cover
Contact Name
Eko Setyadi Kurniawan M.Pd.Si.
Contact Email
radiasi@umpwr.ac.id
Phone
+62895429888884
Journal Mail Official
radiasi@umpwr.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. purworejo,
Jawa tengah
INDONESIA
RADIASI: Jurnal Berkala Pendidikan Fisika
ISSN : 23016111     EISSN : 25490826     DOI : 10.37729/radiasi
Core Subject : Science, Education,
Radiasi: Jurnal Berkala Pendidikan Fisika (known as Radiasi) is a peer-reviewed journal published by Universitas Muhammadiyah Purworejo. Radiasi is an integrated forum for communicating scientific advances in the field of physics and education physics. The journal reports significant new findings related to physics and education physics, including learning media development, learning methods development, learning methods implementation, and application of physics. Radiasi publishes comprehensive research articles and invited reviews by leading experts in the field. Papers will be selected that high scientific merit, impart important new knowledge, and are of high interest to physics and education physics community
Arjuna Subject : -
Articles 305 Documents
Pengembangan Modul Fisika Berbasis Masalah Untuk Meningkatkan High Order Thinking Skills (HOTS) Siswa SMA Ani Prastiwi; Sriyono Sriyono; Nurhidayati Nurhidayati
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 9 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/radiasi.v9i1.207

Abstract

Telah dilakukan penelitian pengembangan modul fisika berbasis masalah guna mengetahui kelayakan modul fisika berbasis masalah yang dikembangkan, peningkatan High Order Thinking Skills (HOTS) siswa, dan respon siswa setelah menggunakan modul fisika berbasis masalah yang telah dikembangkan. Jenis penelitian yaitu pengembangan yang mengacu pada model pengembangan ADDIE yaitu Analysis, Design, Development, Implementation dan Evaluation. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 7 Purworejo dengan subjek penelitian berjumlah 28 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar keterlaksanaan pembelajaran, lembar validasi, angket respon siswa, dan tes hasil belajar. Berdasarkan penelitian diperoleh data hasil validasi modul pembelajaran fisika berbasis masalah dari tiga validator yaitu dua dosen ahli dan guru fisika mendapatkan nilai secara keseluruhan sebesar 3,34, termasuk dalam kategori baik dan layak digunakan dalam pembelajaran. Peningkatan HOTS tahap penerapan diperoleh N-gain 0,585 dan termasuk kategori peningkatan sedang. Respon siswa terhadap modul pembelajaran fisika berbasis masalah tahap penerapan diperoleh persentase 88,68% dengan kategori sangat baik. Dengan demikian, modul pembelajaran fisika berbasis masalah yang dikembangkan dalam penelitian ini dikategorikan baik dan layak digunakan dalam pembelajaran serta dapat meningkatkan High Order Thinking Skills (HOTS) siswa SMA.
Efektivitas Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Literasi Sains Siswa Kelas X SMA Negeri 10 Purworejo Tahun Pelajaran 2015/2016 Heni Setiani; Nur Ngazizah; Eko Setyadi Kurniawan
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 9 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran Problem Based Learning terhadap kemampuan literasi sains siswa kelas X SMA Negeri 10 Purworejo. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas X SMA Negeri 10 Purworejo yang terdiri dari 6 kelas yang berjumlah 190 siswa, sampel penelitian berjumlah 62 siswa, yaitu 32 siswa kelas X-6 sebagai kelas eksperimen dan 30 siswa kelas X-4 sebagai kelas kontrol. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling dan pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, metode observasi, metode angket, metode tes, dan metode dokumentasi. Teknik analisis data dengan uji-t dengan taraf signifikan 0,05. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rata-rata kemampuan literasi sains kelas eksperimen 79,32% dan gain 0,46 dengan kategori sedang. Penilaian kondisi sarana ruang kelas diperoleh 81,62% dengan kategori memenuhi standar. Rerata keterlaksanaan pembelajaran guru pada tiga pertemuan yaitu 3,54 dinyatakan baik dengan rerata Percentage Agreement (PA) 95,42% dinyatakan sangat reliabel, sedangkan rerata keterlaksanaan pembelajaran siswa pada tiga pertemuan yaitu 3,49 dinyatakan baik dengan rerata Percentage Agreement (PA) 97,55% dinyatakan sangat reliabel. Uji hipotesis yang digunakan adalah uji-t diperoleh hasil tobs = 6,367 dengan ttabel = 2,000 dan daerah kritik db= 60 {t/t -2,000 atau t > 2,000}, yang berarti H0 ditolak (tobs ∉ DK) sehingga hasil model pembelajaran Problem Based Learning efektif terhadap kemampuan literasi sains. Berdasarkan hasil tersebut maka model pembelajaran Problem Based Learning efektif terhadap kemampuan literasi sains siswa.
Pengembangan Lembar Kerja Praktikum Fisika Berbasis Penemuan Terbimbing Bermuatan Karakter Untuk Meningkatkan Kreativitas Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Binangun Tahun Pelajaran 2015/2016 Hindun Luthfiana; Eko Setyadi Kurniawan; Nur Ngazizah
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 9 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian pengembangan LKP fisika berbasis penemuan terbimbing bermuatan karakter untuk meningkatkan kreativitas siswa.Model pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation dan Evaluation). Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Binangun dengan subjek penelitian pada tahap uji coba terbatas berjumlah 5 siswa dan pada tahap penerapan berjumlah 28 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar validasi, lembar keterlaksanaan pembelajaran, angket respon siswa, dan lembar observasi kreativitas. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh: (1) validasi lembar kerja praktikum fisika berbasis penemuan terbimbing bermuatan karakterdari ahli materi diperoleh rata-rata skor 64 dengan kategori layak, ahli media diperoleh rata-rata skor 21 dengan kategori layak, guru fisika diperoleh rata-rata skor 85,5 dengan kategori layak. Uji reliabilitas data ahli materi, ahli media dan guru fisika sebesar 92,75%, 84,92% dan 92,07%. (2) Respon siswa terhadap penggunaan lembar kerja praktikum fisika berbasis penemuan terbimbing bermuatan karakter diperoleh rerata 33,5 atau 83,86% dengan kategori baik, (3) persentase kreativitas siswa dari 44,97% menjadi 66,1% dengan normalized gain 0,39 dengan kategori sedang. Dengan demikian, lembar kerja praktikum fisika berbasis penemuan terbimbing bermuatan karakter yang dikembangkan dalam penelitian ini dikategorikan baik dan layak digunakan dalam pembelajaran serta dapat meningkatkan kreativitas siswa.
Pengembangan Penilaian Kinerja Praktikum Berbasis Generik Sains untuk Mengukur Keterampilan Peserta Didik SMA Kelas X Tri Sumarni; Sriyono Sriyono; Nur Ngazizah
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 9 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian pengembangan untuk menghasilkan produk perangkat penilaian kinerja praktikum berbasis generik sains untuk mengukur keterampilan peserta didik. PenelitianPengembangan dilakukan dengan mngadopsi model ADDIE yaitu Analisis, Design, Development, Implementation dan Evaluation. Subjek penelitian yang dikalsanakan dengan 54 peserta didik kelas X IPA SMA Negeri 1 Binangun Tahun Pelajaran 2015/2016. Pengumpulan data dilaksanakan dengan menggunakan angket yang mencakup beberapa aspek yaitu validasi, keterlaksanaan, respon peserta didik yang sebelumnya telah divalidasi keabsahanya. Hasil penelitian menunjukan bahwa lembar penilaian kinerja praktikum berbasis generik sains dari empat validator yaituduadosen ahli dan dua guru fisikalayak digunakan untuk mengukur keterampilan dengan mendapatkan nilai secara keseluruhan sebesar 3,36 dengan percentage agreement sebesar 93,50%. Lembar penilaian kinerja praktikum yang dikembangkan cukup baik digunakan dalam pembelajaran dengan rerata 3,50. Respon peserta didik pada lembar penilaian kinerja praktikum yang dikembangkan baik digunakan dalam pembelajaran dengan rerata sebesar 3,23. Hasil ketercapaian peserta didik menggunakan lembar penilaian kinerja praktikum berbasis generik sains untuk mengukur keterampilan pada pertemuan pertama di kelas X IPA 3 mencapai rerata 3,05 dalam kategori baik, pada pertemuan kedua di kelas X IPA 2 mencapai rerata 3,18 dengan kategori baik. Dengan demikian, produk pengembangan penilaian kinerja praktikum berbasis generik sains layak digunakan sebagai perangkat penilaian dan berdasarkan hasil ketercapaian maka penilaian kinerja praktikum berbasis generik sains yang dikembangkan dapat mengukur keterampilan dalam menggunakan alat ukur.
Pengembangan Modul Fisika SMA Berbasis Kearifan Lokal Untuk Mengoptimalkan Karakter Peserta Didik Febri Hidyanto; Sriyono Sriyono; Nur Ngazizah
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 9 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian pengembangan untukmengetahui kelayakan modul fisika berbasis kearifan lokal dalam mengoptimalan karakter peserta didik.Penelitian pengembangan ini mengacu pada model pengembangan 4-D yaitu Define, Design, Develop, dan Desseminate.Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 1 Wadaslintang dengan subjek penelitian berjumlah 27 peserta didik.Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, angket, dan tes, sebelum instrument digunakan dalam penelitian terlebih dahulu dilakukan validasi sehingga instrument tersebut layak digunakan.Modul fisika berbasis kearifan lokal yang dikembangkan dalam penelitian ini dikategorikan baik dengan hasil validasi modul dari tiga validator yaitu dua dosen ahli dan guru fisika mendapatkan nilai secara keseluruhan sebesar 3,22,dengan percentage agreementsebesar 94% sehingga layak digunakan dalam pembelajaran. Berdasarkan keterlaksanaan pembelajaran pengoptimalan karakter peserta didik terhadap modul fisika berbasis kearifan lokaldikategori sangat baik dengan persentase 86%. Dengan demikian, modul fisika berbasis kearifan lokal yang dikembangkan dalam penelitian ini dikategorikan baik dan layak digunakan dalam pembelajaran serta dapat mengoptimalkan peserta didik.
Pengembangan Modul Berbasis Discovery Learning untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Dasar Pada Peserta Didik Fikriyani Zakariya; Nur Ngazizah; Sriyono Sriyono
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 9 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian pengembangan modul berbasis discovery learningyang layak dan dapat meningkatkan keterampilan proses dasar pada peserta didik. Model pengembangan mengacu pada ADDIE yaitu analysis, design, development, implementation, dan evaluation, Penelitian ini dilakukan di Universitas Muhammadiyah Purworejo dan dilaksanakan di SMA Negeri 11 Purworejo dengan subyek penelitian yaitu peserta didik kelas X1 dan X4 tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 5 peserta didik pada tahap uji coba terbatas dan 31 peserta didik pada tahap uji coba luas. Hasil analisis data yaitumodul berbasis discovery learning yang telah dikembangkan termasuk dalam kategori sangat baik dan layak digunakan dalam pembelajaran. Hasil validasi modul berbasis discovery learning yang dikembangkan diperoleh dari empat validator yaitu dua dosen ahli dan dua guru fisika diperoleh rerata 4,31. Uji reliabilitas diperoleh percentage agreement 96,5%. Respon peserta didik terhadap modul berbasis discovery learning dalam uji coba terbatas adalah baik. Berdasarkan analisis data keseluruhan aspek didapatkan skor aktual 284, sehingga diperoleh rerata 3,79; peningkatan keterampilan proses dasar peserta didik termasuk kategori peningkatan sedang. Persentase keterampilan proses dasar sebesar 73,94%, sehingga diperoleh gain 0,56; respon peserta didik terhadap modul berbasis discovery learning yang telah dikembangkan yaitu sangat baik, dengan rerata 4,24. Dengan demikian, modul berbasis discovery learning yang dikembangkan dalam penelitian ini dikategorikan sangat baik dan layak digunakan dalam pembelajaran serta dapat meningkatkan keterampilan proses dasar pada peserta didik.
Pengembangan Modul Praktikum Computer Based Laboratory (CBL) Pada Kegiatan Praktikum Mekanika dan Gelombang Fisika SMA Endan Ayunda Sari; Eko Setyadi Kurniawan; Ashari Ashari
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 9 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian pengembangan modul praktikum computer based laboratory (CBL) guna mengetahui kelayakan modul praktikum computer based laboratory pada kegiatan praktikum fisika, respon siswa setelah menggunakan modul praktikum computer based laboratory dan mengetahui hasil praktikum siswa. Jenis penelitian pengembangan mengacu pada model pengembangan ADDIE yaitu Analysis, Design, Development, Implementation dan Evaluation. Penelitian ini dilaksanakan di MA Negeri Purworejo dengan subjek penelitian berjumlah 31 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar keterlaksanaan pembelajaran, lembar validasi, angket respon siswa, dan hasil praktikum siswa. Berdasarkan penelitian diperoleh data hasil validasi modul praktikum computer based laboratory dari enam validator yaitu dua dosen ahli media, dua dosen ahli materi dan dua guru fisika mendapatkan rerata nilai sebesar 3,06 dengan kategori baik dan layak digunakan. Respon siswa terhadap modul pembelajaran fisika berbasis masalah tahap penerapan diperoleh persentase 77% dengan kategori baik. Nilai rerata kelas dari praktikum computer based laboratory sebesar 81,21 sehingga dinyatakan tuntas. Dengan demikian, modul praktikum computer based laboratory yang dikembangkan dalam penelitian ini dikategorikan baik dan layak digunakan sebagai alternatif pembelajaran dalam kegiatan praktikum fisika SMA.
Pengembangan Instrumen Sikap Sains Dalam Pembelajaran Fisika SMA Afifah Meilantika; Sriyono Sriyono; Nurhidayati Nurhidayati
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 9 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian pengembangan guna menghasilkan dan mengetahui kelayakan instrumen sikap sains penilaian hasil pengembangan. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas X di SMA Negeri 1 Pejagoan, MAN 1 Kebumen, SMA Negeri 2 Purworejo, dan SMA Negeri 10 Purworejo. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pengembangan dengan model ADDIE (analysis, design, development, implementation, dan evaluation). Validasi produk pengembangan instrumen penilaian ini mencakup 1) uji dosen ahli, 2) uji guru Fisika, 3) uji keterbacan respon peserta didik. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara dan angket sedangkan instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa lembar wawancara, lembar validasi, lembar respon peserta didik, dan lembar penilaian sikap sains. Berdasarkan data hasil validasi dari dosen ahli diperoleh rerata skor 3,96 dengan interpretasi “baik”, dari guru Fisika diperoleh rerata skor 4,58 dengan interpretasi “sangat baik”sedangkan dari uji keterbacaan respon peserta didik terhadap instrumen penilaian sikap sains hasilnya juga baik sehingga instrumen penilaian ini layak digunakan sebagai instrumen penilaian dalam pembelajaran Fisika dengan revisi. Berdasarkan hasil uji validitas yang dilakukan dengan menggunakan analisis faktor eksploratori diperoleh nilai KMO MSA atau Kaiser-Mayer-Olkin Sampling Adequacy sebesar 0,760 dengan taraf signifikansi pada 0,000 dan keragaman total yang mampu diterangkan oleh 8 faktor yang terbentuk sebesar 56,853% serta diperoleh 30 soal valid dimana setiap item sudah merujuk pada indikator yang telah ditetapkan sebelumnya. Hasil uji coba lapangan diperoleh rerata skor 3,19 dengan persentase 80,00% dengan interpretasi baik dan reliabilitas dengan nilai alpha sebesar 0,819. Dengan demikian instrumen sikap sains dalam pembelajaran fisika SMA layak digunakan sebagai alternatif instrumen penilaian sikap sains peserta didik dalam pembelajaran fisika.
Pengaruh Pembelajaran Fisika Berbasis Multi Representasi Terhadap Pemahaman Konsep dan Kreativitas Siswa Kelas XI IPA SMA Negeri 4 Purworejo Tahun Pelajaran 2015/2016 Restu Indriajati; Siska Desy Fatmaryanti; Yusro Al Hakim
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 9 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pembelajaran fisika berbasis multi representasi terhadap pemahaman konsep dan kreativitas siswa kelas XI SMA Negeri 4 Purworejo Sampel penelitian sejumlah 27 siswa untuk kelas kontrol dan kelas eksperimen sejumlah 26 siswa dengan sampling perposive. Instrumen pengumpulan data menggunakan tes pemahaman konsep dan angket kreativitas siswa. Analisis data angket menggunakan teknik deskripsi persentase dan analisis data pemahaman konsep dan kreativitas menggunakan Uji t SPSS 16.0.Uji hipotesis yang digunakan adalah uji t pada hasil posttest siswa dan angket sesudah pembelajaran. Dengan α = 0,05 menunjukkan nilai signifikansi pemahaman konsep 0,000 nilai signifikansi 0,000 < 0,05 artinya HO ditolak dan Ha diterima yaitu terdapat pengaruh pembelajaran fisika berbasis multi representasi yang signifikan terhadap pemahaman konsep siswa, kemudian untuk persentase tiap aspek pemahaman konsep pada kelas eksperimen diperoleh rata-rata sebesar 70,97% dengan kategori cukup dan kelas kontrol 54,10 % dengan kategori kurang. Peningkatan pemahaman konsep dilakukan uji N-Gain terhadap kelas eksperimen dan kelas kontrol memiliki N-Gain sebesar 0,54 dengan kategori sedang dan 0,28 dengan kategori rendah. Uji hipotesis pada hasil angket kreativitas sesudah perlakuan dengan α = 0,05 menunjukkan nilai signifikansi hasil kreativitas siswa 0,000, nilai signifikansi 0,000 < 0,05 artinya HO ditolak dan Ha diterima yaitu terdapat pengaruh pembelajaran fisika berbasis multi representasi yang signifikan terhadap kreativitas siswa, kemudian persentase tiap aspek kreativitas kelas eksperimen sebesar 84,03% dengan kategori baik dan kelas kontrol 74,18%dengan kategori cukup. Peningkatan kreativitas dilakukan uji N-Gain diperoleh 0,44 dengan kategori sedang untuk kelas eksperimen dan 0,20 dengan kategori rendah untuk kelas kontrol. Hal ini menunjukkan pembelajaran fisika berbasis multi representasi berpengaruh terhadap pemahaman konsep dan kreativitas siswa.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Structured Dyadic Methods (SDM) Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis dan Sikap Siswa Pokok Bahasan Suhu dan Kalor Pada Siswa Kelas X SMA N 1 Karanganyar Tahun Pelajaran 2015/2016 Efi Suryanti; Nur Ngazizah; Siska Desy Fatmaryanti
Radiasi : Jurnal Berkala Pendidikan Fisika Vol. 9 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian eksperimen semu guna mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Structured Dyadic Methods (SDM) terhadap kemampuan komunikasi matematis dan sikap siswa pokok bahasan suhu dan kalor pada siswa kelas X SMA N 1 Karanganyar. Populasi penelitian adalah siswa kelas X MIA SMA N 1 Karanganyar yang berjumlah 4 kelas dengan jumlah siswa sebanyak 128. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling sehingga diperoleh 2 kelas dengan jumlah 64 siswa. Pengambilan sample dilakukan dengan mempertimbangkan bahwa 2 kelas tersebut memiliki kemampuan rata-rata. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, angket dengan skala Likert dan tes komunikasi matematis. Uji analisis data dilakukan menggunakan uji komparasi dengan statistik uji t sehingga diperoleh hasil (1) Kemampuan komunikasi matematis pada siswa yang diberikan perlakuan lebih baik dengan hasil uji t sebesar 5,830 dengan daerah kritiknya ={???? ????<− 1.999 ???????????????? ????>1.999}pada taraf signifikansi 0,05. Adanya perbedaan yang menunjukkan bahwa kelas eksperimen lebih baik maka dapat dikatakan bahwa model SDM berpengaruh terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa. (2) Sikap siswa pada siswa yang diberikan perlakuan lebih baik dengan hasil uji t sebesar 2,116dengan daerah kritiknya ={???? ????<− 1.999 ???????????????? ????>1.999}pada taraf signifikansi 0,05. Adanya perbedaan yang menunjukkan bahwa kelas eksperimen lebih baik maka dapat dikatakan bahwa model SDM berpengaruh terhadap sikap siswa.

Page 6 of 31 | Total Record : 305