cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Bioleuser
ISSN : 25976753     EISSN : 25976753     DOI : -
Core Subject : Science,
The Journal of BIOLEUSER is a scientific journal owned and managed by Department of Biology, Faculty of Science, University of Syiah Kuala.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2019): Agustus 2019" : 5 Documents clear
Efektivitas gel madu lokal Aceh terhadap penyembuhan luka bakar pada tikus putih (Rattus norvegicus) Vera Dewi Mulia; Muhammad Jailani; Syamsul Rizal; Ghina Raudathul Jannah
Jurnal Bioleuser Vol 3, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Syiah Ku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/j. bioleuser.v3i2.18819

Abstract

Luka bakar memerlukan terapi yang dapat mengurangi nyeri, melindungi dari infeksi dan mempercepat kontraksi pada wilayah luka. Madu berpotensi sebagai agen terapetik alami untuk penanganan luka bakar karena mengandung metabolit sekunder dan H2O2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas madu Trumon dalam memperkecil ukuran luka bakar pada tikus. Sebanyak 30 ekor tikus dengan luka bakar derajat IIb dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok kontrol (tidak mendapat terapi) dan kelompok terapi gel madu dengan variasi konsentrasi yaitu 20%, 40%, 60%, dan 80%. Besarnya penutupan luka diukur pada hari ke-5, 10 dan 15.  Hasil studi menunjukkan bahwa pemberian madu secara topikal pada luka bakar derajat IIb dapat mempercepat penutupan luka dengan hasil optimal terlihat pada konsentrasi gel 60%
Aktivitas Antibakteri Belimbing Manis (Averrhoa carambola L.) terhadap Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) Yunita Yunita; Risa Nursanty
Jurnal Bioleuser Vol 3, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Syiah Ku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/j. bioleuser.v3i2.18821

Abstract

Indonesia memiliki keanekaragaman tumbuhan yang sangat tinggi. Banyak di antara tumbuhan tersebut memiliki khasiat sebagai obat, misalnya belimbing manis (Averrhoa carambola L.). Secara tradisional, belimbing manis telah digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit. Kemampuan ini diduga karena belimbing mengandung senyawa yang berpotensi untuk menghambat pertumbuhan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak metanol daun dan kulit batang belimbing terhadap pertumbuhan Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA). Ekstraksi tumbuhan dilakukan dengan metode maserasi sementara aktivitas anti bakteri dilakukan dengan metode Kirby-Bauer. Pada uji aktivitas antibakteri menggunakan tiga (3) konsentrasi ekstrak yang berbeda, yaitu: 25, 50, dan 70%. Sebagai negatif control digunakan metanol dan sebagai positif control digunakan linezoid. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa ekstraksi batang pada konsentrasi 75% memiliki kemampuan daya hambat yang terbesar terhadap pertumbuhan MRSA
Uji daya hambat beberapa ekstrak bahan alami terhadap pertumbuhan cendawan Pyricularia grisea Zuraidah Zuraidah; Sri Wahyuni
Jurnal Bioleuser Vol 3, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Syiah Ku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/j. bioleuser.v3i2.18822

Abstract

Cendawan Pyricularia grisea merupakan cendawan patogen pada tanaman padi yang menyebabkan penyakit Blas menyerang daun, batang, dan malai padi. Salah satu cara untuk mengurangi penggunaan bahan kimia dalam membasmi penyakit Blas pada tanaman padi adalah dengan penggunaan ekstrak bahan alami dari beberapa tumbuhan untuk menghambat pertumbuhan cendawan Pyricularia grisea. Ekstrak bahan alami yang digunakan adalah: daun salam, daun ketapang, dan daun jeruk purut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan ekstrak daun salam, jeruk purut, dan ketapang dalam menghambat cendawan patogen Pyricularia grisea. Penelitian ini disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan  tiga  ulangan dan 4 perlakuan. Prosedur kerja dimulai dari penyiapan ekstrak daun, peremajaan cendawan patogen, pembuatan media pertumbuhan, penanaman isolat pada media PDA. Parameter dalam penelitian ini adalah mengukur luas zona hambat pertumbuhan cendawan Pyricularia grisea. Tekhnik analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis ragam pada taraf  kepercayaan 95% (ANOVA), jika menunjukkan pengaruh nyata maka selanjutnya dilakukan uji perbandingan nilai tengah dengan menggunakan Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5% (α=0.05) dengan menggunakan SPSS 16.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketiga ekstrak daun dengan kosentrasi tertinggi mampu menghambat pertumbuhan cendawan patogen Pyricularia grisea. Ekstrak daun salam 100% menunjukkan zona hambat sebesar 1,77 mm, ekstrak daun ketapang 100% dengan zona hambat yang terbentuk 2,33 mm, dan ekstrak daun jeruk purut 100% sebesar 1,52 mm zona hambat yang terbentuk. ekstrak yang paling besar diameter zona beningnya terdapat pada ekstrak daun ketapang. Sedangkan perlakuan dengan mankozeb tidak menghambat pertumbuhan cendawan patogen tersebut.
Potensi Phyllanthus niruri L. dan Phyllanthus urinaria L. sebagai bioinsektisida terhadap Sitophilus oryzae L. (Coleoptera : Curculionidae) Zumaidar Zumaidar; Alia Rizki; Vera Fitria
Jurnal Bioleuser Vol 3, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Syiah Ku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/j. bioleuser.v3i2.18823

Abstract

Pengendalian Sitophilus oryzae selama penyimpanan beras masih menggunakan insektisida sintetik dan fumigasi. Penggunaan bahan kimia sintentis memberikan efek yang kurang baik terhadap tubuh jika dikonsumsi. Penemuan bahan kimia yang berasal dari tumbuhan untuk pengendalian S. oryzae diharapkan dapat mengurangi penggunaan bahan kimia sintetis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh dan mengukur keefektifan konsentrasi serbuk tumbuhan Phyllanthus niruri dan Phyllanthus urinaria terhadap mortalitas S. oryzae. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 kali ulangan selama 10 hari pengamatan. Perlakuan masing-masing serbuk P. niruri dan P. urinaria yang dicampurkan dalam beras menggunakan konsentrasi 0 gram, 2 gram, 4 gram, 8 gram, dan 16 gram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serbuk P. niruri dan P. urinaria berpengaruh terhadap mortalitas S. oryzae. Pada perlakuan konsentrasi 16 gram untuk P. niruri dan P. urinaria memiliki persentase tertinggi terhadap mortalitas S. oryzae yaitu 96, 25% dan 80, 00%.  Pada hari ketiga diperoleh mortalitas S. oryzae paling tinggi pada konsentrasi 16 gram untuk P. niruri dan P. urinaria.
Diabetes mellitus: penggunaan hewan model untuk penelitian Saslina Fitri
Jurnal Bioleuser Vol 3, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Syiah Ku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/j. bioleuser.v3i2.18824

Abstract

Hewan model telah memberikan kontribusi yang sangat besar pada studi diabetes mellitus, penyakit metabolik dengan homeostasis glukosa yang abnormal, karena beberapa cacat pada sekresi atau aksi insulin. Mereka memberi para peneliti kesempatan untuk mengontrol in vivo faktor genetik dan lingkungan yang dapat mempengaruhi perkembangan penyakit dan pembentukan komplikasinya, dan dengan demikian mendapatkan informasi baru tentang penanganan dan pengobatannya pada manusia. Sebagian besar eksperimen dilakukan pada hewan pengerat, meskipun spesies lain dengan karakteristik biologis mirip manusia juga digunakan. Hewan model mengembangkan diabetes baik secara spontan atau dengan menggunakan teknik kimiawi, bedah, genetik atau lainnya, dan menggambarkan banyak fitur klinis atau fenotipe terkait dari penyakit tersebut. Dalam ulasan ini, gambaran umum dari hewan model yang paling umum digunakan dari diabetes disediakan, mekanisme patofisiologis dan molekuler yang luas yang terkait dengan diabetes tipe 1 dan tipe 2, dan membahas kegunaan dan kontribusinya dalam bidang penelitian diabetes

Page 1 of 1 | Total Record : 5