cover
Contact Name
Akhmad Farid
Contact Email
jurnalkelautan@trunojoyo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkelautan@trunojoyo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kelautan : Indonesian Journal of Marine Science and Technology
ISSN : 19079931     EISSN : 24769991     DOI : -
Core Subject :
This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: Marine and fisheries ecology and biology, Marine fisheries, Marine technology, biotechnology, Mariculture, Marine processes and dynamics, Marine conservation, Marine pollution, Marine and coastal resource management, Marine and fisheries processing technology, Salt technology, Marine geology, physical and chemical oceanography.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2: Oktober (2012)" : 9 Documents clear
HUBUNGAN ANTARA KELIMPAHAN FITOPLANKTON DENGAN ZOOPLANKTON DI PERAIRAN SEKITAR JEMBATAN SURAMADU KECAMATAN LABANG KABUPATEN BANGKALAN Novi Indriyawati; Indah Wahyuni Abida; Haryo Triajie
Jurnal Kelautan Vol 5, No 2: Oktober (2012)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v5i2.868

Abstract

Fitoplankton (plankton tumbuhan) merupakan produsen dalam rantai makanan sehingga sangat penting untuk mendukung kehidupan biota laut, sedangkan zooplankton (plankton hewan) merupakan konsumen pertama sehingga sangat penting sebagai penghubung antara produsen dengan hewan – hewan pada tingkat tropik yang lebih tinggi. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kelimpahan fitoplankton dengan zooplankton di perairan sekitar Jembatan Suramadu. Metode yang digunakan adalah analisis regresi linear sederhana untuk mengetahui hubungan antara kelimpahan fitoplankton dengan zooplankton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kelimpahan fitoplankton tinggi pada saat nilai kelimpahan zooplankton rendah dan nilai kelimpahan zooplankton tinggi pada saat nilai kelimpahan fitoplankton rendah. Hasil analisis regresi linear sederhana bahwa diketahui nilai R2 = 0.307 yang artinya bahwa kelimpahan zooplankton dipengaruhi 30.7 % oleh kelimpahan makanan yang dalam hal ini adalah fitoplankton, sedangkan 69.3 % dipengaruhi oleh faktor lain yaitu dapat berupa parameter perairan dan faktor ekologis seperti terjadi pemangsaan oleh predator. Kata kunci : Fitoplankton, zooplankton, Jembatan Suramadu
STRATEGI ADAPTASI MASYARAKAT PESISIR BANGKALAN TERHADAP DAMPAK BANJIR ROB AKIBAT PERUBAHAN IKLIM Achmad Fachruddin Syah
Jurnal Kelautan Vol 5, No 2: Oktober (2012)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v5i2.873

Abstract

Perubahan iklim berpotensi memberikan dampak pada berbagai aspek kehidupan. Fenomena ini ditunjukkan dengan adanya pencairan es di kutub dan kenaikan permukaan air laut. Salah satu dampak yang ditimbulkan oleh kenaikan permukaan air laut adalah banjir di wilayah pesisir atau yang dikenal dalam istilah Indonesia sebagai rob. Dibutuhkan suatu upaya adaptasi sebagai bentuk tindakan responsif yang dilakukan untuk meminimalisir dan mengantisipasi dampak yang diterima. Tulisan ini mengkaji tentang banjir rob akibat perubahan iklim dan upaya adaptasi fisik masyarakat Bangkalan melalui pendekatan lingkungan. Kabupaten Bangkalan merupakan salah satu kabupaten yang sebagian besar wilayahnya terletak di wilayah pesisir dan juga mengalami rob. Oleh karena itu masyarakat pesisir Bangkalan melakukan berbagai macam upaya adaptasi misalnya dengan dibangunnya revetment berupa tembok dan ada pula dari konstruksi batu bertumpuk, pembuatan tanggul, pembangunan jembatan yang melengkung dan ada juga dengan meninggikan lantai rumah guna menghindari masuknya air laut ke dalam rumah. Kata kunci: adaptasi, banjir rob, masyarakat pesisir
ANALISIS KANDUNGAN GIZI DAN LOGAM BERAT IKAN BELANAK (Mugil sp.)DI SEKITARDI PERAIRAN SOCAH H Hafiludin; Muhammad Zainuri; S R Wahyudi
Jurnal Kelautan Vol 5, No 2: Oktober (2012)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v5i2.869

Abstract

Meningkatnya aktivitas manusia di sekitar perairan Kecamatan Socah seperti limbah industri dan rumah tangga dari Bangkalan, tumpahan bahan bakar kapal yang langsung terbuang ke laut, tumpukan sampah yang sengaja dibuang ke laut dan aktivitas lewatnya kapal laut memungkinkan berpengaruh terhadap biota perairan.Ikan belanak sudah banyak dan ditangkap di perairan Socah.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan gizi dan kadungan logam berat ikan belanak (Mugil sp.) yang berada di sekitar perairan Socah.Penelitian dimulai dengan pengambilan dan preparasi sampel, pengujian kandungan proksimat dan logam berat dengan perlakuan ukuran ikan (12 cm dan 25 cm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen ikan belanak ukuran 12 cm sebesar 37,79% dan 38,87% untuk ikan belanak ukuran 25%. Kandungan kadar air berkisar 75,96-76,70%, kandungan protein berkisar 17,64-19,57%, kandungan lemak berkisar 2,83-3,33%, asam lemak bebas berkisar 1,43-1,47%, kandungan abu berkisar 1,14-2,94% dan kandungan karbohidrat berkisar 0,29-0,49%. Tidak terindikasi adanya logam berat Pb dan Hg pada perairan Socah dan pada daging ikan belanak.Kata kunci : belanak(Mugil sp), gizi, logam berat, perairan Socah
PENGARUH PENGGUNAAN TEPUNG SILASE DAUN MENGKUDU (Morinda citrifolia) DALAM FORMULA PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN SIDAT (Anguilla bicolor) STADIA ELVER Dewi Cholifah; Mivida Febriani; Arning W Ekawati; Yenny Risjani
Jurnal Kelautan Vol 5, No 2: Oktober (2012)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v5i2.864

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh dan dosis terbaik penggunaan tepung silase daun Mengkudu (M. citrifolia) dalam formula pakan terhadap pertumbuhan ikan Sidat (A. bicolor) stadia elver. Penelitian dibagi menjadi dua tahap, tahap pertama formulasi pakan percobaan, dan tahap kedua uji in vivo/uji formula pakan percobaan skala laboratorium pada ikan Sidat. Pelaksanaan penelitian tahap 1 adalah membuat formula pakan iso protein (40% ) dan iso energi (3.600 kkal/kg pakan) dengan memanfaatkan tepung silase daun Mengkudu sesuai perlakuan, menggunakan metode lembar kerja. Penelitian tahap 2 berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga ulangan. Empat perlakuan substitusi protein tepung silase daun Mengkudu terhadap protein tepung ikan yang berbeda, meliputi perlakuan A 0%(0:100); B 10%(10:90); C 20%(20:80) dan D 30%(30:70). Parameter utama adalah kelulushidupan (survival rate), laju pertumbuhan spesifik (specific growth rate), rasio konversi pakan (feed convertion ratio) dan rasio efisiensi protein (protein efficiency ratio). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tepung silase daun Mengkudu dalam formula pakan berpengaruh nyata terhadap parameter laju pertumbuhan spesifik, rasio konversi pakan dan rasio efisiensi protein. Dosis terbaik tepung silase daun Mengkudu  mensubstitusi protein tepung ikan dalam formula pakan sebesar 14,71 – 15% yang menghasilkan nilai laju pertumbuhan spesifik 0,72 %BB/hari, rasio konversi pakan 3,38, dan rasio efisiensi protein 0,718.Kata kunci: formula pakan, silase daun Morinda citrifolia, Anguilla bicolor
PENGELOLAAN EKOSISTEM TERUMBU KARANG AKIBAT PEMUTIHAN (BLEACHING) DAN RUSAK Dafiuddin Salim
Jurnal Kelautan Vol 5, No 2: Oktober (2012)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v5i2.870

Abstract

Terumbu karang dan segala kehidupan yang terdapat di dalamnya merupakan salah satu kekayaan alam yang bernilai tinggi. Namun di sisi lain terumbu karang juga merupakan salah satu ekosistem yang sangat terancam karena merupakan sumber keuntungan ekonomi yang besar dari perikanan dan pariwisata. Hingga kini, tekanan yang disebabkan oleh kegiatan manusia seperti pencemaran dari daratan dan praktek perikanan yang merusak telah dianggap sebagai ancaman utama untuk terumbu karang. Sementara ancaman lain yang lebih potensial adalah kenaikan suhu permukaan air laut yang dapat menyebabkan pemutihan karang (coral bleaching). Pemutihan dan kematian karang secara besarbesaran yang pernah terjadi pada tahun 1998. Tulisan ini akan menampilkan beberapa bentuk pengelolaan dengan pemanfaatan sumberdaya yang sustainable untuk menyelamatkan ekositem terumbu karang dari pemutihan dan kerusakan oleh dampak manusia yakni dengan menetapkan daerah terumbu karang sebagai Kawasan Konservasi Laut (KKL); perikanan yang sustainable dan ramah lingkungan; pariwisata yang sesuai dengan daya dukung. Kata kunci:terumbu karang, pemutihan, pengelolaan
EFEKTIVITAS DAN EFEK TOKSIK EKSTRAK STEROID TERIPANG DAN 17α METILTESTOSTERON PADA MANIPULASI KELAMIN UDANG GALAH Apri Arisandi
Jurnal Kelautan Vol 5, No 2: Oktober (2012)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v5i2.865

Abstract

Testosteron selain dapat dimanfaatkan sebagai obat, juga dimanfaatkan untuk sex reversal pada udang galah (Macrobrachium rosenbergii de Man).  Hormon yang umum dipakai untuk sex reversal jantan adalah 17α metiltestosteron, merupakan hormon sintetis.  Bioassay pada ayam, diketahui bahwa hormon sintetis memberikan efek samping toksik pada hati, limpa dan bursa fabricius.  Agar tidak memberikan efek toksik, salah satu cara dengan menggunakan sumber hormon testosteron alami dari teripang.  Pemberian hormon menggunakan metode dipping, lima perlakuan dan tiga ulangan.  Dosis ekstrak steroid teripang 1, 2 dan 3mg/l, serta 17α metiltestosteron 2mg/l dapat menghasilkan populasi jantan lebih tinggi dari kontrol negatif (tanpa hormon), yaitu 44,15%, 49,65%, 49,72% dan 50,45%.   Kata kunci: ekstrak steroid teripang, 17α metiltestosteron, udang galah
PERBEDAAAN PADAT TEBAR TERHADAP TINGKAT PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP POST PEURULUS LOBSTER PASIR (Panulirus homarus) PADA BAK TERKONTROL Nunik Cokrowati; Pujiati Utami; S Sarifin
Jurnal Kelautan Vol 5, No 2: Oktober (2012)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v5i2.871

Abstract

Prospek budidaya Panulirus homarus menjanjikan dari segi ekonomi dan keadaan alam di wilayah NTB serta merupakan spesies komoditi ekspor utama di Indonesia.Potensi akuakultur lobster pasir tentunya membutuhkan teknik budidaya yang sesuai agar mendapatkan hasil yang optimal.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan padat tebar terhadap pertumbuhan dan nilai Survival rate (SR) serta untuk mengetahui padat tebar yang dapat menghasilkan pertumbuhan dan nilai SR optimum post puerulus Panulirus homarus.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor tunggal yaitu padat tebar dengan densitas 20 ekor/m2, 40 ekor/m2, 60 ekor/m2, dan 80 ekor/m2. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan spesifik dan kelangsungan hidup (SR) post puerulus Panulirus homarus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian perlakuan perbedaan padat tebar berpengaruh (P0,05) terhadap pertumbuhan spesifik dan kelangsungan hidup (SR) post puerulus Panulirus homarus. Nilai SGR dan SR tertinggi terdapat pada kepadatan 20 ekor/m2 sebesar 2,15425% dengan nilai SR 75%, dengan kualitas air sebagai faktor pembatas dengan nilai rata-rata pH 7,2, suhu 26,930 C, salinitas 34,4 ppt dan DO 5,86 mg/l nilai tersebut dalam batas toleransi  sebagai kehidupan biota air khususnya  lobster pasir. Kata kunci : Panulirus homarus, padat tebar, survival rate
KAJIAN KONDISI EKOSISTEM MANGROVE DI SUB DISTRIK BAZARTETE DISTRIK LIQUISA TIMOR-LESTE Antonio de Jesus
Jurnal Kelautan Vol 5, No 2: Oktober (2012)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v5i2.867

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi ekosistem mangrove dan bagaimana pengaruh parameter lingkungan fisika-kimia terhadap struktur komunitas vegetasi mangrove di kawasan pesisir Tibar Ulmera dan Kaitehu daerah Bazartete District Liquisa. Timor-Leste.  Parameter  yang diamati  meliputi kondisi vegetasi mangrove, substrat tanah, unsur hara dan kelimpahan plankton di daerah itu. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa jenis Sonneratia alba paling banyak mendominasi di daerah Bazartete, dibandingkan jenis Rhizophora dan Brugueira cylindrica, yaitu 967phn/ha, 967phn/ha dan 1333phn/ha.  Hasil analisis laboratorium terhadap kondisi kualitas fisika-kimia lingkungan menunjukkan terdapat perbedaan yang nyata (p0) pada substrat dan hara tanah berturut-turut:Substrat tanah; kandungan rata-rata C organik adalah: 0,67%, 2,47% dan 0,21%, K: 1,17 Me/100g, 1,20Me/100g, dan 1,14Me/100g; Ca=32,39Me/100g, 25,83Me/100g  dan  27,09Me/100g; Mg=11,46Me/100g, 9,81Me/100g dan 9,78Me/100g; Na= 8,47Me/100g,8,26Me/100g dan 9,78Me/100g. Konsentrasi kation masing-masing stasiun adalah  K= 0,023mg/l, 0,023mg/l dan 0,046mg/l. Konsentrasi Ca= 0,05mg/l, 0,04mg/l dan 0,04mg/l.  Konsentrasi Mg adalah : 0,02 mg/l, 0,03 mg/l, 0,026 mg/l, dan konsentrasi Na= 0,03 mg/l, 0,03 mg/l dan 0,02 mg/l Kata kunci : Ekosistem, mangrove
FORMULASI MODEL MATEMATIK 1 DIMENSI UNTUK SEBARAN POLUTAN DI ESTUARIA Maulinna Kusumo Wardhani
Jurnal Kelautan Vol 5, No 2: Oktober (2012)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v5i2.872

Abstract

Estuaria secara umum dimanfaatkan manusia sebagai tempat pemukiman, penangkapan dan budidaya sumberdaya ikan, jalur transportasi, pelabuhan dan kawasan industri yang secara langsung maupun tidak langsung menyebabkan perubahan lingkungan di wilayah tersebut. Salah satu yang dihasilkan dari aktifitas tersebut adalah limbah buangan baik dari pemukiman maupun aktifitas industri yang mencemari perairan. Besarnya konsentrasi pencemar yang terdapat dalam perairan pantai ditentukan salah satunya berdasarkan pergerakan air.  penggambaran gerak arus di laut adalah dengan pemodelan terhadap pergerakan arus yang membawa pencemar dengan menghubungkan variabel-variabel seperti lebar, panjang, kedalaman dan lebar mulut estuaria serta kondisi pasang surut, tinggi elevasi muka air laut, kedalaman laut, dan kecepatan arus,  sehingga diharapkan akan diperoleh gambaran gerak arus yang mewakili kondisi sebenarnya. Sebaran polutan pada estuaria baji garam (tipe A) dapt diformulasikan menggunakan model matematika satu dimensi (1 D) dengan menyusun model hidrodinamika dengan menyederhanakan model untuk berbagai pola percampuran dan sirkulasi karakteristik aliran menjadi model matematika 1 dimensi sehingga dapat dibuat solusi numeriknya. Kata kunci: Estuaria, sebaran polutan, model matematika

Page 1 of 1 | Total Record : 9