cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
JURNAL MEDIA TEKNIK
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 81 Documents
EVALUASI KINERJA FILTER KERAMIK DENGAN PROSES KOAGULASI PADA AIR RAWA Husnah, Husnah
JURNAL MEDIA TEKNIK Vol 12, No 1 (2015): JURNAL MEDIA TEKNIK
Publisher : JURNAL MEDIA TEKNIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.289 KB)

Abstract

ABSTRAK       Air Rawa merupakan salah satu sumber air permukaan yang masih banyak dimanfaatkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air. Tetapi tidak semua air rawa memenuhi parameter kualitas air yang layak digunakan bahkan untuk kebutuhan air minumpun sebagian masyarakat masih memanfaatkan air rawa. Kondisi air rawa dilihat secara langsung umumnya keruh karena itu penulis melakukan penelitian untuk meningkatkan kualitas air rawa menggunakan membran dengan pretreatment melalui proses koagulasi. Filter yang digunakan pada penelitian kali ini adalah jenis membran keramik. Proses filtrasi dilakukan dengan beda tekanan 32 psi dan   36 psi. Waktu pengambilan permeate dilakukan pada 15, 30, 45 dan 60 menit. Evaluasi kinerja membran keramik bisa dilihat dari nilai fluks yang dihitung berdasarkan volume permeate yang didapat per luas penampang membran. Nilai fluks terbaik adalah 2937,28 l/m2.jam.  Kata kunci : Air Rawa, Filtrasi, Membran keramik, Fluks membran, Koagulasi
EFEKTIVITAS ZEOLIT ALAM SEBAGAI ADSORBENT DALAM PENGOLAHAN AIR LIMBAH YANG MENGANDUNG ALKYL BENZENE SULFONAT (LAS) Purnamasari, Eti Nurpita
JURNAL MEDIA TEKNIK Vol 12, No 1 (2015): JURNAL MEDIA TEKNIK
Publisher : JURNAL MEDIA TEKNIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.13 KB)

Abstract

ABSTRAK        Linear Alkylbenzene Sulfonat  (LAS) digunakan dalam detergen dengan konsentrasi berkisar antara  22–30%. limbah cair Laundy memiliki kandungan Linear Alkylbenzene Sulfonat  (LAS) sebesar 5,48 jauh diatas nilai ambang yang aman bagi lingkungan. Penelitian ini dilakukan untuk menurunkan kandungan LAS dalam air limbah dengan melakukan  penambahan  zeolit alam yang telah diaktivasi sebagai adsorbent dengan variasi massa zeolit dan variasi waktu kontak. Variasi massa yang ditambahkan dalam air limbah adalah 25 gram, 50gram,75gram dan100 gram dengan lamanya waktu kontak adalah 1 jam, 2jam, 3jam, dan 4jam. Hasil penelitian  yang diperoleh,penurunan konsentrasi senyawa LAS optimum dicapai pada  penambahan zeolit 100 gram dengan waktu kontak penyerapan selama 3 jam. Zeolit alam mampu menurunkan konsentrasi senyawa LAS pada air limbah laundry sebesar 93,6–95,2%. Proses penyerapan senyawa LAS menggunakan zeolit alam pada waktu kontak 1 sampai 4jam mengikuti persamaan Isotherm Freundlich. Kata  kunci:   Linear AlkylbenzeneSulfonat, zeolit alam, adsorpsi, laundry, persamaan IsothermFreundlich.
PENGARUH PENAMBAHAN SUSU KAPUR UNTUK MENURUNKAN KEASAMAN NIRA TEBU Nurlela, Nurlela
JURNAL MEDIA TEKNIK Vol 11, No 1 (2014): JURNAL MEDIA TEKNIK
Publisher : JURNAL MEDIA TEKNIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.616 KB)

Abstract

ABSTRAK   Kebutuhan akan gula semakin meningkat seiring pertumbuhan penduduk. Karena itu industri gula berusaha untuk meningkatkan produksi. Salah satu cara untuk meningkatkan produksi adalah dengan menekan kehilangan gula dalam proses produksinya. Kehilangan gula dapat terjadi karena antara lain hidrolisis gula dalam suasana asam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi penambahan susu kapur terhadap keasaman nira tebu.  Dari hasil analisis semakin tinggi kadar susu kapur dalam nira maka nira akan semakin asam. Jadi semakin tinggi keasaman nira maka reaksi hidrolisis sukrosa semakin besar. Kata kunci: susu kapur, nira, sukrosa.
ANALISIS EFISIENSI PENGGUNAAN PROFIL KUDA-KUDA BAJA Purwanto, Herri
JURNAL MEDIA TEKNIK Vol 11, No 2 (2014): Media Teknik Edisi Mei - Agustus
Publisher : JURNAL MEDIA TEKNIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (17.818 KB)

Abstract

ABSTRAK Atap adalah bagian dari suatu bangunan yang berfungsi sebagai penutup seluruh ruangan yang ada dibawahnya dari pengaruh panas, hujan, angin, debu, termasuk juga untuk keperluan perlindungan, dimana komponennya terdiri dari konstruksi rangka atap (kuda-kuda) dan konstruksi penutup. Rangka kuda-kuda dapat menggunakan material kayu, profil baja, beton bertulang, dan baja ringan. Pada bangunan dengan bentang yang cukup panjang seperti pabrik, gedung pertemuan, stadion, kampus, dan sebagainya, kuda–kuda dengan material baja menjadi pilihan yang sering digunakan. Sedangkan dengan bentang yang pendek 8 meter, 10 meter dan 12 meter (untuk rumah tangga) yang sering dipakai adalah konstruksi baja ringan. Profil baja yang sering digunakan untuk konstruksi kudakuda dengan type tertentu adalah profil WF dan H (beam). Dengan adanya batasan tersebut dianalisa penggunaan material profil baja dengan bentang 8 meter, 10 meter dan 12 meter terhadap tingkat efisiensi dan keamanannya, sehingga menjadi altenatif penggunaan rangka kuda-kuda atap. Dan selanjutnya dianalisis empat jenis profil baja, yaitu IWF, pipa, kanal, dan siku, dengan bentang kuda-kuda 8, 10, dan 12 meter dengan 2 tipe kuka-kuda. Hasil analisis kuda-kuda tipe 1 pada bentang 8 meter panjang profil 35.1408 meter, profil IWF berat 294.211 kg (rasio > 1, tidak efisien), profil kanal 275.821 kg (rasio < 1), profil pipa : 154.978 kg (rasio < 1), profil siku 213.610 kg (rasio < 1). Bentang 10 meter panjang profil 39.7561 meter, profil IWF 332.852 kg (rasio >1,tidak efisien), profil kanal 312.047 kg (rasio < 1), profil pipa: 158.826 kg (rasio < 1), profil siku 298.344 kg (rasio < 1). Bentang 12 meter panjang profil 44.5454 meter, profil IWF 372.950 kg (rasio >1, tidak efisien), profil kanal: 441.410 kg (rasio < 1), profil pipa 289.970 kg (rasio < 1), profil siku 401.282 kg (rasio < 1). Hasil analisis kuda-kuda tipe 2 pada, bentang 8 meter panjang profil 31.8993 meter, profil IWF 267.071kg (rasio >1, tidak efisien), profil kanal 316.097 kg (rasio <1), profil pipa 103.450 kg (rasio <1), profil siku 263.373 kg (rasio <1).Bentang 10 meter panjang profil 36.4130 meter, profil IWF 304.862 kg (rasio >1. Tidak efisien), profil kanal 360.824 kg (rasio <1), profil pipa 175.771 kg (rasio <1), profil siku 328.022 kg (rasio <1). Bentang 12 meter panjang profil 41.0997 meter, profil IWF 344.101 kg (rasio >1 tidak efisien), profil kanal 440.104 kg (rasio <1), profil pipa 239.530 kg (rasio <1), profil siku 402.436 kg (rasio <1)Kata Kunci : Kuda-kuda, struktur baja, profil baja, efisien, hasil desain
BRIKET BATUBARA DENGAN PENYULUT ENCENG GONDOK DENGAN PEREKAT TAPIOKA Nurlela, Nurlela
JURNAL MEDIA TEKNIK Vol 12, No 1 (2015): JURNAL MEDIA TEKNIK
Publisher : JURNAL MEDIA TEKNIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (898.445 KB)

Abstract

ABSTRAK      Briket batu bara merupakan bahan bakar alternatif yang memungkinkan dapat dikembangkan secara luas dalam waktu yang singkat mengingat teknologi dan peralatan yang digunakan relatif sederhana. Namun penggunaan bahan bakar briket batu bara memiliki keterbatasan, yaitu membutuhkan waktu penyalaan awal yang cukup lama dibandingkan penggunaaan bahan bakar cair dan gas, yaitu sekitar 10 – 15 menit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemanfaatan enceng gondok yang selama ini di anggap sebagai limbah pengganggu, sehingga mengurangi pencemaran lingkugan agar tercipta lingkungan yang bersih dan sehat. Tujuan lainya adalah diharapkan dengan penyulut enceng gondok proses penyalaan dapat di atasi dengan biaya yang relatif murah. Kata kunci: Briket, batubara, enceng gondok
PENCAIRAN BATUBARA BANKO TENGAH TANPA KATALIS Rochyani, Neny
JURNAL MEDIA TEKNIK Vol 2, No 1 (2005): Jurnal Media Teknik
Publisher : JURNAL MEDIA TEKNIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract      Coal liquefaction is a process which to convert the energy in solid organic structure into liquid form. This process appear just because a petroleum reserve more lessen. As  the country that have coal reserve in a large amount. The process of liquefaction development as the potensial alternative will have the benefit for us. The goal of this research is to know how much the conversion result from Banko Tengah coal liquefaction in temperature of 425°C by using antrasent solvent. The main equipment appliance of this research is autoclave that have 0,5 litre capacities, which emited a stream by gas H2, the comparation ratio of solvent /coal = 3 :2, pressure 100 bar. Based on the result shows that in 75 minute produced a highest conversions in the mount of 65,4696 %.  Abstrak           Pencairan batubara adalah suatu proses untuk mengkonversikan energy yang tersimpan dalam struktur organic padat batubara kedalam bentuk cair. Proses ini muncul karena semakin berkurangnya cadangan minyak bumi. Sebagai negara yang mempunyai cadangan batubara dalam jumlah besar, pengembangan proses pencairan sebagai bahan bakar alternative yang potensial akan sangat menguntungkan . penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya hasil konversi pencairan batubara Banko tengah pada temperature 425 C dengan menggunakan pelarut atrasen. Alat utama dalam penelitian ini adalah autoclave berkapasitas 0,5 liter yang adialiri gas H2 rasio perbandingan berat pelarut/batubara = 3 :2, tekanan 100 bar. Dari hasil percobaan menunjukkan bahawa pada waktu operasi 75 menit dihasilkan konversi sebesar 65,4696 %.
TINJAUAN TEORITIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI OPERASI PADA KOLOM DESTILASI Fatimura, Muhrinsyah
JURNAL MEDIA TEKNIK Vol 11, No 1 (2014): JURNAL MEDIA TEKNIK
Publisher : JURNAL MEDIA TEKNIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1645.136 KB)

Abstract

ABSTRAK      Destilasi adalah suatu cara pemisahan larutan dengan menggunakan panas sebagai pemisah. Jika larutan yang terdiri dari dua buah komponen yang cukup mudah menguap  ada perbedaan komposisi antara fase cair dan fase uap, dan hal ini merupakan syarat utama supaya pemisahan dengan distilasi dapat dilakukan. Kalau komposisi fase uap sama dengan komposisi fase cair, maka pemisahan dengan jalan distilasi tidak dapat dilakukan. Proses destilasi bisa berjalan dengan baik jika faktor-faktor yang mempengaruhi Distilasi  seperti Kondisi umpan, Sifat dari camuran,, Karakteristik  kolom, Jenis kolom ( plate,packed ),Jenis Tray,Besaran-besaran lainnya (laju uap naik, laju cairan turun/ reflux, luas permukaan  kontak  antara   fasa gas dan cair, dan   effisiensi   perpindahan massa) diperhatikan  sehingga  dampak diakibatkan kesalahan operasi seperti foaming,weeaping,entrainment,flooding bisa diatasi. Kata kunci : Destilasi, Reflux,  tray, foaming,weeaping,entrainment,flooding
DEFORMASI DAN KEKUATAN GESER PASIR PADA PERCOBAAN GESER LANGSUNG Kurniawan, Reffanda
JURNAL MEDIA TEKNIK Vol 11, No 2 (2014): Media Teknik Edisi Mei - Agustus
Publisher : JURNAL MEDIA TEKNIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT The river is one of the water transport infrastructure have a crucial role in the movement for national development. One of which is to establish a means of supporting the court around the musi River, then it can be utilized as a place of tourism for the people of the city of Palembang and for trade. The Court is required to build the first retaining the musi River in order to shore up the buildings on it. One of the retaining required is turap. Turap is a part of the structure of the building thatserves as a holding ground and resist water ingress into the retting. Turap type, soil type and soil structure became a benchmark for shear strength of the soil at the cliff of Musi river retaining. In this paper, the kind of turap that is used to support the ground that is cantilever turap because the soil is on the musi River is a sandy silt. In addition analysis of depth turap also performed on development cliff of Musi river retaining 11-14 Ulu Palembang of South Sumatra.Keywords : Turap, River, Cantilever
TINJAUAN TEORITIS PERMASALAHAN BOILER FEED WATER PADA PENGOPERASIAN BOILER YANG DIPERGUNAKAN DALAM INDUSTRI Fatimura, Muhrinsyah
JURNAL MEDIA TEKNIK Vol 12, No 1 (2015): JURNAL MEDIA TEKNIK
Publisher : JURNAL MEDIA TEKNIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.3 KB)

Abstract

ABSTRAK Boiler   merupakan   suatu   peralatan   yang   digunakan untuk menghasilkan steam (uap) dalam berbagai keperluan dalam industri dan proses produksi. Air di dalam boiler dipanaskan oleh panas dari hasil pembakaran bahan bakar (sumber panas lainnya) sehingga terjadi perpindahan panas dari sumber panas tersebut ke air yang mengakibatkan air tersebut menjadi panas atau berubah wujud menjadi uap. Air boiler yang akan diumpankan ( boiler feed water)  harus memenuhi syarat air umpan boiler ada beberapa standar yang di rekomendasi untuk air umpan boiler seperti ASME, IS:10392-1982,Chem Treat inc. Bila tidak memenuhi  standar yang di rekomendasi akan menyebabkan beberapa masalah dalam boiler seperti Pembentukan kerak, Peristiwa korosi ,Pembentukan deposit  dan carry over ( terbawanya mineral-mineral air ke sistem proses ). Apabila masalah pada boiler itu terjadi dikarenakan  boiler feed water tidak memenuhi standar  ASME, IS:10392-1982,Chem Treat inc. maka pada proses dilakukan perawatan internal dan eksternal boiler water treatment . Kata Kunci : Boiler Feed Water, Boiler,Kerak,Korosi,deposit,carry over
PENGARUH KOMBINASI FILTER Mn ZEOLIT, KARBON AKTIF TERHADAP KADAR BESI PADA AIR SUMUR DI PERUMAHAN AZZAHRA KABUPATEN BANYUASIN Wahyudi, Agus
JURNAL MEDIA TEKNIK Vol 11, No 1 (2014): JURNAL MEDIA TEKNIK
Publisher : JURNAL MEDIA TEKNIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.371 KB)

Abstract

ABSTRAK            Kondisi Air sumur diperumahan Azzahra Kabupaten Banyuasin sangatlah tidak layak penggunaannya untuk konsumsi air bersih  rumah tangga, telah bertahun-tahun penggunaan air sumur diwilayah ini hanya sekedar untuk penggunaan penyiraman tanaman dan kebutuhan air diluar rumahtangga. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan variable seperti, suhu, ph namun kekhususan dalam penelitian ini meneliti seberapa besar pengaruh dari media filter seperti mnzeolit, karbon aktif terhadap hasil filtrasi dari bahan tersebut. Dari hasil penelitian didapatkan data Kadar Fe sesudah dilakukan perlakuan yaitu rata-rata kadar Fe 0,183 mg/l dan keefektifan media filter sebesar 94,50%. Kata Kunci : filter, Mn Zeolit, Karbon aktif,  Fe