cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Teknik Mesin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 27 Documents
Deteriorasi Kinerja Ketel Uap Takuma N1300 SA Terhadap Waktu Operasional Pada Sistem Pengolahan Kelapa Sawit dengan Kapasitas 90 Ton TBS/Jam Muhammad Arifin; Hary Wibowo; A.A. Putu Susastriawan
Jurnal Teknik Mesin Vol. 3 No. 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri, IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.808 KB)

Abstract

Ketel uap atau boiler memiliki peranan yang sangat penting didalam industri minyak kelapa sawit, untuk menghasilkan uap panas yang digunakan sebagai fluida kerja maupun media pemanas untuk berbagai macam keperluan rumah tangga sampai dengan proses pengolahan minyak kelapa sawit. Pada penelitian kali ini mengenai penurunan efisiensi boiler terhadap waktu operasional boiler itu sendiri menggunakan boiler dengan merk Takuma N1300 SA dengan Max. Steam Evaporation 45.000 kg/jam, boiler dengan model Takuma N1300 SA menggunakan bahan bakar Palm Wastes yaitu serabut (fiber) dan cangkang (shell) dengan konsumsi bahan bahan bakar 15000 kg/jam. Sedangkan hasil dari penelitian pada boiler Takuma N1300 SA diketahui penurunan efisiensi boiler terhadap waktu operasional dipengaruhi banyak faktor seperti, timbulnya kerak pada pipa-pipa, kandungan air dalam bahan bakar, kerugian kalor, dan lain-lain. Sehingga semakin lama boiler tersebut beroperasi semakin kecil juga efisiensi yang dihasilkan. Sehingga diperlukannya perawatan berkala dan penggantian komponen yang sudah tidak berfungsi secara maksimal.
Rancang Bangun Alat Penghisap Debu Untuk Komponen Kendaraan Ramah Lingkungan Rindra Prabowo; Bayu Gumilar; Burhanudin Iryana; Iqbal Wijaya; Aji Pranoto
Jurnal Teknik Mesin Vol. 3 No. 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri, IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.783 KB)

Abstract

Debu merupakan kotoran yang sering berterbangan dilingkungan sekitar, apabila debu tersebut terhirup oleh manusia maka akan menyebabkan gangguan pada pernafasan manusia. Sama halnya terhadap komponen kendaraan yang beroperasi setiap waktu. Debu yang menempel pada komponen kendaraan akan mengakibatkan gangguan-gangguan pada kinerja komponen tersebut, rancang bangun alat pengisap debu pada komponen kendaraan yang ramah lingkungan ini bertujuan untuk menjaga dan meminimalisir debu yang berterbangan diudara bebas akibat dari pembersihan komponen kendaraan yang kurang diperhatikan efek sampingnnya bagi kesehatan manusia. Dengan adanya alat penghisap debu pada komponen kendaraan yang ramah lingkungan ini, kita dapat membersihkan komponen-komponen tersebut tanpa harus mencemari lingkungan sekitar, selain itu alat ini membantu mekanik dalam pembersihan komponen-komponen kendaraan yang berdebu seperti filter udara, kampas rem, kampas kopling mobil, dan komponen-komponen lainnya. Proses pembuatan rancang bangun alat penghisap debu pada komponen kendaraan yang ramah lingkungan ini dilakukan dengan tahap perencanaan bentuk, perencanaan ukuran, penentuan dan perancangan komponen-komponen pendukung untuk alat penghisap debu pada komponen kendaraan. Melakukan survei bahan-bahan dan komponen-komponen yang dibutuhkan dalam pembuatan alat sehingga menghasilkan rancang bangun alat penghisap debu pada komponen kendaraan yang ramah lingkungan dan mempunyai manfaat bagi dunia otomotif selain itu bermanfaat juga bagi lingkungan sekitar. Setelah beberapa komponen yang dibutuhkan oleh alat penghisap debu pada komponen kendaraan ini terkumpul maka tahap selanjutnya yaitu merakit beberapa komponen agar terbentuknya suatu alat penghisap debu pada kendaraan yang berguna dan bekerja sesuai fungsinya. Melakukan pembahasan dan pengkajian alat agar alat penghisap debu pada komponen kendaraan ini benar-benar dapat bekerja sesuai fungsinya. Hasil perancangan alat penghisap debu pada komponen kendaraan yang ramah lingkungan memiliki spesifikasi berdimensi diameter drum bagian atas 590 mm, dengan drum bagian atas yang berukuran tersebut maka drum ini dapat menampung sebuah blower dan filter. Drum bagian bawah berdiameter 590 mm dengan tinggi 300 mm yang mampu menampung air 35- 40 liter air. Rangka memiliki dimensi tinggi 910 mm, lebar 540 mm, dan panjang 590. Rangka terbuat dari plat besi ST34 dengan profil L. Alat penghisap debu komponen kendaraan ramah lingkungan memeliki fungsi dan cara kerja menghisap debu dari hasil proses pembersihan komponen dan di filtrasi oleh aliran air sehingga debu akan tersaring dan larut kedalam air dan udara kotor yang terhisap akan keluar kembali dalam keadaan bersih.
Rancang Bangun Alat Bantu Untuk Pengelasan Siku, T dan Sejajar untuk Praktikum Teknik Pengelasan Gusti Jallu Ismoyoaji; Aditya Jihan; Ery Setiawan; Bambang Wahyu Sidharta
Jurnal Teknik Mesin Vol. 3 No. 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri, IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.147 KB)

Abstract

Tujuan dari perancangan alat bantu pengelasan dengan Jig ini adalah untuk mempermudah mahasiswa dalam melakukan proses pengelasan dasar, sehingga dapat mempraktekkan secara langsung proses pengelasan pada dunia kerja nanti. Selain itu perancangan alat bantu pengelasan ini juga bertujuan untuk menguji kompetensi mahasiswa, dengan cara melakukan uji kompetensi pengelasan sehingga dapat menaikan kinerja dari para mahasiswa . Konsep perancangan alat bantu pengelasan dengan Jig ini adalah menggabungkan konsep kerja dari beberapa alat bantu yang sudah terlebih dahulu ada, kemudian digabungkan dalam satu alat bantu yang mampu mempermudah kinerja dari juru las. Meja yang digunakan untuk pengelasan biasanya menggunakan plat lembaran dengan diberi kaki-kaki disetiap sisinya, sehingga perancangan alat bantu ini kami buat dengan memodifikasi beberapa komponen dari meja las dengan memasukan media Jig sebagai pemegang benda kerja yang akan di las. Dari hasil perancangan alat bantu pengelasan dengan Jig ini di dapat hasil yaitu material yang digunakan untuk Jig adalah baja plat dengan dimensi ukuran tebal 20mm, panjang 350mm, lebar 200mm, material untuk rangka adalah menggunakan baja jenis Hollow dengan dimensi ukuran 30mm x 30mm x 2m, material bata tahan api (fire brick) membutuhkan 14 buah bata tahan api dengan dimensi tinggi 50mm x 200mm x 100mm dengan berat satu buah 3,5 kg.
Simulasi Kendali Sequensial untuk Proses Pengisian Ulang Tabung LPG 3 Kg Dengan PLC (Programmable Logic Controller) Eko Susanto
Jurnal Teknik Mesin Vol. 3 No. 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri, IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.86 KB)

Abstract

Pembuatan desain simulasi system conveyor ini adalah untuk mensimulasikan dan membuat sistem kontrol conveyor pada proses pengisian (refilling) tabung gas 3 kg menggunakan PLC. Sistem kontrol menggunakan PLC ini memiliki jalur masukan sebagai input yaitu 2 buah tombol untuk menyalakan dan mematikan kerja sistem, dan 15 buah sensor diantranya 13 buah sensor jarak ( proximity) untuk mengontrol keberadaan tabung diatas conveyor, 1 buah sensor kawat peka regangan (strain gauge) untuk mengnonaktifkan proses pengisian, 1 buah sensor gas untuk mendeteksi kebocoran gas pada tabung dan jalur keluaran sebagai output yaitu 6 buah motor DC untuk menggerakan 6 buah conveyor , 8 buah solenoid untuk mendorong dan mengambil tabung di atas conveyor. PLC yang digunakan PLC omron tipe CPIE-E30, yang digunakan sebagai sistem kontrol harus diprogram, bahasa pemrograman yang digunakan adalah diagram tangga, diagram tangga dibuat menggunakan software cx prgrammer melalui komputer. Setelah program dibuat kemudian disimulasikan menggunakan PLC Simulator untuk mengetahui apakah program tersebut benar atau tidak.
Vacuum Cleaner untuk Tatal dan Sampah pada Ruangan Permesinan Luqmanul Khakim; Ustman Khomsaha Shokwan; Zainur Rohman; Adi Purwanto
Jurnal Teknik Mesin Vol. 3 No. 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri, IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.629 KB)

Abstract

Proses perancangan sebuah alat pada dasarnya melalui suatu tahapan yang sangan panjang, tidak serta merta langsung menghasilkan mesin yang seketika langsung jadi. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam melakukan perancangan vacuumcleaner untuk tatal dan sampah pada ruangan pemesinan ini adalah: mengetahui pembuatan perancangan mesin vacuum cleaner, mengetahui jenis material dan dimensi mesin vacuum cleaner, mengetahui besar daya motor yang digunakan pada mesin vacuum cleaner, mengetahui bahan rangka dan jenis penyambungan rangka. Metode yang digunakan dalam perancangan vacuum cleaner ini yang pertama adalah pembuatan konsep yang menghasilkan gambar perancangan. Kemudian pembuatan alat dengan pemilihan bahan-bahan komponen yang meliputi rangka besi profil L dengan dimensi 38x38x3, mesin penggerak menggunakan motor listik, blower sebagai alat untuk menghisap udara, cyclone sebagai alat untuk memisahkan antara debu dan udara, drum sebagai alat untuk menampung kotoran (tatal), dan alat bantu terdiri dari selang dan roda. Hasil dari pembuatan vacuum cleaner untuk tatal dan sampah pada ruangan pemesinan dengan gambar perancangan kerja adalah 700x350x610, dengan daya motor listrik 1 PK. Berdasarkan hasil dari pengujian vacuum cleaner untuk tatal dan sampah pada ruangan pemesinan dimana proses pembersihan untuk selah-selah yang tak terjangkau bisa lebih maksimal dilakukan dengan menggunakan mesin vacuum cleaner. Pengoperasian alat ini dapat dilakukan dengan mudah dan tidak terlalu membutuhkan orang banyak untuk mengoperasikannya.
Perancangan Belt Conveyor sebagai Pengangkut Batubara dengan Kapasitas 2700 Ton/Jam Recki Aosoby; Toto Rusianto; Joko Waluyo
Jurnal Teknik Mesin Vol. 3 No. 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri, IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.957 KB)

Abstract

Didalam industri, bahan – bahan yang digunakan kadangkala merupakan bahan yang berat maupun berbahaya bagi manusia. Untuk itu diperlukan alat transportasi untuk mengangkut bahan – bahan tersebut mengingat keterbatasan tenaga manusia baik itu berupa kapasitas bahan yang akan diangkut maupun keselamatan kerja dari karyawa. Salah satu jenis alat pengangkut yang sering digunakan adalah belt conveyor yang berfungsi untuk mengangkut bahan – bahan industri yang berbentuk padat. Pemilihan alat transportasi (conveying equipment) material padatan antara lain tergantung pada kapasitas yang ditangani adalah jarak perpindahan material, kondisi pengangkutan adalah vertical, horizontal atau inklinasi ukuran (size), bentuk (shape) dan sifat material (properties). Belt conveyor digunakan diindustri biasanya untuk memindahkan muatan satuan (unit load) maupun muatan curah (bulk load) sepanjang garis lurus (horizontal) atau sudut inklanasi terbatas. Belt yang digunakan disesuaikan dengan material yan diangkut adapun persyaratan yang harus dipenuhi belt conveyor tidak menyerap menyerap air (low higroscopicity), kekuatan tinggi, ringan, pertambahan panjang spesifik rendah (low specific elongation), fleksibilitas tinggi, lapisan tidak mudah lepas (high resistivity to ply separation) dan tahan lama (long service life). Didalam menentukan lapisan belt conveyor dapat ditentukan dengan lebar belt conveyor yang digunakan. Dalam perancangan ini kapasitas conveyor sebesar 2781 ton/jam sehingga aman untuk mengangkut material hingga batas maksimal conveyor tersebut.
Karakterisasi Sifat Mekanis Hasil Las SMAW dan MIG pada Frame Kursi Penumpang Bus di Industri Karoseri Eka Pujo Sakti
Jurnal Teknik Mesin Vol. 3 No. 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri, IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.152 KB)

Abstract

Pengelasan adalah kumpulan teknologi untuk memperoleh suatu sambungan mati yang dilakukan dengan pemanasan yang mencapai suhu titik cair dari logam dengan menggunakan bahan tambah atau tanpa bahan tambah. Pada proses perakitan karoseri pada tahap penyambungan dengan pengelasan (welding) menggunakan beberapa macam pengelasan yaitu sebagai berikut: lasshielded metal arc welding (SMAW), lasmetal inert gas (MIG). Batasan masalah pada penelitian perbandingan karakteristik hasil las SMAW dan MIG dengan bahan baja untuk frame kursi bus adalah sebagai berikut: Bahan pipa baja dengan dimensi : diameter (D0) 26,85 mm, tebal (t) 1,93 mm. Proses pengelasan dengan metode SMAW dilakukan pada CV. XYZ. Obyek penelitian adalah frame bangku untuk bus yang dilas (Metode SMAW dengan elektorda RD260 sepsifikasi AWS 6013, metode MIG dengan eletroda ER70S) .Pengujian komposisi kimia bahan frame bangku untuk bus. Pengujian tarik, struktur mikro dan kekerasan dilakukan pada Laboratorium pengujian bahan IST Akprind Yogyakarta. Pada penelitian perbandingan karakteristik hasil las SMAW dan MIG dengan bahan baja untuk frame kursi bus memperoleh hasil sebagai berikut : Berdasarkan data hasil uji komposisi vahan frame bangku bus mendekati baja AISI 1006, komposisi kimia vahan frame bangku bus terdiri dari: 0,0775%C, 0,2493%Mn, 0,0136%P, dan 0,0077%S. Padabahan frame bangku bus penyambungan dengan menggunakan metode MIG menunjukkan rata-rata tegangan tarik maksimum rata-rata37,26 kg/mm2, hasil sambungan menggunakan pengelasan SMAW rata – rata tegangan tarik max 36,97 kg/mm2. Regangan sambungan las pada metode MIG 25,01%, sedangkan pada metode SMAW adalah 20,12%. Proses penyambungan pada pembuatan frame bangku bus dengan pengelasan MIG lebih baik dibandingkan dengan metode SMAW dilihat dari harga kekerasan, rata-rata regangan dan kekuatan tarik

Page 3 of 3 | Total Record : 27