cover
Contact Name
Muhammad Azwar
Contact Email
muh.azwar@uin-alauddin.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
muh.azwar@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Al-Hikmah
ISSN : 14115557     EISSN : 29627206     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal A-Hikmah adalah jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Adab dan Humaniora, Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar. Terbit dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember. Berisi tulisan ilmiah dan hasil penelitian dalam bidang keislaman (religious studies).
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 22 No 2 (2020): December" : 10 Documents clear
Peran Profesionalitas Guru PAI dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Rofia Masrifah
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 22 No 2 (2020): December
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengingat pentingnya profesionalitas seorang guru maka diperlukan suatu penelitian tentang profesionalitas guru khususnya guru Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini selain betujuan untuk mengetahui profesionalitas guru, mengetahui upaya guru pendidikan agama Islam dalam meningkatkan prestasi belajar juga untuk menemukan dan merumuskan solusi dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan pedagogis dan naturalistik yang menunjukkan bahwa pelaksanaan penelitian terjadi secara alamiah, apa adanya, dalam situasi normal yang tidak dimanipulasi keadaan dan kondisinya, menekankan pada deskripsi secara alami. Berdasar pada temuan data di lapangan, bahwa profesionalitas guru digambarkan dalam kompetensi paedagogik; yaitu kemampuan guru menyusun RPP, Silabus, Prota dan Promes, kemampuan improvisasi metode pembelajaran dan kemampuan menilai hasil belajar siswa melalui penilaiaan berbasis kelas. kompetensi kepribadian; digambarkan dengan penanaman kedisiplinan (self discipline) dan tanggungjawab dalam tugas. kompetensi sosial; digambarkan dengan hubungan komunikasi yang baik dengan kepala sekolah, teman sejawat, orangtua siswa dan partisipasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Sedangkan kompetensi profesional; digambarkan dengan kemampuan menguasai bidang studi dilihat dari latar belakang pendidikan guru yang memiliki kualifikasi akademik dan guru mengajar sesuai dengan keahlian dan jurusan yang dimilikinya, kemampuan memahami peserta didik, kemampuan menguasai pembelajaran yang mendidik melalui kemampuan memahami jenis mata pelajaran, mengorganisasikan materi pelajaran serta mendayagunakan sumber belajar. Selanjutnya, kompetensi kepemimpinan guru digambarkan melalui kemampuannya menjadi figure yang baik. Berkenaan dengan faktor yang mendukung profesionalitas guru pendidikan agama Islam adalah diberlakukannya manajemen yang berbasiskan pada madrasah, terbentuknya tertib administrasi yang rapi, dan diikutkannya guru PAI dalam berbagai pelatihan sebagai upaya peningkatan profesionalitas guru. Sedang hal yang menghambat profesionalitas guru di sekolah ini adalah adanya sebagian guru yang hadir di sekolah hanya pada saat jam mengajar.. Faktor yang mendukung prestasi belajar adalah adanya kedisiplinan yang dipraktekkan oleh semua elemen sekolah (guru, siswa, kepala sekolah, dan lainnya) dan juga tersedianya sarana dan prasana yang memadai untuk kelancaran proses pembelajaran siswa. Sedangkan hal yang menghambat perkembangan prestasi belajar siswa adalah kurangnya perhatian keluarga, minimnya komunikasi yang kurang egektif antara orang tua dan guru kurangnya serta kesadaran siswa akan pentingnya belajar.
Pergulatan dalam Memperjuangkan Dasar Negara syamzan syukur; Mastanning Mastanning
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 22 No 2 (2020): December
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas mengenai perdebatan di seputar ideologi dasar negera yang mula-mula menjadi fokus perhatian menjelang kemerdekaan Indonesia sampai hasil akhir pergularan dasar Negara tersebut. Sidang BPUPKI mengalami perdebatan hangat saat dasar negara disentuh, iklim politik. dua kubu Islam dan nasionalis (atau kadang disebut Nasionalis Islam dan Nasionalis Sekuler) mengkristal menjadi kekuatan yang saling berhadapan. Dibentuklah “Piagam Jakarta”, yang pada dasarnya merupakan penerimaan Pancasila sebagai dasar negara dengan sila pertama “Ketuhanan, dengan    kewajiban    menjalankan    syari’at    Islam    bagi    pemeluk- pemeluknya. Akan tetapi, seorang pejabat angkatan laut Jepang datang ke Hatta dan melaporkan bahwa orang-orang Krisiten (yang sebagian besarnya berdomisili di wilayah timur Nusantara) tidak akan bergabung dengan  Republik Indonesia kecuali jika  beberapa  unsur  dari  Piagam  Jakarta  (yakni dengan  kewajiban  menjalankan syari’at   Islam   bagi   pemeluk-pemeluknya,   Islam   sebagai   agama   negara dan pernyataan bahwa presiden harus seorang Muslim) dihapuskan. Pandangan mereka kerangka konstitusi nasional semacam itu akan mengundang diambilnya langkah- langkah yang diskriminatif. Muhammad Hatta menyarankan (beberapa sumber menyebut   “mendesak”)   kelompok   Islam   agar   dibuat   penyesuaian-penyesuaian tertentu atas Piagam Jakarta dan batang tubuh UUD 1945 untuk menjamin keutuhan dan kesatuan negara nasional Indonesia yang baru saja diproklamirkan. Hasil pertemuan tersebut menhasilkan perubahan sila “Ketuhana Yang Maha Esa”.
Perkembangan Politik dan Ilmu Pengetahuan Masa Dinasti Bani Umayyah Dirhamzah Bumar
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 22 No 2 (2020): December
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas tentang dinasti Bani Umayyah dan kontribusinya terhadap perkembangan politik dan ilmu pengetahuan dalam pembentukan peradaban Islam. Diketahui bahwa meski pada mulanya dinasti ini mendapat kurang simpatik karena dibangun atas dasar perseteruan dan tipu daya yang diilakukan oleh Muawiyah sebagai pendiri dinasti ini dengan khalifah Ali bin Abi Thalib dan adanya kebijakan merubah sistem pemilihan khalifah dari sistem demokratis menjadi sistem monarkis, tetapi karena kontribusi yang dilakukan oleh beberapa khalifah dinasti ini berhasil dalam melakukan pembangunan dalam berbagai bidang sehingga dengan sendirinya membuat masyarakatnya lupa terhadap peristiwa perang saudara dan sejarah berdarah yang melatari berdirinya khalifah ini. Di antara kemajuan yang dicapai oleh dinasti Muawiyah dapat dilihat dalam berbagai bidang, terutama dalam bidang politik dan ilmu pengetahuan. Dalam bidang politik, dinasti inilah yang awal mula membentuk institusi politik, seperti dibentuk undang-undang pemerintahan, dewan mentri, lembaga sekertariat negara, jawatan pos dan giro serta penasihat-penasihat khusus bidang politik. Pada masa ini pulalah disusun tata pemerintahan yang baru dan administrasi kenegaraan yang semakin kompleks. Sementara dalam bidang ilmu pengetahuan, pada dinasti menjadi tongkak awal perkemabangan beberapa ilmu pengetahuan dan menjadi tonggak awal kegiatan penerjemahan dalam sejarah Islam dimulai.Kata kunci: Dinasti Muawiyah, Perkembangan Politik, Ilmu Pengetahuan.
Dimensi Islam dan Politik: Telaah Historis atas Revolusi Iran 1979 Chaerul Mundzir
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 22 No 2 (2020): December
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThe article discusses the contact between Islam and politics in the history of Iran's upheaval between 1960-1979. The authoritarian stance of the Shah Pahlavi dynasty and its proximity to the United States caused a wave of protest against it. The wave of protests led by Ayatullah Khomeini gave rise to a political movement known in history as the Iranian Revolution in 1978. This revolution succeeded in overthrowing the Shah Pahlavi dynasty and the establishment of the Islamic Republic of Iran in 1979. The existence of the Islamic Republic of Iran made several form of change in the political structure of the country. The existence of institutions such as the Wilayatul Faqih and the Guardian Council in the Iranian structure is proof of the harmony between Islam and politics in the State of the Mullahs.Keywords: Iran, Revolution, Republic, KhomeiniAbstrakArtikel ini membahas persentuhan antar Islam dan politik dalam sejarah pergolakan Iran dalam tahun 1960-1979. Sikap otoriter masa pemerintahan Dinasti Syah Pahlevi serta kedekatannya dengan Amerika Serikat menyebabkan gelombang protes atas bermunculan. Gelombang protes yang dimotori oleh oleh Ayatullah Khomeini memunculkan sebuah gerakan politik yang terkenal dalam sejarah dengan nama Revolusi Iran pada tahun 1978. Revolusi tersebut berhasil menumbang Dinasti Syah Pahlevi dan menjadi awal berdirinya Negara Republik Islam Iran pada tahun 1979. Eksistensi Negara Republik Islam Iran menjadi wujud perubahan dalam struktur politik negara tersebut. Keberadaan lembaga seperti Wilayatul Faqih dan Dewan Wali dalam struktur pemerintahan Iran menjadi bukti harmoni antara Islam dan politik di Negara para Mullah tersebut.Keywords : Iran, Revolusi, Republik, KhomeiniAbstractThe article discusses the contact between Islam and politics in the history of Iran's upheaval between 1960-1979. The authoritarian stance of the Shah Pahlavi dynasty and its proximity to the United States caused a wave of protest against it. The wave of protests led by Ayatullah Khomeini gave rise to a political movement known in history as the Iranian Revolution in 1978. This revolution succeeded in overthrowing the Shah Pahlavi dynasty and the establishment of the Islamic Republic of Iran in 1979. The existence of the Islamic Republic of Iran made several form of change in the political structure of the country. The existence of institutions such as the Wilayatul Faqih and the Guardian Council in the Iranian structure is proof of the harmony between Islam and politics in the State of the Mullahs.Keywords: Iran, Revolution, Republic, KhomeiniAbstrakArtikel ini membahas persentuhan antar Islam dan politik dalam sejarah pergolakan Iran dalam tahun 1960-1979. Sikap otoriter masa pemerintahan Dinasti Syah Pahlevi serta kedekatannya dengan Amerika Serikat menyebabkan gelombang protes atas bermunculan. Gelombang protes yang dimotori oleh oleh Ayatullah Khomeini memunculkan sebuah gerakan politik yang terkenal dalam sejarah dengan nama Revolusi Iran pada tahun 1978. Revolusi tersebut berhasil menumbang Dinasti Syah Pahlevi dan menjadi awal berdirinya Negara Republik Islam Iran pada tahun 1979. Eksistensi Negara Republik Islam Iran menjadi wujud perubahan dalam struktur politik negara tersebut. Keberadaan lembaga seperti Wilayatul Faqih dan Dewan Wali dalam struktur pemerintahan Iran menjadi bukti harmoni antara Islam dan politik di Negara para Mullah tersebut.Keywords : Iran, Revolusi, Republik, Khomeini
Pembinaan Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) Mahasiswa Teknik Inforrmatika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Alauddin Makassar Besse Ruhaya
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 22 No 2 (2020): December
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul Pembinaan Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) Mahasiswa Teknik Inforrmatika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Alauddin Makassar dengan tujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan pembinaan Baca Tulis Al-Qur’an mahasiswa Teknik Inforrmatika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Alauddin Makassar. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif.  Penelitian ini beralokasi di Fakultas Sains dan Teknologi UIN Alauddin Makassar, kampus II. Jalan. H.M. Yasin Limpo No. 36 Samata-Gowa.. Sumber data yang berasal dari digunakan yaitu tempat penelitian di ruang kelas jurusan Teknik Informatika. Peristiwa berkaitan dengan pembinaan baca tulis al-Qur’an. Dari peristiwa ini, peneliti mengetahui secara pasti kegiatan yang dilakukan karena terlibat secara langsung dalam membina mahasiswa. Adapun informannya, yaitu mahasiswa jurusan Teknik Informatika Angkatan 2019. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi partisipatif, wawancara dan dokumentasi. Penetapan sumber data dilakukan secara purposive dan teknik analisis dan pengolahan data menggunakan 3 (tiga) tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Adapun hasil penelitian ini adalah bahwa setelah melakukan pembinaan dan mengadakan evaluasi, maka dari kategori 2 yang awalnya 45% berkurang menjadi 20%, kategori 3 awalnya 30% meningkat menjadi 45% dan kategori 4 awalnya hanya 15% meningkat menjadi 25%. Hal ini membuktikan bahwa perlu adanya pembinaan yang berkelanjutan yang harus dilakukan
Perkembangan Metode-Pendekatan dalam Penelitian Agama Rahmat Rahmat
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 22 No 2 (2020): December
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis perkembangan metode-pendekatan dalam penelitian secara umum, baik metode-pendekatan teologis-normatif, ilmiah maupun fenomenologi. Metode pelaksanaan kajian ini adalah metode historis dengan menggunakan data kwalitatif. Data diperoleh melalui studi pustaka. Hasil kajian ini menunjukan bahwa metode-pendekatan yang paling awal dikenal adalah metode-pendekatan teologis yang bersifat normatif sejak jaman Yunani, Romawi kuno dan berlanjut hingga abad pertengahan. Pendekatan ini mengalami perkembangan secara pesat dengan munculnya sederetan peneliti dengan karya-karyanya pada abad-7 sampai abad ke-9 M. Sebagai kelanjutan metode-pendekatan normatif adalah metode-pendekatan ilmiah. Metode-pendekatan ini mulai mengalami perkembangan pada abad ke-19 M. ditandai dengan munculnya sederatan peneliti dengan menggunakan pendekatan ilmu-ilmu sosial. Metode-pendekatan selanjut yang banyak digunakan peneliti agama  adalah metode-pendekatan fenomenologi. Pendekatan ini mengalami perkembangan sejak abad ke-20 M. hingga dewasa ini. Sebagai indikasi perkembangan metode-pendekatan ini ditandai munculya sederetan fenomenolog dan karya-karyanya.
Pemanfaatan Karbon Aktif Sekam Padi sebagai Adsorben Emisi Gas Buang pada Sepeda Motor Amalyah Febryanti
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 22 No 2 (2020): December
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembuatan arang aktif dari sekam padi sebagai adsorben emisi gas telah dilakukan. Pembuatan arang aktif tersebut bertujuan untuk mengadsorpsi emisi CO, NO, dan NOx pada kendaraan bermotor. Hal itu karena gas tersebut merupakan zat pencemar yang sangat berbahaya bagi manusia dan lingkungan. Metode yang digunakan terdiri dari beberapa tahapan, yaitu pembuatan arang aktif dari sekam padi, pengujian kualitas arang aktif berdasarkan SNI, analisis profil permukaan arang aktif dengan SEM (Scanning Electron Microscope), pengukuran emisi CO, NO, dan NOx pada kendaraan bermotor dengan menggunakan PEM-9004. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air dan zat menguap arang aktif sekam padi memenuhi persyaratan Standar Nasional Indonesia (SNI), masing-masing di bawah 15% dan 25%. Suhu 400 ºC merupakan suhu aktivasi terbaik bagi arang aktif sekam padi karena suhu ini menghasilkan daya serap tertinggi terhadap gas, yaitu 52,5% (CO); 76,2% (NO); 77,3 % (NOx). Oleh karena itu, arang aktif ini berpotensi dijadikan adsorben emisi gas buang.
Peluang Hidrogen sebagai Bahan Bakar Alternatif di Indonesia Rahmiani Gani; Syarifah Rabiatul Adawiah; Arfiani Nur; Titik Andriani
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 22 No 2 (2020): December
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk melihat peluang penggunaan hidrogen sebagai bahan bakar alternatif khusunya diIndonesia yang ke depannya diharapkan dapat menggantikan sumber daya dari bahan fosil yang semakin menipis. Indonesia dengan sumber air yang melimpah diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan utama produksi hidrogen melalui proses elektrolisis. Teknologi sederhana dengan biaya yang lebih murah serta komponen yang mudah diperoleh dapat dikembangkan lebih baik dengan tetap mengharapkan hasil produksi hidrogen lebih baik. Pemilihan elektroda yang tepat diharapkan mampu meningkatkan efisiensi produksi hidrogen. Stainless steel sebagai salah satu material konduktif yang murah, mudah diperoleh dan sederhana dalam penggunaannya dapat menjadi elektroda dalam proses elektrolisis air. Stainless steel adalah elektroda konduktif yang dapat dikomersilkan untuk produksi hidrogen dalam skala yang lebih besar dan diharapkan bisa dikembangkan untuk aplikasi yang lebih luas.
Sampul Daftar Isi Sampul Sampul
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 22 No 2 (2020): December
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampul Daftar Isi
Perkembangan Islam di Inggris nuraeni nuraeni123
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 22 No 2 (2020): December
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islam telah ada di Inggris sejak pembentukan negara ini pada tahun 1707, Islam masuk ke Inggris dengan adanya persentuhan secara Individu-individu masyarakat Inggris dengan Masyarakat Islam, dan adanya sekumpulan orang-orang Islam yang datang berdagang, juga sebagai tenaga kerja di Inggris.hingga saat ini ada sekitar 2.869.000 Muslim di Inggris atau 4,6 persen dari total populasi. Angka ini melonjak jauh dari sensus 2001 yang hanya mencatat ada1.647.000 pemeluk Islam.Organisasi-organisasi Islam di Inggris telah memberi warna tersendiri atas perkembangan Islam, organisasi-organisasi tersebut setidaknya telah membuka mata orang-orang Inggris tentang perihal ke Islaman, yang dilakukannya secara terbuka dan saling berinteraksi dengan masyarakat Inggris non-Muslim.

Page 1 of 1 | Total Record : 10