cover
Contact Name
Muh. Sudirman
Contact Email
muh.sudirman@unm.ac.id
Phone
+6281355035326
Journal Mail Official
tomalebbi@unm.ac.id
Editorial Address
Jurusan PPKn dan Hukum FIS-H UNM, Gedung FIS UNM Lt. 1 Jalan Raya Pendidikan No. 1 Kampus UNM Gunungsari Baru, Makassar 90222
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
TOMALEBBI: Jurnal Pemikiran, Penelitian Hukum, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)
ISSN : 23556439     EISSN : 29623685     DOI : https://doi.org/10.56680/jt.v12i4
Core Subject : Humanities, Social,
Jurnal Tomalebbi merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dan Hukum dengan fokus dan ruang lingkup kajian adalah pemikiran dan hasil penelitian hukum yang berkaitan dengan Ilmu Hukum, Hukum Adat, Hukum Islam, Hukum Ekonomi, Hukum Tata Negara, Perbandingan Hukum, Hukum Pidana, Hukum Perdata, Ilmu Pendidikan, Teknologi pendidikan dan pemebelajaran, Manajemen Pendidikan, Media pembelajaran, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Volume III, Nomor 1, Maret 2016" : 15 Documents clear
PERAN HAKIM MEDIATOR DALAM MEDIASI KASUS PERCERAIAN DI PENGADILAN KELAS 1.A MAKASSAR MIRWAN FIKRI MUHKAM; IRSYAD DAHRI
Jurnal Tomalebbi Volume III, Nomor 1, Maret 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.228 KB)

Abstract

Penelitian ini termasuk penelitian Deskriptif Kualitatif. Tujannya adalah (1) Untuk mengetahui strategi hakim mediator dalam menyelesaikan kasus perceraian melalui mediasi di Pengadilan Agama Kelas 1.A Makassar (2) Untuk mengetahui pandangan masyarakat tentang keberadaan mediasi sebagai jalan mencegah terjadinya perceraian (3) Untuk mengetahui bagaimana efektifitas proses mediasi dalam menangani kasus perceraian di Pengadilan Agama Kelas 1.A Makassar. Variabel penelitian ini adalah Peran Hakim Mediator dalam Mediasi Kasus Perceraian. Populasi penelitian ini adalah berjumlah 23 orang, sampel penelitian ini adalah 3 (tiga) orang sebagai informan sebab hanya 3 (tiga) orang informan dapat dijangkau. Untuk masyarakat yang sedang berperkara, 3 (tiga) orang yang dijadikan sampel yang sedang berada dalam lingkungan Pengadilan Agama Kelas 1.A Makassar. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisa data deskriptif kualitatif dimana data yang diperoleh diolah dengan analisa prosentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa. (1) Strategi hakim mediator dalam mediasi kasus perceraian adalah memaksimalkan proses mediasi dengan cara memberikan nasihat serta pertimbangan jika nantinya pasangan suami istri berakhir dengan cerai yang dimana sebelumnya dilakukan kaukus atau penejelasan kepada setiap pihak secara bergantian tentang mediasi itu sendiri. (2) Pandangan masyarakat tentang keberadaan mediasi yakni menanggapnya adalah hal yang baik sebab memberikan pendidikan berupa nasehat dan mengajarkan kerukunan serta masyarakat juga menilai bahwa mediasi di Pengadilan Agama harus tetap ada. (3) efektifitas mediasi di Pengadilan Agama Kelas 1.A Makassar yaitu sangat tidak efektif karena jumlah yang gagal di Mediasi lebih banyak dibanding yang berhasil mediasi.Kata Kunci : Peran Hakim, Mediasi, Perceraian This research was qualitative descriptive. Tujannya is (1) To determine the strategy of judges mediators in settling divorce cases through mediation in the Religious Makassar Class 1A (2) To know the views of people about the existence of mediation as a way to prevent divorce (3) To find out how the effectiveness of the mediation process in handling divorce cases in the Religious Makassar Class 1A. The variables of this research is the role of the Judge Mediator Mediation Divorce Case. The study population was numbered 23 people, samples of this study is three (3) people as informants for only 3 (three) the informant can be reached. For people who are litigants, 3 (three) as the samples which are in Class 1A neighborhood Religious Courts Makassar. Data collection techniques used were interview and documentation. Data analysis technique used is descriptive qualitative data analysis technique where the data obtained is processed by the analysis percentage. The results of this study indicate that. (1) Strategy judge mediator in case of divorce mediation is to maximize the mediation process by providing advice and consideration if later married couples end up with divorce where previously done caucus or penejelasan to each party alternately on mediation itself. (2) The view of the public about the existence of the menanggapnya mediation is a good thing because it provides education in the form of advice and teach harmony and the community is also considered that mediation in the Religious should stay there. (3) the effectiveness of mediation in the Religious Makassar Class 1A which is not very effective because the number that failed in mediation more than a successful mediation.Keywords: Role of Judges, Mediation, Divorce
IMPLEMENTASI ADAT PERKAWINAN TANA TOA. DI DESA TANA TOA, KECAMATAN KAJANG, KABUPATEN BULUKUMBA RISWANTO .; SANGKALA IBSIK
Jurnal Tomalebbi Volume III, Nomor 1, Maret 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.203 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan upacara adat perkawinan di Desa  Tana Toa, untuk mengetahui dan memperoleh data mengenai hal-hal spesifik yang terdapat dalam upacara adat perkawinan di Desa Tana Toa, dan untuk mengetahui faktor yang mendukung/mempertahankan upacara adat perkawinan di Desa Tana Toa. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dan populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyakat Di Desa Tana Toa yang berjumlah 304 KK, kemudian ditarik sampel sebanyak 30 informan. Dengan menggunakan teknik purposive sampling yaitu penarikan sampel yang dilakukan secara sengaja dengan kriteria tertentu. Pengumpulan data dilakukuan dengan teknik wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1). Pelaksanaan upacara adat perkawinan yang dilaksanakan oleh masyarakat Tana Toa meliputi: a. Songka Bala (Tulak bala), b. pekanre bunting, c. Mappaccing, d. pakanre adat, dan e) menjemput. 2). Hal-hal spesifik yang terdapat pada upacara adat perkawinan di Desa Tana Toa mencakup makna, proses pelaksanaan, dan tujuan yang berbeda, meliputi: a. Songka Bala (Tulak bala), b.Mappaccing dan c. pakanre adat. 3) Faktor-faktor yang mendukung/mempertahankan upacara adat perkawinan di Desa Tana Toa, yakni a. kesadaran masyarakat itu sendiri, b. melestarikan budaya, c. adanya penerapan sanksi.KATA KUNCI: Implementasi, Adat, Perkawinan This study aims to investigate the implementation of traditional wedding ceremony in the village of Tana Toa, to identify and acquire data on specific matters contained in traditional wedding ceremony in the village of Tana Toa, and to identify factors that support / maintain a traditional wedding ceremony in the village of Tana Toa , This study is a qualitative descriptive study and the population in this study are all part of society in the village of Tana Toa totaling 304 households, then pulled a sample of 30 informants. By using purposive sampling technique sampling is done deliberately to certain criteria. Dilakukuan data collection with depth interview and documentation. The results of this study indicate that the results of this study indicate that: 1). Implementation of the traditional wedding ceremony held by the people of Tana Toa include: a. Songka Bala (Tulak bala), b. pekanre bunting, c. Mappaccing, d. pakanre customs, and e) pick. 2). Specifics contained in traditional wedding ceremony in the village of Tana Toa include the meaning, the implementation process, and different purposes, including: a. Songka Bala (Tulak bala), b.Mappaccing and c. pakanre customary. 3) Factors that support / maintain a traditional wedding ceremony in the village of Tana Toa, namely a. public awareness itself, b. preserve the culture, c. the imposition of sanctions.KEYWORDS: Implementation, Indigenous, Marriage 
STUDI TENTANG PENDEKATAN PEMBELAJARAN GURU PKN DI SMA NEGERI 2 SENGKANG ANDI JUWITA PUSPITASARI; MUHAMMAD AKBAL
Jurnal Tomalebbi Volume III, Nomor 1, Maret 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.933 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui sejauh mana pemahaman guru tentang pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa, (2) Mengetahui perlunya penerapan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa. (3) Mengetahui kendala yang mempengaruhi penerapan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, populasinya adalah 4 orang guru PKn di SMA Negeri 2 Sengkang. Sedangkan sampel dari penelitian ini adalah 4 orang guru PKn di SMA Negeri 2 Sengkang dengan teknik penarikan sampel adalah sampel populasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Pemahaman guru tentang pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa tidak sepenuhnya dipahami oleh guru PKn di SMA Negeri 2 Sengkang karena terlihat dari peimplementasian pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa dikelas. 2) Perlunya penerapan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa disadari oleh guru PKn di SMA Negeri 2 Sengkang bahwa penerapan pembelajaran yang berpusat pada siswa sangat efektif untuk membangkitkan motivasi belajar siswa karena mendorong peserta didik untuk aktif membangun sikap, pengetahuan, dan keterampilannya sehingga peserta didik mampu lebih aktif mengembangkan potensi dirinya. 3) Kendala yang mempengaruhi penerapan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa adalah a) Kurangnya motivasi dari dalam diri peserta didik, b) Penggunaan media pembelajaran yang kurang maksimal dalam proses pembelajaran, c) Masih kurangnya kemampuan peserta didik untuk bekerjasama dalam kelompok kecil melakukan diskusi ringan, d) Pemberian izin untuk melakukan studi lapangan.Kata Kunci : Pendekatan Pembelajaran, GuruThis study aims to: (1) the extent to which teachers' understanding of the approach to student-centered learning, (2) Determine the need for the application of the approach student-centered learning. (3) Knowing the constraints that affect the application of the approach of student-centered learning. This research is a qualitative descriptive study, the population is 4 Civics teacher at SMAN 2 Sengkang. While the sample of this study is 4 Civics teacher at SMAN 2 Sengkang with sampling technique is a sample of the population. Data collection techniques used were observation, interviews, and documentation. Data analysis technique used is descriptive qualitative analysis. The results showed that: 1) understanding the approach teachers about student-centered learning is not fully understood by the Civics teacher at SMAN 2 Sengkang as seen from peimplementasian approach to student-centered learning in class. 2) The need for the application of the learning approach centered on the student realized by teachers of Civics at SMAN 2 Sengkang that the application of learning centered on students is very effective to arouse students' motivation for encouraging students to actively build attitudes, knowledge, and skills so that learners are able more actively develop her potential. 3) The constraints that affect the application of the approach centered learning students are a) lack of motivation of the learner, b) use of instructional media less than the maximum in the learning process, c) There is still a lack of the ability of learners to work in small group discussions light d) granting permission to conduct field studies.Keywords: Learning Approach, Teacher
PERANAN RUMAH TAHANAN NEGARA KELAS IIB PANGKAJENE TERHADAP PEMBINAAN ANAK PIDANA NURKHALIDA .; . MUSTARI
Jurnal Tomalebbi Volume III, Nomor 1, Maret 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.354 KB)

Abstract

Peneilitian ini bertujuan untuk mengetahui perannan Rumah Tahanan Negara terhadap pembinaan anak pidana di Rumah Tahanan Negara kelas IIB Pangkajene, serta untuk mengetahui hambatan yang dihadapi Rumah Tahanan Negara kelas IIB Pangkajenen dalam sistem pembinaan anak pidana. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 43 orang, 40 Pegawai Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Pangkajene dan 3 orang anak pidana, Tehnik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah menggunakan purposive sampling yakni penentuan sampel dilakukan secara selektif, sesuai dengan kebutuhan dalam populasi yang ada. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 9 orang, 6 orang pegawai yang  dianggap mempunyai peran secara langsung terhadap pembinaan anak pidana dan 3 orang Anak Pidana. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa 1) Rumah Tahanan Negara Kelas II B Pangkajene Terhadap Pembinaan Anak Pidana sudah berperan ditandai dengan terlaksananya pembinaan kepribadian dan kemandirian terhadap anak pidana, meskipun proses belajar mengajar formal belum terlaksana dikarenakan jumlah anak pidana untuk kejar paket tidak memenuhi jumlah batas minimal kelas yang telah ditetapkan yaitu 20 orang sehingga untuk sementara belum ditindak lanjuti 2) Hambatan yang hadapi Rumah Tahanan Negara Kelas II B Pangkajene Terhadap Pembinaan Anak Pidana adalah (1) Kurang pahamnya pegawai Rutan terhadap peranan Rumah Tahanan dalam melakukan pembinaan terhadap anak pidana, (2) Terbatasnya jumlah pegawai yang bertugas di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Pangkajene secara umum, dan pembinaan anak pidana secara khusus, (3) Keterbatasan fasilitas yang tersedia.Kata Kunci : Rumah Tahanan, Pembinaan Anak Pidana  this research aims to determine the role of the State Prison coaching criminal children in State Prison Pangkajene IIB class, and to investigate the barriers faced State Prison Pangkajenen class IIB in guidance systems of criminal child. The population in this study amounted to 43 people, 40 Employees State Prison Class IIB and 3 children Pangkajene criminal, Sampling technique in this research is using purposive sampling the sampling is done selectively, in accordance with the needs of the existing population. The sample in this study as many as nine people, six employees are deemed to have a direct role to the development of children and 3 Children penal Code. This study concluded that 1) State Prison Class II B Pangkajene Against Development of Children Criminal been instrumental marked by the implementation of personality development and independence of children a crime, although the learning process has not formally implemented because the number of children a criminal to pursue a package does not meet the minimum limit class that has been set as 20 people so for a while yet followed up 2) Barriers faced State Prison class II B Pangkajene against development of children crime is (1) Less pahamnya employees Rutan on the role of the House of Detention in fostering the child a criminal, (2 ) the limited number of employees who served in State Prison Class IIB Pangkajene in general, and in particular criminal child development, (3) Lack of facilities availableKeywords : House of Detention , the Child Guidance Criminal
PERANAN LEMBAGA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA DALAM MENINGKATKAN PEMBANGUNAN PEDESAAN TERPADU (STUDI DI DESA PAKATTO KECAMATAN BONTOMARANNU KABUPATEN GOWA) MATHIAS FANDY SETIAWAN; LUKMAN ILHAM
Jurnal Tomalebbi Volume III, Nomor 1, Maret 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.456 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang: (1) Peranan lembaga pemberdayaan masyarakat desa dalam mengatasi permasalahan pembangunan pedesaan terpadu di Desa Pakatto Kecamatan Bontomarannu Kabupaten Gowa, (2) Faktor penghambat dan pendorong dalam meningkatkan pembangunan pedesaan terpadu di Desa Pakatto Kecamatan Bontomarannu Kabupaten Gowa. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif, populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengurus lembaga pemberdayaan masyarakat desa yang jumlah keseluruhannya adalah 9 orang, teknik sampel yang digunakan sebanyak 9 informan. Dengan menggunakan teknik purposive sampling yaitu dilakukan berdasarkan pertimbangan dari pelaksanaannya untuk mencapai tujuan tertentu. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1). Peranan LPMD dalam meningkatkan pembangunan desa terpadu di Desa Pakatto Kecamatan Bontomarannu Kabupaten Gowa yaitu sebagai penyalur aspirasi masyarakat, sebagai penggerak partisipasi masyarakat dan pelayanan pemerintah kepada masyarakat telah mengatasi permasalahan dengan baik dalam pembangunan. 2). Faktor penghambat yaitu kualitas sumber daya manusia, rendahnya swadaya masyarakat terhadap pembangunan desa terpadu dan faktor pendorong dalam meningkatkan pembangunan desa terpadu yaitu sumber daya aparatur desa, partisipasi masyarakat dan sumber dana desa.Kata Kunci : Peranan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD), Pembangunan, Desa.This study aims to provide an overview of: (1) The role of institutions rural community empowerment in addressing the problems of integrated rural development in the Village Pakatto District of Bontomarannu Gowa, (2) inhibiting factors and driving in promoting integrated rural development in the Village Pakatto District of Bontomarannu District Gowa. The method used is a qualitative descriptive study, the population in this study were all official institutions rural community empowerment which in aggregate was 9, a technique used as a sample 9 informant. By using purposive sampling technique that is based on consideration of its implementation to achieve certain goals. The data collection was done by using in-depth interviews, observation and documentation. The results of this study show that: 1). LPMD role in promoting integrated rural development in the Village Pakatto Bontomarannu District of Gowa is as the voice of the community, as a driver of community participation and public services have to overcome the problems well under construction. 2). Inhibiting factor is the quality of human resources, low nongovernmental towards integrated rural development and the driving factor in improving the unified village development personnel resources of the village, community participation and funding sources of the village.Keywords: Role of Rural Community Empowerment Institution (LPMD), Development, Rural

Page 2 of 2 | Total Record : 15