cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Bioleuser
ISSN : 25976753     EISSN : 25976753     DOI : -
Core Subject : Science,
The Journal of BIOLEUSER is a scientific journal owned and managed by Department of Biology, Faculty of Science, University of Syiah Kuala.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2021): Agustus 2021" : 6 Documents clear
Perilaku Masyarakat Terhadap Akses Jamban Sehat Di Desa Silolo Kabupaten Aceh Selatan Kiswanto Kiswanto; Rahmayana Rahmayana
Jurnal Bioleuser Vol 5, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Syiah Ku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/j. bioleuser.v5i2.25762

Abstract

Perilaku buang air besar (BAB) di sembarangan  tempat  tidak memamfaatkan jambannya melainkan lebih memilih buang air besar di tempat-tempat terbuka seperti di sungai,semak-semak dan kebun merupakan kebiasaan masyarakat yang sangat sulit di ubah dan banyak ditiru oleh masyarakat disekitarnya.menurut  Andreas (2014) kepala keluarga memiliki peranan yang penting dalam merubah sikap dan prilaku individu dalam sebuah  keluarga karena kepala keluarga juga merupakan anggota dari kelompok sosial yang  penting dan diakui keberadaanya. Penduduk yang memiliki akses sanitasi yang layak di Kabupaten Aceh Selatan  tahun 2020 adalah sebanyak 37,985 dengan persentase 62,9% (Dinkes Aceh Selatan,2020). Dari data puskesmas Ladang Tuha tahun 2020 menunjukkan, desa Silolo merupakan salah satu desa yang masih banyak masyarakatnya buang air besar sembarangan  dikarenakan letak desa tersebut dipedalaman dekat dengan aliran sungai dan juga pengetahuannya pun masih minim  dari data resebut diperoleh jumlah masyarakat yang buang air besae sembarangan  yaitu sebanyak 251 kepala keluarga atau setara dengan 72%.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif analitik.Penelitian ini dilakukan dipemukiman kelurahan desa silolo kecamatan pasie raja kabupaten aceh selatan.desa ini dipilih karena letaknya jauh dipedalaman dan dekat dengan pinggiran sungai sebagai sumber air masyarakat didesa tersebut. kesimpulan dari 50  populasi dan sample  bahwa  sangat banyak masyarakat di Desa tersebut yang masih BAB sembarangan (OD) sebanyak 58 % ,yang  memiliki jamban sehat permanen ( JSP) sebanyak   38%,dan yang  BAB menumpang di tempat lain  (sharing) sebanyak 4%.
Uji Efektivitas Ekstrak Rimpang Alang-alang (Imperata cylindria (L.) P. Beauv) sebagai Bahan Imunostimulator Rosnizar Rosnizar; S.R.Y. Nanza; Kartini Eriani
Jurnal Bioleuser Vol 5, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Syiah Ku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/j. bioleuser.v5i2.25763

Abstract

Beberapa penelitian telah melaporkan tentang potensi rimpang alang-alang [Imperata cylindria (L.) P. Beauv] sebagai anti-inflamasi, anti oksidan dan berpotensi sebagai imunostimulator yang dapat meningkatkan jumlah sel leukosit total, sel limfosit dan bobot limpa relatif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan ekstrak rimpang alang-alang sebagai imunostimulator pada mencit jantan galur Balb/C yang diinfeksi dengan bakteri Staphylococcus aureus. Rancangan yang diterapkan pada penelitian ini adalah rancangan acak lengkap terdiri dari 5 perlakuan dengan 4 kali ulangan, yaitu perlakuan kontrol negatif (P0), kontrol positif (P1), dosis ekstrak 750 mg/KgBB (P2), 500 mg/kgBB (P3) dan 250 mg/KgBB (P4). Parameter yang diamati adalah penghitungan kapasitas dan aktivitas fagositosis sel makrofag. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak rimpang alang-alang pada dosis 750 dan 500 mg/KgBB dapat meningkatkan kapasitas dan aktivitas fagositosis makrofag peritoneal mencit secara signifikan dibandingkan dengan ekstrak dosis 250 mg/KgBB. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ekstrak rimpang alang-alang mempunyai efek imunostimulator.
Gambaran Faktor Lingkungan Dan Perilaku Dengan Kejadian Malaria Di Desa Paya Ateuk Kecamatan Pasie Raja Aceh Selatan Nora Novita; Kiswanto Kiswanto
Jurnal Bioleuser Vol 5, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Syiah Ku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/j. bioleuser.v5i2.25764

Abstract

Malaria adalah penyakit menular yang di sebabkan plasmodium, yaitu makhluk hidup bersel satu yang termasuk ke dalam kelompok protozoa. faktor yang menunjang vektor nyamuk Anopheles bisa tetap bertahan karena penyesuaian terhadap lingkungan yang ada sehingga faktor yang utama adalah lingkungan, kemudian individu,Perilaku manusia yang berhubungandengan penyakit malaria dapat dijelaskan berdasarkan cara hidup. Cara hidup manusia berpengaruh terhadap penularan penyakitmalaria, sebagai contoh bahwa kebiasaan tidak memakai anti nyamuk.Tujuan Penelitian ini adalah untuk mempelajari bagaimana Gambaran dari Fakor Lingkungan dan Perilaku dengan Kejadian Malaria di Desa Paya Ateuk Kecamatan Pasie Raja Kabupaten Aceh Selatan.Metode : Penelitian ini merupakan jenis penelitian Deskriptif dan menggunakan kuesioner pengumpulan serta pengambilan data tanpa adanya perlakuan terhadap subyek penelitian, Penelitian ini menggunakan Metode Studi Kasus. Hasil : Dari 50 orang responden yang menggunakan kelambu pada malam hari  sekitar (52 %), Dan  yang tidak menggunakan kelambu pada malam hari (48 %)yang memakai anti nyamuk sekitar(16%). Dan yang tidak memakai ada (84%), yang keluar rumah pada malam hari 94%), dan yang tidak (6%), persentase masyarakat memakai baju ketika malam hari (94%). Dan yang tidak memakai (6%). atas sekitar ( 75 %) di rumah reponden terdapat genangan air dan tidak ada genangan (26%).selokan atau parit mengalir dengan lancar( 60%) dan tidak mengalir dengan lancar (40%).Kesimpulan:Gambaran dari faktor lingkungan dan perilku dengan kejadian malaria didesa paya Ateuk adalah perilaku tidak memakai obat nyamuk, keluar pada malam hari dan pemakaian kelambu.dan dari faktor lingkungannya adalah keberadaan genangan air hari berpotensi perkembangbiakan nyamuk hal ini menunjukkan lingkungan dan perilaku sangat berpotensi menularkan penyakit malaria.
Jenis-jenis Burung yang Mengunjungi Pohon Tanjung Mimusops elengi L. di Kampus Universitas Syiah Kuala Aida Fithri; Widya Sari; Fas Nurussalami Abdullah
Jurnal Bioleuser Vol 5, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Syiah Ku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/j. bioleuser.v5i2.25760

Abstract

birdwatching. Namun belum diketahui distribusi jenis-jenis burung yang mengunjungi tumbuhan yang ada di kawasan ini.  Oleh karena itu dilakukan penelitian ini untuk mengetahui jenis burung pengunjung tumbuhan tanjung Mimusops elengi L. yang banyak ditanam di kawasan kampus Universitas Syiah Kuala (USK). Hasil penelitian menunjukkan tercatat 10 jenis burung yang mengunjungi pohon tanjung yaitu Nectarinia jugularis, Pycnonotus aurigaster, Lonchura punctulata, Orthotomus ruficeps, Dicaeum cruentatum, Aegithina tiphia, Anthreptes simplex, Passer montanus, Aplonis panayensis dan Geopelia striata.
Aktivitas Sitotoksik Ekstrak Etanol Kulit Buah Duku (Lansium domesticum Corr.) dan Fraksi-fraksinya dengan Metode Brine Shrimp Lethality test (BSLT) Nurul Hidayah; Ricca Sari
Jurnal Bioleuser Vol 5, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Syiah Ku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/j. bioleuser.v5i2.25765

Abstract

Kulit buah duku (Lansium domesticum Corr.) memiliki kandungan utama triterpenoid yang memiliki aktivitas sitotoksik. Namun penelusuran golongan senyawa yang berpengaruh terhadap jaringan belum diketahui secara ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis metabolit sekunder, dan menentukan nilai LC50 dari ekstrak etanol dan fraksi-fraksi kulit buah duku terhadap larva udang Artemia salina Leach dengan metode Brine Shrimp Lethality Test. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70% kemudian difraksinasi dengan n-heksan dan etil asetat. Masing-masing sediaan uji yaitu ekstrak etanol, fraksi n-heksan, etil asetat dan fraksi sisa dibuat konsentrasi ekstrak 1000 µg/ml, 500 µg/ml, 200 µg/ml, dan 100 µg/ml. Tiap konsentrasi dimasukkan ke dalam vial yang telah dikalibrasi 10 ml dan ditambahkan 10 ekor larva Artemia salina Leach. Pengamatan dilakukan terhadap jumlah larva yang mati setelah 24 jam pemberian ekstrak. Hasil analisis probit ekstrak etanol kulit buah duku dan fraksi memiliki nilai LC501000µg/ml yaitu 538,88 ppm untuk esktrak etanol, fraksi n-heksan sebesar 189,36 ppm, fraksi etil asetat sebesar 334,50 ppm dan fraksi sisa sebesar 223,46 ppm. Nilai LC50 menunjukkan bahwa ekstrak etanol dan fraksi-fraksi kulit buah duku mempunyai potensi sebagai sitotoksik.
Pengaruh Makanan Kariogenik Terhadap Kejadian Karies Gigi pada Anak Sekolah Dasar Syahdiana Waty; Yunita Mutiara
Jurnal Bioleuser Vol 5, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Syiah Ku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/j. bioleuser.v5i2.25761

Abstract

Makanan Kariogenik sering dikenal sebagai makanan manis dan  mudah melekat merupakan makanan yang banyak mengandung gula yang dapat menyebabkan kerusakan gigi. Makanan kariogenik dengan konsistensi lengket menyebabkan sisa makanan sulit dibersihkan dari permukaan gigi dan merupakan karbohidrat yang mudah difermentasikan bakteri yang selanjutnya dapat menyebabkan demineralisasi email dan memicu terjadinya karies. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsumsi makanan kariogenik terhadap kejadian karies gigi pada anak sekolah dasar.  Desain penelitian yang digunakan systematic review, dengan mereview jurnal 5 tahun terakhir.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden berjenis kelamin perempuan (70%) lebih mudah terkena karies gigi dibandingkan responden berjenis kelamin laki-laki (30%). Distribusi frekuensi responden tentang mengkonsumsi makanan kariogenik adalah kebiasaan tinggi (3 kali sehari) sebesar 60%, kebiasaan sedang (2 kali sehari) 30% dan kebiasaan rendah ( 1 kali sehari ) 10%. Frekuensi siswa yang mengalami karies gigi sebesar 80% siswa yang mengalami karies gigi dan 20% siswa yang tidak terkena karies gigi. Tingginya frekuensi kebiasaan mengkonsumsi makanan kariogenik mempengaruhi tingginya kejadian karies gigi pada anak sekolah dasar.

Page 1 of 1 | Total Record : 6