cover
Contact Name
Rizal Darwis
Contact Email
rizaldarwis@iaingorontalo.ac.id
Phone
+6285255481979
Journal Mail Official
almizan.iaingorontalo@gmail.com
Editorial Address
Sharia Faculty, Campus 1 IAIN Sultan Amai Gorontalo Jl. Gelatik No 1, Kelurahan Heledulaa Utara, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Indonesia.
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Al-Mizan (e-Journal)
ISSN : 19070985     EISSN : 24428256     DOI : https://doi.org/10.30603
Al-Mizan (e-Journal) is a scientific periodical journal published by Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) IAIN Sultan Amai Gorontalo, Indonesia. The journal puts emphasis on aspects related to Islamic law studies, sharia, Islamic yurisprudence (fiqh) and law studies with various approaches of normative, philosophy, history, sociology, anthropology, theology, psychology, economic and is intended to communicate the original researches and current issues on the subject.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 1 (2014): Al-Mizan" : 7 Documents clear
Analisis Komitmen Profesional dan Sosialisasi Antisipatif serta Hubungannya dengan Whistleblowing Bakri Bakri
Al-Mizan Vol. 10 No. 1 (2014): Al-Mizan
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Negeri Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.305 KB)

Abstract

Accounting profession experienced a crisis of confidence as much a failure of ethics . Because it emphasized the importance of professionals in improving ethical behavior from the start of their career started , even before they enter the profession. This research is aimed at behavioral accounting research to examine differences in the level of professional commitment and anticipatory socialization ( proxied by financial reporting ) as well as its relationship with the perception of the importance of whistleblowing which includes whistleblowing and whistleblowing intention them. The method used in this research was a survey of students . This study used a sample of university accounting students Loulembah Gorontalo . To examine the relationship of professional commitment and anticipatory socialization to the whistleblowing used regression test . Meanwhile, to see how the level of professional commitment and anticipatory socialization and perceptions of the importance of whistleblowing and whistleblowing intention among accounting students used simultaneously and partial test of each variable. The results showed that there is a relationship between professional commitment and anticipatory socialization to whistleblowing . And of the partial test results obtained that all the variables that have significant differences .
Larangan Memadu Istri dengan Tantenya Perspektif Hadis Ahkam Muhammad Gazali Rahman
Al-Mizan Vol. 10 No. 1 (2014): Al-Mizan
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Negeri Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.607 KB)

Abstract

Pernikahan dalam corak poligami sampai saat ini masih menjadi hal yang kontroversial di kalangan umat Islam secara teoritis maupun aplikatifnya. Sekiranya dipahami bahwasanya poligami yang dilakukan oleh nabi Muhammad saw. bukan dalam orientasi seksual atau sekadar pemenuhan hasrat/nafsu seksual semata, maka pro dan kontra ini tentu tidak signifikan untuk menjadi polemik yang berkepanjangan Sebab, pernikahan yang dilakukan nabi saw. terhadap lebih dari satu orang merupakan bagian dari deskripsi fungsi kenabian beliau yang dalam hal ini bertujuan untuk mengangkat harkat dan martabat kaum perempuan yang secara sosiologis sebagian diantara mereka adalah budak, yatim-piatu dan perempuan-perempuan yang memang perlu dilindungi. Salah satu piranti yang mengatur relasi laki-laki dan perempuan dalam bentuk pernikahan dan poligami misalnya larangan poligami antara istri dan tantenya. Kajian terhadap hal ini merupakan analisis kritis terhadap hadis nabi saw. yang perlu disimak dalam semangat wahyu. Secara umum mayoritas ulama mengharamkan penyatuan (poligami) istri dan tantenya dengan berbagai alasan dan pendekatan yang mereka gunakan. Salah satu yang urgen menjadi pendekatan dalam hal ini adalah atas dasar psikologi, yakni kekhawatiran akan menyebabkan terputusnya-merenggangnya hubungan silaturahmi kekeluargaan.
Potensi Zakat di Provinsi Gorontalo Andi Mardiana
Al-Mizan Vol. 10 No. 1 (2014): Al-Mizan
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Negeri Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (810.283 KB)

Abstract

Tulisan ini mendeskripsikan tentang konsep zakat yang ditawarkan Islam menjanjikan dimensi kemaslahatan dan pengelolaan potensi sumber daya ekonomi dalam kehidupan masyarakat.Pendekatan transformatif dalam pengembangan ekonomi Islam melalui gerakan zakat sebagai gerakan ekonomi yang berlandaskan syariah Islam, merupakan aktualisasi operasional ekonomi Islam dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Zakat merupakan wujud pilar perekonomian Islam dalam menjalankan fungsinya untuk mengelola dan menyalurkan dana umat kepada orang-orang yang berhak.Banyak sekali fenomena terhadap apa yang menjadi motivasi orang berzakat, khususnya di Provinsi Gorontalo. Contohnya sering muncul ditengah masyarakat adalah kepada siapa zakat harus diberikan.Lebih utama disalurkan langsung oleh muzakki kepada mustahiq, atau sebaliknya melalui amil zakat.Jika disalurkan kepada mustahiq, memang ada perasaan tenang karena menyaksikan secara langsung zakatnya tersebut telah disalurkan kepada mereka yang dianggap berhak menerimanya.Tapi terkadang penyaluran langsung yang dilakukan oleh muzakki tidak mengenai sasaran yang tepat. Terkadang orang sudah merasa menyalurkan zakat kepada mustahiq, padahal ternyata yang menerima bukan mustahiq yang sesungguhnya, hanya karena kedekatan emosi maka ia memberikan zakat kepadanya. Misalnya disalurkan kepada kerabatnya sendiri, yang menurut anggapannya sudah temasuk kategori mustahiq, padahal jika dibandingkan dengan orang yang berada dilingkungan sekitarnya, masih banyak orang-orang yang lebih berhak untuk menerimanya sebab lebih fakir, lebih miskin, dan lebih menderita dibanding dengan kerabatnya tersebut.Jikalau berbicara tentang motivasi masyarakat di Provinsi Gorontalo maka secara tidak langsung kita akan berbicara tentang lapisan masyarakat serta bagaimana pengetahuan mereka tentang zakat itu sendiri.
Potensi BMT (Baitul Mal Wattamwil) Pesantren Guna Menggerakkan Ekonomi Syari'ah di Masyarakat Rulyjanto Podungge
Al-Mizan Vol. 10 No. 1 (2014): Al-Mizan
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Negeri Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.554 KB)

Abstract

Ekonomi Syari’ah mengalami akselerasi perkembangan bukan semata karena aspek emosional keagamaan tetapi juga aspek rasionalitas ekonomi yaitu terterima oleh masyarakat dan pasar. Pesantren dengan kekayaan kultur dan potensi ekonominya, sangat strategis sebagai penggerak ekonomi syari’ah. Pesantren layak menjadi lokomotif pengembangan ekonomi syari’ah di negeri ini. Pesantren telah menciptakan kemajemukan dan kedinamisan sebagai sebuah lembaga multi fungsi yang melibatkan kiai, santri, ustadz, masyarakat, dan pemerintah. Dari identitas dan dinamisasi itulah, maka pesantren dapat berperan aktif dalam kehidupan sosial, ekonomi bahkan politik. Fondasi motor penggerak adalah koperasi BMT. Fleksibilitas BMT sebagai lembaga bisnis jasa keuangan syari’ah dan organ inti sel bisnis sektor riil, sinergis dan simultan bersama pesantren dengan pelanggan fanatiknya.
Penegakan Hukum dan Pembangunan Hukum di Indonesia Dedi Sumanto
Al-Mizan Vol. 10 No. 1 (2014): Al-Mizan
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Negeri Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.628 KB)

Abstract

Hukum secara komprehensif sebagai suatu sistem yang terintegrasi menjadi sangat penting untuk dilakukan. Strategi pembangunan hukum ataupun pembangunan nasional untuk mewujudkan gagasan Negara Hukum (Rechtsstaat atau The Rule of Law) juga tidak boleh terjebak hanya berorientasi membuat hukum saja, ataupun hanya dengan melihat salah satu elemen atau aspek saja dari keseluruhan sistem hukum. konsepsi Negara Hukum Indonesia yang diamanatkan dalam UUD 1945, terutama sekarang telah ditegaskan dalam rumusan ketentuan Pasal 1 ayat (3) UUD 1945. Semua lembaga atau institusi hukum yang ada hendaklah dilihat sebagai bagian dari keseluruhan sistem hukum yang perlu dikembangkan dalam kerangka Negara Hukum itu, bangsa Indonesia perlu menyusun suatu blue-print, suatu desain makro tentang Negara Hukum dan Sistem Hukum Indonesia yang hendak kita bangun dan tegakkan di masa depan.
Penanganan Perkara yang Berkaitan dengan Azas Ne Bis In Idem Asriadi Zainuddin
Al-Mizan Vol. 10 No. 1 (2014): Al-Mizan
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Negeri Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.224 KB)

Abstract

Penanganan perkara yang berkaitan dengan azas Ne Bis In Idem, merupakan suatu kajian terhadap penerapan asas ne bis in idem agar tidak terjadi pengulangan perkara yang sama di tingkat pengadilan. Nebis In Idem adalah prinsip hukum yang berlaku dalam hukum perdata maupun pidana. Dalam hukum perdata, prinsip ini mengandung pengertian bahwa sebuah perkara dengan obyek sama, para pihak sama dan materi pokok perkara yang sama, yang diputus oleh pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap yang mengabulkan atau menolak, tidak dapat diperiksa kembali untuk kedua kalinya. Kriteria perkara yang dapat dianggap Nebis In Idem adalah: apa yang di gugat sudah pernah diperkarakan, telah ada putusan yang telah berkekuatan hukum tetap dan bersifat positif seperi menolak gugatan, objek yang sama, subjek yang sama, materi pokok yang sama. Putusan yang dapat dikategorikan sebagai Ne Bis In Idem adalah putusan bebas ( Vrijspraak), putusan pelepasan dari segalah tuntutan hukum (Onstlag van alle rechtsvolging) dan putusan pemidanaan (Veroordeling).
Pengaruh Tingkat Pemahaman Agama Terhadap Perilaku Bisnis Pedagang Pasar Minggu Telaga Kabupaten Gorontalo Roni Mohamad; Mustofa Mustofa
Al-Mizan Vol. 10 No. 1 (2014): Al-Mizan
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Negeri Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/am.v10i1.1361

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh tingkat pemahaman agama terhadap prilaku dagang/bisnis pedangang. Penelitian in berlangsung selamatiga bulan (Agustus-November 2013), lokasi penelitian ini adalah Pasar Minggu Telaga Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan analisa data dilakukan dengan pendekatan statistik regresi berganda dengan bantuan program SPSS 17.0, sedangkan data yang digunakan adalah data primer dan sekunder yanga diperoleh melalui observasi, dokumentasi dan kuesioner (angket). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemahaman agama yang terdiri dari Iman, Islam dan Ihsan pedagang pasar minggu Telaga tergolong tinggi. Berdasarkan hasil analisis uji parsial tentang tingkat pemahaman agama tentang Iman dan Ihsan berpengaruh signifikan terhadap prilaku dagang/bisnis pedagang Pasar Minggu Telaga Kabupaten Gorontalo dan tingkat pemahaman agama tentang Islam tidak berpengaruh signifikan terhadap prilaku bisnis pedagang Pasar Minggu Telaga. Sedangkan tingkat pemahaman agama secara bersama-sama yang terdiri dari iman, Islam dan ihsan berpengaruh signifikan terhadap prilaku dagang/bisnis pedagang Pasar Minggu Telaga Kabupten Gorontalo.

Page 1 of 1 | Total Record : 7