cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
KURVA S JURNAL MAHASISWA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 144 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2014)" : 144 Documents clear
PERHITUNGAN TEBAL PERKERASAN JALAN PADA RUAS JALAN LONG BAWANG – PA’PANI KABUPATEN NUNUKAN BULAN, SARI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan merupakan suatu prasarana transportasi bagi mobilitas kendaraan angkutan penumpang maupun barang. Fungsi transportasi adalah memindahkan barang atau orang dari suatu tempat ke tempat lain, dengan cara yang aman, nyaman, lancar dan ekonomis.Masalah yang sering dihadapi pada suatu jalan adalah terjadinya kerusakan dini dan tidak tercapainya masa pelayanan jalan sesuai yang diharapkan. Salah satu cara untuk mengatasi masalah tersebut yaitu dengan merencanakan tebal perkerasan suatu jalan yang sesuai dengan ketentuan atau peraturan yang ada, berdasarkan lalu lintas harian rata-rata dan kondisi tanah pada jalan yang akan dibangun, jika kita salah dalam menentukan tebal  perkerasan suatu ruas jalan maka mengakibatkan kerusakan dan umur rencana suatu jalan tidak terpenuhi.Banyak metode yang digunakan untuk perencanaan tebal perkerasan lentur untuk jalan baru,  baik dari perhitungan secara empiris sampai dengan program komputer. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk perencanaan tebal perkerasan lentur adalah perhitungan dengan Metode Analisa Komponen.Ruas jalan Long bawan-pa’pani Kabupaten Nunukan merupakan jalan kolektor dan merupakan jalur ekonomi di Kabupaten Nunukan, terutama ke daerah- daerah pusat produksi. Dalam hal ini pada ruas jalan tersebut ditinjau ulang terhadap volume kendaraan yang melintas pada ruas jalan tersebut apakah menjadi salah satu penyebab terjadinya kerusakan atau faktor lain, salah satu data yang diperlukan dalam peninjauan kerusakan yang terjadi pada ruas jalan tersebut adalah volume kendaraan (LHR), yang nanti digunakan dalam perhitungan ulang terhadap konstruksi perkerasan jalan tersebut.Sehubungan dengan uraian tersebut di atas, maka penlis melakukan penelitian pada ruas jalan tersebut di atas dalam rangka menyelesaikan tugas akhir atau skirpsi Sarjana (S1) Tehnik Sipil Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda, dengan mengambil juduk : ”Perhitungan Tebal Perkerasan Jalan pada Ruas Jalan Long Bawan- Pa’Pani Kabupaten Nunukan”    
PERBANDINGAN SISTEM KONTRAK BERBASIS KINERJA ATAU PERFORMANCE BASED CONTRACT (PBC) DAN KONTRAK TRADISIONAL WIBOWO, BAYU
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.693 KB)

Abstract

Based on the problems found, the comparison system How Performance Based Contracts or Performance Based Contract (PBC) and the Traditional Contract. The aim of this study was to Knowing comparison system Performance Based Contracts or Performance Based Contract (PBC) and the Traditional Contract.               Contract or agreement is an event in which a promise to another person or in which two people were each promised to carry out a casePerformance Based Contract (PBC) is a contract relating to the implementation of the construction or production of a physical form other to achieve or maintain suatau specific performance set forth in a specific time period, covering the design work, construction, and maintenance services are carried out in an integrated manner to ensure the achievement of kenerja seabagaimana specified in the performance specification.               Traditional contract is where the owner will be in touch with several contractors to complete the project.From the discussion, Based on the SWOT matrix, it can be concluded that the contract Berbasis  Kinerja atau Performance Based Contract (PBC) is more beneficial for service users to determine the planning, management processes and methods of work most efficiently.               Traditional contract will provide a threat to the owner if the construction undertaken construction failure because all the construction problems (either a designer or design revision) will be covered by the owner.
AUDIT KESELAMATAN TRANSPORTASI JALAN (STUDI KASUS GEOMETRIK JALAN M.T. HARYONO KOTA SAMARINDA) SAPUTRA, DAVID YUSNIAR
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.825 KB)

Abstract

Jalan M.T. Haryono Samarinda saat ini menjadi jalan utama kendaraan – kendaraan berat tujuanluar kota Samarinda, akibatnya volume kendaraan pada ruas jalan tersebut terjadi peningkatan.Masalah selanjutnya muncul karena jalan ini mempunyai kondisi existing yang tidak layak, yangimbasnya setiap satu bulan sekali atau kurang selalu terdapat kendaraan – kendaraan berat yanggagal menaiki tanjakan dikarenakan terlalu tinggi nya tanjakan yang ada. Terlebih lagi denganadanya kecelakaan yang merenggut 3 nyawa dan 6 luka berat pada 24 Oktober 2014 yang olehpihak SatLaka Lantas Kota Samarinda dinyatakan dalam laporan pemeriksaan nya menyatakansalah satu penyebab timbulnya banyak korban dikarenakan kemiringan jalan yang tidak sesuaipersyaratan. Penelitian dilakukan untuk mengetahui bagaimana kondisi sebenarnya jalan tersebutbaik dari segi jumlah kendaraan yang melewatinya, kecepatan rata – rata kendaraan yangmelewatinya, kondisi alinyemen horizontal dan superelevasinya, dan kondisi alinyemenvertikalnya. Tahapan analisis dilakukan dengan survey LHR (Lalu Lintas Harian Rata – Rata),pengukuran kecepatan rata – rata kendaraan berat yang melewati ruas jalan tersebut, pengukuransituasi, long section, dan cross section kemudian dianalisis dengan Manual Kapasitas JalanIndonesia (MKJI) 1997 dan Standar Perencanaan untuk Jalan Perkotaan 1992 dan referensi –referensi lainnya. Hasil analisis diperoleh volume lalu lintas dengan nilai 15425 smp/hari masihlebih rendah dari rencana 20000 smp/hari, kecepatan rata – rata kendaraan dengan nilai 18,65km/jam masih dibawah kecepatan maksimum 40 km/jam, kondisi alinyemen horizontal dansuperelevasi pada ruas jalan ini tidak sesuai dengan standar perencanaan, kondisi alinyemenvertikal pada ruas jalan ini tidak sesuai dengan standar perencanaan. Sangat penting dilakukanlangkah – langkah pencegahan agar tidak terjadi kecelakaan – kecelakaan fatal dikedian hari,solusi terdekat dengan pemindahan arus lalu lintas kendaraan berat kearah Jalan Tengkawang,solusi jangka panjang perlu dilakukan perubahan geometrik jalan.
RANCANGAN BETON MUTU TINGGI MENGGUNAKAN AGGREGAT KASAR MAKSIMAL 10 MM SINAGA, YANTONIUS
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (12.136 KB)

Abstract

hesis civil engineering Faculty departements unversitas 17 August 1945 samarinda.Normal concrete is concrete has a bulk density 2200-2500 kg/mᶾ using coarse aggregate laterite rupture or without at rupture.Concrete material is a mixture of fly ash added plus fly ash concrete, generally in the form of particles-particles of added material can be any admixture of asbestos fibers, plastic fibers polypropylene, or a piece of steel wir. Fly ash in concrete works to improve the workability of cement and reduced water consumption. That makes concrete more ductile than ordinary concrete. The purpose of thi study to compare the compressive strength at yield normal concrete and concrete using fly ash added materials and coarse aggregate of laterite red soil and fine aggregat from the red earth samarinda northThis study uses a mixture of national standard design method Indonesia 03-2847-2002 conducted in the laboratory using the maximum size of coarse aggregat is 30 mili-meters samples used for normal concrete and concrete material variation plus 5% and 10% respectively variation using 30 samples and the total number of samples is 90 samples From the test results normal concrete compressive strength at 28 days compressive strength value of the average - average need (f'cr) is 101.528 and the compressive strength required (f'c) is 86.95 kg / cm2 of the average compressive strength needs to be targeted right (f'cr) = 205 kg / cm2 and the compressive strength which hinted (f'c) = 125 kg / cm2. Materials testing concrete compressive strength of fly ash added 5% at 28 days the compressive strength average in the target (f'cr) was 110.47 kg / cm2 and the compressive strength which hinted (f'c) is 98.01 kg / cm2 of the average compressive strength - need targeted average (FCR) = 205 kg / cm2 and the compressive strength which hinted (f'c) = 125 kg / cm2. Concrete compressive strength testing of materials plus 10% fly ash pad aumur 28 days the compressive strength average (f'cr) was 118.07 kg / cm2 and the compressive strength required (f'c) is 98.26 kg / cm2 of compressive strength of the average - average need are on target (f'cr) = 205 kg / cm2 and the compressive strength which hinted (f'c) = 125 kg / cm2.
ANALISIS KEBISINGAN AKIBAT ARUS LALU LINTAS DAN TINGKAT KETERGANGGUAN TERHADAP MASYARAKAT DIJALAN CENDANA SAMARINDA rudin, Sabar
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.736 KB)

Abstract

Transportasi merupakan suatu pergerakan/ perpindahan baik orang maupun barang dari suatu tempat asal ke suatu tujuan. Dalam perpindahan atau pergerakan tersebut tentu saja menggunakan sarana pengangkutan berupa kendaraan yang dalam pengoperasiannya menimbulkan suara-suara seperti suara mesin yang keluar melalui knalpot maupun klakson. suara yang ditimbulkan oleh kendaraan tersebut sudah merupakan suatu gangguan atau polusi yang disebut kebisingan. Kebisingan adalah bunyi yang tidak diinginkan dari usaha atau kegiatan dalam dan waktu tertentu yang dapat menimbulkan gangguan kesehetan manusia dan kenyamanan lingkungan. Oleh karna itu penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai kebisingan lalu lintas yang terjadi di Jl. Cendana samarinda dan mendapatkan model matematis karakteristik lalu lintas dengan tingkat kebisingan yang terjadi kemudian bagaimna cara mengatasi kebisingan di Jl. Cendana samarinda. Adapun data yang dibutuhkan adalah data volume kendaraan, kecepatan kendaraan dan kebisingan. Berdasarkan hasil analisis dapat ditarik beberapa kesimpulan bahwa tingkat kebisingan lalu lintas yang terjadi di jl. Cendana Samarinda yang diperoleh dengan menggunakan alat Sound Level Meter berkisar antara 61,1 dBA – 65,8 dBA. Sedangkan dengan menggunakan alat Sound Meter – Android yaitu berkisar antara 76,4 dBA – 86,4 dBA. Dengan nilai kebisingan tersebut maka termasuk kedalam zona D yaitu zona yang diperuntukan untuk Industri Pabrik, Stasiun Kereta Api, Terminal bus dan sejenisnya. Hubungan antara Volume dan Kecepatan Kendaraan dengan Tingkat Kebisingan tertinggi dalam model matematis ditujukan dalam persamaan regresi Y= 67,47009 – 0,16534 X1 + 0,002445 X2 dengan menggunakan Sound Level Meter. Sedangkan dengan menggunakan Sound Meter – Android Y= 92,20135 – 0,28452 X1 + 0,06288 X2. Untuk Jl. Cendana lebar badan jalan hanya 7 meter dan padat arus lalu lintas, seharusnya bisa diatasi dengan menjadikan dua jalur menjadi satu jalur, sehingga kemacetan ataupun polusi suara bisa berkurang.
EVALUATION PLANNING LIGHTS SIGNALIZED AND DESIGN WEDENING PRINCE STREET SURYANATA - ROAD KADRIE OENING IN SAMARINDA HADIJAH, SITI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.628 KB)

Abstract

SITI Hadijah , NPM : 10.11.1001.7311.006 , " Evaluation Planning And Design Lamp signalized P.Suryanata Road Widening - Road Kadrie Oening in Samarinda " , Supervisor I : Ir . John Nono Sudarsono , MT ,Supervisor II And : Sahrullah , ST , MT         Traffic Planning activities include inventory and Evaluation Service Levels . BETWEEN inventory intent lying FOR knowing Service Level on any roads and interchanges . Purpose Service Level hearts husband CONDITIONS It is the ability of roads and interchanges FOR accommodate differences noticed Traffic WITH SPEED And Safety factor . Desired Service Level setting . In determining the level of service is desirable done for example by paying attention to: General Plan Transportation road network ; Role , capacity , and the characteristics of the road , road class , the characteristics of Traffic , Environmental Aspects , Social Aspects And ekonomi.penetapan solving traffic problems , preparation and Program Implementation Plan realization.
OPTIMASI LEBAR BANGUNAN PELIMPAH DAN TINGGI BENDUNGAN PENGENDALI (BENDALI) SURYANATA DI KOTA SAMARINDA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR SYAYRI, BOS
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.92 KB)

Abstract

Maksud dari penyusunan skripsi ini adalah memberikan gambaran umumdalam menganalisa perhitungan tinggi muka air maksimum yang diperolehdari perubahan beberapa lebar spillway, dan biaya yang harus dikeluarkandari perencanaan berbagai macam lebar spillway.Ada beberapa tujuan yang ingin dicapai dalam penyusunan skripsiini yaitu:1. Menghitung tinggi air maksimum yang diperoleh dari perubahanbeberapa lebar spillway2. Menghitung biaya yang harus dikeluarkan dari perencanaan berbagaimacam lebar spillway
PERBANDINGAN PERHITUNGAN DEBIT BANJIR DENGAN MENGGUNAKAN HIDROGRAF SATUAN SINTETIK NAKAYASU DAN HIDROGRAF SATUAN SINTETIK SNYDER PADA DAS LOKASI SUNGAI KARANG MUMUS PROVINSI KALIMANTAN TIMUR JUNAIDI, AKHMAD
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (694.919 KB)

Abstract

Pondasi tiang pancang merupakan salah satu jenis dari pondasi dalam yang umum digunakan, yang berfungsi untuk menyalurkan beban struktur berlapisan tanah keras yang mempunyai kapasitas daya dukung tinggi yang letaknya cukup dalam di dalam tanah. Pada Proyek Pembangunan Jembatan Perniagaan Kota Samarinda akan dicari nilai daya dukung aksial perencanaan pondasi tiang pancang berdasarkan data N-SPT memakai metode Mayerhoff, dibandingkan dengan data kalendering lapangan. Tujuan dari Tugas Akhir ini untuk menghitung daya dukung tiang pancang dari hasil desain rencana dengan kalendering di lapangan dan mengetahui deviasi dari desain rencana dengan kalendering di lapangan. Selanjutnya menghitung penurunan elastis tiang pancang yang terjadi, serta menghitung efesiensi dan daya dukung kelompok tiang. Berdasarkan pembebanan pada pondasi kelompok tiang pancang, hasil yang diperoleh tidak melebihi daya dukung ultimit tiang, sehingga aman untuk digunakan. Pondasi tiang pancang tidak mengalami penurunan yang besar, sehingga aman untuk memikul beban diatasnya.
ANALISIS KINERJA RUAS JALAN DIKOTA SAMARINDA RAHMAN, WAHYUNI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (685.889 KB)

Abstract

Sebagai ibukota provinsi Kalimantan Timur, Samarinda merupakan salah satu kota dengan tingkat arus lalu lintas yang tinggi, khususnya ruas jalan S.Parman – ruas jalan ahmad Yani – ruas Jalan D.I.Panjaitan. Ruas jalan tersebut merupakan jalur penghubung antara samarinda kota, samarinda bagian utara, dam arus keluar masuk dari kota bagian utara Kaltim. Analisa dan evaluasi perlu dilakukan agar tercipta efisiensi pada ruas jalan S.Parman – ruas jalan Ahmad Yani – ruas jalan D.I.Panjaitan.Analisa yang dilakukan mengacu pada manual sesuai dengan kondisi arus lalu lintas di Indonesia. Dalam hal ini dilakukan analisis menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997, untuk menentukan kriteria pelayanan (LOS) mengacu pada peraturan menteri perhubungan No : Km 14 Tahun 2006. Data lalu lintas dilakukan pada tanggal: Jalan S.Parman tanggal 20,21,26 April 2014, jalan Ahmad Yani tanggal 27,28 April, dan 3 Mei 2014, jalan D.I.Panjaitan tanggal 4,5,10 Mei 2014 pada jam sibuk.
EVALUASI SIMPANG BERSINYAL PADA JALAN Ir.H. JUANDA – JALAN KADRIE ONIENG – JALAN ABDUL WAHAB SYAHRANIE – JALAN LETJEN SUPRAPTO DI KOTA SAMARINDA syah, Usman
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (717.177 KB)

Abstract

Persimpangan adalah bagian terpenting dari sistem jaringan jalan, yang secara umum kapasitas persimpangan dapat dikontrol dengan mengendalikan volume lalu lintas dalam sistem jaringan tersebut. Pada prinsipnya persimpangan adalah pertemuan dua atau lebih jaringan jalan. Ruas simpang pada Jalan Ir.H Juanda – Kadrie Onieng- A.W Syahranie dan Letjen Suprapto (Simpang Empat Air Hitam) merupakan salah satu persimpangan jalan di Kota Samarinda yang berupa simpang bersinyal. Simpang tersebut merupakan titik pertemuan antara daerah pemukiman dengan daerah pertokoan dan perkantoran di Samarinda. Metode pengambilan data dilakukan dengan cara survey volume lalu lintas dan data geometrik jalan langsung dilapangan, sedangkan metode analisa perhitungan dengan menggunakan standar pedoman Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) Tahun 1997 oleh Departemen Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Bina Marga.Dari hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa, dari hasil kinerja persimpangan saat ini didapatkan volume lalu lintas (Q) sebesar 810.97 smp/jam, Derajat Kejenuhan Rata-rata 0.901, Panjang antrian 472 Meter, Kendaraan terhenti 917 smp/jam, Tundaan 99.33 det/smp dan untuk tingkat pelayanan (LOS) pada Simpang Air Hitam Berada di kategori E yang artinya Arus tidak Setabil dan Tundaan >60 berada di kategori F yang artinya pada Simpang tersebut Tundaannya Buruk sekali. Dari hasil Evaluasi kinerja simpang Air Hitam dalam kondisi sekarang, untuk mengurangi kemacetan yang sering dihadapi pada jam-jam sibuk diharapkan Dinas Perhubungan melakukan perbaikan untuk tundaan terhadap lalu lintas (traffic Light) dan Tundaan Geometrik pada setiap Simpang.