Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KAJIAN CEMPAKA KUNING (Michelia champaca L.) SEBAGAI TUMBUHAN OBAT Zumaidar Zumaidar
Jurnal Floratek Vol 4, No 1 (2009): Vol 4 No 1, 2009
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.597 KB)

Abstract

Study of Yellow Champaca (Michelia champaca L.) as A Medicinal Plant  Zumaidar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unsyiah, Banda Aceh ABSTRACT The aim of the research was to appraise uses of yellow champaca (Michelia champaca L.) as a medicinal plant. This research applied participatory rural appraisal method. The data were sampled from 9 sub districts in Banda Aceh by purposive sampling respondents, i.e. tuha peut (ranking people in community), tabib (traditional healer), bidan gampong (traditional midwife) and the community planting yellow champaca.  The result showed that yellow champaca was used as medicine for 21 diseases. Plant organs most used were flowers and leaves. Most of them were mixed with other plant organs.  
PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI DAN POSYANDU MELALUI DIVERSIFIKASI HERBAL TRADISIONAL MAKJUN UNTUK PENANGANAN PASCA-MELAHIRKAN Mutiawati Mutiawati; Fauziah Andika; Periskila Dina Kali Kulla; Zumaidar Zumaidar; Saudah Saudah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Program Mahasiswa Berdampak di Desa Blang Tingkeum, Kabupaten Aceh Besar, bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan ekonomi masyarakat melalui diversifikasi tanaman herbal tradisional menjadi produk inovatif Teh Herbal Makjun. Desa yang berada di wilayah dataran tinggi dengan tanah pertanian subur ini memiliki potensi besar dalam budidaya tanaman herbal seperti kunyit (Curcuma longa) dan jahe (Zingiber officinale), namun belum dikelola secara optimal dan bernilai tambah ekonomi. Permasalahan utama mitra meliputi rendahnya kuantitas produksi herbal organik, lemahnya manajemen usaha dan pemasaran, kurangnya pemahaman pelestarian Makjun sebagai warisan budaya Aceh, serta belum terstrukturnya tata kelola usaha herbal. Program ini melibatkan dua mitra sasaran, yaitu kelompok tani “Indatu Agro Tani” dan kelompok Posyandu, yang didampingi secara komprehensif dari hulu hingga hilir melalui pendekatan kolaboratif berbasis riset. Intervensi pada kelompok tani difokuskan pada aspek produksi, manajemen, dan pemasaran, meliputi pelatihan budidaya, penyediaan bibit unggul, penyusunan business plan, penguatan kelembagaan, strategi branding, digital marketing, hingga fasilitasi legalitas usaha (BPOM dan PIRT). Sementara itu, pada kelompok Posyandu, kegiatan diarahkan pada penguatan aspek sosial kemasyarakatan dan manajemen usaha, termasuk pelatihan kesehatan berbasis tanaman obat lokal, produksi herbal Makjun, kampanye edukasi, serta penguatan administrasi dan kepemimpinan organisasi. Metode pelaksanaan menggunakan Project Based Learning (PjBL) dan kolaborasi interdisipliner, dengan tahapan sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi berkelanjutan. Luaran program mencakup karya audio-visual, publikasi media massa, poster edukasi, serta peningkatan keberdayaan mitra dalam aspek produksi, manajemen, pemasaran, dan sosial kemasyarakatan. Program ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi produk herbal lokal, memperkuat pelestarian Makjun sebagai kearifan lokal Aceh, serta mendorong kemandirian dan keberlanjutan usaha masyarakat Desa Blang Tingkeum.