cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
E-Journal Graduate
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Economy,
Jurnal elektronik pada Program Pascasarjana Universitas Katolik Parahyangan media bagi mahasiswa untuk mempublikasikan karya ilmiah hasil penelitian maupun karya pemikiran lainnya.
Arjuna Subject : -
Articles 85 Documents
ANALISIS DEFORMASI TANAH DAN SHEET PILE AKIBAT PEMANCANGAN TIANG PADA TANAH LUNAK Maryono Maryono
E-Journal Graduate Unpar Vol. 1 No. 1 (2014): Part C - Civil Engineering
Publisher : E-Journal Graduate Unpar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3044.31 KB)

Abstract

Pada dasarnya pemancangan tiang akan merubah struktur tanah dan akan terjadi pembentukan ulang pada tanah disekitarnya. Pada makalah ini akan meninjau sejauh mana efek desakan tanah akibat pemancangan di tanah lunak.Penelitian  ini dilakukan di daerah Jakarta Utara dimana pada proyek tersebut dilakukan pemancangan kurang lebih 5000 titik pada tanah lunak, dan untuk memonitor  pergerakan horizontal dari tanah dipasang inclino meter sebanyak 3 titik, dan pengukuran pergerakan caping beam pada turap beton. Dalam penelitian ini dilakukan analisis dengan menggunakan program palxis 2D.Berdasarkan hasil monitoring baik itu  inclino meter maupun caping beam, selama pemancangan telah terjadi pergerakan pada tanah dan dari hasil monitoring tersebut dilakukan perhitungan kemudian dibuat suatu grafik displacement ratio (Rahardjo, 2013) terhadap displacement sehingga dapat diketahui seberapa jauh jarak yang berpengaruh  terhadap suatu bangunan/struktur akibat pemancangan di tanah lunak. Dari hasil perhitungan dan analisis dengan menggunakan program plaxis dapat disimpulkan bahwa jarak yang berpengaruh akibat pemancangan ditentukan oleh urutan dari pemancangan itu sendiri.Kata kunci : pemancangan tiang, pergerakan sheet pile, tanah lunak
KARAKTERISTIK PENAWARAN UMUM SAHAM PERDANA: KINERJA SAHAM JANGKA PENDEK DAN KINERJA SAHAM JANGKA PANJANG Pada Pasar Modal Indonesia Martha Nita Florentina
E-Journal Graduate Unpar Vol. 1 No. 2 (2014): Part A - Economics
Publisher : E-Journal Graduate Unpar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.703 KB)

Abstract

Penelitian ini menganalisis Kinerja Saham Perusahaan Yang Melakukan Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia Periode 2010. Pengukuran kinerja saham merupakan salah satu upaya untuk dapat menghubungkan antara kepentingan perusahaan yaitu memperoleh dana yang dapat digunakan untuk keperluan ekspansi dan kepentingan investor yaitu pencapaian nilai return yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kinerja saham jangka pendek (3 bulan) dan kinerja saham jangka panjang (24 bulan) pada perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) periode 2010 serta menganalisis apakah terdapat perbedaan kinerja saham jangka pendek dan kinerja saham jangka panjang. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan data-data historis dan penelitian komparatif untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara kinerja saham jangka pendek (3 bulan) dan kinerja saham jangka panjang (24 bulan) dengan jumlah sampel sebanyak 23 perusahaan. Hasil dari pengujian one sample t-test menunjukkan bahwa kinerja saham jangka pedek mengalami outperformed terbukti bahwa t-hitung (3,028)> t-tabel (2,074) dan kinerja saham jangka panjang mengalami underperformed terbukti bahwa t-hitung (2,818)> t-tabel (2,074). Sedangkan hasil dari pengujian paired sample t-test dengan sig (t) =0,000 < α= 0,05 menunjukkan ada perbedaan yang signifikan antara kinerja saham jangka pendek (3 bulan) dengan kinerja saham jangka panjang (24 bulan) pada perusahaan yang melakukan IPO periode 2010.Kata Kunci : Initial Public Offering, Kinerja Jangka Pendek, Kinerja Jangka Panjang, Abnormal Return. 
Pemetaan Budaya Organisasi di PT. Wisata Dewa Tour dan Travel tahun 2013 Monica Tanadi
E-Journal Graduate Unpar Vol. 1 No. 1 (2014): Part A - Economics
Publisher : E-Journal Graduate Unpar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (930.338 KB)

Abstract

Mobilitas yang tinggi dan karakter masyarakat yang dinamis serta didukung sifat manusia yang lebih suka dilayani, maka berdampak pada semakin bermunculannya biro – biro perjalanan. Biro perjalanan atau yang biasa disebut dengan travel agent merupakan jasa pelayanan transportasi yang bertujuan untuk mempermudah konsumen mengurus akomodasi dan tiket selama bepergian.Objek dalam penelitian ini adalah PT. WITA Tour and Travel yang telah berdiri selama 32 tahun dan banyak menuai keberhasilan yang di tandai dengan banyaknya prestasi yang diperoleh. Chatab (2007), menyatakan salah satu keberhasilan perusahaan dapat di sebabkan oleh budaya organisasi. Oleh karena itu, peneliti ingin mengetahui tipe budaya organisasi yang paling dominan yang melatarbelakangi keberhasilan perusahaan serta apa yang menjadi harapan anggota organisasi mengenai budaya organisasi kedepannya.Dari hasil penelitian dengan menggunakan instrument OCAI (Organizational Culture Assessment Insturment) menunjukkan bahwa budaya organisasi yang selama ini melatarbelakangi keberhasilan adalah budaya Hierarchy (Hierarchy culture). Hal tersebut ditandai dengan nilai Hierarchy culture sebesar 34,07; Market culture sebesar 26,93; Adhocracy Culture sebesar 21,76 dan Clan Culture sebesar 17,23. Dilain pihak, budaya organisasi yang menjadi harapan anggota di masa depan adalah budaya Market (Market culture). Hal tersebut ditandai dengan nilai Market culture sebesar 33,46; Adhocracy culture sebesar 26,60; Hierarchy Culture sebesar 21,83 dan Clan Culture sebesar 18,10.Rekomendasi yang dimunculkan dari penelitian ini dalam budaya Hierarchy utamanya adalah faktor kepemimpinan yang dapat mengelola koordinasi, mengelola system kontrol, dan mengelola penyesuaian atas kebiasaan baru (Habits). Di lain pihak, apabila kedepaanya perusahaan berubah menjadi budaya Market seperti yang di harapkan bersama maka focus utamanya adalah kepemimpinan yang berorientasi mengelola kompetisi, memberikan motivasi dan dapat membaca panga pasar.Kata Kunci: OCAI (Organizational Culture Assessment Insturment); Hierarchy Culture; Market Culture.
AMBIGUITAS RUANG KAMPUNG PLUIS JAKARTA SELATAN DALAM PERSPEKTIF PRIVAT-PUBLIK Yoedhistira Andri Putera
E-Journal Graduate Unpar Vol. 1 No. 2 (2014): Part D - Architectur
Publisher : E-Journal Graduate Unpar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.023 KB)

Abstract

Kota-kota di Indonesia terbentuk bagaikan mozaik tatanan fisik yang terbangun secara terencana dan yang tumbuh secara organik. Tatanan fisik kampung kota sebagai tatanan yang organik, dihasilkan melalui proses sosial masyarakat yang memiliki ciri kehidupan tradisional pedesaan. Ruang jalan, merupakan representasi dari kehidupan tradisional komunitas kampung kota yang dapat dikenali melalui aktivitasnya. Di sisi lain, praksis perencanaan formal berupaya untuk membuat ruang kampung menjadi lebih rasional dalam perspektif modern. Kondisi ini kerap berdampak pada perubahan tatanan spasial kampung kota yang pada akhirnya mempengaruhi kehidupan sosial masyarakatnya. Studi ini mencoba mengungkap, betapa aktivitas kehidupan tradisional desa yang berlangsung pada ruang jalan, mampu membentuk konsep-konsep ruang yang tidak terdikotomikan antara privat-publik. Konsep ini yang kemudian muncul sebagai ambiguitas ruang. Dengan menggunakan metoda deskriptif, akan diurai bentuk-bentuk tatanan fisik kampung yang tidak terlepas dari kondisi sosial masyarakatnya, dan juga dipengaruhi modernitas kota. Penggalian persepsi terhadap ruang jalan, menjadi kunci dalam menjabarkan konsep ruang.
PEMODELAN ESTIMASI BIAYA PARAMETRIK PADA AWAL BANGUNAN GEDUNG AKIBAT GEMPA Afrizal Afrizal
E-Journal Graduate Unpar Vol. 1 No. 2 (2014): Part C - Civil Engineering
Publisher : E-Journal Graduate Unpar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.655 KB)

Abstract

Estimasi biaya pada tahap perencanaan adalah hal yang penting dalam proyek konstruksi karena akan menentukan kinerja proyek pada tahap selanjutnya. Gempa 30 September 2009 di Sumatera Barat diguncang oleh gempa dengan kekuatan besar. Pada struktur bangunan gedung analisis pembebanan sangat besar pengaruhnya dalam pemilihan dimensi struktur, jenis struktur dan pemilihan pemakaian mutu dan jenis bahan untuk kekuatan struktur bangunan. Sehubungan dengan analisa pembebanan struktur salah satu beban yang cukup besar pengaruh nya adalah beban gempa. Hal ini sangat erat kaitannya dengan Estimasi biaya yang akan dianggarkan pada tahap awal atau konseptual oleh pemilik proyek. Total Luas Lantai (TLL) dan Total Jumlah Lantai (TJL) adalah parameter yang telah dibuktikan memiliki pengaruh yang cukup baik dalam mengestimasi biaya bangunan gedung, tetapi kedua parameter tersebut hanya memperlihatkan scale of project. Oleh karena itu perlu kiranya suatu model estimasi biaya pada tahap perencanaan yang melibatkan parameter lainnya, seperti beban gempa (BG) sebagai cost driver dalam estimasi biaya parametrik bangunan gedung pada tahap perencanaan. Dari hasil analisis regresi model matematis untuk estimasi biaya bangunan gedung meter persegi (BM) pada tahap perencanaan dihasilkan model yang terbaik adalah : BM_3 = -22230000.00 -682.85 * TLL + 146400000.00 * √TJL_mod + 8060586.14 * Log_BG. Model BM_3 mempunyai deviasi rata-rata adalah -13.94%Kata Kunci : estimasi biaya parametrik, beban gempa, analisa regresi
Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Pembelian Masakan Jepang Di Hayashi Teppan (Survei Terhadap Konsumen Hayashi Teppan Di Food Court BEC) Hari Gunawan Sanjaya
E-Journal Graduate Unpar Vol. 1 No. 2 (2014): Part A - Economics
Publisher : E-Journal Graduate Unpar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.344 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh bauran pemasaran terhadap keputusan pembelian masakan jepang di Hayashi Teppan, lokasi penelitian ini dilaksanakan di  food court mall yang terletak di kota Bandung. Pendekatan dalam penelitian ini adalah studi kasus yang didukung dengan survei. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analisa deskriptif dan kuantitatif.Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara terhadap manajemen Hayashi Teppan dan pembagian kuisioner terhadap responden yang merupakan konsumen Hayashi Teppan. Pengujian hipotesis menggunakan analisis jalur dengan maksud untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap  variabel dependen.Bauran pemasaran pada Hayashi Teppan dinilai cukup baik oleh responden. Berdasarkan tanggapan responden, keputusan pembelian dilakukan untuk memenuhi kebutuhan mereka.Hasil penelitian menunjukkan bahwa bauran pemasaran yang terdiri dari location, pricing, product, promotion, dan relationship secara serempak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian masakan Jepang di Hayashi Teppan dengan Fhitung = 34,073 dan nilai koefisien (R2) = 0,596, secara parsial pricing yang berpengaruh paling dominan terhadap keputusan pembelian dengan Thitung  =  5,027.Kata Kunci : bauran pemasaran, keputusan pembelian, analisis jalur ABSTRACTThe purpose of this research is to determine and analyze the effect of marketing mix on Japanese cuisine’s purchase decision in Hayashi Teppan, location of this research was conducted in mall's food court which located in Bandung city. The approach in this research is a case study which is supported by the survey. This research was done using descriptive and quantitative analysisData were collected through interviews with Hayashi Teppan management and questionnaire were shared to Hayashi Teppan consumers. Testing hypotheses using path analysis with a purpose to determine the effect of independent variables on the dependent variable.Marketing mix at Teppan Hayashi was considered good by the respondents. Based on respondents, purchase decisions are made to meet their needs.The result shows that marketing mix which consists of the location, pricing, product, promotion, and relationship simultaneously influence significantly to Japanese cuisine’s purchase decision in Hayashi Teppan with Fvalue = 34,07 and coefficient (R2) = 0,596, pricing partially dominant influence on purchasing decisions with Tvalue  =  5,027Keywords : marketing mix, purchase decision, path analysis.
Pelestarian Rumah Lanting Berlandaskan Budaya Sungai Masyarakat Kota Banjarmasin Muhammad Aulia Ur Rahman
E-Journal Graduate Unpar Vol. 1 No. 2 (2014): Part D - Architectur
Publisher : E-Journal Graduate Unpar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.448 KB)

Abstract

ABSTRAK Rumah lanting merupakan jenis rumah terapung yang banyak didapati di Kalimantan Selatan khususnya di Kota Banjarmasin. Rumah lanting merupakan produk arsitektur dari budaya sungai masyarakat Kota Banjarmasin. Keberadaan rumah lanting saat ini semakin sulit ditemui, padahal rumah lanting dianggap sebagai cikal bakal permukiman di Kota Banjarmasin. Penelitian ini memfokuskan pada aspek pelestarian fisik bangunan lanting yang berlandaskan budaya sungai masyarakat dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan bentuk tindakan pelestarian terhadap rumah lanting yang sesuai dengan kondisi saat ini dalam upaya mempertahankan produk arsitektur dari lokalitas budaya sungai yang menjadi identitas  kota Banjarmasin. Lokasi penelitian difokuskan pada kawasan Sungai Baru- Pekapuran dengan kriteria pemilihan lokasi berdasarkan kuantitas rumah lanting dan usia bangunan. Berdasarkan hasil observasi di lapangan, kerusakan fisik bangunan di kawasan Sungai Baru- Pekapuran sebagian besar terjadi pada pondasi bambu yang mengalami kelapukan. Tindakan pelestarian yang diambil adalah rekonstruksi, konsolidasi, dan revitalisasi.Kata Kunci : Rumah Lanting, Pelestarian ABSTRACT Lanting house is floating house types which are found in South Kalimantan, especially in Banjarmasin. Lanting house is a product architecture of Banjareseriver culture. The existence of lanting house increasingly difficult to find, even though lanting house is regarded as the forerunner to the settlement in Banjarmasin. This research focused on aspects of  physical preservation of lanting house, based on river culture, and using qualitative research as a methods. This research aims to obtain the form of preservation of lanting house, with appropriate measures with the current conditions, in order to maintain product architecture of local river culture as identity of Banjarmasin. The location of research focused on Sungai Baru and Pekapuran area, with criteria for site selection based on quantity of lanting house and age of building. Based on observations in study area, the physical damage to buildings in Sungai Baru, Pekapuran area caused by moldiness at bamboo foundation. Preservation measures used are reconstruction, consolidation, and revitalizationKeywords :Lanting House, Preservation
KEBIJAKAN PENGELOLAAN KEHUTANAN DI MADAGASKAR: STUDI TENTANG NEGARA-PEMERINTAH TRANSISIONAL Toky Lalaina Ratianarivo
E-Journal Graduate Unpar Vol. 1 No. 1 (2014): Part B - Legal Science
Publisher : E-Journal Graduate Unpar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.652 KB)

Abstract

Kebijakan kehutanan termasuk sebagai norma-norma yang mempunyai kepentingan dalam ekonomi. Aturan dalam kehutanan adalah terpenting juga untuk pembangunan ekonomi nasional. Dengan demikian ini adalah dampak sustainable development dalam masyarakat. Pembangunan sector kehutanan memiliki peran sangat penting dalam perkembangan hukum. Pengunaan analysis hukum dan/atau analysis yuridis memiliki hal diperlukan. Penilitian ini akan membahas tentang analysis yuridis terhadap kebijakan kehutanan di Madagaskar mengenai degradasi kawasan kehutanannya dilihat dari problema dan isunya. Banyak poin akan menjadi relevan diambil sebagai masukkan dalam kebijakan kehutanan optimal. Kebijakan kehutanan di Madagaskar adalah cukup baik dalam strategi dengan struktur kelembagaan dengan organigram orang orang yang pertanggungjawab serta peraturan UU Kehutanan namun penerapannya atau aplikasinya sangat lemah dikarenakan pertangggungjawab yang resmi atau legal mengantung kecundurian government (gubernmen transisi) yang memiliki konsentrasi lebih kepolitik daripada ekonomi.Kata kunci: Kebijakan Kehutanan; Gubernemen Transisi,Hukum Kehutanan
Perancangan Business Impact Analysis pada Divisi IT PT. X untuk Menentukan Business Continuity Strategy Fitria Chandrawati
E-Journal Graduate Unpar Vol. 1 No. 2 (2014): Part A - Economics
Publisher : E-Journal Graduate Unpar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.66 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilakukan pada PT. X yang dikhususkan pada divisi IT untuk menghasilkan Business Impact Analysis (BIA) serta menentukan Business Continuity Strategy bagi perusahaan. Potensi bencana yang dihadapi berupa ancaman IT yang disebabkan karena kegagalan media dan disebabkan oleh manusia. Dengan adanya BIA, diharapkan perusahan dapat memperoleh informasi mengenai tingkat prioritas dari proses pemulihan serta mengidentifikasi sumber daya yang diperlukan saat terjadi bencana. Dari hal tersebut maka perusahaan dapat menentukan strategi yang cocok untuk dilakukan pada divisi IT.Jenis penelitian yang digunakan merupakan penelitian deskriptif pada PT. X. Sedangkan metode penelitian dilakukan dengan metode studi kasus yang nantinya dapat menghasilkan gambaran peristiwa tertentu yaitu proses BIA dan strategi yang akan diambil. Data primer diperoleh melalui hasil wawancara langsung dengan narasumber. Untuk data sekunder diperoleh melalui data internal perusahaan berupa file-file dan sumber bacaan yang relevan dengan topik yang akan diteliti.Berdasarkan hasil perancangan dan pengolahan data, disimpulkan bahwa dengan perancangan BIA secara garis besar PT. X dapat menilai dampak yang ditimbulkan ketika terjadi bencana yang mempengaruhi proses bisnis dan dapat menentukan strategi yang paling sesuai dengan kondisi divisi IT. Penerapan BIA dan pelaksanaan strategi harus didukung dengan komitmen dan disiplin dari seluruh pihak PT. X.Kata kunci: Business Impact Analysis, BIA, Business Continuity Strategy, Metode Studi Kasus, BencanaAbstrak This research was conducted on PT. X IT division to make Business Impact Analysis (BIA) and determine Business Continuity Strategy. A potential disaster in the form of damages as well as media failure and human beings. With the Business Impact Analysis expected the company to obtain information the level of priority of the recovery process and to identify the necessary resources in time of disaster. The company and find a suitable strategy to do the IT division.This type of research is a descriptive study and the research method was conducted using case studies which will produce a picture of certain events that BIA and the strategy to be taken. Primary data were obtained through direct interviews with sources. For secondary data obtained through a company’s internal data files and source readings relevant to the topic to be studied.Based on the result of the design and processing of data, the BIA concluded that the design outline PT. X can assess the impact in the event of a disaster and can determine the most appropriate strategy to the condition of the IT division. Application of BIA and implementation strategies should be supported by the commitment and discipline of all parties PT. X.Keyword: Business Impact Analysis, BIA, Business Continuity Strategy, Case Study Method, Disaster
Penerapan Konsep Kontekstual Paul Rudolph pada Arsitektur Perkantoran Bertingkat Banyak di Indonesia Krisentia Giodivani Dulantrinawawi
E-Journal Graduate Unpar Vol. 1 No. 2 (2014): Part D - Architectur
Publisher : E-Journal Graduate Unpar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.082 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri "konsep kontekstual" Paul Rudolph yang diterapkan pada bangunan Intiland Tower Jakarta dan Intiland Tower Surabaya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari langkah-langkah sebagai berikut: Pertama, merekam dan menggambar ulang secara tiga dimensi bangunan Intiland Tower Jakarta dan bangunan Intiland Tower Surabaya secara rinci. Hasil penggambaran kasus studi dijabarkan berdasarkan bentuk, struktur, pelingkup dan elemen-elemen bangunan. Kedua, melakukan analisis terhadap kedua kasus studi berdasarkan "konsep kontekstual" Paul Rudolph sehingga dapat diketahui kelebihan dan kekurangan kedua bangunan tersebut. Analisis dilakukan berdasarkan interpretasi konsep kontekstual perancangan perkantoran Paul Rudolph dan teori mengenai iklim mikro George Lippsmeier. Berdasarkan hasil analisis disusun pedoman perancangan perkantoran bertingkat banyak yang sesuai dengan konteks alam dan budaya Indonesia. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa perancangan perkantoran bertingkat banyak di Indonesia dapat dilakukan dengan merotasi bentuk bangunan, penggunaan teras dan sirip horisontal, serta penambahan ruang publik agar terjadi kesatuan antara bangunan dengan lingkungan sekitarnya.