cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 237 Documents
PENGARUH KEPUASAN PERAWAT TERHADAP KELENGKAPAN DOKUMENTASI ASUHAN KEPERAWATAN DI RUANG RAWAT INAP RSUD AMBARAWA Nurseto, Ibnu Dwi; Sukesi, Niken; Wulandari M, -
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2014
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dokumentasi asuhan keperawatan sangat diperlukan untuk kepentingan pasien maupun perawat, akan tetapi pada kenyataannya masih banyak dokumen asuhan keperawatan yang isinya belum sesuai baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepuasan perawat terhadap kelengkapan dokumentasi asuhan keperawatan di ruang rawat inap RSUD Ambarawa. Desain penelitian ini adalah cross sectional,jumlah sampel 65 responden dengan tekhnik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar checklist penilaian dokumentasi asuhan keperawatan dari Depkes. Gambaran karakteristik perawat di RSUD Ambarawa dengan umur ≥ 30 tahun 40 orang (61,5%), jenis kelamin perempuan 53 orang (81,5%), pendidikan D3 keperawatan 47 orang (72,3%) dengan lama kerja ≥ 8 tahun 33 orang (50,8%). Gambaran kepuasan perawat bahwa sebagian besar responden 35 orang (53,8%) menyatakan bahwa perawat puas dan gambaran kelengkapan dokumentasi asuhan keperawatan sebanyak 46,2 % dokumen baik. Hasil analisa bivariat dengan metode Chi square menunjukkan tidak ada pengaruh antara jenis kelamin (p=0,324) terhadap kelengkapan dokumentasi asuhan keperawatan, ada pengaruh antara umur (p=0,005), pendidikan (p=0,009), lama kerja (p=0,018), dan kepuasan perawat terhadap kelengkapan dokumentasi asuhan keperawatan (p=0,050). Kepuasan perawat yang baik meningkatkan peluang pendokumentasian asuhan keperawatan 2 kali lebih baik (OR=2,667), sehingga semakin baik kepuasan perawat yang diperoleh semakin baik pula pendokumentasian asuhan keperawatan oleh perawat.   Kata kunci : kepuasan perawat, dokumentasi asuhan keperawatan
PERBEDAAN EFEKTIFITAS TEKNIK RELAKSASI BENSON DAN NAFAS DALAMTERHADAP TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE OPERASI BEDAH ABDOMEN DI RSUD KOTA SALATIGA Mardiani, Ike Yuyun; Ismonah, -; Supriyadi, -
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2014
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tindakan pembedahan menimbulkan berbagai respon diantaranya respon psikologi atau kecemasan. Kecemasan pada pasien operasi banyak terjadi, di Indonesia prevalensi kecemasan berkisar 9%-21% populasi umum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Perbedaan Efektifitas Teknik Relakasi Benson dan Nafas Dalam terhadap Tingkat Kecemasan Pasien Pre Operasi Bedah Abdomen di RSUD Kota Salatiga. Desain penelitian ini adalah Quasy Experimentdengan rancangan penelitian two group pretest-posttest design. Jumlah sampel sebanyak 42 responden dengan teknik total sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner STAI (State Anxiety Inventory for Adults). Uji statistik yang digunakan dalam penelitian adalah Paired t-test dan Unpaired t-test. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah diberikan teknik relaksasi Benson maupun nafas dalam (p-value=0,000) dan tidak ada perbedaan efektifitas antara teknik relaksasi Benson dan nafas dalam (p-value=0,215). Rekomendasi hasil penelitian ini adalah agar peneliti selanjutnya meneliti faktor-faktor fisiologis yang mempengaruhi kecemasan seperti tekanan darah, nadi, dan frekuensi nafas. Kata Kunci : Kecemasan pre operasi, relaksasi Benson, dan relaksasi nafas dalam
ANALISIS ALASAN WANITA USIA SUBUR (WUS) DALAM MEMILIH METODE KONTRASEPSI DI PUSKESMAS BANDARHARJO SEMARANG Luluilmaknun, Khumairoh; Machmudah, -
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2014
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluarga Berencana (KB) adalah usaha untuk merencanakan jumlah dan jarak kehamilan dengan menggunakan berbagai alat kontrasepsi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuialasan wanita usia subur dalam memilih metode kontrasepsi di Puskesmas Bandarharo Semarang Tahun 2014. Rancangan penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah rancangan penelitian deskriptif.Sampel dalam penelitian ini berjumlah 52 responden. Hasil dalam penelitian ini dari 52 responden, ada 29 (55,8%) responden yang memilih metode kontrasepsi suntik. Alasan memilih metode kontrasepsi yang digunakan responden adalah praktis dan sederhana sebanyak 14 (26,9%), sedangkan alasan menolak metode kontrasepsi yang tidak digunakan oleh responden adalah terdapat efek samping sebanyak 15 (28,8%), dan alasan responden untuk menggganti metode kontrasepsi adalah karena lebih aman sebanyak 33 (63,5%). Rekomendasi dari penelitian ini adalah pelayanan kesehatan lebih sering memberikan penyuluhan khususnya mengenai KB.Kata kunci : wanita usia subur, metode kontrasepsi
PENGARUH TERAPI OKUPASI TERHADAP KEMAMPUAN BERINTERAKSI PADA PASIEN ISOLASI SOSIALDI RSJD DR. AMINO GONDOHUTOMO SEMARANG Elisia, Laela; Rochmawati, Dwi Heppy; -, Targunawan
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2014
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isolasi sosial merupakan suatu keadaan perubahan yang dialami pasien.Suatupengalaman menyendiri dari seseorang dan perasaan malu terhadap orang lain sebagai sesuatu yang negatif. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui pengaruh pemberian terapi okupasi terhadap kemampuan berinteraksi pada pasien isolasi sosial di RSJD dr. Amino Gondohutomo Semarang. Desain penelitian one group pretest – posttest design. Sampel berjumlah 37 orang dengan tehnik pengambilan sampel purposive sampling , hasil yang didapatkan p : 0,00.  Hasil penelitian membuktikan Adany apengaruh terapi okupasi terhadap kemampuan berinteraksi pada pasien isolasi sosial. Terapi okupasi direkomendasikan sebagai terapi keperawatan dalam merawat pasien dengan isolasi sosial dengan penurunan kemampuan interaksi sosial. Kata kunci : Terapiokupasi, kemampuan interaksi sosial pasien isolasi social.
PENGARUH TERAPI BERMAIN ROLE PLAY TERHADAP KECEMASAN ANAK USIA PRA SEKOLAH SAAT PEMBERIAN OBAT ORAL DI RSUD TUGUREJO SEMARANG Wulandari, Lusi; Hartini, Sri; Nurullita, Ulfa
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2014
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak di Indonesia yang dirawat dirumah sakit cukup tinggi yaitu sekitar 35 per 100 anak, yang ditunjukkan selalu penuh ruangan anak baik dirumah sakit pemerintah maupun rumah sakit swasta. Dan berdasarkan hasil studi pendahuluan yang ada dirumah sakit Tugurejo Semarang ditemukan bahwa anak sering mengalami kecemasan saat pemberian obat oral. Peran perawat untuk menurunkan kecemasan dengan pendekatan psikologis pada pasien saat pemberian obat oral salah satunya dengan menggunakan terapi bermain role play. Bermain adalah penting untuk kesehatan mental, emosi, dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh terapi bermain role play terhadap kecemasan anak usia pra sekolah saat pemberian obat oral di rumah sakit umum daerah Tugurejo Semarang. Desain penelitian ini adalah Quasy Experimental dengan pendekatan one group pre and post test, dengan jumlah sampel 25 responden yang diperoleh dengan teknik total sampling, pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi. Untuk mengetahui perbedaan sebelum dan sesudah perlakuan peneliti menggunakan analisa uji parametrik Wilcoxon. Dengan hasil menunjukkan nilai p value 0,000 kurang dari atau sama dengan 0,05 disimpulkan bahwa ada pengaruh terapi bermain role play terhadap kecemasan saat pemberian obat oral di rumah sakit umum daerah Tugurejo Semarang. Rekomendasi dari hasil penelitian ini diharapkan perawat agar memberikan terapi bermain pada anak usia pra sekolah saat di rawat di rumah sakit pada pemberian obat oral. Kata Kunci : terapi bermain, kecemasan anak, hospitalisasi
PERBEDAAN RANGE OF MOTION SPHERICAL GRIP DAN CYLINDRICAL GRIP TERHADAP KEKUATAN OTOT EKSTREMITAS ATAS PADA PASIEN STROKE DI RSUD TUGUREJO SEMARANG Mardati, Lutvia; Setyawan, Dody; Bayu Kusuma, M. Argo
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2014
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke merupakan suatu keadaan darurat, kejadian di Indonesia diperkirakan setiap tahunnya mencapai 500.000 orang, terdapat sekitar 25% atau 125.000 orang meninggal dan sisanya mengalami kecacatan. Penatalaksanaan stroke sangat penting mengingat dampak yang ditimbulkan berupa kematian dan kecacatan. Oleh karena itu perlu dilakukan suatu upaya rehabilitasi untuk memulihkan kondisi pasien pasca stroke. Salah satu rehabilitasi yang dapat diberikan adalah latihan rentang gerak atau yang sering disebut range of motion berupa spherical grip dan cylindrical grip. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perbedaan range of motion spherical grip dan cylindrical grip terhadap kekuatan otot ekstremitas atas pada pasien stroke di RSUD Tugurejo Semarang. Desain penelitian ini yaitu menggunakan quasi experiment dengan rancangan two group pre-post test design , jumlah sampel 26 sampel dengan menggunakan tehnik purposive sampling. Hasil statistik menggunakan Mann-Whitney menunjukkan hasil tidak ada perbedaan efektivitas range of motion spherical grip dan cylindrical grip terhadap kekuatan otot ekstremitas atas pada pasien stroke dilihat dari p value 0,750 (> 0,05). Akan tetapi dilihat dari mean rank spherical grip (13,92) lebih besar dari mean rank cylindrical grip (13,08) yang berarti spherical grip lebih baik dalam meningkatkan kekuatan otot.   Kata Kunci: Stroke , range of motion spherical grip, cylindrical grip, kekuatan otot ekstremitas atas
PENGARUH STERILISASI BOTOL SUSU TERHADAP KEJADIAN DIARE DI DESA SIDOREJO KECAMATAN BRANGSONG KABUPATEN KENDAL Kardini, -; Suhadi, -; Maryati, -
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2014
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak faktor yang dapat menyebabkan diare pada balita. Salah satunya adalah penggunaan botol susu dan peralatan makan yang tidak bersih. Tujuan Penelitian ini adalah untuk membuktikan pengaruh sterilisasi botol susu terhadapkejadian diare di Desa Sidorejo, Kecamatan Brangsong Kabupaten Kendal. penelitian kuantitatif menggunakan quasi experiment tanpakelompokkontroldengan desain penelitian one group pre test post test design, dengan mengobservasi sebelum dan sesudah perlakuan. Populasi dari penelitian ini adalah semua ibu dan balita di desa Sidorejo tersebut. Responden berjumlah 32 orang diambil dengan teknik random sampling. Setelah dilakukan sterilisasi botol susu dan peralatan makan balita, kejadian diare balita menurun menjadi sebanyak 8 orang (25,0 %) Hasil penelitian didapatkan significany menunjukan angkap value = 0,001 (p< 0.05). Hasil tersebut memiliki arti bahwa terdapat pengaruh kejadian diare pada balita. Ada pengaruh sterilisasi botol susu terhadap kejadian diare. Diharapkan Ibu Meningkatkan hygiene pada botol susu yang akan digunakan Kata Kunci: Pengaruh sterilisasi botol susu, Kejadian diare
PENGARUH PEMBERIAN MINYAK ZAITUN (OLIVE OIL) TERHADAP DERAJAT RUAM POPOK PADA ANAK DIARE PENGGUNA DIAPERS USIA 0-36 BULAN DI RSUD UNGARAN SEMARANG Vega Jelita, Maretha; Mardi Asih, Sri Hartini; Nurulita, Ulfa
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2014
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit yang sering terjadi pada usia 0-36 bulan adalah salah satu yang angka kejadiannya terus meningkat yaitu diare. Pengeluaran feses yang meningkat pada anak yang menderita diare, mengharuskan orangtua lebih sering mengganti popok jika popok tidak segera diganti akan menimbulkan kemerahan disekitar genetalia yaitu ruam popok. Minyak zaitun (Olive Oil) mengandung emolien yang bermanfaat untuk menjaga kondisi kulit yang rusak seperti psoriaris dan eksim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian minyak zaitun (olive oil) terhadap derajat ruam popok pada anak diare pengguna diapers usia 0-36 bulan. Rancangan dalam penelitian ini menggunakan quasy eksperiment, dengan design Non-equivalent control group dengan jumlah sampel sebanyak 33 responden untuk setiap kelompok. Hasil penelitian ini menunjukan sebelum pemberian minyak zaitun pada kelompok eksperimen paling banyak pada derajat ruam popok sedang sebanyak 31 anak dan pada kelompok kontrol paling banyak pada derajat ruam popok sedang sebanyak 20 anak, sedangkan sesudah pemberian minyak zaitun pada kelompok eksperimen paling banyak pada derajat ruam popok ringan sebanyak 29 anak dan pada kelompok kontrol paling banyak pada derajat ruam popok sedang sebanyak 31 anak. Uji Wilcoxon Test menunjukan nilai p value=0,011 (<0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian minyak zaitun (olive oil) terhadap derajat ruam popok pada anak diare pengguna diapers usia 0-36 bulan.   Kata Kunci : Diare, Ruam popok, Minyak zaitun (olive oil)
PERBEDAAN EFEKTIFITAS TERAPI MUSIK KLASIK DAN TERAPI IMAJINASI TERBIMBING TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PASCA BEDAH MAYOR ABDOMEN DI RSUD TUGUREJO SEMARANG Fajar Gilar, Mega; Armiyati, Yunie; Arif, Syamsul
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2014
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyeri setelah pembedahan merupakan hal yang fisiologis, tetapi hal ini merupakan salah satu keluhan yang paling ditakuti oleh pasien setelah pembedahan. Nyeri pasca bedah mayor abdomen harus diatasi perawat dengan metode non farmakologi misalnya terapi musik klasik dan terapi imajinasi terbimbing. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa perbedaan efekifitas terapi musik klasik dan terapi imajinasi terbimbing terhadap penurunan intensitas nyeri pasca bedah mayor abdomen di RSUD Tugurejo Semarang. Rancangan penelitian menggunakan two group pre-post test design dengan jumlah sampel sebanyak 32 responden dengan tehnik pusposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan penurunan intensitas nyeri responden pada kelompok terapi musik klasik sebanyak 41,73 %, sedangkan penurunan intensitas nyeri pada kelompok terapi imajinasi terbimbing sebanyak 25,17%. Hasil uji independent t test menunjukkan p value 0,015 (<0,05) artinya ada perbedaan efektifitas terapi musik klasik dan terapi imajinasi terbimbing terhadap penurunan intensitas nyeri pasca bedah mayor abdomen di RSUD Tugurejo Semarang. Hasil penelitian ini merekomendasikan terapi musik klasik dan terapi imajinasi terbimbing dapat dijadikan tindakan mandiri keperawatan non farmakologis yang dilakukan perawat untuk menurunkan nyeri pasca bedah mayor abdomen. Kata kunci       : bedah mayor abdomen, nyeri, musik klasik, imajinasi terbimbing
PENGARUH TERAPI MUSIK KLASIK TERHADAP PASIEN STROKE YANG MENJALANI LATIHAN RANGE OF MOTION (ROM) PASIF Adi Wijanarko, Mochamad Oktavianto; Setyawan, Dody; Bayu Kusuma, Muslim Argo
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2014
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke telah menjadi penyebab kematian nomor dua di dunia setelah penyakit jantung dan penyebab kecacatan menetap nomor satu diseluruh dunia. Stroke merupakan suatu serangan mendadak yang terjadi di otak (tersumat atau pecah). Manifestasi stroke dapat berupa  kelumpuhan, bicara pelo, dan gangguan menelan. Perawatan pada stroke dapat berupa non-farmakologis seperti program rehabilitasi yaitu latihan Range of Motion (ROM) pasif dan dapat disertai dengan terapi komplementer seperti terapi musik klasik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh terapi musik klasik terhadap kekuatan otot pasien stroke yang menjalani latihan Range of Motion (ROM) pasif. Jumlah sampel pada penelitian ini 28 responden dengan Quasi Eksperiment Pre dan Post test design dengan kelompok kontrol. Hasil uji wilcoxon menunjukkan p value di semua ekstremitas < 0,05 dan hasil uji mann-whitney menunjukkan p value di semua ekstremitas < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan terapi musik klasik terhadap kekuatan otot pasien stroke yang menjalani latihan ROM pasif dimana kelompok yang diberikan latihan ROM pasif yang dikombinasikan dengan terapi musik klasik dapat meningkatkan kekuatan otot lebih baik daripada kelompok yang diberikan latihan ROM pasif saja. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan intervensi terapi musik klasik sebagai salah satu intervensi mandiri perawat dalam memberikan asuhan keperawatan pasien stroke dalam menjalani rehabilitasi.   Kata Kunci: ROM Pasif, Stroke, Terapi Musik Klasik.