cover
Contact Name
Suwarsito
Contact Email
jurnal.sainteks@ump.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.sainteks@ump.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Purwokerto Jl. KH. Ahmad Dahlan, PO BOX 202, Purwokerto 53182 Kembaran, Banyumas, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Sainteks
ISSN : 08521468     EISSN : 26860546     DOI : https://doi.org/10.30595/sainteks
Sainteks adalah jurnal yang menyajikan artikel hasil pemikiran dan penelitian di bidang sains dan teknologi. Sainteks merupakan jurnal peer reviewed dan open access. Sainteks diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Sainteks mengundang para peneliti, dosen, dan praktisi di seluruh dunia untuk bertukar dan memajukan keilmuan di sains dan teknologi. Dokumen yang dikirim harus dalam format Ms. Word dan ditulis sesuai dengan panduan. Sainteks terbit 2 kali dalam setahun pada bulan Maret dan Oktober. Namun mulai tahun 2019 Sainteks terbit di bulan April dan Oktober.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 2 (2014): SAINTEKS" : 8 Documents clear
PROFIL PETANI MISKIN DENGAN PERILAKU RAPUH DALAM PENGELOLAAN DIVERSIFIKASI PANGAN NON BERAS Dumasari Dumasari; Oetami Dwi Hajoeningtijas
Sainteks Vol 11, No 2 (2014): SAINTEKS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v11i2.140

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji profil petani miskin yang memiliki perilaku rapuh dalam mengelola diversifikasi pangan non beras di desa. Lokasi penelitian di Desa Limpakuwus, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Metode penelitian menggunakan studi kasus deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil dari informan mampu menunjukkan kondisi tertentu dan potensi dalam mengelola diversifikasi pangan non beras. Dengan profil yang ada, informan berusaha mengatasi strategi untuk memecahkan masalah dalam pengelolaan diversifikasi pangan lokal yang dibuat di masing-masing informan rumah tangga. Kata kunci: profil petani miskin, perilaku rapuh, diversifikasi pangan
PENGARUH FAKTOR PANJANG KELERENGAN TERHADAP PENENTUAN AWAL EROSI LAHAN Teguh Marhendi; Iskahar Iskahar
Sainteks Vol 11, No 2 (2014): SAINTEKS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v11i2.141

Abstract

Salah satu faktor penentu dalam analisis erosi lahan adalah faktor panjang kelerengan lahan daerah aliran sungai. Perubahan panjang kelerengan, akan memberikan dampak terhadap besaran erosi lahan tersebut. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji pengaruh panjang kelerengan lahan terhadap penentuan awal erosi lahan yang terjadi di Daerah Aliran Sungai Merawu. Kajian diawali dengan penyusunan peta jenis-jenis tanah sesuai dengan kondisi setempat dan tanaguna lahannya untuk menentukan panjang kelerengan lahan. Kajian selanjutnya adalah menentukan besaran erosi lahan dengan formula USLE. Analisis dilakukan menggunakan data peta satuan lahan dan tataguna lahan untuk menentukan faktor C dan K, sedangkan data hujan menggunakan data tahun 1988 sampai dengan 2008. Hasil analisis menunjukkan bahwa variasi kelerengan lahan memberikan pengaruh terhadap penentuan awal erosi lahan pada lokasi penelitian. Berubahnya satuan lahan dan kelerengan lahan akan memberikan perubahan tehadap besaran erosi lahan Kata kunci: DAS Merawu, Karakteristik tanah, erosi lahan
SCHOOL WELL BEING PADA ANAK DIDIK DI TAMAN KANAK-KANAK Tri Na’imah; Pamujo Pamujo
Sainteks Vol 11, No 2 (2014): SAINTEKS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v11i2.137

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi school well being pada anak didik Taman Kanak-kanak di Purwokerto dan upaya optimalisasinya. Pendekatan penelitian adalah penelitain kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan primer adalah guru taman kanak-kanak di TK Al Fattah Purwokerto Utara dan TK Harapan Bunda di Purwokerto Timur. Metode pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Analisis data menggunakan model analisis interaktif dari Miles dan Hubermans. Hasil analisis menunjukkan : 1) School well Being (kesejahteraan anak di sekolah) dapat dilihat dari aspek : terbebas dari gangguan pada saat belajar, terhindar dari rasa kesepian di sekolah, terhindar dari kekerasan orang lain, mendapatkan bantuan jika menemui kesulitan, memiliki teman baik di sekolah, mendapatkan perlindungan dari teman dan guru. 2) Untuk meningkatkan school well being guru menciptakan suasana sekolah yang penuh loving yaitu dengan menjaga komunikasi yang baik antara guru dengan anak, antara guru dengan orangtua, guru dengan masyarakat dan guru dengan organisasi profesi. Guru juga menciptakan suasana sekolah penuh having yaitu dengan melengkapi sarana prasarana dan media pembelajaran. Kata Kunci : School well being, anak didik, taman kanak-kanak
MENGUKUR KEPUASAN MAHASISWA BERDASARKAN KINERJA DOSEN DALAM PROSES PERKULIAHAN (Studi Empiris di Universitas Muhammadiyah Purwokerto) Suyoto Suyoto; Agung Miftahudin
Sainteks Vol 11, No 2 (2014): SAINTEKS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v11i2.142

Abstract

Penelitian ini berjudul "Mengukur kepuasan mahasiswa berdasarkan kinerja dosen di kelas (Studi Empiris di Universitas Muhammadiyah Purwokerto)". Tujuan dari penelitian ini adalah "Keinginan untuk mengetahui tingkat kepuasan mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Purwokerto dalam hal keandalan, responsevenes, tangibles, empati dan jaminan berdasarkan kinerja perkuliahan di kelas dan ingin tahu proporsi kepuasan mahasiswa yang dihasilkan dari kinerja dosen di kelas ". Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa tingkat kepuasan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto dalam hal keandalan, responsivenes, tangibles, empati dan jaminan memiliki hubungan yang kuat dan berpengaruh signifikan terhadap kinerja kuliah di kelas. Proporsi kepuasan mahasiswa yang dihasilkan dari kinerja kuliah di kelas masing-masing variabel kepuasan reliability, responsiveness, tangibles, empathy dan jaminan yaitu berturut turut sebesar 44,4%, 71, 9%, 79,8%, 73,3% dan 79,8%. Kata kunci: Kinerja Dosen, Kepuasan Mahasiswa
MANGROVE FOREST MANAGEMENT STRATEGIES THROUGH THE EMPOWERMENT of APONG FISHERMEN IN CILACAP-INDONESIA Tumisem Tumisem; Suwarno Suwarno
Sainteks Vol 11, No 2 (2014): SAINTEKS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v11i2.138

Abstract

Hutan mangrove di setiap bagian wilayah di indonesia terus terjadi penyusutan. Hal ini terjadi juga di Cilacap. Penyusutan hutan mangrove paling cepat di Cilacap terjadi karena penebangan liar vegetasi mangrove sebagai kayu bakar memasak nira kelapa dan sebagai bahan baku pembuat arang. Kondisi ini berdampak besar terhadap masyarakat nelayan apong. Nelayan apong adalah penangkap ikan di sekitar mangrove menggunakan jaring apong yang ditempatkan di sela-sela hutan mangrove. Oleh karena itu memerlukan strategi konservasi yang dilakukan langsung masyarakat yang berkepentingan. Penelitian strategi manajemen hutan mangrove di Cilacap ini dilakukan menggunakan metode research and Development melalui kegiatan eksperimen pemberdayaan nelayan apong. Lokasi penelitian ditempatkan di 4 kepala lingkungan dari kelurahan Jojok Kutawaru Cilacap. Hasil penelitian menunjukkan strategi managemen yang cocok dilaksanakan untuk konservasi dan pemanfaatan hutan mangrove berbasis pemberdayaan masyarakat nelayan apong adalah strategi silvofishery among-pamong. Strategi ini merupakan strategi manajemen yang melibatkan pamong praja melalui kegiatan pembinaan dan pendampingan secara langsung dan kontinue dalam mengembangkan silvofishery. Sistem silvofishery dilakukan menggunakan sistem unit, dimana masing-masing kelompok nelayan apong mengerjakan kegiatan pada bagian-bagian yang sudah ditentukan bersama dan dengan sistem ekonomi bagi hasil terpusat di koperasi. Dari hasil penerapan strategi ini dapat disimpulkan masing-masing pendapatan nelayan apong meningkat dengan pendapatan yang seragam antara satu dengan yang lainnya, sehingga tidak ada yang merasa dirugikan dan direndahkan dengan konservasi hutan mangrove sistem terpusat atau marginalis. Kata kunci: strategi managemen, nelayan apong, sistem terpusat, marginalis, among-pamong
DESKRIPSI PERILAKU SEKS REMAJA DI PURWOKERTO Suwarti Suwarti; Tito Pinandita
Sainteks Vol 11, No 2 (2014): SAINTEKS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v11i2.143

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk memberikan gambaran/deskripsi perilaku seks remaja di Purwokerto. Metode kajian yang dipakai adalah dengan menelaah hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap perilaku seksual yang dilakukan remaja di wilayah Purwokerto. Perilaku seks merupakan berbagai kegiatan yang mengarah pada pemuasan dorongan seksual. Hal tersebut akibat dari bekerjanya hormon seksual yang ada dalam diri seseorang. Masa remaja ditandai dengan perubahan hormon dan mulai berfungsinya hormon-hormon seksual secara aktif. Hal ini berdampak pada mulai munculnya ketertarikan remaja terhadap lawan jenis secara lebih intensif. Apabila hal ini kurang mendapat penanganan yang benar maka akan mengarah pada seks bebas dan sangat merugikan masa depan remaja tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif yaitu memberikan gambaran tentang perilaku seksual remaja di Purwokerto. Perilaku seksual yang akan dikaji mulai dari berpacaran; membaca majalah porno; melihat film porno baik di Hp maupun di media elektronik. Hasilnya dari beberapa kajian menunjukkan bahwa hampir sebagain besar responden di Purwokerto mengaku pernah berpacaran bahkan hal tersebut sudah dilakukan sejak duduk di bangku SMP; responden juga mengaku pernah membaca majalah porno baik yang diperoleh dari teman ataupun membeli sendiri; responden juga pernah melihat film porno dan mayoritas melalui HP ataupun ketika berada di warnet membuka situs porno. Kata kunci : studi deskriptif, prilaku seks, remaja
PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU APOTEKER DALAM PEKERJAAN KEFARMASIAN DI RUMAH SAKIT DI WILAYAH KARESIDENAN BANYUMAS Yuni Asih Rustanti; Anjar Mahardian Kusuma
Sainteks Vol 11, No 2 (2014): SAINTEKS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v11i2.139

Abstract

Sebagai akibat dari perubahan orientasi obat ke pasien (Pharmaceutical Care), apoteker dituntut untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku dalam pelayanan kefarmasian. Sikap dan perilaku ini sangat menentukan keberhasilan dalam melakukan pekerjaan kefarmasian. Penelitian ini dilakukan untuk menggambarkan pengetahuan, sikap dan perilaku apoteker dalam pekerjaan kefarmasian di rumah sakit di wilayah Karesidenan Banyumas. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan desain penelitian cross-sectional. Data dikumpulkan menggunakan wawancara terstruktur, serta alat perekam suara dan alat perekam gambar (kamera) sebagai bukti atas jawaban yang diberikan oleh responden. Hasil dari penelitian ini, dari total 74 apoteker di rumah sakit di wilayah Karesidenan Banyumas hanya 32 apoteker yang bersedia menjadi responden yang didominasi oleh perempuan, berusia 20-40 tahun dan memiliki pengalaman kerja antara 1-20 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 100% apoteker di rumah sakit sudah mengetahui dan memahami tentang skrining resep dan pelayanan informasi obat, 78,125% apoteker mampu menjawab dengan benar definisi dari konseling dan 100% apoteker mampu memahami tujuan dari monitoring efek samping obat. 100% apoteker setuju dengan kewajiban melakukan skrining resep, pelayanan informasi obat, konseling dan monitoring efek samping obat. 87,5% apoteker sering melakukan pemeriksaan kesesuaian resep, 84,3% apoteker sering memberikan informasi obat ke setiap pasien, 3,1% apoteker yang sering melakukan konseling dan 12,5% apoteker kadang-kadang melakukan monitoring efek samping obat. Kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian ini adalah sebagian besar apoteker di rumah sakit di wilayah Karesidenan Banyumas setuju dan sudah mengetahui serta memahami tentang skrining resep, pelayanan informasi obat, konseling dan monitoring efek samping obat. Skrining resep, pelayanan informasi obat sebagian besar sudah banyak dilakukan oleh apoteker di rumah sakit di wilayah Karesidenan Banyumas sedangkan konseling dan monitoring efek samping obat masih banyak yang belum melakukan. Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Perilaku Apoteker, Pekerjaan Kefarmasian.
PEMBELAJARAN METODE SEATWORK TERSTRUKTUR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII A SEMESTER I PADA KONSEP PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN DI SMP NEGERI 6 CILACAP TAHUN PELAJARAN 2011/2012 Jaskun Winarti
Sainteks Vol 11, No 2 (2014): SAINTEKS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v11i2.144

Abstract

ABSTRAK Hasil ulangan harian siswa kelas VIIA rata-rata 56,21 dengan ketuntasan kelas 38,24% sisanya masih di bawah nilai ketuntasan minimum 70. Oleh karena itu penelitian ini beorientasi pada tujuan meningkatkan hasil belajar matematika khususnya konsep persamaan dan pertidaksamaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah tindakan kelas dengan menerapkan pembelajaran metode seatwork terstruktur. Kegiatan penelitian dilakukan pada 34 siswa kelas VII A dari bulan September sampai dengan Nopember 2011. Hasil penelitian menunjukkan metode seatwork terstruktur dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII A pada konsep persamaan dan pertidaksamaan linier satu variabel sebesar 19,38 dari 56,21 menjadi 75,59 dengan nilai ketuntasan belajar sebesar 50% yaitu dari 38,24% menjadi 88,24%. Selain itu metode seatwork terstruktur dapat mengurangi miskonsepsi pada siswa terhadap konsep-konsep matematika; dan meningkatkan keaktifan siswa selama proses belajar. Kata Kunci : metode seatwork terstruktur, hasil belajar, persamaan dan pertidaksamaan

Page 1 of 1 | Total Record : 8