adalah mendirikan bank sampah, menanam tanaman toga, mengadakan “ngaji bareng”, dan les privat.
Poduksi Tempe Sebagai Wirausaha Mahasiswa Santri Andayani, Aisyah; Hambali, Slamet
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.41 KB) | DOI: 10.21580/dms.2017.172.2432

Abstract

“Tempe” is a traditional food in Indonesia that interested almost of all world. Most of vegetarian who using “tempe” as food alternative of meat. Because many devotees of “tempe”. “Tempe” is a food that made of soybean seed fermentated by tempe’s ragi. Tempe is a source of the best protein also, to result the qualified tempe, need the good tempe also and can process making tempe well and true. Producing tempe is one of for the studnets, or santri of life skill Daarun Najaah to endeavor and exercise autonomous spirit. Remember tempe is a product that interested from a various cityzen. Subservience process are 3 steps : preparation step, implementation step, and evaluation step. Until the student university can market the product tempe to the society, can process product mattered nature of tempebecome, the kind of nutritious food and rightfull with has value of sale, and teach to the society ability of producing tempe. Tempe merupakan makanan tradisional Indonesia yang diminati hampir di seluruh dunia. Banyak kaum vegetarian yang menggunakan tempe sebagai makanan pengganti daging. Tempe adalah makanan yang terbuat dari biji kedelai yang difermentasi menggunakan ragi tempe. Tempe juga merupakan sumber protein yang sangat baik. Untuk menghasilkan tempe yang berkualitas dibutuhkan pula kedelai yang bagus (berkualitas) serta dapat mengelola proses pembuatan dengan baik dan benar. Produksi tempe menjadi salah satu trobosan bagi mahasiswa santri Pondok Pesantren Life Skill Daarun Najaah untuk berwirausaha dan melatih jiwa kemandirian mengingat tempe merupakan produk yang diminati dan digemari dari berbagai lapisan kalangan masyarakat. Proses pengabdian meliputi tiga tahap, yaitu: tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Dengan adanya tahapan-tahapan tersebut program ini dapat berkelanjutan sehingga mahasiswa santri mampu memasarkan produk tempe kepada masyarakat, mampu mengolah produk berbahan dasar tempe menjadi berbagai makanan bergizi dan halal serta memiliki nilai jual, dan mengajarkan kemampuan produksi tempenya kepada masyarakat.
Mengemas Kelas Bahasa Inggris (EFL) melalui Joyful Learning Based Social Constructivism Pedagogy Huda, Husnul; Dewi, Nuna Mustikawati; Widyaningrum, Lulut
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.695 KB) | DOI: 10.21580/dms.2017.172.2428

Abstract

Joyful Learning as a learning process in which there is a strong cohesion between educators and learners, without any feelings of forced or depressed to make learners dare to do, dare to try, dare to ask, express opinions, and defend opinions so as not to fear wrong, ridiculed , underestimated and depressed. The purpose of this article is to illustrate the empowerment of madrasah English teachers with Joyful Learnig-Based Social Constructivism Pedagogy in the EFL Class. In implementing the concept of joyful based social constructivism pedagogy, the program is designed in four stages including socialization and training; class-class modeling; teacher engagement in classroom practice; and mentoring teachers to practice independently in the classes. In general, the English teachers in the two accompanying madrassas have been able to implement the concept of joyful based social constructivism pedagogy through a variety of methods and techniques that vary especially in brainstorming and ice breaking.Joyful Learning  sebagai suatu proses pembelajaran yang didalamnya terdapat sebuah kohesi yang kuat antara pendidik dan peserta didik, tanpa ada perasaan terpaksa atau tertekan sehingga membuat peserta didik berani berbuat, berani mencoba, berani bertanya, mengemukakan pendapat, dan mempertahankan pendapat  sehingga tidak takut salah, ditertawakan, diremehkan  dan  tertekan. Tujuan dari artikel ini adalah menggambarkan pemberdayaan guru bahasa Inggris madrasah dengan Joyful Learnig-Based Social Constructivism Pedagogy dalam Kelas EFL. Dalam mengimplemetasikan konsep joyful based social constructivism pedagogy ini, program didesain dalam empat tahap yang meliputi sosialisasi dan pelatihan; pemberian modelling dikelas-kelas; pelibatan guru dalam praktik di kelas-kelas; dan pendampingan guru untuk praktik secara mandiri di kelas-kelas. Secara umum, para guru bahasa Inggris di dua madrasah yang didampingi sudah mampu mengimplemetasikan konsep joyful based social constructivism pedagogy melalui berbagai macam metode dan teknik yang bervariasi khususnya dalam brainstorming dan ice breaking.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pemanfaatan Tanah Pekarangan (PTP) untuk Konservasi dan Wirausaha Agribisnis di Kelurahan Kedung Pane Kota Semarang Sugiarso, Sugiarso; Riyadi, Agus; Rusmadi, Rusmadi
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.512 KB) | DOI: 10.21580/dms.2017.172.2433

Abstract

Community empowerment activity through Lecturer Dedication Program (KPD) utilization of yard for conservation and agribusiness this is the first step to stimulate the growth of spirit of self-help and community participation. KPD program is a step to build the foundation for a social change that led to empowering society (empowering society). Some changes that have been achieved through this KPD program are: 1) The occurrence of mental attitude changes and mindset (mindset) and entrepreneurial spirit on the subject of assistance, so that they are aware of the local potential around him that can be developed into a high value commodity. 2) The occurrence of changes and the creation of habituation of the working patterns of the targeted subjects which put forward the concept of hard and intelligent work, which in the end is expected to increase productivity. 3) The birth of assisted subjects who have a set of knowledge and skills (life skills) to develop local potentials into commodities of production with higher selling value. Kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui program Karya Pengabdian Dosen (KPD) pemanfaatan pekarangan untuk konservasi dan agribisnis ini merupakan langkah awal untuk merangsang tumbuhnya semangat swadaya dan partisipasi masyarakat. Program KPD merupakan tahapan untuk membangun pondasi bagi sebuah perubahan sosial yang berujung pada pemberdayaan masyarakat (empowering society). Beberapa perubahan yang sudah dicapai melalui program KPD ini adalah: 1) Terjadinya perubahan sikap mental dan pola pikir (mindset) dan jiwa entrepreneur pada subyek dampingan, sehingga mereka sadar akan adanya potensi lokal di sekelilingnya yang bisa dikembangkan menjadi komuditas yang bernilai jual tinggi. 2) Terjadinya perubahan dan terciptanya habituasi pola kerja subyek dampingan yang mengedepankan konsep kerja keras dan cerdas, yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan produktifitas. 3) Lahirnya subyek dampingan yang memiliki seperangkat pengetahuan dan ketrampilan (life skill) untuk mengembangkan potensi lokal menjadi komoditas hasil produksi yang memiliki nilai jual lebih tinggi.
Penguatan Kampung Santri untuk Pengembangan Masyarakat Sadar Hukum di Wilayah Mangkang Kota Semarang Khoiriyah, Rihlatul; Imron, Ali; Munif, Ahmad; Munawaroh, Lathifah
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 17, No 2 (2017)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.858 KB) | DOI: 10.21580/dms.2017.172.2429

Abstract

This paper intends to see the extent of legal awareness of the community in the village area of the santri against family law derived from national legal products. The results of the study show two main points, first, the understanding of Islamic civil law (marriage and inheritance) of Mangkang region society is dominated to the accepted understanding of classical fiqh. The people of Mangkang region are not anti-starch against the civil law of Islam issued by the state in the form of positive law. Although the Mangkang area people see that both are ijtihadiyah products, but the existence of Indonesian civil law that has an administrative effect on others makes them accept a good denan. Second, a persuasive approach in the form of a cultural approach is more readily accepted by citizens. Mangkang area people feel comfortable when invited to dialogue and discussion related to Islamic civil law of Indonesia. In the end, by reaching the common point and the good that might be obtained, Indonesian civil law can be understood and well accepted. Tulisan ini bermaksud melihat sejauh mana kesadaran hukum masyarakat di wilayah kampung santri terhadap hukum keluarga yang bersumber dari produk hukum nasional. Hasil dari kajian menunjukkan dua hal pokok, pertama, pemahaman hukum perdata Islam (penikahan dan kewarisan)  masyarakat wilayah Mangkang didominasi kepada pemahaman yang diterima fiqh klasik. Masyarakat wilayah Mangkang tidak anti pati terhadap hukum perdata Islam yang dikeluarkan negara dalam bentuk hukum positif. Meskipun masyarakat wilayah Mangkang melihat bahwa keduanya merupakan produk ijtihadiyah, namun keberadaan hukum perdata Islam Indonesia yang memiliki dampak administratif kepada yang lainnya menjadikan mereka bisa menerima denan baik. Kedua, pendekatan persuasif dalam bentuk pendekatan budaya lebih mudah diterima oleh warga masyarakat. Masyarakat wilayah Mangkang merasa nyaman ketika diajak berdialog dan berdiskusi terkait hukum perdata Islam Indonesia. Pada akhirnya, dengan mencapai titik temu dan kebaikan yang mungkin akan didapat, hukum perdata Islam Indonesia bisa dipahami dan diterima dengan baik..

Page 1 of 2 | Total Record : 20