cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Fakultas Pertanian
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Agricultural Science Journal – ASJ atau disebut juga Jurnal Fakultas Pertanian adalah jurnal yang menampung artikel-artikel ilmiah yang relevan dengan bidang ilmu yang sedang ditekuni yang merupakan bagian dari Skripsi, Tesis maupun Disertasi sebagai penulis utama. Jurnal ini menerbitkan 4 volume dalam setahun.
Arjuna Subject : -
Articles 41 Documents
PENGARUH KONSENTRASI PAKLOBUTRAZOL DAN WAKTU APLIKASI TERHADAP MAWAR BATIK (Rosa hybrida L.) rubiyanti, nurlia
Jurnal Fakultas Pertanian Vol 1, No 4 (2014)
Publisher : Jurnal Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.424 KB)

Abstract

Mawar merupakan tanaman hias yang populer dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi, salah satunya adalah mawar batik yang memiliki motif seperti batik pada mahkotanya. Percobaan ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi dan waktu aplikasi paklobutrazol terhadap mawar batik (Rosa hybrida L.). Percobaan ini dilaksanakan di Kebun Pembibitan Mawar, Desa Cihideung,  Lembang Jawa Barat yang berada pada ketinggian  tempat 800 meter di atas permukaan laut pada April sampai Juni 2014. Rancangan Percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari sepuluh perlakuan dengan tiga ulangan. Perlakuan terdiri dari; tanpa pemberian paklobutrazol (kontrol); paklobutrazol 250 ppm + 4 minggu setelah okulasi; paklobutrazol 250 ppm + 6 minggu setelah okulasi; paklobutrazol 250 ppm + 8 minggu setelah okulasi; paklobutrazol 500 ppm + 4 minggu setelah okulasi; paklobutrazol 500 ppm + 6 minggu setelah okulasi; paklobutrazol 500 ppm + 8 minggu setelah okulasi; paklobutrazol 750 ppm + 4 minggu setelah okulasi; paklobutrazol 750 ppm + 6 minggu setelah okulasi; paklobutrazol 750 ppm + 8 minggu setelah okulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian konsentrasi dan waktu aplikasi paklobutrazol berpengaruh terhadap pertambahan tinggi, tinggi tunas bunga, diameter bunga, dan jumlah bunga per tanaman. Perlakuan dengan konsentrasi 250 ppm yang diaplikasikan pada 4 minggu setelah okulasi memberikan hasil terbaik untuk memenuhi kriteria mawar pot.Kata Kunci : Mawar batik, Paklobutrazol, Waktu Aplikasi.
Seleksi Berbasis Marka SSR untuk Karakter Ketahanan Terhadap Wereng Coklat serta Pengamatan Fenotipik untuk Daya Hasil Tinggi pada Padi F2 Pertiwi, Widya
Jurnal Fakultas Pertanian Vol 1, No 4 (2014)
Publisher : Jurnal Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.424 KB)

Abstract

Wereng coklat (Nilaparvata lugens Stal.) merupakan salah satu hama utama yang dapat menurunkan produksi padi di Indonesia. Oleh karena itu perakitan dan seleksi tanaman padi yang memiliki karakter tahan terhadap wereng coklat dipandang sebagai pendekatan yang lebih efektif dan ramah terhadap lingkungan dan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan individu padi F2 Ciherang X PTB-33 yang memiliki karakter ketahanan terhadap wereng coklat berdasarkan marka SSR dan mengetahui rasio segregasinya serta memiliki daya hasil yang tinggi secara fenotipik. Percobaan dilakukan di Laboratorium Analisis dan Bioteknologi Tanaman dan Kebun Percobaan Ciparanje, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran, Jatinangor. Sebanyak 283 tanaman F2 dianalisis secara deskriptif dengan mengamati pola pita DNA menggunakan marka SSR RM313, RM586, RM8213, dan RM589 untuk karakter ketahanan terhadap wereng coklat dan rasio segregasinya serta pengamatan fenotipik untuk daya hasil tinggi. Hasil menunjukkan bahwa Primer RM313 dan RM586 tidak menghasilkan fragmen yang polimorfik, sedangkan oleh primer RM8213 terseleksi 72 genotip dan oleh primer RM589 terseleksi 65 genotip. Selanjutnya, 20 genotip terseleksi oleh kedua primer tersebut. Berdasarkan hasil analisis Chi-Kuadrat, primer RM8213 dan RM589 menunjukkan rasio segregasi pola pita DNA 1:2:1 (rentan:heterozigot segregasi:resisten). 20 genotip yang terseleksi menggunakan marka SSR, dilakukan pengamatan fenotipik untuk karakter daya hasil dan diperoleh enam yang memiliki potensi daya hasil yang tinggi. Enam genotipe terseleksi yaitu genotip #14, #18, #77, #188, #235 dan #265 direkomendasikan untuk dilanjutkan ke generasi berikutnya.
Pengaruh Konsentrasi Pupuk Organik Cair (POC) dan Dosis Pupuk N, P, K Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt.) Kultivar Talenta Puspadewi, Shinta
Jurnal Fakultas Pertanian Vol 1, No 4 (2014)
Publisher : Jurnal Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.424 KB)

Abstract

Percobaan bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi pupuk organik cair dan pupuk N, P, K terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis kultivar Talenta. Percobaan dilaksanakan dari bulan Maret hingga Mei 2014 di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Sumedang dengan ketinggian tempat ± 750 m di atas permukaan laut. Percobaan dilakukan menggunakan metode percobaan di lapangan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari tujuh perlakuan dan diulang empat kali yaitu: 1 dosis rekomendasi pupuk N, P, K ; 1 kali konsentrasi  pupuk organik cair ; 2 kali konsentrasi pupuk organik cair ; 1 kali konsentrasi pupuk organik cair + ½ dosis pupuk N, P, K ; 1 kali konsentrasi pupuk organik cair + 1 dosis pupuk N, P, K ; 2 kali konsentrasi pupuk organik cair + ½ dosis pupuk N, P, K dan 2 kali konsentrasi pupuk organik cair + 1 dosis pupuk N, P, K. Hasil percobaan menunjukkan bahwa konsentrasi pupuk organik cair dengan dosis pupuk N, P, K berpengaruh terhadap tinggi tanaman, diameter batang, luas daun, panjang tongkol, diameter tongkol, berat tongkol, hasil tanaman, indeks panen dan total padatan terlarut. Berdasarkan pertimbangan dari segi ekologis dan ekonomis, kombinasi 1 kali konsentrasi pupuk organik cair dengan ½ dosis pupuk N, P, K mampu memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis, serta memiliki produktivitas yang setara dengan perlakuan 1 dosis pupuk N, P, K yaitu sebesar 17,46 ton/ha.
Pengaruh Chitosan dan Coumarin terhadap Pertumbuhan dan Hasil Benih Kentang (Solanum tuberosum L.) G2 Kultivar Granola Anisa, Fitra
Jurnal Fakultas Pertanian Vol 1, No 4 (2014)
Publisher : Jurnal Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.424 KB)

Abstract

Kentang yang ditanam di dataran medium mengalami perubahan morfologis dimana terus terjadi pembelahan sel yang membuat produksi ubi rendah. Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi chitosan dan coumarin yang dapat memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil benih kentang G2 kultivar Granola. Percobaan dilakukan dari bulan Maret 2014 hingga Juni 2014 di Screen House Kebun Percobaan Fakultas Pertanian UNPAD, dengan ketinggian 853 m dpl. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan enam belas perlakuan dan tiga ulangan, yaitu terdiri dari : 0 mL L-1 chitosan dan 0 ppm coumarin, 0 mL L-1 chitosan dan 100 ppm coumarin, 0 mL L-1 chitosan dan 125 ppm coumarin, 0 mL L-1 chitosan dan 150 ppm coumarin, 3 mL L-1 chitosan dan 0 ppm coumarin, 3 mL L-1 chitosan dan 100 ppm coumarin, 3 mL L-1 chitosan dan 125 ppm coumarin, 3 mL L-1 chitosan dan 150 ppm coumarin, 6 mL L-1 chitosan dan 0 ppm coumarin, 6 mL L-1 chitosan dan 100 ppm coumarin, 6 mL L-1 chitosan dan 125 ppm coumarin, 6 mL L-1 chitosan dan 150 ppm coumarin, 9 mL L-1 chitosan dan 0 ppm coumarin, 9 mL L-1 chitosan dan 100 ppm coumarin, 9 mL L-1 chitosan dan 125 ppm coumarin, 9 mL L-1 chitosan dan 150 ppm coumarin. Hasil percobaan menunjukkan bahwa pemberian chitosan dan coumarin memberikan hasil terbaik pada jumlah daun 63 HST, kadar klorofil, bobot segar ubi, dan jumlah ubi per kelas SS. Pemberian chitosan dan coumarin belum mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil benih kentang, namun pemberian 100 ppm coumarin cenderung memperlihatkan hasil yang lebih baik.Kata kunci : Chitosan, Coumarin, Kentang
PENGARUH KOMBINASI TANAH DAN KOMPOS DAUN SEBAGAI CAMPURAN MEDIA TANAM DAN KONSENTRASI URIN SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KOPI ARABIKA (Coffea arabica L.) KULTIVAR LINI S 795 ariesandy, winda
Jurnal Fakultas Pertanian Vol 1, No 4 (2014)
Publisher : Jurnal Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.424 KB)

Abstract

Pembibitan merupakan usaha awal dalam budidaya tanaman kopi agar menghasilkan biji kopi yang bermutu tinggi. Pemanfaatan limbah seperti kompos daun dan urin sapi dapat dijadikan sebagai unsur hara tambahan dalam mendukung pertumbuhan bibit tanaman kopi.  Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh kombinasi tanah dengan kompos daun sebagai campuran media tanam dan konsentrasi urin sapi yang dapat meningkatkan pertumbuhan bibit kopi arabika kultivar Lini S 795. Percobaan dilaksanakan mulai Februari 2014 sampai dengan Mei 2014 di Balai Pengembangan Benih Tanaman Perkebunan (BPBTP) Sindanglaya, Bandung, Jawa Barat dengan ketinggian tempat ±600 m di atas permukaan laut. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 9 perlakuan dan diulang 3 kali. Perlakuannya adalah : tanah + urea 2 g; tanah : kompos daun (1:1); tanah : kompos daun (2:1); konsentrasi urin sapi 12,5%; konsentrasi urin sapi 25%; konsentrasi 37,5% dengan berbagai kombinasi. Hasil percobaan menunjukkan bahwa, kombinasi tanah dengan kompos daun sebagai campuran media tanam dan konsentrasi urin sapi memberikan pengaruh terhadap peningkatan pertumbuhan bibit kopi arabika kultivar Lini S 795. Konsentrasi urin sapi 37,5% memberikan pengaruh terbaik terhadap pertambahan tinggi batang, diameter batang dan pertambahan jumlah daun bibit umur 4-12 MSA (Minggu Setelah Aplikasi), serta nisbah pupus akar dan bobot kering akar bibit umur 12 MSA.
PEMANFAATAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA PADA MEDIA CAMPURAN SUBSOIL DAN KOMPOS KULIT PISANG TERHADAP PERTUMBUHAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) VARIETAS PPKS 540 DI PEMBIBITAN AWAL Agustian Harahap, Rizki
Jurnal Fakultas Pertanian Vol 1, No 4 (2014)
Publisher : Jurnal Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.424 KB)

Abstract

Peningkatan penggunaan areal untuk pembibitan kelapa sawit menyebabkan kebutuhan topsoil untuk media tanam semakin sulit didapatkan sehingga perlu dicari alternatif media lain yang tersedia dalam jumlah banyak tetapi tetap dapat menunjang pertumbuhan bibit dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis FMA pada media campuran subsoil dan kompos kulit pisang yang pengaruhnya paling baik terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) varietas PPKS 540 di pembibitan awal. Percobaan dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Sumedang dari bulan April hingga Juli 2014. Percobaan dilakukan menggunakan rancangan acak kelompok sederhana dengan 11 perlakuan media tanam antara lain 100 % subsoil; 100 % topsoil; subsoil + kompos kulit pisang (1:1) + FMA 5 g; subsoil + kompos kulit pisang (1:1) + FMA 7,5 g; subsoil + kompos kulit pisang (1:1) + FMA 10 g; subsoil + kompos kulit pisang (2:1) + FMA 5 g; subsoil + kompos kulit pisang (2:1) + FMA 7,5 g); subsoil + kompos kulit pisang (2:1) + FMA 10 g; subsoil + kompos kulit pisang (3:1) + FMA 5 g; subsoil + kompos kulit pisang (3:1) + FMA 7,5 g dan subsoil + kompos kulit pisang (3:1) + FMA 10 g yang diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan berbagai media tanam tidak berpengaruh nyata terhadap semua variabel yang dianalisis.
RANCANG BANGUN MODEL SISTEM PEMBIAYAAN RANTAI PASOK AGRIBISNIS PADA KOMODITAS BAWANG MERAH ( Allium ascalonicum L . ) DI KABUPATEN BREBES JAWA TENGAH Insani, Denisa Khoerul
Jurnal Fakultas Pertanian Vol 1, No 4 (2014)
Publisher : Jurnal Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.424 KB)

Abstract

ABSTRAK Bawang Merah merupakan salah satu jenis komoditas sayuran rempah yang mempunyai pasar yang cukup luas. Permintaan bawang merah yang tinggi dapat dilihat dari konsumsi rata-rata bawang merah perkapita per tahun. Panjangnya rantai pasok bawang merah menyebabkan penerimaan di petani tidak maksimal, sehingga petani membutuhkan permodalan untuk mengoptimalkan produksi. Sistem pembiayaan rantai pasok bawang merah masih kurang mendapatkan kredit usaha dari perbankan, karena dinilai bawang merah mempunyai risiko yang sangat tinggi karena mudah terkena hama penyakit dan produktivitasnya sangat dipengaruhi oleh musim. Penelitian dilakukan di Kabupaten Brebes yang merupakan sentra produksi bawang merah di Provinsi Jawa Tengah dan sekaligus di Indonesia. Dalam mencapai tujuan penelitian, digunakan alat pemetaan Value Stream Mapping, House of Risk (HOR), paradigm System Thinking yang disajikan dalam Causal Loop Diagram, serta perhitungan analisis kajian finansial. Rantai pasok bawang merah yang berjalan di Kabupaten Brebes merupakan rantai pasok yang panjang melibatkan petani, penebas, perantara, pedagang pengirim, pedagang besar, bandar pasar induk di Pulau Jawa maupun di luar Pulau Jawa, dan industri pengolahan hingga ke konsumen. Dari hasil analisis teridentifikasi 4 titik kritis risiko di tingkat pedagang pengirim, 6 titik kritis risiko di tingkat penebas, dan 8 titik kritis risiko di tingkat petani. Rancang bangun model pembiayaan rantai pasok bawang merah yang dihasilkan dalam penelitian ini terdapat dua alternatif model pembiayaan, yaitu model pembiayaan rantai pasok berbasis konvensional dan model pembiayaan rantai pasok berbasis syariah. Model pembiayaan yang menghasilkan nilai analisis model paling baik dan memiliki efektivitas yang paling tinggi dalam penggunaan sumber pembiayaan adalah model pembiayaan rantai pasok yang berbasis syariah. Kata kunci : Bawang Merah, Sistem Rantai Pasok, Risiko Rantai Pasok,Model Pembiayaan Rantai Pasok.
Seleksi In Vitro Enam Kultivar Kentang (Solanum Tuberosum L.) Hasil Iradiasi Sinar Gamma untuk Toleransi Kekeringan Menggunakan Manitol Muliani, Yuslina Nur
Jurnal Fakultas Pertanian Vol 1, No 4 (2014)
Publisher : Jurnal Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.424 KB)

Abstract

Kentang merupakan komoditas terpenting setelah beras dan gandum. Perubahan iklim global dapat mengakibatkan cekaman kekeringan sehinga lingkungan tumbuh menjadi tidak optimal. Perakitan tanaman toleran cekaman kekeringan pada kentang perlu dilakukan untuk mengantisipasi permasalahan tersebut. Percobaan ini bertujuan untuk mendapatkan kalus kultivar kentang yang toleran terhadap cekaman kekeringan setelah dinduksi mutasi dengan iradiasi sinar gamma. Kultivar kentang yang diuji yaitu Granola, Atlantik, Merbabu 17, Andina, Cipanas, dan Tenggo. Percobaan dilakukan di Laboratorium Kultur Jaringan Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran pada bulan Februari hingga Juni 2014. Percobaan disusun dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara kultivar kentang dengan kombinasi perlakuan iradiasi sinar gamma dan konsentrasi manitol pada karakter pertambahan ukuran kalus dan persentase green spot. Kalus yang toleran terhadap cekaman kekeringan setelah diinduksi mutasi menggunakan iradiasi sinar gamma yaitu berasal dari kultivar Merbabu 17 dan Tenggo secara in vitro. Warna kalus kultivar Merbabu 17 dan Tenggo termasuk ke dalam kelompok kuning kehijauan. Struktur kalus kultivar Merbabu 17 yaitu kompak dan struktur kalus Tenggo yaitu remah.   
Populasi Mikroflora di Sekitar Rizosfer Tanaman Tomat Transgenik Miraculin dan Non-Transgenik Kultivar Moneymaker Wibawa, Rangga Jiwa; Fitriatin, Betty Natalie; Carsono, Nono
Jurnal Fakultas Pertanian Vol 1, No 4 (2014)
Publisher : Jurnal Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.424 KB)

Abstract

Tanaman tomat transgenik miraculin adalah tanaman hasil rekayasa genetika yang disisipi gen miraculin dari tanaman Richadella dulcifica. Miraculin merupakan glikoprotein yang dapat memodifikasi rasa asam sehingga terasa manis di lidah. Salah satu syarat yang harus dipenuhi dalam hal pelepasan varietas tanaman hasil rekayasa genetika adalah pengujian keamanan hayati untuk mengetahui potensi keamanan lingkungan tanaman tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui potensi keamanan hayati tanaman tomat transgenik miraculin melalui pengujian dampak tanaman tersebut terhadap populasi mikroflora (bakteri, jamur, dan aktinomisetes) menggunakan konsep kesepadanan substansial. Pengamatan populasi mikroflora dilakukan dengan metode total plate count. Pengamatan dilakukan pada saat sebelum tanam, masa vegetatif maksimum, dan setelah panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi mikroflora di sekitar rizosfer tanaman tomat transgenik miraculin dan tanaman tomat non-transgenik kultivar Moneymaker tidak menunjukkan perbedaan yang nyata menurut analisis statistik student t-test pada taraf kepercayaan 95%. Tanaman tomat transgenik miraculin tidak memiliki dampak yang berbeda dengan tanaman tomat non-transgenik kultivar Moneymaker terhadap populasi mikroflora. Kata kunci : mikroflora, miraculin, pengujian keamanan hayati, tomat transgenik
Seleksi Tanaman Padi Generasi F2 Hasil Persilangan IR-64 X Pandan Wangi untuk Karakter Aroma Berdasarkan Marka Molekuler dan Uji Sensori Irmayanti, Leni Nurlaeli; Carsono, Nono; Rostini, Neni
Jurnal Fakultas Pertanian Vol 1, No 4 (2014)
Publisher : Jurnal Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.424 KB)

Abstract

ABSTRAKPermintaan beras aromatik baru-baru ini mulai meningkat untuk pasar Indonesia. Aroma merupakan salah satu karakter yang mempengaruhi penerimaan konsumen. Aroma pada padi disebabkan adanya senyawa volatile 2-acetyl-1-pyrroline yang dikendalikan gen fgr. Gen tersebut mengkode betaine aldehyde dehydrogenase (BAD2) yang terkait dengan senyawa 2-AP. Seleksi padi generasi F2 dengan menggunakan metode marka molekuler dan uji sensori dinilai efektif untuk karakter aroma. Penelitian ini bertujuan untuk menyeleksi 280 tanaman padi generasi F2 hasil persilangan IR-64 dengan Pandan Wangi untuk karakter aroma berdasarkan marka molekuler dan uji sensori. Marka yang digunakan untuk mendeteksi gen fgr yang terkait karakter aroma yaitu marka spesifik Bradbury. Pada uji sensori digunakan larutan KOH 1,7%. Penelitian telah dilakukan di Laboratorium Analisis dan Bioteknologi Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. Dalam penelitian ini marka Bradbury mampu membedakan padi aroma dan non-aroma yang masing-masing memiliki ukuran bp sebesar 257bp dan 355bp. Pada uji sensori, padi aroma dan non-aroma dipilih berdasarkan keberadaan aroma mirip pandanwangi. Terdapat 131 genotipe (dari total 280) yang terseleksi memiliki karakter aroma berdasarkan marka Bradbury, 136 genotipe terseleksi memiliki aroma berdasarkan uji sensori, dan  106 Genotipe yang terseleksi berdasarkan keduanya. Selanjutnya  dapat digunakan sebagai galur harapan dan sebagai sumber tetua. Kata kunci :Aroma, Kandungan Amilosa, MAS, Padi, Pola Segregasi.

Filter by Year

2014 2015