cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Majalah Geografi Indonesia
ISSN : 02151790     EISSN : 2540945X     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 421 Documents
Partisipasi Masyarakat Anggota Koperasi Hutan Jaya Lestari dalam Pembangunan Hutan Rakyat di Kabupaten Konawe Selatan Sukisman Sukisman; Su Rito Hardoyo; Bhakti Setiawan
Majalah Geografi Indonesia Vol 25, No 2 (2011): Majalah Geografi Indonesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.79 KB) | DOI: 10.22146/mgi.13399

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan di Hutan Jaya Lestari koperasi di Kabupaten Konawe Selatan di lihat sukses untuk memotivasi masyarakat untuk berpartisipasi dalam develoment masyarakat hutan. Ini berhasil ditunjukkan dengan tingginya minat masyarakat untuk mengasosiasikan dengan KHJL. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi bentuk bangunan masyarakat yang dilakukan oleh Koperasi Hutan Jaya Lestari kepada masyarakat, untuk memahami tingkat partisipasi masyarakat dalam pengembangan hutan rakyat, dan untuk mengetahui pengaruh pendidikan, pendapatan, motivasi, kepemimpinan, dan bimbingan, menuju Tingkat partisipasi masyarakat dalam pengembangan hutan rakyat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kombinasi kuantitatif dan kualitatif. Data dikumpulkan dengan survei menggunakan kuesioner, wawancara intensif, observating, dan membuat dokumentasi. Keputusan sampel dilakukan dengan teknik proporsional random sampling, dengan 113 jumlah rumah tangga sampel. Analisis data dilakukan dengan teknik penilaian, dan untuk mengetahui pengaruh antara variabel dengan menggunakan Pearson Product Moment uji korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pembangunan masyarakat yang dilakukan oleh Koperasi Hutan Jaya Lestari yang menganugerahkan bantuan benih sebagai stimulus, konseling, pelatihan, pemantauan lokasi hutan kemasyarakatan, dan membantu para petani untuk berhubungan dengan benih penyedia dan instansi pemerintah. Tingkat partisipasi masyarakat dalam pengembangan hutan rakyat pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan pemeliharaan diklasifikasikan menengah. Pendidikan dan pendapatan tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat partisipasi masyarakat dalam pengembangan hutan rakyat, sedangkan motivasi, kepemimpinan, dan konstruksi menunjukkan pengaruh yang signifikan. Yang paling berpengaruh faktor untuk tingkat partisipasi masyarakat adalah motivasi. Berdasarkan hasil penelitian, penulis menyarankan bahwa pemerintah daerah Konawe Selatan melakukan pembangunan masyarakat dan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berpartisipasi untuk pembangunan hutan. ABSTRACT This research was conducted at Hutan Jaya Lestari cooperative in South Konawe regency viewed succesful to motivate the society to participated in develoment of forest community. This succeed is shown with the high interest of the society to associate with KHJL. The research aims to evaluate the forms of  community building done by Hutan Jaya Lestari Cooperative to society, to understand the society’s participation level in development of community forest, and to know the effect of education, income, motivation, leadership, and guidance, toward the society’s participation level in development of community forest.The method used in this study is the combination of quantitative and qualitative. The data were collected with survey using a questionnaire, interviewing intensively , observating, and making documentation. The samples decision was done by proportional random sampling technique, with 113 number of sample households. The analysis of data was conducted with scoring techniques, and to know the influence between variables by using Pearson Product Moment correlation test. The result of research shows that the community building program done by Hutan Jaya Lestari Cooperative are bestowing of seed aid as a stimulus, counseling, training, monitoring the location of community forest, and helping the farmers to relate to seed providers and government institution. The level of society’s participation in development of community forest at the stage of planning, implementation, and maintenance classified medium. Education and income do not influence significantly to the level of society’s participation in development of community forest, whereas the motivation, leadership, and construction  indicate significant influence. The most influence factor to the level of society’s participation is motivation. Based on the result of the research, the authors suggested that the regional government of South Konawe conduct community building and provide opportunities to communities for participate to forest development.
DAMPAK MOBILITAS PEKERJA KE SABAH MALAYSIA TERHADAP RUMAH TANGGA MIGRAN DI DAERAH ASAL Siti Rahmawati
Majalah Geografi Indonesia Vol 15, No 2 (2001): Majalah Geografi Indonesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.362 KB) | DOI: 10.22146/mgi.13214

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilaksanakan di Desa Pinang Kecamatan Enrekang Selatan Kabupaten Enrekang Propinsi Sulawesi Selatan, bertujuan untuk mengetahui dampak positif dan dampak negatif dari mobilitas pekerja ke Sabah Malaysia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dan pengambilan sampel dengan snowball sampling sebanyak 75 responden. Analisis data dengan tabel frekuensi dan tabel silang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak positif dari mobilitas pekerja ke Sabah Malaysia diperoleh nilai remitan untuk rumah tangga migran di daerah asal dengan rata-rata perbulan sebesar Rp 388.677 atau Rp 4.664.124,- per tahun. Pemanfaatan remitan lebih banyak digunakan untuk kebutuhan konsumtif dari pada kebutuhan produktif. Besar kecilnya remitan tetap mempunyai arti ekonomi karena remitan dari Malaysia dapat membantu meningkatkan kesejahteraan kehidupan rumah tangga migran di daerah asal dan mengurangi angka kemiskinan keluarga dan pengangguran di desa. Mobilitas pekerja ke Sabah Malaysia tidak saja berdampak positif bagi rumah tangga migran di daerah asal, dampak negatif yang cukup berpengaruh adalah tingkat perceraian dan konflik keluarga dalam rumah tangga. 
Evaluasi Efektivitas Rencana Tata Ruang dalam Mengurangi Risiko Kekeringan di Kawasan Karst dengan Analisis Berbasis Sistem Informasi Geografis (Studi Kasus : Rencana Tata Ruang Kawasan Koridor Yogyakarta-Sadeng) Hogy Prima Valeda; Bakti Setiawan; Djati Mardiatno
Majalah Geografi Indonesia Vol 30, No 1 (2016): Majalah Geografi Indonesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3868.178 KB) | DOI: 10.22146/mgi.15616

Abstract

POLA KETAHANAN DAN STRATEGI RUMAH TANGGA DI DESA PERTANIAN SUBSISTEN ( STUDI KASUS DESA TIRTOHARGO KECAMATAN KRETEK KABUPATEN BANTUL) Andri Kurniawan
Majalah Geografi Indonesia Vol 17, No 2 (2003): Majalah Geografi Indonesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.073 KB) | DOI: 10.22146/mgi.13259

Abstract

ABSTRAK Ketersediaan sumberdaya, terutama sumberdaya lahan pertanian, sangat berpengaruh terhadap pola ketahanan dan strategi rumah tangga. Di beberapa desa di DIY, dengan rata-rata kepemilikan lahan pertanian yang sempit sangat sulit untuk tetap mempertahankan kuanlitas maupun kualitas pemenuhan kebutuhan hidup. Krisis ekonomi memaksa penduduk di desa pertaniansubsisten untuk melakukan adaptasi. Adaptasi merupakan suaiu bentuk strategi kelangsungan hiduprumah tangga dalam menghadapiperubahan kondisi sosial-ekonomi. Sirategi kelangsungan hidup rumah tangga di desa pertanian subsisien ini menarik untukPenelitian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh dari krisis ekonomi terhadap ketahanan rumah tangga di desa pertanian subsisten balk dari aspek konsumsi maupun produksi, mengetahui respon rumah tangga tani terhadap keberlangsungan usaha rani, serta mengetahui pola strategi yang dilakukan untuk mempertahankan keberlangsungan hidup dan implikasinya terhadap Icesejahteraan rumah tangga_ Pengumpulan data ketahanan rumah tangga dilakukan meIalui survey terhadaprumah tangga (rumah tangga tani maupun rumah tangga non pertanian) di Desa Tirtohargo. Teknik pengambilan sampel digunakan telcnik random sampling dengan sampel sejumlah 50 sampel. Data basil survey rumah tangga dilengkapi dengan observasi lapangan dan wawancara bebas dengan informan kunci. Analisis data yang digunakan meliputi analisis label silang dan analisis determinan. Untuk melakulcan pengolahan dan analisis data menggunakan Program SPSS Under Windows.Hasil penelitian menunjukan bahwa kriSiS ekonomi berdampak terhadap tingIcatpendapatan masyarakat dew, termasuk di desa pertanian subsisten. Hampir separo dari rumah tangga yang ada tidak mampu mempertahankan tingkat pendapatan vangdahulu telandiperolehsebelum terjadinya krisis. Ketidalcmampuan mempertahankan tingkat pendapatan tersebut disebabkan terganggurrya aldivitas produksi Dengan keterbatasan pendapatan mereka terpaksa melakulcanpenghematan pengeluaran untuk konsumsi sebagai strategi mempertahankan hidup (survival strategy). Dampak krisis lebih dirasakan oleh rumah tangga yang hanya menguasahi lahan kurang dari seperempat hektar. Respon terhadap kegiatan pertanianyang paling banyak dilakukan adaIah respon perturnbuhan (the growth response) dan respon keterpuasan (the satis ier response). Faktor pembeda utama respon terhadap kegiatanpertanian adalahjumlahjenispekerjaanatau tingkat diversifikasi pekerjaan rumah tangga. Bentukstrategi rumah tangga yang banyak dilakukan adaIah strategi diversifikasi pekerjaan, terutama rumah tangga berlahan sempit.
Penelitian Pendahuluan Mutu Air Hujan Di Kotamadya Yogyakarta = Rain Water Quality in Yogyakarta Municipality A Preliminary Study Sudarmadji .
Majalah Geografi Indonesia Vol 1, No 1 (1988): Majalah Geografi Indonesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.73 KB) | DOI: 10.22146/mgi.5263

Abstract

A preliminar study on rainwater quality was conducted in the municipal area of Yogyakarta (Central Java) to reveal its chemical characteristics and spatial variation within the municipality. Seven rainwater samples were collected within the municipality and one sample to the north of Yogyakarta. The samples have been analyzed on major chemical elements and the general physical characteristics. The analysis shows that rainwater in the municipal area contains relatively high concentrations of some specific chemical elements. In the central part of the city HCO3 , Ca, Mg, and SiO2 and the electrical conductivity appear to be substantially higher than in the suburban areas. The relatively high concentrations are thought to be the result of urban activities, in particular combustion waste from motorised traffic and dust production which dissolves in rainwater. INTISARI Penelitian pendahuluan tentang mutu air hujan ini dilakukan di daerah Kotamadya Yogyakarta, untuk mengetahui mutu air hujan dan agihannya menurut ruang di kola tersebut. Sampel air hujan dikumpulkan selama bulan Januari 1986 sampai bulan Maret 1986 dan delapan lokasi, tujuh lokasi terletak di dalam Kotamadya Yogyakarta dan scbuah lagi terletak di sebelah utara Kotamadya Yogyakarta. Sampel air yang dikumpulkan telah dianalisis untuk mengetahui konsentrasi beberapa unsur/zat kimia dan beberapa sifat fisik air tersebut. Dari hasil analisis telah diketahui bahwa air hujan di daerah tersebut telah mengandung beberapa unsur kimia dalam konsentrasi yang relatif tinggi. Di daerah pusat kola, HCO3 , Ca, Mg dan SiO2 dan sifat fisik berupa daya hantar listrik menunjukkan angka yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang ada di daerah-daerah yang terletak di pinggiran kota. Konsentrasi zat kimia yang tinggi diperkirakan sebagai akibat pengaruh aktivitas kota, terutama lalu lintas kendaraan yang menghasilkan sisa pembakaran dan debu yang Iarut dalarn air hujan tersebut.
PENDUGAAN GEOL1STRIK UNTUK IDENTIFIKASI KETERDAPATAN AIRTANAH DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT MUARAKANDIS KABUPATEN MUSIRAWAS PROVINSI SUMATERA SELATAN Langgeng Wahyu Santosa; Tjahyo Nugroho Adji
Majalah Geografi Indonesia Vol 20, No 2 (2006): Majalah Geografi Indonesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5821.038 KB) | DOI: 10.22146/mgi.13305

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan pada lahan perkebunan kelapa sawit yang berlokasi di Muarakandis, Kabupaten Musirawas, Sumatera Selman. Tujuan dari penelitian ini adalah memetakan distribusi vertikal nilai tahanan jenis clan material batuan serta rnengevaluasi keterdapatan formasi pembawa airtanah untuk keperluan pembuatan sumur produksi. Distribusi vetikal nilai tahanan jenis batuan didekati dengan uji geolistnik pada 8 tifik pengamatan dengan kedalaman penetrasi yang bervariasi tnulai dari 100 hingga 500 meter. Selanjutnya, nilai tahanan jenis basil pengukuran di lapan gran pembuatan penampang serta analisis kandungan airnr ya didekati dengan interpretasi perangkat hmak 1P2Win versi 2.1. Hasil penelitian nienunjukkan bahwa secara vertikal material penyusun didominasi oleh material yang bersifai hat (clay) dan akuifer yang bersifat pereelahan sebagai batuan induk dengan nilai tahanan jenis bervariasi antara 2-10 Qmeter. Kisaran nilai ini menandakan bahwa di wilayah kajian tidak terdapat potensi airtanah dalam junilah yang eukup sebagai sumber air bersih, karena lapisan pembawa air dengan besaran tahanan jenisi antara 2-10 Qmeter tersebut sering dikalegorikan sebagai akuitard.
Pemetaan Risiko Tsunami terhadap Bangunan secara Kuantitatif Totok Wahyu Wibowo; Djati Mardiatno; Sunarto Sunarto
Majalah Geografi Indonesia Vol 31, No 2 (2017): Majalah Geografi Indonesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2786.581 KB) | DOI: 10.22146/mgi.28044

Abstract

ABSTRAK Tsunami merupakan bencana alam yang sebagian besar kejadiannya dipicu oleh gempabumi dasar laut. Dampak kerugian tsunami terhadap lingkungan pesisir antara lain rusaknya properti, struktur bangunan, infrastruktur dan dapat mengakibatkan gangguan ekonomi. Bencana tsunami memiliki keunikan dibandingkan bencana lainnya, karena memiliki kemungkinan sangat kecil tetapi dengan ancaman yang tinggi. Paradigma Pengurangan Risiko Bencana (PRB) yang berkembang dalam beberapa tahun terakhir yang menekankan bahwa risiko merupakan hal utama dalam penentuan strategi terhadap bencana. Kelurahan Ploso, merupakan salah satu lokasi di Kabupaten Pacitan yang berpotensi terkena bencana tsunami. Pemetaan risiko bangunan dilakukan dengan metode kuantitatif, yang mana disusun atas peta kerentanan dan peta harga bangunan. Papathoma Tsunami Vulnerability 3 (PTVA-3) diadopsi untuk pemetaan kerentanan. Data harga bangunan diperoleh dari kombinasi kerja lapangan dan analisis Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil pemetaan risiko menunjukkan bahwa Lingkungan Barehan memiliki risiko kerugian paling tinggi diantara semua lingkungan di Kelurahan Ploso. Hasil ini dapat dijadikan sebagai acuan untuk penentuan strategi pengurangan risiko bencana di Kelurahan Ploso.ABSTRACT Tsunami is a natural disaster whose occurrences are mostly triggered by submarine earthquakes. The impact of tsunami on coastal environment includes damages to properties, building structures, and infrastructures as well as economic disruptions. Compared to other disasters, tsunamis are deemed unique because they have a very small occurrence probability but with a very high threat. The paradigm of Disaster Risk Reduction (DRR) that has developed in the last few years stresses risk as the primary factor to determine disaster strategies. Ploso Sub-district, an area in Pacitan Regency, is potentially affected by tsunamis. The risk mapping of the buildings in this sub-district was created using a quantitative method based on maps of vulnerability and building’s cost. This research used Papathoma Tsunami Vulnerability 3 (PTVA-3) for vulnerability mapping. The cost of the buildings was obtained from a combination of fieldwork and Geographic Information System (GIS). The results of risk mapping showed that the Barehan Environment had the highest risk of loss among the other environments in Ploso Sub-district. These findings, thereby, can be used as a reference for determining DRR strategy in Ploso Sub-district.
Pemetaan Hutan Mangrove di Estuari Sungai Andai, Manokwari Papua Barat Berdasarkan Metode Density Slicing Berbasis Citra Alos Avnir-2 Christian S. Imburi; Projo Danoedoro; Sigit Heru Murti
Majalah Geografi Indonesia Vol 29, No 1 (2015): Majalah Geografi Indonesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3632.115 KB) | DOI: 10.22146/mgi.13090

Abstract

ABSTRAK Secara umum julat nilai spektral objek diperoleh melalui perpustakaan spektral (spectral library) atau melalui pengukuran langsung di lapangan dengan alat ukur spectroradiometer, spectrometer, dan spectrophotometer, atau alat-alat sejenis yang mahal serta jarang, sehingga sulit untuk memperoleh julat nilai spektral objek tertentu. Studi tentang Metode Density Slicing Berbasis Citra ALOS AVNIR-2 Untuk Pemetaan Hutan Mangrove di Estuari Sungai Andai, Manokwari Papua Barat dilakukan dengan tujuan menghasilkan prosedur analisis perolehan julat nilai spektral melalui analis histogram band inframerah dekat ALOS AVNIR-2.  Penelitian ini dilakukan melalui dua tahapan metode analisis, yakni: 1) Analisis utama untuk menghasilkan julat nilai spektral, yakni analisis histogram band inframerah dekat ALOS AVNIR-2, dan 2) Analisis tambahan untuk menjelaskan tingkat akurasi julat nilai spektral melalui: (a) survei lapangan yang menghasilkan data untuk proses uji akurasi reklasifikasi metode density slicing, serta (b) melakukan uji akurasi terhadap peta zonasi mangrove berbasis density slicing. Analisis tersebut dijabarkan melalui pendekatan penginderaan jauh multitingkat, dimana citra QuickBird digunakan sebagai referensi untuk masking citra ALOS AVNIR-2, dan juga untuk validasi peta hasil metode density slicing. Hasil dari penelitian ini adalah prosedur analisis perolehan julat nilai spektral dan julat nilai spektral zonasi genus mangrove.  Akurasi pemetan hutan mangrove untuk metode density slicingmenghasilkan nilai 40%. Nilai tersebut masih belum memenuhi standar ketelitian yang diharapkan. Namun demikian, penelitian ini secara keseluruhan dapat menghasilkan julat nilai spektral, dan hal ini memberikan implikasi terhadap pengembangan prosedur untuk menghasilkan julat nilai spektral objek. ABSTRACT Generally the range of spectral value objects can be obtained through spectral library or through direct measurement in the field with measuring instrument spectroradiometer, spectrometer and spectrophotometer, or similar tool are expensive and rarely, so difficult to obtain spectral range of the certain objects value. Study about Slicing Density Method is based AVNIR ALOS-2 imagery for mapping of mangrove forest in the river estuary Andai, Manokwari, West Papua with the purpose of generating the acquisition analysis procedures spectral value range through near infrared band histogram analysis of AVNIR ALOS-2. Aim of this study through two stages of analysis methods, namely: 1) The primary analysis to produce a spectral value range, namely histogram analysis near infrared band AVNIR ALOS-2 and 2) Additional analysis to explain the level of accuracy range spectral value through: (a) field survey that produced  data to process of classification accuracy test with density slicing method, and (b) to examine the accuracy of zoning map based mangrove density slicing. This analysis describe through a multilevel remote sensing approach, which QuickBird imagery is used as a reference for masking  AVNIR ALOS-2, and also to validate of map density slicing method. The results of this research is procedure of  acquisition spectral value range and the spectral range of  mangrove genus value zoning. Accuration of Mangrove forest mapping with density slicing method produces value of 40%. This value is still not comply expected accuracy standards. Nevertheless, overall this research can produce a range of spectral values, and it has implications for development  procedure to product a spectral range of the certain objects value.
Perubahan Penggunaan Lahan dan Faktor yang Mempengaruhinya di Kecamatan Gunungpati Kota Semarang Kusrini Kusrini; Suharyadi Suharyadi; Su Rito Hardoyo
Majalah Geografi Indonesia Vol 25, No 1 (2011): Majalah Geografi Indonesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.298 KB) | DOI: 10.22146/mgi.13358

Abstract

ABSTRAK Berbagai fenomena perubahan penggunaan lahan telah terjadi dari waktu ke waktu. Perubahan penggunaan lahan yang terjadi sejalan dengan semakin meningkatnya pertambahan jumlah penduduk yang secara langsung berdampak pada kebutuhan terhadap lahan yang  semakin meningkat. Kecamatan Gunungpati adalah wilayah bagian Kota Semarang yang berada di pinggir selatan dari Kota Semarang yang cenderung bersifat agraris. Sejak di pindahkannya kampus Universitas Negeri Semarang (UNNES) dari Kecamatan Gajahmungkur ke Kecamatan Gunungpati Tahun 1990, Kecamatan Gunungpati mulai mengalami perubahan penggunaan lahan, dari penggunaan lahan pertanian berubah menjadi penggunaan lahan non pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk  perubahan mengkaji luas dan bentuk penggunaan lahan tahun 2008 dan mengetahui faktor yang mempengaruhinya.Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis peta digital dan analisis statistik. Analisis peta digital dengan menggunakan sistem informasi geografis yang dilakukan dengan cara tumpang susun peta penggunaan lahan hasil interpretasi citra tahun 1994 dan tahun 2008 untuk memperoleh perubahan lahan. Untuk memperoleh faktor yang mempengaruhi perubahan lahan dengan cara analisis statistik korelasi antara variabel bebas perubahan lahan Kecamatan Gunungpati tahun 2008 dengan variabel pengaruh yaitu jarak tiap kelurahan dengan pusat aksesibilitas, Pertambahan penduduk, penduduk pendatang, Proporsi penduduk yang bekerja di sektor non pertanian. Unit analisis yang digunakan adalah kelurahan.Perubahan penggunaan lahan di Kecamatan Gunungpati dari tahun 1994 hingga tahun 2008 terjadi bervariasi, ada yang mengalami peningkatan dan ada yang menunjukkan  pengurangan luas penggunaan lahan. Untuk luas lahan yang bertambah yaitu lahan permukiman sebesar 1311,28 ha (21,84%),dan luas lahan jasa/komersil 60.43 ha (1,00%). Luas penggunaan lahan yang berkurang diantaranya penggunaan lahan kebun campur sebesar 2766,71 ha (46,09%), luas penggunaan lahan sawah sebesar 1121,44 ha (18,68%), luas lahan  tegalan sebesar 743,22 ha (12,38%). Hasil analisis statistik korelasi menunjukkan hanya penduduk pendatang dan jarak aksesibilitas yang mempengaruhi perubahan penggunaan lahan di Kecamatan Gunungpati secara signifikan, hal ini terjadi karena hampir semua penduduk pendatang bertujuan untuk membangun rumah yang lebih murah dan luas serta pada umumnya bekerja di sektor non pertanian, sehingga bagi pendatang  kebutuhan akan lahan permukiman makin luas yang berakibat pada perubahan penggunaan lahan.ABSTRACT Some phenomenons of land use changes have been happening over time.  Land use changes have occurred in the areas,  were increasy of population, have influenced need path of land.  The Gunungpati Subdistrict is one of regions in the Semarang Municipality situated at the southern part of Semarang Municipality that tends to be agrarian areas.  Since moved location of campus State University of Semarang (UNNES) from the Gajahmungkur Subdistrict to Gunungpati Subdistrict of in 1990, the Gunungpati Subdistrict  has started to change its  land use, that was from agricultural land use changed to be non agriculture land use.  This study was conducted to discuss the distribution and the form of land  use change and to know its influencing factors.In this research uses approach of digital map analysis and statistical analysis. Digital Map analysis wasdone by using geographical information system sefeware which conducted by joining with others to overlay map of land use result of year image interpretation 1994 and year 2008 to obtain  land use change. Analysis factor influencing land use change  wasdone by statistical analysis of correlation between independent variable of land use change Subdistrict of Gunungpati in year 2008 with influence variable these ase distance of center distance of each village with accessibility, population growth, migrants, and The proportion of residents who work in non-agricultural sector. The unit of analysis used is subdistrict.Land use change  in Gunungpati Subdistrict has occurred from  1994 to 2008 of variaous, which happened to in increased  and decreased of in land use. to increase of land use that is setlement was occurred  1311,28 ha (21,84%) and 60.43 ha ( 1,00%) for service/commercial land use. whereas the decreased of wide was occurred 2,776.71 ha (21.84%) in mixing plantation, 1,121.44 ha (18,68%) in farming out, 743.22 ha (12.38%) in dry fielding.  The result of  statistical analysis of correlation showed that it were only the variables of  and center distance of each village with accessibility that influenced significantly to the  land use change in the Gunungpati subdistrict, because it was nearly all of migrants wanted to build the cheaper and house there. and also in non agricultural occupation, so that requirement of setlement land use will more and more wide causing  of land use change.
Perbandingan Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Kesehatan Menurut Aksesbilitas Wilayah (Kasus Kecamatan Sungai Lilin Dan Kecamatan Tungkal Jaya Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan) Mirna Taufik; Dewi Haryani Susilastuti; Andri Kurniawan
Majalah Geografi Indonesia Vol 29, No 2 (2015): Majalah Geografi Indonesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3695.857 KB) | DOI: 10.22146/mgi.13116

Abstract

ABSTRAK Sebagai penyelenggara pelayanan publik, pelayanan puskesmas di Kecamatan Sungai Lilin dan Kecamatan Tungkal Jaya selama ini masih banyak dikeluhkan oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepuasan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di Puskesmas Sungai Lilin dan Puskesmas Tungkal Jaya berdasarkan aksesibilitas wilayah. Penelitian ini menggunakan desain penelitian survei dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Lokasi penelitian di Desa Sungai Lilin dan desa Suka Damai. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner dan observasi. Secara umum hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat Sungai Lilin dan masyarakat Suka Damai belum puas terhadap pelayanan kesehatan yang di berikan oleh pihak puskesmas. Hal ini terjadi karena tingginya expektasi responden terhadap sebuah pelayanan. Perlu dibuat standar pelayanan puskesmas yang sesuai dengan kemampuan puskesmas, kebutuhan masyarakat dan kondisi lingkungan. ABSTRACT As public service providers, health centers at Sungai Lilin and Tungkal Jaya district get complaints from the community. The purpose of the study is to measure level of satisfaction of cesers of community health centers of Sungai Lilin and Tungkal Jaya villages. The study combined guantitative descriptive and analytic approaches with cross sectional design Location of the study at Sungai Lilin and Suka Damai villages. Data were obtained through interview and observation. In general, the analysis shows that most people Sungai Lilin and community Suka Damai not satisfied with the health care that is provided by the clinic. Aspects that are still considered less than satisfactory service responsibility in Sungai Lilin and productivity services in the village Suka Damai. There is a strong negative relationship between service satisfaction with the level of education and income levels and Sungai Lilin Village Suka Damai. 

Filter by Year

1988 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 40, No 1 (2026): Majalah Geografi Indonesia Vol 39, No 2 (2025): Majalah Geografi Indonesia Vol 39, No 1 (2025): Majalah Geografi Indonesia Vol 38, No 2 (2024): Majalah Geografi Indonesia Vol 38, No 1 (2024): Majalah Geografi Indonesia Vol 37, No 2 (2023): Majalah Geografi Indoenesia Vol 37, No 1 (2023): Majalah Geografi Indonesia Vol 36, No 2 (2022): Majalah Geografi Indonesia Vol 36, No 1 (2022): Majalah Geografi Indonesia Vol 35, No 2 (2021): Majalah Geografi Indonesia Vol 35, No 1 (2021): Majalah Geografi Indonesia Vol 34, No 2 (2020): Majalah Geografi Indonesia Vol 34, No 1 (2020): Majalah Geografi Indonesia Vol 33, No 2 (2019): Majalah Geografi Indonesia Vol 33, No 1 (2019): Majalah Geografi Indonesia Vol 32, No 2 (2018): Majalah Geografi Indonesia Vol 32, No 1 (2018): Majalah Geografi Indonesia Vol 31, No 2 (2017): Majalah Geografi Indonesia Vol 31, No 1 (2017): Majalah Geografi Indonesia Vol 30, No 2 (2016): Majalah Geografi Indonesia Vol 30, No 1 (2016): Majalah Geografi Indonesia Vol 29, No 2 (2015): Majalah Geografi Indonesia Vol 29, No 1 (2015): Majalah Geografi Indonesia Vol 28, No 2 (2014): Majalah Geografi Indonesia Vol 28, No 1 (2014): Majalah Geografi Indonesia Vol 27, No 2 (2013): Majalah Geografi Indonesia Vol 27, No 1 (2013): Majalah Geografi Indonesia Vol 26, No 2 (2012): Majalah Geografi Indonesia Vol 26, No 1 (2012): Majalah Geografi Indonesia Vol 25, No 2 (2011): Majalah Geografi Indonesia Vol 25, No 1 (2011): Majalah Geografi Indonesia Vol 24, No 2 (2010): Majalah Geografi Indonesia Vol 24, No 1 (2010): Majalah Geografi Indonesia Vol 23, No 2 (2009): Majalah Geografi Indonesia Vol 23, No 1 (2009): Majalah Geografi Indonesia Vol 22, No 2 (2008): Majalah Geografi Indonesia Vol 22, No 1 (2008): Majalah Geografi Indonesia Vol 20, No 2 (2006): Majalah Geografi Indonesia Vol 20, No 1 (2006): Majalah Geografi Indonesia Vol 19, No 2 (2005): Majalah Geografi Indonesia Vol 19, No 1 (2005): Majalah Geografi Indonesia Vol 18, No 2 (2004): Majalah Geografi Indonesia Vol 18, No 1 (2004): Majalah Geografi Indonesia Vol 17, No 2 (2003): Majalah Geografi Indonesia Vol 17, No 1 (2003): Majalah Geografi Indonesia Vol 16, No 2 (2002): Majalah Geografi Indonesia Vol 16, No 1 (2002): Majalah Geografi Indonesia Vol 15, No 2 (2001): Majalah Geografi Indonesia Vol 15, No 1 (2001): Majalah Geografi Indonesia Vol 14, No 1 (2000) Vol 14, No 1 (2000): Majalah Geografi Indonesia Vol 10, No 17 (1996): Majalah Geografi Indonesia Vol 6, No 9 (1992) Vol 6, No 9 (1992): Majalah Geografi Indonesia Vol 2, No 3 (1989) Vol 2, No 3 (1989): Majalah Geografi Indonesia Vol 1, No 2 (1988) Vol 1, No 2 (1988): Majalah Geografi Indonesia Vol 1, No 1 (1988): Majalah Geografi Indonesia Vol 1, No 1 (1988) More Issue