Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

DESCRIPTION OF THE RELATIONSHIP BETWEEN GENDER AND PATIENTS STATUS OF COVID-19 IN INDONESIA M. Ichsan Nawawi; Hikmawati Pathuddin; Rofia Masrifah
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 7, No 1 (2021): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v7i1.1069

Abstract

Background: Anecdotal evidence suggests that Coronavirus 2019 (COVID-19), caused by the SARS-CoV-2 coronavirus, shows differences in morbidity and mortality between the gender. The gender category is one of the simple categories but it is very important to look at the relationship between gender (male/female) and  Covid-19 positive patient status (life/death). Metods: In this study used odds ratios. Result: The results showed that the chances of men affected by Covid-19 to recover were 0.75 times the chances of women with positive Covid-19 to recover. Recommandation: For further research, can use more diverse variables and  larger sample sizes
Peran Profesionalitas Guru PAI dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Rofia Masrifah
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 22 No 2 (2020): December
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengingat pentingnya profesionalitas seorang guru maka diperlukan suatu penelitian tentang profesionalitas guru khususnya guru Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini selain betujuan untuk mengetahui profesionalitas guru, mengetahui upaya guru pendidikan agama Islam dalam meningkatkan prestasi belajar juga untuk menemukan dan merumuskan solusi dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan pedagogis dan naturalistik yang menunjukkan bahwa pelaksanaan penelitian terjadi secara alamiah, apa adanya, dalam situasi normal yang tidak dimanipulasi keadaan dan kondisinya, menekankan pada deskripsi secara alami. Berdasar pada temuan data di lapangan, bahwa profesionalitas guru digambarkan dalam kompetensi paedagogik; yaitu kemampuan guru menyusun RPP, Silabus, Prota dan Promes, kemampuan improvisasi metode pembelajaran dan kemampuan menilai hasil belajar siswa melalui penilaiaan berbasis kelas. kompetensi kepribadian; digambarkan dengan penanaman kedisiplinan (self discipline) dan tanggungjawab dalam tugas. kompetensi sosial; digambarkan dengan hubungan komunikasi yang baik dengan kepala sekolah, teman sejawat, orangtua siswa dan partisipasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Sedangkan kompetensi profesional; digambarkan dengan kemampuan menguasai bidang studi dilihat dari latar belakang pendidikan guru yang memiliki kualifikasi akademik dan guru mengajar sesuai dengan keahlian dan jurusan yang dimilikinya, kemampuan memahami peserta didik, kemampuan menguasai pembelajaran yang mendidik melalui kemampuan memahami jenis mata pelajaran, mengorganisasikan materi pelajaran serta mendayagunakan sumber belajar. Selanjutnya, kompetensi kepemimpinan guru digambarkan melalui kemampuannya menjadi figure yang baik. Berkenaan dengan faktor yang mendukung profesionalitas guru pendidikan agama Islam adalah diberlakukannya manajemen yang berbasiskan pada madrasah, terbentuknya tertib administrasi yang rapi, dan diikutkannya guru PAI dalam berbagai pelatihan sebagai upaya peningkatan profesionalitas guru. Sedang hal yang menghambat profesionalitas guru di sekolah ini adalah adanya sebagian guru yang hadir di sekolah hanya pada saat jam mengajar.. Faktor yang mendukung prestasi belajar adalah adanya kedisiplinan yang dipraktekkan oleh semua elemen sekolah (guru, siswa, kepala sekolah, dan lainnya) dan juga tersedianya sarana dan prasana yang memadai untuk kelancaran proses pembelajaran siswa. Sedangkan hal yang menghambat perkembangan prestasi belajar siswa adalah kurangnya perhatian keluarga, minimnya komunikasi yang kurang egektif antara orang tua dan guru kurangnya serta kesadaran siswa akan pentingnya belajar.
Identifikasi Kesulitan Belajar Agama dan Solusinya Terhadap Mahasiswa Alumni Sekolah Umum di Jurusan PAI UIN Alauddin Makassar Rofia Masrifah
Nady Al-Adab : Jurnal Bahasa Arab Vol. 18 No. 1 (2021): Nady Al-Adab
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jna.v18i1.13802

Abstract

Penelitian ini membahas tentang identifikasi kesulitan belajar agama dan solusinya terhadap mahasiswa alumni sekolah umum di jurusan Pendidikan Agama islam UIN Alauddin Makassar. Adapun pokok masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana megidentifikasi kesulitan belajar agama dan Solusinya terhadap mahasiswa alumni sekolah umum di Jurusan Pendidikan Agama Islam UIN Alauddin Makassar yang kemudian diuraikan dalam beberapa submasalah sebagai berikut : 1) bagaimana kesulitan belajar agma bagi mahasiswa alumni sekolah umum di jurusan Pendidikan Agama Islam UIN Alauddin Makassar? 2) faktor-faktor apa yang mempengaruhi kesulitan belajar agama mahasiswa alumni sekolah umum di jurusan Pendidikan Agama islam UIN Alauddin Makassar? 3) Bagaimana solusi kesulitan belajar agama mahasiswa alumni sekolah umum di jurusan Pendidikan Agama islam UIN Alauddin Makassar? Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) kesulitan belajar agama bagi alumni sekolah umum terletak pada rendahnya kemampuan mereka dalam memahami materi disebabkan oleh latar belakang pendidikan yang berasal dari sekolah umum di mana di antara mereka sangat kurang bahkan tidak pernah belajar sama sekali mendapatkan pelajaran agama secara kompleks dalam hal ini Ilmu Fikih, Ilmu al-Qur’aan dan Hadits, Ilmu Akidah Akhlak, Sejarah Peradaban Islam dan Bahasa Arab Dasar di bangku sekolah, 2) adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar agama mahasiswa alumni sekolah umum adalah sikap belajar, motivasi belajar, konsentrasi belajar, kemampuan mengolah materi, kemampuan berprestasi, keperpercayaan diri, kebiasaan belajar, cita-cita mahasiswa, 3) solusi dari problematika ini diperoleh peneliti bersumber dari hasil wawancara beberapa dosen bahasa agama bahwa segala aspek pembelajaran agama harus terintegrasi dengan baik dan segala komponen harus terlibat secara aktif untuk mengidentifikasi kesulitan belajar agama mereka serta berupaya untuk mencari pemecahannya baik melalui materi, media, pendekatan maupun metode yang digunakan.
PERAN ORANG TUA DAN LEMBAGA PAUD DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN PENDIDIKAN AKHLAK BERBASIS KEPESANTRENAN BAGI ANAK DI MASA AWAL USIA SEKOLAH Rofia Masrifah
Transformasi : Jurnal Kepemimpinan & Pendidikan Islam Vol 4 No 2 (2021): Transformasi : Jurnal Kepemimpinan & Pendidikan Islam
Publisher : Pascasarjana IAIN Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47945/transformasi.v4i2.396

Abstract

Orang tua merupakan madrasah pertama bagi anak. Peran kedua orang tua yang dapat diteladani oleh anak bisa memainkan peran vital dalam setiap tahap pendidikan seorang anak. PAUD merupakan pendidikan yang paling fundamental karena perkembangan anak di masa selanjutnya sangat ditentukan oleh berbagai stimulasi bermakna yang diberikan sejak usia dini. Pendidikan anak usia dini harus dipersiapkan secara terencana dan bersifat holistik agar dimasa emas perkembangan anak (Golden Age) mendapatkan distimulasi yang utuh, sehingga mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki anak. Kebanyakan para orang tua dalam memulai proses masuk ke lembaga pendidikan untuk anaknya, mengabaikan pendidikan anak usia dini. Padahal untuk membiasakan diri dan mengembangkan pola pikir anak, pendidikan sejak usia dini mutlak diperlukan. Pendidikan akhlak adalah pembentukan perilaku baik yang menumbuhkan nilai moral kepada manusia yang akan mempengaruhi tingkah laku manusia tersebut. Didalam era 4.0 ini sangat penting dibentuknya akhlak-akhlak mulia mulai dari anak usia dini karena tidak dapat kita pungkiri pada saat ini telah banyak kasus-kasus yang diperankan anak usia dini seperti halnya, terpengaruhnya kepada dunia gadget , membangkang kepada orang tua, bullying hingga kasus pembunuhan yang dilakukan oleh anak usia dini. Kasus seperti ini perlu kita amati dan segera ditumpaskan karena mereka adalah generasi bangsa Indonesia.
Trend hijrah di kalangan remaja muslim milenial: Studi kasus mahasiswa pada Fakultas Sains dan Teknologi UIN Alauddin Makassar Titi Mildawati; Hastuti Hastuti; Rofia Masrifah
AN-NISA : Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 13, No 2 (2020)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/annisa.v13i2.3988

Abstract

DESCRIPTION OF THE RELATIONSHIP BETWEEN GENDER AND PATIENTS STATUS OF COVID-19 IN INDONESIA Nawawi, M. Ichsan; Pathuddin, Hikmawati; Masrifah, Rofia
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 7, No 1 (2021): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v7i1.1069

Abstract

Background: Anecdotal evidence suggests that Coronavirus 2019 (COVID-19), caused by the SARS-CoV-2 coronavirus, shows differences in morbidity and mortality between the gender. The gender category is one of the simple categories but it is very important to look at the relationship between gender (male/female) and Covid-19 positive patient status (life/death). Metods: In this study used odds ratios. Result: The results showed that the chances of men affected by Covid-19 to recover were 0.75 times the chances of women with positive Covid-19 to recover. Recommandation: For further research, can use more diverse variables and larger sample sizes
PENDIDIKAN ISLAM DI ERA GLOBALISASI DAN MODERNISASI Masrifah, Rofia; Usman, Syahruddin; Ondeng, Syarifuddin
TEKNOS: Jurnal Pendidikan dan Teknologi Vol. 2 No. 1 (2024): April
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/teknos.v1i1.219

Abstract

Islamic education is the education of the whole person, reason and skills with the aim of preparing people to live a better life. However, this does not go straight, because Islamic education is influenced by the current current of globalization. Globalization is a big threat to Islamic education. Changes in the field of education include educational content, educational methods, educational media, and so on. One aspect that has a huge influence is the curriculum. The research design used is the literature review method. Literature study (literature review) is research carried out by researchers by collecting a number of books, journals, articles, research results related to research problems and objectives. Based on the results of research on Islamic education in the era of globalization and modernization, the following can be concluded: Every human being has a desire for education. As a Muslim, education is absolutely necessary to achieve the goal of creating humans on earth as the Khalifah of Allah. With the development of technology and changes in human needs, nothing can escape these developments and changes, including the world of education, especially Islamic education.
PROSES PROSES PENGEMBANGAN ISLAM PADA MASA AWAL DI ASIA TENGGARA: - Mei, Reski; Rofia Masrifah; Bahaking Rama; Arifuddin Siraj
JBI : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 2 No. 1 (2024): Juni
Publisher : CV. Kalimasada Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59966/jbi.v2i1.726

Abstract

Kedatangan Islam ke indonesia dilakukan secara damai. Berbeda dengan penyebaran Islam di timur tengah yang dalam beberapa kasus disertai dengan pendudukan oleh wilayah militer. Islam dalam batas tertentu disebarkan oleh para pedagang, kemudian dilanjutkan oleh para Da’i dan para pengembara sufi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengembangann Islam pada masa awal di asia tenggara, untuk mengetahui teori masuknya Islam pada masa awal di Asia Tenggara, dan untuk mengetahui pusat pendidikan Islam masa awal di Asia Tenggara. Dalam penelitian ini memperoleh data dari buku dan jurnal yang dikaitkan dengan proses pengembangan islam pada masa awal di asia tenggara. Referensi terkait proses pengembangan islam pada masa awal di asia tenggara merujuk pada buku-buku dan jurnal yang relevan. Penelitian ini mencakup berbagai metode termasuk studi kasus dan analisis literatur. Untuk memperoleh data, penulis mengumpulkan, membaca, menganalisis pembahasan yang relevan dengan penelitian. Islam di asia tenggara secara betahap yaitu dengan melalui para pedagang, bandar-bandar dan para wali songo yang mendakwahkan Islam ke berbagai tempat di Indonesia. kedatangan Islam ke Indonesia datang dalam kompleksitas artinya tidak berasal dari satu tempat, peran kelompok tunggal, dan tidak dalam waktu yang bersamaan.
Peran Majelis Taklim Kahdijah Dalam Mewujudkan Pendidikan Berbasis Moderasi Beragama Di Perumahan Sitra Samata Permai Gowa Titi Mildawati; Rofia Masrifah
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 3 (2025): JUNI-JULI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini didasari dengan adanya berbagai masalah yang muncul di perumahan sitra samata terkait dengan pendidikannya, mengingat pada zaman sekarang ini seharusnya perkembangan SDM dan SDA sudah berkembang seiring dengan perkembangn teknologi yang semakin pesat akan tetapi implementasi moderasi beragama belum terlihat nampak. Berdasarkan kondisi atau fakta tersebut di atas peneliti merasa penting untuk melakukan penelitian dengan mengangkat masalah untuk kemudian dapat diselesaiakn pada pembahasan dan hasil penelitian. Adapun pokok masalah pada penelitian ini adalah bagaimana mewujudkan peradaban pendidikan berbasis moderasi beragama di Perumahan Sitra Samata Permai Gowa Sulawesi Selatan?. Penelitian ini dilakukan untuk merevitalisasi peran masyarakat atau Majelis Taklim Khadijah sebagai wujud penguatan pendidikan berbasis moderasi beragama. Untuk memperoleh data atau informasi terhadap penyelesaian masalah di atas, peneliti menggunakan teknik pengumpulan data seperti observasi atau pengamatan langsung di lapangan, wawancara sebagai informasi utama serta dokumentasi sebagai penunjang hasil penelitian. Adapun hasil penelitian ini diperoleh bahwa secara konsep dan teori tentang pendidikan masyarakat berbasis moderasi beragama belum terstruktur namun praktek dan sikap masyarakat perumahan sitra sudah menunjukan manusia yang moderat ini dipengaruhi dengan kehadiran majelis taklim khadijah sebagai wadah dalam pelaksanaan pengajaran tentang keagamaan. Sehingga untuk mewujudkan penguatan moderasi beragama yang maksimal perlu dimuat nilai-nilai moderasi beragama disetiap kegiatan.
Education Based On Religious Moderation In The Qur'an Mildawati, Titi; Masrifah, Rofia; Yusuf, Muhammad; Kharisman, Muh.; Mujahid, Ahmad; Indra Adhyaksa, Muhammad
Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 22 No 1 (2024): Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : IAIN PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/alishlah.v22i1.7221

Abstract

The increasingly complex diversity of society, encompassing variations in religion, tribe, culture, ethnicity, groups, and organizations, if not based on a deep-rooted understanding of religious moderation, can lead to disputes, egoism, intolerance, discrimination, and extremism, making differences seem problematic. Islam teaches that differences are a blessing from Allah Swt. The objectives of this paper are twofold: first, to provide a comprehensive understanding of the concept of education based on religious moderation; and second, to conduct studies to understand and apply the concept of education based on religious moderation in the study of the Qur'an. This research employs library research methods or literature studies, with data collection carried out in several stages, ranging from collecting references to analyzing them. The study focuses specifically on the concept of religious moderation-based education in the Qur'an. The results reveal several key Qur'anic verses that underpin this concept: QS al-Baqarah / 2:143 emphasizes the prohibition of discriminating between people; QS al-Mulk / 67:3 highlights the importance of maintaining the balance of natural phenomena; QS ash-Sham / 91:7-9 discusses moral values; QS al-Hujurat / 49:13 addresses issues of nation and state; QS Luqman / 31:19 promotes moderation in conduct; QS an-Nisa / 4:58 underscores justice; and QS al-Kafirun / 109:1-6 supports the freedom of religion. The study concludes that the concept of moderation-based education in the Qur'an is well-supported by various verses. These findings imply that integrating cultural education based on local wisdom with religious moderation can help individuals appreciate culture as a form of respect rather than a deviation from religious teachings. The author recommends further research on this integrated approach to enhance the understanding and application of religious moderation in diverse societies.