Articles
193 Documents
Pendidikan Islam Perspektif Teologi
Arsyad, Muhammad
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 14, No 2 (2013): Al-Hikmah Journal for Religious Studies
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Bagaimana pun sederhananya peradaban suatu masyarakat, di dalamnya pasti berlangsung suatu proses pendidikan, sehingga sering dikatakan bahwa pendidikan telah ada sepanjang peradaban umat manusia.Proses pendidikan merupakan proses pengembangan segala potensi yang dimiliki manusia. Meskipun dalam Islam terdapat beberapa pandangan mengenai pendidikan Islam.Paham Qadariyah memandang proses pendidikan Islam dapat berlangsung dengan baik jika manusia bersungguh-sungguh berusaha dalam menanamkan nilai-nilai islami dalam kehidupannya. Paham Jabariyah memandang bahwa proses pendidikan tidak begitu berpengaruh sebab berhasil tidaknya sebuah proses pendidikan tersebut akan ditentukan oleh Allah. Sedangkan paham Asyâariyah memandang pendidikan Islam merupakan proses yang dinamis, dalam artian manusia di samping telah memiliki potensi dasar untuk menerima proses pendidikan ia juga bergantung pada kepribadian seseorang.
Kompotensi Profesional Dan Pengaruhnya Terhadap Kinerja Dosen STAI DDI Maros
Husnan, Husnan
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 14, No 1 (2013): Al-Hikmah Journal for Religious Studies
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui gambaran kompetensi profesional dosen pada Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) DDI Maros, mengetahui gambaran tentang kinerja dosen STAI DDI Maros, mengetahui pengaruh kompetensi profesional dengan kinerja dosen STAI DDI Maros. Penelitian survei dengan persoalan pokok pada mengkorelasikan kompetensi profesinal terhadap kinerja dosen STAI DDI Maros. Populasi terdiri seluruh dosen STAI DDI Maros yang berjumlah 55 orang sekaligus sebagai sampel penelitian (sampel penuh). Dengan mengedarkan kuesioner kepada responden. Analisis deskriptif untuk memperoleh gambaran tentang variabel kompetensi profesional dan kinerja dosen, dan analisis inferensial untuk menguji hipotesis. Gambaran kompetensi profesional dosen STAI DDI Maros berada pada kategori baik, gambaran kinerja dosen STAI DDI Maros berada pada kategori baik, dan ada pengaruh yang positif dan signifikan antara kompetensi profesional terhadap kinerja dosen STAI DDI Maros dengan kontribusi sebesar 25 persen.
Tekstualisasi Dan Kontekstualisasi Ajaran Islam (Sebuah Wacana Interrelasi Dalam Pemaknaan Al-NusUs Al-Syarâiyyah)
Hakim, Budi Rahmat
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 15, No 2 (2014): Al-Hikmah Journal for Religious Studies
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Al-Quran was revealed down to Muhamamd saw. It consist of some chapters and verses written in Arabic language. Thus, it needs methods or approaches to understand the essential meaning. There are two approaches to understand the islamic text. The first, contextual approaches which is frequently applied by Liberal Islam. The second, textual approach which is usually applied by Fundamental Islam.   Â
Menelusuri Akar Masalah Rendahnya Persentase Pemberian Asi Eksklusif Di Indonesia
Kadir, Nurhira Abdul
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 15, No 1 (2014): Al-Hikmah Journal for Religious Studies
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tahun-tahun pertama kehidupan anak adalah masa kritis yang besar pengaruhnya dalam hidup mereka ke depannya. Pengetahuan tentang makna penting ASI eksklusif untuk perkembangan fisik, psikis  dan  intelektual  sudah  diketahui  secara  luas.  Namun demikian, persentase praktik pemberian ASI eksklusif baik di tingkat lokal, nasional maupun global masih memprihatinkan. Sebagai negara dengan mayoritas penduduk muslim, Indonesia seharusnya  memiliki angka  persentase  pemberian  ASI eksklusif yang tinggi. Hal ini dikarenakan seruan memberikan ASI yang disampaikan dalam Al Qurâan Surah 2:233 memberikan panduan yang jelas mengenai pemberian ASI, bahkan hingga 2 tahun, melebihi dari rekomendasi global pemberian ASI yang hanya 6 bulan. Artikel ini merupakan penelusuran pustaka yang merangkum data penyebab rendahnya praktik pemberian ASI. Hasilnya diketahui bahwa penyebab persentase pemberian ASI eksklusif  yang  rendah  dapat  dibagi  atas  dua bagian  besar  yaitu faktor internal yang menyangkut sebab yang terkait langsung dengan ibu dan anak dan faktor eksternal yang berkaitan dengan masalah  yang tidak berkaitan langsung dengan ibu dan anak. Artikel ini dapat menjadi masukan yang berharga bagi pemerintah, praktisi kesehatan, ibu dan keluarga dalam upaya memberikan pengalaman terbaik untuk anak di masa awal kehidupan dengan memberikan hak yang ditetapkan untuk mereka sesuai amanat dalam Al Quran Surah Al Baqarah: 233.
QatâI Dan ZAnni Dalam Pemikiran Islam (Memahami Teks Dan Konteks Secara Proporsional)
Mufid, Mohammad
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 15, No 2 (2014): Al-Hikmah Journal for Religious Studies
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Term qatâi was at first used in 4th H. It was used in as-Shairafi (w. 330 H.) and al-Jasshash (w.370 H.) era. Both of them are mentioned as the first pioners who popularized term of qatâi. Eventhough, implicitly, as-Syafiâi had mentioned this terms in his book al-Risalah, which had lived long time ago before the era of as-Shairafi and al-Jashshash. The concept of qatâi and zanni were not the final concepts. It is opened to be elaborated. According to Masdar F. Masâudi, the term qatâi is defined as the universal concept and passed through the dimension of time and space (mutlaq). While zanni ia regarded as religious guindance from both al-Quran and Hadis that constitutes the breakdown of the principles of Muhkam texts. The implication of the elaboration consept (qatâi and zanni) has opened the space of ijtihad to the text of qatâi in rank of practice (tatbiq). Along this time, the domain of ijtihad was limited to the text of zanni or it is minimally used when there is no solutions in text of qatâi. Nevertheless, it must be remembered that not all text of qatâi must be comprehended (ijtihad) absolutely. But in other ways, it is limited to qatâi fi baâdi al-ahwal or it pertains qatâI nas}  restrictively.
Pemalsuan Hadis Dan Upaya Mengatasinya
Alamsyah, Alamsyah
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 14, No 2 (2013): Al-Hikmah Journal for Religious Studies
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The existence of the false hadis is a real fact in Islamic history. There are some motives why one made the false hadis addressing to Prophet Muhammad. Thus, it is hard to differenciate between the false hadis and the true one. Therefore, ulamas have made the basic rules in determining the true hadis, hasan and weak hadis. To know the quality of hadis can be identified from its sanad and matan.
Sayyed Hossein Nasr (Sufisme Masyarakat Modern)
Annur, Barsihannor
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 15, No 2 (2014): Al-Hikmah Journal for Religious Studies
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Sayyed Hossein Nasr is one of the Muslem intellectuals who had been grown up in two condition, Islam classic and western. This condition had made the accumulations of his intellectual and integraty. In other side, intellectual as the effect of western educations had contributed to the values of his life. Nasr argued that human life must be based on the balance principle such as the balance of fulfilling bodily and spiritual needs. The true beattitude could not be fulfilled simply by bodily needs and conversely. Facing the globalization era, the Sufism offered  which will not make any sense by offering the classical Sufism tradition. The values must be developed, adapted, reformulated, or reconstructed in current time. But it is still based on Sufism elements of humanity and transcendental. Sufisme is in esoteric dimension and the spiritual Islam tradition  is expected to be particularly compatible and relevant to anyone who is in imperishable.
Eskatologi
Safaruddin, Safaruddin
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 14, No 1 (2013): Al-Hikmah Journal for Religious Studies
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Agama memberikan keyakinan kepada manusia bahwa keselamatan kehidupan manusia dalam tahap jangka panjang hanya terjadi jika manusia memiliki kesadaran terhadap kehidupan ruhaninya dan mengolah alam semesta dalam upaya untuk meningkatkan kualitas ruhaniah bukan mengekploitasi semesta hanya untuk kepentingan material sesaat Eskatologi menjadi satu bagian dari prinsip keimanan di dalam Islam, tanpa keyakinan tentang prinsip ini maka batallah keimanan seseorang terhadap Islam, namun demikian prinsip ini menjadi sebuah diskursus yang sangat panjang di dalam Islam bukan berkaitan terhadap dasar keberadaannya akan tetapi berkaitan dengan pembuktian filosofis terhadap pandangan eskatologi ini serta bagaimana bentuk kehidupan yang akan muncul pasca kematian tersebut. Para Filosof Islam pada dasarnya tidak mengakui adanya kebangkitan jasmani pada hari kemudian, karena itu bertentangan dengan rasio.
Dominasi Peradaban Barat Dalam Pendidikan Islam
Hasanuddin, Hasanuddin
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 15, No 2 (2014): Al-Hikmah Journal for Religious Studies
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Deteriorations of education and culture of Islam after the 13th century was marked in weakness of thoughts until the 18th century. In addition, the destruction of Baghdad and Granada as the centre of education and Islam culture became the main factors of Islam degradation. In other side European accepted philosophy and science from Moslem. while Moslems themselves started to ignore philosophy and science. It had caused the resurrections of European gradually and it was the impact of deteriorations in education and Islamic culture. Therefore, if all Moslems are desire to renascent, they must start to learn and follow the western development in any aspects which is included of educational aspect.
Pemikiran Taha Husain
Annur, Barsihannor
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 15, No 1 (2014): Al-Hikmah Journal for Religious Studies
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Taha Husain was an intellectuals figure who was very controversial with his ideas. He disclosed some reform idea that was considered âstrangeâ and irrasional.  According to him,  to  advance  the  moslem  world,  secularizing  the education and religion must be implemented. The old Egypt and modern West must become role model how to develop moslem world. Religion could not be mixed with politic. religion  must  be  separated  from  politic.  To  be  the enlightened nation, the people who live in the country must be educated with standardized education. According to Taha Husain, Western education was a good model of education which can be implemented.