cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Kreatif
Published by Universitas Tadulako
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 113 Documents
IDENTIFIKASI KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL MATEMATIKA DI SMA ( STUDI KASUS SMA N. 11 KOTA JAMBI ) Syafmen, Wardi
Kreatif Vol 17, No 3 (2014)
Publisher : Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.662 KB)

Abstract

Abstrak: Dalam proses pembelajaran yang dialami siswa tidak selalu lancar seperti yang diharapkan. Terkadang ditemui siswa mengalami kesulitan belajar. Kesulitan belajar dapat diartikan sebagai suatu kondisi dalam suatu proses belajar yang ditandai adanya hambatan-hambatan tertentu untuk mencapai hasil belajar. Agar dapat membantu anak berkesulitan belajar matematika, perlu diketahui kesulitan belajar matematika tersebut. Teknik yang dapat ditempuh untuk mengidentifikasi siswa yang mengalami kesulitan belajar salah satunya yaitu dengan menganalisis hasil ulangan dengan melihat sifat kesalahan yang dibuat. Rendahnya hasil belajar matematika siswa akhir-akhir ini adalah suatu indikasi adanya kesulitan yang dialami oleh siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal matematika pada materi perbandingan trigonometri di kelas X SMA N.11 Kota Jambi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 78 orang siswa untuk 5 soal uraian yang diberikan  dan hasil wawancara diperoleh  rata-rata kesalahan konsep adalah 30,6 %, rata-rata kesalahan menggunakan data 24,8 %, rata–rata kesalahan menginterpretasikan data adalah 17,2 %, kesalahan teknis 9,4 % dan kesalahan dalam menarik kesimpulan hanya 1%.Alasan yang dikemukakan siswa adalah lupa, kurang teliti. Disarankan pada guru dalam proses pembelajaran hendaknya menggunakan kegiatan pembelajaran aktif, dan memberikan latihan secara kontinu sehingga konsep akan bertahan lama dalam ingatan siswa.   Kata Kunci : Identifikasi, Kesalahan, Soal Matematika
PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR MATEMATIKA PADA MATERI TRIGONOMETRI SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 PALU MELALUI PENERAPAN METODE PENEMUAN TERBIMBING Wewa, Wem
Kreatif Vol 18, No 1 (2015)
Publisher : Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.932 KB)

Abstract

Abstrak : Telah dilakukan Penelitian untuk meningkatkan hasil belajar matematika untuk materi trigonometri di kelas X, melalui pendekatan “ Penerapan metode penemuan terbimbing . Penelitian ini mengikuti pola penelitian tindakan kelas ( Classroom Aktion Research ) dan dilaksanakan dalam dua siklus dan setiap siklus terdiri dari empat tahapan meliputi : 1) Perencanaan, 2) Pelaksanaan tindakan, 3) Pengamatan ( Obserwasi). 4) Refleksi. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Palu kelas X6 semester genap tahun pelajaran 2012 / 2013, dengan jumlah siswa 40 orang. Pengambilan data menggunakan lembar observasi dan Lembar Kerja Siswa (LKS), dengan indikator keberhasilan untuk aktifitas belajar yang ditetapkan adalah aktifitas Tanya jawab, mengerjakan dan mendiskusikan LKS dalam kelompok, mempraktekan langkah-langkah penemuan terbimbing dan menyimpulkan materi bersama-sama. Aktifitas lainnya yang dilihat dalam menyajikan hasil kerja kelompok didepan kelas dan mengemukakan pendapat dalam diskusi dengan kelompok lain. Hasil penelitian menunjukan bahwa: ( 1 ) Rata-rata terjadi peningkatan dari siklus I pada aktivitas Tanya jawab 47,4 % menjadi 64,17 % pada siklus II, terjadi peningkatan sebesar 16,77 %. ( 2 ) Aktifitas mengerjakan dan mendiskusikan LKS dari Siklus I ke siklus II terjadi peningkatan sebesar 11,5 % Yaitu dari 75 % pada siklus I dan 86.5 % pada siklus II. (3) Aktivitas siswa dalam mempraktekan langkah-langkah metode penemuan terbimbing sesuai petunjuk LKS terjadi peningkatan 6,66 % dari 71,67 % pada siklus I menjadi 78,33 % pada siklus II. (4) Pada aktivitas penyajian hasil kerja kelompok didepan kelas hanya terjadi peningkatan 0,13% yaitu dari 20 % pada siklus I menjadi 21,13 % pada siklus II.(5) Mengemukakan pendapat dalam diskusi dengan kelompok lain meningkat 2,5 % dari 14,17 % pada siklus I menjadi 16,67 % pada siklus II. (6) Aktivitas menyimpulkan materi pelajaran meningkat 42,5 % dari 33,33 % pada siklus I menjadi 75,83 % pada siklus II. Aktivitas belajar siswa dengan menggunakan pendekatan metode penemua terbimbing meningkat dari siklus I ke siklus II, dengan meningkatnya aktivitas tersebut membawa peningkatan pula pada hasil belajarnya untuk materi Trigonometri di Kelas X, oleh karenanya sangat diperlukan kajian pembelajaran dengan menggunakan pendekatan inovatif terus digalakkan agar ditemukan satu pola yang representatif untuk dapat meningkatkan hasil belajar dan aktifitas belajar yang lebih baik. Kata Kunci : Aktivitas , Pembelajaran Matematika.
Efektifitas Penerapan Pembelajaran Kontekstual dengan Strategi REACT (Relating, Experiencing, Applying, Cooperating, dan Transferring) untuk Meningkatkan Pemahaman Pada materi Logika Fuzzy Lefrida, Rita
Kreatif Vol 16, No 3 (2013)
Publisher : Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.288 KB)

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan penerapan pembelajaran Kontekstual dengan Strategi REACT (Relating, Experiencing, Applying, Cooperating, dan Transferring) untuk meningkatkan pemahaman pada materi Logika Fuzzy.Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes essay.Rancangan penelitian ini mengacu pada model Kemmis dan Mc. Taggart (Arikunto, 2007:16) yang  terdiri dari 4 (empat) komponen yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Dari hasil penelitian diperolehdaya serap klasikal untuk tes akhir siklus I adalah 79,8% dan daya serap klasikal untuk tes akhir siklus II adalah 88,6%. Ketuntasan klasikal  untuk tes akhir siklus I adalah 100% dan Ketuntasan klasikal untuk tes akhir siklus II adalah 100%.Hal ini menunjukan bahwa Pendekatan Kontekstual dengan strategi React adalah efektif untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa pada materi Logika Fuzzy   Kata kunci: Efektivitas, Pendekatan Kontekstual, Strategy REACT
PEMANFAATAN CITRA ASTER DIGITAL UNTUK ESTIMASI DAN PEMETAAN EROSI TANAH DI DAERAH ALIRAN SUNGAI OYO Arsy, Risma Fadhilla
Kreatif Vol 17, No 2 (2014)
Publisher : Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1316.759 KB)

Abstract

Abstrak : Penelitian di Daerah Aliran Sungai Oyo ini bertujuan mengesktrak parameter lereng dari DEM dan transformasi indeks vegetasi pada citra ASTER. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji tingkat efisiensi data dari teknik transformasi indeks vegetasi antara NDVI dengan TSAVI berdasarkanverifikasi model erosi (E). Metode penelitian menggunakan verifikasi model erosi dengan mengekstrak parameter lereng (S) diperoleh dari kombinasi antara saluran 3N dengan 3B yang secara stereoskopik dapat menghasilkan DEM, nilai eksponensial erosi maksimum dan minimum pada lereng 30° (E30) dari data sekunder BPDAS Departemen Kehutanan dan pengolahan algoritma dari transformasi indeks vegetasi dengan teknik penisbahan dan pengurangan citra antara saluran merah dan inframerah dekat untuk NDVI maupun TSAVI, serta nilai konversi 30° dalam tangen (S30). Hasil penelitian diperoleh besar laju erosi rata-rata mm/tahun untuk transformasi NDVI masing-masing sub DAS adalah terendah di sub DAS Prambutan sebesar (5,24 mm/tahun) seluas (10.410,1 Ha) atau sekitar (0,05%), dan tertinggi adalah di sub DAS Juwet sebesar (15,78 mm/tahun) seluas (3.425,7 Ha) atau sekitar (0,46%).  Sedangkan untuk transformasi TSAVI/menunjukkan laju erosi terendah di sub DAS Oyo Tengah sebesar (3,38 mm/tahun) seluas (8.312,7 Ha) atau sekitar (0,04%) dan tertinggi di sub DAS Juwet sebesar (15,27 mm/tahun) seluas (3.425,7 Ha) atau sekitar (0,44%).  Uji ketelitian berdasarkan persamaan Root-Mean-Square Difference untuk model erosi (E) menggunakan transformasi NDVI adalah 0,10 atau tingkat ketelitiannya lebih tinggi dibandingkan dengan transformasi TSAVI sebesar 0,12. Kesimpulan penelitian adalah citra ASTER dapat dimanfaatkan untuk ekstraksi parameter lereng dan transformasi indeks vegetasi (NDVI atau TSAVI) berdasarkan verifikasi model erosi (E). Lereng terdiri dari 5 kelas mulai dari datar hingga sangat curam (<17,7° - >88°).  Sedangkan klasifikasi indeks vegetasi sesuai dengan kelas kerapatan kanopinya dibagi ke dalam 5 kelas mulai dari semak hingga kerapatan tinggi (<10% - >70%). Untuk transformasi NDVI di Daerah Aliran Sungai Oyo diperoleh nilai minimum (-0,54) hingga maksimum (0,49) dan untuk TSA VI adalah (-0,60) hingga (0,48).   Kata kunci: Citra   ASTER, Ekstraksi  DEM, NDVI dan TSAVI, Verifikasi  Model Erosi Tanah (E).
KARAKTERISTIK TAKSONOMI PERILAKU PELAJAR MUATAN TUJUAN KHUSUS PEMBELAJARAN MATEMATIKA KURIKULUM SMU (Studi Reliabilitas Pengkodean Model OLE HOLSTI) Tandiayuk, Marinus Barra’
Kreatif Vol 17, No 2 (2014)
Publisher : Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.679 KB)

Abstract

Abstrak : Penelitian Ex Post Facto ini memiliki sasaran pengklasifikasian rumusan taksonomi pebelajar dan penguasaan materi matematika melalui evaluasi dan analisis isi yang dilaksanakan pada tujuh SMUN Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah. Tujuan penelitian untuk mengetahui perimbangan prosentase distribusi indikator-indikator taksonomi perilaku pebelajar dan penguasaan materi matematika serta  mengetahui taraf reliabilitas pengkodean pebelajar matematika SMAN Kota Palu. Unit analisis adalah tujuan khusus pembelajaran (TKP) matematika kelas I, II, dan III seabanyak 684 buah dan dikode oleh 21 orang pembelajar. Populasi targetnya adalah jumlah keseluruhan unit analisis sebagai populasi surveinya, sampel penelitian adalah pembelajar matematika pada tujuh SMUN yang diambil tiga orang tiap SMU melalui sampling. Data dianalisis melalui teknik prosentase untuk taksonomi dan penguasaan materi serta analisis reabilitas OLE HOLSTI untuk taraf ketepatan pengkodean TKP. Hasil penelitian menunjukkan bukti bahwa: (1) prosentase keseimbangan indikator-indikator rumusan taksonomi perilaku pebelajar dan penguasaan materi, distribusinya tidak proporsional, (2) tingkat realiabilitas pembelajar didalam ketepatan mengklasifikasikan indikator-indikator taksonomi dan penguasaan materi kategori rendah dan (3) kemampuan pembelajar matematika SMUN Kota Palu mengklasifikasi secara benar terhadap ranah-ranah dan kontruk isi pembelajaran matematika tergolong kategori rendah dan hanya sebagian kecil saja yang berkemampuan baik (tinggi).   Kata Kunci : Taksonomi, Matematika, OLE HOLSTI
ANALISIS KEBIJAKAN HASIL UJIAN NASIONAL SMA/MA UNTUK MEMETAKAN TINGKAT KOMPETENSI SISWA DAN MUTU PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DI PROVINSI SULAWESI TENGAH Lembah, Gazali; Tellu, Andi Tanra; ., Juraid; Mahpudz, Asep; ., Haeruddin
Kreatif Vol 15, No 1 (2012)
Publisher : Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.254 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian Pemetaan Mutu Pendidikan pada Jenjang SMA dilaksanakan di Propinsi Sulawesi Tengah yang berlangsung selama enam bulan yaitu dari Juli sampai Desember 2011. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan kompetensi siswa SMA pada setiap mata pelajaran yang diujikan dalam Ujian Nasional; Mengungkap faktor-faktor yang berpengaruh terhadap rendahnya pencapaian SK/KD setiap mata pelajaran yang diujikan dalam Ujian Nasional; Menemukan model alternatif pemecahan masalah rendahnya pencapaian SK/KD setiap mata pelajaran yang diujikan dalam Ujian Nasional; dan Merumuskan model implementasi pemecahan permasalahan rendahnya pencapaian SK/KD setiap mata pelajaran yang diujikan dalam Ujian Nasional. Penelitian ini adalah penelitian replikasi yang terdiri dari 6 kelompok di tingkat kabupaten/kota dan 1 (satu) kelompok ditingkat Provinsi. Desain penelitian dilakukan secara kualitatif-deskriptif dan studi kebijakan. Populasi dalam penelitian ini adalah semua SMA di Provinsi Sulawesi Tengah. Sampel SMA di masing-masing Kabupaten sebanyak 5 sekolah. Instrumen yang digunakan adalah soft ware olah data hasil UN, tes pelacakan kompetensi guru, panduan interviu, kuesioner dan lembar observasi. Data dianalisis dengan teknik analisis kualitatif dengan pendekatan teoreitik dan triangulasi. Desain model pemecahan masalah disajikan secara kualitatif-deskriptif. Hasil penelitian yang diperoleh adalah: peta kompetensi siswa SMA  yang pencapaiannya SK/KD UN tergolong rendah di Tingkat Provinsi. Faktor yang berpengaruh dalam pencapaian kompetensi siswa adalah kemampuan guru mengembangkan perangkat pembelajaran, sarana dan prasarana yang belum memadai, dan pembiayaan sistem monitoring dan evaluasi di kelas. Model alternatif pemecahan masalah  antara lain melalui optimalisasi peran MGMP yang berfokus pada peningkatan kapasitas guru dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan pembelajaran, Lesson Study, pendampingan penyusunan perangkat pembelajaran dan Bimtek penyusunan tes setara UN; dan  Model implementasi pemecahan masalah mencakup kegiatan perencanaan bersama di Dinas Pendidikan dan revitalisasi peran MGMP dengan dukungan Perguruan Tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat.    Kata Kunci: Pemetaan, Ujian Nasional SMA, Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Pengembangan        Mutu Pendidikan.
PERKULIAHAN BERBASIS PROBLEM SOLVING DENGAN INVESTIGASI KELOMPOK (PBPS-IK) PADA MATERI ANALISIS KUANTITATIF Pursitasari, Indarini Dwi; Permanasari, Anna; Hendayana, Sumar
Kreatif Vol 15, No 1 (2012)
Publisher : Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.306 KB)

Abstract

Abstract: Quantitative analysis subjects requires knowledge and problem solving skills of pre-service chemistry teachers. The aims of this study was to develop and to analyze problem solving skills in quantitative analysis of preservice teachers through Problem Solving Based Lecture with Group Investigation (PSBL-GI). The study was quasy experiment conducted to pre-service teachers of year 2010 in semester three of Chemistry Education programs in one of LPTK in Central Sulawesi that is one experiment class (PBPS-IK) and one control class (concept and practice approach). Data were then collected on using a test problem solving skills with a reliability coefficient of 0.84. The collected data were analyzed qualitatively and tested the difference between N-gain of problem solving  PSBL-GI class with control class at level of significance is 5%. The results showed PSBL-GI can develop pre-service teachers' problem solving skill with categories medium (0,56).The ability to solve problem of pre-service teacher of PSBL-GI class have is greater than the control class. Problem solving skill of high group is better than medium and low groups. The highest N-gain of indicator of problem solving skill is representation (0.82) and the lowest is identification (0,28) while the highest sub subject of quantitative analysis is neutralization titration (0,67) and the lowest is complexometry titration (0,34). Abstrak: Penguasaan materi analisis kuantitatif tidak terlepas dari pengetahuan dan kemampuan problem solving calon guru. Kemampuan problem solving tidak muncul begitu saja namun memerlukan latihan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan dan menganalisis kemampuan problem solving calon guru dalam analisis kuantitatif melalui PBPS-IK. Penelitian dengan quasi experiments ini dilakukan terhadap calon guru angkatan tahun 2010 semester 3 program studi Pendidikan Kimia di salah satu LPTK di Sulawesi Tengah meliputi satu kelas eksperimen (PBPS-IK) dan satu kelas kontrol  (strategi ceramah dan latihan soal). Data dikumpulkan menggunakan tes kemampuan problem solving dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,84. Data yang terkumpul dianalisis secara kualitatif dan uji perbedaan antara capaian kemampuan problem solving kelas PBPS-IK dengan kelas kontrol pada taraf signifikansi 5 %. Hasil penelitian menunjukkan PBPS-IK dapat mengembangkan kemampuan problem solving calon guru dengan kategori sedang. Calon guru kelas PBPS-IK memiliki kemampuan problem solving yang lebih besar dibandingkan kelas kontrol. Kelompok tinggi memiliki kemampuan problem solving yang lebih baik daripada kelompok sedang dan rendah. Capaian indikator problem solving yang tertinggi adalah representasi (0,82) dan terendah identifikasi (0,28). Sub materi dengan capaian kemampuan problem solving tertinggi adalah titrasi netralisasi (0,67) dan terendah titrasi kompleksometri (0,34). Kata-kata kunci: problem solving, analisis kuantitatif, investigasi kelompok, calon guru
PENGGUNAAN LEMBAR IDENTIFIKASI KASUS DALAM MENGATASI KESULITAN MENCATAT TRANSAKSI PADA SISWA KELAS I AKUNTANSI 2 SMKN 2 PALU M, Suryani M
Kreatif Vol 15, No 1 (2012)
Publisher : Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.127 KB)

Abstract

: Salah satu kesulitan yang dialami oleh siswa SMKN 2 Palu dalam belajar akuntansi adalah pencatatan transaksi kedalam jurnal. Usaha untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan menggunakan lembar identifikasi kasus (LIKSUS) sebagai media untuk menganalisa, mengidentifikasi dan mencatat transaksi kedalam akun-akun yang terkait. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di kelas I SMKN 2 Palu tahun pembelajaran 2007/2008, dan terdiri dari 2 siklus, serta setiap siklus terdiri dari beberapa tahap. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kualitas pembelajaran akuntansi dalam topik pencatatan transaksi kedalam jurnal dengan menggunakan lembar identifikasi kasus. Selain itu, hasil belajar siswa pada siklus 1 dan 2 juga telah memenuhi indikator keberhasilan yang sudah ditetapkan yaitu ketuntasan kelassikal 100%. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa penggunaan lembar identifikasi kasus dapat mengatasi kesulitan siswa dalam mencatat transaksi keuangan perusahaan.   Kata-kata kunci: identifikasi kasus, mencatat transaksi, akuntansi
PENERAPAN STRATEGI ANALISIS WACANA KRITIS MODEL VANDIJK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MAHASISWA MENGANALISIS PROSA FIKSI DAN DRAMA ., Gazali
Kreatif Vol 17, No 1 (2014)
Publisher : Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.695 KB)

Abstract

Abstract : The Students find difficulty when doing analysis of prose and drama in the “Prosa fiksi dan drama” course. The difficulties caused by the lack of prior knowledge possessed by the students. In addition, the approaches used in the analysis are the traditional approach. The results of preliminary observations made in the course at the first and the second meeting found results that the average student only understand as much as 35.89 percent of the total content of prosa (novels and romance) and drama scripts.Results and discussion with the students concerning the  difficulties to understand the content of the discourse, is caused by: (1) an interest in reading the results of literature (prose and drama) is relatively less, (2) the time required to read prosa and drama discourse relatively long and boring), (3) the student don’t have novels a that are required in the course of Prose Fiction and Drama. The reality are really concerned because that skill are required in the course regarding literature based approach. The strategy model Van Dijk Strategy used to overcome this problem.The purpose of this research is to improve and enhance the student's ability to analyze prose and drama by using the strategy of Critical Discourse Analysis model of Van Dijk. This research is action research using the model of Kemmis & McTaggart. In this model, there are four stages that must be passed by the students, planning, action, observation, reflection and re-planning. The students in this research are the second semester students of Indonesian Education Program which are taking the Prose and Drama course. The number of students were at least 39 people consisting of 17 men and 22 women. Performance indicators defined in this study was 85 percent classical completeness.The results of the study found that there is an increasing in the ability of students in reviewing the novel/romance and drama scripts. In the first cycle of performance indicator reached 66.66%. The second cycle performed Because the performance has not reached 85%. The students achieved the ability to examine novel/romance and drama scripts exceed the treshold of performance indicators. The result of the second cycle reached  87.71%.   Keywords: Strategy Critical Discourse Analysis Model Vandijk, Student Ability, Analysis of Prose and Drama.
PENERAPAN LESSON STUDY UNTUK MEMPERBAIKI PROSES PEMBELAJARAN BIOLOGI PADA SISWA KELAS VIII D SMP NEGERI 1 KUPANG TAHUN PELAJARAN 2012-2013 ., Harmiyati
Kreatif Vol 17, No 1 (2014)
Publisher : Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.265 KB)

Abstract

Abstrak : Telah dilaksanaan Lesson Study di SMP Negeri 1 Kupang di kelas VIII D semester ganjil tahun pelajaran 2012-2013, yang bertujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran biologi pada siswa kelas VIII D SMPN I Kupang. Kegiatan yang dilakukan merupakan kegiatan tim Lesson Studi Biologi yang terdiri dari guru model dan para pengamat (observer). Kegiatan Lesson Study dilakukan sebanyak empat kali open class, masing-masing open class terdiri dari empat tahap kegiatan yaitu: perencanaan (plan), pelaksanaan (do), observasi dan refleksi (see). Setiap tahap perencanaan menghasilkan (RPP, LKS, dan instrumen penilaian). Proses pembelajaran dilakukan melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Number Heads Together (NHT). Data yang diperoleh melalui observasi, kuisioner, dan tes tertulis. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) meningkatkan keaktifan, kreativitas, dan kemandirian siswa, (2) pemahaman siswa terhadap konseop-konsep yang dianggap sulit meningkat, dan (3) kualitas pembelajaran biologi materi pertumbuhan, perkembangan dan sistem gerak manusia meningkat. Beberapa saran untuk memperbaiki proses pembelajaran biologi yaitu (1) kegiatan Lesson Study tetap dilaksanakan pada materi lain pada mata pelajaran biologi karena terbukti dapat meningkatkan proses dan hasil belajar siswa, (2) Perlu diterapkan pada semua mata pelajaran dalam rangka peningkatan profesionalisme guru.   Kata Kunci : Lesson Study, perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi, open class, kooperatif

Page 8 of 12 | Total Record : 113