cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
KURVA S JURNAL MAHASISWA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 164 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2018)" : 164 Documents clear
PERENCANAAN KAWASAN WISATA RUMAH APUNG DANAU SEMAYANG MUARA PELA LAMA KECAMATAN KOTA BANGUN ADHA, MUHAMMAD
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2543.829 KB)

Abstract

Perencanaan Kawasan Wisata Rumah Apung Muara Pela Lama Kecamatan Kota Bangun, di Kota Bangun merupakan sebuah fasilitas umum yang dibuat guna sebagai sebuah sarana wisata rumah terapung di kota bangun. Dasar ide muncul dikarenakan melihat lokasi tersebut bagus untuk sarana wisata orang banyak, juga lokasi tersebut kosong sangat luas dan cendrung merusak sungai karena sampah masyarakat di sana yang mengapung di atas sungai sehingga di butuhkan perumahan terapung yang terorganisasi dalam hal untuk menjaga kawasan tersebut agar tidak ada sampah yang di buang sembarangan maupun sistem sampahnya harus ada sepanduk larangan sesuai dengan musyawarah masyarakat tersebut.Bagaimana perencanaan kawasan wisata rumah apung danau semayang muara pela lama kecamatan kota bangun ?Untuk melestarikan rumah apung yang merupakan kebudayan lokal menjadikan kawasan menjadi kawasan tujuan wisata siap di kembangkan.Dalam penelitian ini akan melakukan perancangan arsitektur menggunakan penerapan arsitektur lokal Kalimantan Selatan, antara lain adalah rumah khas adat banjar rumah bubungan tinggi. Untuk mengasilkan langkah-langkah dalam pembuatan perencanaan maka digunakannya data primer dan data skunder. Metode ini dipilih karena memilik banyak kelebihan, terutama pada pendekatan arsitektur lokal Kalimantan Selatan secara lengkap dan detail.
PERENCANAAN AKADEMI KEPERAWATAN DI SAMARINDA DENGAN PENERAPAN LAMIN DAYAK DESA PAMPANG SYAFRUDIN, MUHAMMAD
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1260.718 KB)

Abstract

Perkembangan di dunia pendidikan di Indonesia saat ini sangat pesat. Semakin banyaknya minat pelajar untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi pada bidang kesehatan salah satunya jurusan keperawatan. Berdasarkan data dari Kemenkes pada tahun 2015, beberapa wilayah Kaltim, terutama di kota Samarinda masih belum memenuhi standar minimal perawat. Akan tetapi, kebanyakan kampus Akademi Keperawatan (AKPER) di Samarinda belum memiliki fasilitas dan kebutuhan ruang belajar mengajar hingga praktek yang sesuai standar, serta masih bergabung dengan jurusan kesehatan yang lain dan belum mencerminkan Lokal yang ada. Sehingga diperlukan sebuah sebuah bangunan yang di dalamnya hanya yang menerapkan karakteristik arsitektur lokal yang ada di Samarinda dan fasilitas lengkap di dalamnya. Melalui pengumpulan data melalui survey, analisis data dan landasan program, kemudian memproses data-data yang telah diperoleh sehingga tercipta suatu kawasan kampus Akademi Keperawtan (AKPER) yang lengkap fasilitasnya dan memiliki karateristik Lamin Dayak khas desa budaya Pampang, kota Samarinda.
STUDI KAPASITAS DRAINASE PADA JALAN KURNIA MAKMUR KELURAHAN HARAPAN BARU KOTA SAMARINDA SEVERYAN, ADRY
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.393 KB)

Abstract

pada Jalan Kurnia Makmur Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Loa Janan Ilir Kota Samarinda, akibat pesatnya pembangunan dan pertumbuhan Kota Samarinda dimana banyak lahan yang sudah tertutup bangunan dan berkurangnya daerah resapan dan saluran drainase yang tidak mampu mengaliri secara optimal, banyak yang tidak terawat dan tidak dapat lagi menampung air yang ada, maka dari itu diperlukan sebuah system atau jaringan drainase yang memadai agar tidak sering dilanda banjir pada musim penghujan sehingga mengganggu kelancaran lalu lintas. Permasalahan genangan air yang sering terjadi khususnya pada kawasan Jalan Kurnia Makmur, karena curah hujan yang cukup tinggi serta kondisi drainase yang mengalami penurunan kapasitas daya tampung akibat sampah, sedimentasi yang tinggi dan juga sikap sebagian masyarakat yang kurang perduli terhadap lingkungan, seperti kebiasaan membuang sampah kedalam saluran sehingga terjadi penyempitan dan pendangkalan pada drainase yang mengakibatkan air dalam drainase tidak dapat mengalir dengan lancar Dari hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa debit air hujan maksimum untuk kala ulang 25 tahun adalah 1,493 m³/detik dan lebar dasar saluran 1,00 m, tinggi penampang basah 0,45 m, tinggi jagaan 0,75 m dan perbandingan kemiringan talud 1 : 1½
KAJIAN KAPASITAS SALURAN DRAINASE PADA JALAN DANAU MELINTANG TENGGARONG AFRIAN, TAUFIK
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.774 KB)

Abstract

Drainase adalah saluran pengalir air dari jalan yang turun saat hujan dan di alirkan ke daerah lain dan berakhir pada sungai. Dari grafik perkembangan pembangunan serta perkembangan penduduk dan kegiatan ekonomi suatu wilayah yang sangat cepat, menuntut adanya kebutuhan prasarana dan sarana kota yang semakin kompleks dan mendesak termasuk di dalamnya kebutuhan akan sarana dan prasarana drainase yang merupakan bangunan pelengkap jalan di kota ini. Hal ini disebabkna karena perkembangan urbanisasi yang menyebabkan perubahan tata guna lahan. Oleh karena itu perkembangan kota harus diikuti dengan peningkatan dan perbaikan system drainase. Dalam kondis seperti ini memungkinkan untuk adanya normalisasi yang dilakukang oleh pemerintah kota, dan perubahan dimensi saluran juga dapat membantu saluran menjadi lebih optimal untuk mengalirkan air yang melewati daerah ini. Dan kesadaran masyarakat juga sangat penting dalam menjaga kebersihan saluran, agar kempuan drainase menampung air yang datang dapat berlangsung untuk waktu yang lama dengan kondisi baik, lancar, dan tidak terjadi banjir atau genangan. Untuk perhitungan hidrolgi yaitu menghitung curah hujan menggunakan metode distribusi normal dan metode log person type III. Dari hasil perhitugan hujan rancangan periode 2, 5, 10 dan 25 tahun didapat nilai debit banjir rancangan untuk setiap saluran pada penelitian ini. Untuk perhitungan hidrolika pada penelitian ini menggunakan metode manning. Dari hasil perhitungan dengan dimensi existing didapatkan kondisi drainase tidak mampu menampung debit yang ada. Maka untuk periode 25 tahun harus merubah dimensi penampang saluran menjadi lebih besar dari dimensi existing
PERHITUNGAN KEBUTUHAN AIR UNTUK IRIGASI PADA DAERAH SESAYAP DENGAN LUAS AREAL 3000 HA KABUPATEN TANA TIDUNG,PROVINSI KALIMANTAN UTARA NOVALIADI, WANDI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.401 KB)

Abstract

Sesayap adalah wilayah di Kabupaten Tana Tidung. Daerah tersebut memiliki potensi masyarakat untuk bercocok tanam. Pengelolaan sumber daya air diperlukan untuk melakukan intensifikasi dalam meningkatkan produktivitas usaha tani guna melestarikan ketahanan pangan dan meningkatkan pendapatan petani. Oleh karena itu, alokasi air irigasi harus dilakukan secara efektif dan efisien. Dalam memenuhi kebutuhan air pada sektor pertanian dengan sistem irigasi, memang banyak permasalahan yang muncul. Penelitian ini menggunakan data primer dan skunder yang didapat dari survey maupun perhitungan, untuk mengetahui kebutuhan air tanaman padi – padi – palawija, kebutuhan air bersih untuk sawah, dimensi saluran yang diperlukan. Kebutuhan air irigasi untuk padi - palawija adalah: Alternatif I (Padi= 0,98l t/dt/ha, Palawija= 0,00l t/dt/ha), Alternatif II (Padi= 1,16 lt/dt/ha, Palawija= 0,00lt/dt/ha), Alternatif III (Padi= 1,29 lt/dt/ha, Palawija= 0,05 lt/dt/ha), Alternatif IV (Padi= 1,40lt/dt/ha, Palawija= 0,00l t/dt/ha), Alternatif V (Padi= 0,00l t/dt/ha, Palawija = 0,30lt/dt/ha), Alternatif VI (Padi= 0,10 lt/dt/ha, Palawija=0,18lt/dt/ha). Berdasarkan hasil perhitungan, kebutuhan air bersih untuk sawah 5,49 mm/hari. Dimensi saluran yang dibutuhkan: Saluran Primer A (b= 0,97m; h= 0,96m; H=1,456m), Saluran Sekunder B1 (b= 0,75m; h= 0,74m; H= 1,240m), Saluran Tersier C1 Kr (b= 0,65m; h=0,59m; H= 0,894m), Saluran Tersier C2 Kn (b= 0,60m; h= 0,55m; H= 0,854m), Saluran Sekunder B2 (b= 0,85m; h= 0,79m; H= 1,286m), Saluran Tersier C3 Kr (b= 0,65m; h= 0,59m; H= 0,894m), Saluran Tersier C4 Kn (b= 0,65m; h= 0,62m; H= 0,920m), Saluran Sekunder B3 (b= 0,90m; h= 0,84m; H= 1,340m), Saluran Tersier C5 Kr (b= 0,65m; h= 0,60m; H= 0,896m), Saluran Tersier C6 Kn (b= 0,65m; h= 0,62m; H= 0,920m).
ANALISI PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI MAHASISWA UNIVERSITA 17 AGUSTUS 1945 SAMARINDA DARMAWAN, TIO
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1222.869 KB)

Abstract

Aktivitas Pergerakan mahasiswa membutuhkan sarana berupa moda angkutan dan pemilihan terhadap moda tersebut bervariasi berdasarkan tingkat kepuasan yang di tawarkan tiap moda angkutan. Tingkat kepuasan yang ditawarkan tiap moda angkutan dapat berubah-ubah. Hal tersebut disebabkan oleh perubahan karakteristik dari pemilihan moda itu sendiri.. Permasalahannya, faktor-faktor apa yang mempengaruhi mahasiswa  dalam memilih moda transportasi menuju kampus dan moda transportasi yang banyak dipilih mahasiswa.Survei dilakukan dengan menyebar 310 questioner pada mahasiswa di Universitas 17 Agustus 1945. Hasil survey dianalisis dengan Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan faktor-faktor pemilihan moda.Hasil analisa menunjukan bahwa Faktor  yang mempengaruhi mahasiswa universitas 17 agustus 1945 Samarinda dalam memilih moda transportasi menuju  kampus adalah faktor waktu (30,353%), Faktor Selanjutnya adalah faktor keamanan (22,161%), faktor kemudahan (20,904%), faktor biaya (15,227%), dan yang terakhir faktor kenyamanan (11,355%).Untuk moda transportasi  yang banyak di pilih mahasiswa di universitas 17 agustus 1945 Samarinda adalah moda transportasi motor pribadi (76,774%), Moda transportasi selanjutnya adalah mobil pribadi (9,032%), angkutan umum (8,387%), dan untuk yang terakhir antar jemput (5,806%).
ANALISIS KINERJA DAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN (BOK) RUAS JALAN PANGERAN ANTASARI – Ir. H. JUANDA KOTA SAMARINDA ANSYAH, ARDI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.013 KB)

Abstract

Tingginya jumlah penduduk Kota Samarinda menyebabkan banyak aktifitas penduduk yang menggunakan prasarana ruas Jalan Pangeran Antasari – Jalan Ir. H. Juanda, seperti perdagangan jasa dan perkantoran. Semakin besar arus lalu lintas yang melintasi ruas jalan ini menyebabkan menurunnya tingkat pelayanan. Pentingnya peranan ruas Jalan Pangeran Antasari – Jalan Ir. H. Juanda mengakibatkan terjadinya akumulasi beban arus lalu lintas dan terjadi antrian dan tundaan kendaraan. Maksud penelitian ini mengetahui analisis tingkat pelayanan ruas Jalan Pangeran Antasari – Jalan Ir. H. Juanda di kota Samarinda. Hasil analisis didapat ; 1. a. Kinerja ruas Jalan Pangeran Antasari adalah arus Lalu lintas (Q) = 1832,67 smp/jam, Kapasitas (C) = 3008,94 smp/jam, Pada jam rata-rata ; Arus Lalu lintas (Q) = 1135,02 smp/jam, Kapasitas (C) = 3008,94 smp/jam b. Kinerja ruas Jalan Ir. H. Juanda adalah pada jam puncak arus Lalu lintas (Q) = 1514,00 smp/jam, Kapasitas (C) = 3008,94 smp/jam, pada jam ratarata ; arus Lalu lintas (Q) = 1381,88 smp/jam, Kapasitas (C) = 3008,94 smp/jam 2. Tingkat pelayanan ruas jalan sebagai berikut ; a. Jalan Pangeran Antasari pada jam puncak, didapat rasio v/c sebesar 0,61 dengan standar nilai LOS = C dan jam rata-rata, didapat rasio v/c sebesar 0,38 dengan standar nilai LOS = B. b. Jalan Ir. H. Juanda pada jam puncak, didapat rasio v/c sebesar 0,50 dengan standar nilai LOS = C dan jam rata-rata, didapat rasio v/c sebesar 0,46 dengan standar nilai LOS = C. 3. Biaya operasional kendaraan ruas : a. Jalan Pangeran Antasari ; Golongan I : Rp. 6.710,95/km ; Golongan IIA : Rp. 21.356,40/km ; Golongan IIB : Rp. 22.406,08/km b. Jalan Ir. H. Juanda ; Golongan I : Rp. 8.428,37/km ; Golongan IIA : Rp. 26.784,84/km ; Golongan IIB: Rp. 28.119,79/km
PERENCANAAN GEDUNG PAGELARAN SENI BUDAYA KALIMANTAN TIMUR MAHARANI, YULIA RATISTA
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.718 KB)

Abstract

Di Kalimantan Timur terdapat beberapa suku – suku dayak yaitu Kenyah, Modang, Kayan, Benuaq, Tunjung, Bahau, dan Punan yang sebagian besar tinggal di pedalaman, perbatasan hingga pegunungan. Masing – masing suku memiliki banyak perbedaan, baik dari segi bahasa, gaya hidup, tradisi dan keseniannya. Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada bangunan yang ada menjadi latar belakang dari perencanaan Gedung Pagelaran Seni Budaya Kalimantan Timur dengan penekanan Arsitektur Tradisional, yaitu fasilitas gedung yang kurang memadai sehingga berpenganruh pada kenyamanan para pengguna gedung. Oleh karena itu, dibutuhkan wadah yang ideal untuk pertunjukan seni tradisional dengan merancang gedung pertunjukan yang mengacu kepada pagelaran seni tradisonal. Gedung pertunjukan dirancang lebih specifik yakni untuk pertunjukan dengan jenis drama musikal, tari—tarian, teater gerak, teater dramatik dan teatrikalisasi puisi dengan orang sebagai lakon.Dalam proses kegiatan ini, batasan permasalahan hanya terbatas pada dalam merencanakan sebuah bangunan yang dimana bangunan tersebut tetap mempertahankan atau tetap bisa memperlihatkan kegiatan pengguna dalam melakukan proses pertujukkan hingga menjadi pertunjukkan yang diminati masyarakat. Serta memadukan keindahan estetika bentuk bangunan yang Tradisional untuk menampilkan ciri khas budaya dari Kalimantan Timur. Tujuan dari perencanaan ini adalah Merencanakan sebuah bangunan yang nyaman bagi para pengunjung maupun peseni (seniman) sebagai tempat proses pertunjukkan dan memamerkan kesenian. Serta bisa dijadikan sebagai tempat wisata dan sarana edukasi di Kalimantan Timur serta mendesain Gedung Pagelaran Seni Budaya yang berarsitektur Tradisional dengan kondisi dan budaya lokal masyarakat setempat pada saat sekarang yaitu budaya masyarakat Samarinda-Kaltim, Kutai dan Dayak. Metode penelitan yang dilakukan pada perencanaan ini adalah pengumpulan data primer dan pengumpulan data sekunder. Pengumpulan data primer dilakukan dengan cara obeservasi lapangan dan melakukan studi banding sedangkan pengumpulan data sekunder dilakukan dengan cara studi literatur dan studi internet terkait dengan bangunan yang direncanakan. Penilitian ini dilakukan sehingga dapat menunjukkan citra pada bangunan maupun produk yang ditawarkan. Agar dapat dengan mudah diterima masyarakat, maka harus memenuhi beberapa ketentuan, yaitu mempunyai ciri khas tersendiri agar tidak dicontoh oleh pihak lain, bentuknya bangunan yang mudah diingat oleh masyarakat, serta mudah dipublikasikan untuk keperluankonsumen. Untuk Gedung Pagelaran Seni Budaya Kalimantan Timur ini didapat hasil desain yang serasi dengan lingkungan sekitar dan dapat menarik perhatian dan minat pengunjung.
STUDI PERBANDINGAN TEBAL PERKERASAN KAKU DENGAN METODE BINA MARGA 2013 DAN NAASRA 1987 PADA RUAS JALAN ARIEF RAHMAN HAKIM KOTA BONTANG IBRAHIM, MUHAMMAD
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.739 KB)

Abstract

Perkerasan jalan beton semen atau secara umum disebut perkerasan kaku, terdiri atas pelat (slab) beton semen yang terletak langsung diatas tanah dasar, atau diatas lapisan material granuler (subbase) yang berada diatas tanah dasar (subgrade). Perkerasan kaku menyebarkan beban ke area yang lebih luas ke tanah dasar, sehingga bagian terbesar dari kekuatan struktur perkerasan diberikan oleh pelat betonnya sendiri. Perkerasan beton dapat berupa pelat beton tanpa tulangan, diberi sedikit tulangan, diberi tulangan secara kontinyu, prategang atau beton fiber. Perkerasan kaku akan mengalami defleksi akibat beban lalu-lintas, atau melengkung akibat beda suhu antara bagian atas dan bawah pelat             Jalan Arief Rahman Hakim Kota Bontang merupakan jalan Provinsi yang menghubungkan antara Kota Bontang dan Kabupaten Kutai Timur. Ruas jalan tersebut sebagian sudah di lakukan perkerasan kaku dan sebagian masih memiliki existing jalan beraspal, dengan kondisi sebagian titik terjadi kerusakan yang diakibatkan oleh beban kendaraan yang melintasi jalan tersebut. Ditambah lagi curah hujan di daerah Kalimantan Timur cukup tinggi yang menambah faktor kerusakan jalan makin tinggi. Ruas jalan tersebut cukup ramai dilewati oleh kendaraan ukuran sedang. Dengan melihat beban kendaraan yang melintasi ruas jalan tersebut, maka perlu mengadakan perencanaan terhadap tebal perkerasan tersebut.Pengambilan data dilapangan yaitu data lokasi jalan tersebut, data laju harian rata-rata (LHR) dan dokumentasi. Data–data pendukung lainya, diperoleh dari Instansi terkait. Sedangkan metode perbandingan tebal perkerasan kaku menggunakan metode bina marga 2013 dan metode NAASRA.Dari hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa analisa tebal perkerasan kaku ( Rigid Pavement ) pada ruas Jalan Arief Rahman Hakim Kota Bontang dengan metode bina marga 2013 yaitu diperoleh tebal pelat beton 26 cm dan  metode NAASRA 1987 yaitu diperoleh tebal pelat beton 19 cm. Berdasarkan hasil perhitungan tebal perkerasan diperoleh perbandingan tingkat efesiensi dimensi tebal perkerasan kaku yaitu nilai perbandingan metode bina marga 1,00 dan metode NAASRA 0,73.
STUDI PERANCANGAN DINDING PENAHAN TANAH TIPE KANTILEVER PADA JALAN POROS BALIKPAPAN – SAMARINDA KM 66 KHADAFI, IMAM
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.191 KB)

Abstract

Longsor di jalan poros Balikpapan – Samarinda km 66 biasanya terjadi saat musim hujan, karena intesitas hujan yang lebih dari biasanya akan menyebabkan tanah menjadi jenuh air yang mana tanah sudah tidak mampu lagi menampung air kedalam porinya sehingga air pori akan naik yang mengakibatkan kuat geser tanahh menjadi kecil sehingga tanah menjadi labil dan rawan terjadi longsor. Rankine merupakan solusi medan tegangan yang memprediksi tekanan aktif dan pasif. Dengan mengasumsikan bahwa kegagalan terjadi bila tegangan utama maksimum pada setiap titik mencapai nilai sama dengan tegangan tarik. Dari hasil stabilitas lereng 3.5 m, lereng dinyatakan dalam kondisi kritis, penangan longsoran akan dibangun dinding penahan tanah tipe kantilever kondisi lereng dianggap stabil karena memiliki nilai faktor aman 1.234306 yang terkecil diantara kondisi lainnya dan memenuhi stabilitas geser: 2.085 ≥ 2 (Aman), stabilitas guling: 3.771 ≥ 2 (Aman), dan hasil dari daya dukung tanah: 137.337 ≥ qult 483.107

Page 8 of 17 | Total Record : 164