cover
Contact Name
Dr. Achmad Amzeri, SP. MP.
Contact Email
-
Phone
+6285231168649
Journal Mail Official
agrovigor@trunojoyo.ac.id
Editorial Address
Department of Agroecotechnology, Faculty of Agriculture University of Trunojoyo Madura Jl. Raya Telang PO BOX 2, Kamal - Bangkalan 69162
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
Agrovigor: Jurnal Agroekoteknologi
ISSN : 1979577     EISSN : 24770353     DOI : https://doi.org/10.21107/agrovigor
Core Subject : Agriculture,
Agrovigor: Jurnal Agroekoteknologi is a scientific paper in the field of science Agroecotechnology which include: plant science, soil science, plant breeding, pest and plant diseases.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2013): September" : 8 Documents clear
STUDI KESESUAIAN LAHAN UNTUK PENGEMBANGAN TANAMAN TEMBAKAU DI KECAMATAN SAMBENG KABUPATEN LAMONGAN Sucipto -
Agrovigor Vol 6, No 2 (2013): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.114 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v6i2.1489

Abstract

Lahan adalah suatu lingkungan fisik yang meliputi tanah, iklim, relief, hidrologi dan vegetasi, dimana fakto-faktor tersebut mempengaruhi potensi penggunaannya. Sebagai bagian dalam upaya pembangunan pertanian, kegiatan inventarisasi jenis dan kesesuain lahan perlu dilakukan. Hal ini akan terkait dengan upaya pengembangan pertanian ke depan untuk melihat prospek pengembangan komoditas tembakau agar dapat memberikan manfaat ekonomi bagi petani dan menjamin kelestarian lahan yang berkelanjutan di wilayah Kecamatan Ngimbang. Studi kesesuaian lahan untuk pengembangan tanaman tembakau laksanakan di Kecamatan Ngimbang Kabupaten Lamongan. Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan survei dan analisa laboratorium. Kegiatan studi kesesuaian lahan dilaksanakan dengan 3 (tiga) tahapan yaitu : 1). Identifikasi jenis tanah, 2). Penyusunan kualitas lahan, 3). Evaluasi kesesuaian lahan. pengolahan dan analisis data menggunakan metode matching menggunakan software ArcGIS 9.3. Kesesuaian lahan untuk pengembangan tanaman tembakau secara umum adalah S3 (sesuai marjinal), dengan faktor pembatas ketersediaan air dan retensi hara. Kesesuaian  lahan aktual pada tanah vertisol dengan faktor pembatas curah hujan, C Organik, pH, sedangkan tanah alfisol adalah S3 dengan faktor pembatas curah hujan dan pH.  Kesesuaian lahan potensial pada tanah vertisol dan alfisol memiliki kelas kesesuaian yang sana (S3) dengan faktor pembatas curah hujan.Kata kunci : kesesuaian lahan, tembakau
PENGARUH KOMBINASI MACAM ZPT DENGAN LAMA PERENDAMAN YANG BERBEDA TERHADAP KEBERHASILAN PEMBIBITAN SIRIH MERAH (Piper crocatum Ruiz & Pav) SECARA STEK Eko Anang Budianto; Kaswan Badami; Ahmad Arsyadmunir
Agrovigor Vol 6, No 2 (2013): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.233 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v6i2.1485

Abstract

Medicinal plants is one of Indonesia's agricultural potential to be developed and one of the medicinal plants that have bright prospects for the development of red betel, because in addition to be consumed as a medicinal plant, also as an ornamental plant. Effect of combination treatment with a long range of ZPT different immersion able to stimulate root growth in cuttings of red betel. This study aims to determine the effect of PGR combination with a long range of different immersion to the successful breeding of red betel cuttings. The study was conducted at the experimental farm of Agricultural Faculty of the University Trunojoyo Madura, in January to April 2012. The research method used was Randomized Design Group (RAK) single factor with seven treatments and repeated four times. Range of ZPT is used there are two, namely IBA and NAA, while the use of immersion time is one hour, two hours and three hours. The results showed that the IBA with a three-hour long immersion gives a significant influence on the variable root length, root number and root dry weight, whereas NAA with the old one-hour immersion is a very real influence on the observations of variable length and dry weight of leaf buds.Keyword : red betel, ZPT, IBA, NAA
PREFERENSI DAN EFIKASI RODENTISIDA BRODIFAKUM TERHADAP TIGA JENIS TIKUS HAMA Swastiko Priyambodo; Rizky Nazarreta
Agrovigor Vol 6, No 2 (2013): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.761 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v6i2.1490

Abstract

Rat which is associated with wildlife and human life becomes important pest in agriculture, plantations, and settlements.  Currently, three species of rat pest that presence in human live is very annoying and causing damage, i.e. ricefield rat (Rattus argentiventer), house rat (R. rattus diardii), and tree rat (R. tiomanicus).  Efforts to control the three rat species are often done using chemical control (rodenticides).  The aims of this study are comparing the consumption of ricefield rats, house rats, and tree rats to rodenticide with brodifacoum active ingredient.  Besides, the aim is to understand the effectiveness of these rodenticides to control the three rats’ species.  The method used is multiple-choice test and bi-choice test for five days continuously using brodifakum and bait base (grain, rice, corn).  After five days treatment, test rats will be re-tested for three days with grain fed, then will be used for further treatment, if in good health.  Results obtained from the multiple choice test showed relatively similar results, namely that the rats chose to consume more feed than rodenticides.  The method of bi-choice test, rats preferred rice when giving feed, rather than corn and paddy. Rodenticides brodifacoum for ricefield rats is less favored on any provision of feed.  Brodifacoum is more effective in controlling house and tree rats, because the two species are less recognized and did not experience to the suspicion of rodenticide. Key words: rodenticides brodifacoum, ricefield rat, house rat, and tree rat
PERTUMBUHAN STEK CABE JAMU (Piper retrofractum. Vahl) PADA BERBAGAI CAMPURAN MEDIA TANAM DAN KONSENTRASI ZAT PENGATUR TUMBUH ROOTONE-F Muhammad Irwan Budianto; Ahmad Arsyadmunir; Suhartono -
Agrovigor Vol 6, No 2 (2013): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.148 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v6i2.1486

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai campuran media tanam dan konsentrasi pemberian zat pengatur tumbuh Rootone F terhadap pertumbuhan stek tanaman cabe jamu (Piper retrofractum Vahl). Penelitian dilakukan di rumah plastik kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura di Desa Telang Kecamatan Kamal Kabupaten Bangkalan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari -  Mei 2012. Penelitian menggunakan Metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial. Faktor pertama adalah berbagai campuran media tanam yaitu tanah : pasir (1 : 1) (Z1), tanah : pasir : kompos (1 : 1 : 1) (Z2), dan tanah : pasir : 2 kompos (1 : 1 : 2) (Z3), sedagkan faktor yang kedua adalah konsentrasi zat pengatur tumbuh Rootone-F, terdiri dari 4 taraf yaitu kontrol (S0), 100 ppm (S1), 200 ppm (S2), dan 300 ppm (S3). Bahan yang digunakan adalah stek cabe jamu dari Sulur Panjat, air, media tanah, pasir, kompos, Alkohol 95 % dan zat pengatur tumbuh Rootone F. Hasil pengamatan dianalisis menggunakan sidik ragam dan dilanjutkan Uji Jarak Duncan (UJD) taraf 5%. Perlakuan media Z2 dan Z3 sama-sama memberikan pengaruh terbaik pada variable jumlah ruas, jumlah daun, luas daun, dan biomasa tanaman. Perlakuan pemberian  zat pengatur tumbuh Rootone-F S2 memberikan pengaruh terbaik pada pertambahan jumlah ruas. Sedangkan Kombinasi perlakuan terbaik adalah S3Z2 menunjukkan pengaruh yang paling baik pada pertambahan  panjang akar.Kata kunci: stek cabe jamu, media tanam, Rootone F
EFEKTIFITAS TEPUNG DAUN SIRSAK (Annona muricata) UNTUK MENGENDALIKAN KUMBANG BUBUK KEDELAI (Callosobruchus analis F.) PADA BIJI KEDELAI (Glycine max L.) Yos Wahyu Harinta
Agrovigor Vol 6, No 2 (2013): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.154 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v6i2.1487

Abstract

Penelitian bertujuan untuk : mengetahui pengaruh tepung daun sirsak terhadap pengendalian hama Callosobruchus analis pada biji kedelai. Penelitian ini dilaksanakan secara eksperimen, yang terdiri dari dua tahap, 1).Efektifitas tepung daun sirsak terhadap mortalitas kumbang C. analis dan peletakan telur dan 2). Pengaruh tepung daun sirsak terhadap perkembangan populasi kumbang C. analis. Penelitian menggunakan Rancangan Lengkap ( RAL/CRD ).  Sebagai perlakuan adalah : ( A ) Tepung daun sirsak , dosis 1 g / 100 g; ( B ) Tepung daun sirsak, dosis 0,50 g / 100 g. ; C ) Tepung daun sirsak , dosis 0,25 g / 100 g.  D ) Kontrol / Tanpa Perlakuan.  Tiap Perlakuan diulang lima kali. Cara kerja penelitian, adalah : perbanyakan Kumbang Bubuk Kedelai ( C. analis), pembuatan  tepung daun sirsak ( Annona muricata) dan pengaruh perlakuan tepung daun sirsak terhadap mortalitas kumbang C. analis dan perkembangan kumbang C.analis, persentase kerusakan biji dan penyusutan bobot biji.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa : tepung daun sirsak berpengaruh terhadap mortalitas dan perkembangan C. analis pada biji kedelai ; tepung daun sirsak dapat mengurangi terhadap kerusakan dan penyusutan bobot biji kedelai terhadap serangan C. analis; belum didapat dosis tepung daun sirsak yang efektif untuk mengendalikan kumbang C.analis. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa : tepung daun sirsak mulai dosis 0,5 g / 100 g biji dapat berpengaruh terhadap peningkatan mortalitas dan penurunan perkembangan kumbang bubuk kedelai (Callosobruchus analis F.) pada biji kedelai serta dapat mengurangi kerusakan dan penyusutan bobot biji kedelai akibat serangan kumbang bubuk kedelai (Callosobruchus analis F.) di penyimpanan.Kata kunci : tepung daun sirsak (Annona muricata); kumbang bubuk kedelai (Callosobruchus analis F.)
PENENTUAN TINGGI IRIGASI GENANGAN YANG TIDAK MENURUNKAN PRODUKSI PADI SAWAH Eko Sulistyono; Titi Hayati
Agrovigor Vol 6, No 2 (2013): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.309 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v6i2.1483

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di lahan petani di Jabong (Kabupaten Subang), dari bulan November 2012 sampai Februari 2013. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tinggi irigasi genangan yang tidak menurunkan produksi padi sawah. Penelitian disusun dengan rancangan acak kelompok faktor tunggal dengan tiga ulangan. Perlakuannya adalah tinggi irigasi genangan, yaitu (a) penggenangan pada ketinggian air 0 cm; (b) penggenangan pada ketinggian air 2.5 cm di atas permukaan tanah; (c) penggenangan pada ketinggian air -2.5 cm atau 2.5 cm di bawah permukaan tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggenangan dengan ketinggian air  -2.5 cm tidak menurunkan tinggi tanaman, jumlah anakan, hasil gabah, maupun seluruh komponen hasil. Penggenangan air -2.5 cm atau 2.5 cm di bawah permukaan tanah dapat diterapkan dalam budi daya padi sawah.Kata kunci: irigasi genangan, padi sawah, produksi.
PENERAPAN PANJANG TALANG DAN JARAK TANAM DENGAN SISTEM HIDROPONIK NFT (Nutrient Film Technique) PADA TANAMAN KAILAN (Brassica oleraceae var. alboglabra) Daviv Zali Vidianto; Siti Fatimah; Catur Wasonowati
Agrovigor Vol 6, No 2 (2013): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.881 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v6i2.1488

Abstract

Kailan vegetables is one kind of high economic value that can be grown in hydroponic NFT (Nutrient Film Technique). The purpose of this study to determine the effect of chamfer length and spacing of the system hydroponic NFT (Nutrient Film Technique) on the growth and yield kailan (Brassica oleraceae var. Alboglabra). The research has been done in the greenhouse of the Faculty of Agriculture, University Department Agroekoteknologi Trunojoyo Madura District Kamal village Telang Bangkalan. Tat is was conducted in February-May 2012. Research using methods completely randomized design (CRD) with non factorial treatment chamfer length 2 m with spacing of 15 cm (P1J1), chamfer length 2 m with spacing of 20 cm (P1J2), chamfer length of 4 m with spacing of 15 cm (P2J1 ) and chamfer length of 4 m with spacing of 20 cm (P2J2). The materials used are kailan seeds, fertilizers and hydroponics Goodplant acetic acid (CH3COOH). Observations were analyzed using analysis of variance and Duncan continued Test Distance (UJD) level of 5%. P1J1 (chamfer length of 2 meters and 15 cm plant spacing) gives the best effect on the variable root length, number of leaves and plant canopy wet weight. The treatment does’n effect to variable leaf area, root wet weight, dry weight, and root dry weight of the plant canopyKeyword : Brassica oleraceae var. Alboglabra, hydroponik NFT, chamfer length and spacing
KARAKTERISASI MORFOLOGI DAN FISIOLOGI UNTUK MENDAPATKAN MARKA MORFOLOGI DAN FISIOLOGI PADI SAWAH TAHAN KEKERINGAN (-30 kPa) DAN PRODUKTIVITAS TINGGI (> 8 t/ha) Eko Sulistyono; Suwarno -; Iskandar Lubis
Agrovigor Vol 6, No 2 (2013): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.302 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v6i2.1484

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan galur-galur padi tahan kekeringan dan produktivitas 8 ton/ha,  mendapatkan titik kritis kelembaban tanah untuk seleksi padi tahan kekeringan  dan mendapatkan marka morfologi dan fisiologi  untuk padi tahan kekeringan.  Penelitian tahun pertama terdiri dari 2 percobaan yaitu percobaan pertama disusun dalam Rancangan Acak Kelompok terdiri dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah frekuensi irigasi yaitu irigasi setiap 4, 8, 12 dan 16 hari sekali.  Faktor kedua adalah 5 galur padi sawah.  Percobaan kedua disusun dalam rancangan Petak Terpisah. Faktor pertama sebagai petak utama adalah cekaman kekeringan terdiri control (irigasi setiap 2 hari sampai tinggi genangan 2.5 cm) dan cekaman kekeringan (diirigasi jika potensial air tanah mencapai  antara - 30 kPa sampai – 35.9 kPa). Faktor kedua sebagai anak petak adalah 100 galur padi sawah yang akan diseleksi ketahanannya terhadap cekaman kekeringan. Penelitian tahun kedua sebagai petak utama adalah cekaman kekeringan terdiri kontrol (irigasi seperti biasanya petani lakukan) dan cekaman kekeringan ( diirigasi jika potensial air tanah mencapai – 30 kPa) sedangkan sebagai anak petak adalah 8 galur padi hasil selekdi tahun pertama dan 4 varietas pembanding. Hasil penelitian adalah  titik kritis potensial air tanah sebesar -35.9 kPa,  Galur yang toleran kekeringan dan produksi ≥ 8 ton/ha sebanyak 8 galur yaitu galur B12493C –MR-11-4-4, B11598C-TB-2-1-7-MR-4, TB155J-TB-MR-3, TB155J-TB-MR-3-2, B12476G-MR-20, B 12498C–MR-1-1-6, B12825E-TB-1-24, dan B11598C-TB-4-1-1.  Jumlah anakan dan kandungan prolin  merupakan marka morfologi dan fisiologi padi sawah tahan kekeringan. Galur toleran kekeringan dengan produktifitas 8 ton/ha pada kondisi lahan petani adalah   B11598C-TB-2-1-7-MR-4, TB155J-TB-MR-3, dan TB155J-TB-MR-3-2.Kata Kunci: padi sawah, tahan kekeringan, marka morfologi, marka fisiologi, prolin

Page 1 of 1 | Total Record : 8