cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 86 Documents
Search results for , issue " Tahun 2013" : 86 Documents clear
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN LAMA KERJA DENGAN KELENGKAPAN PENGISIAN DOKUMENTASI PENGKAJIAN ASUHAN KEPERAWATAN DI RSUD TUGUREJO SEMARANG Pratiwi, Proborini Putri; Suryani, Maria; Sayono, -
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dokumentasi keperawatan merupakan kegiatan pencatatan, pelaporan dan pemeliharaan yang berkaitan dengan pengelolaan klien guna mempertahankan sejumlah fakta, dari suatu kejadian dalam suatu waktu. Dokumentasi keperawatan yang dilakukan perawat di RSUD Tugurejo Semarang belum dilaksanakan secara optimal, sehingga perlu dikaji secara empiris faktor yang berhubungan dengan kelengkapan pengisian dokumentasi pengkajian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan dan lama kerja dengan kelengkapan pengisian dokumentasi pengkajian asuhan keperawatan di ruang Rawat Inap di RSUD Tugurejo Semarang. Untuk mendapatkan informasi tentang kelengkapan dokumentasi pengkajian asuhan keperawatan sebagai bahan pertimbangan untuk meningkatkan dan menjaga kualitas dari dokumentasi tersebut. Penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan  pendekatan Cross sectional dengan jumlah sampel 85 perawat. Data dikumpulkan  dengan cara observasi dan dianalisis menggunakan pogram SPSS dengan uji chi square. Hasil analisis menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan kelengkapan pengisian dokumentasi pengkajian asuhan keperawatan (p = 0,02). Usia perawat ternyata tidak berhubungan dengan kelengkapan pengisian dokumentasi pengkajian asuhan keperawatan(p = 0,552). Lama kerja perawat juga tidak berhubungan dengan kelengkapan pengisian dokumentasi pengkajian asuhan keperawatan  (p = 1,000). Adanya hal demikian karakteristik perawat sangat memperngaruhi dalam pengisian diantaranya yaitu: tingkat pendidikan, usia dan lama kerja.  Pengisian dokumentasi pengkajian asuhan keperawatan perlu diadakan pelatihan khusus antara kepala ruang dengan ners atau profesi baik untuk perawat yang bekerja lama ataupun baru bekerja, tujuan diadakan pelatihan ini adalah agar dalam kegiatan pengisian, pelaporan dan pencatatan dokumentasi pengkajian asuhan keperawatan dapat terisi secara lengkap. . Kata Kunci : Tingkat pendidikan, Lamanya kerja, kelengkapan dokumentasi pengkajian.
PENGARUH LAMANYA PEMAKAIAN DIAPERS TERHADAP RUAM DIAPERS PADA ANAK DIARE USIA 6-12 BULAN DI RSUD TUGUREJO SEMARANG Sujatni, Rahmawati Apri; Hartini, Sri; Kusuma, Muslim Argo Bayu
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diare merupakan kehilangan cairan dan elektrolit melalui buang air besar (bab) secara berlebihan frekuensinya satu kali atau lebih dengan bentuk tinja yang encer atau cair. Diare adalah penyebab utama keadaan sakit pada bayi. Diapers merupakan alat yang berupa popok sekali pakai pengganti popok kain yang terbuat dari plastik dan campuran bahan kimia untuk menampung sisa-sisa metabolisme seperti air seni dan feses. Umumnya diapers dipakai oleh bayi, karena lebih praktis maka diapers menjadi pilihan orang tua untuk mengganti popok kain. Namun dampak dari penggunaan diapers yang berlangsung terus menerus dapat menyebabkan ruam. Ruam diapers ini disebabkan oleh iritasi terhadap kulit yang tertutup oleh diapers dan cara pemakaian diapers yang tidak benar, seperti tidak segera mengganti diapers setelah anak bab dan bak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lamanya pemakaian diapers terhadap ruam diapers pada anak diare usia 6-12 bulan. Desain penelitian ini adalah true experimental design atau eksperimen murni dengan jumlah sampel 30 bayi. Data primer dengan metode observasi, sedangkan data sekunder berupa lembar observasi. Data kemudian diolah secara deskriptif dengan microsoft excel dan program SPSS. Hasil analisis antara lamanya pemakaian diapers dengan ruam diapers diperoleh bayi yang memakai diapers selama 4 jam yang mengalami ruam diapers lebih banyak yaitu 9 anak (8,0%) dibandingkan bayi yang memakai diapers selama 2 jam yaitu 6 anak (8,0%), hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,356 yang berarti (p >0,05) maka dapat disimpulkan tidak ada pengaruh antara lamanya pemakaian diapers terhadap ruam diapers pada anak diare usia 6-12 bulan.   Kata Kunci                  : Lama Pemakaian Diapers, Ruam Diapers
PERBEDAAN EFEKTIFITAS TEKNIK RELAKSASI NAFAS DALAM DAN TERAPI MUSIK KLASIK TERHADAP INTENSITAS NYERI PADA PASIEN YANG MENGALAMI FRAKTUR DENGAN NYERI SEDANG Jona, Resa Nirmala; Widodo, Sri; Shobirun, -
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia pada tahun 2010 angka kecelakaan lalu lintas mencapai 104.824 kejadian. Salah satu akibat yang ditimbulkan karena kecelakaan lalu lintas adalah fraktur yaitu terputusnya kontinuitas tulang tulang, retak atau patahnya tulang yang utuh yang biasanya disebabkan oleh trauma atau rudapaksa. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan efektifitas teknik relaksasi nafas dalam dan terapi musik klasik terhadap intensitas nyeri pada pasien yang mengalami fraktur dengan nyeri sedang di RSUD Dr. H. Soewondo Kendal. Rancangan penelitian ini menggunakan two group pra-post test design dengan jumlah sampel sebanyak 22 responden dengan teknik purposive sampling. Intensitas nyeri responden sebelum diberikan teknik relaksasi nafas dalam dan terapi musik klassik adalah nyeri sedang dengan skala 4-6 (100%). Setelah diberikan teknik relaksasi nafas dalam dan terapi musik klasik, intensitas nyeri responden adalah 59,1% mengalami nyeri sedang dan 40,9% nyeri ringan. Hasil uji mann whitney menunjukkan nilai p=0,213 (p>0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan efektifitas teknik relaksasi nafas dalam dan terapi musik klasik terhadap intensitas nyeri pada pasien yang mengalami fraktur dengan nyeri sedang di RSUD Dr. H. Soewondo Kendal. Kata kunci : Fraktur, Intensitas Nyeri, Teknik Relaksasi Nafas Dalam, Terapi Musik Klasik
EFEKTIFITAS TEKNIK RELAKSASI IMAJINASI TERBIMBING DAN TERAPI MUSIK TERHADAP PENURUNAN GANGGUAN TIDUR PADA LANSIA DI PANTI WERDA PELKRIS PENGAYOMAN SEMARANG Kusuma, Rizan Perdana; Kristiyawati, Sri Puguh; Purnomo, S. Eko Ch.
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan tidur dapat terjadi pada lansia yang sehat maupun sakit. Lansia yang menjalani perawatan selama sakit, mengalami gangguan tidur yang disebabkan oleh rasa tidak nyaman karena berbagai faktor penyebab. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas  imajinasi terbimbing dan terapi musik terhadap penurunan gangguan tidur pada lansia di Panti Werda Pelkris Pengayoman Semarang. Desain penelitian ini menggunakan  Pretest – Post Test Design, dilakukan pada 28 responden dengan teknik accidental sampling. Analisis data penelitian menggunakan uji t independent. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang mengalami gangguan tidur pada usia responden 61-71 tahun sebanyak 12 orang (42.9 %) dan usia 71-80 tahun sebanyak 16 orang (57.1 %). Rata-rata skor gangguan tidur sebelum dan sesudah diberikan teknik relaksasi imajinasi terbimbing sebesar 13.07 dan 10.86. Selisih skor gangguan tidur sebelum dan sesudah teknik relaksasi terbimbing adalah 2.21. Rata-rata skor gangguan tidur sebelum dan sesudah diberikan terapi musik sebesar 13.57 dan 10.86. Selisih skor gangguan tidur sebelum dan sesudah terapi musik adalah 4.64. Penelitian ini dapat disimpulkan ada perbedaan efektifitas antara teknik relaksasi imajinasi terbimbing dan terapi musik terhadap penurunan gangguan tidur pada lansia di Panti Werda Pelkris Pengayoman Semarang dengan nilai t hitung sebesar 2.473 dengan p value sebesar 0.020 < 0.05. Tingkat keefektifan antara teknik relaksasi imajinasi terbimbing dan terapi musik lebih efektif terapi musik karena pada terapi musik diperoleh selisih sebelum dan sesudah sebesar 4.64 sedangkan pada teknik relaksasi imajinasi terbimbing terdapat selisih antara sebelum dan sesudah sebesar 2.21.Saran dalam penelitian ini, diharapkan panti dapat memberikan pelatihan kepada perawat tentang pemberian terapi musik kepada lansia yang mengalami gangguan tidur.   Kata Kunci: Teknik  relaksasi terbimbing, terapi musik, penurunan gangguan tidur  lansia.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK PERAWAT DENGANPENERAPAN PRINSIP ENAM BENAR DALAMPEMBERIAN OBAT DIRUANG RAWAT INAP RSUD Dr. H. SOEWONDO KENDAL Wardana, Robie; Suryani, Maria; Sayono, -
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam memenuhi kebutuhan dasar manusia meliputi bio-psiko-sosio-kultural dan spiritual masyarakat dalam rentang sehat dan sakit. Disini perawat harus memberikan berbagai macam obat kepada pasien dengan cara menerapkan prinsip enam benar dalam pemberian obat untuk meminimalkan tingkat kesalahan medis yang disebabkan oleh kesalahan didalam praktik keperawatan, terutama pada pemberian obat yang dapat berakibat fatal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kakteristik perawat dengan penerapan prinsip enam benar dalam pemberian obat. Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan point time approach, jumlah sampel 55 responden dengan tekhnik sampel jenuh. Untuk mengetahui hubungan karakteristik perawat dengan penerapan prinsip enam benar dalam pemberian obat digunakan uji statistic chi square dengan uji alternative fisher exact test. Dari hasil analisa tersebut didapat hasil dari variabel jenis kelamin, masa kerja dan pendidikan tidak memiliki hubungan penerapan prinsip enam benar, dan dapat hasil dari variabel umur dengan nilai p value = 0,026, karena nilai p< 0,05 dengan kategori benar dalam prinsip enam benar sebanyak 62,7% pada umur dewasa awal, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan umur dengan penerapan prinsip enam benar. Rekomendasi hasil penelitian disini adalah supaya peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian dengan menggunakan variabel yang berbeda.   Kata Kunci      : Karakteristik perawat, Prinsip enam benar
Hubungan Pola Pemberian ASI dengan Peningkatan Berat Badan Bayi (studi di Kelurahan Ngaliyan Kecamatan Ngaliyan Semarang) Suminar, Sasti Mega; Machmudah, -; Sayono, -
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gambaran ASI Eksklusif di Indonesia masih rendah dan menunjukkan perkembangan yang sangat lambat. Pemberian ASI eksklusif dapat mencegah penyakit seperti diare dan pneumonia, sebab penyakit tersebut juga yang dapat menyebabkan kematian pada  balita di Indonesia. Bayi yang mendapatkan ASI mempunyai kenaikan berat badan yang baik setelah lahir, pertumbuhan setelah periode perinatal baik, dan mengurangi kemungkinan obesitas.Penyebab kegagalan dalam pemberian ASI eksklusif diantaranya ibu bekerja, pengetahuan ibu, budaya di masyarakat dan kurang informatifnya petugas kesehatan dalam mempromosikan ASI.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan peningkatan berat badan bayi di Kelurahan Ngaliyan Kecamatan Ngaliyan Semarang. Jenis penelitian ini observasional analitik, sampel dalam penelitian ini sebanyak 41 responden. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah sampel total, pengambilan data menggunakan lembar observasi. Analisa data menggunakan Uji t-Independent dengan α < 0,05. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan peningkatan berat badan bayi usia 1-4 bulan, ρ value=(α<0.05). Rekomendasi penelitian ini ditujukan kepada petugas pelayanan kesehatan untuk memberikan informasi kepada ibu-ibu yang mempunyai bayi agar lebih memperhatikan berat badan bayinya. Bagi ibu yang mempunyai bayi di anjurkan untuk memberikan ASI eksklusif kepada bayinya.   Kata kunci : Pola pemberian ASI, peningkatan berat badan bayi.
PENGARUH SUPERVISI KEPALA RUANG TERHADAP DOKUMENTASI ASUHAN KEPERAWATAN DI RUANG RAWAT INAP RSUD UNGARAN Nindyanto, Shinta Indah Arini; Sukesi, Niken; Purnomo, Muslim Argo Bayu
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dokumentasi asuhan keperawatan merupakan bukti atas tindakan yang dilakukan oleh perawat kepada klien yang dirawat di rumah sakit. Masih banyak permasalahan dalam pelaksanaan sistem dokumentasi keperawatan di Indonesia. Hasil studi pendahuluan pada lima dokumentasi asuhan keperawatan secara acak di  ruang rawat inap di RSUD Ungaran ditemukan sebagian besar dokumentasi asuhan keperawatan yang kurang lengkap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh supervisi kepala ruang terhadap kelengkapan dokumentasi asuhan keperawatan di ruang rawat inap RSUD Ungaran. Desain penelitian ini adalah cross sectional, jumlah sampel 66 responden dengan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar checklist penilaian dokumentasi asuhan keperawatan dari Depkes. Gambaran karakteristik perawat di RSUD Ungaran dengan usia ≥ 32 tahun 40 orang (60,6%), jenis kelamin perempuan 55 orang (83,3%), pendidikan D3 Keperawatan 63 orang (95,5%) dengan lama kerja ≥ 5 tahun 38 orang (57,6%). Gambaran supervisi kepala ruang yang dipersepsikan perawat sebanyak 43 orang (65,2%) menyatakan baik dan gambaran kelengkapan dokumentasi asuhan keperawatan sebanyak 35 dokumen baik (53%). Hasil analisis bivariat dengan metode chi square menunjukkan tidak ada hubungan antara umur (p=0,988), jenis kelamin (p=0,350), pendidikan (p=0,210), dan lama kerja perawat (p=0,904) dengan kelengkapan dokumentasi asuhan keperawatan, ada hubungan supervisi kepala ruang dengan kelengkapan dokumentasi asuhan keperawatan (p=0,027; α=0,05). Supervisi kepala ruang yang baik meningkatkan peluang pendokumentasian asuhan keperawatan 3 kali lebih baik (OR=3,222), sehingga semakin baik supervisi kepala ruang semakin baik pula pendokumentasian asuhan keperawatan oleh perawat pelaksana. Kepala ruang hendaknya terus melaksanakan supervisi kepala ruang dengan baik dan terjadwal untuk terus meningkatkan kualitas dokumentasi asuhan keperawatan.   Kata kunci : supervisi, kepala ruang, dokumentasi
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TEMPERAMEN PADA ANAK USIA SEKOLAH AKIBAT HOSPITALISASI DI RUMAH SAKIT TELOGOREJO SEMARANG Ulyana, Sofia; Hartini, Sri; Meikawati, Wulandari
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hospitalisasi merupakan stressor bagi anak, dimana mereka akan menunjukkan temperamenya ketika terjadi ketidakcocokan antara lingkungan dan individu. Sehingga dukungan keluarga merupakan hal yang sangat penting yang harus diperoleh bagi anak terkait dengan temperamen ketika menjalani hospitalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan dukungan keluarga dengan temperamen pada anak usia sekolah akibat hospitalisasi di Rumah Sakit Telogorejo Semarang. Desain penelitian ini adalah deskriptif korelasi, sebagai variabel independen yaitu dukungan keluarga dan variabel dependen yaitu temperamen.  Jumlah sampel 30 responden dengan tekhnik consecutive sampling, penelitian ini menggunakan uji spearman rank rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 responden pada dukungan keluarga sebagian besar dalam kategori rendah sebanyak 17 responden (56,7%) dan kategori tinggi 13 reponden (43,3%). Sedangkan pada temperamen sebagian besar dalam kategori temperamen rendah 17 responden (56,7%) dan kategori tinggi 13 responden (43,3%). Hasil uji spearman rank rho, diketahui p value = 0,482 (>0,05), dan nilai r = -0,133, meskipun nilai r menunjukkan nilai negatif namun diagram tebar menunjukkan penyebaran yang merata, maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan temperamen pada anak. Temperamen merupakan sifat bawaan, tipis kemungkinan dapat diubah. Karena anak masih menunjukkan sifat asli atau bawaan. Temperamen dapat dikendalikan dan dapat dipengaruhi oleh lingkungan terutama dukungan keluarga, dimana harus membutuhkan waktu yang cukup panjang yang dapat diambil dari pengalaman-pengalaman seseorang semasa kecil hingga dewasa sebagai pembelajaran.   Kata Kunci : Dukungan Keluarga, temperamen, dan hospitalisasi
HUBUNGAN USIA DAN JADWAL DINAS PERAWAT DENGAN KEPEDULIAN PERAWAT TERHADAP BEL PANGGILAN PASIEN DI RUMAH SAKIT TELOGOREJO SEMARANG Sriyatin, -
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu faktor  yang mendukung mutu pelayanan keperawatan adalah sikap kepedulian (caring) perawat terhadap pasien. Kepedulian (caring) merupakan manifestasi perhatian kepada orang lain, berpusat pada orang, menghormati harga diri dan kemanusiaan. Kepedulian (caring) tersebut dipengaruhi oleh faktor psikologis, faktor organisasi dan faktor individu. Faktor individu meliputi umur, jenis kelamin, latar belakang pendidikan, lama kerja, status perkawinan dan status kepegawaian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia dan jadwal dinas perawat dengan kepedulian perawat terhadap bel panggilan pasien di Rumah Sakit Telogorejo Semarang. Jenis penelitian ini adalah eksplanation, jumlah sampel 17 responden dengan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara kepedulian perawat terhadap bel panggilan pasien dengan usia di Rumah Sakit Telogorejo Semarang dengan (p=0,015) < (ά=0,05), serta ada hubungan antara kepedulian perawat terhadap bel panggilan pasien dengan jadwal dinas di Rumah Sakit Telogorejo Semarang dengan (p=0,015) < (ά=0,05). Pada analisis univariate diketahui bahwa responden dengan kepedulian terhadap bel panggilan pasien dengan waktu ≤ 3 menit sebanyak 9 orang (52,9%), responden yang berusia antara 21-30 tahun sebanyak 10 orang (58,8%), responden yang melakukan jadwal dinas pagi sebanyak 8 orang (47,1%).   Kata Kunci : Kepedulian, Caring, Usia, Jadwal Dinas
Pengaruh Terapi Musik Terhadap Penurunan Rasa Nyeri Kala I Fase Aktif Pada Ibu Bersalin di RSUD Tugurejo Semarang Safitri, Suci Marliana; Machmudah, -; Sobirun, -
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persalinan yang berlangsung dalam waktu lama dapat menyebabkan nyeri, kecemasan, dan stress yang tinggi pada ibu saat persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan terapi musik dapat berpengaruh tingkat nyeri kala I fase aktif ibu persalinan di RSUD Tugurejo Semarang pada tahun 2013. Desain penelitian menggunakan eksperimental dengan pendekatan Pretes-postest Intervensi with Control Group. Penelitian ini berjumlah 40 responden ibu persalinan normal pada tahun 2013 menggunakan teknik simple random sampling. Analisis data dilakukan dengan analisis univariat dan bivariat. Uji statistik menggunakan statistik nonparametris dan uji Wilcoxon Match Pairs dengan nilai significancy 0,00 (p<0,005). Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh terapi musik terhadap penurunan rasa nyeri kala I fase aktif di RSUD Tugurejo Semarang dengan p = 0,000 (α <0,05). Berdasarkan kesimpulan diatas ibu disarankan untuk lebih memperhatikan kesehatan ibu dan janin, dan pihak rumah sakit bersedia menyediakan terapi musik sebagai salah satu program yang dapat menurunkan tingkat nyeri saat proses persalinan. Kata Kunci : Terapi musik, tingkat nyeri, ibu persalinan kala I fase aktif