cover
Contact Name
Globila Nurika
Contact Email
nurikaglobila@unej.ac.id
Phone
+6281235181803
Journal Mail Official
ikesma@unej.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Published by Universitas Jember
ISSN : 18297773     EISSN : 26847035     DOI : https://doi.org/10.19184
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKESMA) diterbitkan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Uiversitas Jember sejak tahun 2005 dengan frekuensi terbitan 2 kali dalam satu tahun (Maret dan September). Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKESMA) menerbitkan artikel penelitian di bidang kesehatan masyarakat dengan topik kajian: administrasi dan kebijakan kesehatan, kesehatan lingkungan, kesehatan dan keselamatan kerja, gizi masyarakat, epidemiologi, promosi. kesehatan dan ilmu perilaku, kesehatan ibu dan anak, kesehatan reproduksi, biostatistika, sistem informasi kesehatan, dan demografi/kependudukan. Pada Bulan Agustus 2020, Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKESMA) memulai kolaborasi dengan Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (PERSAKMI) untuk penerbitan jurnal. Sejak tahun 2022, Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKESMA) meningkatkan frekuensi terbitan menjadi 4 kali dalam satu tahun (Maret, Juni, September, dan Desember).
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 12 No 2 (2016)" : 8 Documents clear
PENGARUH MOTIVASI TERHADAP KINERJA BIDAN DALAM PENCAPAIAN CAKUPAN PERSALINAN DI PUSKESMAS KABUPATEN KONAWE SELATAN PROVINSI SULAWESI TENGGARA Agus Aan Adriansyah; Susman Sjarif
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Upaya kesehatan masyarakat khususnya pada program kesehatan ibu dananak belum berjalan dengan baik sehingga cakupan pertolongan persalinan di PuskesmasKabupaten Konawe Selatan Propinsi Sulawesi Tenggara masih belum mencapai target.Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan tahun 2013 sebesar 68,18% danmasih belum mencapai target 90%. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh motivasi kerja yang meliputi need for power, need for affiliation dan need for achievement,terhadap kinerja bidan dalam pencapaian cakupan pertolongan persalinan.Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan menggunakanpendekatan cross sectional. Lokasi penelitian di Puskesmas wilayah Kabupaten KonaweSelatan. Sampel penelitian sebanyak 70 bidan yang diambil dari 22 Puskesmas denganmenggunakan teknik multistage stratified random sampling. Data dianalisis dengan teknikRegresi Logistik Binary.Hasil: Motivasi bidan pada aspek need for achievement berpengaruh signifikan terhadapkinerja bidan dengan nilai p sebesar 0,044 (<0,05).Kesimpulan: Motivasi kerja khususnya aspek need for achievement harus semakinditingkatkan karena berpengaruh terhadap kinerja bidan. Oleh sebab itu, Puskesmas perlumenyusun kebijakan terkait pemberian penghargaan kepada petugas bidan yang mampuberprestasi dan memberikan kinerja terbaik bagi Puskesmas. Kata Kunci: Motivasi, Bidan, Kinerja
RISIKO INFEKSI KECACINGAN PADA PEKERJA PETERNAKAN AYAM DI SUNGAI AMBAWANG KABUPATEN KUBU RAYA Elly Trisnawati; Rochmawati Rochmawati
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : penyakit kecacingan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhipenurunan kualitas sumber daya manusia, serta produktivitas kerja. Kecacingan secarakumulatif dapat menimbulkan kehilangan zat gizi berupa karbohidrat dan protein sertakehilangan darah/anemia. Seekor cacing dapat menghisap darah 0,2-0,3ml/hari. Faktor yang mempengaruhi infeksi kecacingan yaitu personal hygiene, pemakaian APD dansanitasi. Penyakit kecacingan pada ayam ditemukan di peternakan yang kotor, banyaksiput air dan minuman kotor yang dapat memungkinkan pekerja peternakan terinfeksikecacingan. Berdasarkan survai awal pada pekerja peternakan ayam ditemukan 41,67%positif kecacingan, 16,67% positif Ascaris, 16,67% positif Ascaris dan Trichurisdan 8,33%positif Ascaris, Trichuris dan Ancylostoma.Tujuan : penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan personal hygiene, penggunaanAPD dan sanitasi kandang dengan infeksi kecacingan pada pekerja peternakan ayam diSungai Ambawang Kab. Kubu Raya.Metode : jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desaincross sectional.Sampel dalam penelitian ini adalah pekerja peternakan ayam dengan jumlah 47responden. Analisis data mencakup analisa univariat dan bivariat. Uji statistik yangdigunakan yaitu uji chi square (α=5%).Hasil : penelitian menunjukkan ada hubungan antara personal hygiene (p value = 0,017),penggunaan APD (p value = 0,035) dan sanitasi kandang (p value = 0,011) dengan infeksikecacingan pada pekerja peternakan ayam di Sungai Ambawang Kab. Kubu Raya.Saran : kepada pimpinan PT. Sumber Satwa Pertiwi untuk melakukan peningkatan upayapreventif, seperti menyediakan APD lengkap (masker, sarung tangan, baju lengan panjang,celana panjang dan sepatu bot). Melakukan pemeriksaan rutin pada pekerja (pemeriksaandarah/Hb dan fases), serta meningkatkan sanitasi kandang. Kata kunci : personal hygiene, APD, sanitasi kandang, kecacingan, peternakan
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS PADA BALITA Oktovina Rizky Indrasari
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Pada masa balita ini perkembangan kemampuan berbahasa, kreativitas,kesadaran sosial, emosional, dan intelegensi berjalan sangat cepat dan merupakanlandasan perkembangan berikutnya. Salah satu hal terpenting pada proses perkembanganadalah perkembangan motorik karena merupakan awal dari kecerdasan dan emosi sosialnya. Perkembangan motorik halus adalah gerakan yang melibatkan bagian tubuhtertentu saja dan dilakukan otot-otot kecil tetapi diperlukan koordinasi yang cermat.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang status gizidengan perkembangan motorik halus balita.Methode: Jenis penelitian ini adalah korelasi dan desain penelitian menggunakan crosssectional study. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh balita yang berdomisili diwilayah kerja Puskesmas Kota Wilayah Utara Kota Kediri dan sampel yang digunakanpada penelitian ini sebanyak 32 responden. Teknik sampling yang digunakan adalahpurposive sampling.Result: Berdasarkan tabulasi silang di atas menunjukkan bahwa reponden yangberpengaetahuan baik dengan perkembangan motorik halus normal sebanyak 24responden (75%). Responden yang berpengatahuan kurang dengan perkembanganmotorik lambat sebanyak 3 responden (9,4%) dan berpengetahuan kurang denganperkembangan motorik halus normal sebanyak 5 responden (15,6%).Dari uji chi square menunjukkan bahwa adanya hubungan antara pengetahuan ibutentang status gizi dengan perkembangan motorik halus dengan nilai koefisien 6.008 dantingkat signifikansi 0.014 (α = 0.05).Conclusion: Terdapat hubungan antara pengetahuan ibu tentang status gizi denganperkembangan motorik halus balita. Kata Kunci : Pengetahuan, perkembangan motorik halus, balita
EVALUASI PROGRAM PENGENDALIAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE TAHUN 2015 (PERBANDINGAN ANTARA PUSKESMAS PATRANG DAN PUSKESMAS RAMBIPUJI KABUPATEN JEMBER) Anita Anita; Abu Khoiri; Dyah Kusworini Indriaswati
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Puskesmas Patrang dan Rambipuji memiliki wilayah kerja yang berpotensi untuk tempatberkembang biaknya nyamuk Aedes Aegypti sebagai penular penyakit Demam BerdarahDengue (DBD) karena berada di ketinggian kurang dari 1000 meter diatas permukaan laut.Selain itu, juga memiliki karakter wilayah yang hampir sama karena letaknya berbatasan.Tetapi, angka kesakitan (Incident Rate) penyakit DBD di Puskesmas Patrang tahun 2015sebesar 113,13 per 100.000 penduduk jauh lebih besar daripada Puskesmas Rambipujiyang sebesar 18,16 per 100.000 penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan evaluasi Program Pengendalian Penyakit DBD (P2 DBD) antaraPuskesmas Patrang dan Rambipuji Kabupaten Jember tahun 2015. Penelitian inimerupakan penelitian deskripktif. Variabel penelitian ini adalah evaluasi Program P2 DBDmeliputi input, proses, dan output. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancaramenggunakan panduan wawancara dan studi dokumentasi menggunakan checklist. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa ketersediaan input Program P2 DBD di PuskesmasRambipuji lebih lengkap daripada Puskesmas Patrang. Sebagian besar proses pelaksanaanProgram P2 DBD di Puskesmas Patrang dan Puskesmas Rambipuji tergolong kategorikurang. Selanjutnya, pencapaian output Program P2 DBD yaitu Angka Bebas Jentik (ABJ) diPuskesmas Rambipuji lebih besar daripada Puskesmas Patrang. Kata Kunci : Evaluasi, Program P2 DBD, Input, Proses, Output
HUBUNGAN HYGIENE SANITASI PENJAMAH MAKANAN DENGAN ANGKA KUMAN MAKANAN JAJANAN SEKITAR SMA NEGERI 3 WONOGIRI Nine Elissa Maharani
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekolah merupakan tempat berkumpulnya peserta didik dan warga sekolah dalamkegiatan proses belajar mengajar, dengan demikian kondisi sekolah yang tidak sehatdapat berpengaruh terhadap kesehatan peserta didik. Makanan jajanan yang disajikanharus memenuhi syarat kesehatan. Banyak infeksi yang dapat ditularkan melaluipenjamah makanan jajanan, antara lain Staphylococcus aureus ditularkan melalui hidungdan tenggorokan, kuman Clostridium perfringens, Streptococcus, Salmonella dapatditularkan melalui kulit. Oleh karena itu penjamah makanan jajanan harus selalu dalamkeadaan bersih dan sehat.Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan hygiene sanitasi penjamah makanandengan angka kuman makanan jajanan di sekitar SMA Negeri 3 Wonogiri.Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional, dimana variabelbebas hygiene sanitasi penjamah dengan angka kuman diukur dalam satu waktu. Sanitasipenjamah diukur menggunakan kuesioner sedangkan angka kuman diukur dengan pengambilan sampel makanan minuman jajanan kemudian dianalisis di laboratoriumkesehatan Sukoharjo.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara hygienesanitasi penjamah makanan dengan angka kuman makanan jajanan di sekitar SMA Negeri3 Wonogiri (p vaule 0,295 > 0,05). Kata Kunci : hygiene sanitasi penjamah, angka kuman, makanan/minuman jajanan
PROFIL KEBERSIHAN DAN PERILAKU MENJAGA KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA LANSIA DI DESA DARSONO KABUPATEN JEMBER Tantin Ermawati
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Pembangunan kesehatan di Indonesia dititik-beratkan untukmeningkatkan kesehatan masyarakat yang berkualitas secara menyeluruh, terpadu, danberkelanjutantermasuk didalamnya kesehatan gigi dan mulut lanjut usia (lansia).Kebersihan gigi dan mulut merupakan masalah yang sangat perlu diperhatikan pada lanjutusia, karena dapat memicu timbulnya berbagai penyakit di rongga mulut.Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui profil kesehatan gigi dan mulut lansia denganmelihatstatus kebersihan mulut oral hygiene indeks simplified (OHI-S) didesa DarsonoKecamatan Arjasa Kabupaten Jember.Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah diskriptif observasional secara crosssectional yang dilakukan pada lansia bulan september 2016. Lansia yang yang terlibatberjumlah 44 orang meliputi laki-laki dan perempuan. Pemeriksaan yang dilakukan adalah skor debris dan kalkukus menggunakan Oral Hygiene Index Simplified (OHI-S)Green and Vermillion, 1964Hasil Penelitian: menunjukkan pra lansia yang memiliki OHI-S baik hanya 2 orang (10%dari total lansia yang dilakukan pemeriksaan), dan pada kelompok lansia skor OHI-S yangbaik hanya berjumlah 2 orang (10,5 %), sisanya memiliki OHI-S buruk. Kondisi kebersihanmulut lansia di Desa Darsono Kecamatan Arjasa Kabupaten Jember dalam kondisi buruksehingga perlu dilakukan peningkatan kesehatan gigi dan mulutnya yang lebih intensive. Kata Kunci : Kesehatan gigi mulut, Lansia, Indeks OHI-S, Desa Darsono, KecamatanArjasa Jember
GAMBARAN PERILAKU KESEHATAN GIGI ANAK SEKOLAH DASAR DI DESA BANGSALSARI KABUPATEN JEMBER Nadie Fatimatuzzahro; Rendra Chriestedy Prasetya; Winda Amilia
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Karies gigi merupakan penyakit dengan prevalensi tertinggi selainpenyakit periodontal. Penyakit ini menjadi masalah nasional di beberapa Negaraberkembang terutama di Indonesia.Tujuan Penelitian: Etiologi utama karies pada anak adalah pola makan. Kelompok usiasekolah dasar mempunyai kebiasan jajan yang lebih tinggi dari kelompok usia lainkhususnya makanan manis, sehingga menyebabkan meningkatnya indeks karies gigi.Kegiatan ini didanai oleh Kemenristekdikti, yang dilakukan pada 2 SD yaitu SDN 03 danSDN 04 Bangsalsari. Metode Penelitian: Jumlah responden adalah siswa kelas 3 sebanyak 70 orang di SDN 03Bangsalsari dan 51 orang di SDN 04 Bangsalsari yang diperoleh dengan menggunakanmetode total sampling. Penyuluhan dan praktek gosok gigi bersama dilakukan kepadapara siswa untuk memberi pengetahuan serta memperbaiki perilaku mengenai kesehatanrongga mulut.Hasil Penelitian: Hasil pemeriksaan menunjukkan indeks DMF-T rata-rata untuk siswaSDN 03 Bangsalsari yaitu 6,1, sedangkan rerata indeks DMF-T untuk siswa SDN 04Bangsalsari yaitu 5. Indeks gigi yang karies (D) lebih dominan yaitu sekitar 67%dibanding gigi yang telah dicabut (M) sebanyak 2% dan gigi yang telah ditambal(F) hanya 1%. Masih tinggi nya gigi yang karies (D) dibandingkan gigi yang sudahditambal (F) menunjukkan masih rendahnya pengetahuan dan kesadaran siswa SDserta orang tua dalam menjaga kesehatan rongga mulutnya. Status karies gigi padasiswa SDN 03 dan 04 Bangsalsari berada pada kategori Tinggi berdasarkan kriteriaWHO. Kata kunci : Karies gigi, Perilaku, Siswa SD, Indeks DMF-T
KAJIAN PELAKSANAAN SISTEM RUJUKAN BERJENJANG DALAM PROGRAM JAMINAN KESEHATAN NASIONAL (JKN) DI UPT. PELAYANAN KESEHATAN UNIVERSITAS JEMBER Andita Cindy Faulina; Abu Khoiri; Yennike Tri Herawati
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) berhak untuk memperoleh pelayanankesehatan secara menyeluruh, berjenjang, efektif, dan efisien sehingga Fasilitas KesehatanTingkat Pertama (FKTP) dan Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL) wajibmenerapkan sistem rujukan berjenjang. Nilai rasio rujukan pasien peserta JKN di UPT.Pelayanan Kesehatan Universitas Jember pada bulan Januari-November 2015 yaitu37,22% dan meningkat menjadi 39,2% hingga bulan Desember 2015 atau melebihi nilairasio rujukan optimal sebesar 10%. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaanSistem Rujukan Berjenjang dalam Program JKN di UPT. Pelayanan Kesehatan UniversitasJember. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menjelaskan bahwa, ketersediaan dokter belum mencukupi apabila dilihat dari statusdokter yang bukan dokter tetap karena apabila semua dokter tidak bisa hadir untukmemberikan pelayanan kesehatan maka poli umum terpaksa akan ditutup. Ketersediaanobat dan alat kesehatan kurang mencukupi karena tidak selengkap pada FormulariumNasional dan Kompendium Alat Kesehatan. Diagnosis penyakit yang banyak dirujukterutama Diabetes Melitus tanpa komplikasi maupun dengan komplikasi dan hipertensiesensial yang merupakan kompetensi FKTP. Pasien peserta JKN yang dirujuk tidaksemuanya membutuhkan pelayanan kesehatan spesialistik/subspesialistik serta masihterdapat pasien yang meminta dirujuk dengan alasan terutama sugesti pasien yang lebihmempercayai kompetensi dokter spesialis. Kata kunci: JKN, FKTP, Sistem Rujukan

Page 1 of 1 | Total Record : 8