Articles
1,559 Documents
KUALITAS PAPAN LAMINA DENGAN PEREKAT RESORSINOL DARI EKSTRAK LIMBAH KAYU MERBAU
Adi Santoso;
Gustan Pari;
Jasni Jasni
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 3 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20886/jphh.2015.33.3.253-260
Komponen kimia polifenol yang diekstrak dari kayu merbau (Intsia spp.) memiliki afinitas yang kuat terhadap resorsinol dan formaldehida dalam kondisi basa, membentuk suatu kopolimer yang dapat digunakan sebagai perekat. Tulisan ini menyajikan penggunaan perekat resorsinol dan ekstrak cair kayu merbau yang mengandung senyawa polifenol yang dikopolimerisasi dengan formaldehida sebagai perekat kayu lamina. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kopolimerisasi ekstrak cair limbah kayu merbau menghasilkan resin berbobot molekul 49.658, yang dapat digunakan sebagai perekat dalam pembuatan papan lamina untuk lantai berupa 3 ply-1strip flooring parquet dengan 7 (tujuh) jenis kayu, yaitu: sungkai, karet, kempas, merbau, mangium, mahoni dan sengon. Kualitas perekatan dan sifat mekanik produk tersebut sebanding dengan produk sejenis berperekat impor serta tergolong tipe eksterior sangat rendah emisi formaldehida katagori E0 atau F****.
PENGANGKUTAN KAYU DENGAN TRUK DI KPH BOJONEGORO DAN SARADAN
Apul Sianturi;
Dulsalam Dulsalam
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 2, No 2 (1985): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2911.047 KB)
|
DOI: 10.20886/jphh.1985.2.2.13-16
An observation on wood transportation by truck has been carried out in the Bojonegoro and Saradan Forest Districts. Trucks are MercedesBenz, consistingof models rangingfrom 1970 to 1975.The annual operation days of truck at the Bojonegoro and Saradan Forest Districts are 147 and 193 days respectively. The average annual hauling capacity of trucks in Bojonegoro and Saradan is 14 964 tonkm per year and 41 145 tonkm per year respectively.The average hauling cost in Bojonegoro and Saradan is Rp. 300, per tonkm and Rp. 107, per tonkm respectively. This cost is broken down into the following components: Fuel, 9 percent; grease, 9 percent; spare parts, 55 percent; tyres, 23 percent; miscellaneous, 4 percent.
PENGARUH KADAR EKSTENDER TEPUNG BIJI ALPUKAT TERHADAP MUTU KAYU LAPIS DAMAR (Agathis alba Foxw)
Muhammad Isa Iskandar;
Achmad Supriadi
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 34, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20886/jphh.2016.34.1.45-50
Penambahan bahan pengeras (extender) pada campuran bahan perekat mengurangi biaya perekatan pada pembuatan kayu lapis. Penambahan pengeras seharusnya tidak mengurangi kualitas kayu lapis dalam hal ini keteguhan rekat. Tulisan ini mempelajari penggunaan tepung biji alpukat sebagai bahan pengeras pada pembuatan kayu lapis dari kayu damar (Agathis alba Foxw.) Berdasarkan berat total perekat tepung biji alpukat dikelompokkan dalam tiga konsentrasi yaitu 10%, 20% dan 30% dari bobot perekat cair. Perekat yang digunakan adalah perekat Urea Formaldehida (UF) dan parameter yang diuji adalah kadar air, berat jenis, dan keteguhan rekat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar air kayu lapis damar adalah 7,46%, kerapatan 0,48 g/cm3, dan keteguhan rekat 11,77 kg/cm2. Kadar air dan keteguhan rekat kayu lapis damar memenuhi standar baku mutu dalam Standar Nasional Indonesia (SNI). Keteguhan rekat tertinggi dicatat dari pengujian kayu lapis dengan bahan pengeras tepung biji alpukat dengan konsentrasi 10%. Kadar bahan pengeras berpengaruh nyata terhadap keteguhan rekat kayu lapis, semakin tinggi kadar pengeras, keteguhan rekat kayu lapis cenderung berkurang.
KUALITAS LILIN AROMATERAPI DAN SABUN BERBAHAN MINYAK Dryobalanops aromatica
Gunawan Pasaribu;
Gusmailina Gusmailina;
Raden Esa Pangersa G
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 34, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20886/jphh.2016.34.2.101-110
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas lilin aromaterapi dan sabun yang dihasilkan dengan penambahan minyak Dryobalanops aromatica. Lilin aromaterapi dibuat dengan berbagai formulasi, kemudian diujikan kepada 30 responden untuk mengetahui kesukaan terhadap lilin. Parameter yang diukur antara lain kesukaan terhadap lilin sebelum dibakar, setelah dibakar, dan efek aromaterapi yang dirasakan. Sabun dibuat dengan berbagai formulasi dengan menambahkan minyak Dryobalanops aromatica pada 2, 4, dan 6%, kemudian diuji sifat fisiko kimianya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang sangat nyata tentang kesukaan sebelum lilin dibakar antar formulasi yang dibuat dan formula dengan konsentrasi minyak Dryobalanops paling rendah yang paling disukai. Tidak terlihat perbedaan yang nyata antar formulasi yang dibuat pada penilaian lilin setelah dibakar. Akan tetapi terlihat kecenderungan bahwa lilin dengan tingkat konsentrasi minyak Dryobalanops sedang lebih disukai. Tidak terdapat perbedaan yang nyata terhadap tingkat efek aromaterapi pada formula yang dibuat. Formulasi lilin aromaterapi dengan konsentrasi minyak Dryobalanops paling rendah merupakan formulasi yang memberi efek positif pada responden. Sifat fisiko-kimia sabun menunjukkan bahwa kadar air dan jumlah asam lemak masih dibawah standar, akan tetapi nilai kadar asam lemak bebas dan kadar lemak tak tersabunkan sudah memenuhi standar SNI. Kandungan kualitatif mineral bernilai negatif. Ditemukan senyawa borneol sebagai senyawa penciri dari Dryobalanops aromatica dalam bentuk endo borneol. Senyawa lainnya seperti caryophylene, alpha pinena, alpha humulena, alpha terpineol dan delta limonena.
STABILISASI DIMENSI KAYU JATI CEPAT TUMBUH DAN JABON DENGAN PERLAKUAN PEMADATAN SECARA KIMIA
Efrida Basri;
Jamal Balfas
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 4 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20886/jphh.2015.33.4.315-327
Kayu yang berasal dari hutan tanaman umumnya memiliki dimensi yang tidak stabil, sehingga penggunaannya sangat terbatas. Tulisan ini mempelajari stabilitas dimensi pada kayu jati cepat tumbuh (JCT) dan kayu jabon yang diberi perlakuan densifikasi secara kimia. Kayu JCT dan jabon diimpregnasi dengan larutan campuran ekstrak serbuk kayu jati tua dan resin. Resin yang digunakan adalah vinil akrilat dan polivinil asetat, masing-masing dengan konsentrasi 8, 10, dan 12% (b/v), serta 2 komposisi resin resorsinol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum kayu yang diberi perlakuan impregnasi menjadi lebih stabil dari yang tidak diimpregnasi. Kayu yang diimpregnasi dengan larutan campuran ekstrak jati dan resin resorsinol memberikan nilai stabilitas dimensi yang lebih baik dibandingkan dengan penggunaan resin lain.
SISTEM PENYARADAN PADA EKSPLOITASI HUTAN PINUS DI JAWA TENGAH
S Sutopo;
Maman M Idris
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 2, No 3 (1985): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (5938.05 KB)
|
DOI: 10.20886/jphh.1985.2.3.1-9
A paper mill is to be erected in Cilacap, Central Java in the near future. The raw material must come from the hilly pine forests in the Pekalongan and Banyumas area. The mill's daily intake ranges between 1,000-1,500 m3 of relatively small diameter pine logs. Therefore manual yarding system must be improved to increase its productivity. One way to do this is to yard with a wheeled cariage.The purpose of this investigation is to determine the feasibility of this yarding system in hilly pine forest terrain. The investigation reveals the following :Yarding system by Roda II is favourable in the hilly pine forest area in Central Java.This system increases the income per manday approximately by 31% compared to the traditional system (ngglebeg) for a distance of 1,0 km, and 18% for a distance of 2.0 km.Yarding productivity by Roda II is approximately 1.58 m3 per day.
PENELITIAN PEMBUATAN METIL ESTER ASAM LEMAK RANTAI SEDANG DAN PANJANG SERTA PEMURNIAN GLISEROL DARI MINYAK KELAPA MURNI
Mappiratu Mappiratu;
Ijirana Ijirana
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 4 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2681.754 KB)
|
DOI: 10.20886/jphh.2010.28.4.415-426
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kondisi optimum metanolisis minyak kelapa murni (MKM) dalam reaktor berpengaduk, metode pemurnian gliserol dan metode pemisahan metil ester asam lemak rantai sedang dari rantai panjang. Hasil penelitian menunjukkan MKM yang dihasilkan memenuhi persyaratan sebagai bahan baku metil ester asam lemak, sebab MKM yang dihasilkan mengandung air dan asam lemak bebas (FFA) mengandung asam laurat yang tinggi yaitu di atas 50% (52,86%). Kecepatan pengaduk dan waktu reaksi berpengaruh terhadap produksi 500 rpm dan waktu reaksi 50 menit. Pada kondisi tersebut fraksi massa metil ester asam lemak mencapai 100%. Metode pemurnian gliserol berpengaruh terhadap derajat kemurnian gliserol, dengan derajat kemurnian gliserol tertinggi adalah 98,04% yang diperoleh dari metode pemurnian ekstraksi dan netralisasi. Hasil fraksionasi metil ester asam lemak menghasilkan enam fraksi, tiga fraksi yaitu (fraksi I dan II dan VI) mengandung metil laurat yang lebih rendah dari MKM asalnya, dan tiga fraksi (fraksi III, IV dan fraksi V) mengandung metil laurat di atas MKM asalnya (di atas 70%). Fraksi VI dinyatakan sebagai metal ester asam lemak rantai panjang dengan rendemen 50% dari total metil ester asam lemak.
AKTIVITAS ANTIJAMUR, ANTIBAKTERI DAN PENYEMBUHAN LUKA EKSTRAK RESIN JERNANG
Totok Kartono Waluyo;
Gunawan Pasaribu
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 4 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20886/jphh.2015.33.4.377-385
Jernang atau dragon’s blood merupakan salah satu produk hasil hutan bukan kayu yang bernilai tinggi berasal dari hutan Indonesia. Jernang adalah resin berwarna merah hasil sekresi buah rotan dan pemanfaatannya masih secara tradisional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kemampuan jernang sebagai antibakteri dan antijamur terhadap bakteri (Basillus subtilis dan Staphylococcus aureus) dan jamur (Candida albicans dan Aspergillus flavus). Kemampuan antibakteri dan antijamur ditentukan berdasarkan uji penyembuhan luka secara in vivo terhadap kelinci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum jernang bersifat antibakteri dan antijamur. Ekstrak etil asetat jernang efektif sebagai antimikroba untuk penyembuh luka.
MENDUGA POTENSI PRODUKSI KAYU BULAT DARI HUTAN KALIMANTAN TIMUR MENGGUNAKAN METODE PENDUGAAN NISBAH DAN PENDUGAAN REGRESI
Han Roliadi;
Buharman Buharman
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 2, No 3 (1985): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3392.735 KB)
|
DOI: 10.20886/jphh.1985.2.3.15-18
For predicting the roundwood potential in the forest region of East Kalimantan, roughly two kinds of data are required. These includes sample data and population data. Sample data collected are the area or size of several selected forest region and the volume of the corresponding roundwood production, while population data include the total forest area of East Kalimantan.The prediction methods applied are ratio estimate and regression estimate. Using ratio estimate, the volume of roundwood production potential predicted was 8 093 575 cu.m (7 032 723 to 9 154 427 cu.m). On the other hand, with the application of regression estimate, the uolume of roundwood production potential was 8 505 603 cu.m. (7 889 057 to 9 122 149 cu.m.).Examination of the residuals indicated that assumption of normality of data was satisfied
KEAWETAN ALAMI 57 JENIS KAYU INDONESIA DENGAN PENGUJIAN DI BAWAH NAUNGAN
Jasni Jasni
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 34, No 3 (2016): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3278.682 KB)
|
DOI: 10.20886/jphh.2016.34.3.179-188
Natural durability of 57 wood species originated from several regions in Indonesia was investigated outdoor under coverage. Initially, wood specimens were prepared from each species with dimension of 20 cm (length), 10 cm (width) and 2.5 cm (thickness). Specimens were placed on top of the bricks to avoid direct contact with soil, arranged randomly, and covered with crated-plastic sheets which served as protecting shades. Such experiment was conducted in research forest, Cikampek, West Java. Observation was conducted one year afterwards included evaluating the percentage of deteriorated wood specimens due to wood-destroying organisms. Results showed that after a year, 57 wood species could be categorized into five classes. Further scrutiny on each class revealed that four wood species belonged to class I (very durable); 16 wood species were class II (durable), 15 wood species class III (fairly durable), three wood species class IV (non-durable), and 19 wood species were classified as class V (perishable).