cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Konstruksi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 378 Documents
Identifikasi Faktor Risiko Kecelakaan Kerja Menuju Zero Accident pada Proyek Pembangunan Jalan Tol Cisumdawu Phase II Marta Resmana Devi; Agus Ismail; Eko Walujodjati
Jurnal Konstruksi Vol 16 No 2 (2019): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.143 KB) | DOI: 10.33364/konstruksi/v.16-2.586

Abstract

Identifikasi faktor risiko digunakan untuk menggali risiko-risiko yang mungkin dapatmempengaruhi pelaksanaan proyek konstruksi. Hal ini menunjukkan bahwa keselamatan dankesehatan kerja (K3) sangatlah penting untuk meminimalisir risiko kecelakaan dalam setiapaktifitas proyek konstruksi bangunan menuju zero accident. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmengetahui Identifikasi Faktor Risiko Kecelakaan Kerja Menuju Zero Accident pada ProyekPembangunan Jalan Tol di Sumedang. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode analisisdeskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian ini dengan menggunakan metode Brainstormingyang merupakan identifikasi awal dari semua risiko yang mungkin akan terjadi, denganmenggunakan sampel foto pada pekerjaan Box Culvert yang telah diidentifikasi peluangkecelakaan berdasarkan klasifikasi jenis kecelakaan dan akibat kecelakaan bedasarkan jenis lukayang di analisis menggunakan penilaian risiko menurut ISO 2008 yang berdasarkan Permen PuNomer 09 Tahun 2008. Hasil dengan tingkat frekuensi sedang yang muncul yaitu dengan kriteria 1xdalam 6 bulan. Hasil tersebut menyebutkan bahwa penyedia jasa konstruksi (kontraktor) telahmeningkatkan keselamatan pada setiap pekerjaan agar mengurangi peluang risiko kecelakaankerja yang terjadi untuk menuju zero accident.
Kerugian Finansial Akibat Kemacetan Ditinjau Dari Bahan Bakar Minyak Di Kabupaten Garut Azmi Choerul Maptuhi; Ida Farida; Adi Susetyaningsih
Jurnal Konstruksi Vol 16 No 2 (2019): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (846.024 KB)

Abstract

Padatnya pergerakan lalu lintas menyebabkan penumpukan kendaraan dititik tertentu yang mengakibatkan kemacetan dikarenakan padatnya volume dan tingginya hambatan samping sehingga mempengaruhi kapasitas jalan, khususnya pada Ruas Jalan Jendral Ahmad Yani yang berada di wilayah Kabupaten Garut yang merupakan daerah komersial. Hal ini tentunya dapat mengakibatkan kerugian finansial bagi pengguna jalan yang berdampak pada pemborosan bahan bakar minyak. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kerugian finansial akibat kemacetan ditinjau dari bahan bakar minyak pada jenis kendaraan yang berbeda dengan melalui pengolahan data menggunakan metode yang diterbitkan Departemen Perkjaan Umum PD-T-15- 2005-B untuk mencari biaya konsumsi bahan bakar dan MKJI 1997 untuk menganalisis ruas jalan. Dari hasil analisis didapatkan nilai kerugian finansial tertinggi akibat kemacetan ditinjau dari bahan bakar minyak dengan berbagai jenis kendaraan berbahan bakar premium dan solar di Minggu kesatu dan Minggu kedua adalah pada Hari Rabu dengan total pertahun Rp.4,836,235,04/Km untuk Minggukesatu dan Rp. 5,163,933,13/Km untuk Minggu kedua. Tingginya nilai kerugian pada Hari Rabu diakibatkan oleh rendahnya kecepatan kendaraan dan padatnya volume lalu lintas yang menyebabkan kerugian lebih besar. Dengan besarnya nilai kerugian yang ditimbulkan kemacetan alangkah baiknya nilai kerugian tersebut disalurkan untuk perbaikan sarana dan prasarana jalan agar dapat mengurangi nilai kerugian bahan bakar minyak.
Analisa Efektivitas Waktu dan Biaya Proyek Ditinjau Dari Unsur – Unsur Manajemen Proyek (Studi Kasus Overlay Runway Bandara Innternasional Soekarno - Hatta) Ratih Soleha; Agus Ismail
Jurnal Konstruksi Vol 16 No 2 (2019): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (946.99 KB)

Abstract

nalisa Efektivitas Waktu dan Biaya Proyek ditinjau dari Unsur – Unsur Manajemen Proyek. Masalah keterlambatan dalam industri konstruksi merupakan fenoemena nasional dan tidak terkecuali pada proyek Overlay Runway Bandara Internasional Soekarno – Hatta. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (1)apa saja faktor – fator keterlambatan yang berpengaruh terhadap pelaksanaan proyek Overlay Runway Bandara Internasional Soekarno – Hatta. (2) apa saja yang timbul dari keterlambatan proyek pada pelaksanaan proyek Overlay Runway Bandara Internasional Soekarno – Hatta. (3) Bagaimana pengaruh faktor keterlambatan pelakanaan proyek Overlay Runway Bandara Internasional Soekarno – Hatta.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kaulitatif, penelitian ini tidak diarahkan untuk untuk membuktikan hipotesis, tetapi lebih ditekankan pada pengumpulan data yang bertujuan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan keadaan sesungguhnya yang terjadi di lapangan. Teknik analisa data yang digunakan yaitu menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi, faktor keterlambatan dianalisis untukmengetahui pengaruhnya terhadap efektivitas waktu dan biaya proyek.Dari hasil analisis dapat diketahui bahwa: (1) Faktor keterlambatan yang mempengaruhi terhadap keterlambatan proyek adalah faktor NOTAM dan cuaca buruk. (2) Keterlambatan tersebut berdampak terhadap efektivitas waktu dan biaya proyek, dimana efektivitas waktu pada proyek Overlay Runway Bandara Internasional Soekarno – Hatta sebesar 34,88% dan efektivitas biaya proyek sebesar 38,22%. (3) Solusiyang bisa dilakukan berdasarkan faktor keterlambatan yaitu dengan cara mengajukan NOTAM tambahan dan menghindari bulan – bulan musim penghujan.
Pemodelan Simpang Bersinyal Terhadap Kinerja Simpang Jalan Terusan Pembangunan dan Jalan Proklamasi di Kabupaten Garut Anwar Ginanjar; Ida Farida
Jurnal Konstruksi Vol 17 No 1 (2019): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.295 KB) | DOI: 10.33364/konstruksi/v.17-1.589

Abstract

Simpang bersinyal di Jalan Terusan Pembangunan dan Jalan Proklamasi ini merupakan simpangbersinyal yang terbilang masih baru, sehingga peningkatan pelayanan simpang menjadi sangat diperlukan.Ditambah lagi dalam berlalu lintas masih terdapat beberapa pengendara yang melanggar aturan berkendarasehingga dalam beberapa kejadian dapat mengganggu efektifitas simpang bersinyal tersebut. Tujuan yangingin dicapai adalah untuk menganalisis volume lalu lintas pada simpang bersinyal tersebut, yang kemudianmemodelkan menggunakan software vissim V.9.0. Metode penelitian dalam skripsi ini menggunakan metodepengamatan langsung dengan waktu pengamatan dilakukan selama 3 hari yang terbagi menjadi hari Kamis,Minggu dan Senin yang masing-masing hari dibagi menjadi tiga sesi, pagi pukul 06:00-08 WIB, siang pukul12:00-14:00 WIB dan sore pukul 16:00-18:00 WIB. Dari hasil perhitungan didapat bahwa volume lalu lintasrata-rata pada waktu penelitian didapat hasil 1.883 kendaraan pada hari Kamis, 1.348 kendaraan pada hariMinggu dan 1.863 kendaraan pada hari Senin. Dengan panjang antrian dilapangan pada lengan A hasil yangdidapat adalah 40 m, sementara pada pemodelan vissim adalah 53,16 m dikarenakan volume yang digunakanadalah volume lalu lintas dengan durasi waktu 15 menit.
Analisis Stabilitas Timbunan dengan Geotextile Woven Taufik Muchlisin; Roestaman
Jurnal Konstruksi Vol 17 No 1 (2019): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.366 KB) | DOI: 10.33364/konstruksi/v.17-1.590

Abstract

Tanah lunak menjadi salah satu permasalahan yang sering ditemukan dilapangan terutamaproyek pembangunan jalan terutama untuk pekerjaan timbunan. Maka perlu metode perbaikan tanah agar tanahtimbunan tetap solid atau tidak longsor. Metode perbaikan tanah yang akan menjadi penelitian adalah metodereplacement soil atau pergantian tanah dikombinasikan dengan geotextile woven sehingga digunakan metodeini bisa menjadi solusi untuk mengatasi tanah lunak di area pekerjaan timbunan.Penelitian ini dibantu denganprogram yang diambil dalam hasil output dari penelitian ini yaitu pola kelongsoran dan faktor keamanan untukstabilitas timbunan. Lokasi penelitian di Proyek Jalan Tol Kayu Agung- Palembang – Betung STA 8+875 –8+975, penilitian ini untuk mengetahui stabilitas timbunan dengan menggunakan metode geotextile danpergantian tanah dasar. Ketinggian tinggi timbunan sebesar 3,11 m dan kedalamam tanah yang akan digantisebesar 2 m material yang digunakan adalah tanah pasir dengan berat volume = 17 kN/m3, c= 15 kN/m3, sudutgeser dalam = 20° dan untuk pembebanan lalu lintas adalah 15 kPa (15 kN/m3) ditambahkan beban perkarasandengan tebal 0,85 m memiliki berat jenis sebesar 19 kN/m3 jadi total beban adalah 31,15 kN/m3 .Hasil analisisini dibantu oleh program finite element untuk metode untuk tanah timbunan tanpa perkuatan faktorkeamanannya sebesar 1,241 belum memenuhi SF yaitu sebesar 1,35, hasil timbunan dengan geotextile adalahsebesar 1,284 masih belum memnuhi dan untuk metode pergantian tanah dasar hasilnya adalah sebesar 1,416.Maka diambil metode replecement soil ditambahkan geotextile untuk struktur timbunan karena memenuhiSF > 1,35.
Analisis Penggunaan Serbuk Bata Merah Sebagai Filler Pada Campuran Laston Lapis Aus (ACWC) Yusep Daiman Sakur; Ida Farida
Jurnal Konstruksi Vol 17 No 1 (2019): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.439 KB) | DOI: 10.33364/konstruksi/v.17-1.591

Abstract

Laston merupakan lapis permukaan jalan. Laston juga disebut Laston Lapis Aus (ACWC),secara umum bahan campuran ACWC terdiri dari agregat kasar, agregat halus, aspal, dan bahanpengisi (Filler). Untuk spesifikasi campuran agregat kasar yang digunakan berupa batu pecah denganspesifikasi tertentu yang merupakan hasil mesin pemecah batu (Stone Crusher). Salah satu upayauntuk meningkatkan kinerja aspal beton adalah dengan mengganti bahan pengisi (Filler) denganmaterial lain. Berdasar hal tersebut apakah serbuk bata merah sebagai filler dapat meningkatkan nilaikarakteristik Marshall dan dapat menaikan stabilitas aspal pada campuran Laston Lapis Aus(ACWC). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penggunaan dari serbuk batamerah sebagai filler terhadap campuran laston lapis aus (ACWC) dapat mempengaruhi nilaikarakteristik marshall. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan dilaboratorium tentang pembahasanpengujian campuran Lasto Lapis Aus (ACWC) dengan menggunakan bahan pengisi serbuk batamerah sebagai filler. Berdasarkan hasil analisis dapat di ambil kesimpulan bahwa penambahan fillerserbuk bata merah sebanyak 6 % sebagai bahan pengisi dalam campuran Laston Lapis Aus (ACWC)dapat memenuhi spesifikasi yang disyaratkan oleh Bina Marga tahun 2010 (revsi 3) yaitu didapatkanKadar Aspal Optimum sebesar 5,4 %.
Analisis Debit Puncak Rencana Serta Keseimbangan Air Irigasi Pada Daerah Aliran Sungai Ciwulan Hulu Kabupaten Tasikmalaya M. Sandi Kurniawan Saputra; Sulwan Permana
Jurnal Konstruksi Vol 16 No 2 (2019): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan daerah yang beriklim tropis dimana pada musim penghujan mempunyai curah hujan yang relatif cukup tinggi, dan seringkali mengakibatkan terjadinya banjir. Perkembangan wilayah dan meningkatnya populasi penduduk memicu adanya aktivitas-aktivitas baru yang berpengaruh pada pola penggunaan air yang tersedia. Sungai Ciwulan merupakan salah satu sungai di Provinsi Jawa Barat yang berhulu di Gunung Cikuray dan Gunung Karacak di Kabupaten Garut yang memiliki panjang 114 km dan bermuara ke Samudera Indonesia di Kabupaten Tasikmalaya. Lokasi yang dijadikan objek penelitian ini yaitu bendung Biuk yang ada pada DAS Ciwulan hulu yang teletak di perbatasan Kabupaten Garut dan Kabupaten Tasikmalaya tepatnya di Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya dengan luas DAS 31,69 km2 serta areal potesial sebesar 1140 ha. Dalam penelitian ini menggunakan satu data curah hujan dari stasiun curah hujan terdekat dengan periode 10 tahun dari tahun 2007 sampai dengan 2017. Hidrograf Satuan Sintesis yang digunakan yaitu HSS Nakayasu dan HSS Snyder. Dalam mencari besaran debit andalan menggunakan metode Fj Mock serta metode Thornthwaite untuk menganalisa evapotranspirasi (ET0). Dari hasil perhitungan debit puncak rencana pada aliran sungai Ciwulan hulu dengan metode HSS Nakayasu menghasilkan debit puncak rencana sebesar 104,7588 m3/det, sedangkan pada metode HSS Snyder debit puncak rencana yang dihasilkan sebesar 101,23 m3/det. Pada analisis ketersediaan dan kebutuhan air, persentase terpenuhi terbesar terjadi pada bulan Februari setengah bulanan pertama dengan persentase 419,82%. Namun pada bulan Agustus setengah bulanan kedua mengalami kekurangan air dengan persentasi terpenuhi hanya 20,45%.
Analisis Pengaruh Adanya Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro Terhadap Kebutuhan Irigasi Jatiwangi Kabupaten Garut Suhendi; Sulwan Permana; Adi Susetyaningsih
Jurnal Konstruksi Vol 17 No 2 (2019): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.17-2.611

Abstract

Abstrak - Air merupakan sumber daya alam yang sangat berpengaruh bagi berlangsungnya kehidupan mahluk hidup. Salah-satu pemanfaatan air adalah sebagai sumber energi Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH). Dengan adanya bangunan PLTMH, akan mempengaruhi ketersediaan debit air di sungai Cikandang bagi kebutuhan lahan pertanian. wilayah lahan pertanian yang terpengaruhi PLTMH berada diantara pintu pengambilan air sampai Power house. Hal ini perlu adanya imbangan neraca air antara ketersediaan debit air sungai Cikandang, kebutuhan debit air PLTMH dan kebutuhan debit air lahan pertanian. Dalam penelitian menganalisis imbangan neraca air antara ketersediaan dan kebutuhan, digunakan data curah hujan dari 2 stasion yaitu stasion Cirompang dan Pamegatan serta data klimatologi Garut dari stasion Legok Pulus. Dengan metode Mock untuk pengolahan data yang menghasilkan data debit andalan ketersediaan dan perhitungan kebutuhan debit irigasi dengan mengambil skema pola tanam sebagai acuan kebutuhan debit air. Dari hasil analisis didapat debit andalan setengah bulanan sungai Cikandang dengan rata-rata sebesar 25,86 m³/det, Kebutuhan debit air terkecil untuk lahan pertanian adalah 0,051 m³/det dan terbesar adalah 1,616 m³/det, dengan kebutuhan PLTMH sebesar 16 m³/det. Disimpulkan bahwa dengan adanya PLTMH, kebutuhan air bagi lahan pertanian tidak terpenuhi. Perlu adanya peninjauan kembali dalam pengelolaan air bagi kebutuhan PLTMH Cikandang 1.
Analisis Pondasi Tiang Pancang Theematic Mall dan Hotel Majalaya Bandung Arip Yusup; Eko Walujodjati
Jurnal Konstruksi Vol 17 No 2 (2019): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.17-2.633

Abstract

Salah satu pondasi dalam adalah pondasi tiang pancang, pondasi ini digunakan pada Proyek Theematic Mall dan Hotel Majalaya-Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pondasi yang ada pada proyek tersebut. Analisis pembebanan yang diperhitungkan mengacu pada SNI 1727-2013. Perencanaan pembebanan mengunakan program analis struktur yang menghadirkan state of the art dalam teknologi tiga dimensi finite element method bagi struktur teknik dan untuk perhitungan pondasi mengunakan metode Begemann dan Borms dengan mengunakan data kekuatan bahan hasil uji tanah SPT dan CPT untuk tiang pancang, untuk kekuatan Pondasi pilecap mengunakan SNI-03-2847-2002. Berdasarkan dari hasil analisis dan data tanah didapatkan tahanan aksial *Pn=720,96 Kn dan tahanan lateral tiang pancang * Hn = 27,14 kn. Untuk tahanan geser tinjauan pondasi telapak/pile cap arah y Vc* = 2274,3 kn, arah x Vc* =2173,5 kn dan tinjauan dua arah Vnp= 12012 kn. Untuk perhitungan penulangan pile cap didapatkan hasil analisis yang lebih besar daripada yang dilapangan yaitu As= 18480 mm2 (analisis) dan As = 9575,89 mm2 (lapangan), dikarenakan pada hasil analisis perhitungan dilapangan didapatkan nilai tahanan aksial dan lateral lebih kecil daripada hasil analisis.
Analisis Kebutuhan Air di Daerah Irigasi Leuwigoong Kabupaten Garut Aditya Ramdhani Pratama; Sulwan Permana
Jurnal Konstruksi Vol 17 No 1 (2019): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.17-1.661

Abstract

Sungai merupakan tempat berkumpulnya air yang mengalir menuju tempat yang lebih rendah, keberadaan aliran sungai tentunya berguna untuk pemanfaatan kepentingan manusia karena air merupakan kebutuhan utama dalam kehidupan manusia contohnya untuk pertanian. Maka perlu adanya usaha pengendalian pemanfaatan air untuk memaksimalkan secara optimal ketersediaan air dan kebutuhan air dengan cara irigasi dan pembangunan bendung yang berguna untuk menaikan tinggi muka air sungai sehingga debit air bisa masuk ke saluran irigasi. Penelitian ini untuk mengetahui kondisi surplus dan defisit air dari hasil neraca air. Lokasi penelitian di Bendung Copong Garut untuk irigasi Daerah Irigasi Leuwigoong dengan areal seluas 5.313 ha debit andalan sungai sebesar 33.34 m3/det dengan menggunakan metode FJ Mock, evapotranspirasi terbesar pada bulan September 5,09 mm/hari dengan menggunakan metode Penman Modifikasi. Pola tanam menggunakan Padi-Padi-Palawija dengan kebutuhan air bersih disawah sebesar 0,451 l/det/ha, debit di pintu pemngambilan air sebesar 9,30 m3/det dan kebutuhan air selama penyiapan lahan menggunakan metode Van de Goor dan Zijlstra (1968). Hasil penelitian ini menunjukan kondisi neraca air ketersediaan air di Bendung Copong dan kebutuhan air di Daerah Irigasi Leuwigoong pada bulan September mengalami defisit air dengan kebutuhan air sebesar 6,59 m3/det dan ketersediaan air sebesar 5,59 m3/det.

Page 6 of 38 | Total Record : 378