Articles
89 Documents
Search results for
, issue
"Vol 1, No 1 (2012)"
:
89 Documents
clear
ANALISA DESIGN JALAN PADA RUAS JALAN MULAWARMAN DI KECAMATAN TENGGARONG SEBERANG KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA SEPANJANG 4 KM
NURI, AS
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (360.685 KB)
 Jalan Mulawarman di Kecamatan Tenggarong Seberang merupakan jalan propinsi menurut klasifikasi jalan berdasarkan wewenang pembinaan atau status jalannya yang sesuai dengan PP No. 26/1985, sedangkan menurut fungsinya termasuk jalan kolektor. Jalan tersebut sudah banyak mengalami kerusakan yang disebabkan oleh berbagai macam faktor, diantaranya :         Disebabkan oleh faktor alam, antara lain :-         Karena curah hujan yang tinggi.-         Jalan tersebut terendam air karena kontur jalan yang berubah sehingga air menggenang.-         Dan lain sebagainya.Disebabkan oleh faktor perbuatan manusia antara lain-         Kendaraan yang melewati jalan tersebut melebihi tekanan ganda yang di isyaratkan-         Belum tersedianya jaringan drainase, kalaupun ada belum memenuhi syarat-         Konstruksi lapisan perkerasan tidak memenuhi standar yang disyaratkanContoh : Jalan yang sering terendam air akibat limpasan air hujan tidak cocok menggunakan lapisan Flexible pavement sejenis aspal beton, dan yang paling cocok adalah jalan dengan mutu Rigid pavement seperti jalan beton semen.Selanjutnya tidak ada koordinasi antara instansi terkait.Contoh :         Jalan yang ada masih terus dilewati oleh kendaraan tambang yang memuat batubara yang seharusnya batubara diangkut dengan jalan khusus yaitu jalan tambang. Kemudian kita melihat bersama terhadap jalan Mulawarman Kecamatan Tenggarong Seberang, dimana kendaraan berat dengan tekanan ganda yang besar sering lewat dalam mengangkut alat berat, solar dengan kapasitas tinggi terus melewati jalan tersebut.Oleh sebab banyaknya kendaraan besar yang lewat disamping sering tergenang air, maka konstruksi lapisannya yang berkonstruksi Aspal beton (AC) tidak kuat seperti yang terlihat sekarang ini, karena itu dalam rangka perbaikan jalan tersebut sebaiknya di beri Perkerasan beton semen bersambung tanpa tulangan kami yakin akan lebih efisien daripada setiap bulan hanya di tambal-tambal (Patching) saja.
PENENTUAN NILAI WAKTU PERJALANAN PENDUDUK KOTA SAMARINDA STUDI KASUS : PERUMAHAN BUKIT PINANG DALAM
ZAINAL, MUHAMMAD
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (373.248 KB)
Abstrak           Seiring meningkatnya jumlah penduduk kota Samarinda, terutama pada Perumahan Bukit Pinang Dalam Samarinda juga memberikan dampak terhadap volume lalu lintas,. Kemacetan yang sering terjadi pada jam, selain itu perilaku para pengemudi yang memarkir kendaraan mereka, persoalan lain muncul akibat para pedagang kaki lima yang menggelar daganganya di atas trotoar terutama pada malam hari dan para pengendara sepeda motor juga memarkir kendaraan di atas trotoar yang mengakibatkan semakin parahnya kemacetan yang terjadi, selain itu banyaknya para pengguna kendaraan yang lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi dari pada angkutan umum dikarenakan tingkat pelayanan yang kurang, sehingga dalam hal ini mengakibatkan semakin mahalnya atau semakin tingginya biaya perjalanan dan waktu perjalananAnalisa yang dilakukan menggunakan metode Stated Preference untuk mengumpulkan informasi mengenai permintaan maupun perilaku perjalanan, penggunaan metode Stated Preference menghasilkan nilai waktu perjalanan yang tidak mendekati nilai waktu sesungguhnya dan mampu mengakomodasi preferensi tersebut dalam pengolahan data digunakan softwear SPSS denngan transformasi analisa regresi bergandaBerdasarkan hasil penentuan nilai waktu perjalanan penduduk kota samarinda Studi Kasus : Perumahan Bukit Pinang Dalam Samarinda di dapat pada pengguan kendaraan bermotor pada setiap nilai perjalanan yang dilakukan apabila mengalami percepatan atau perlambatan selama satu jam adalah Rp. 6.770,90 Rupiah / jam, pada mobil pribadi adalah Rp. 10.294,31 Rupiah / jam, dan pada angkutan kota adalah Rp. 2.102,4 Rupiah / jam.
PERHITUNGAN RENCANA ANGGARAN BIAYA PADA LANJUTAN FULLSCOPE GEDUNG FAKULTAS MIPA UNIVERSITAS MULAWARMAN SAMARINDA DENGAN ANALISA BOW DAN SNI
yadi, Mul
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (331.776 KB)
ABSTRAK  Perkiraan biayamemegangperanan pentingdalam penyelengaraan proyekuntuk merencanakan danmengendalikan sumberdayasepertimaterial,tenagakerja, pelayananmaupun waktu.Dalammeningkatkanefisiensi dan efektivitaskegiatan pembangunan gedungdanbangunan dibidangkonstruksi,diperlukan suatusarana dasarperhitunganharga satuanyaituAnalisaBiayaKonstruksi.Analisabiaya konstruksiyangselamainidikenaldiantaranyaanalisaBOW,danSNI.Dalam TugasAkhirini penulismengangkatkasusLanjutanFullscope Pembangunan GedungFakultasMIPA UniversitasMulawarman Samarinda. PenyusunanRencanaAnggaran Biaya,dibutuhkandata-datayangmendukung diantaranyagambarrencanadenahsuatubangunan,DaftarHargaSatuanBarang danJasa (SHBJ)Tahun2012yangdikeluarkanolehPemerintahDaerahKalimantan Timur,sertasurveylangsungKetoko-tokobahanmaterial/bahanbangunan.Dari perhitunganjumlahkeseluruhanbiayaKonstruksi,  makadidapat bahwaAnalisa Metode BOW lebihbesardaripada analisa SNI(BOW > SNI),yaituHargaBOW = Rp.14.789.988.709,56> analisa SNI= 13.439.567.154,42denganselisihharga= Rp.1.350.421.555,13.Perbandingan  Indek  menggunakan  analisa  metode  BOW  lebih  besar daripadaSNI(indekBOW>indekSNI),yaituindekBOW=9,54>indekSNI=9,00denganselisihindek=0,54.SehinggaIndekrata-rataBOWterhadapSNI mempunyaiIndek=1,06.
Perhitungan Tebal Perkerasan Lentur Pada Ruas Jalan Simpang Blusuh- Batas Prov. Kalteng (STA. 34+ 500 s/d STA. 40 + 500) DiKabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur. Skripsi dibimbing Oleh Ari Sasmoko Adi, S.T, M.T elaku Pembimbing I dan Rosa Agusta
Sutanto, Eko
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (587.744 KB)
Eko Sutanto. 2012. Perhitungan Tebal Perkerasan Lentur Pada Ruas Jalan Simpang Blusuh- Batas Prov. Kalteng (STA. 34+ 500 s/d STA. 40 + 500) DiKabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur. Skripsi dibimbing Oleh Ari Sasmoko Adi, S.T, M.T elaku Pembimbing I dan Rosa Agustaniah, ST. MTselaku Pembimbing II.Kata Kunci :      Perhitungan Tebal Perkerasan Lentur Pada Ruas Jalan Simpang Blusuh- Batas Prov. Kalteng (STA. 34+ 500 s/d STA. 40 + 500) dengan Metode Bina Marga, No. SNI 378/KPTS/1987.    Kalimantan Barat mempunyai peran utama dalam pembangunan wilayah, terutama sekali untuk pembangunan Provinsi Kalimantan Timur yang terletak di Kabupaten Kutai Barat yaitu dijalan Simpang Blusuh- Batas Prov. Kalteng .    Pada tingkat Pulau Kalimantan, Kalimantan Timur merupakan bagian terpenting dari jaringan jalan Trans Kalimantan.               Provinsi Kalimantan Timur terbagi menjadi beberapa Kabupaten, yaitu sebagian besar merupakan areal terbuka dan pemukiman yang belum berkembang sumber daya alamnya, sedangkan sebagian merupakan pusat kota dan sentral bisnis kota Provinsi Kalimantan Timur. Pada saat ini wilayah tersebut hanya terhubung dengan akses yang dapat ditempuh melalui jalur darat. Sehingga provinsi Kalimantan Timur membangun akses jalan darat yang terdapat pada Kabupaten Kutai Barat sehingga dapat menghubungkn provinsi Kalimantan Timur dengan Provinsi Kalimantan Tengah.    Kurangnya prasarana yang menghubungkan dua provinsi tersebut, menimbulkan hambatan dalam mengembangkan wilayah tersebut.   Melalui Tugas Akhir ini mahasiswa  dapat mengetahui dan dapat memperhitungkan akses jalan diwilayah jalan Simpang Blusuh- Batas Prov. Kalteng di Kabupaten Kutai Barat tersebut ,  Dan Tugas Akhir ini disusun dengan tujuan dapat memahami dan membandingkan antara teori yang didapat selama kuliah dengan keadaan yang ada dilapangan. Lingkup pembahasan laporan ini meliputi Perhitungan- Perkerasan Lentur yang terdapat pada ruas jalan Simpang Blusuh- Batas Prov. Kalteng h yang berada dikabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur dengan Menggunakan Metode perhitungan Analisa Komponen No. SNI 378/KPTS/1987 dengan Umur Rencana 5 sampai dengan 10 Tahun yang akan datang.
PERENCANAAN PENANGANAN LONGSOR PADA STA. 4 + 700 RUAS JALAN SURYANATA, KOTA SAMARINDA DENGAN METODE DINDING PENAHAN TANAH (RETAINING WALL).
ALFIAN, ALFI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (426.74 KB)
ABSTRAK  Alfi Alfian Perencanaan penanganan longsor pada Sta. 4 + 700 ruas jalan Suryanata, Kota Samarinda, dengan metode dinding penahan tanah (retaining wall). Ruas jalan Suryanata adalah jalan yang disebut jalan antar kota dalam propinsi, daerah disekitar ruas jalan ini mempunyai keadaan topografi bergelombang dalam artian berbukit-bukit dan lembah, Karena hal ini pada daerah ini banyak terjadi tanah longsor. Penanggulangan longsor pada sta. 4 +700 direncanakan dengan membuat konstruksi dinding penahan (retaining wall), perencanaan konstruksi itu melalui tahapan-tahapan seperti, pengumpulan data aktual lapangan (topografi dan data penyelidikan tanah) sampai pada analisa bentuk, dimensi dan stabilitas konstruksi. Konstruksi ini yang nantinya menahan tanah yang longsor.            Sehingga kerawanan daerah longsoran khususnya di ruas jalan suryanata pada Sta. 4 + 700 Samarinda dapat terpecahkan dengan adanya Penanganan Longsoran dengan menggunakan Struktur Dinding Penahan Tanah, diharapkan penanganan longsoran dengan menggunakan metode ini dapat mengatasi masalah Longsoran-longsoran di daerah lain bukan hanya di ruas jalan suryanata saja, tetapi di daerah-daerah lain yang ada di Indonesia khususnya di Kalimantan Timur.             Pengamatan di lapangan menunjukan bahwa pengetahuan di bangku kuliah banyak dilengkapi dengan pengetahuan dan wawasan di lapangan, khususnya di bidang manajemen lapangan untuk mencapai proyek yang berhasil.    Kata kunci : tanah longsor, dinding penahan (retaining wall), stabilitas
Perencanaan Geometrik Jalan Dengan Metode Bina Marga dan AASHTO Pada Ruas Jalan Kantor Camat Rantau Pulung – KM 106 Kabupaten Kutai Timur
ISHAK ISKANDAR, ISMIATI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pembangunan  jalan  merupakan  salahsatu tujuan dari pemerintah daerah untuk membuka akses jalan dari kawasan terisolir menjadi kawasan terbuka dengan demikian akan semakin banyak pembangunan lainnya yang mendukung dengan pemerintah daerah bertujuan meningkatkan taraf kehidupan masyarakat. Hal ini mendukung sekali dengan terciptanya perekonomian yang lebih baik.Secara spesifik, Perencanaan Geometrik Jalan tersebut antara lain pada Alinyemen Horizontal meliputi : gaya sentrifugal, jari- jari tikungan, lengkung peralihan, superelevasi, bentuk lengkung Horizontal, jarak pandangan dan pelebaran tikungan. sedangkan untuk Alinyemen Vertikal, meliputi : kelandaian Alinyemen Vertikal, Lengkung Vertikal Cembung dan Cekung.Kecendrungan tikungan dan tanjakan serta penurunan jalan yang ada saat ini di jalan menuju Kantor Camat Rantau Pulung - Km 106   Kecamatan Rantau Pulung Kabupaten Kutai Timur tidak sesuai standar Perencanaan Geometrik Jalan, oleh karena itu harus di rencanakan ulang.1.2  Rumusan MasalahDari  latar  belakang  tersebut  di  atas,maka dapat dibuat rumusan masalah  yang merupakan pertanyaan penelitian, adalah sebagai berikut :1.   Perencanaan        Geometrik        Jalan berdasarkan Bina Margaa. Berapakah   jarak   pandang   yang diperlukan pada ruas jalan tersebut ?b. Berapakah       besarnya       dimensiAlinyemen Horizontal ?c. Berapakah       besarnya       dimensiAlinyemen Vertikal ?2.   Perencanaan        Geometrik        Jalan berdasarkan AASHTOa. Berapakah   jarak   pandang   yang diperlukan pada ruas jalan tersebut ?b. Berapakah       besarnya       dimensiAlinyemen Horizontal ?c. Berapakah       besarnya       dimensiAlinyemen Vertikal ? 1.3      Batasan MasalahBerdasarkan pada skripsi ini, adapunbatasan masalah adalah :1.   Lokasi  Penelitian  Ruas  Jalan  menujuKantor Camat Rantau Pulung – KM 106Kecamatan  Rantau  Pulung  KabupatenKutai Timur.2.   Perencanaan        Geometrik        Jalan menggunakan Metode Bina Marga dan Metode AASHTO.3.   Tidak merencanakan tebal perkerasan.4.   Tidak     merencanakan     PerhitunganBiaya.
ANALISA DISTRIBUSI AIR BERSIH DI KECAMATAN MUARA KAMAN
FIRMAN, LA ODE
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (350.72 KB)
 Sub-Province of Kutai kartanegara in this time in general have expanded at full speed, this matter can be seen from some aspect, among others social aspect [of] economics, natural resources and human being, topography and geografi in the year - this year progressively mount referring to its it[him] invite - autonomous invitor [of] area of center. So that area - area more (be) free to in racing development various sector to exploit as good as - its goodness [of] counter balance fund and authority given by central government for the progress of [his/its] area. Policy of central government in carrying out area autonomy [is] in the reality exploited [by] as good as - its goodness by local government of Sub-Province of Kutai Kartanegara to progressively have x'self to order [to] in course of development various sector so that automatically very having an effect on to growth of development and resident Requirement of human being will irrigate cleanness becoming mount, as according to social dynamics [of] society economics and follow resident growth rate. Because with existence of the make-up of clean amount of water required, that goodness for household , industrial, effort shop and also other publik utulities, hence timbulah of[is effort - effort to [be] is ready [of] up to standard clean water either from facet of[is quality of and also quantity. To reach the the effort hence require to be realized by way of planning Clean Distribution Water network system. Basically this distribution [is] meant to fulfill healthy clean amount of water required as according to clean water standard which have been specified, which is on finally aim to also to increase prosperity and health of society, especially related to environmental condition balance With growth of civilization and also progressively increasing [him/ it] of[is amount of resident [in] Kec. Estuary of Kaman, Kab. Kutai Kartanegara, by itself add immeasurable life aktifitas. Previously local society more tend to to living river ditepian of mahakam because them swimmingly get water [at] river of Mahakam, however because growth of resident which progressively increase accompanied.
ANALISA JARINGAN PIPA DISTRIBUSI AIR BERSIH PADA KECAMATAN MUARA KAMAN KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
FIRMAN, LA ODE
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (350.72 KB)
 Sub-Province of Kutai kartanegara in this time in general have expanded at full speed, this matter can be seen from some aspect, among others social aspect [of] economics, natural resources and human being, topography and geografi in the year - this year progressively mount referring to its it[him] invite - autonomous invitor [of] area of center. So that area - area more (be) free to in racing development various sector to exploit as good as - its goodness [of] counter balance fund and authority given by central government for the progress of [his/its] area. Policy of central government in carrying out area autonomy [is] in the reality exploited [by] as good as - its goodness by local government of Sub-Province of Kutai Kartanegara to progressively have x'self to order [to] in course of development various sector so that automatically very having an effect on to growth of development and resident Requirement of human being will irrigate cleanness becoming mount, as according to social dynamics [of] society economics and follow resident growth rate. Because with existence of the make-up of clean amount of water required, that goodness for household , industrial, effort shop and also other publik utulities, hence timbulah of[is effort - effort to [be] is ready [of] up to standard clean water either from facet of[is quality of and also quantity. To reach the the effort hence require to be realized by way of planning Clean Distribution Water network system. Basically this distribution [is] meant to fulfill healthy clean amount of water required as according to clean water standard which have been specified, which is on finally aim to also to increase prosperity and health of society, especially related to environmental condition balance With growth of civilization and also progressively increasing [him/ it] of[is amount of resident [in] Kec. Estuary of Kaman, Kab. Kutai Kartanegara, by itself add immeasurable life aktifitas. Previously local society more tend to to living river ditepian of mahakam because them swimmingly get water [at] river of Mahakam, however because growth of resident which progressively increase accompanied.
ANALISA EFISIENSI PENYALURAN AIR IRIGASI DI DAERAH IRIGASI LEMPAKE KOTA SAMARINDA
FAJRI SAPUTRA, MUHAMMAD KHAIRUL
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (414.355 KB)
Air merupkan kebutuhan sangat penting bagi pertanian, peternakan, perikanan, transportasi, industri dan untuk kepentingan-kepentingan lainnya. Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian khusus, karena sangat berpengaruh terhadap pemanfaatan air untuk kebutuhan tanaman. Untuk sektor pertanian yaitu penyediaan kebutuhan air membutuhkan adanya teknik pengelolaan sumber daya air. Teknik tersebut tidak hanya aspek fisik tetapi juga aspek non fisik yaitu sosial budaya. Pengelolaan sumber daya air yang dimaksudkan di sini adalah penigkatan kinerja pendistribusian dan pengalokasian air secara efektif dan efisien. Hal tersebut tidak lepas dari usaha teknik irigasi yaitu memberikan air dengan kondisi tepat mutu, tepat ruang dan tepat waktu dengan cara efektif dan ekonomis           Daerah Irigasi Lempake merupakan jaringan irigasi yang terdapat di Kota Samarinda, mengairi dua kecamatan yaitu Kecamatan Samarinda Utara dan Kecamatan Sungai Pinang. Jaringan Irigasi Lempake merupakan jaringan irigasi sistem terbuka dimana pada saluran primer dan sekunder sudah dilakukan penyemenan, tetapi untuk saluran tersier sebagian besar belum disemen. Diduga adanya kehilangan air pada saluran irigasi akibat karakteristik bentuk saluran.           Dengan memperhatikan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi penelitian, maka penelitian ini terbatas pada lokasi yang diteliti yaitu mengambil sampel pada saluran primer, sekunder dan teriser irigasi yang ada pada Daerah Irigasi Lempake.
PENANGANAN LONGSORAN JALAN PENDEKAT MAHKOTA II MENGGUNAKAN RETAINING WALL KOTA SAMARINDA
PURWANTO, HERU
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (148.835 KB)
Seiring pesatnya perkembangan pembangunan, dan meningkatnya jumlah kendaraan serta ketidak mampuan Ruas Jalan Mahkota II untuk mengakses arus lalu lintas serta meningkatnya intensitas Curah Hujan yang tinggi maka sering terjadi Longsoran di ruas jalan Mahkota II. Maka itu Proyek Penanganan Longsoran Ruas Jalan Mahkota II dibangun di daerah samarinda Sepanjang 5.100 m.            Perhitungan Struktur pada Dinding Penahan Tanah Penanganan Longsoran Ruas Jalan Mahkota II dihitung, sesuai data-data akurat di lapangan, data laboraturium. dengan tujuan perhitungan mencapai nilai yang konstan yaitu pada nilai maksimumnya karena faktor utama dalam penanganan longsoran ini adalah standar teknis dan kemudian dihubungkan dengan faktor keamanan.           Sehingga kerawanan daerah longsoran khususnya di daerah Mahkota II dapat terpecahkan dengan adanya Penanganan Longsoran dengan menggunakan Struktur Dinding Penahan Tanah diharapkan penanganan longsoran dengan menggunakan metode ini dapat mengatasi masalah Longsoran-longsoran di daerah lain bukan hanya di Mahkota II saja             Pengamatan di lapangan menunjukan bahwa pengetahuan di bangku kuliah banyak dilengkapi dengan pengetahuan dan wawasan di lapangan, khususnya di bidang manajemen lapangan untuk mencapai proyek yang berhasil.