cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Raushan Fikr
ISSN : 23549688     EISSN : 25485393     DOI : -
RAUSYAN FIKR accept articles about: 1. Tarbiyyah 2. Syari'ah 3. Dakwah 4. Ushuludin 5. Adab 6. Humaniora 7. Ekonomi Islam
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 1 (2017)" : 20 Documents clear
DOMINASI ARSITEKTUR TIONGHOA MASJID CHENG HOO Dwi Saputri, Vita Sari
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Raushan Fikr Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.031 KB) | DOI: 10.24090/jimrf.v6i1.2707

Abstract

Dominasi warna pada bangunan Masjid Cheng Hoo yaitu warna merah, filosofi warna merah pada masyarakat Tionghoa melambangkan antusiasme, semangat dan keberuntungan tidak bertentangan dengan Islam. Dominasi ornament-ornamen dalam Masjid Cheng Hoo seperti bunga melati yang yang ada pada jendela dan langit-langit atap masjid yang dimaksudkan untuk menambah variasi pada atap masjid yang berjumlah delapan yang dianggap angka keberuntungan pada masyarakat Tionghoa. Dominasi bentuk atau wujud tulisan maupun bangunannya terdapat lafadz Allah pada pintu masjid yang dibuat seperti bentuk seperti huruf Cina dan asmaul husna dan asma Allah yang dibuat seperti huruf kanji di bagian langit-langit masjid bagian dalam. Model atap, pilar dan bagian-bagian lain yang sangat bervariasiada yang njawani, kearab-araban, dan mandarin.
PEMIKIRAN ISMA’IL RAJI AL-FARUQI TENTANG (ISLAMISASI PENGETAHUAN) DAN PEMIKIRAN KUNTOWIJOYO TENTANG (PENGILMUAN ISLAM) Anifah, Anifah; Sulistiono, Rovi; Alfan, Wahyu Jauhari
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Raushan Fikr Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jimrf.v6i1.2708

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan ditenggarai menjadi salah satu sumber permasalahan sosial yang berpotensi sangat merusak ditengah-tengah masyarakat yaitu ditandai dengan munculnya orang berilmu akan tetapi memiliki moralitas dan tanggung jawab sosial yang buruk. Persoalan itulah yang coba dijawab melalui tulisan ini yang merupakan konsepsi bangunan keilmuan ideal yang harus dimiliki oleh setiap orang. Sintesa epistimologi ilmu pengetahuan menurut al-Faruqi yang memiliki tesis berupa prinsip dasar Islamisasi pengetahuan adalah kesatuan tuhan, kesatuan alam, kesatuan kebenaran dan pengetahuan, kesatuan hidup, dan kesatuan umat manusia, dan kuntowijoyo menwarkan methodological objectivism, seraya menolak methodological secularism dengan membawa alternatif ilmu sosial profetik. Dari persinggungan pemikiran kedua tokoh tersebut diharapkan menjadi alternatif solutif dari persialan ilmu dan moralitas pemiliknya belakangan ini.
NATURALISASI POLA MAKAN DALAM SURAT AL-A’RAF Ambarwati, Reni Yulia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Raushan Fikr Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.22 KB) | DOI: 10.24090/jimrf.v6i1.2710

Abstract

Tulisan ini membahas tentang pola hidup yang seimbang sangat berpengaruh terhadap pribadi seseorang apabila tidak menghiraukan keseimbangan tubuh. Hal ini akan menimbulkan berbagai permasalahan di dalam tubuh manusia. Al-Qur’an menghimbau agar manusia mempelajari suatu hal yang behubungan dengan jasmani dan rohani serta sifat-sifat yang berhubungan. Makanan dan minuman menjadi salah satu penyebab di antara keduanya. Tulisan ini menekankan betapa pentingnya menjaga pola hidup dalam perspkektif Islam yang terdapat di dalam surat al- A’raf. Dari surat ini, dipahami bahwa makanan mengandung protein, karbohidrat, lemak, vitamin dan air yang menjadi unsur terpenting dalam kehidupan. Di dalam al-Qur’an sesungguhnya, ada solusi tentang ilmu kesehatan untuk manusia.
EPISTEMOLOGI IBNU KHALDUN DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM Purnomo, Sutrimo
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Raushan Fikr Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.794 KB) | DOI: 10.24090/jimrf.v6i1.2711

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk memberikan wacana tentang bagaimana menjadikan konsep epistemologi yang ditawarkan oleh Ibnu Khaldun sebagai alat untuk mengembangkan pendidikan Islam yakni dengan menjadikan indera, akal dan wahyu sebagai sumber pengetahuan.Wahyu (Al-Qur’an dan Al-Hadits) inilah yang seharusnya menjadi landasan bagiindera dan akal dalam pengembangan pendidikan Islamsehingga kemaslahatan umat baik yang bersifat duniawi maupun ukhrawi dapat tercapai, pendidikan Islam yang mampu mencetak para ilmuwan sekaligus ulama sebagai pemimpin umat. Paradigma yang bisa digunakan dalam pengembangan pendidikan Islam berkaitan dengan epistemologi Ibnu Khaldun tersebut, di antaranya dengan mengaitkan antara “ilmu umum” dan ilmu agama bahkan menanamkan pemahaman bahwasannya semua ilmu bersumber dari Allah sebagai Yang Maha Memberi Ilmu dengan prinsip bahwa proses perolehan pengetahuan hakekatnya adalah untuk kebaikan bagi dirinya dan bagi umat serta dengan mendasarkan proses pendidikan kepada al- Qur’an dan Hadits sebagai pedoman dalam pengembangan ilmu.
STRATEGI PEMBELAJARAN MENULIS (KITABAH) BAHASA ARAB Iskandar, Muhammad Lutfiana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Raushan Fikr Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.156 KB) | DOI: 10.24090/jimrf.v6i1.2712

Abstract

Bahasa arab selain merupakan alat komunikasi, bagi umat Islam bahasa arab sering dianggap sebagai bahasa agama, hal ini dikarenakan bahasa arab merupakan instrumen yang digunakan untuk menggali hukum- hukum Islam dari sumbernya yaitu Qur’an dan Hadits yang notabene berbahasa Arab. Olehkarena itu salah satu metode yang efektif dalam penguasaan bahasa arab adalah dengan strategi pembelajaran menulis (kitabah) yaitu kemampuan dalam mendeskripsikan atau mengungkapkan isi pikiran, mulai dari aspek sederhana seperti menulis kata-kata sampai kepada aspek yang kompleks yaitu mengarang, dimana aspek utama yang dikembangkan adalah al-qowaid (nahwu dan sharf), imla’ dan khot. Adapun unsur-unsur dalam kitabah adalah al-kalimah (satuan kata yang terkecil dari satuan kalimat atau unsur dasar pembentukan kaliamat), al- jumlah (kumpulan kata yang dapat membentuk pemahaman makna atau satu kata yang disandarkan dengan kata yang lain), al-fakroh (paragraf) dan uslub. Dengan strategi ini pembelajaran bahasa Arab dapat dilakukan dimana aspek pengetahuan yang didapat lebih banyak dan kemampuan yang dilatih lebih bervariasi.
KONSEP IHSAN DALAM Q.S AL-AHZAB AYAT 41-42 Nandani, Ayuwan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Raushan Fikr Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.724 KB) | DOI: 10.24090/jimrf.v6i1.2734

Abstract

Posisi manusia dalam menjalankan fungsinya sebagai hamba Allah bukan semata menjalin hubungan vertikal dengan Tuhan akan tetapi manusia memiliki beban teologis yang berupa tanggung jawab sosial terhadap sesamanya dan lingkungan, serta alam semesta tempat manusia tinggal. Persoalan moralitas manusia dalam wilayah hubungan horizontal inilah yang serlalu saja mengemuka dan membutuhkan gagasan solutif dari problematika tersebut. Salah satu konsepsi tentang posisi manusia tersebut terekam dalam konsep ihsan yang termaktub dalam ayat 41-42 surat al- Ahzab. Konsepsi ihsan dalam surat ayat tersebut adalah adanya kontrol diri yang timbul akibat dari kontinyuitas dalam menjalin hubungan dengan Tuhan melalui instrumen dzikir, sehingga sikap tang termanifestasi adalah sikap yang mencerminkan moralitas yang baik.
IDEOLOGI MASJID CHENG HOO DI BOBOTSARI Apriyanto, Apriyanto
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Raushan Fikr Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.306 KB) | DOI: 10.24090/jimrf.v6i1.2735

Abstract

Tulisan ini berusaha untuk mengungkap wujud bangunan masjid antara perpaduan budaya Jawa, Arab dan Tiongkok yang timbul pemahaman akan makna dari keunikan dan keindahan yang terkandung didalamnya. sebuah bangunan masjid yang terletak di Bobotsari Kabupaten Purablingga, Jawa Tengah bernama Masjid jami’ PITI Muhammad Cheng Hoo memiliki ideologi yang perlu dilakukan sebuah penelitian terkait simbol dan makna yang terkandung didalamnya. Penelitian ini menggunakan teori ideologi. Karena, dari teori ideologi akan diketahui sebuah pemahaman masyarakat terkait hadirnya sebuah bangunan masjid yang nampak sekilas mirip bangunan Klenteng tersebut. Penelitian ini mengungkap dari warna bangunan dan bentuk segi delapan pada kubah masjid yang merupakan simbol dari lima elemen unsur dasar penggambaran Yin dan Yang (simbol keseimbangan dalam mitologi Cina), kemudian bentuk segi delapan dikenal dengan “pat kwa” yang bermakna jaya dan keberuntungan serta keselamatan.
PEMIKIRAN ISLAM DI ERA POST MODERN Riana, Mia; Jannah, Roikhatul; Rokhayatun, Siti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Raushan Fikr Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.589 KB) | DOI: 10.24090/jimrf.v6i1.2736

Abstract

Istilah “Postmodernisme” membingungkan karena memberikan kesan bahwa kita berhadapan dengan sebuah aliran atau paham tertentu, seperti Marxisme, eksistensialisme, kritisisme, idealisme, dan lain-lain. Padahal pemikiran “posmo” itu ada banyak dan tidak ada kesatuan paham. Ada dalam filsafat modern salah satu kecenderungan yang muncul dalam bentuk-bentuk berbeda, namun ada kesamaan wujudnya, dan barangkali itulah kesamaan segala macam gaya berfikir yang ditemukan unsur “posmo”- nya itu. Untuk menghindari kebingungan yang lebih lanjut, maka penulis akan membahas postmodernisme secara lebih jelas dalam pembahasan makalah ini. Setidaknya ada tiga unsur atau elemen yang akan dibahas lebih rinci dalam pembahasan nanti. Yang pertama adalah mengenai perkembangan pemikiran Islam dari postmodernisme itu sendiri. Yang kedua adalah mengenai tokoh-tokoh di era postmodernisme. Serta yang ketiga adalah mengenai kontribusi tokoh-tokoh tersebut terhadap perkembangan pemikiran Islam.
STRATEGI DAN METODE PENDIDIKAN KARAKTER Yasin, Surotul
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Raushan Fikr Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.623 KB) | DOI: 10.24090/jimrf.v6i1.2737

Abstract

It is appropriate that the implementation of education in the school and madrasah aims to develop all potential learners in both the cognitive, psychomotor and affective domains. Cognitive is the intelligence of thinking, is expected to follow the existing programs in educational institutions learners have the ability to think better. Psychomotor is a skill development field, it is through this education that learners are expected to have skills in a particular field. Affective is the development of the attitude of learners in a better direction. With learners are in the educational environment is certainly expected to have a superior attitude and behavior. The development of the affective sphere that the current era we often hear with the term pendididkan character, is still very interesting to continue reviewed. In relation to finding the right strategies and methods to be implemented both at school and madrasah. Strategy and method is very important in the implementation of education. If possible say these strategies and methods is the key to the effective implementation of education. This paper offers alternative strategies and methods that can be used in the organization of character education. With the strategies and methods offered this character education is expected in the school environment maupu madrasah can be well organized and able to print a generation of character.
KUALIFIKASI PEMIMPIN LEMBAGA PENDIDIKAN FORMAL, NON FORMAL DAN INFORMAL LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM Rosyad, Rifqi Abdul
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Raushan Fikr Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.623 KB) | DOI: 10.24090/jimrf.v6i1.2748

Abstract

Sebagai makhluk sosial manusia tidak dapat hidup sendiri dan memerlukan penopang hidup berupa masyarakat. Setiap masyarakat tempat hidup manusia memiliki pandangan ideal bersama untuk diperjuangkan dan direalisasikan bersama. Pandangan ideal inilah yang kemudian menyatukan semua elemen masyarakat dalam kegiatan berorganisasi, dimana posisi pemimpin dan kepemimpinan menjadi sangat vital dalam konteks ini. Selain sebagai simbol dan manifestasi dari tujuan bersama, pemimpin juga merupakan salah satu bagian penting dari ajaran Islam. Apabila ditarik kedalam konteks pendidikan Islam akan menjadi menarik dan sangat penting dibahas karena pendidikan Islam merupakan lingkungan sosial yang memiliki peran penting bagi masa depan sosial juga. Dalam tulisan ini akan diulas mengenai kualifikasi kepemimpinan dalam ranah pendidikan formal, nonformal dan informal dalam pendidikan Islam di mana perbedaan mendasar dalam kualifikasi pemimpin formal dan pemimpin sosial antar lain : kemampuan manajerial, kualifikasi pendidikan, keterampilan teknis, penampilan dan kharisma. Perbedaan kualifikasi ini terjadi karena perbedaan wilayah kerja, wewnang dan tanggungjawab yang juga berbeda.

Page 1 of 2 | Total Record : 20