Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 1, No 14 (2011)"
:
10 Documents
clear
FUNGSI ORGAN TUBUH DARI SISI MEDIS DAN AL-QURâAN
Harun, Haerani;
Tamrin, Tamrin
INSPIRASI Vol 1, No 14 (2011)
Publisher : INSPIRASI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (168.098 KB)
Manusia dalam kesempurnaan fisiknya dapat dibagidalam beberapa bagian. Antara bagian satudengan lainnya memiliki struktur dan fungsiyang berbeda. Antara organ satu dengan organlainnya membutuhkan kerja dan aktifitas penuhdalam menunjang kehidupan manusia. Sistemsaraf akan sempurna bila didukung oleh sistem jantung, hati,ginjal, paru-paru dan organ lainnya. Atas keteraturan tersebut,sepatutnya manusia dapat mempertimbangkan bahwa dibaliksusunan dan struktur organ-organ tersebut tersimpan rahasialuar indrawi. Keteraturan dan keseimbangan fungsi organ akanmengalami ketundukan dalam sistem yang telah ditetapkan olehsang Pencipta organ sesuai dengan nilai-nilai al-Qurâan, sehinggamanusia dapat mempertimbangkan untuk senantiasamemelihara dan menjaganya sampai kapan pun.Kata kunci : Organ tubuh dan Al-Qurâan
Karakteristik Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar Periode Januari â Desember 2010
Wahyuni, Rosa Dwi;
Sabir, Sabir
INSPIRASI Vol 1, No 14 (2011)
Publisher : INSPIRASI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (214.792 KB)
Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) atau Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) merupakan penyakit akibat infeksi virus Dengue yang masih menjadi problem kesehatan Masyarakat. Penyakit ini ditemukan nyaris diseluruh belahan dunia terutama di negara-negara tropik dan subtropik baik sebagai penyakit endemik maupun epidemik. Hasil studi epidemiologik menunjukan bahwa DBD terutama menyerang kelompok umur balita sampai dengan umur sekitar 15 tahun serta tidak ditemukan perbedaan signifikan dalam hal kerentanan terhadap serangan dengue antara gender. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik Penderita demam berdarah dengue pada pasien rawat inap di Rumah Sakit  Wahidin Sudirohusodo Makassar periode Januari-Desember 2010. Metode penelitian dengan pendekatan Deskriptif. Penarikan sampel dilakukan dengan menggunakan metode systematic random sampling. Jumlah sampel sebanyak 205 Responden. Kemudian data dianalisis secara deskriptif. Hasil Penelitian ini Menunjukan bahwa Penderita demam berdarah dengue di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar berdasarkan kelompok umur terbanyak adalah kelompok umur 19-49 tahun, jenis kelamin terbanyak adalah jenis kelamin laki-laki, jenis pekerjaan terbanyak adalah berprofesi sebagai pelajar/mahasiswa, tingkat pendidikan terbanyak adalah SMA, sedangkan waktu kejadian tertinggi penderita demam Berdarah dengue adalah pada bulan Maret. Disarankan mencegah terjadinya peningkatan kasus penderita demam berdarah dengue pada golongan umur anak-anak maupun dewasa maka perlu diadakan penyuluhan baik lingkungan keluarga maupun lingkungan sekolah/kampus mengenai upaya pencegahan penyakit demam berdarah dengue. Disamping itu juga Perlu memperkuat kegiatan-kegiatan yang mendukung kearah komunikasi, informasi, dan edukasi yang luas, jelas dan komplit tentang penyakit demam berdarah dengue sehingga masyarakat memiliki sikap positif terhadap masalah-masalah kesehatan khususnya penyakit demam berdarah dengue. Dan perlu adanya tindakan pencegahan penyakit demam berdarah dengue melalui peningkatan frekuensi penyuluhan kesehatan masyarakat mengenai 3M (menguras, menimbun, menutup) tempat-tempat yang dapat menampung air pada bulan-bulan dengan curah hujan dan tingkat kelembaban yang tinggi untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti.
KATARAK JUVENIL
Mutiarasari, Diah;
Handayani, Fitriah
INSPIRASI Vol 1, No 14 (2011)
Publisher : INSPIRASI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (297.621 KB)
Katarak Juvenil merupakan katarak lembek yang terdapat pada orang muda dan mulai terbentuknya pada usia 3 bulan sampai 9 tahun. Katarak kongenital dan infantile secara umum terjadi dalam 1 dalam setiap 2000 kelahiran hidup, yang terjadi akibat gangguan pada perkembangan normal lensa. Prevalensi pada negara berkembang sekitar 2-4 tiap 10.000 kelahiran hidup. Gejalanya berupa pandangan kabur, silau, halo dan penurunan tajam, bayangan ganda dapat juga awal dari katarak. Selain itu kadang dapat ditemukan gejala awal seperti silau dan diplopia monokular yang tidak dapat dikoreksi. Pada penderita yang tidak dapat melihat baik dengan kacamata, dapat dilakukan operasi Intracapsular Cataract Extraction ( ICCE) atau Extracapsular Cataract Extraction (ECCE) berupa Small Incision Cataract Surgery (SICS) dan teknik terbaru Phacoemulsification.
TBC DENGAN TES MANTOUX DI BAGIAN ILMU KESEHATAN ANAK RSU PROF. DR.R.D.KANDOU MANADO PERIODE 2001 - 2006
Nursjamsi, Nursjamsi;
Rasjid, Mariani
INSPIRASI Vol 1, No 14 (2011)
Publisher : INSPIRASI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (240.549 KB)
Selama dekade akhir dari abad 20 jumlah kasus baru tuberkulosis meningkat di seluruh dunia. Sekarang ini, 95% dari kasus tuberkulosis terjadi di negara berkembang, di mana HIV/AIDS memiliki dampak yang terbesar, dan di mana sumber daya sering tidak tersedia untuk mengidentifikasi dan mengobati penyakit ini. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menaksir bahwa terjadi lebih dari 8 juta kasus baru dari tuberkulosis dan kira-kira 3 juta orang meninggal tiap tahunnya diseluruh dunia karena penyakit ini. Hampir 1,3 juta kasus dan 450,000 kematian terjadi pada anak-anak tiap tahun, dimana 80% sampai 95% menginfeksi anak-anak dan 50% sampai 60% menginfeksi pada bayi. Organisasi kesehatan sedunia juga memperkirakan bahwa sepertiga populasi dunia terinfeksi dengan M.tuberculosis. Angka infeksi tertinggi di Asia Tenggara, Cina, India, Afrika, dan Amerika Latin. Tuberkulosis menonjol pada populasi dengan gizi buruk, padat, pelayanan kesehatan tidak memadai, dan perpindahan tempat
KAJIAN SOSIO HISTORIS TENTANG POLITIK KEBIJAKAN PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA
Andi Baso Malla, Hamlan
INSPIRASI Vol 1, No 14 (2011)
Publisher : INSPIRASI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (150.274 KB)
Kebijakan pemerintah tentang pendidikan merupakan salah satu bidang kajian politik pendidikan. Hal ini didasarkan kepada kenyataan bahwa dalam pengambilan keputusan di bidang pendidikan khususnya dalam perumusan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional beserta peraturan pemerintah yang mengikutinya tidak dapat dipisahkan dari pertimbangan kepentingan, baik yang berkaitan kepentingan pengembangan sumber daya manusia, peningkatan mutu pendidikan, maupun kepentingan ideologi, kepentingan politik, dan kepentingan ekonomi. Hal ini dapat dilihat dari praktik pengambilan keputusan pemerintah dalam bidang pendidikan di masa Indonesia sebelum merdeka (masa pemerinah kolonial) sampai masa Indonesia merdeka (tahun 1945 sampai sekarang).
TBC DENGAN TES MANTOUX DI BAGIAN ILMU KESEHATAN ANAK RSU PROF. DR.R.D.KANDOU MANADO PERIODE 2001 - 2006
Nursjamsi, Nursjamsi;
Rasjid, Mariani
INSPIRASI Vol 1, No 14 (2011)
Publisher : INSPIRASI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (240.549 KB)
Selama dekade akhir dari abad 20 jumlah kasus baru tuberkulosis meningkat di seluruh dunia. Sekarang ini, 95% dari kasus tuberkulosis terjadi di negara berkembang, di mana HIV/AIDS memiliki dampak yang terbesar, dan di mana sumber daya sering tidak tersedia untuk mengidentifikasi dan mengobati penyakit ini. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menaksir bahwa terjadi lebih dari 8 juta kasus baru dari tuberkulosis dan kira-kira 3 juta orang meninggal tiap tahunnya diseluruh dunia karena penyakit ini. Hampir 1,3 juta kasus dan 450,000 kematian terjadi pada anak-anak tiap tahun, dimana 80% sampai 95% menginfeksi anak-anak dan 50% sampai 60% menginfeksi pada bayi. Organisasi kesehatan sedunia juga memperkirakan bahwa sepertiga populasi dunia terinfeksi dengan M.tuberculosis. Angka infeksi tertinggi di Asia Tenggara, Cina, India, Afrika, dan Amerika Latin. Tuberkulosis menonjol pada populasi dengan gizi buruk, padat, pelayanan kesehatan tidak memadai, dan perpindahan tempat
KAJIAN SOSIO HISTORIS TENTANG POLITIK KEBIJAKAN PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA
Andi Baso Malla, Hamlan
INSPIRASI Vol 1, No 14 (2011)
Publisher : INSPIRASI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (150.274 KB)
Kebijakan pemerintah tentang pendidikan merupakan salah satu bidang kajian politik pendidikan. Hal ini didasarkan kepada kenyataan bahwa dalam pengambilan keputusan di bidang pendidikan khususnya dalam perumusan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional beserta peraturan pemerintah yang mengikutinya tidak dapat dipisahkan dari pertimbangan kepentingan, baik yang berkaitan kepentingan pengembangan sumber daya manusia, peningkatan mutu pendidikan, maupun kepentingan ideologi, kepentingan politik, dan kepentingan ekonomi. Hal ini dapat dilihat dari praktik pengambilan keputusan pemerintah dalam bidang pendidikan di masa Indonesia sebelum merdeka (masa pemerinah kolonial) sampai masa Indonesia merdeka (tahun 1945 sampai sekarang).
FUNGSI ORGAN TUBUH DARI SISI MEDIS DAN AL-QUR’AN
Harun, Haerani;
Tamrin, Tamrin
INSPIRASI Vol 1, No 14 (2011)
Publisher : INSPIRASI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (168.098 KB)
Manusia dalam kesempurnaan fisiknya dapat dibagidalam beberapa bagian. Antara bagian satudengan lainnya memiliki struktur dan fungsiyang berbeda. Antara organ satu dengan organlainnya membutuhkan kerja dan aktifitas penuhdalam menunjang kehidupan manusia. Sistemsaraf akan sempurna bila didukung oleh sistem jantung, hati,ginjal, paru-paru dan organ lainnya. Atas keteraturan tersebut,sepatutnya manusia dapat mempertimbangkan bahwa dibaliksusunan dan struktur organ-organ tersebut tersimpan rahasialuar indrawi. Keteraturan dan keseimbangan fungsi organ akanmengalami ketundukan dalam sistem yang telah ditetapkan olehsang Pencipta organ sesuai dengan nilai-nilai al-Qur’an, sehinggamanusia dapat mempertimbangkan untuk senantiasamemelihara dan menjaganya sampai kapan pun.Kata kunci : Organ tubuh dan Al-Qur’an
Karakteristik Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar Periode Januari – Desember 2010
Wahyuni, Rosa Dwi;
Sabir, Sabir
INSPIRASI Vol 1, No 14 (2011)
Publisher : INSPIRASI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (214.792 KB)
Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) atau Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) merupakan penyakit akibat infeksi virus Dengue yang masih menjadi problem kesehatan Masyarakat. Penyakit ini ditemukan nyaris diseluruh belahan dunia terutama di negara-negara tropik dan subtropik baik sebagai penyakit endemik maupun epidemik. Hasil studi epidemiologik menunjukan bahwa DBD terutama menyerang kelompok umur balita sampai dengan umur sekitar 15 tahun serta tidak ditemukan perbedaan signifikan dalam hal kerentanan terhadap serangan dengue antara gender. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik Penderita demam berdarah dengue pada pasien rawat inap di Rumah Sakit  Wahidin Sudirohusodo Makassar periode Januari-Desember 2010. Metode penelitian dengan pendekatan Deskriptif. Penarikan sampel dilakukan dengan menggunakan metode systematic random sampling. Jumlah sampel sebanyak 205 Responden. Kemudian data dianalisis secara deskriptif. Hasil Penelitian ini Menunjukan bahwa Penderita demam berdarah dengue di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar berdasarkan kelompok umur terbanyak adalah kelompok umur 19-49 tahun, jenis kelamin terbanyak adalah jenis kelamin laki-laki, jenis pekerjaan terbanyak adalah berprofesi sebagai pelajar/mahasiswa, tingkat pendidikan terbanyak adalah SMA, sedangkan waktu kejadian tertinggi penderita demam Berdarah dengue adalah pada bulan Maret. Disarankan mencegah terjadinya peningkatan kasus penderita demam berdarah dengue pada golongan umur anak-anak maupun dewasa maka perlu diadakan penyuluhan baik lingkungan keluarga maupun lingkungan sekolah/kampus mengenai upaya pencegahan penyakit demam berdarah dengue. Disamping itu juga Perlu memperkuat kegiatan-kegiatan yang mendukung kearah komunikasi, informasi, dan edukasi yang luas, jelas dan komplit tentang penyakit demam berdarah dengue sehingga masyarakat memiliki sikap positif terhadap masalah-masalah kesehatan khususnya penyakit demam berdarah dengue. Dan perlu adanya tindakan pencegahan penyakit demam berdarah dengue melalui peningkatan frekuensi penyuluhan kesehatan masyarakat mengenai 3M (menguras, menimbun, menutup) tempat-tempat yang dapat menampung air pada bulan-bulan dengan curah hujan dan tingkat kelembaban yang tinggi untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti.
KATARAK JUVENIL
Mutiarasari, Diah;
Handayani, Fitriah
INSPIRASI Vol 1, No 14 (2011)
Publisher : INSPIRASI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (297.621 KB)
Katarak Juvenil merupakan katarak lembek yang terdapat pada orang muda dan mulai terbentuknya pada usia 3 bulan sampai 9 tahun. Katarak kongenital dan infantile secara umum terjadi dalam 1 dalam setiap 2000 kelahiran hidup, yang terjadi akibat gangguan pada perkembangan normal lensa. Prevalensi pada negara berkembang sekitar 2-4 tiap 10.000 kelahiran hidup. Gejalanya berupa pandangan kabur, silau, halo dan penurunan tajam, bayangan ganda dapat juga awal dari katarak. Selain itu kadang dapat ditemukan gejala awal seperti silau dan diplopia monokular yang tidak dapat dikoreksi. Pada penderita yang tidak dapat melihat baik dengan kacamata, dapat dilakukan operasi Intracapsular Cataract Extraction ( ICCE) atau Extracapsular Cataract Extraction (ECCE) berupa Small Incision Cataract Surgery (SICS) dan teknik terbaru Phacoemulsification.