cover
Contact Name
Yuliana Rakhmawati
Contact Email
jurnalkomunikasiutm@gmail.com
Phone
+628562991762
Journal Mail Official
jurnalkomunikasiutm@gmail.com
Editorial Address
Ilmu Komunikasi, Universitas Trunojoyo Madura
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Komunikasi
ISSN : 19784597     EISSN : 25494902     DOI : https://doi.org/10.21107/komunikasi
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 1 (2019): Maret" : 8 Documents clear
TATA KELOLA HUMAS PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN SAMPANG MADURA Bani Eka Dartiningsih
Jurnal Komunikasi Vol 13, No 1 (2019): Maret
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi UTM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.825 KB) | DOI: 10.21107/ilkom.v13i1.5213

Abstract

ABSTRAKHumas adalah suatu bentuk komunikasi yang berlaku bagi semua jenis organisasi, baik komersial maupun non komerisal. Humas merupakan profesi yang menghubungkan antara lembaga atau organisasi dan publik yang ikut menentukan kelangsungan hidup lembaga. Oleh karena itu, humas berfungsi menumbuhkan hubungan baik antara segenap komponen, memberikanpengertian, menumbuhkan motivasi, dan partisipasi. Humas pada dasarnya menciptakan kerja sama berdasarkan hubungan baik dengan publik. Dalam konteks lembaga-lembaga publik seperti pemerintah, peran melayani dan mengembangkan dukungan publik untuk mencapai tujuan organisasilah yang sangat pentingdimainkan oleh praktisi  kehumasan. Pada konteks ini praktisi humas harus bisa membentuk nilai-nilai, pemahaman, sikapsikap,sampai perilaku dari publik agar sejalan dengan kebutuhan organisasi
NEGOSIASI IDENTITAS MASYARAKAT ADAT AMMATOA TERHADAP SISTEM PENDIDIKAN MODERN Ayu Adriyani; Partini Partini; Muhammad Sulhan
Jurnal Komunikasi Vol 13, No 1 (2019): Maret
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi UTM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.204 KB) | DOI: 10.21107/ilkom.v13i1.5219

Abstract

ABSTRAKMasyarakat Adat Ammatoa adalah salah satu masyarakat yang masih memegang teguh kearifan tradisional untuk memastikan agar tanah adat dan tradisi mereka tetap lestari. Masyarakat adat Ammatoa dipimpin secara adat oleh seorang Ammatoa. Ammatoa adalah sebutan untuk siapa saja yang menjabat sebagai pemimpin adat. Namun, masyarakat adat Ammatoa yang masih mewarisi tradisi lisan dari leluhur mereka harus berhadapan dengan pendidikan modern yang lebih kuat dengan tradisi tulis. Satu bangunan SD telah didirikan beberapa meter dari gerbang pembatas antara ilalang embayya dan ipantarang embayya. Masyarakat adat Ammatoa masih hidup dengan keragaman tradisi mereka. Masyarakat ilalang embayya adalah masyarakat yang masih menjalankan adat secara penuh sehingga sangat selektif terhadap kemajuan zaman, namun masyarakat di ipantarang embayya sudah lebih terbuka. Dengan keberadaan sarana pendidikan formal di desa mereka, menyebabkan masyarakat Adata Ammatoa pun harus bernegosiasi untuk memastikan agar adat dan tradisi mereka tetap lestari.Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan partisiasi observasi dan life story interview untuk melihat kehidupan masyarakat adat Ammatoa secara lebih mendalam. Penelitian ini dilakukan untuk melihat bagaimana negosiasi identitas masyarakat adat Ammatoa
PENGARUH DESAIN PESAN VIDEO INSTRUKSIONAL TERHADAP PERSEPSI PETANI TENTANG TRICHOKOMPOS Febria Yatimatul Munawaroh; Riyanto Riyanto; Andi Warnaen
Jurnal Komunikasi Vol 13, No 1 (2019): Maret
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi UTM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.755 KB) | DOI: 10.21107/ilkom.v13i1.5214

Abstract

ABSTRACTThis research was conducted in District of Babadan Regency of Ponorogo East Java Province, to 62 chilli farmers and cattle farmers selected by simple random sampling. The purpose of this research is to know the influence of video usage and video message packaging elements to farmer perception about Trichokompos production and usage. The research design is One-Shot Case Study, independent variable used is narration, material, picture, music, time, and text, while the dependent variable is farmer perception on making and using Trichokompos. Information gathering on this is obtained through a structured questionnaire. Influence of video packaging element was analyzed by multiple regression statistic test, while farmer perception toward Trichokompos was analyzed using class interval model. The results showed that the perception of farmers about the making and use of Trichokompos influenced by independent variables of 52.1%, and the influence of instructional video message design partially indicates that the narrative, material, image, music, and text variables significantly influence farmers’ and the use of Trichokompos. However, time variables do not significantly influence farmers’ perceptions. Meanwhile, the perception of farmers about the making and use of Trichokompos shows that as many as 36 respondents or 58.1% claimed to receive Trichokompos innovation and perceived that the making and use of Trichokompos characteristic of innovation in accordance with that required by farmers, have the advantage, easy to apply by farmers, and materials standard available.
INOVASI MODEL MITIGASI BENCANA NON STRUKTURAL BERBASIS KOMUNIKASI, INFORMASI, KOORDINASI DAN KERJASAMA (Innovation of Non Structural Disaster Mitigation Model based on Communication, Information, Coordination and Cooperation) Dian Tamitiadini; Wayan Weda Asmara Dewi; Isma Adila
Jurnal Komunikasi Vol 13, No 1 (2019): Maret
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi UTM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1262.312 KB) | DOI: 10.21107/ilkom.v13i1.5216

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini mengusulkan bagaimana ilmu komunikasi diterapkan pada Mitigasi Bencana. Terutama, berdasarkan bagaimana Komunitas dan Komunikasi Bersinergi untuk Membuat Mitigasi Bencana Menengah, khususnya dalam Menyelesaikan Masalah Kesehatan setelah Bencana. Hasil dari penelitian ini dapat menjadi proyek percontohan untuk BNBP Indonesia dan Dinas Kesehatan,dalam menentukan sikap pemerintah untuk langkah-langkah selanjutnya dalam melindungi orangorang yang berada di wilayah Rawan terhadap bencana alam di Indonesia. Untuk mencapai tujuan penelitian, jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan. Jenis Tindakan Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan partisipatif. Hasil unit unit pemetaan daerah yang terkena dampak akan menghasilkan tingkat prioritas manajemen pasca bencana Letusan Gunung Agung. Rencana aksi untuk mitigasi bencana akan dibahas dalam media komunikasi yang dibentuk secara organik, baik berdasarkan teknologi komunikasi atau media komunitas lokal, seperti Pasebaya. Program Penyelesaian Kesehatan ini mengacu pada Kerangka Utama Pencegahan Bencana SDG di Lempeng Asia Pasifik. BNPB Nasional juga berupaya untuk menerapkan Kerangka Sendai 2015-2030 tentang Mitigasi Bencana di Asia, khususnya Indonesia yang memiliki Resiko Bencana Tinggi di Asia Tenggara. Negara-negara Mengingat pentingnya program ini, semua daerah rawan bencana di Indonesia harus menerapkan program pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat. 
MANAJEMEN KOMUNIKASI DINAS PARIWISATA KEBUDAYAAN, KEPEMUDAAN DAN OLAHRAGA DALAM MENGEMBANGKAN POTENSI DESA WISATA DI KABUPATEN BENGKALIS Nova Yohana; Yasir Rumyeni
Jurnal Komunikasi Vol 13, No 1 (2019): Maret
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi UTM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (681.97 KB) | DOI: 10.21107/ilkom.v13i1.5211

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis manajemen komunikasi yang dilakukan Disparbudpora yakni perencanaan, pengorganisasi, penggerakan, pengawasan dan evaluasi komunikasi dalam program pengembangan potensi Desa Wisata di Kabupaten Bengkalis. Metode penelitian ini adalah metode kualitatif. Teknik penentuan informan dilakukan secara purposif yaitu dengan memilih informan yang dianggap tahu dan dapat dipercaya untuk menjadi sumber data. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, studi dokumentasi dan observasi.Teknik analisis data menggunakan model model analisis interaktif Miles dan Hubermann. Teknik keabsahan data melalui triangulasi, dan perpanjangan keikutsertaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada proses perencanaan komunikasi dimulai dari pemetaan potensi sumber daya alam untuk kawasan pedesaan yang layak dikembangkan menjadi Desa Wisata, analisis kesiapan pemerintah, masyarakat dan pihak swasta, serta perencanaan anggaran dalam kegiatan anggaran APBD. Pada proses pengorganisasian dan penggerakan melalui koordinasi berupa komunikasi vertikal dan horizontal dengan pembentukan Unit pelayanan terpadu (UPT), badan pengelola desa wisata dan kelompok sadar wisata. Pelaksanaan pengembangan potensi desa wisata dilakukan dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang ada. Pengawasan dan evaluasi komunikasi belum sepenuhnya dilakukan Disparbudpora dikarenakan program pengembangan potensi Desa Wisata Kabupaten Bengkalis baru dimulai  dan belum sepenuhnya mendapat dukungan dari, pemerintah, masyarakat dan pihak swasta.
PERILAKU CELEBRITY WORSHIP PADA ANGGOTA FANDOM EXO DALAM KOMUNITAS EXO-L BANDUNG Nadhifa Arundati; Almira Alda Vania; Melisa Arisanti
Jurnal Komunikasi Vol 13, No 1 (2019): Maret
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi UTM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.892 KB) | DOI: 10.21107/ilkom.v13i1.5217

Abstract

ABSTRAKMerebaknya Hallyu di negara-negara Asia Timur dan beberapa negara Asia Tenggara termasuk Indonesia telah menunjukkan adanya aliran budaya dari Korea ke negara-negara tetangganya. Dalam situasi dunia dimana pertukaran informasi terjadi hampir tanpa halangan apa pun, Korea telah menjejakkan pengaruhnya di kawasan Asia. Sejarah K-Pop dimulai dengan munculnya boyband maupun girlband terkemuka, antara lain EXO, TVXQ, Se7en, Lee Hyori, Shinhwa, Wonder Girls, Epic High, Super Junior, Big Bang, SS501, sampai Girls’ Generation. Daya tarik K-Pop dapat ditemukan dalam lagu, tarian, dan efek panggung yang besar, serta tempo cepat ala pop Korea dicampur dengan irama Asia yang sangat menarik untuk remaja termasuk Indonesia. Saat ini, boyband yang sedang populer dan memiliki banyak penggemar atau fans adalah EXO. Sebutan fans EXO adalah EXO-L yang tercatat sebagai fandom terbesar di dunia dengan jumlah fans yang melebihi angka 3 juta orang. Perilaku fans K-pop ini mengacu pada setiap komponendari perilaku celebrity worship, dimana dalam perilaku ini terdapat beberapa faktor, aspek dan tahap yang mendukung perilaku pemujaan ini muncul.
“SATIR” DAN EFEKTIFITAS KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI (STUDI KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI KYAI DAN SANTRIWATI DI PP MA’HAD ISLAMI SALAFI DARUT TAUHID PROPPO PAMEKASAN) Nikmah Suryandari; Wenny Marita Urlina
Jurnal Komunikasi Vol 13, No 1 (2019): Maret
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi UTM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.917 KB) | DOI: 10.21107/ilkom.v13i1.5212

Abstract

ABSTRAKPesantren adalah salah satu lembaga pendidikan yang banyak terdapat di Indonesia. Sebagai lembaga pendidikan, peran kyai memegang peran penting dalam proses pembelajaran di pesantren. Penelitian ini membahas tentang komunikasi antara kyai dan santriwati yang ada di Pondok Pesantren Ma’had Islami Salafi Darut Tauhid Proppo Pamekasan Madura. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan metode pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan sudi dokumentasi. Komunikasi yang terjadi antara santriwati dengan kyai menjadi fokus dalam penelitian ini. Tidak semua bentuk pembelajaran menggunakan “satir”. Pada pembelajaran tertentu penggunaan satir ditiadakan karena santriwati perlu melihat langsung  kyainya untuk materi pembelajaran praktek. Tujuan penggunaan satir adalah untuk menghindari  fitnah dan menerapkan aturan dalam AlQuran. Proses komunikasi antara kyai dan santriwati berjalan efektif, meskipun menggunakan media”satir”. 
PASAR MASYARAKAT DIGITAL DAN DEGRADASI NETIQUETTE Fazrian Noor Ramadhon
Jurnal Komunikasi Vol 13, No 1 (2019): Maret
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi UTM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.04 KB) | DOI: 10.21107/ilkom.v13i1.5218

Abstract

ABSTRAKPerkembangan komunikasi dalam bermedia sosial, semakin menciptakan peluang juga tantangan baru. Peluangnya yaitu terciptanya pekerjaan jenis baru yang lebih menggiurkan bahkan digemari oleh pengguna media sosial. Misalnya, Selebgram dan YouTuber. Menjadi seorang Selebgram ataupun YouTuber, merupakan salah satu dampak dari perkembangan media sosial. Seseorang bisa bekerja juga menghasilkan uang, hanya dengan modal banyak jejaring teman maya yang dimiliki di media sosial. Semakin banyak jejaring teman maya, semakin berpotensi pula pundipundi uang yang diraih. Bahkan jauh lebih dalamnya, pengguna akan semakin berpotensi untukdikenal dan terkenal layaknya menjadi seorang artis. Akan tetapi, peluang baru tersebut justru menciptakan pula tantangan baru dalam bermedia sosial, salah satunya yaitu degradasi etika dalam bermedia sosial (netiquette). Dampaknya, cyber bullying, hate speech, sexual harrasment, menjadi satu resiko lumrah ketika memutuskan untuk menggunakan media sosial. Hal inilah yang menjadi tantangan keras bagi Teori Khalayak Kepala Batu. Teori kritik ini mengatakan bahwa masyarakat tidak hanya sekedar menerima apapun yang disampaikan media sosial, melainkan berperan aktif untuk mencerna hingga memberikan respon balik terhadap media sosial. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan tujuan untuk menganalisa peluang dan  tantangan media sosial bagi netiquette.

Page 1 of 1 | Total Record : 8