cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
SOSIALITA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 2 (2017): Oktober" : 6 Documents clear
Implementasi Masterplan Badan Usaha Milik Negara 2014 – 2019 Achmad Zahruddin
SOSIALITA Vol 10, No 2 (2017): Oktober
Publisher : SOSIALITA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1042.395 KB)

Abstract

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) adalah badan usaha yang seluruh atau sebagaian besar modalnya dimiliki oleh Negara melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan, dengan maksud dapat memberikan sumbangan bagi perkembangan perekonomian nasional pada umumnya, disamping dia bertugas mencari keuntungan tentunya. Disamping itu dapat menyelenggarakan kemanfaatan umum berupa penyediaaan barang dan jasa yang bermutu tinggi dan memadai bagi pemenuhan hajat hidup dan koperasi, serta turut aktif memberikan bimbingan dan bantuan kepada pengusaha golongan ekonomi lemah, koperasi dan masyarakat. Walaupun untuk melaksanakan maksud dan tujuan BUMN ini banyak kendala yang dihadapi, misalnya kendala yang berkaitan dengan struktur organisasi beserta sistem dan prosedurnya. Tidak jarang kita jumpai organisasi BUMN mempunyai struktur yang berlapis lapis. Banyaknya Hierarkhi seringkali menjadi penyebab inefisiensi karena arah informasi pada setiap tingkat tidak lancar.Walaupun BUMN mempunyai misi sebagai agent of development dan stabilisator akan tetapi sebenarnya tidak perlu kehilangan semangat untuk berkopetisi di pasar bebas, karena keberadaannya juga dituntut sebagai pelaku ekonomi yang bisa diandalkan.Untuk itulah Pemerintahan Joko Widodo saat ini melakukan konsolidasi  Badan Usaha Milik Negara  (BUMN).
Analisis Risk dan Return pada Saham Biasa (Common Stock) PT Alfa Retailindo, Tbk dengan Menggunakan Capital Asset Pricing Model Periode 2013-2016 Diah Ayu Ciptaning
SOSIALITA Vol 10, No 2 (2017): Oktober
Publisher : SOSIALITA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1011.051 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan menghitung tingkat risiko (risk) dan pengembalian (return) saham biasa pada PT Alfa Retailindo, Tbk periode 2013-2016. Analisis risk dan return dapat dilakukan dengan menggunakan Capital Asset Pricing Model. Tipe penelitian adalah deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data dengan dokumentasi dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan nilai beta saham Alfa < 1 terjadi pada tahun 2013-2016yang berarti saham memiliki risk yang kecil. Nilai return (Ri) tahun 2005 dan 2006 adalah positif yang berarti saham memperoleh keuntungan. Elemen dalam penghitungan return yaitu beta saham, tingkat keuntungan portofolio pasar dan tingkat keuntungan investasi bebas risiko. Saham berada pada kondisi bullish yaitu tahun 2013-2016dan bearish pada tahun 2016
Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pelanggan Taksi Argometer Pada PT Puspa Jaya Taksi di Bandar Lampung Ketut Teguh Pujawastu
SOSIALITA Vol 10, No 2 (2017): Oktober
Publisher : SOSIALITA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1092.617 KB)

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah ada Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pelanggan (Studi pada PT Puspa Jaya Taksi di Bandar Lampung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa seberapa besar pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan pada PT Puspa Jaya Taksi Bandar Lampung. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasi dengan metode survey menggunakan kuisioner. Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan dan penelitian di lapangan. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan inferensial. Analisis inferensial terdiri dari hipotesis statistic dan penelitian , uji statistik dan koefisien determinasi. Dari hasil penelitian yang diperoleh adalah adanya pengaruh yang signifikan kualitas pelayanan dengan kepuasan pelanggan, ditandai dengan analisis deskriptif yaitu Kualitas Pelayanan dengan nilai rata-rata 3,98 artinya baik, dan Kepuasan Pelanggan dengan nilai rata-rata 3,88 artinya baik. Analisis Inferensial uji signifikansi mendapat hasil r hitung (0,748) > r table (0,312) dan t hitung (8,655) > t table (2,201) artinya baik secara sampel maupun populasi ada pengaruh yang signifikan antara Kualitas Pelayanan dengan Kepuasan Pelanggan. Hasil analisis Regresi Linier Sederhana menunjukan adanya pengaruh yang signifikan dengan koefisien bernilai positif 0,611.
Dampak Profitabilitas, Financial Leverage dan Dividend Payout Ratio Terhadap Praktik Perataan Laba (Studi Kasus pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2013-2016 Soewito SOEWITO; Arifiana Arum
SOSIALITA Vol 10, No 2 (2017): Oktober
Publisher : SOSIALITA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (854.357 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh profitabilitas, financial leverage, dan dividend payout ratio terhadap praktik perataan laba. Sampel penelitian berjumlah 5 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2013-2016. Faktor-faktor yang diuji adalah profitabilitas (ROE), financial leverage (debt to equity ratio), dan dividend payout ratio. Indeks eckel digunakan untuk menentukan perusahaan yang melakukan praktik perataan laba maupun tidak. Hasil perhitungan indeks Eckel menunjukkan bahwa sebanyak 3 perusahaan yang melakukan praktik perataan laba. Sedangkan hasil dari analisis regresi data panel mendapatkan hasil antara lain (1) dengan uji simultan dibuktikan semua variabel secara bersama-sama mempengaruhi praktik perataan laba dan (2) dengan uji parsial baik profitabilitas, financial leverage, dan dividend payout ratio berpengaruh secara signifikan terhadap praktik perataan laba. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan dari penelitian ini bahwa profitabilitas, financial leverage, dan dividend payout ratio mempengaruhi perusahaan melakukan praktik perataan laba.
Minimasi Gap Komunikasi Bisnis dengan Pendekatan Inklusi Etika Moral-sepiritual dan Kepemimpinan Efektif Mohammad Machrus
SOSIALITA Vol 10, No 2 (2017): Oktober
Publisher : SOSIALITA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (996.981 KB)

Abstract

Bisnis, sebagai bentuk aktivitas sosial yang melibatkan stakeholder dalam korporasi. Korporasi perlu ada visi, misi, dan tujuan yang jelas dan disosialisasikan agar bisa  dipahami dan dilaksanakan semua pihak. Agar tujuan korporasi bisa dicapai optimal, maka perlu ada komuniakasi bisnis yang efektif dan inten, agar tidak terjadi gap kepentingan antar pihak. Gap yang ada perlu diminimasi, yaitu dengan pendekatan inklusi etika moral-sepiritual dan kepemimpinan efektif. Pendekatan etika moral, diangkat dari nilai-nilai (norma) social dan hukum formal; sedangkan etika sepiritual diangkat dari pengembangan karakter melalui kecerdasan  manusia, yaitu: Intellectual Quotiont (IQ), Emotional Quotion (EQ), dan Spiritual Quotion (SQ) secara utuh dan seimbang, sehingga dicapai:  kesadaran dan kearifan diri, dan kesempurnaan hakikat manusia sebagai hamba dan khalifah Allah ta’ala dalam aktivitas bisnis. Pendekatan kepemimpinan efektif, bisa membentuk komunikasi bisnis yang efektif, sehingga bisa mengurangi gap kepentingan antara pihak-pihak, dalam bentuk tatakelola korporasi.
Pemerintah Bertanggungjawab dalam Konteks Hubungan Kepercayaan dengan Masyarakat Rusdan RUSDAN
SOSIALITA Vol 10, No 2 (2017): Oktober
Publisher : SOSIALITA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (920.361 KB)

Abstract

Pemerintah bertanggungjawab merupakan tema penting yang selalu menjadi fokus perhatian dalam proses pemerintahan, karena dalam era keterbukaan sekarang ini hampir semua aktivitas pemerintah selalu dikaitkan dengan masyarakat. Hal ini tidak terlepas dari menguatnya pola hubungan “subjek-subjek” yang memposisikan kedua belah pihak saling berhubungkan. Proses kerja pemerintah hampir selalu dinilai oleh masyarakat. Oleh sebab itu, tanggung jawab pemerintah tidak hanya sebatas menjalankan aturan semata, namun harus diikuti dengan penguatan aspek etik sebagai  kewajiban moral dan kehendak bebas (free choice) yakni niat baik yang secara akumulatif akan menentukan pemenuhan janji  yang pada akhirnya membentuk dan menentukan kualitas kepercayaan masyarakat terhadap aktualisasi tanggungjawab pemerintah.

Page 1 of 1 | Total Record : 6