cover
Contact Name
Prof. Wimpy Santosa, Ph.D
Contact Email
wimpy@unpar.ac.id
Phone
+62222042004
Journal Mail Official
fstpt7@unpar.ac.id
Editorial Address
Jl. Ciumbuleuit No. 94 Bandung 40141, Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Transportasi
ISSN : 14112442     EISSN : 26151146     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Transportasi adalah jurnal ilmiah di bidang ilmu transportasi yang diterbitkan tiga kali setahun oleh Forum Studi Transportasi antar-Perguruan Tinggi (FSTPT). Makalah-makalah yang dimuat di jurnal ini merupakan makalah-makalah terbaik dari Simposium FSTPT yang diadakan setiap tahun. Selain sebagai wadah komunikasi ilmiah, penerbitan Jurnal Transportasi juga bertujuan untuk menyebarluaskan hasil-hasil penelitian yang berkaitan dengan bidang ilmu transportasi. Jurnal Transportasi terakreditasi yang kedua kali berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia, Nomor 51/DIKTI/ Kep/2010 tanggal 5 Juli 2010.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 15 No. 2 (2015)" : 9 Documents clear
PERBANDINGAN NILAI KESEDIAAN MEMBAYAR MENGGUNAKAN PENDEKATAN STATED PREFERENCE CONTINGENT VALUATION DAN STATED PREFERENCE STATED CHOICE Dwi Prasetyanto; Elkhasnet .
Jurnal Transportasi Vol. 15 No. 2 (2015)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.933 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v15i2.1727.%p

Abstract

Abstract Stated Preference method is a flexible non-market valuation method, which is widely used in the cost-benefit analysis. In this study, the willingness to pay for passenger cars is estimated and compared using two different Stated Preference methods, namely the Contingent Valuation and Stated Choice methods. These models are applied to estimate the non-market value of road safety in the City of Bandung. Interviews were conducted with more than 500 residents of the City of Bandung. The results showed that the willingness to pay using contingent valuation method is Rp 180.32/km and willingness to pay using stated choice method is Rp 333.7/km. The main concern for these models is the reliability and validity of the assessment results, because there is a hypothetical question and a big gap between the two models. Therefore the reliability examination for both models is the most significant problem. Keywords: stated preference, valuation method, contingent valuation, stated choice, road safety  AbstrakMetode Stated Preference adalah metode penilaian nonpasar yang fleksibel, yang banyak digunakan dalam analisis biaya-manfaat. Pada penelitian ini kesediaan membayar pengguna mobil penumpang diperkirakan dan dibandingkan dengan menggunakan dua metode Stated Preference yang berbeda, yaitu metode Contingent Valuation dan metode Stated Choice. Model-model ini diterapkan untuk mengestimasi nilai nonpasar keselamatan jalan di Kota Bandung. Survei wawancara dilakukan dengan melibatkan lebih dari 500 orang penduduk Kota Bandung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemauan membayar dengan menggunakan metode contingent valuation adalah Rp 180,32/km dan kemauan membayar dengan menggunakan metode stated choice adalah Rp 333,7/km. Perhatian utama untuk model-model ini adalah keandalan dan validitas hasil penilaian, karena terdapat pertanyaan hipotetis dan kesenjangan yang besar di antara kedua model. Karena itu pemeriksaan keandalan untuk kedua model ini merupakan suatu masalah yang paling signifikan. Kata-kata kunci: stated preference, metode penilaian, contingent valuation, stated choice, keselamatan jalan
EVALUASI ON TIME PERFORMANCE PESAWAT UDARA DI BANDAR UDARA HUSEIN SASTRANEGARA MENGGUNAKAN APLIKASI FLIGHTRADAR24 Ganayu Girasyitia; Wimpy Santosa
Jurnal Transportasi Vol. 15 No. 2 (2015)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.378 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v15i2.1732.%p

Abstract

Abstract On time performance is a situation when the time of departure and arrival time of aircraft in accordance with a predetermined. On time performance is important because an aircraft has a value when the aircraft is in the air. This study tried to investigate the on time performance of domestic flights served by the Lion Air airline at Husein Sastranegara Airport, in Bandung. Aircraft actual data were obtained using flightradar24 application program while the aircraft daily flight schedules were given by PT Angkasa Pura II, the airport operator. The evaluation was performed on the aircraft time performance data of February 2015. The results showed that the average delay in the arrival of the aircraft is 44.31 minutes with a standard deviation of 44.54 minutes and the average departure delay in that month is 42.37 minutes with a standard deviation of 37.40 minutes. It can be concluded from this study that the Lion Air flight services at Husein Sastranegara Airport, Bandung, in February 2015 were not on time. Keywords: on time performance, flight schedules, domestic flight, arrival delay, departure delays Abstrak On time performance adalah suatu keadaan ketika waktu keberangkatan dan waktu kedatangan pesawat udara sesuai dengan yang telah ditetapkan. On time performance ini penting karena suatu pesawat udara memiliki nilai guna saat pesawat udara tersebut berada di udara. Pada studi ini dilakukan evaluasi on time performance terhadap penerbangan domestik yang dilayani oleh maskapai penerbangan Lion Air di Bandar Udara Husein Sastranegara, Bandung. Data aktual pesawat udara diperoleh dengan menggunakan program aplikasi Flightradar24 sedangkan jadwal penerbangan harian pesawat udara diperoleh dari PT Angkasa Pura II. Evaluasi dilakukan dengan mengolah data time performance pesawat udara pada bulan Februari 2015. Hasil studi ini menunjukkan bahwa keterlambatan kedatangan rata-rata pesawat udara adalah 44,31 menit dengan deviasi standar sebesar 44,54 menit dan tundaan keberangkatan rata-rata di bulan tersebut adalah adalah 42,09 menit dengan deviasi standar sebesar 37,40 menit. Dari studi ini dapat disimpulkan bahwa layanan penerbangan Lion Air di Bandar Udara Husein Sastranegara, Bandung, tidak tepat waktu. Kata-kata-kunci: on time performance, jadwal penerbangan, penerbangan domestik, keterlambatan kedatangan, tundaan keberangkatan
EVALUASI PEMENUHAN INDIKATOR STANDAR PELAYANAN MINIMAL JALAN TOL DI INDONESIA Amelia Makmur; Ranto P. Rajagukguk
Jurnal Transportasi Vol. 15 No. 2 (2015)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.854 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v15i2.1728.%p

Abstract

Abstract The Minimum Service Standard for toll road services is needed to ensure the achievement of comfort, smoothness, and traffic safety for road users. The Minimum Service Standard that applies to all toll roads in Indonesia is the Minimum Service Standard, which refers to the Regulation of the Minister of Public Works No. 392/PRT/M/2005 on Minimum Service Standards for Toll Road. Monitoring and evaluation of the fulfillment of the Minimum Service Standard has been done periodically, but there are still some indicators that cannot always be met by Toll Road Operators. This study is intended to assess the indicators which cannot always be met in the toll road sections that have been operating in Indonesia. The study was conducted based on monitoring data, the result of field survey, conducted in 27 toll roads in 2012, 2013, and 2014. Based on the analysis, it is found that there are 6 indicators of the Minimum Service Standard that often cannot be met, or 29 % of the indicators in the Minimum Service Standard. Keywords: Minimum Service Standard, toll road service, toll road, service indicator  Abstrak Standar Pelayanan Minimal untuk pelayanan jalan tol sangat diperlukan untuk menjamin tercapainya kenyamanan, kelancaran, dan keselamatan berlalulintas bagi pengguna jalan. Standar Pelayanan Minimal yang berlaku untuk seluruh jalan tol di Indonesia adalah Standar Pelayanan Minimal yang mengacu kepada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 392/PRT/M/2005, tentang Standar Pelayanan Minimal Jalan Tol. Monitoring dan evaluasi terhadap pemenuhan Standar Pelayanan Minimal ini sudah dilakukan secara berkala, namun masih banyak ditemukan beberapa indikator pelayanan yang selalu tidak dapat dipenuhi oleh Badan Usaha Jalan Tol. Studi ini dimaksudkan untuk mengkaji indikator-indikator yang selalu tidak dapat dipenuhi di ruas-ruas jalan tol yang telah beroperasi di Indonesia. Kajian dilakukan berdasarkan data monitoring,  hasil survei lapangan, yang dilakukan pada 27 ruas jalan tol pada tahun 2012, tahun 2013, dan tahun 2014. Berdasarkan analisis yang dilakukan ditemukan 6 indikator Standar Pelayanan Minimal yang selalu tidak dapat dipenuhi atau sebesar 29 % dari indikator-indikator yang terdapat dalam Standar Pelayanan Minimal. Kata-kata kunci: Standar Pelayanan Minimal, pelayanan jalan tol, jalan tol, indikator pelayanan.
EVALUASI UMUR LAYAN JALAN DENGAN MEMPERHITUNGKAN BEBAN BERLEBIH DI RUAS JALAN LINTAS TIMUR PROVINSI ACEH Syafriana .; Sofyan M. Saleh; Renni Anggraini
Jurnal Transportasi Vol. 15 No. 2 (2015)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.934 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v15i2.1729.%p

Abstract

Abstract Road deterioration which occurs faster than the road design life often occurs lately. The objective of this study is to assess the vehicle damage factor caused by excessive load and the effect of excessive load on the pavement design life. This research was conducted with Weigh in Motion and traffic volume surveys. The study was conducted on the station of KM 226 + 075, in the Bireuen - Bts Kota Lhokseumawe road section. Data analysis was performed using the Pedoman Perencanaan Tebal Lapis Tambah Perkerasan Lentur dengan Metode Lendutan. The results showed that the value of Vehicle Damage Factor for excess load condition is 696 % greater the one of normal load conditions. Based on the Cumulative Equivalent Standard Axle analysis, it is known that the road service life is reduced by 4.3 years compared to the design life, which is 10 years. Keywords: excessive load, Weigh in Motion, Vehicle Damage Factor, design life  Abstrak Kerusakan jalan yang terjadi lebih cepat daripada umur desain sering terjadi akhir-akhir ini. Tujuan penelitian adalah mengkaji faktor daya rusak kendaraan yang diakibatkan oleh beban berlebih dan pengaruh beban berlebih terhadap umur desain perkerasan jalan. Penelitian ini dilakukan dengan survey Weigh in Motion dan survei volume lalulintas. Lokasi penelitian adalah pada titik KM 226 + 075 di Ruas Jalan Bireuen - Bts Kota Lhokseumawe. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Pedoman Perencanaan Tebal Lapis Tambah Perkerasan Lentur dengan Metode Lendutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Vehicle Damage Factor untuk kondisi beban berlebih lebih besar 696 % dibandingkan dengan nilai Vehicle Damage Factor untuk kondisi beban normal. Berdasarkan analisis Cummulative Equivalent Standard Axle diketahui bahwa terjadi penurunan umur layan sebesar 4,3 tahun dibandingkan umur desain, yaitu 10 tahun. Kata-kata kunci: beban berlebih, Weigh in Motion, Vehicle Damage Factor, umur desain
BIAYA PENANGANAN JALAN NASIONAL BERDASARKAN KONDISI KERUSAKAN JALAN DAN MODULUS EFEKTIF PERKERASAN PADA RUAS JALAN NASIONAL DI DEMAK Femy Arizona; Agus Taufik Mulyono
Jurnal Transportasi Vol. 15 No. 2 (2015)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.977 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v15i2.1725.%p

Abstract

Abstract The selection methods for pavement handling in Indonesia are often less precise. Handling of road damage with an overlay calculated based on the effective modulus of pavement is often chosen as a quick solution. However the road handling related to the structural damage cannot be done only with the overlay because pavement structural repairs are needed and, if this is not done, the pavement damaged will occur quickly. This study was conducted on the road segment Number 017.11 (K), Jalan Bypass, in Demak, to identify the type of damage, severity, and quantity of damage. The results were then analyzed using the PCI method for determining the repair option costs. Then a cost comparison was performed on the overlay cost based on the pavement effective modulus using the AASHTO (1993) method with the overlay cost based on the Bina Marga (2005) method. The results can be taken into consideration in determining the road maintenance program so that the handling of road damage becomes more precise and optimal. Keywords: road pavement, road damage, pavement effective modulus, overlay Abstrak Pemilihan metode penanganan kerusakan perkerasan jalan di Indonesia sering kurang tepat. Penanganan kerusakan jalan dengan overlay yang dihitung berdasarkan modulus efektif perkerasan sering dipilih sebagai solusi cepat untuk menangani kerusakan jalan. Tetapi penanganan kerusakan jalan yang bersifat struktural tidak bisa dilaksanakan hanya dengan overlay karena diperlukan perbaikan struktural perkerasan tersebut dan bila hal ini tidak dilaksanakan,  perkerasan akan mengalami kerusakan dengan cepat. Penelitian ini dilakukan dengan melaksanakan survei kondisi kerusakan jalan pada ruas nomor 017.11(K), Jalan Bypass, di Demak, untuk mengidentifikasi jenis kerusakan, tingkat keparahan, dan kuantitas kerusakan. Hasil survei selanjutnya dianalisis menggunakan metode PCI untuk menentukan opsi perbaikan beserta kebutuhan biayanya. Kemudian dilakukan perbandingan kebutuhan biaya overlay yang dianalisis berdasarkan modulus efektif perkerasan menggunakan metode AASHTO (1993) dengan kebutuhan biaya overlay yang dianalisis dengan metode Bina Marga (2005). Hasil penelitian ini dapat dijadikan pertimbangan dalam menentukan program pemeliharaan jalan sehingga penanganan kerusakan jalan menjadi lebih tepat dan optimal. Kata-kata kunci: perkerasan jalan, kerusakan jalan, modulus efektif perkerasan, pelapisan ulang
LOKASI KRITIS JALUR EVAKUASI PENUMPANG KAPAL PENYEBERANGAN ANTARPULAU DENGAN METODE PERGERAKAN SIMULTAN Andi Haris Muhammad; Daeng Paroka
Jurnal Transportasi Vol. 15 No. 2 (2015)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.392 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v15i2.1730.%p

Abstract

Abstract One important factor to avoid casualties on a shipwreck is a safe evacuation route design. Number of locations that can slow the evacuation process, such as doors, stairs and corridors are essential for analysis. This paper discusses a number of critical locations that have the potential failure of evacuation, particularly in the inter-island ferry. The method used to identify the critical location or locations, where the density of passengers occurs during the evacuation process, is the Simultaneous Movement Method. The simulation results showed that the total time required to evacuate passengers was 870 seconds or 14.50 minutes. This time is much smaller than the time required by the International Maritime Organization (60 minutes). Potential passenger density or the critical path starts at the door 1 when the path traversed by all economy class passengers before entering the hall 1 and hall 2. The number of passengers that accumulates at these sites is 72 people on the 300th second. Furthermore, passenger density occurs at the meeting area of the movement passengers toward the exit deck, where the passengers come from the corridors 3 and 4. At that location the density of passengers reached 76 people in the 490th second. The potential location or the critical point of passenger evacuation path occurs at the junction between two or more evacuation lanes, especially in the transition location, such as at doors, stairs, or narrowing lane due to the large number of passengers. Keywords: evacuation lane, critical location, evacuation time, emergency exit, ferry  Abstrak Salah satu faktor penting untuk menghindari terjadinya korban jiwa pada suatu kecelakaan kapal adalah desain jalur evakuasi yang aman. Sejumlah lokasi yang dapat memperlambat proses evakuasi, seperti pintu-pintu, tangga, dan koridor penting untuk dianalisis. Makalah ini membahas sejumlah lokasi kritis yang berpotensi terjadinya kegagalan evakuasi, khususnya pada kapal penyeberangan antarpulau. Metode yang digunakan untuk mengidentifikasi lokasi kritis atau lokasi tempat terjadinya kepadatan penumpang selama proses evakuasi adalah Metode Pergerakan Simultan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa total waktu evakuasi yang diperlukan penumpang adalah 870 detik atau 14,50 menit. Waktu tersebut lebih kecil daripada waktu yang disyaratkan Organisasi Maritim Internasional (60 menit). Potensi kepadatan penumpang atau jalur kritis dimulai pada pintu 1 ketika jalur tersebut dilalui oleh semua penumpang kelas ekonomi sebelum memasuki koridor 1 dan koridor 2. Jumlah penumpang yang terakumulasi pada lokasi tersebut adalah 72 orang pada detik ke-300. Selanjutnya kepadatan penumpang terjadi pada daerah pertemuan pergerakan penumpang yang menuju pintu darurat geladak, yaitu penumpang yang berasal dari koridor 3 dan koridor 4. Pada lokasi tersebut terjadi kepadatan penumpang yang mencapai 76 orang pada detik ke-490. Potensi lokasi atau titik kritis jalur evakuasi penumpang terjadi pada pertemuan antara dua atau lebih jalur evakuasi, khususnya pada lokasi transisi, seperti pada pintu, tangga, atau penyempitan jalur yang disebabkan jumlah penumpang yang besar. Kata-kata kunci: jalur evakuasi, lokasi kritis, waktu evakuasi, pintu darurat, kapal penyeberangan
KETAHANAN DEFORMASI CAMPURAN BERASPAL MODIFIKASI POLIMER HANGAT DENGAN BAHAN ADITIF ZEOLIT ALAM Ani Tjitra Handayani; Bagus Hario Setiaji; Sri Prabandiyani R. Wardani
Jurnal Transportasi Vol. 15 No. 2 (2015)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.031 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v15i2.1726.%p

Abstract

Abstract Polymer modified asphalt mixture can be developed using warm mix technology by adding the mixture using synthetic or natural additives. This mixture can increase the deformation resistance with lower temperature in the process of mixing and compaction. This study proposes the development of warm Polymer Modified Asphalt mix with natural zeolite, which is natural additives from Bayat (Central Java), and the performance of the mixture, in terms of volumetric and mechanical properties, and deformation resistance, which was evaluated using the Marshall method and wheel tracking test. The results showed that the Polymer Modified Asphalt mix with 1 % of natural zeolite have a Marshall stability greater than that of Polymer Modified Asphalt mix without zeolite. Wheel tracking test at 60 °C shows that Polymer Modified Asphalt mix with 1 % of natural zeolite showed better performance than that without zeolite. Keywords: deformation resistance, warm asphalt mix, polymer modified asphalt, natural zeolite  Abstrak Campuran beraspal modifikasi polimer dapat dikembangkan menggunakan teknologi campuran hangat dengan menambahkan campuran dengan bahan aditif sintetis atau alami. Campuran ini dapat meningkatkan ketahanan deformasi dengan temperatur yang lebih rendah dalam proses pencampuran dan pemadatan. Penelitian ini mengusulkan pengembangan campuran beraspal modifikasi polimer hangat dengan menggunakan zeolit alam, yang merupakan aditif alami yang berasal dari Bayat (Jawa Tengah), dan kinerja campuran, dalam hal volumetrik dan sifat mekanik, serta ketahanan deformasi, yang dievaluasi menggunakan metode Marshall dan uji wheel tracking. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa campuran beraspal modifikasi polimer dengan 1 % zeolit alam memiliki stabilitas Marshall lebih besar daripada campuran beraspal modifikasi polimer tanpa zeolit. Pengujian wheel tracking pada temperatur 60 °C menunjukkan bahwa campuran beraspal modifikasi polimer dengan 1 % zeolit alam mempunyai kinerja yang lebih baik daripada campuran beraspal modifikasi polimer tanpa zeolit. Kata-kata kunci: ketahanan deformasi, campuran beraspal hangat, aspal modifikasi polimer, zeolit alam
Cover Kulit dan Daftar Isi 15-2 Cover Daftar Isi
Jurnal Transportasi Vol. 15 No. 2 (2015)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.677 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v15i2.2381.%p

Abstract

Cover Kulit dan Daftar Isi 15-2
POTENSI ANGKUTAN UMUM PARIWISATA DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Imam Basuki; Amos Setiadi
Jurnal Transportasi Vol. 15 No. 2 (2015)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.823 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v15i2.1731.%p

Abstract

Abstract One of the regional revenues which are given the first priority in the Province of Yogyakarta Special Region is from the tourism sector. The diversity of the tourism potential and tourism development show encouraging achievements within the last 5 years. This study is the first step to see the conditions and problems associated with public transportation services for tourism. This study shows that the permanent public transportation for tourism is potential to be implemented to attract more tourists to come. In addition, this transport can also reduce congestion, reduce the potential for accidents, save travel costs, save energy, and reduce pollution. Keywords: tourism, tourism potential, tourism transport, tourist cost   Abstrak Salah satu penerimaan daerah yang mendapat prioritas utama Daerah Istimewa Yogyakarta adalah penerimaan dari sektor pariwisata. Beragamnya potensi pariwisata dan perkembangan pariwisata menunjukan capaian yang menggembirakan dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Penelitian ini merupakan langkah awal untuk melihat kondisi dan permasalahan yang terkait dengan angkutan pariwisata. Studi ini menunjukkan bahwa angkutan khusus pariwisata secara tetap berpotensi untuk diterapkan dalam mendukung peningkatan kunjungan wisatawan. Selain itu angkutan ini juga dapat mengurangi kemacetan, mengurangi potensi kecelakaan, menghemat biaya wisata, penghematan energi, dan mengurangi polusi. Kata-kata kunci: pariwisata, potensi pariwisata, angkutan pariwisata, biaya wisata

Page 1 of 1 | Total Record : 9


Filter by Year

2015 2015


Filter By Issues
All Issue Vol. 24 No. 3 (2024): Jurnal Transportasi Vol. 24 No. 2 (2024): Jurnal Transportasi Vol. 24 No. 1 (2024): Jurnal Transportasi Vol. 23 No. 3 (2023): Jurnal Transportasi Vol. 23 No. 2 (2023): Jurnal Transportasi Vol. 23 No. 1 (2023): Jurnal Transportasi Vol. 22 No. 3 (2022) Vol. 22 No. 2 (2022) Vol. 22 No. 1 (2022) Vol. 21 No. 3 (2021) Vol. 21 No. 2 (2021) Vol. 21 No. 1 (2021) Vol. 20 No. 3 (2020) Vol. 20 No. 2 (2020) Vol. 20 No. 1 (2020) Vol. 19 No. 3 (2019) Vol. 19 No. 2 (2019) Vol. 19 No. 1 (2019) Vol. 18 No. 3 (2018) Vol 18, No 2 (2018) Vol. 18 No. 2 (2018) Vol. 18 No. 1 (2018) Vol 18, No 1 (2018) Vol 17, No 3 (2017) Vol. 17 No. 3 (2017) Vol 17, No 2 (2017) Vol. 17 No. 2 (2017) Vol. 17 No. 1 (2017) Vol 17, No 1 (2017) Vol. 16 No. 3 (2016) Vol 16, No 3 (2016) Vol. 16 No. 2 (2016) Vol 16, No 2 (2016) Vol 16, No 1 (2016) Vol. 16 No. 1 (2016) Vol 15, No 3 (2015) Vol. 15 No. 3 (2015) Vol. 15 No. 2 (2015) Vol 15, No 2 (2015) Vol. 15 No. 1 (2015) Vol 15, No 1 (2015) Vol. 14 No. 3 (2014) Vol 14, No 3 (2014) Vol 14, No 2 (2014) Vol. 14 No. 2 (2014) Vol 14, No 1 (2014) Vol. 14 No. 1 (2014) Vol 13, No 3 (2013) Vol. 13 No. 3 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol. 13 No. 2 (2013) Vol. 13 No. 1 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 12, No 3 (2012) Vol. 12 No. 3 (2012) Vol. 12 No. 2 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol. 12 No. 1 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol. 11 No. 3 (2011) Vol 11, No 3 (2011) Vol. 11 No. 2 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol. 11 No. 1 (2011) Vol. 10 No. 3 (2010) Vol 10, No 3 (2010) Vol 10, No 2 (2010) Vol. 10 No. 2 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol. 10 No. 1 (2010) Vol. 9 No. 2 (2009) Vol 9, No 2 (2009) Vol. 9 No. 1 (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 8, No 2 (2008) Vol. 8 No. 2 (2008) Vol 8, No 1 (2008) Vol. 8 No. 1 (2008) Vol 7, No 2 (2007) Vol. 7 No. 2 (2007) Vol. 7 No. 1 (2007) Vol 7, No 1 (2007) Vol 6, No 2 (2006) Vol. 6 No. 2 (2006) Vol. 6 No. 1 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol 5, No 2 (2005) Vol. 5 No. 2 (2005) Vol 5, No 1 (2005) Vol. 5 No. 1 (2005) Vol 4, No 2 (2004) Vol. 4 No. 2 (2004) Vol. 4 No. 1 (2004) Vol 4, No 1 (2004) More Issue