Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Potensi Phyllanthus niruri L. dan Phyllanthus urinaria L. sebagai bioinsektisida terhadap Sitophilus oryzae L. (Coleoptera : Curculionidae) Zumaidar Zumaidar; Alia Rizki; Vera Fitria
Jurnal Bioleuser Vol 3, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Syiah Ku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/j. bioleuser.v3i2.18823

Abstract

Pengendalian Sitophilus oryzae selama penyimpanan beras masih menggunakan insektisida sintetik dan fumigasi. Penggunaan bahan kimia sintentis memberikan efek yang kurang baik terhadap tubuh jika dikonsumsi. Penemuan bahan kimia yang berasal dari tumbuhan untuk pengendalian S. oryzae diharapkan dapat mengurangi penggunaan bahan kimia sintetis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh dan mengukur keefektifan konsentrasi serbuk tumbuhan Phyllanthus niruri dan Phyllanthus urinaria terhadap mortalitas S. oryzae. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 kali ulangan selama 10 hari pengamatan. Perlakuan masing-masing serbuk P. niruri dan P. urinaria yang dicampurkan dalam beras menggunakan konsentrasi 0 gram, 2 gram, 4 gram, 8 gram, dan 16 gram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serbuk P. niruri dan P. urinaria berpengaruh terhadap mortalitas S. oryzae. Pada perlakuan konsentrasi 16 gram untuk P. niruri dan P. urinaria memiliki persentase tertinggi terhadap mortalitas S. oryzae yaitu 96, 25% dan 80, 00%.  Pada hari ketiga diperoleh mortalitas S. oryzae paling tinggi pada konsentrasi 16 gram untuk P. niruri dan P. urinaria.
KAJIAN CEMPAKA KUNING (Michelia champaca L.) SEBAGAI TUMBUHAN OBAT Zumaidar Zumaidar
Jurnal Floratek Vol 4, No 1 (2009): Vol 4 No 1, 2009
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.597 KB)

Abstract

Study of Yellow Champaca (Michelia champaca L.) as A Medicinal Plant  Zumaidar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unsyiah, Banda Aceh ABSTRACT The aim of the research was to appraise uses of yellow champaca (Michelia champaca L.) as a medicinal plant. This research applied participatory rural appraisal method. The data were sampled from 9 sub districts in Banda Aceh by purposive sampling respondents, i.e. tuha peut (ranking people in community), tabib (traditional healer), bidan gampong (traditional midwife) and the community planting yellow champaca.  The result showed that yellow champaca was used as medicine for 21 diseases. Plant organs most used were flowers and leaves. Most of them were mixed with other plant organs.  
PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI DAN POSYANDU MELALUI DIVERSIFIKASI HERBAL TRADISIONAL MAKJUN UNTUK PENANGANAN PASCA-MELAHIRKAN Mutiawati Mutiawati; Fauziah Andika; Periskila Dina Kali Kulla; Zumaidar Zumaidar; Saudah Saudah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Program Mahasiswa Berdampak di Desa Blang Tingkeum, Kabupaten Aceh Besar, bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan ekonomi masyarakat melalui diversifikasi tanaman herbal tradisional menjadi produk inovatif Teh Herbal Makjun. Desa yang berada di wilayah dataran tinggi dengan tanah pertanian subur ini memiliki potensi besar dalam budidaya tanaman herbal seperti kunyit (Curcuma longa) dan jahe (Zingiber officinale), namun belum dikelola secara optimal dan bernilai tambah ekonomi. Permasalahan utama mitra meliputi rendahnya kuantitas produksi herbal organik, lemahnya manajemen usaha dan pemasaran, kurangnya pemahaman pelestarian Makjun sebagai warisan budaya Aceh, serta belum terstrukturnya tata kelola usaha herbal. Program ini melibatkan dua mitra sasaran, yaitu kelompok tani “Indatu Agro Tani” dan kelompok Posyandu, yang didampingi secara komprehensif dari hulu hingga hilir melalui pendekatan kolaboratif berbasis riset. Intervensi pada kelompok tani difokuskan pada aspek produksi, manajemen, dan pemasaran, meliputi pelatihan budidaya, penyediaan bibit unggul, penyusunan business plan, penguatan kelembagaan, strategi branding, digital marketing, hingga fasilitasi legalitas usaha (BPOM dan PIRT). Sementara itu, pada kelompok Posyandu, kegiatan diarahkan pada penguatan aspek sosial kemasyarakatan dan manajemen usaha, termasuk pelatihan kesehatan berbasis tanaman obat lokal, produksi herbal Makjun, kampanye edukasi, serta penguatan administrasi dan kepemimpinan organisasi. Metode pelaksanaan menggunakan Project Based Learning (PjBL) dan kolaborasi interdisipliner, dengan tahapan sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi berkelanjutan. Luaran program mencakup karya audio-visual, publikasi media massa, poster edukasi, serta peningkatan keberdayaan mitra dalam aspek produksi, manajemen, pemasaran, dan sosial kemasyarakatan. Program ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi produk herbal lokal, memperkuat pelestarian Makjun sebagai kearifan lokal Aceh, serta mendorong kemandirian dan keberlanjutan usaha masyarakat Desa Blang Tingkeum.