cover
Contact Name
Aditya Mahatidanar Hidayat
Contact Email
adityamahatidanar@gmail.com
Phone
+6281379843467
Journal Mail Official
tekniksipil@ubl.ac.id
Editorial Address
Jl. Z.A. Pagar Alam No 26, Labuhan Ratu, Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 20872860     EISSN : 27456110     DOI : http://dx.doi.org/10.36448/jts.v14i1
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil ini memberikan para peneliti dan praktisi di bidang teknik struktural dan sipil dengan forum unik untuk menyebarkan ide dan teknik baru dengan dampak potensial yang signifikan. Jurnal Teknik Sipil mengundang pengajuan makalah asli, empiris, dan teoretis serta studi kasus dan resensi buku yang mencakup berbagai bidang Teknik Sipil yang terdaftar (namun tidak terbatas pada) sebagai berikut: 1. Konstruksi dan Bahan Bangunan 2. Rekayasa Struktur dan Gempa 3. Mekanika Batuan dan Rekayasa Geoteknik 4. Teknik Lingkungan 5. Ilmu dan Teknik Air 6. Rekayasa Transportasi 7. Teknik Kelautan dan Kelautan
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2016): April" : 5 Documents clear
Optimasi Waktu Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi dengan Metode Jalur Kritis Menggunakan Software Microsoft Project Lilies Widojoko
Jurnal Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (835.497 KB) | DOI: 10.36448/jts.v7i1.917

Abstract

Suatu proyek terdiri dari berbagai jenis pekerjaan. Antara satu jenis pekerjaan dengan jenis pekerjaan yang lain mempunyai hubungan yang sangat erat. Jenis-jenis pekerjaan itu akan menunjukkan skala besar atau tidaknya suatu proyek. Makin banyak jenis pekerjaan yang akan dilakukan maka makin besar pula skala dari proyek tersebut, demikian pula sebaliknya. Hubungan antara jenis pekerjaan yang satu dengan jenis pekerjaan yang lain pada proyek yang berskala besar akan sangat kompleks, makin kecil skalanya maka hubungan antara jenis pekerjaan akan makin sederhana. Pada beberapa proyek, seringkah terjadi keterlambatan penyelesaian pekerjaan terutama pada waktu pelaksanaan pekerjaan konstruksi. Hal ini mengakibatkan terhambatnya beberapa pekerjaan lainnya yang dilakukan setelah pelaksanaan pekerjaan konstruksi selesai. Keterlambatan pelaksanaan pekerjaan konstruksi juga mengakibatkan terjadinya pembengkakan biaya pekerjaan yang cukup besar. Untuk dapat mengurangi resiko terjadinya pembengkakan biaya, diperlukan optimasi waktu kerja yang lebih terencana dengan matang agar keterlambatan pekerjaan dapat dihindari. Optimasi waktu yang dilakukan disini tentu saja dengan memperhatikan hal-hal lain seperti kualitas mutu pekerjaan dan lain-lain.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jadwal kerja yang efisien dengan membuat suatu jalur kritis dari suatu jaringan kena yang mengoptimalkan beberapa pekerjaan yang merupakan titik-titik rawan pada pelaksaaan pekerjaan konstruksi dalam suatu proyek yang keterlambatannya akan sangat berpengaruh pada penyelesaian akhir dari proyek itu.
Perencanaan Pengendalian Waktu Kegiatan Pondasi Tiang Pancang pada Proyek Dermaga Jetty II PT. Red Eco Petrolin Utama Merak-Jawa Barat Hery Riyanto
Jurnal Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (712.438 KB) | DOI: 10.36448/jts.v7i1.918

Abstract

Dalam pelaksanaan proyek secara umum, setiap kontraktor peserta tender diharuskan mengajukan sebuah rencana kemajuan proyek.Pembuatan rencana kemajuan proyek harus disetujui oleh pemberi tugas bila kontraktor tersebut menjadi pemenang tender, rencana kemajuan tersebut sebagai acuan jadwal pelaksanaan proyek. Setiap proyek selalu menampilkan kurva kemajuan pekerjaan yang biasa disebut dengan kurva-s, kurva-s setiap proyek tidak selalu sama bentuknya. Hal ini disebabkan banyak faktor yang mempengaruhi bentuk dari kurva-s tersebut.pentingnya pengendalian waktu yang berfungsi sebagai patokan dasar dari waktu pelaksanaan pekerjaan yang dapat membantu pelaksanaan / pengawas, juga perencanaan untuk menyelesaikan suatu kegiatan pekerjaan sesuai dengan waktu yang telah di rencanakan.Mengendalikan waktu pelaksanaan agar sesuai dengan perencanaan waktu kegiatan pemancangan pondasi tiang pancang di proyek Dermaga Jetty II PT. Redeco Petrolin Utama. Perencanaan pengendalian waktu kegiatan pondasi tiang pancang pada proyek dermaga jetty II tidak sesuai dengan waktu yang telah direncanakan dan mengalami penambahan atau perubahan waktu yang disebabkan oleh : (1) Lambat dalam memindahkan pipa pancang dari dalam tenda keluar, pada kegiatan sand blasting dan pengecatan yang disebabkan roda raknya turun dari rel dan membutuhkan waktu 2 jam.(2) Kurangnya tenaga kerja dalam pekerjaan pengelasan (penyambungan) pipa tiang pancang jadi dalam 2 hai) hanya 3 buah pipa yang tersambung. (3)          Ombak yang terlalu besar dan terpaksa pemancangan pondasi tiang pancangnya tertunda 2 hari. (4) Konstruksi tiang pancangnya kurang panjang dan kesalahan dari konsultan perencana dalam merencanakan panjang pipa pancang untuk pekerjaan ini pipa tiang pancang kemudian disambung dan pengerjaannya membutuhkan waktu 6 hari. (5) Apabila ada kapal yang sandar di dermaga jetty I semua pekerjaan yang berhubungan dengan api harus berhenti sekitar 2 jam karena di takutkan ada gas yang bocor. (6) Ponton tidak bisa merapat pada posisi tiang pancang nomor 1,3 dan 4, karena tersangkut batu dan terpaksa harus digali terlebih dahulu dan membutuhkan waktu 2 hari.
Pengaruh Penambahan Kapur dan Lama Waktu Pemeraman pada Tanah Pasir Berlempung Terhadap Kekuatan Tanah Ronald Nurisko
Jurnal Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.214 KB) | DOI: 10.36448/jts.v7i1.919

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku statis elemen struktur balok beton bertulang pracetak yang disambung dengan sambungan basah. Benda uji yang digunakan adalah balok beton bertulang 30 MPa dengan 6 buah tulangan utama diameter 8 mm yang diletakkan di atas dua tumpuan sendi rol pada masing-masing ujungnya mempunyai penampang prismatis segi empat 10x18 cm2. Sambungan basah adalah sambungan yang menggunakan bahan beton polimer 40 MPa dengan metoda penyambungan menggunakan metoda prepacked. Kajian perilaku statis pada model benda uji untuk mengetahui kekuatan lentur struktur, kekakuan dan pola retak struktur balok akibat beban statis yang diletakkan di tengah bentang. Beban statis adalah beban mempunyai arah dan besar  tetap. Hasil kajian struktur beton yang disambung kemudian dibandingkan dengan struktur yang tanpa sambungan (monolit). Kekuatan balok dengan sambungan basah lebih kecil daripada kekuatan balok monolit. 
Penerapan Metode Indeks Bahaya Kecelakaan untuk Anaisis Kasus Lalu Lintas di Lampung Junardi JUNIARDI
Jurnal Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (882.807 KB) | DOI: 10.36448/jts.v7i1.915

Abstract

Jalan raya sebagai sarana mobilitas kendaraan, juga dirancang untuk semakin lebar, panjang dan bebas dan hambatan. Sayangnya tingkat mobilitas dan akselerasi yang semakin tinggi, nampak menimbulkan persoalan ikutan yakni tingginya angka kecelakaan, sebab itu perlu adanya kajian terhadap indeks bahaya kecelakaan lalu lintas jalan raya di Lampung.Banyak penyebab kecelakaan di jalan diantaranya selain pertambahan penduduk dan kemakmuran yang menyebabkan semakin banyak orang berpergian. Pengkajian lebih mendalam terhadap permasalahan ini sangat diperlukan, dan juga terhadap beberapa faktor yang menimbulkan kecelakaan jalan raya, sebelum tindakan yang efektif dapat dilakukan untuk menangani situasi sekarang. Penggunaan Metode Indeks Bahaya Kecelakaan lebih memberikan gambaran yang jelas tentang bahaya kecelakaan di Propinsi Lampung. Penghitungan laju kecelakaan dengan menggunakan metode indeks bahaya kecelakaan memberikan gambaran yang jelas tentang bahaya kecelakaan yang ada di Propinsi Lampung, karena tiap parameter mempunyai hasil yang sangat jauh berbeda.          Nilai Indeks Bahaya Kecelakaan (AHI) untuk Propinsi Lampung menunjukkan bervariasi. Nilai Indeks Bahaya Kecelakaan (AH1) yang didapat, untuk Bandar Lampung (3,350), Lampung Barat (1,111) dan Lampung Utara (1,023) lebih besar dari satu, ini menunjukkan daerah tersebut mempunyai masalah dalam kecelakaan, sedangkan daerah Lampung Selatan (0,721) dan Lampung Tengah (0,889) tidak menunjukkan adanya masalah kecelakaan yang serius.  Jadi nilai indeks bahaya kecelakaan yang paling besar adalah daerah Bandar Lampung dengan nilai AHI 3,350.
Metode Perencanaan dan Penyusunan Program Jalan Kabupaten di Sumatera Selatan Dirwansyah Sesunan
Jurnal Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.22 KB) | DOI: 10.36448/jts.v7i1.916

Abstract

Metode perencanaan ini telah dikembangkan, dicoba dan diperkenalkan kepada 51 Kabupaten yang masuk dalam proyek IBRD RR 2.terutama antara tahun 1997 -1999. Atas dasar pengelaman ini. dalam bulan Oktober 1999 Bina Marga telah memulai suatu rencana kegiatan untuk memperkenalkan suatu metode perencanaan yang standar kepada seluruh Kabupaten pada bantuan suatu unit yang beru dibentuk di setiap Provinsi yang disebut Proyek Bantuan Penanganan Jalan Kabupaten dan Kotamadya (PBPJK).Metode perencanaan dan penyusunan progran untuk pekerjaan bertahap (rehabilitasi, peningkatan) dan pekerjaan ringan (terutama pemeliharaan) pada jalan dan jembatan Kabupaten.Di dalam perencanaan ini tidak termasuk tahap perencanaan teknis.Prosedur Perencanaan ini harus dilaksanakan sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri No. : 050.1 441/sj tanggal 11 Pebruari 1993 bahwa kelayakan suatu proyek jalan yang diusulkan harus dapat dibuktikan dengan hasil studi perencanaan. Dari hasil uraian diatas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa dengan adanya Metode Perencanaan dan Penyusunan Program Jalan Kabupaten di Sumatera Selatan adalah sebagai berikut : (a) Dengan adanya Metode Perencanaan dan Penyusunan Program Jalan Kabupaten, maka metode ini merupakan cara yang praktis dan sederhana untuk menghitung biaya pekerjaan jalan dengan menggunakan matriks biaya, dibandingkan dengan menggunakan cara yang sering digunakan selama ini. (b) Metode perencanaan ini memberikan kepastian untuk menentukan pemilihan prioritas pekerjaan jalan dengan menggunakan tabel matriks. Biaya jalan perkilometer dapat ditentukan berdasarkan data LHK kendaraan roda 4, tipe dan kondisi jalan serta taksiran CBR.tanah dasar yang ada.

Page 1 of 1 | Total Record : 5