cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Kreatif
Published by Universitas Tadulako
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 113 Documents
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOMETRI BANGUN RUANG SISI DATAR DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGA PADA KELAS VIII-A MTS ALKHAIRAAT PUSAT PALU ., Aspar
Kreatif Vol 17, No 3 (2014)
Publisher : Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.949 KB)

Abstract

Abstrak: Rendahnya pemahaman siswa MTs Alkhairaat Pusat Palu tentang materi Bangun ruang sisi datar merupakan permasalahan pokok dalam penelitian ini. Salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya pemahaman tersebut adalah pendekatan pembelajaran yang digunakan oleh guru dalam menyampaikan materi bangun ruang tidak menggunakan alat peraga. Materi geometri bangun ruang sisi datar merupakan materi abstrak dari sekian pembahasan pada matematika, olehnya diperlukan cara pembalajaran yang dapat diterima oleh siswa secara realistis. Salah satu cara adalah dengan menggunakan alat peraga. Penerapan pembelajaran menggunakan alat dapat mempermudah pemahaman materi karena siswa akan lebih realistis untuk memahaminya sehingga dapat meningkatkan hasil belajar matematika terutama pada materi geometri bangun ruang. Penelitian ini  dilaksanakan di Madrasah Tsanawiyah Alkhairaat Pusat Palu Propinsi Sulawesi Tengah dengan mengambil sampel kelas VIII-A sebanyak 29 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar pada siklus I sampai pada siklus III. Sebelum dilaksanakan tindakan diperoleh daya serap klasikal 44,51%. Pada siklus I daya serap klasikal diperoleh 48,90 dan ketuntasan belajar 24,14%. Pada hasil kegiatan siklus II diperoleh daya serap klasikal 73,69% dan ketuntasan belajar mencapai 72,41%, sedangkan pada siklus III diperoleh hasil daya serap 85,82% dan ketuntasan belajar mencapai 93,10%. Dengan demikian hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan alat peraga dapat meningkatkan hasil belajar matematika pada materi bangun ruang. Kata kunci: alat peraga, pembelajaran, geometri  bangun ruang.
PENERAPAN PAIRED READING MODEL DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN READING COMPREHENSION PADA REPORT TEXT SISWA KELAS XI MIA SMAN 1 PELING TENGAH BANGGAI KEPULAUAN Lumuan, Muhammad Haeril
Kreatif Vol 17, No 3 (2014)
Publisher : Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.92 KB)

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan  kemampuan siswa kelas XI MIA dalam memahami bacaan khususnya pada report teks melalui penerapan Paired Reading Model pada Kelas XI MIA SMAN 1 Peling Tengah. Penelitian ini melibatkan seluruh siswa XI MIA yang berjumlah 35 siswa. Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus dengan dua kali pertemuan dalam setiap siklusnya. Setiap silkus terdiri dari empat tahapan yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil dari test menunjukan bahwa terjadi peningkatan significant yaitu 55,8% siswa tuntas pada siklus pertama menjadi 97,05% siswa tuntas pada siklus kedua. Selanjutnaya, suasana pembelajaran menjadi lebih menyenangkan serta menarik bagi para siswa selama pembelajaran. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa paired reading model dapat meningkatakan kemampuan reading comprehension khususnya report teks pada siswa kelas XI MIA SMAN 1 Peling Tengah Kabupaten Banggai Kepulauan. Keywords: penerapan, reading comprehension, report teks, paired reading model.
PENGETAHUAN DAN SIKAP LANSIA TERHADAP PENURUNAN FUNGSI PENGLIHATAN DI DAERAH YAYASAN PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA AL-KAUTSAR PALU Nurhany, Andi
Kreatif Vol 18, No 1 (2015)
Publisher : Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.741 KB)

Abstract

Abstrak : Lanjut usia binaan Panti Sosial Tresna Werda Al-Kautsar terbagi dalam 6 wilayah Rukun Warga (RW) di Kelurahan Pengawu Kecamatan Palu Selatan. RW 1 terdiri dari 12 lansia, RW 2; 42 lansia, RW 3; 18 lansia, RW 4; 23 lansia, RW 5 36 lansia, dan RW 6 30 lansia sehingga keseluruhan jumlah lansia di daerah binaan Yayasan Panti Sosial Tresna Werdha berjumlah 161 lansia. Di Panti Sosial Tresna Werdha sendiri 50% dari lansia binaan Panti Sosial tersebut memakai kacamata dan mengalami penurunan dalam penglihatan. (Yayasan Al-kautsar, 2014). Tujuan dalam penelitian yaitu diketahuinya pengetahuan dan sikap Lansia terhadap Penurunan Fungsi Penglihatan di daerah Binaan Yayasan Panti Sosial Tresna Werdha Al-Kautsar Palu. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan jumlah sampel 50 responden yang menggunakan teknik pengambilan sampel secara konsekutif (consecutive sampling) yaitu dengan cara pengambilan sampel atau responden yang kebetulan ada atau tersedia disuatu tempat sesuai dengan konteks penelitian. Hasil penelitian didapatkan responden yang memiliki pengetahuan baik tentang konsep penurunan fungsi penglihatan sebanyak 34%, yang berpengetahuan cukup sebanyak 50% dan yang berpengetahuan kurang sebanyak 16%. Responden yang memiliki sikap menerima terhadap penurunan fungsi penglihatan sebanyak 74% dan yang bersikap kurang menerima sebanyak 26%. Kesimpulan, Lansia yang berpengetahuan dan sikap baik lebih banyak dibandingkan Lansia yang mempunyai pengetahuan dan sikap yang kurang baik. Saran bagi panti Sosial Tresna Werdha Al-Kautsar adalah diharapkan dapat mempertahankan apa yang telah menjadi komitmen bersama untuk selalu merawat dan membina lansia sehingga dapat mewujudkan misi menciptakan Lansia bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungannya. Kata kunci : pengetahuan, Sikap, Fungsi Penglihatan
STUDI PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG GIZI PADA BALITA DI DESA KOTARAYA BARAT Rante, Bernadeth
Kreatif Vol 18, No 1 (2015)
Publisher : Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.931 KB)

Abstract

Abstrak : Masalah gizi semula dianggap sebagai masalah kesehatan yang hanya dapat ditanggulangi dengan pengobatan medis atau kedokteran. Saat ini telah diketahui bahwa gejala klinis gizi kurang adalah akibat ketidakseimbangan antara manusia dan lingkungannya. Lingkungan ini mencakup lingkungan alam, biologis, sosial budaya maupun ekonomi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan dan sikap ibu tentang gizi pada balita di Desa Kotaraya Barat. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif, yaitu untuk mendapatkan pengetahuan dan sikap ibu tentang gizi pada balita di Desa Kotaraya Barat. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki anak dengan status gizi kurang dan gizi buruk, yaitu 29 Ibu. Cara pengambilan sampel menggunakan tehnik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah menggunakan accidental sampling yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel. Pada penelitian ini sampel yang digunakan adalah sama ibu-ibu yang memilki anak dengan status gizi kurang dan gizi buruk yaitu sebanyak 29 orang. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa responden yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 27 orang (93,10%) sedangkan yang cukup baik sebanyak 2 orang (6,90%) dan yang memiliki sikap baik sebanyak 15 orang (61.74%) sedangkan yang kurang baik sebanyak 14 orang (48,27%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berpengetahuan baik dan memiliki sikap yang baik. Bagi pihak petugas kesehatan khususnya di Puskesmas Mepanga agar lebih meningkatkan pelayanan kesehatan dengan seringnya melakukan penyuluhan tentang gizi balita khususnya di Desa Kotaraya Barat. Kata kunci: Pengetahuan, Sikap, dan Gizi Balita
METODE SURVEI DESKRIPTIF UNTUK MENGKAJI KEMAMPUAN INTERPRETASI CITRA PADA MAHASISWA PENDIDIKAN GEOGRAFI FKIP UNIVERSITAS TADULAKO Arsy, Risma Fadhilla
Kreatif Vol 16, No 3 (2013)
Publisher : Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1096.668 KB)

Abstract

Abstrak : Ruang lingkup bahasan penelitian mencakup pada kemampuan secara umum mahasiswa dalam interpretasi citra dan dapat mengenali secara langsung objek-objek geografi khususnya pada fenomena fisik, sosial dan lingkungan.  Tujuan yang ingin dicapai adalah : (1) Mengevaluasi tingkat kemampuan mahasiswa terhadap pengenalan secara langsung melalui interpretasi citra pada objek-objek geografi; (2) Mahasiswa dapat mengimplementasikan materi penginderaan jauh khususnya pengetahuan terhadap unsur-unsur interpretasi citra untuk dapat mengenali kajian fisik, sosial dan lingkungan.  Metode survei deksriptif (Normative Survey Method) adalah metode survei normatif yang akan dimanfaatkan dalam penelitian ini.  Metode survei normatif didasarkan pada suatu asumsi tentang fenomena geografi yang secara langsung dapat dikenali dari interpretasi citra dengan pendekatan deskriptif kualitatif.  Penelitian survei ini dapat dimanfaatkan untuk penelitian atas sebagian dari anggota populasi (Sample Survey) namun dapat pula digunakan pada seluruh anggota populasi/Census (Nasir 1983., Godall, 1987 dalam Hadi Sabari, 2010).  Berdasarkan teori tersebut populasi mencakup seluruh jumlah mahasiswa sebanyak 20 orang dengan pengumpulan data melalui penyebaran kuisioner/angket. Hasil penelitian menunjukkan untuk kemampuan interpretasi berdasarkan kejelasan objek secara umum kategorinya relatif kurang mengenali objek sekitar 65%.  Sementara interpretasi objek secara jelas dengan tingkat kejelasan objek yang sangat jelas yaitu antara 15-20%.  Sedangkan kategori mengenali objek melalui unsur rona/warna diperoleh 65%  lebih tinggi dibandingkan unsur-unsur interpretasi lainnya.  Dan interpretasi citra pada objek-objek fisik, sosial dan kelingkungan menunjukkan tingkat kemampuan mengenali objek geografi terutama pada kajian fisik yaitu sebesar 50% dibandingkan pengenalan kajian sosial dan kelingkungan.   Kata Kunci : Metode Survei Deskriptif, Tingkat Kemampuan Mahasiswa, Interpretasi Citra
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII SMPN 19 PALU MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG DENGAN LKS PADA PEMBELAJARAN MELUKIS SUDUT-SUDUT ISTIMEWA Paloloang, Baharuddin
Kreatif Vol 17, No 2 (2014)
Publisher : Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.456 KB)

Abstract

Abstrak : Permasalahan pokok dalam penelitian adalah rendahnya hasil belajar siswa kelas VII SMPN 19 Palu pada materi pokok sudut dan garis, yang dapat dilihat dari hasil belajar siswa kelas VII tahun 2012 dengan nilai rata-rata 56,73 untuk materi pokok sudut dan garis. Dari analisis tes harian, diperoleh informasi bahwa hampir semua siswa tidak dapat menyelesaikan soal yang berkaitan dengan melukis sudut-sudut istimewa.  Beberapa faktor yang menyebabkan hal tersebut adalah disebabkan karena siswa cepat lupa pada materi tersebut, sehingga pada pertemuan berikutnya siswa tidak memahami lagi padahal sebelumnya, siswa sudah memahami materinya. Untuk itu, peneliti mencoba untuk menerapkan model pembelajaran langsung dengan menggunakan LKS dalam mengajarkan melukis sudut-sudut istimewa menggunakan jangka dan mistar. Penelitian ini difokuskan pada permasalahan bagaimana model pembelajaran langsung menggunakan LKS dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII SMPN 19 Palu pada pembelajaran melukis sudut-sudut istimewa. Untuk menjawab permasalahan di atas, dilakukan penelitian tindakan kelas yang rancangan penelitiannya mengacu pada model Kemmis dan Mc. Taggart yang dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa pada melukis sudut-sudut istimewa dapat ditingkatkan dengan menerapkan model pembelajaran langsung menggunakan LKS.  Peningkatan tersebut dapat dilihat dari meningkatnya jumlah siswa yang tuntas dan daya serap klasikal siswa. Pada tes awal terdapat 13 siswa yang tuntas dengan rerata nilai siswa 59,06. Pada saat tes akhir siklus I terdapat 17 siswa yang tuntas dengan rerata nilai siswa 70,34. Sedangkan pada saat tes akhir siklus 2 terdapat 26 siswa yang tuntas dengan rerata nilai siswa 80,31. Dari hasil observasi, dapat diketahui bahwa adanya aktivitas siswa yang baik dari awal pembelajaran sampai akhir pembelajaran baik pada saat pelaksanaan siklus I maupun pada saat pelaksanaan siklus II. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran langsung dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII SMPN 19 Palu dengan lebih memperhatikan membimbing pelatihan dan demonstrasi pengetahuan dan keterampilan serta kelengkapan siswa untuk melukis sudut-sudut istimewa yaitu jangka dan mistar. Kata kunci : Pembelajaran Langsung, hasil belajar, sudut istimewa.
PENGINTEGRASIAN NILAI-NILAI KEMANUSIAAN (HUMAN VALUES) DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK SEKOLAH DASAR ,, Sukayasa; Awuy, Evie
Kreatif Vol 17, No 2 (2014)
Publisher : Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.722 KB)

Abstract

Abstrak : Nilai-Nilai Kemanusiaan (Human Values) terdiri dari Kebenaran, Kebajikan, Kedamaian, Kasih Sayang dan Tanpa Kekerasan merupakan nilai-nilai yang relevan dengan nilai-nilai karakter bangsa. Nilai-nilai tersebut dapat diintegrasikan dalam pembelajaran baik secara implisit terkandung dalam bahan ajar, maupun terintegrasi dalam aktivitas pembelajaran. Nilai-Nilai Kemanusiaan yang terintegrasi dalam bahan ajar dapat berupa soal atau cerita dari suatu matapelajaran atau kelompok matapelajaran yang dikemas dalam pembelajaran tematik. Sedangkan pengintegrasian Nilai-Nilai Kemanusiaan dalam aktivitas pembelajaran dapat berupa permainan atau aktivitas pembelajaran lain yang sarat mengandung Nilai-Nilai Kemanusiaan atau nilai-nilai karakter bangsa yang diajarkan di Sekolah Dasar. Pembelajaran tematik merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang cukup prospektif untuk mengintegrasikan Nilai-Nilai Kemanusiaan baik terintegrasi melalui bahan ajar maupun dirancang dalam kegiatan proses pembelajarannya.   Kata Kunci : Nilai-Nilai Kemanusiaan, karakter, pembelajaran tematik, siswa dan Sekolah Dasar.
PEMANFAATAN DRAMA BERKRITIK SOSIAL UNTUK PEMBELAJARAN SASTRA KONTEKSTUAL ., Agustan
Kreatif Vol 15, No 1 (2012)
Publisher : Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.538 KB)

Abstract

Abstrak: Hasil analisis karya drama berkritik sosial dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran sastra kontekstual. Untuk mewujudkannya dilakukan beberapa langkah pertama merumuskan metode analisis karya sastra berkritik sosial yang terdiri atas tiga prosedur yaitu (1) prosedur analisis fenomena dalam teks dengan fenomena dalam masyarakat secara tepat, (2) prosedur analisis makna dalam teks dengan makna realitas secara padu, (3) prosedur analisis persamaan dan perbedaan antarteks secara rinci, kedua adalah merumuskan acuan pembelajaran sastra bertema sosial yang terdiri atas (1) membuat acuan pengembangan pembelajaran karya sastra berkritik sosial, (2) membuat acuan praktis penulisan karya ilmiah dalam bidang sastra berkritik sosial, (3) memanfaatkan hasil penelitian sebagai bahan pengayaan materi pembelajaran sastra berkritik sosial, dan (4) membentuk kepribadian peserta didik melalui apresiasi karya sastra berkritik sosial. Upaya pengembangan prosedur kedua, dapat dilakukan dua langkah yaitu (1) meningkatkan kepekaan sosial masyarakat melalui karya sastra berkritik sosial, dan (2) menjadikan karya sastra berkritik sosial sebagai media kontrol sosial.   Kata-kata kunci: karya sastra, kritik sosial, media pembelajaran, sastra kontekstual
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT POKOK BAHASAN STRUKTUR ATOM UNTUK MEMBERIKAN HASIL BELAJAR YANG LEBIH BAIK PADA SISWA KELAS X DI MADRASAH ALIYAH AL-KHAIRAAT PUSAT PALU Mulyani, Sri Mulyani; ., Supriadi; Salam, Abd. Salam
Kreatif Vol 15, No 1 (2012)
Publisher : Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.838 KB)

Abstract

Abstrak:Hal mendasar yang melatarbelakangi penelitian ini adalah bahwa materi struktur atom merupakan  materi yang pertama dalam  pembelajaran kimia di SMA yang materinya sebagian teori dan sebagian hitungan sederhana, sehingga sangat cocok untuk diterapkan model pembelajaran  kooperatif tipe TGT, karena mewakili semua kemampuan siswa. Ada siswa yang kuat menghafal teori, ada juga siswa yang kuat berhitung sehingga ketika di turnamenkan nanti semua siswa akan merasa semangat. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Madrasah Aliyah Al-khairaat Pusat Palu tahun ajaran 2011/2012. Dengan sampel penelitian kelas Xc sebagai kelas eksperimen (pembelajaran dengan menggunakan TGT) yang berjumlah 30 siswa dan kelas Xd sebagai kelas kontrol (pembelajaran konvensional) yang berjumlah 30 siswadengan teknik pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan ( Purposive Sampling ). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen berupa tes hasil belajar kimia yang telah diuji validitas, realiabilitas, tingkat kesukaran dan daya pembeda. Untuk menguji hipotesis digunakan uji t satu pihak yaitu uji pihak kanan. Hasil analisis data  diperoleh  skor  rata-rata pada kelas eksperimen = 16,8 dengan standar deviasi = 4 dan untuk kelas kontrol diperoleh rata-rata = 7,5 dengan standar deviasi 5. Hasil pengujian hipotesis diperoleh harga thitung = 7,89 dan ttabel = 1,67 dengan taraf signifikan (α) = 0,05. Jadi  ttabel< thitung yang berarti Ho ditolak dan H1 diterima. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran  kooperatif Tipe Team Games Tournament memberikan hasil belajar yang lebih baik pada mata pelajaran kimia pokok bahasan struktur atom, dari pada tanpa penerapan model pembelajaran Kooperatif Tipe Team Games Tournament.   Kata-kata kunci: kooperatif,  Team Games Tournament, struktur atom
PENGGUNAAN MEDIA PRESENTASE MICROSOFT POWER POINT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU PADA SISWA KELAS VIII A SMP NEGERI 2 TANANTOVEA Hitler, Ahmad
Kreatif Vol 17, No 1 (2014)
Publisher : Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.329 KB)

Abstract

Abstrak : Permasalahan yang diangkat dalam penelitian  adalah apakah dengan penggunaan media Presentase Microsoft Power Point pada mata pembelajaran IPS Terpadu dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII A di SMP Negeri 2 Tanantovea. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pokok bahasan Kolonialisme dan Imperialisme Barat di kelas VIII A SMP Negeri 2 Tanantovea. Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus, setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Data yang diambil dari penelitian ini adalah data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari hasil aktifitas siswa dan guru pada saat proses belajar mengajar berlangsung sedangkan data kuantitatif diperoleh dari hasil belajar siswa pada setiap akhir tindakan. Pada siklus I hasil yang diperoleh dari aktifitas guru sebesar 75% dan pada siklus II sebesar 93%. Sedangkan hasil aktifitas siswa pada siklus I diperoleh 68% dan siklus II sebesar 90%. Hasil tes tindakan siklus I diperoleh siswa yang  tuntas 16 orang dan tidak tuntas 7 orang siswa dengan persentase daya serap klasikal sebesar 67% dan ketuntasan belajar klasikal mencapai 69%. Pada siklus II hasil tes tindakan, siswa yang tuntas 21 orang dan 2 orang siswa tidak tuntas dengan persentase daya serap klasikal sebesar 82% dan ketuntasan belajar klasikal sebesar 86%. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil yang diperoleh dari siklus I dan II,  hasil observasi guru dan siswa serta hasil tes tindakan mengalami peningkatan. Hal ini membuktikan bahwa Penggunaan media Presentase Microsoft Power Point dapat meningkatkan hasil belajar IPS Terpadu di kelas VIII A SMP Negeri 2 Tanantovea.   Kata Kunci : Media Presentase Microsoft Power Point , Hasil Belajar  IPS Sejarah

Page 10 of 12 | Total Record : 113