cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
E-Journal Graduate
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Economy,
Jurnal elektronik pada Program Pascasarjana Universitas Katolik Parahyangan media bagi mahasiswa untuk mempublikasikan karya ilmiah hasil penelitian maupun karya pemikiran lainnya.
Arjuna Subject : -
Articles 85 Documents
Analisis Pengaruh Faktor-Faktor Brand Equity Sepeda Motor Merek Honda Terhadap Keputusan Pembelian Pada Konsumen Di Kota Bandung Albert Soebianto
E-Journal Graduate Unpar Vol. 1 No. 1 (2014): Part A - Economics
Publisher : E-Journal Graduate Unpar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.089 KB)

Abstract

Perkembangan dunia otomotif serta pemasarannya pada era globalisasi sekarang ini telah berkembang menjadi begitu kompleks dan begitu penuh dengan inovasi-inovasi yang dilakukan oleh para pelakunya. Khususnya pada perkembangan industri sepeda motor di Indonesia mengalami perkembangan yang signifikan dengan hadirnya berbagai macam merek yang digunakan oleh perusahaan yang merupakan produsen. PT. Astra Honda Motor selaku produsen sepeda motor Honda terus berupaya memperkuat brand equitynya untuk dapat mempengaruhi keputusan pembelian konsumen dengan memproduksi sepeda motor yang mempunyai kualitas, mempunyai pertimbangan ekonomis, dan citra yang ditimbulkan dari produk tersebut yang dinilai dapat menjadikannya berbeda dengan merek para pesaing.Kota Bandung merupakan salah satu kota terbesar di Indonesia yang memiliki masyarakat dengan mobilitas tinggi, adanya mobilitas yang tinggi tersebut mengakibatkan kemacetan di kota Bandung. Untuk menghindari kemacetan masyarakat mencari alternatif kendaraan yang memiliki tingkat kenyamanan dan mampu melewati  kemacetan, kendaraan alternatif yang dipilih masyarakat yaitu sepeda motor. Dengan adanya pilihan sepeda motor yang menjadi kendaraan alternatif oleh masyarakat di kota Bandung menjadi pasar potensial bagi industri sepeda motor dalam memasarkan produk mereka, Honda salah satu dari perusahaan yang ikut andil memasarkan produknya di kota Bandung. Dalam menunjang pemasaran produknya Honda memberikan kualitas produk yang baik pada konsumen untuk meningkatkan ekuitas merek (brand equity) dari merek mereka, untuk memenuhi permintaan konsumen Honda mendirikan dealer – dealer resmi yang ada di kota Bandung.Masalah dalam penelitian ini yaitu untuk menganalisis apakah faktor-faktor brand equity yang terdiri dari kesadaran merek, kesan kualitas, asosiasi merek dan preferensi merek berpengaruh secara parsial dan simultan terhadap keputusan pembelian sepeda motor merek Honda. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui metode survei dengan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan menyebar kuesioner kepada konsumen sepeda motor merek Honda di kota Bandung dan metode analisis data dilakukan dengan SEM (Structural Equation Model)  menggunakan software Lisrel 8.70.Hasil pengujian menunjukkan bahwa kesadaran merek, kesan kualitas, asosiasi merek, dan pereferensi merek berpengaruh secara parsial terhadap keputusan pembelian sepeda motor merek Honda di kota Bandung. Akan tetapi simultan kesadaran merek, kesan kualitas, asosiasi merek, dan pereferensi merek tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian sepeda motor merek Honda di kota Bandung.Kata Kunci : Brand Equity, Brand Awareness, Perceived Quality, Brand Assosiation, Brand Preference,  Keputusan Pembelian.
PENGARUH ORIENTASI BANGUNAN DAN KECEPATAN ANGIN TERHADAP BENTUK DAN DIMENSI FILTER PADA FASAD BANGUNAN RUMAH SUSUN (Studi Kasus : Rumah Susun Marunda, Cilincing, Jakarta) Sally Septania Napitupulu
E-Journal Graduate Unpar Vol. 1 No. 2 (2014): Part D - Architectur
Publisher : E-Journal Graduate Unpar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.754 KB)

Abstract

AbstrakPembangunan rumah susun merupakan respon terhadap kebutuhan rumah bagi daerah-daerah yang memiliki permasalahan kurangnya ketersediaan lahan hunian. Rumah susun menjadi alternatif pilihan untuk penyediaan hunian karena merupakan pilihan yang ideal bagi daerah-daerah yang sedang berkembang. Pada dasarnya pembangunan rumah susun memiliki permasalahan yang sama yaitu mengesampingkan kondisi alam sekitar dan hanya berdasarkan dengan kemudahan perancangan antar lokasinya.Suhu thermal dalam ruang merupakan satu hal yang tidak dapat di anggap sepele untuk memaksimalkan kenyamanan penghuni saat beraktivitas. Dan salah satu faktor yang mempengaruhi kenyaman suhu termal ini adalah besaran kecepatan angin pada lokasi pembangunan rumah susun itu sendiri dan bentuk fasad bangunan tersebut.Dengan adanya permasalahan kenyamanan penghuni pada rumah susun dan dengan adanya perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi, saat ini pada bangunan tinggi telah digunakan pereduksi pengaruh alam terhadap bangunan yang disebut sebagai double layer yang merupakan fasad kedua pada bangunan yang berfungsi sebagai penyaring panas dan kecepatan angin dan juga digunakan sebagai estetika bangunan. Dengan menggunakan double layer fasad, kecepatan angin yang masuk ke dalam ruangan dapat tereduksi hingga 50% sehingga kenyaman di dalam ruangan akan lebih terjaga dibandingkan dengan bangunan tingkat tinggi yang tidak menggunakan double layer fasad.Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan sistem arsitektur dan sistem lingkungan, yang dikhususkan pada bentuk fasad dan kecepatan angin sehingga dapat diketahui efektifitas double layer fasad serta pengaruhnya terhadap penangan besaran kecepatan angin dan besaran suhu ruang pada rumah susun sederhana.Kata Kunci : Double layer, rumah susun, kenyamanan termalAbstractPublic housing development is a response to the housing needs for those areas that have a lack of sufficient housing land availability. Rumah susun to be an alternative option for the provision of shelter as an ideal choice for areas that are being developed. Basically the construction of flats have the same problem, namely the exclusion of the natural conditions around and just based on the design of inter-location with ease.Thermal temperature in the room is the one thing that can not be considered trivial to maximize occupant comfort during activity. And one of the factors that influence the thermal comfort temperature is the magnitude of the wind speed at the location of the apartment building itself and the shape of the building facades.With the problems in the comfort of the occupants of the apartment and with the development of science and technology, currently used in high-rise buildings have a reducing effect on the nature of the building is referred to as a double layer which is second on the facade of the building which serves as a heat filter and wind speed and also used as the aesthetics of the building. By using a double-layer facade, wind speed into the room can be reduced by up to 50% so that the comfort in the room will be more awake than the high-level building that does not use double-layer facade.This research was conducted with the system approach and system architecture environment, which is devoted to the shape of the facade and the wind velocity so as to know the effectiveness of the double-layer facade and its influence on the wind speed and the amount of handling massive room temperature in a simple apartment.Keywords : Double layer, rumah susun, thermal comfort
KAJIAN HERMENEUTIS TERHADAP MAKNA KEYAKINAN HAKIM DAN PERANANNYA UNTUK PUTUSAN (VONIS) PIDANA Jajang Cardidi
E-Journal Graduate Unpar Vol. 1 No. 2 (2014): Part B - Legal Science
Publisher : E-Journal Graduate Unpar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.359 KB)

Abstract

Keyakinan hakim dalam hukum pidana Indonesia menjadi suatu prasyarat bagi putusan (vonis) pidana. Bahwa hakim tidak boleh memutus suatu perkara dengan semata-mata menyandarkan diri pada pembuktian materil suatu fakta atau keadaan objektif yang terjadi pada suatu kasus, tapi hakim harus menyusun dan menyertakan keyakinannya bahwa terdakwalah yang benar-benar bersalah dan layak dijatuhi hukuman pidana. Namun, prasyarat keyakinan hakim bagi suatu putusan (vonis) pidana ini tentunya tidak boleh dimaknai sebatas prasyarat formal putusan. Bahwa pada saat seorang hakim tidak benar-benar menghadirkan dirinya melalui keyakinannya dalam menjatuhkan putusan (vonis) pidana, maka pada saat itulah dia bersikap arogan dan melupakan dirinya sebagai seorang hakim.Ironisnya, seorang hakim seringkali menonjolkan keyakinannya sebagai senjata pamungkas untuk memberikan penjelasan tentang apa yang diputuskannya, meskipun sebenarnya seorang hakim justru sebetulnya tengah menyakinkan dirinya akan persoalan yang tengah dihadapinya. Banyak hakim gagal menghadirkan diri melalui keyakinannya, sehingga tidak jarang putusannya menimbulkan kerugian yang luar biasa besar bagi berbagai pihak. Sebagai professional, mereka (para hakim) umumnya hanya merasa cukup dengan memberikan argumentasi bahwa kesalahan yang mereka lakukan bukan merupakan kesengajaan tetapi sesuatu yang di luar kemampuan yang dapat terjadi kapan dan dimana pun, sebuah pandangan yang melazimkan kesalahan (human error). Pertimbangan yang dibuat dan ditetapkan hakim sangat mungkin keliru sekalipun telah dilakukan dengan jujur, hati-hati, dan penuh respek, namun lebih dari sekedar pernyataan maklum, permasalahan yang sering terjadi lebih banyak muncul sebagai bentuk dari “distorsi komunikasi”.Keseluruhan tugas dan tanggung jawab hakim dalam memeriksa dan memutus suatu kasus ialah melakukan serangkaian kegiatan interpretatif. Lensa tafsir hakim dalam keseluruhan tugas interpretatifnya memeriksa dan memutus sutu perkara ialah bahasa. Dengan demikian maka bahasa memiliki peranan yang sangat penting bagi proses mental terbentuknya keyakinan dalam diri hakim terhadap kasus yang tengah diperiksa dan hendak diputus olehnya. Berbagai ruang penghayatan hakim dalam tugasnya memeriksa dan memutus perkara ada dalam ruang bahasa. Bahwa dengan media bahasa lah seorang hakim mampu memaknai dan mengalami keyakinannya. Pendekatan hermeneutika mencoba membuka kesadaran kita terhadap berbagai hal yang jarang disadari hakim ketika menghadapi hamparan teks pada saat memeriksa dan hendak memutus suatu kasus. Hermeneutika menyoroti secara kritis bagaimana proses terbentuknya pemahaman Hakim dengan menuntun kita menyadari lebih luas peta pemahaman secara jujur dalam berbagai faktor yang mempengaruhi proses terbentuknya. Hermeneutika dengan rendah hati membantu kita memaknai dan menempatkan secara bijak berbagai dogmatika penafsiran dalam ilmu hukum.
Iklan Televisi Untuk Anak-anak Gustam Fajar Wahendarso
E-Journal Graduate Unpar Vol. 1 No. 2 (2014): Part A - Economics
Publisher : E-Journal Graduate Unpar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.961 KB)

Abstract

Abstrak            Anak-anak merupakan konsumen yang mutakhir, mereka memiliki daya kompetisi yang tinggi. Diantara yang lain mereka ingin menjadi yang pertama untuk membeli atau memakai sesuatu. Sifat dasar sebagai anak-anak, mereka dapat mewujudkan impian para marketer sebagai konsumen yang menguntungkan. Mereka dideskripsikan sebagai generasi yang paling berpengaruh dan seperti yang sudah disebutkan sebelumnya mereka sebagai konsumen yang mutakhir, mereka menjadi target baru para marketer. Marketer mulai menargetkan anak-anak sebagai alat pemasaran yang luas yang dapat merubah budaya Indonesia. Para marketer biasanya menggunakan televisi sebagai media. Televisi merupakan media yang baik yang dilihat banyak orang, dan dapat menjelaskan banyak informasi menggunakan gambar yang bergerak, suara, music, efek dan dapat menjangkau area yang luas. Fungsi ini yang digunakan oleh para marketer sebagai pendeketan ke konsumen dalam penyampaian iklannya. Dampak yang diharapkan adalah anak-anak setelah melihat iklan tersebut dapat meyakinkan para orang tua sebagai pembeli untuk membeli produk yang diiklankan seperti makanan, pakaian, mainan dan lainnya. Kontroversi yang terjadi adalah anak-anak sebagai subjek dari iklan. Hal tersebut memicu pihak menjadi pro dan kontra. Pihak pro menyatakan bahwa iklan hanya menjadi salah satu media untuk mengembangkan kemampuan anak-anak dalam proses pengambilan keputusan di masa depan. Sedangkan di sisi kontra, mereka menyatakan bahwa iklan tidak adil bagi anak-anak karena dapat mempengaruhi mereka dalam cara pandang, dan mereka memiliki karakteristik unik tersendiri, yang tidak hanya focus pada satu produk saja. AbstractChildren are sophisticated customers, they are willing to compete against each other to be the first one to buy or wear something. It is basically their nature as children, so that they are being the marketer’s dream as the profitable customer. They are described as the most influential generation, and as mention before since they are sophisticated consumers, they are being the marketer’s new targets as the customer. Marketers began to targeted children as the mass marketing tool and changing the Indonesian culture that we cannot resist. Marketers mostly use television as the media tool. Television is one of the great finding of people, knowing many features that other media did not had, such as: cover wide area, moving pictures, sounds and music, effects, etc. The marketer use this features to create new approach to the customer with their advertising. The impact out hope by marketers is children can convince their parents to buy the advertised products; foods, outfit, toys, and others. The controversy of children as the subject of advertising started ever since. Numerous public debates, demonstration, and research already discuss about both pro and contra side. The pro mainly stated that this advertising is one of the media to develop the children ability in the decision making process in the future. In the other hand, the contra mainly stated that these advertising are not fair since every child is different and unique in their own way, not just focus on one product that hit the year.
Sebuah Pandangan Tentang Kematian: Bahkan Kematian Memiliki Hati alexander aria sasongko
E-Journal Graduate Unpar Vol. 1 No. 2 (2014): Part F - Theology
Publisher : E-Journal Graduate Unpar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.391 KB)

Abstract

Hal yang pasti dalam kehidupan manusia ialah kematian. Kematian, bagi beberapa orang, mungkin suatu bagian dari siklus kehidupan yang amat menakutkan atau mengerikan. Kematian datang dengan tiba-tiba tidak tahu kapan, dimana, dan bagaimana harus mengalami kematian? Kematian menjadi sebuah misteri yang mana manusia tidak akan pernah dapat menyelaminya. Ketidakpastian akan kehidupan setelah kematian terkadang menjadi sebuah pertanyaan yang terus mengusik benak pikiran manusia. Dalam tulisan ini penulis ingin menyampaikan kepada pembaca bahwa janganlah pernah takut akan kematian. Markus Zusak dalam bukunya yang berjudul The Book of Thief, mengatakan, “Bahkan kematian memiliki hati”. Sebuah pernyataan yang menyentil ke dalam batin setiap manusia. Bukankah kematian itu hanya “kematian”? Bagaimana mungkin seakan-akan kematian itu sesuatu yang hidup? Jika memang kematian memiliki hati, seperti apakah hati itu?
ANALISIS KUALITAS PELAYANAN KONSUMEN BENGKEL MOBIL SUZUKI NUSANTARA JAYA SENTOSA SOEKARNO-HATTA BANDUNG Agung Budiono
E-Journal Graduate Unpar Vol. 1 No. 1 (2014): Part A - Economics
Publisher : E-Journal Graduate Unpar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.068 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gap kualitas pelayanan konsumen Bengkel Mobil Suzuki Nusantara Jaya Sentosa Soekarno-Hatta Bandung serta strategi-strategi yang dapat dilakukan perusahaan berdasarkan tingkat kepentingan dan performansinya.Dalam mengukur gap kualitas pelayanan antara harapan dan persepsi konsumen, penelitian ini menggunakan metode SERVQUAL yang dikemukakan oleh Parasuraman, Zeithaml dan Berry (1985), yang mana terdiri dari lima dimensi yaitu tangibles, reliability, responsiveness, assurance dan emphaty. Penelitian ini terdiri dari 23 atribut pernyataan. Selanjutnya metode yang digunakan dalam menentukan atribut-atribut pernyataan kualitas pelayanan yang perlu diprioritaskan untuk dioptimalkan dengan menggunakan Importance-Performance Analysis melalui diagram kartesius yang dibagi pada empat kuadran.Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa nilai rata-rata Total SERVQUAL () menunjukkan angka -0,41, yang mana terdapat gap antara persepsi dengan harapan konsumen Bengkel Mobil Suzuki Nusantara Jaya Sentosa Soekarno-Hatta Bandung. Sedangkan Metode Importance-Performance Analysis menunjukkan bahwa terdapat satu atribut berada di Kuadran A, sembilan atribut berada di Kuadran B, sembilan atribut berada di Kuadran C dan empat atribut berada di Kuadran D. Kata kunci: Kualitas Pelayanan, SERVQUAL, Importance-Performance Analysis
Analisis Hubungan Stress Kerja Dengan Kinerja Karyawan Divisi Marketing Funding PT.Bank X Cabang Bandung MULIA PRASASYA SUROSO
E-Journal Graduate Unpar Vol. 1 No. 2 (2014): Part A - Economics
Publisher : E-Journal Graduate Unpar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (993.547 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis stress kerja yang terdiri dari faktor individu, faktor organisasi, dan  faktor environmental secara bersama-sama berhubungan signifikan dengan kinerja karyawan PT.Bank X  dan mengetahui faktor yang paling signifikan berpengaruh dengan kinerja karyawan PT.Bank X.Sampel menggunakan teknik probabilititas dengan cara random sampling (Metode sampel acak sederhana), yaitu dengan mengunakan metode pemilihan sampel di mana setiap anggota populasi mempunyai peluang yang sama untuk dipilih menjadi anggota sampel. Sampel sebanyak 53 orang marketing funding. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan kuesioner. Data dianalisis dengan regresi linear berganda dengan bantuan software SPSS 19.0 for windows.Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai koefisien korelasi sebesar -0,470 untuk individual factor (X1), -0,478 untuk organizational factor (X2) yang berarti bahwa kedua subvariabel tersebut memiliki hubungan yang signifikan dengan kinerja karyawan. Sedangkan nilai koefisien sebesar -0,117 untuk environmental factor (X3) menunjukkan bahwa subvariabel ini tidak memiliki hubungan dengan kinerja karyawan, oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara stress kerja karyawan berdasarkan individual factor dan organizational factor dengan kinerja karyawan marketing funding Bank X Cabang Bandung. Kata Kunci : Stress Kerja dan Kinerja Karyawan.
Konservasi Arsitektur Indies Pada Rumah Abu Di Kampung Kapitan 7 Ulu Palembang Suzzana Winda Artha
E-Journal Graduate Unpar Vol. 1 No. 2 (2014): Part D - Architectur
Publisher : E-Journal Graduate Unpar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.265 KB)

Abstract

AbstrakAktivitas konservasi merupakan aktivitas multi displin. Semakin beragam tinjauan bidang keahlian akan menghasilkan solusi yang berimbang. Sebelum arsitek mulai bekerja, nilai sebuah bangunan bersejarah baik yang eksplisit maupun implisit harus dipahami dan diberi urutan prioritas sesuai yang sudah disepakati. Kegiatan konservasi memiliki hubungan dengan arsitektur karena proses konservasi tersebut bertujuan untuk memperpanjang umur dari bangunan arsitektur. Dengan demikian bangunan dapat digunakan baik pada masa sekarang maupun di waktu yang akan datang. Ada banyak praktik untuk menjaga dan memelihara warisan arsitektur yang ada di Indonesia, khususnya di Palembang. Praktik konservasi di banyak warisan bangunan di Palembang dengan digunakan sebagai kantor maupun museum. Hanya saja, praktik konservasi bangunan semacam itu tidak memperhatikan kapasitas, fungsi dan arsitektur asli bangunan itu. Praktik-praktik seperti ini justru mematikan nilai arsitektur bangunan tersebut. Oleh karena itu, dalam hal mengkonservasi bangunan bersejarah harus mencari nilai-nilai penting dan mendasar dari bangunan tersebut. Upaya konservasi bangunan bersejarah harus diarahkan agar sedapat mungkin fungsi bangunan tersebut tidak berubah. Dalam pelaksanaannya pemerintah daerah dan masyarakat setempat wajib ikut mendukung dan melaksanakan konservasi agar warisan bangunan tetap utuh dan juga dapat menjadi objek wisata baik bagi masyarakat lokal maupun internasional.Penelitian ini berusaha menggali nilai-nilai bangunan bersejarah yang mendasar dari sudut pandang konservasi pada bangunan Rumah Abu - tempat menyimpan abu jenazah- di Kampung Kapitan 7 Ulu Palembang.Kata Kunci: arsitektur, konservasi, sejarah, warisan AbstractConservation activities is a multi-disciplinary activity. The more diverse a review areas of expertise will produce a balanced solution. Before architects started work, the value of a historic building either explicitly or implicitly to be understood and given appropriate priority order agreed. Conservation activities have a relationship with architecture because of the conservation process aims to extend the life of the building architecture. Thus the building can be used either in the present or in the future. There are many practices to maintain and preserve the architectural heritage in Indonesia, particularly in Palembang. Conservation practices in many heritage buildings in Palembang used as an office or a museum. Unfortunately, the practice of building conservation does not pay attention to that kind of capacity, functionality and architecture of the original building. Practices like this would turn off the architectural value of the building. Therefore, in terms of the conservation of historic buildings should look for values and the fundamental importance of the building. Historic building conservation efforts should be directed as much as possible in order not to change the function of the building. In practice, governments and local communities should support and implement the conservation of heritage buildings that remain intact and can also become a tourist attraction for both local and international communities.This research tries to explore the values underlying the historic buildings from the viewpoint of conservation on Rumah Abu -home place to store ashes- in Kampung Kapitan 7 Ulu Palembang.Keywords: architecture, conservation, history, heritage
Analisa Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Minat Beli Ulang Sepeda Motor Honda Kategori Sport Mid Eric Kusnadi Kartika
E-Journal Graduate Unpar Vol. 1 No. 2 (2014): Part A - Economics
Publisher : E-Journal Graduate Unpar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (733.142 KB)

Abstract

The growth of the industry motorcycles in Indonesia continues to increase. As more and more brands of motorcycle industry, such as Honda, Yamaha, Suzuki, and others, causing consumers are faced with many alternative brands. Based on the data obtained from PT. Daya Adicipta Mustika as Honda Motorcycles Main Dealer in West Java, it is known that Honda Motorcycles brand has the highest sales volume in the motorcycle industry in Indonesia. However, it is known that there is one category of Honda motorcycle sales volume is still less than its competitors, namely the category Sport Mid (2009-2013), and note that repurchase intention of Honda Sport Mid is still quite low. Proposed research problem to determine the current marketing mix strategy of Honda motorcycles Sport Mid and to determine the marketing mix effect on Honda Sport Mid repurchase intention. In this study used sampling method Non-Random Probability, purposive sampling and testing using Multiple Linear Regression. The survey results revealed Place and Product marketing mix affects the Honda Sport Mid repurchase intention. Meanwhile, based on interviews with PT. Daya Adicipta Mustika, at this time PT. Astra Honda Motor, prefer the Price marketing mix strategies in the Honda Sport Mid marketing. Key Words: Marketing Mix, Repurchase Intention, Honda Sport Mid Motorcycle
VOLUME LALU LINTAS RUAS JALAN PANGALENGAN – RANCABUAYA Agung Sukma Anshari
E-Journal Graduate Unpar Vol. 1 No. 1 (2014): Part C - Civil Engineering
Publisher : E-Journal Graduate Unpar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.917 KB)

Abstract

Dalam mengembangkan Jawa Barat Selatan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melakukan peningkatan ruas jalan Pangalengan – Rancabuaya. Kegiatan peningkatan jalan pada ruas jalan Pangalengan – Rancabuaya dapat memperlancar transportasi dan memberikan manfaat yang optimal bagi pembangunan. Tujuan studi ini adalah mendeskripsikan volume lalu lintas ruas jalan Pangalengan – Rancabuaya dan membangun model volume lalu lintas yang sesuai untuk ruas jalan Pangalengan – Rancabuaya. Ruas jalan Pangalengan – Rancabuaya adalah jalan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Bandung dengan Kabupaten Garut. Hasil studi ini menunjukkan bahwa volume lalu lintas ruas jalan Pangalengan – Rancabuaya mengalami kenaikan yang cukup besar setiap tahunnya, terutama pada kendaraan penumpang dan sepeda motor. Hasil studi ini juga menunjukkan bahwa pertambahan jumlah penduduk dan peningkatan PDRB per kapita berpotensi meningkatkan volume lalu lintas harian (LHR).Kata kunci: Pemodelan, Volume Lalulintas, Jalan Provinsi