cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kebumen,
Jawa tengah
INDONESIA
Fokus Bisnis
ISSN : 16935209     EISSN : 26232480     DOI : -
Core Subject : Economy,
Arjuna Subject : -
Articles 353 Documents
ORIENTASI PASAR DAN KINERJA BISNIS UMKM DI JAWA TENGAH Sigit Wibawanto
Fokus Bisnis : Media Pengkajian Manajemen dan Akuntansi Vol 14 No 1 (2015)
Publisher : P4M STIE Putra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32639/fokusbisnis.v14i1.37

Abstract

Telah banyak riset dilakukan selama beberapa tahun terakhir terutama berkaitan dengan orientasi pasar dan dampak perilaku bisnis yang berorientasi pasar terhadap kinerja bisnis. Awalnya, pada industri manufaktur yang telah berhasil menggunakan strategi pemasaran menjadi indikator keberhasilan bisnis atau kinerja perusahaan. Pada industri yang lebih mapan dan besar, orientasi pasar yang difokuskan pada pelanggan dilakukan dengan melihat pada intelejen pasar, penyebarannya serta respon perusahaan. Beberapa hasil riset menyatakan bahwa orientasi pasar merekomendasikan untuk melakukan strategi ini. Namun Blankson, et.al (2006) serta Keskin (2006) telah melakukan riset pada sektor yang lingkupnya lebih komplek karakteristiknya namun kecil lingkupnya yaitu UMKM, menemukan hasil yang berbeda. Penelitiaannya sama-sama difokuskan pada pelanggan, tren kompetisi, intelejen pasar, keuangan, maupun hambatan-hambatan yang dihadapinya. Hasilnya, strategi dalam perkembangan orientasi pasar terletak dari sikap para pemilik UMKM yang bisa membuat kinerja bisnis kompetitif, sehingga layak dikembangkan di Jawa Tengah. Keywords: Orientasi pasar, kinerja bisnis, UKM, Jawa Tengah
BREAKEVEN ANALYSIS WITH CONTRIBUTION MARGIN METHOD AS A PROFIT PLANNING IN CV. SUGENG BARU Ika Neni Kristanti
Fokus Bisnis : Media Pengkajian Manajemen dan Akuntansi Vol 14 No 1 (2015)
Publisher : P4M STIE Putra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32639/fokusbisnis.v14i1.38

Abstract

Breakeven analysis is one of the most important financial analysis in corporate financial planning. Break-even point is the point at which total cost equals total revenue. Breakeven analysis is used to determine the level of sales and product mix needed just to cover all the costs incurred during that period. And to reach the breakeven point, profit target is zero. Contribution margin is the difference between the sales value of the variable costs. Contribution margin can be used to cover fixed costs, and if still left the rest is profit. If management wants to know the breakeven sales quantity, the total contribution margin must equal the total amount of fixed costs. CV. Sugeng Baru is a manufacturing company engaged in the production and the production of paving and building block. CV. Sugeng Baru manufactures its products in large quantities and also accept orders from customers. Therefore, companies need a breakeven calculation to obtain a clear accounting information in the context of short-term profit planning. The results of the analysis break-even point of sales (in rupiahs) in October 2013 amounted to Rp 10,790,885, in November 2013 amounted to Rp 10,790,885, and in December 2013 amounted to Rp 10,762,032. Break-even point (in units) in October is a 4,796 units for paving and 1,199 units for building blocks, in November is a 4,796 units for paving and 1,199 units for building blocks, in December is a 4,784 units for paving and 1,196 units for building blocks. Profit target in October amounted to Rp 10,150,000 and the units must be sold is a 16,884 units for paving and 4,221 units for building blocks. Profit target in November amounted to Rp 10,130,000 and the units must be sold is a 16,868 units for paving and 4,217 units for building blocks. Profit target in December amounted to Rp 9,740,000 and the units must be sold is a 16,356 units for paving and 4,089 units for building blocks. Keywords: break-even point, fixed costs, variable costs, contribution margin.
AKSEPTANSI TEKNOLOGI INFORMASI KOMUNIKASI: PENDEKATAN SOCIAL COGNITIVE THEORY Irwan Susanto
Fokus Bisnis : Media Pengkajian Manajemen dan Akuntansi Vol 14 No 1 (2015)
Publisher : P4M STIE Putra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32639/fokusbisnis.v14i1.39

Abstract

Social Cognitive Theory banyak dikenal sebagai teori pembelajaran, teori sikap dan perilaku. Artikel merupakan essay tentang social cognitive theory yang digunakan untuk mengamati perilaku penggunaan (akseptansi) TIK oleh pengguna (user). Beberapa penelitian melakukan pendekatan triadic reciprocal, ada yang menggunakan pendekatan skema akseptansi TIK. Makalah ini mengidentifikasikan bagaimana pendekatan Social Cognitive Theory digunakan untuk menjelaskan hubungan perilaku, sikap, motivasi dan lingkungan dalam pengambilan keputusan penggunaan TIK. Hasil indentifikasi menunjukkan bahwa terdapat dua faktor utama yang berperan dalam memahami hubungan pengaruh tersebut, yaitu self efficacy dan outcome expectation. Pemahaman kedua faktor utama tersebut perlu dibarengi dengan pemahaman perilaku TIK yang diadop. Kata kunci : social cognitive theory, akseptansi, triadic, efficacy,TIK
MENINGKATKAN KUALITAS ORGANISASI DENGAN MANAJEMEN EXCELLENCE: SUATU TINJAUAN PUSTAKA Isnaeni Rokhayati
Fokus Bisnis : Media Pengkajian Manajemen dan Akuntansi Vol 14 No 1 (2015)
Publisher : P4M STIE Putra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32639/fokusbisnis.v14i1.40

Abstract

The development of management science today requires effective management and efficient management to improve the quality of the organization with management excellence. So the ability and skills of managers and strategies are needed to realize the goals of the organization that has been set. Achievement of quality management organization with excellence necessary steps and strategy of the tapat supported by the management of the external environment are controlled, the existence of innovative change management and acceptable, and management of organizational culture conducive. Implement management excellence is not separated from the management functions of planning, organizing, directing, and monitoring saffing always implemented appropriately in the management of the organization as well as the role and ability of the manager must be improved in order to achieve the goal of improving the quality of the organization. Keywords; quality of the organization, management excellence, functions of management, change management, and organizational culture.
Filsafat Ilmu Manajemen dan Implikasi dalam Praktik Elfan Kaukab
Fokus Bisnis : Media Pengkajian Manajemen dan Akuntansi Vol 13 No 1 (2014)
Publisher : P4M STIE Putra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32639/fokusbisnis.v13i1.42

Abstract

Abstract This paper explains the development of a management practice framework with the philosophy of the social sciences as analysis approach, especially in the field of management as a basic reference. The tendency of epistemological and ontological understanding of managers will give a different perspective to the organization. This framework can be used to construct a taxonomy that is able to identify the philosophical paradigm as the basis in developing good management practices, so that managers can understand the risks that may arise in the organization due to their lack of understanding the fundamentals of philosophy in management science. Four philosophical frameworks that integrate perspectives, research methods, practices, and behaviors in management become new perspective models, i.e. naturalist-agency perspective, naturalist-structuralist perspective, hermeneutic-agency perspective, and hermeneutic-structuralist perspective. Coherent philosophical approach is necessary in the application and development of management practices.
PERSEPSI MASYARAKAT UNTUK MEMILIH DAN TIDAK MEMILIH BANK SYARIAH (STUDI KOTA PALOPO) Junaidi Junaidi
Fokus Bisnis : Media Pengkajian Manajemen dan Akuntansi Vol 14 No 2 (2015)
Publisher : P4M STIE Putra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32639/fokusbisnis.v14i2.44

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduknya muslim. Namun hal ini tidak membuat bank-bank syariah menjadi bank yang besar karena minat dan pengetahuan masyarakat yang masih kurang. Hal ini disebabkan perkembangan sektor perbankan tidak terlepas dari perilaku nasabah dalam menentukan pilihannya, apakah akan menggunakan jasa perbankan syariah atau jasa perbankan konvensional. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui seberapa besar faktor yang dapat mempengaruhi masyarakat di Kota Palopo untuk memilih bank syariah. Faktor-faktor tersebut antara lain religiusitas, pengetahuan, tingkat bagi hasil, fasilitas dan layanan dan lokasi bank syariah.Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi masyarakat dan nasabah terhadap bank syariah di Kota Palopo. Teknik pengumpulan data didapat melalui kuesioner. Hasil analisis deskripsi yang dilakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa faktor penentu masyarakat muslim untuk memilih bank syariah adalah religiusitas dan pemahaman. Sedangkan pelayanan dan fasilitas tidak mempengaruhi keputusan masyarakat dalam arti bahwa aspek ini kurang mendukung responden untuk menjadinasabah atau memilih bank syariah.
LITERASI KEUANGAN SERTA PENGGUNAAN PRODUK DAN JASA LEMBAGA KEUANGAN Sri Lestari
Fokus Bisnis : Media Pengkajian Manajemen dan Akuntansi Vol 14 No 2 (2015)
Publisher : P4M STIE Putra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32639/fokusbisnis.v14i2.45

Abstract

This study entitled: "Financial Literacy and Utility Products and Services Financial Institutions". The purpose of this research are: 1) Knowing and analyzing the financial literacy index of financial products and services to the students of the faculty of Economics and Business jenderal Soedirman University 2) Knowing and analyzing the utility index products and financial services to the students of Economics and Business Faculty; ; 3) Knowing and analyzing the causes and the high barriers to low index Financial Literacy and utility products and financial services among the students of the Faculty of Economics and Business Faculty; 4) Determine and analyze whether the effort made by Fiancial Service Autority, Financial Institutions and the Program to improve the financial literacy of students; 5) Provide input to the Financial Services Authority and the Program in preparing the financial literacy materials needed to improve students understanding of financial products and services. This research is a qualitative descriptive method analysis using informants population and students of the Faculty of Economics and Business UNSOED, the Financial Services Authority officials, managers of Studies, and Financial Institutions Officer. The results showed that financial literacy index of financial institutions that exist in Indonesia at the FEB students Unsoed still low at only $ 4.76 for students who are well literate and amounted to 95.24% in banking products and services. Causes and high barriers to low index of Literacy Financial and utility products and financial services among the students of the Faculty of Economics and Business UNSOED is: do not get the financial education of the family as a child (80%), not taught in formal education as a child (77%), not to get the material and a deep understanding of the subjects were obtained during the study (70%), and the limited funds received from parents and therefore can not be used to invest in products and services of financial institutions (93%). Therefore, the financial services authority need to be more intensive in propagating financial literacy program for students with conduct socialization activities continuously. While the Program need to improve financial learning with learning innovation, identifying subjects that are relevant to the Financial Literacy material, determine appropriate teaching methods and reviewing the curriculum back.
PENGARUH CASH RATIO,GROWTH,DEBT TO EQUITY RATIO DAN KEPEMILIKAN PUBLIK TERHADAP DIVIDEND PAYOUT RATIO PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA Ida Farida; Sunandar Sunandar
Fokus Bisnis : Media Pengkajian Manajemen dan Akuntansi Vol 14 No 2 (2015)
Publisher : P4M STIE Putra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32639/fokusbisnis.v14i2.46

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruhcash ratio (CR), growth,debt to equity ratio (DER) dan kepemilikan publikterhadap dividend payout ratio (DPR) pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2007 hingga 2009. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cash ratio (CR), debt to equity (DER) dan kepemilikan publik tidak berpengaruh signifikan terhadap Dividend Payout Ratio. Dalam penelitian ini juga ditemukan bahwa Growth berpengaruh signifikan negative terhadap Dividend Payout Ratio.
PENDEKATAN KONSEPTUAL PLACE MARKETING DAN PLACE BRANDING DALAM DESTINATION BRANDING Sigit Wibawanto
Fokus Bisnis : Media Pengkajian Manajemen dan Akuntansi Vol 14 No 2 (2015)
Publisher : P4M STIE Putra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32639/fokusbisnis.v14i2.47

Abstract

Pertumbuhan destination di beberapa kota di dunia saat ini, mendorong adanya tingkat persaingan yang begitu kuat dalam menarik wisatawan, investor, perusahaan, ataupun sumber daya manusia. Hal ini menempatkan place marketing dan place branding sebagai suatu konsep strategi dalam rangka membangun tempat menjadi merek dan mempromosikannya kepada audiens yang berbeda melaui berbagai cara. Persepsi tempat (brand) menjadi suatu konsep yang berbeda diantara pelanggan potensialnya, karena belummemiliki landasan yang kuat terhadap langkah dan upaya yang bisa dilakukannya. Tulisan artikel ini mereview dari literatur yang membahas pengembangan merek dan pemasaran yang berfokus pada pelanggan. Artikel ini menguraikan pendekatan konseptual disebut dari destination branding, yang diharapkan dapat memberikan rekomendasi dalam pencapaian target kelompok sasaran dengan strategi sub-merek untuk pengelolaan strategi place marketing dan place branding. Pada akhirnya, implikasi praktis untuk place marketing masih dapat dilanjutkan untuk penelitian empiris di masa depan.
ANALISIS PENERAPAN PAJAK PENGHASILAN FINAL PP 46/ 2013 DAN IMPLIKASINYA Akhmad Syarifudin
Fokus Bisnis : Media Pengkajian Manajemen dan Akuntansi Vol 14 No 2 (2015)
Publisher : P4M STIE Putra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32639/fokusbisnis.v14i2.48

Abstract

Dalam rangka meningkatkan kepatuhan pajak secara sukarela (voluntary tax compliance) dan penerimaan negara, Pemerintah telah menerbitkan PP No.46/2013. Tujuanya adalah kesederhanaan dalam pemungutan dan kemudahan administrasi bagi wajib pajak. Berdasarkan PP 46/2103 peredaran bruto sampai dengan Rp 4,8miliar dikenai pajak dengan tarif 1% dan bersifat final. Penentuan PPh terutang bukan dari penghasilan neto melainkan didasarkan catatan omset (turnover system).Hasil penentuan PPh dengan skema penghitungan PP 46/2013 menunjukan adanya perbedaan PPh final terutang. Bagi wajib pajak yang memiliki profit margin diatas 10% mendapat keuntungan berupa penurunan pajak, sedangkan bagi yang berprofit margin kurang dari 10% pajak terutangnya cenderung meningkat. Hal ini memicu terjadinya tarif pajak degresif sehingga tidak sesuai dengan UU PPh yang menerapkan tarif progresif. Kondisi ini berimplikasi terhadap ketidakadilan pemajakan (equity principle) karena tidak mencerminkan kemampuan untuk membayar (ability to pay). Dengan demikian penerapan PPh final PP 46/2013 memang sederhana dan memudahkan tetapi tidak adil, selain itu juga kurang memenuhi kaidah perpajakan yang memiliki fungsi non budgetair atau fungsi mengatur (regularend).